Anda di halaman 1dari 16

NATA DE ORYZA : PEMANFAATAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA AIR CUCIAN BERAS

________________________________________________________
DISUSUN OLEH :
1. BELLA PERUCHA 2. . 3. . 4. . 5. .

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA, 2011
PKMK A. JUDUL KEGIATAN NATA DE ORYZA : PEMANFAATAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA AIR CUCIAN BERAS B. LATAR BELAKANG MASALAH Beras sebagai makanan pokok orang Indonesia, selain sebagai sumber karbohidrat beras juga menyumbang kandungan gizi lainnya seperti protein, lemak, dan juga vitamin. Lapisan katul paling banyak mengandung vitamin B1 atau Thiamin. (Sjahmien Moehyi, 1992, 159 ) Vitamin B1 atau Thiamin berguna dalam pertumbuhan juga diperlukan dalam pembakaran karbohidrat untuk mendapat kalori, semakin banyak kebutuhan kalori semakin banyak pula kebutuhan vitamin B1. Vitamin adalah zat makanan yang diperlukan untuk pemeliharaan dan penyempurnaan kesehatan yang tidak diproduksi oleh tubuh. Vitamin B1 membantu dalam penggunaan zat makanan oleh tubuh dan mengatur pembentukan butir-butir darah. Vitamin B1 juga membantu pencegahan penyakit beri-beri. (Sunita Almatsier, 2003, 192 194 ) Thiamin adalah satu vitamin larut air, kehilangan Thiamin selama pengolahan, biasanya terjadi pada saat proses pengolahan beras menjadi nasi, pada saat pencucian beras yang terlalu digosok-gosok dan pencucian berulang kali dan terlalu lama akan menyebabkan berkurangnya kandungan Thiamin yang terkandung didalam lapisan beras tersebut. Sehingga vitamin B1 atau Thiamin pada beras sebagian larut dalam air cucian beras tersebut. Sedangkan pada umumnya air cucian beras tersebut dibuang begitu saja. Untuk itu perlu sekali mencari alternative-alternative lain yang sekiranya dapat memanfatkan air cucian beras yang terbuang sia-sia, yang bernilai ekonomis dan berpotensi mendatangkan keuntungan. Salah satunya yaitu dengan mengolah limbah cair yang dihasilkan dari salah satu proses pembuatan nasi yaitu air cucian beras menjadi NATA DE ORYZA. Nata de Oryza hampir sama bentuk dan rasanya dengan nata de coco yang merupakan hasil pengolahan air kelapa dan nata de soya yang merupakan hasil pengolahan

limbah cair industri tahu. Bentuknya seperti agaragar tetapi lebih kenyal dan biasa dipakai sebagai campuran fruit cocktail, ice cream, es teller dan yogurt. C. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana formula nata de oryza yang tepat dari air cucian beras? 2. Bagaimana mengolah limbah cair rumah tangga air cucian beras dapat dijadikan menjadi makanan? 3. Dapatkah nata de oryza menjadi primadona baru sebagai sumber penghasilan? 4. Dapatkah nata de oryza sebagai salah satu sarana membuka lapangan pekerjaan baru? D. TUJUAN PROGRAM 1. Menentukan formula yang tepat untuk pembuatan nata de oryza dari air cucian beras. 2. Mengolah limbah cair rumah tangga air cucian beras dijadikan makanan (nata de oryza). 3. Mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap nata de oryza. 4. Menambah penghasilan dan bernilai ekonomis serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru. E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Hasil dari limbah rumah tangga air cucian beras dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi nata de oryza, diharapkan menjadi icon baru dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran. F. KEGUNAAN PROGRAM Harapan dari proses produksi pembuatan nata de oryza antara lain : 1. Dapat memanfaatkan air cucian beras yang mengandung vitamin B 1 yang terbuang sia-sia. 2. Dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. 3. Dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran. G. TINJAUAN PUSTAKA 1. Nata de Coco Nata adalah kumpulan sel bakteri (selulosa) yang mempunyai tekstur kenyal, putih, menyerupai gel dan terapung pada bagian permukaan cairan (nata tidak akan tumbuh di dalam cairan). Bahan yang dapat digunakan sebagai media untuk pembuatan nata adalah air

kelapa sehingga produknya dikenal dengan nata de coco. Nata de Coco, yang dalam bahasa Indonesia berarti krim dari kelapa ( nata : krim & coco : kelapa ). Selain itu bahan lainnya adalah sari nanas (nata de pina), kedelai (nata de soya) atau buah lain yang mengandung glukosa. Mikroba yang aktif dalam pembuatan nata adalah bakteri pembentuk asam asetat yaitu Acetobacter xylinum. Mikroba ini dapat merubah gula menjadi selulosa. Jalinan selulosa inilah yang membuat nata terlihat putih. Tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam pembuatan nata adalah persiapan media, starter, inokulasi, fermentasi/pengeraman, pemanenan, penghilangan asam dan pengawetan. Komposisi media yang digunakan untuk pengawetan. Komposisi media yang digunakan untuk starter adalah sama dengan media untuk pemeliharaan kultur tetapi tanpa media agar. Cara pembuatan Saring air kelapa dengan menggunakan kain saring lalu didihkan dan dinginkan. Campurkan gula pasir (100 g/l air kelapa), asam cuka 20 ml/l air kelapa dan bibit Acetobacter xylinum (170 ml) ke dalam air kelapa di dalam panci pencampur, lalu diaduk sampai merata. Campuran tersebut mempunyai keasaman (pH) 3-4. Masukkan campuran tersebut ke dalam stoples dengan tinggi campuran 4-5 cm, lalu ditutup dengan kain saring. Letakkan stoples di tempat yang bersih dan aman. Setelah 15-20 hari berlangsungnya proses fermentasi terbentuklah lapisan nata di permukaan cairan dengan ketebalan 1-2 cm. Lapisan nata dengan berat + 200 g. Cairan di bawah nata merupakan cairan bibit yang dapat digunakan untuk pembuatan nata selanjutnya. Pemanenan nata Lapisan nata diangkat secara hati-hati dengan menggunakan garpu atau penjepit yang bersih supaya cairan di bawah lapisan tidak tercemar. Cairan di bawah nata dapat digunakan sebagai cairan bibit pada pengolahan berikutnya. Buang selaput yang menempel pada bagian bawah nata, dicuci lalu dipotong dalam bentuk kubus dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 cm dan dicuci. Tuang dan rendam potongan nata de coco dalam ember plastik selama 3 hari dan setiap hari air rendaman diganti. Sesudah itu, nata direbus sampai mendidih bersuhu 110oC selama 10-20 menit. Tujuan perendaman dan perebusan untuk meng-hilangkan rasa asam. Nata dimasukkan dalam sirup lalau didihkan pada suhu 100oC + 15 menit, sesudah itu bila perlu dapat ditambahkan essens panili atau pewangi lainnya dan garam secukupnya, lalu dibiarkan selama 1 malam. Buat sirup nata dengan perbandingan untuk 3 kg produk nata

potongan, diperlukan 2 kg gula dan 4,5 l air. Mula-mula gula dituangkan ke dalam air, panaskan sampai larut dan lalu saring. Selanjutnya nata dikemas dalam kantong plastik atau botol selai dengan perbandingan antara padatan dan cairan 3:1, botol ditutup rapat, kemudian direbus dalam air mendidih selama 30 menit. Angkat dan dinginkan di udara dengan tutup terletak pada bagian bawah, slanjutnya botol diberi label dan siap untuk dipasarkan. Pembuatan bibit nata Buah nenas dikupas, dicuci sehingga dihasilkan daging nenas. Daging nenas dipotong kecil-kecil, dihancurkan, dan diambil ampasnya. Ampas nenas dicampur dengan gula pasir dan air masak dengan perbandingan 6:1:3 sampai merata. Masukkan campuran tersebut dalam stoples bersih dan tutup dalam kain saring. Diamkan selama 2-3 minggu. Biarkan tanpa diganggu selama 2-3 minggu hingga terbentuk lapisan putih atau bibit Acetobacter xylinum.

Diagram alir pembuatan Nata de Coco Air kelapa Disaring Panaskan Dinginkan Campurkan Gula pasir (100gr/l air kelapa) Asam cuka (20 ml/l air kelapa) Bibit Acetobacter xylinum (170 ml) dalam panci pencampur mendidihaaaaaaaaaaaaaa

Masukkan campuran tersebut dalam bak fermentasi dengan tinggi campuran 4-5 cm Ditutup dengan kain saring Letakkan bak fermentasi di tempat yang bersih dan aman Fermentasi selama 15 20 hari Pengangakatan selaput bawah nata Pencucian Pemotongan nata bentuk kubus ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 cm Pencucian dengan air mengalir Perendaman selama 3 hari (setiap hari air rendaman diganti) Perebusan dengan suhu 110oC selama 10-20 menit Angkat, tiriskan

Nata de Coco

siap diolah lebih lanjut 2. Nata de Oryza Nata de oryza merupakan produk fermentasi air cucian beras oleh bakteri Acetobacter xylinum. Nata de oryza termasuk makanan penyegar atau pencuci mulut (dessert) yang kaya serat dan dapat digunakan sebagai bahan pengisi ice cream, fruit cocktail, es teller dan yogurt. Pembuatan nata de oryza dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu pH, suhu, kadar

gula, komposisi nutrient, lama fermentasi, dan aktifitas bakteri, Bila factor-faktor tersebut dikendalikan dengan baik, maka akan diperoleh nata de lerry dengan ketebalan yang dikenhendaki. Berikut adalah diagram alir cara pembuatan nata de oryza : Air Beras

Kotoran

Penyaringan Sterilisasi 15 menit Penambahan nutrient Gula pasir (50gr/ liter) ZA/urea(2gr/liter)

Pemanasan 10 menit Penambahan asam cuka glacial (2.5ml/liter) Pengisian media lerry ke bak fermentasi (1 liter/bak fermentasi) Pendinginan 12-24 jam Inokulasi starter (1 botol starter untuk 7-8 nampan) Inkubasi 8-10 hari

Nata de Oryza

Pemanenan Pencucian dengan air mengalir Pemotongan nata Perebusan (2 kali dengan air mendidih @ 15 menit) Penambahan tawas (5gr/liter air untuk mencuci) Nata de Oryza siap dikonsumsi Gambar. Diagram Alir Pembuatan Nata de Oryza

H. METODE PELAKSANAAN 1. Tempat dan Waktu Proses pembuatan dan pengolahan ini dilakukan di Laboratorium FMIPA UNSRI untuk pembuatan nata de oryza yang sebelumnya akan dilakukan pembuatan sampel dan pengendalian kualitas produk yang dilakukan di Laboratarium FMIPA UNSRI. Proses pembuatan dan pengolahan ini akan dilakukan selama 8 minggu berturut-turut. 2. Bahan dan Alat Dalam proses pembuatan nata de oryza bahan yang digunakan adalah air cucian beras, gula pasir, urea (ZA), asam asetat glacial, starter bakteri dan tawas. Tabel. Bahan Pembuatan Nata de Oryza Bahan Air beras Gula pasir ZA (urea) Asam asetat glacial Starter bakteri Tawas Spesifikasi Cair Butiran Powder Cair Cair kental powder

Pembuatan nata de oryza ini, bahan utama yang digunakan adalah air cucian beras. Metode pengumpulan air beras dilakukan kerja sama dengan rumah makan terdekat atau kantin yang berpotensi menghasilkan air cucian beras. Dalam proses pembuatan nata de oryza alat yang digunakan antara lain bak fermentasi, timbangan meja, rak penyimpanan, pisau dapur besar, saringan kain kassa, gelas ukur besar, kompor gas, tabung gas, ember plastic, panci besar, plastic penutup, tali penutup. Tabel. Alat Pembuatan Nata de Oryza Alat Bak fermentasi Timbangan meja Rak penimpanan Pisau dapur besar Saringan kain kassa Gelas ukur besar Fungsi Sebagai tempat mencetak nata Sebagai alat alat untuk mengukur bahan Sebagai tempat menyimpan pada waktu inkubasi Alat untuk memotong nata Sebagai penyaring air beras sebelum digunakan Sebagai pengukur air cucian

Kompor gas Ember plastic Panci besar Tali penutup Plastic penutup 3. Proses Pembuatan

beras Sebagai sumber panas Sebagai tempat pencucian nata Alat untuk menjerang nata setelah dipanen Sebagai pengikat plastic penutup Sebagai penutup bak fermentasi

Pengolahan limbah cair rumah tangga menjadi nata de oryza melibatkan bakteri Acetobacter xylinum yang sifatnya menggunakan protein dan karbohidrat dalam kandungan limbah cair tersebut sebagai sumber energi untuk hidup dan berkembangbiak. Untuk proses pembuatannya mula-mula air beras dengan pencucian tertentu yang sudah disaring dan terbebas dari limbah padat, dicampur dahulu dengan gula pasir 50 gr, urea 2 gr per liter air beras kemudian diangkat dan segera campurkan asam asetat pekat 2,5 ml per liter agar pH larutan turun sampai 4, yang merupakan pH optimum untuk pertumbuhan bakteri pembentuk nata. Kemudian larutan dituang kedalam bak fermentasi dengan ketinggian 2 cm kemudian didinginkan, tetapi harus ditutup dengan plastic bersih dan diikat agar tidak tercemar kotoran dari luar. Sesudah dingin, larutan dituangi bibit bakteri dalam larutan sebanyak 20% volume larutan air beras. Kemudian diinkubasi selama 8-10 hari dan disimpan dalam bak fermentasi. Adapun maksud ditambahkan bahan lain tehadap limbah air cucian beras tersebut adalah : a. Gula sebagai penambah bahan makanan untuk bakteri b. Asam asetat pekat untuk mengatur keasaman media air lerry c. Bibit nata atau starter yaitu suspensi bakteri Acetobacter xylinum sebagai mikroorganisme pembentuk nata d. ZA sebagai suplement nutrisi bagi mikroorganisme (bakteri) Setelah menjalani proses fermentasi maka cairan akan terbentuk lapisan padat nata setebal 2 cm, inilah yang dipanen. Lapisan padat tersebut sebelum dipotong kecil-kecil dilakukan pengerokan lapisan atas kemudian dilakukan pencucian dengan air mengalir dan dilakukan 2 kali perebusan masing-masing selama 15 menit dengan penambahan tawas 5 gr per liter air beras untuk menetralkan sisa asam cuka dan ZA yang tersisa. Setelah itu nata siap diproses lebih lanjut untuk dipasarkan.

4. Prospek Pasar dan sasaran penjualan Nata de Oryza merupakan suatu produk baru yang belum dikembangkan atau dipasarkan sehingga belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Masyarakat lebih mengenal nata de coco dan nata de soya sebagai bahan campuran makanan atau minuman. Sedangkan nata de lerry sendiri memiliki karakteristik, bentuk dan rasa yang hampir sama dengan nata de coco dan nata de soya dan dengan demikian nata de oryza diharapkan dapat menjadi alternative lain selain nata de coco dan nata de soya. Karena produk ini belum banyak dikembangkan dan belum banyak dipasarkan, maka diharapkan prospek pasarnya sangat bagus karena belum banyak saingannya. Sasaran dari pemasaran produk nata de oryza yang sudah jadi siap pakai yaitu : a. Pasar-pasar tradisional dengan sasaran pedagang-pedagang minuman dan masyarakat umum kalangan menengah kebawah, dengan bentuk penjualan secara kiloan dan eceran. b. Pedagang minuman seperti pedagang es campur maupun es teller, penjualan secara kiloan. c. Restaurant atau rumah makan yang menjual minuman serupa es campur atau sejenisnya, penjualan secara kiloan. d. Toko dan atau supermarket dengan cara disetorkan atau dititipkan, penjualan dengan secara kiloan maupun gelasan. 5. Keuangan dan Penetapan Harga Jual a. Perkiraan balik modal Untuk satu kali rotasi produksi, yaitu selama 15 hari, dapat kita perkirakan penghasilan yang diperoleh yaitu : Jumlah nata de oryza yang dihasilkan / hari x harga jual / Kg = 60 Kg x Rp. 4.000,00 = Rp. 240.000,00

Perkiraan resiko produk tidak terjual = 20 % per hari (20 % x 60 Kg) x Rp. 4000,00 Rp. 240.000,00 Rp. 48.000,00 = Rp. 48.000,00

Jadi penghasilan bersih per hari diperkirakan= = Rp. 192.000,00

Total penghasilan 1 rotasi produksi (15 kali panen ) yaitu = 15 x Rp. 192.000,00 = Rp. 2.880.000,00

Perkiraan keuntungan yang diperoleh untuk satu kali rotasi produksi, yaitu penghasilan keseluruhan dikurangi biaya produksi. Total penghasilan 1 kali rotasi 2.880.000,00 Biaya pembelian bahan 1.585.000,00 Rp. 1.295.000,00 Biaya penyusutan alat = Rp. = Rp. Upah karyawan Rp. 450.000,00 = Rp. 312.500,00 982.500,00 = = Rp. = Rp.

Keuntungan 1 kali rotasi 532.500,00

Sedangkan dalam satu bulan kita dapat melakukan dua kali rotasi, maka keuntungan bersih yang dapat kita hasilkan yaitu sebesar = 2 x Rp. 532.500,00 = Rp. 1.065.000,00 Dengan keuntungan bersih tiap bulan sebesar Rp. 1.065.000,00. Maka kita dapat memperkirakan pengembalian modal dalam jangka waktu 4 bulan. b. Mark Up Mark Up merupakan jumlah harga yang ditambahkan pada biaya dari suatu produk untuk menghasilkan harga jual. Mark Up berdasarkan harga jual
Biaya (1 % Mark Up )

Harga Jual =

Harga Jual =

1.585.000 1.585.000 = (1 0.4 ) 0.6

= Rp. 2.641.666,67 ( harga jual keseluruhan ) = Rp. 2.641.700,00 ( harga pembulatan ) Harga jual nata de oryza per kg = Rp. 2.641.700,00 / 900

= Rp.2.935,22 ( harga perkilogram ) = Rp.3.000.00 ( harga perbulatan ) Disini diperoleh harga jual perkilogram Rp. 3.000,00 padahal kita sudah menghitung dalam perkiraan balik modal kalau kita menjual nata per kilogramnya Rp. 4.000,00. dengan ini sudah terlihat laba yang kita dapat perkilogramnya. c. BEP Metode penetapan harga menggunakan Break Even Point atau analisis impas yaitu berapakah jumlah produk yang harus dijual pada harga tertentu, supaya dapat menutup semua biaya. Atau dengan kata lain kita tidak untung juga tidak rugi. 1. Biaya tidak tetap sudah kita ketahui melalui jumlah harga barang yang ada yaitu Rp. 1.235.000,00 Jadi biaya per hari Rp. 1.235.000,00 dibagi 15 diperoleh Rp. 82.333.33 dan dengan harga pembulatan Rp. 82.400,00 2. Biaya tetap ( per rotasi ) Jenis Gaji karyawan Sewa tempat Perawatan peralatan Jumlah Rp. Rp. Biaya 450.000,00 320.000,00

Rp. 322.500,00 Rp. 1.092.500,00

Jadi biaya tetap untuk satu kali rotasi adalah Rp. 1.092.500,00, jadi untuk biaya tetap per hari adalah Rp. 1.092.500,00 dibagi 15 diperoleh Rp. 72.833,33 dengan harga pembulatan Rp. 72.900,00 Kita dapat menghitung BEP dengan rumus sebagai berikut AXB=(AXC)+D Keterangan : A = jumlah produksi per hari pada keadaan BEP B = harga jual nata de lerry per kilogram C = biaya tidak tetap untuk 1 hari D = biaya tetap 1 kali rotasi A x 4000 = ( A x 82.400) + 72.900 4000 A = 82.400 A + 72.900

78.400 A = 72.900 A = 1.079 Kg A = 1.5 Kg ( pembulatan ) Dengan demikian untuk mendapatkan keuntungan maka jumlah penjualan nata de oryza per hari harus melebihi 1.5 kg. Selama 1 rotasi (15 hari) harus dapat menjual nata de oryza sebanyak 22.5 kg. Penjualan dalam bentuk gelas/cup, jika 1 kg nata de lerry untuk 5 gelas/cup, maka 22.5 kg nata de oryza untuk 112.5 gelas/cup pembulatan 113 gelas/cup. Jadi dalam 1 rotasi (15 hari) harus dapat menjual minima1113 gelas/cup. I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM No A. 1 2 3 4 B. 1 2 3 4 Kegiatan Persiapan Observasi dan survey pasar Identifikasi kebutuhan alat dan bahan Pembelian alat dan bahan Persiapan tempat Pelaksanaan Pembuatan sample Penetapan kualitas produk Pengolahan awal nata dan mulai awal proses fermentasi Pengecekan dan pengambilan nata dari proses fermentasi kemudian perebusan 5 6 7 C. Pengolahan akhir Pemasaran produk nata de oryza Analisa pasar Penyusunan laporan J. RINCIAN BIAYA Waktu Maret April Mei Juni

Pemasukan Dikti Jumlah Pemasukan Pengeluaran 1. Tahap persiapan a. Pembelian ATK b. Observasi dan survey pasar Jumlah 2. Pembelian Bahan (untuk produksi selama 1 kali rotasi/15 hari) a. Bibit bakteri 15 botol @ Rp. 25.000,00 b. Gula Pasir 100 kg @ Rp. 6.500,00 c. Serbuk urea 10 kg @ Rp. 5.000,00 d. Asam asetat 10 botol @ Rp. 5.000,00 e. Tawas 10 kg @ Rp. 5.000,00 f. Gas 1 tabung Jumlah Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 375.000,00 650.000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 60.000,00 + Rp. Rp. Rp. 50.000,00 50.000,00 + 100.000,00 Rp. 6.000.000,00 Rp. 6.000.000,00

Rp. 1.235.000,00

3. Persiapan Alat a. Bak fermentasi 300 buah @ Rp. 5.000,00 b. Timbangan meja 2 buah @ Rp. 100.000,00 c. Rak penyimpanan 3 buah @ Rp. 150.000,00 d. Pisau dapur besar 5 buah @ Rp. 5.000,00 e. Saringan kain kassa 5 buah @ Rp. 5.000,00 f. Gelas ukur besar 3 buah @ Rp. 10.000,00 g. Kompor gas 1 buah h. Tabung gas 1 buah i. Ember plastic 6 buah @ Rp. 20.000,00 j. Panci besar 4 buah @ Rp. 60.000,00 k. Plastic kemasan kiloan l. Tali pengikat kemasan Rp. 1.500.000,00 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 200.000,00 450.000,00 25.000,00 25.000,00 30.000,00 250.000,00 200.000,00 120.000,00 240.000,00 100.000,00 35.000,00

m. Plastic penutup n. Tali penutup Jumlah 4. Upah pekerja 3 orang Untuk satu kali rotasi @ Rp. 150.000,00 5. Sewa tempat Sewa tempat untuk satu kali rotasi 6. Transportasi a. Akomodasi b. Seminar 7. Laporan Penyusunan dan penggandaan laporan 8. Lain-lain Jumlah total pengeluaran

Rp. Rp.

40.000,00 10.000,00 +

Rp. 3.225.000,00

Rp.

450.000,00

Rp.

320.000,00

Rp. Rp.

200.000,00 200.000,00

Rp. Rp.

250.000,00 20.000,00 +

Rp. 6.000.000,00