Anda di halaman 1dari 23

Streptococcus spp

Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., SpMK Departemen Mikrobiologi FKUA 2007 Hp. 0818520248, kuntaman@mitra.net.id

Family: Streptococcaceae Genus:


S pyogenes (Group A) S. agalactiae (Group B) S. equisimilis (Group C) S. faecalis (Group D) S. pneumoniae S. viridans

Sifat Umum:
Gram Pos; bisa Gram Neg (tua) bulat - lonjong; =< 2 m Pembelahan sel satu arah berpasangan, rantai Homofermentan (Lactic acid) Klasifikasi klasik:
Beta-hemolytic Alpha-hemolytic = Perubahan warna kehijauan Gamma-hemolytic = Non-hemolytic

GROUP A STREPTOCOCCI (S. PYOGENES) Morfologi:


0.6 - 1 m Dinding sel (+) M-Protein spesifik Kapsul

Fisiologi
anaerobik fakultatif Homofermentan Lactic acid Tidak mampu sintesis beberapa asam Amino perlu media kaya 60 C, 30 Kecuali: Group D

Sifat Pertumbuhan
pH 7.4-7.6; Suhu pertumbuhan 37 C Media isolasi primer: (+) Darah; Rendah O2 Mengapa ?
Oksidasi Intraseluler: Produksi H2O2 Katalase (-) H2O2 menumpuk Toksik Darah (+) Katalase Meningkatkan pertumbuhan aerob Terlihat gambaran Beta-hemolisis

Pemeriksaan Laboratorium:
37 C, 16-24 jam pada LAD (Lempeng Agar Darah)
Koloni: Keruh keabuan Diameter: 0.5 mm Dikelilingi daerah Beta-hemolisis:(Meningkat jika ditanam di bawah permukaan atau O2 tekanan rendah)

Peka terhadap bacitracin (Tidak pada grup hemolitik beta yang lain) Katalase Negative (pada Staphylococcus positif)

KATALASE NEG, KOKUS, GRAM POS STREPTOCOCCUS spp PEPTOSTREPTOCOCCUS spp PEPTOCOCCUS spp SARCINA spp KEBUTUHAN O2

AEROBIK STREPTPCOCCUS

ANAEROBIK FAKULTATIF PEPTOSTREPTOCOCCUS spp PEPTOCOCCUS spp SARCINA spp

HEMOLISIS; 5% AGAR DARAH DOMBA


ALFA -STREPTOCOC spp BETA -STREPT spp GAMA -STREPTOCOC spp

S OPTOCHIN R S BACITRACIN R SOL BILE INSOL GROUP A, -STREP S.PNEUMO OTHERS -STREP NON-GROUP A -STRE

Uji-uji lain

STRUKTUR ANTIGEN
KARBOHIDRAT
Rebecca Lancefield (1933) klasifikasi serologik Antigen = DINDING SEL Polysakharida & asamTeikhoatPROTEIN

Group A Protein Ag permukaan (M, T)


M Protein: Asam, tahan panas Peka tripsin; Tahan terhadap fagosit Rusak oleh Protease pada pH dibawah 6.5 T Protein: Asam, rusak oleh pemanasan Tahan terhadap Pepsin/Tripsin

FAKTOR KEGANASAN
M-PROTEIN HEMOLISIN
1. STREPTOLISIN O (SLO)
ANTIGENIK B-HEMOLITIK RUSAK OLEH OKSIGEN TOKSIK terhadap: SDM, SDP, SEL OTOT JANTUNG

2. STREPTOLISIN S (SLS)
NON-ANTIGENIK RUSAK OLEH OKSIGEN LITIK terhadap : SDM, SDP

3. EKSOTOKSIN PIROGENIK (ERYTHROGENIC TOXIN)


[++] PADA GROUP A STREPTOCOCCUS PENYEBAB GEJALA KEMERAHAN pada SCARLET FEVER RUSAK OLEH PANAS TAHAN TERHADAP: ASAM, ALKALI, PEPSIN

4. DNases

PENYAKIT KLINIS
INFEKSI STREPTOCOCCUS AKUT
>> OLEH STREPTOCOCCUS GRUP A >> FARINGITIS, IMPETIGO MENYEBAR LEWAT DROPLETS & ALAT RUMAH TANGGA YANG TERCEMAR Contoh: Faringitis, Demam Scarlet , Impetigo, Sepsis Puerperalis (Childbed fever), Bronkhopnemonia

PENYAKIT KLINIS
KOMPLIKASI INFEKSI STREPTOCOCCUS AKUT
1. DEMAM REMATIK AKUT = ACUTE RHEUMATIC FEVER (ARF) 2. GLOMERULONEFRITIS AKUTA POST STREPTOCOCCUS

DEMAM REMATIK AKUT = ACUTE RHEUMATIC FEVER (ARF)


2-3 MINGGU SETELAH INFEKSI ARTHRITIS, CARDITIS, ERYTHEMA MARGINATUM KRITERIA JONES PADA DEMAM REMATIK AKUTA: ARF jika: (+) 2 Major atau 1 Major + 2 Minor KRITERIA MAYOR * * * * * KARDITIS ARTHRITIS KHOREA ERITEMA MARGINATUM NODUL SUB-KUTAN KRITERIA MINOR * * * * * DEMAM ARTRALGIA C-REACTIVE PROT >> PERUBAHAN ECG PERNAH DEMAM RHEUMA

Patogenesis
Reaksi silang antar Ag Strept & sel jantung (Myosin) Efek toksin secara langsung Penembusan bakteri ke sel otot jantung Penimbunan Ag in jaringan rusak

Major Criteria
Carditis: All layers of cardiac tissue are affected (pericardium, epicardium, myocardium, endocardium) The patient may have a new or changing murmur, with mitral regurgitation being the most common followed by aortic insufficiency. Polyarthritis: Migrating arthritis that typically affects the knees, ankles, elbows and wrists. The joints are very painful and symptoms are very responsive to antiinflammatory medicines. Chorea: Also known as Syndenhams chorea, or "St. Vitus dance". There are abrupt, purposeless movements. This may be the only manifestation of ARF and is its presence is diagnostic. May also include emotional disturbances and inappropriate behavior. Erythema marginatum: A non-pruritic rash that commonly affects the trunk and proximal extremities, but spares the face. The rash typically migrates from central areas to periphery, and has well-defined borders. Subcutaneous nodules: Usually located over bones or tendons, these nodules are painless and firm.

Minor Criteria:
Fever Arthralgia Previous rheumatic fever or rheumatic heart disease Acute phase reactants: Leukocytosis, elevated eritrosedimentation rate (ESR) and C-reactive protein (CRP) Prolonged P-R interval on electrocardiogram (ECG)

GLOMERULONEFRITIS AKUTA POST STREPTOCOCCUS


Komplikasi dari Streptococcus grup A Disebabkan oleh beberapa galur Nefritogenik (Type 12) Kejadian jarang Tanda: edema mendadak Oliguria Hipertensi Payah jantung (Congestive Heart Failure) Lab: Dark or Smoky Urine; [+] RBC, RBC CAST, WBC & Glomeruler Filtration Rate (GFR) menurun

Patogenesis
Penumpukan granul2 Imunoglobulin Penimbunan kompleks imun pada ginjal Reaksi silang antara Antibodi terhadap Membrana basalis Glomerulus ginjal

GROUP B STREPT (S. AGALACTIAE)


INFEKSI LUKA ENDOKARDITIS INFEKSI PUERPERALIS INFEKSI NEONATUS MENINGITIS

GROUP C STREPT (S. EQUISIMITIS, S. DISGALACTIASE)


PENYAKIT PADA HEWAN

GROUP D STREPT (S. FAECALIS, S. FAECIUM)


INFEKSI SALURAN KEMIH DAN EMPEDU SEPTISEMIA ENDOKARDITIS INFEKSI LUKA

GROUP G STREPT (S. ANGINOSUS)

STREPTOCOCCUS VIRIDANS
TIDAK BISA DIGOLONGKAN BERDASAR Ag KARBOHHIDRAT CONTOH:
S. PNEUMONIA S. MITIOR (MITIS) S. SANGUIS S. MILLERI S. MUTANS Penting pada pembentukan plak gigi Menghasilkan Dextransucrase

SUKROSE

DEKSTRAN POLIMER TIDAK LARUT

PERTANYAAN
1.

2. 3. 4. 5. 6.

Mengapa Streptococcus sebaiknya ditumbuhkan pada tekanan Oksigen relatif rendah ? Kaitkanlah dengan kemampuan produksi katalase Mengapa Streptococcus harus dibiakkan dalam media kaya Agar Darah Domba baik sebagai media primer pembiakan Streptococcus. Mengapa Penyakit Glomerulonefritis Post Streptococcus sering dikatakan bukan penyakit infeksi. Jelaskan Bagaimana Penyakit GNA Post Streptococcus bisa terjadi. Sebutkan beberapa teori yang mendasari. Demam Rematik Akuta terjadi beberapa saat setelah infeksi Streptococcus grup A. Mengapa tidak langsung saat infeksi. Jelaskan menggunakan teori Imunologi.

FK 71