Anda di halaman 1dari 9

PROBLEM Keluhan Utama : Tn. P 48 tahun dengan perut membesar.

RPS: - 8 bulan yang lalu pasien pertama kali merasakan perut mulai membesar, mual/muntah (+), pasien mengaku lupa apakah demam atau tidak - 5 bulan yang lalu pasien merasakan perut semakin membesar dibandingkan 3 bulan sebelumnya, mual/ muntah(+), pusing (+), demam (+). - 2 bulan yang lalu pasien dirawat inap di RS dikarenakan keluhan perut membesar dan didiagnosa mengidap penyakit liver, dirawat selama 1 minggu, setelah keluar dari RS pasien tidak melakukan kontrol lanjutan. - Saat masuk RS pasien dengan keluhan perut membesar, terasa tidak nyaman, nafsu makan menurun, mual muntah (+) dengan kuantitas terus menerus, BAB/BAK lancar, demam (+), pusing (+), sesak nafas (-), berat badan semakin menurun, batuk (-),

HYPOTHESIS MECHANISM DD: - hepatitis B kronis - hepatoma Diagnosa: Hepatitis kronis et causa virus hepatitis B Ada di skema bawah

MORE INFO Usulan : 1. Pemeriksaan darah tepi 2. Serologi 3. Albumin/glob ulin 4. Tes urin 5. SGOT/SGPT 6. Tes USG hepar 7. Alfa Fetoprotein tumor marker

DONT KNOW Perbedaa n antara hepatitis A, B, C, D, E

LEARNING PROBLEM SOLVING ISSUES Ada di bawah Decision making: tabel Tn.P laki-laki usia 48 tahun datang dengan keluhan perut membesar. Riwayat Penyakit Sekarang: Saat masuk RS perut pasien pasien tampak membesar (+), demam (+), mual/muntah (+) pusing (+) Kronologis - 8 bulan yang lalu pasien pertama kali merasakan perut mulai membesar, mual/muntah (+), pasien mengaku lupa apakah demam atau tidak - 5 bulan yang lalu pasien merasakan perut semakin membesar dibandingkan 3 bulan sebelumnya, mual/ muntah(+), pusing (+), demam (+). - 2 bulan yang lalu pasien dirawat inap di RS

dahak (-), keringat dingin (-) RPD: Riwayat Penyakit Hepatitis (+) Riwayat TBC disangkal Riwayat Hipertensi disangkal Riwayat Penyakit Jantung tidak tahu Riwayat DM disangkal Riwayat Alergi makanan disangkal Riwayat Alergi obat disangkal RPK: Riwayat Penyakit Hepatitis (-) Riwayat Hipertensi disangkal Riwayat Penyakit Jantung disangkal Riwayat DM disangkal Riwayat Alergi makanan disangkal Riwayat Alergi obat disangkal R. PRIBADI: Riwayat alkohol disangkal, Riwayat merokok (+), Pasien sering makan di warung, R. SOSEK: Pasien sebagai karyawan toko bangunan. Jumlah anggota keluarga 4 orang terdiri dari pasien, istri dan 2 anak yang masih sekolah. Dan yang bekerja 1 orang yaitu pasien sendiri. Biaya pengobatan ditanggung pasien sendiri.

dikarenakan keluhan perut membesar dan didiagnosa mengidap penyakit liver, dirawat selama 1 minggu, setelah keluar dari RS pasien tidak melakukan kontrol lanjutan. - Saat masuk RS pasien dengan keluhan perut membesar, terasa tidak nyaman, nafsu makan menurun, mual muntah (+) dengan kuantitas terus menerus, BAB/BAK lancar, demam (+), pusing (+) Riwayat penyakit dahulu penyakit liver (+) Pemeriksaan fisik: Thorak: Paru Anterior Inspeksi hemitoraks simetris, statis, dinamis, bentuk dada normal Palpasi: pelebaran ICS (-), nyeri tekan (-), stem fremitus

Kesan sosial ekonomi kurang. PEMERIKSAAN FISIK: Keadaan umum: Pasien tampak lemah Kesadaran: compos mentis Status gizi: - BB : 52 kg - TB : 172 cm - BMI : 17,6 (kesan tampak kurus) Tanda Vital: TD : 130/80 mmHg (lengan kanan dengan posisi duduk) Nadi : 92x/menit (reguler, isi dan tegangan cukup) RR : 22 x/menit (reguler) Suhu : 37,8oC (aksila) Status generalis: Kepala: mesocephal, rambut hitam. Mata: konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (+/+), pupil isokor, reflek pupil (+/+). Hidung: bentuk normal, nafas cuping hidung (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-),

kanan=kiri Perkusi: pekak seluruh lapang paru, peranjakan paru 5 cm (Normal) Auskultasi : suara dasar paru vesikular (+), suara tambahan (-) Posterior Inspeksi: hemitoraks simetris, warna kulit sama seperti sekitar. Palpasi: stem fremitus kanan=kiri, nyeri tekan (-) Perkusi: Sonor lapang paru posterior Auskultasi : nada dasar paru vesikuler (+), suara tambahan (-) Jantung Anterior Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak Palpasi: ictus cordis teraba kuat angkat (+)

septum deviasi (-), konka: hiperemis (-) dan deformitas (-). Telinga: bentuk normal, nyeri tekan tragus (-), nyeri tekan mastoid (-), serumen (-), membran timpani intak. Mulut: sianosis (-), lidah kotor (-), ovula simetris, tonsil tidak ada pembesaran, karies gigi molar 3 bawah kiri(+) Leher: warna normal, bentuk simetris, nyeri tekan trakea (-), limfonodi (-), kelenjar tiroid (-), otot bantu pernafasan (-), JVP (-). Thorak: Paru Anterior Inspeksi hemitoraks simetris, statis, dinamis, bentuk dada normal Palpasi: pelebaran ICS (-), nyeri tekan (-), stem fremitus kanan=cv kiri

Perkusi : - batas atas kanan : ICS II lin.parasternal kanan. - pinggang jantung: ICS III parasternal kiri - batas bawah kanan : ICS V lin.sternalis kanan - batas kiri bawah: ICS V 1-2 cm lateral linea midclavicula - configurasi jantung dalam batas normal Auskultasi : Suara jantung murni: I,II Suara jantung tambahan (-) Abdomen: Inspeksi : bentuk tampak membesar, venectasi (+), konsistensi keras (+), permukaan licin, warna seperti kulit di sekitar. Auskultasi : bising usus menurun hingga tidak terdengar

Perkusi: pekak seluruh lapang paru, peranjakan paru 5 cm (Normal) Auskultasi : suara dasar paru vesikular (+), suara tambahan (-) Posterior Inspeksi: hemitoraks simetris, warna kulit sama seperti sekitar. Palpasi: stem fremitus kanan=kiri, nyeri tekan (-) Perkusi: Sonor lapang paru posterior Auskultasi : nada dasar paru vesikuler (+), suara tambahan (-) Jantung Anterior Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak , Palpasi: ictus cordis teraba kuat angkat (+)

Palpasi: nyeri tekan (+), tes undulasi (+), hepar teraba 7 cm dengan tepi tumpul dan konsistensi kenyal, defance musculare (-), lien tidak teraba, ginjal tidak teraba Perkusi : Timpani (+), pekak sisi (+),pekak alih (+), nyeri ketok ginjal (-/-) Pemeriksaan penunjang 1. Pemeriksaan darah rutin - Hb: 10,7 (Normal L 12-17,5) berarti menunjukkan adanya anemi, yaitu sel tidak mendapat cukup oksigen untuk berfungsi secara normal. - Ht: meningkat berarti telah menunjukkan konsentrasi darah makin kental. - Trombosit: meningkat - Leukosit: meningkat

Perkusi : - batas atas kanan : ICS II lin.parasternal kanan. - pinggang jantung: ICS III parasternal kiri - batas bawah kanan : ICS V lin.sternalis kanan - batas kiri bawah: ICS V 1-2 cm lateral linea midclavicula - configurasi jantung dalam batas normal Auskultasi : Suara jantung murni: I,II Suara jantung tambahan (-) Abdomen Inspeksi : bentuk tampak membesar, venectasi (+), konsistensi keras (+), permukaan licin, warna seperti kulit di sekitar. Auskultasi : bising usus menurun hingga tidak terdengar Palpasi: nyeri tekan (+), tes undulasi (+), hepar teraba 7 cm dengan tepi tumpul dan konsistensi kenyal, defance musculare (-), lien tidak

berarti telah terjadi infeksi di dalam hati. - LED: meningkat berarti telah terjadi infeksi akut lokal atau sistemik. 2. Pemeriksaan fungsi hati - HbsAg: + menunjukkan bahwa pasien telah terinfeksi virus hepatitis B - Albumin: meningkat menunjukkan sebagai tanda awal disfungsi ginjal - Bilirubin urin: meningkat menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan dalam hati - SGPT/SGOT: meningkat menunjukkan sel-sel hepar telah rusak sehingga berlebihan dalam menghasilkan enzim SGPT/SGOT - IgG: menurun

teraba, ginjal tidak teraba Perkusi : Timpani (+), pekak sisi (+),pekak alih (+), nyeri ketok ginjal (-/-) Status ekstremitas Superior Akral hangat (+/+) Oedem(+/+) Sianosis (-/-) Gerak (+/+) Reflek fisiologis (+/+) Reflek patologis (-/-) Inferior Akral hangat (+/+) Oedem(+/+) Sianosis (-/-) Gerak (+/+) Reflek fisiologis (+/+) Reflek patologis (-/-)

menunjukkan imun tubuh sedang terganggu DD: hepatitis B kronis, hepatoma Dx: hepatitis kronis et causa virus hepatitis B Treatment: - Non Medikamentosa: menjaga higienitas makanan dan kebersihan diri. - Medikamentosa Interferon (IFN) untuk menghambat replikasi virus dengan dosis sedang 5-10 MU/m2/hari selama 36 bulan. Monitoring: Tanda vital dan penurunan angka SGOT/SGPT

SKEMA PATOFISIOLOGI HEPATITIS

TABEL PERBEDAAN HEPATITIS A,B,C,D,DAN E

Pembeda Masa Inkubasi Viremia

Hepatitis A 15-50 hari (rata-rata 30 hari <3 minggu setelah infeksi akut Fekal oral

Penularan

Hepatitis B 15-180 hari (rata-rata 60-90 hari) Hitungan minggu dan bulan setelah infeksi akut Darah, seksual, maternal - neonatal

Hepatitis C 15-160 hari (pundak pada 50 hari) Berkepanjangan (5585%) Tranfusi darah

Hepatitis D 4-7 minggu

Hepatitis E 40 hari

Singkat (bersifat akut) dan panjang (bersifat kronik) Tranfusi darah, Pada tinja, sanitasi tranmisi seksual, buruk maternal-neonatal