Anda di halaman 1dari 5

STATUS PASIEN BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD UNDATA PALU

I.

Identitas Pasien 1) Nama Pasien 2) Umur 3) Jenis Kelamin 4) Alamat 5) Agama 6) Pekerjaan

: An. F : 8 Tahun : Perempuan : Jln. Basuki Rahmat, Lrg. Anatapura No. 10 Palu : Islam : Pelajar

II.

Anamnesis 1) Keluhan Utama : Munculnya tonjolan kecil yang kasar 2) Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang anak perempuan umur 8 tahun dibawa oleh ibunya ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Undata dengan keluhan munculnya tonjolan kecil yang kasar pada daerah kelopak mata sebelah kiri. Keluhan dirasakan + sejak 2 bulan yang lalu yang awalnya hanya dirasakan muncul seperti titik yang permukaannya kasar, lama kelamaan dirasakan semakin membesar dan saat ini hampir sebesar biji jagung. Tonjolan tersebut tidak gatal tetapi kadang dirasakan nyeri jika ditarik. Keluhan tidak terdapat di bagian tubuh yang lain. Tidak ada demam atau sakit kepala sebelumnya. Pasien belum pernah berobat ke dokter atau mengkonsumsi obat apapun untuk keluhan tersebut. 3) Riwayat Penyakit Terdahulu : Tidak ada keluhan mengenai penyakit kulit yang dirasakan sebelumnya. 4) Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama. Pemeriksaan Fisik Status Generalis : Keadaan Umum : Sakit Ringan, Gizi Baik, Kompos Mentis Status Dermatologis : Ujud Kelainan Kulit : Papul lentikuler, soliter, sirkumstrip, verukosa, Lokalisasi : Unilateral, pada palpebra sinistra 1. Kepala : Papul verukosa putih keabuan yang soliter, sirkumstrip dengan ukuran lentikuler, 2. Leher : Tidak terdapat UKK 3. Dada : Tidak terdapat UKK 4. Punggung : Tidak terdapat UKK 5. Bokong : Tidak terdapat UKK 6. Perut : Tidak terdapat UKK 7. Genitalia : Tidak terdapat UKK

III.

IV.

8. Ekstermitas Atas : Tidak terdapat UKK 9. Ekstermitas Bawah : Tidak terdapat UKK 10. Kelenjar Getah Bening : Tidak terdapat UKK V. Diagnosis Banding : Veruka Vulgaris, Veruka viliformis, Moluskum Kontagiosum, Keratosis Seboroik Pemeriksaan Penunjang : Jika gambaran klinis tidak jelas, dapat dilakukan pemeriksaan histopatologik melalui biopsi kulit dan ditemukan papilomatosis, akantosis, dan hiperkeratosis. Diagnosis : Veruka Vulgaris Penatalaksanaan 1. Medikamentosa : a) Sistemik : Tidak ada obat sistemik yang spesifik untuk penyakit ini, dapat diberikan terapi tambahan berupa terapi simptomatik. b) Topikal : - Asam salisilat dengan efek keratolitik, - Bahan kaustik, misalnya larutan AgNO3 25%, Asam Trikloroasetat 50%, dan Fenol liquifaktum. 2. Non-Medikamentosa: Dilakukan tindakan invasif atau bedah minor, yaitu bedah beku (cryosurgery dengan CO2, N2, atau N2O), bedah skalpel, bedah listrik, dan bedah laser. Edukasi juga sangat berperan penting untuk mencegah rekurensi, ataupun penyebaran kutil, yaitu dengan menganjurkan penderita agar : Tidak menggaruk lesi sehingga dapat mencegah menyebarnya lesi ke daerah lain, Jangan menyikat, menjepit, menyisir atau mencukur daerah yang memiliki kutil, untuk menghindari penyebaran virus, Jangan menggunakan pemotong kuku yang sama pada kutil selagi menggunakan pada kuku yang sehat, Jangan menggigit kuku jika memiliki kutil di dekat kuku, Jangan mencungkil kutil. Mencungkil dapat menyebarkan virus. Pertimbangkan menutupi kutil dengan perban perekat untuk mencegah pencungkilan, Jaga tangan agar kering sebisa mungkin, karena kutil lebih sulit untuk dikendalikan di lingkungan lembab. Cucilah tangan dengan baik setelah menyentuh kutil Anda, Gunakan alas kaki di kamar mandi atau kamar ganti umum. IX. Prognosis : Penyakit ini bersifat residif, walaupun diberikan pengobatan adekuat.

VI.

VII. VIII.

PEMBAHASAN Pasien perempuan usia 8 tahun masuk dengan keluhan munculnya tonjolan kecil yang kasar pada daerah kelopak mata sebelah kiri. Keluhan dirasakan + sejak 2 bulan yang lalu dan yang awalnya hanya dirasakan muncul seperti titik yang permukaannya kasar, lama kelamaan dirasakan semakin membesar dan saat ini hamper sebesar biji jagung. Dari hasil pemeriksaan Ujud Kelainan Kulit dan lokalisasinya, didapatkan papul verukosa berwarna putih keabuan yang soliter, sirkumstrip dengan ukuran lentikuler. Dari hasil pemeriksaan, pasien dapat di diagnosis menderita Veruka Vulgaris. Hal ini berdasarkan ujud kelainan kulit pada pasien yang berupa tumbuhnya suatu vegetasi berbentuk papul yang permukaannya kasar (verukosa) berwarna putih keabuan yang sirkumstrip, dengan ukuran lentikuler, bersifat soliter dan kadang dapat menjadi konfluen sehingga membentuk plak. Pasien sebelumnya tidak merasakan keluhan demam atau sakit kepala sebagai gejala prodromal dari penyakit tersebut. Veruka merupakan hiperplasia epidermis yang disebabkan oleh virus dari kelompok human papillomavirus (HPV). Di masyarakat, veruka disebut juga kutil atau common wart untuk veruka vulgaris, dan genital wart untuk kondiloma akuminata. Veruka disebabkan oleh human papilloma virus, yang tergolong dalam virus papilloma (grup papova), virus DNA dengan karakteristik replikasi terjadi intranuklear. Terdapat banyak turunan HPV. Veruka memiliki beberapa klasifikasi, yaitu : a) Veruka vulgaris / Common Wart Veruka vulgaris nampak berupa tonjolan berupa adalah HPV tipe 2 dan 4, selain itu juga dapat papul seperti kembang kol yang terutama sering disebabkan oleh HPV tipe 1, 3, 27 dan 57. terdapat pada ekstrimitas bagian ekstensor, terutama pada tangan, walaupun penyebarannya dapat ke bagian lain tubuh termasuk mukosa mulut dan hidung. Lesi yang nampak bentuknya bulat berwana abu-abu, besarnya lentikular atau jika berkonfluensi berbentuk plakat, dengan permukaan yang kasar (verukosa). bila dilakukan goresan, dapat timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena kbner). Tipe HPV yang paling sering menimbulkan veruka vulgaris b) Veruka filiformis Merupakan varian dari veruka vulgaris yang terdapat pada daerah wajah dan kulit kepala. Lesi nampak sebagai penonjolan yang tegak lurus pada permukaan kulit dengan permukaannya yang verukosa.

c) Veruka plana juvenilis / Veruka Flat Lesi yang tampak memiliki permukaan yang licin dan rata, berwarna sama dengan warna kulit atau agak kecoklatan. Penyebarannya terdapat pada daerah wajah dan leher, dorsum manus dan pedis, pergelangan tangan serta lutut. juga terdapat fenomena kbner dan termasuk penyakit yang sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Jumlah kutil dapat sangat banyak. Terutama pada anak dan usia muda, walaupun juga terdapat pada orang tua.

d) Veruka plantaris Lesi terdapat pada telapak kaki, terutama pada daerah yang banyak mengalami penekanan. bentuknya berupa cincin yang keras, dengan bagian tengah yang agak lunak dan berwarna kekuning-kuningan. permukaannya licin karena gesekan dan menimbulkan nyeri pada waktu berjalan, yang disebabkan oleh penekanan massa yang terdapat pada daerah tengah cincin. Bila beberapa veruka bersatu dapat timbul gambaran seperti mozaik. e) Veruka akuminatum / Kondiloma akuminata / Genital Wart Predileksi umumnya pada daerah genital. tidak nyeri dan bentuk lesi yang nampak dapat datar maupun seperti jengger ayam tergantung pada tipe HPV yang menginfeksi. Paling sering HPV tipe 6, 11, 16, 18. Kejadiannya sama pria = wanita.

Kutil (Veruka Vulgaris) adalah papul jinak yang dapat timbul di bagian mana saja di kulit. Veruka lebih sering ditemukan pada anak-anak atau dewasa muda, namun veruka juga dapat terjadi pada orang tua. Veruka vulgaris dapat muncul dimana saja pada permukaan kulit, khususnya pada jari, tangan dan lengan. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya veruka vulgaris adalah penggunaan tempat pemandian umum, trauma, dan seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan histopatologik melalui biopsi kulit jika gambaran klinis tidak jelas, dapat ditemukan papilomatosis, akantosis, dan hyperkeratosis. Penanganan medikamentosa pada pasien Veruka Vulgaris berupa pengobatan topikal dapat diberikan asam salisilat 40% dengan efek keratolitik untuk kalus dan veruka, bahan kaustik misalnya larutan AgNO3 25%, Asam Trikloroasetat 50%, dan Fenol liquifaktum. Tidak ada obat sistemik yang spesifik untuk penyakit ini, dapat diberikan terapi tambahan berupa terapi simptomatik. Sedangkan penanganan non-medikamentosa dilakukan tindakan invasif atau bedah minor, yaitu bedah beku (cryosurgery dengan CO2, N2, atau N2O), bedah skalpel, bedah listrik, dan bedah laser. Edukasi juga sangat berperan penting untuk mencegah rekurensi, ataupun penyebaran kutil dengan tidak menggaruk lesi sehingga dapat mencegah menyebarnya lesi ke daerah lain, serta menjaga kebersihan tubuh dengan mandi 2 kali sehari dan menggunakan alas kaki di kamar mandi atau kamar ganti umum.

REFLEKSI KASUS

VERUKA VULGARIS

Oleh : Bacharuddin Jusuf A., S.Ked (G 501 08 038)

Pembimbing Klinik : Dr. Seniwati Ismail, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD UNDATA PALU DAN UNIVERSITAS TADULAKO 2013

Anda mungkin juga menyukai