Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS FAKTOR DAYA PENYEARAH SEMI CONVERTER SATU PHASA

Golfrid Gultom
Pendidikan Teknologi Kimia Industri Medan, Departemen Perindustrian R.I.
golfridg@yahoo.com
Abstrak
Thyristor adalah semikonduktor yang sangat efektif digunakan untuk aplikasi elektronika daya, salah satunya
sebagai penyearah untuk pengaturan motor DC. Dalam penelitian ini dikombinasikan antara dioda dan thyristor
sebagai penyearah yang sering disebut dengan semi converter. Analisa data dilakukan terhadap faktor daya
semiconverter tersebut dengan α (sudut penyalaan thyristor) dari 0 sampai π diperoleh α = 20o memberikan faktor
daya sebesar 0,93.

1. Pendahuluan
Dioda dan Thryristor memegang peranan 2. Semi Converter 1 Phasa
yang cukup penting di dalam pengendalian peralatan Rangkaian semi converter 1 phasa
listrik terutama motor. Dalam hal ini dioda dan ditunjukkan pada gambar 3 berikut
thrystor mengubah tegangan dan arus bolak-balik
menjadi tegangan dan arus searah untuk diberikan ke
motor DC seperti pada gambar 1. berikut

Gambar 1. Skema Pengendalian Motor DC Gambar 3. Penyearah Semi Converter Satu Phasa
Arus beban diasumsikan kontinu dan bebas
Tenaga listrik memegang peranan penting riak. Selama setengah siklus positif, thyristor T1 akan
dalam industri. Seringkali bahwa tenaga listrik ini dibias maju. Apabila thyristor T1 dinyalakan pada
harus dikontrol terlebih dahulu sebelum diberikan ke ωt = α, beban akan terhubung dengan sumber
beban. Sebagai contoh pada gambar 2. berikut adalah tegangan melalui T1 dan D2 selama perioda
penyearah terkendali penuh dengan sumber 3 phasa. α ≤ ωt ≤ π. Untuk perioda π ≤ ωt ≤ (π+ α), tegangan
input adalah negative dan dioda freewheeling Dm
akan dibias maju. Dm akan konduksi menyebabkan
arus mengalir ke beban. Arus beban akan mengalir
dari T1 dan D2 menuju Dm. Selama setengah siklus
negatif dari tegangan input , thyristor T2 akan dibias
maju, dengan sudut penyalaan T2 berada pada
ωt = π + α, kondisi ini akan membias mundur dioda
freewheeling Dm. Akibatnya dioda Dm akan off dan
beban akan terhubung ke sumber tegangan melalui
T2 dan D1.
Gambar 2. Penyearah Terkendali Penuh 3 Phasa Pada gambar 4 berikut ditunjukkan daerah
kerja converter, dimana tegangan dan arus
Penyearah terkendali penuh tersebut mempunyai polaritas yang positif.
memakai 6 buah thyristor dimana akan diatur sudut
penyalaan thrystor untuk memperoleh pengendalian
yang diinginkan. Namun pengendalian dengan tipe
ini mempunyai harga yang cukup mahal.
Terdapat kombinasi yang memungkinkan
antara dioda dan thyristor untuk dibuat menjadi suatu
penyearah yang semi terkendali. Penyearah jenis ini Gambar 4. Quadrant Penyearah Semi Converter Satu
sering disebut semi converter. Phasa

Warta Teknologi Industri Vol. XIV, No.1 Juni 2009


Pada gambar 5. berikut ini ditunjukkan bentuk
gelombang tegangan masukan, tegangan keluaran,
arus masukan dan arus yang melalui T1,T2, D1 dan Tegangan rms keluaran adalah :
D2.

Komponen arus dapat dibuat dalam deret Fourier


sebagai berikut :

dimana :
= 0;

Maka :

Gambar 5. Gelombang Masukan Pada Semi Converter


Satu Phasa
dengan :
3. Analisis Faktor Daya Semi Converter
Pada penyearah semi converter 1 phasa, Nilai rms untuk komponen harmonisa ke-n pada arus
rata-rata tegangan keluaran dapat ditentukan dengan : masukan adalah :

Nilai rms arus fundamental :

Vdc dapat bervariasi dari ke 0 dengan


memvariasikan α dari 0 sampai ke π. Nilai
maksimum rata-rata tegangan keluaran adalah Nilai rms arus masukan :
Vdm = , dan tegangan keluaran ternormalisasi
adalah :

Warta Teknologi Industri Vol. XIV, No.1 Juni 2009


Faktor Daya (PF) : • Dioda dan thrystor dapat dikombinasikan
membentuk suatu penyearah semi converter.
• Sudut penyalaan thyristor sebesar 20o
merupakan sudut penyalaan paling optimum
Analisis Faktor Daya dengan tegangan sumber 220 terhadap faktor daya, dengan faktor daya
volt, frekuensi 50 Hz dan asumsi tegangan masuk yang dihasilkan 0,93 (lagging)
adalah bebas riak dan untuk α dari 0 sampai ke π
ditunjukkan pada tabel 1. berikut :
No α Faktor Daya 5. Daftar Pustaka
1 0 0,90 (lagging)
2 10 0,92 (lagging) 1. Rashid, Muhammad; Power Electronics,
3 20 0,93 (lagging) Prentice Hall, 2004
4 30 0,92 (lagging) 2. Sudirman, Kurniati; Analisis Perbandingan
5 40 0,90 (lagging) Penggunaan Tipe Penyalaan Kontrol Jarak
Sama dan Sudut Sama Pada Penyearah
6 50 0,87 (lagging)
Terkendali Tiga Phasa; Makara Teknologi, Vol.
7 60 0,83 (lagging)
11 No.2, November 2007
8 70 0,77 (lagging)
3. Aintablian, Hill; A New Single Phase AC to
9 80 0,71 (lagging)
DC Harmonic Reduction Converter Based on
10 90 0,64 (lagging)
the Voltage Doubler Circuit, Ohio University,
11 100 0,56 (lagging)
1994
12 110 0,47 (lagging)
13 120 0,39 (lagging)
14 130 0,30 (lagging)
15 140 0,22 (lagging)
16 150 0,15 (lagging)
17 160 0,08 (lagging)
18 170 0,03 (lagging)
19 180 0,00 (lagging)

Tabel 1. Faktor Daya Yang Dihasilkan Akibat Dari


Sudut Penyalaan Thyristor (α)

Gambar 6. Grafik α vs Faktor Daya

Dari tabel.1. diperoleh faktor daya maksimum = 0,93


diperoleh untuk sudut penyalaan thyristor sebesar
20o.

4. Kesimpulan

Warta Teknologi Industri Vol. XIV, No.1 Juni 2009