Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga  

      K KE ND DA ES AN SIIM NS MP SA PU AR UL RA LA AN AN N           14.1. KESIMPULAN  1. Tujuan  utama  yang  ingin  dicapai  dari  Penyusunan  Feasibility  Study  (studi  kelayakan)    Pembangunan  Pabrik  Komoditi  Perkebunan    Karet  ini  adalah  meninjau  sejauh  mana  kelayakan  proyek  pembangunan  pabrik  komoditi  perkebunan  karet  dapat  dilaksanakan  dilihat  dari  aspek  manajemen  operasional,  pemasaran,  teknis,  ekonomis  dan  finansial  untuk  mempertajam  arah  dan  strategi  pengembangan  Komoditi  Perkebunan  Karet  Kabupaten  Lingga  dikaitkan  dengan  visi,  misi,  tujuan  dan  sasaran  pembangunan  Kabupaten Lingga dalam jangka menengah dan jangka panjang dan juga untuk  meningkatkan  nilai  jual  dari  komoditi  karet  tersebut  yang  semula  dari  bahan  mentah  dikembangkan  menjadi  bahan  baku  atau  mungkin  ditingkatkan  lagi  menjadi  bahan  jadi  Selain  itu  juga  digunakan  sebagai  dokumen  untuk  acuan  bagi  dinas  atau  instansi  terkait  dan  investor  sehingga  dapat  menarik  minat  calon investor dalam berinvestasi.  2. Berdasarkan  hasil  kajian  yang  telah  dilakukan  oleh  BAPPEDA  Kabupaten  Lingga  mengenai      potensi  sumberdaya  lahan  dan  perkebunan  karet  yang  dimiliki  oleh  Kabupaten  Lingga  bahwa  jumlah  perkebunan  seluas  sebesar   10.216,95  Ha  ,  dengan    rata  rata  produksi  849,24  Kg/Ha  adalah  sangat  potensial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lingga.  3. Data hasil Produksi Karet Kabupaten Lingga  berdasarkan daerah Perkebunan  tahun 2010 adalah  :   
Kecamatan  Singkep  Barat  Produksi  Karet (ton) 
Sumber ; Data statistic 2012   

Singkep 

Lingga 

Lingga  Utara 

Senayang 

1439.22 

1898.o1 

481.45 

147.58 

105.14 

 

IX ‐ 1   

Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga   4. Lahan yang terbesar untuk perkebunan Karet di Kabupaten Lingga terdapat di  kecamatan  Singkep  Barat.  dengan jenis tanaman karet unggul.  6.  8.  sementara  untuk  pohon  karet  dengan  usia  di  atas  30  tahun  dapat  memproduksi  karet  30  hari  x  10  bulan  efektif  yaitu  300  hari  panen  dalam  setahun  maka  jumlah  produksinya  hanya  5‐6  kg  per  hari  untuk  300‐400  batang dalam 1 ha tanah.  dari  300‐400  batang  pohon  karet  dapat  menghasilkan  7‐10  kg  per  hari.  5.  pohon  karet  dengan  usia  di  bawah  30  tahun.  Struktur  organisasi yang paling sederhana harus sudah terbentuk. Teknologi Umum Pengelolaan  Karet ( Crum Rubber)  2. Dalam  rekomendasi penentuan lokasi pabrik yang baik setelah di telaah pada  lancarnya  proses  produksi  pabrik  tersebut  dan  lokasi  yang  baik  dapat  menunjang  efisiensi  dan  efektivitas  suatu  pabrik  serta  berdampak  mendapat  keuntungan  ekonomis  baik  secara  pendapatan  daerah. Teknologi Pengelolaan Karet siklo  ( direkomendasikan)    7.    IX ‐ 2    .  untuk  masa  panen  tergantung  usia  tanaman  karet.  Lahan  perkebunan  ini  di  tanam  sejak  tahun  1980  dan  seiring  perkembangan  potensi  yang  menguntungkan  maka  jumlah  petani  Karet di Kabupaten Lingga hingga saat ini di perkirakan berjumlah 5000 orang.  perusahaan  maupun  secara  petani  dan  masyarakat  setempat.24 Kg/Ha. Teknologi  Pengelolaan  pada  pabrik  Komoditi  Karet  di  Kabupaten  Lingga  ada  dua :  1.  petani  ini  berasal  dari  kecamatan  Singkep  Barat.  yang  merupakan  daerah  dengan  jumlah  lahan  perkebunan  karet  di  perkirakan  mencapai  400  ha. Di  Kabupaten  Lingga  dari  1  ha  terdapat  500‐600  batang  pohon  karet.  Untuk  itu  ditetapkan  Lokasi  Pabrik  adalah di desa Marok Tua. Manajemen  Pabrik  untuk  Kabupaten  Lingga  perlu  di  tet  apkan  dalam  kajian  studi  kelayakan  ini  dimana    hal  ini  diperlukan  untuk  menghitung  biaya  operasional  dan  pengeluaran  untuk  perhitungan  upah  awal. dengan  rata rata produksi 849.

  emplasemen. dan  bangunan instalasi air.60.  Pada  Lampiran  3.000.000.‐  per  tahun.  dan  peralatan  laboratorium.  Biaya  tetap  hanya  terdiri  dari  biaya  untuk  upah/gaji  karyawan  per  tahun  untuk  22  orang.00.  terdapat  tabel  perhitungan  mengenai  struktur  biaya  tetap  dan  biaya  operasional.  telepon.  mesin  dan  peralatan. Total biaya  untuk  tanah  bangunan  yang  dibutuhkan  adalah  sebesar  Rp.  unit  pengolahan  limbah.  serta  alat  kantor  dan  transportasi.000.  Biaya  investasi  terakhir  yaitu  alat  tulis  kantor  dan  transportasi.  Untuk  mesin  dan  peralatan.820.  Total  biaya  mesin dan peralatan yang dibutuhkan adalah sebesar  Rp.  tangki  pemisah  dan  pencucian.000.000.362.  Total  biaya  yang  dibutuhkan  dari  alat  tulis  kantor  dan  transportasi  adalah  sebesar  Rp.Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga   Perhitungan  Investasi  untuk  pabrik  ini  dihitung  berdasarkan  komponen  biaya  meliputi  tanah  dan  bangunan.000.  komponen‐komponen  yang  dibutuhkan  yaitu  tangki   penerimaan  dan penyaringan.  reactor  pencampuran dan  siklisasi.  laboratorium.  gudang  bahan  baku  dan  produk.‐  per  tahun.000.  dan  boiler  (QM  9004).  oven   pengeringan.‐  per  tahun.000.00.  Selain  itu.  224.62.  Karyawan  tersebut  adalah  satu  orang  Direktur  dengan  gaji  Rp  180.  bangunan instalasi listrik.  generator  set.  ada  juga  dua  orang  Staf  Pemasaran  Teknisi  dan  dua  orang  Staf  Produksi  yang  masing‐masing  dengan  gaji  Rp  36.  instalasi  air.  Biaya  investasi  selanjutnya  yaitu  biaya  instalasi  penunjang.  dan  sepeda  motor.  Biaya  total  untuk  instalasi  penunjang  adalah  sebesar  Rp.00.000.935.  satu  orang  Kepala  Bagian  Administrasi.  bangunan  kantor.  ruang  pengemasan.  musholla  dan  kantin.00.  mobil  operasional.000.  dan  satu  orang  Kepala  Bagian  Pemasaran  yang  masing‐masing  dengan  gaji  Rp  60.000.  satu  orang  Kepala  Bagian  Produksi.  Pada  tanah  dan  bangunan.00.  pos  keamanan.  instalasi  penunjang.000.  dua  orang  Teknisi    IX ‐ 3    .  komponen‐komponen  yang  dimiliki  oleh  perusahaan  meliputi  tanah.  komponen‐ komponen  pada  biaya  instalasi  penunjang  yaitu  biaya  pengolahan  limbah.  1.000.000.000.  Total  biaya  investasi  yang  diperlukan  dari  keempat komponen tersebut adalah sebesar Rp.  Komponen‐komponen  dari  alat  tulis  kantor  dan  transportasi  yaitu  alat  kantor.  ruang  pengeringan.  ruang  pemisahan  dan    pencucian.  529.000.  ruang  pencampuran  dan  pemanasan.000.

  lima  orang  buruh  dengan  gaji  total  sebesar  Rp  90. Net B/C. dan akan didapatkan nilai NPV.‐  per  tahun.947.000.  surfaktan  non‐ionik  sebesar  Rp  147.000. Nilai B-C pada tabel didapatkan dari niali Penerimaan (B) dikurangi dengan nilai Pengeluaran (C).160. Untuk  Kelayakan  Ekonomi  dapat  dilihat  Pada tabel analisis kelayakan usaha ini nilai pendapatan atau I yang digunakan adalah sebesar 12%.  listrik  sebesar  Rp  3. Nilai NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp.02.‐  per  tahun.   IX ‐ 4    .Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga   dengan  gaji  Rp  30. Pada Lampiran 8 yaitu tabel perhitungan IRR. untuk menghitung IRR dibutuhkan data perhitungan Penerimaan (B).  serta  upah  lima  orang  Tenaga  Harian  sebesar  Rp  78.000. dan nilai PV (B-C) didapatkan dari nilai Discount Flow dikalikan dengan B-C. Pada tabel ini.000.904.   Biaya  bahan  operasional  untuk  drum  sebesar  Rp  12.846.  air  sebesar  Rp  368.400.000.biaya bahan baku.‐  per  tahun. BEP produk. dan nilai IRR yang didapatkan sebesar 31.‐  per  tahun. dan IRR.000.‐  per  tahun.600.000. 62.143.  Biaya  administrasi  dan  telepon  yang  masing‐masing  sebesar  Rp  120.272.‐  per  tahun.660. dan nilai Net B/C sebesar 2.000.  9.224. dan nilai BEP sebesar 9.520.572.  asam  sulfat  sebesar  Rp  2.  Struktur  biaya  operasional  yang  kami  miliki  diperuntukkan  untuk  biaya  listrik  non mesin.000.144. serta biaya pembelian bahan penunjang yang terdiri  dari  emulgen  sebesar  Rp  1.  juga  biaya  solar  sebesar  Rp  1.000.000.‐  per  tahun  yang  akan  dijelaskan selanjutnya.492. BEP rupiah.‐ per tahun.000.526.000. Discount Flow pada tahun pertama adalah sebesar 1.  Struktur  biaya  operasional  yang  kami  miliki  termasuk  biaya  penyusutan  alat‐alat  sebesar  Rp  136.620.160.‐  per  tahun.000.enzim  papain  sebesar  Rp  371.438.976. biaya bahan penunjang.‐.‐ per tahun.600.10%. dan nilai Pay Back Period atau PBP atau modal akan kembali setelah 5.‐.000.000.  Biaya  listrik  per  tahun  sebesar  Rp  12.‐ per tahun.744.272.  dua  orang  supir  kantor  dengan  gaji  Rp  18.000.436.000.  biaya  administrasi  dan  telepon. PV(B-C).987.90 produk.000.‐  dan  Rp  240.  Biaya  bahan  baku  Lateks  kebun  sebesar  Rp  9.692.‐  per  tahun.serta  biaya  penyusutan  alat.13 tahun.600.33. B-C.‐.000.169.  asam  formiat  sebesar  Rp  106.180.‐  per  tahun.‐. biaya bahan operasional. PBP. Pengeluaran (C).000.000.440.  dan ammonia sebesar Rp 97. DF.‐  per  tahun.

10.33 dan nilai Pay Back Period (PBP) sebesar 5. maka didapatkan bahwa nilai IRR perusahaan yang didapatkan sebesar 0. Dampak yang mungkin terjadi diantaranya mencakup:   Timbulnya bunyi suara pabrik pada daerah sekitar pabrik. Kajian Lingkungan secara detail .2. 11. Hal ini dapat dilihat dari nilai Net Present Value yang positif yaitu sebesar Rp 62. studi AMDAL harus dilakukan.  transportasi  dan  industry  kecil  maupun  besar  yang  dapat  meningkatkan  perekonomian  Kabupaten Lingga. SARAN  1.1% angka tersebut sudah diatas suku bunga bank sekarang.436.  12. Pada tabel Analisis Kelayakan Usaha dapat terlihat bahwa usaha ini layak. Kajian  lebih  mendalam  untuk  pemilihan  teknologi  Pengelolaan  harus  dilakukan  untuk  dapat  pemilihan  yang  paling  tepat  dalam  pengelolaan  Karet  di Pabrik kabupaten Lingga. PV(C).     IX ‐ 5    .311 atau sebesar 31. Dengan tingkat IRR untuk industri ini adalah 31.  Timbulnya buangan asap pabrik.Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga   Akumulasi PV.143.13 tahun kemudian. Proyek  pembangunan  pabrik  karet  akan  memberikan  dampak  positif  dengan  terbukanya  lapangan  pekerjaan  baru  bagi  masyarakat  dari  berbagai  tingkat  dan  jenis  keahlian.     14. Dengan perhitungan seperti yang tertera diatas.13 tahun yang dapat diartikan bahwa modal perusahaan dapat kembali lagi setelah 5.   Kegiatan  penggunaan  air  sungai  dan  timbulnya  buangan  limbah  yang  berasal dari pabrik.144.  2. Perijinan  sebelum  pelaksanaan  pembangunan  Pabrik  Komoditi  harus  di  lengkapi.PV(B).1 %.  Proses  penciptaan  lapangan  pekerjaan  yang  terjadi  oleh  proyek  pembangunan  pabrik  karet  akan  lebih  luas  lagi  dengan  adanya  multiplier  effect  baik  backward  maupun  forward  linkages  dari  proyek  seperti  timbulnya  lapangan  pekerjaan  di  sektor  perdagangan. jadi dapat dinyatakan industri pabrik karet Kabupaten Lingga layak.  3.

  5.  agar  tidak  terjadi masalah dengan lingkungan sekitarnya. Perhitungan  Detail  Engineering  Design  perlu  di  lakukan    untuk  menentukan  tipe bangunan pabrik.  harus  dipastikan  dikelola  dengan  baik. Pemanfaatan Tenaga kerja Lokal harus diperiotaskan. Pengelolaan  limbah  pabrik  .  6. dan tipe konstruksi serta metoda konstruksinya.Feasibility Study (Studi Kelayakan) Pembangunan Pabrik Komoditi Perkebunan Karet Kabupaten Lingga   4.    IX ‐ 6    .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful