Anda di halaman 1dari 2

1. Sejarah Sekolah Alam. 2. Visi dan Misi Sekolah Alam 3. Metode Belajar yang digunakan. 4.

Fasilatas Sekolah Alam 1. Sejarah Sekolah Alam.

2. Visi dan Misi Sekolah Alam


Menjadi Sekolah Terdepan yang Mencetak Generasi Pemimpin Berkarakter. Membangun Sistem Pendidikan Berbasis Alam dengan Kualitas Pembelajaran Berstandar Internasional Sekaligus Melakukan Konservasi Alam di Lingkungan Sekitarnya. Menyelenggarakan Pendidikan Yang Membangun Manusia yang Berpengetahuan, Berbadan Sehat, dan Berakhlak atau Berbudi Pekerti Luhur. Mengembangkan Pendidikan Berkualitas yang Dapat Dinikmati oleh Masyarakat Umum di Berbagai Daerah.

3. Metode Belajar yang Digunakan. 1. Dalam keseharian kita sama sekali tidak akan menemukan proses belajar dalam arti "formal" dan konvensional. Ruang kelas berupa saung-saung dikelilingi pepohonan bersuasana alam. Tidak ada bangku dan meja layaknya sebuah kelas, karena anak dapat belajar dengan duduk bersila atau bahkan selonjoran dimana saja di lantai saung mereka. Hubungan guru dan murid berlangsung penuh keakraban nyaris tanpa sekat meski tetap berlangsung dalam batas-batas saling menghormati. Bahkan sebenarnya istilah guru tidak digunakan melainkan fasilitator. 2. Tidak adanya murid yang mengenakan pakaian seragam, bukan pula pakaian rapi dan formal. Mereka justru mengenakan pakaian bermain lengkap dengan sepatu boot yang membuat mereka leluasa mengeskplorasi lingkungannya. Anak anak Sekolah Alam dibebeaskan tidak mengenakan seragam selain karena keberagaman itu dipandang sebagai hakikat keunikan individu yang harus diakui dan dihargai, juga diakui bahwa keseragaman memang tidak seharusnya terlepatak pada apa yang dikenakan tapi pada akhlak, perilaku dan sikap serta pada semangat belajar dan rasa ingin tahu mereka. 3. Akibat banyaknya aktifitas yang dilakukan di lapangan/alam, anak-anak SA harus siap membawa pakaian ganti yang bersih setiap hari. Mereka juga wajib membawa "baju ayah" yakni baju bekas milik ayah mereka untuk dipakai saat melakukan aktifitas di kebun. Selain untuk melindungi baju mereka sendiri agar tidak kotor, memakai baju ayah juga membuat mereka lebih bebes dan tak canggung bila harus bersentuhan dengan tanah perkenunan atau memebrsihkan kandang. Mereka dilatih dan terbiasa dengan kegiatan ekplorasi dan observasi dilapangan. 4.Sejak dini anak-anak di SA te;ah dikenalkan dengan beragam kegiatan yang

tidakbiasa untuk takaran usia mereka. Mereka telah dibiasakan melakukan bisnis dalam "Market day" yakni hari saat seorang anak diajarkan untuk melakukan usaha jual beli dari dan untuk mereka. Pada kegiatan tersebut, secara bergantian pada hari yang berbeda, mereka akan menjual produk hasil karya mereka dan kelas lain akan menjadi pembeli. 5. Ada pula acara "Open House" yakni satu kegiatan tahunan saat dimana setiap siswa mendapat peran untuk menjadi tuan rumah bagi tamu undangan yang hadir untuk melihat kemjaun SA