Anda di halaman 1dari 16

Laporan Teknik DIGITAL

Sistem Analog & Digital


D I S U S U N
OLEH

NAMA : KRISNA NIM : 4113240016 Mata Kuliah : Teknik Digital

FISIKA Non_Dik 2011

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN SUMATERA UTARA 2013

BAB I ANALOG DAN DIGITAL Sistem Digital dan Sistem Analog, Sebuah sistem digital adalah suatu kombinasi alat-alat (listrik, mekanis, fotolistrik dan lain sebagainya) yang disusun untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dimana kuantitas-kuantitasnya dinytakan secata digital. Sedangkan pada sistem analog, kuantitas-kuantitasnya dinyatakan sesuai dengan keberadaan fisiknya yang pada prinsipnya bersifat analog. Banyak sistem-sistem praktis bersifat hybrid, berarti terdapat baik kuantitas analog maupun kuantitas digital dan terjadi konversi terus menerus antara dua kunatitas tersebut. Sistem-sistem digital memberikan keuntungan berupa kecepatan dan kecermatan yang lebih bersar serta kemampuan memorinya. Selain itu sistem-sistem digital tidak mudah terpengaruh oleh perubahan karakter listrik komponen-komponen sistem, dan dapat digunakan pada rentang pemakaian yang lebih besar. Didalam kenyataannya hampir semua kuantitas adalah bersifat analog, dimana kuantitas inilah yang sering diukur, dimonitor atau dikendalikan. Jadi apabila keuntungan-keuntungan dari sistem digital akan dimanfaatkan, jelas sekali bahwa terdapat banyak sekali sistem yang bersifat hybrid. Salah satu contoh adalah sistem pengendalian pada proses industri, dimana kuantitas analog seperti temperatur, tekanan, kecepatan aliran dan lain sebagainya di ukur dan dikendalikan

1.

PENGERTIAN ANALOG Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang continue, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitude, frekuensi, dann phase. Amplitude Amplitude merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan sinyal analog. Frekuensi Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. Phase Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. Analog disebarluaskan melalui gelombang elektromagnnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh factor penggangu. Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan. Jadi system analog merupakan suatu bentuk komunikasi

elektromagentik elektromagnetik.

yang

menggatungkan

proses

pengiriman

sinyalnya

pada

gelombang

Misalnya ketika seseorang berkkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirim melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengar apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari kamunikasi tersebut. Sinyal analog merupakan pemanfaatan gelombang elektronik. Proses pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melaului gelombang elektronmagnetik ini, yang bersifat variable dan berkelanjutan. Satu komplit gelombang dimulai dari voltase nol kemudia menuju voltase tertinggi dan turun hingga voltase terendah dan kemali ke voltase nol. Kecepatan dari gelombang ini disebut dengan hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misalnya dalam satu detik, gelombang dikirimkan sebanyak 10, maka disebut dengan 10 Hz. Contohnya sinyal gambar televise, atau suara radio yang dikirimkan secara berkesinambungan. Pelayanan dengan menggunakan sinyal ini agak lambat dan gampang eror dibandingkan dengan data dalam bentuk digital. Gelombang analog ini disebut dengan baud. Baud adalah sinyal atau gelombang listrik analog. Satu gelombang analog sama dengan satu baud. Kelemmahan dari system ini adalah tidak bias mengukur suatu dengan cukup teliti. Karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten terus menurus merekam perubahan yang terus menerus terjadi,, dalam setiap pengukuran yang dilakukan oleh system analog ini ada peluang keragu-raguan akaan hasil yang dicapai, dalam sebuah system yang membutuhkan ketepatan kordinasi dan ketepatan angka-angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhir. System ini butuh ketepatan dan ketelitian yang akurat, salah satu bentuknya adalah otak kita. Contoh saja telepon yang berbasis analog, telepon yang pada awalnya ditemukan pada tahun 1876, diniatkan sebagai media untuk mengirimkan suara, dan salah satu penerapan konsep analog. Sampai pada tahun 1960-an. Penerapan analog ini masih tetap bertahan. Setelah itu mulai mengarah kepada teknologi digital. Begitu juga dengan televisi analog yang menerjemahkan sinyal menggunakan gelombang radio. Pemancar televise mengirim gambar dan suara melalui gelombang radio, diterima oleh antenna rumah dan diterjemahkan menjadi gambar yang kita tonton. Berbagai contoh system analog : Perekam pita magnetic; Penguat audio; Computer analog : computer yang digunakan untuk mengelola data, kualitatif, karena computer ini digunakan untuk memproses data secara terus menerus dan mengenal data sebagai

besaran fisik yang diukur secara terus menerus kelluaran dari computer jenis ini adalah dalam bentuk dial dan grafik. Contoh : besaran arus listrik.

Gambar. 1.1 Gelombang analog

2.

PENGERTIAN DIGITAL Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi tranmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengirim data yang relative dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nillai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,01,10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah. Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, seperti : Mampu mengirim informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan innformasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kwalitas dan kuantitas informasi itu sendiri. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif. Perbedaan kamera analog (manual) dan kamera digital hanya terletak pada media penyimpanannya, kalau kamera sebelumnya menyimpan data gambar dalam bentuk film yang kamu proses dulu untuk mendapatkan fotonya, sementara kamera digital menyimpan data gambarnya dalam bentuk data digital yang bias langsung dilihat saat setelah terfoto. Dalam bidang telekomunikasi, perbedaan telepon analog dan digital bukan berdasarkan jenis pesawat teleponnya, namun pada sistem di sentral teleponnya, walaupun untuk mendukung system sentral yang digital, diperlukan pesawat telepon khusus. Begitu juga dengan siaran televise analog dan televise digital. Siaran analog kadang kadang terganggu dengan kendala cuaca, letak 4

bangunan, dan penyebab lainnya, sementara siaran digital memilii kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, karena datanya tidak mengalami gangguan saat dikirim ke TV Penerimanya. Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan untuk ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengna menaruhnya ke suatu website atau umumnya disbut dengan meng-upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber. System tranmisi digital menyediakan : Tingkat pengiriman informasi yang lebih tinggi; Perpindahan informasi yang lebih banyak; Tingkat kesalah yang lebih rendah dibandingkan system analog; Peningkatan ekonomi. Contoh saja computer, computer mengolah data yang ada secara digital, melaui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya computer hanya mengenal dua arus, yaitu on dan off, atau dengan istlah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau nol (0). Kombinasi dari arus on atau ogg inilah yang membuat computer melakukan banyak hal, baik dalam mengenal huruf, gambar, suara, bahkan film. Contoh system digital saat ini (sebelum system analog) Audio recording (CDs, DAT, mp3,) Phone system swithing; Automobile engine control ; Kawalan automasi (mesin dan robot dalam pembuatan sesuatu produk dan lif); Movie effect, still dan video camera; Pengiraan (Computing).

Gambar. 1.2 Gelombang Digital

Beberapa keunggulan dari system digital adalah : Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakaian ruangan yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah; Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak; Teknologi digital lebih bergantung pada noise; Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang;
5

Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru; Teknologi digital menyediakan kapasitas tranmisi yang besar; Teknologi digital menawarkan fleksebilitas.
3. NO 1 2 3 4 5 4. PERBEDAAN ANALOG DAN DIGITAL ANALOG Teknologi lama Dirancang untuk voice Tidak efisien untuk data Permasalahan noisy dan rentang eros Kecepatan lebih rendah DIGITAL Teknologi baru Dirancang untuk voice dan opsi opsi pengujian yang lengkap Informasi discreate level Kecepatan lebih tinggi Overhead rendah

PERBEDAAN ANALOG DAN DIGITAL MENURUT KARAKTERISTIK. Karakteristik system digital adalah bahwa ia bersifat diskrit,sedangkan system analogbersifat

continue sehingga pengukuran yang didapat sebenarnya lebih tepat dari system digital hanya saja banyak keuntungan yang lain yang dimiliki oleh system digital. Masing masing system tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri tergantung dari untuk kasus apa system tersebut digunakan. Beberapa keunggulan dari system digital adalah : 5. Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakaian ruangan yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah; Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak; Teknologi digital lebih bergantung pada noise; Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang; Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru; Teknologi digital menyediakan kapasitas tranmisi yang besar; Teknologi digital menawarkan fleksebilitas. MENURUT PESAN ATAU MESSAGE Pesan analog adalah kuantitas fisik yang bervariasi terhadap waktu dan dalam bentuk continue. Contoh sinyal analog adalah tekanan akustik yang dihasilkan ketika kita berbicara dan arus voice pada saluran telepon konvensional. Karena informasi terkandung pada gelombang yang selalu berubah terhadap waktu, maka system komunikasi analog harus dapat mentransmisikan gelombang ini pada tingkat fidelitas tertentu. Fidelitas dapat diartikan seberapa mirip sinyal yang telah dikonvermasikan dibandingkan dengan sinyal sumber asal atau sinyal sebelumnya. Semakin mirip sinyal tersebut dengan sinyal sebelum konversi maka fodelitasnya semakin baik.

Pesan digital adalah deratan symbol yang merepresentasikan informasi. Karena informasi terkandung dalam symbol-simbol, maka system komunikasi digital harus dapat mengangkut symbolsimbol tersebut dengan tingkat akurasi tertentu. Yang menjadi pertimbangan utama dalam disain system adalah menjaga agar symbol tidak berubah. 6. PERBEDAAN MENURUT CARA KERJA System digital merupakan bentuk sampling dari system analog. Digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk bilangan biner (Hexa). Besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya/ jumlah bit (bendwidth). Jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital. Contoh kasus ada system digital dengan lebar 1 byte (8 bit). Pada system analog, terdapat amplifier di sepanjang jalur tranmisi. Setiap amplifier menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan sinyal pesan maupun noise tambahan yang menyertai di sepanjang jalur tranmisi tersebut. Pada siste digital, amplifier digantikan regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga membersihkan sinyal tersebut dari noise. Pada sinyal unipolar baseband, sinyal input hanya mempunyai dua nilai 0 atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, maka dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai sesungguhnya di sisi terima. Keuntungan kedua dari system komunikasi digital adalah bahwa ktia berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaianrangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bias secara mudah ditampilkan untuk mendapat fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam tranmisi sinyal. Keuntungan ketiga berhubungan dengan range dinamis. Kita dapat mengilustrasikan hubungan ini dalam sebuah contoh. Perekaman disk piringan hitam analog mempunyia masalah terhadap range dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi alur yang ekstrim, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi variasi tersebut. Sementara perekam secara digital tidak mengalami masalah karena semua nilai amplitude-nya, baik yang sangat tinggi maupun yang sangat rendah, ditranmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas yang sama. Namun di dunia ini tidak ada yang ideal. Demikian pula hallnya dengan system komunikasi digital. Kerugian system digital dibandingkan dengan system analog adalah, bahwa system digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal dapat ditranmisikan menggunakan single-sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan system digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan bandwidth hingga empat kali dari system analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi system untuk mengetahui kapan setiap symbol yang terkirim mmullai dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap symbol sudah terkirim dengan benar.

Secara mudahnya, digital itu adalah 0 dan 1, atau logika biner, atau diskrit, sedang analog adalah continous. Digital bisa dilihat sebagai analog yang dicuplik/disampling, kalau samplingnya semakin sering atau deltanya makin kecil, katakana mendekati nol, maka sinyal digital bias terlihat menjadi analog kembali. Menghitung sinyal digital lebih gampang karena diskrit, sedang analog anda harus menggunakan diferensial integral. Kalau alat-alat yang digital, itu yang dibuat dan bekerja didasarkan pada prisip digital, ini lebih gampang dari analog, tapi sekarang ini analog menjadi trend lagi, karena digital dengan clock yang semakin kecil Giga Herzt atau lebih, perilakunya sudah menjadi seperti rangkaian analog, jadi diperlukan ahli-ahli rangakaian analog. Kalau untuk telekomunikasi, mau tidak mau maksih melibatkan system analog, karena harus menggunakan sinyal pembawa (carrier), komunikasi digitalpun hanya datanya di digitalkan (digital (0-1) dimudulasikan dengan carrier sinyal analog) di akhirnya harus diubah lagi jadi analog. Kalau contoh komponen yang bekerja dengan prinsip analog : transistor, tabung TV, IC-IC TTL, IC Catu Daya. Digital : IC Logika,microcontroller, FPGA. Rangkaian analog adalah kebutuhan dasar yang tak tergantikan di banyak system yang kompleks, dan menuntut kenerja yang tinggi. 7. KELEBIHAN SISTEM ANALOG Dibalik system analog yang tergolong klasik ini teradat beberapa kelebihan kelebihannya, yaitu : 1. Pemrosesan sinyal dari alam secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah berbentuk analog. Misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb, walaupun kemudian bias diproses dalam domain digital, sehingga banyak alat yang mempunyai bagian ADC dan DAC. Pembuatan ADC dan DAC dengan presisi dan kecepatan tinggi, komunikasi daya rendah itu sangat sulit, ini memerlukan orang-orang analog; 2. 3. 4. 5. Komunikasi digital untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya juga harus diubah dulu menjadi sinyal analog, memerlukan juga perancangan ADC dan DAC; Disk Drive Electronics Data Storage binary (digital) dibaca oleh magnetic head ANALOG (small, fewmili Volt, high noise) disini sinyal perlu di amplified,filtered, and digitized; Penerimaan nirkabel (wireless) sinyal yang diambil/ diterima oleh antenna penerima RF adalah ANALOG (fewmili volt, high noise); Penerima optis menerima data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang data harus diubah menjadi bentuk cahaya (light) = ANALOG perlu perencanaan rangkaian kecepatan tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang analog. (saat ini kecepatan receiver 10-40 Gb/s); 6. Sensor Video Camera citra/image diubah menjadi arus menggunakan larik fotodioda system ultrasonic menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan yang propesional dengan amplitude accelerometer mengaktifkan kantong udara ketika kendaraan menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan diukaran sebagai akselerasi itu adalah kerjaan Analog; 8

7.

Mikroprosessor dan Memory walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada kecepatan tinggi (high speed digital design), perilakunya mirip sinyal analog perlu pengertian tentang system analog;

Bab II Rangkaian Digital dan Sistem Bilangan


Perkembangan teknologi dalam bidang elektronika dan instrumentasi mengalami kemajuan sangat pesat, bila kita kembali ke beberapa tahun lalu maka kita akan menemukan rangkaian elektronika menggunakan tabung hampa, komponen diskrit seperti diode dan transistor. Maka untuk sekarang ini kita akan menggunakan sistem digital. Peralatan atau komponen yang digunakan dalam sistem digital merupakan susunan angka angka yang dinyatakan dalam bentuk digital (rangkaian digital). Pada rangkaian elektronika digital sinyal listrik yang dipakai berubah secara diskrit ( kondisi high atau kondisi rendah ) sesuai dengan logika ( 1 dan 0 ). Kondisi tinggi ( high ) dinyatakan dengan notasi 1 dan kondisi rendah atau low dinyatakan dengan notasi 0. Komponen elektronika yang sudah memakai sinyal digital sebagai contoh adalah komputer, gerbang logika, PDA ( personal data assistant ), dan mikroprosesor. Sistem digital yang saat ini digunakan mempunyai kelebihan daripada sistem sebelumnya yang menggunakan sistem analog. Sistem analog atau digital memproses sinyal sinyal yang bervariasi dengan waktu yang memiliki nilai kontinyu atau diskrit. Perbedaan sinyal analog yang kontinyu dan sinyal digital dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2 dibawah ini:

Beberapa keuntungan dalam menggunakan sistem digital dibandingkan dengan sistem analog antara lain : 1. Sinyal yang dihasilkan lebih baik dan akurat 2. Noise atau gangguan lebih rendah 3. Mudah didesain
9

4. Data dapat disimpan 5. Dapat diprogram dan dilakukan perhitungan melalui program 6. Fleksibilitas dan fungsionalitas lebih baik 7. Lebih ekonomis 8. Lebih cepat dalam menghasilkan keluaran Logika digital dapat direpresentasikan melalui beberapa cara antara lain : 1. Tabel kebenaran ( truth table ) : suatu kombinasi yang mungkin dari masukan masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran keluarannya. 2. Aljabar Boolean : memperlihatkan logika pada sebuah format fungsional. 3. Gerbang logika : Ada beberapa macam gerbang logika yang digunakan antara lain gerbang NOT, gerbang AND, gerbang NAND, gerbang OR, gerbang NOR, gerbang XOR, dan gerbang XNOR 4. Dengan software seperti EWB , Eagle dan aplikasi aplikasi lainnya. SISTEM BILANGAN DAN PENGKODEAN
Beberapa sistem bilangan yang ada dalam bidang elektronika dan instrumentasi antara lain : 1. Bilangan desimal Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki basis 10. Anggota bilangan desimal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. ( r = 10) 2. Bilangan Biner Bilangan biner adalah bilangan yang memiliki basis 2. Anggota bilangan biner antara lain 0 dan 1. ( r = 2 ) 3. Bilangan oktal Bilangan oktal adalah bilangan yang memiliki basis 8. Anggota bilangan oktal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. ( r = 8 ) 4. Bilangan heksadesimal Bilangan heksadesimal adalah bilangan yang memiliki basis 16. Anggota bilangan heksadesimal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. ( r = 16 ) Dalam sistem bilangan dalam bidang elektronika juga diperkenalkan konversi bilangan. Konversi bilangan yang ada antara lain : 1. Konversi bilangan desimal ke biner Nilai bilangan desimal dibagi dengan 2, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan biner dari nilai desimal. Contoh soal : Ubah bilangan desimal 10 ke bilangan biner ?

10

Jadi bilangan biner untuk bilangan desimal 10 adalah 1010

2. Konversi bilangan biner ke bilangan desimal Setiap urutan nilai bilangan biner dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai biner tersebut dikalikan dengan bobot masing masing bilangan biner. Contoh soal : Ubah bilangan biner 1010 ke bilangan desimal ?

Jadi bilangan desimal untuk bilangan biner 1010 adalah 10 3. Konversi bilangan desimal ke bilangan oktal Nilai bilangan desimal dibagi dengan 8, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah hasil bilangan oktal dari bilangan desimal. Contoh soal : Ubah bilangan desimal 529 ke bilangan oktal ?

Jadi bilangan oktal untuk bilangan desimal 529 adalah 1021

4. Konversi bilangan oktal ke bilangan desimal Setiap nilai urutan bilangan oktal dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai oktal tersebut dikalikan dengan bobot masing masing bilangan oktal. Contoh soal : Ubah bilangan oktal 1021 ke bilangan desimal ?

Jadi bilangan desimal untuk bilangan oktal 1021 adalah 529 5. Konversi bilangan desimal ke bilangan heksadesimal Konversi bilangan desimal ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti cara sebelumnya dengan melakukan pembagian bilangan desimal dengan 16 sehingga sisa dan urutan sisanya adalah hasil bilangan heksadesimal. Contoh soal :Ubah bilangan desimal 5052 ke bilangan heksadesimal ?

Jadi bilangan heksadesimal untuk bilangan desimal 5052 adalah 13BC 6. Konversi bilangan heksadesimal ke bilangan desimal Dengan melakukan cek kebenaran hasil sebelumnya dapat diketahui hasil bilangan desimal 11

tersebut. Dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti konversi konversi sebelumnya untuk mendapatkan bentuk bilangan desimal. Contoh soal : Ubah bilangan heksadesimal 13BC ke bilangan desimal ?

Jadi bilangan desimal untuk bilangan heksadesimal 13BC adalah 5052 7. Konversi bilangan oktal ke bilangan biner Setiap digit bilagan oktal dapat direpresentasikan ke dalam 3 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan oktal diubah secara terpisah. Contoh soal : Ubah bilangan oktal 4567 ke bilangan biner ?

Yang diambil adalah 3 digit terakhir atau yang tercetak hitam. Jadi bilangan biner untuk bilangan oktal 4567 adalah 100 101 110 111 8. Konversi bilangan biner ke bilangan oktal Pengelompokan setiap tiga digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai oktal dari bilangan tersebut. Contoh soal : Ubah bilangan biner 11110011001 ke bilangan oktal ? Langkah pertama adalah bagi bilangan biner tersebut menjadi 3 digit

Langkah kedua adalah mengganti bilangan biner

Jadi blangan oktal untuk bilangan biner 11110011001 adalah 3631

9. Konversi bilangan heksadesimal ke bilangan biner Setiap digit bilangan heksadesimal dapat direpresentasikan ke dalam 4 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan heksadesimal diubah secara terpisah. Contoh soal : Ubah bilangan heksadesimal 2AC ke bilangan biner ? Jadi bilangan biner untuk bilangan heksadesimal 2AC adalah 0010 1010 1100

10. Konversi bilangan biner ke bilangan heksadesimal 12

Pengelompokan setiap empat digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB . setiap kelompok akan menandakan nilai heksa dari bilangan tersebut. Contoh soal : Ubah bilangan biner 0010 1010 1100 ke bilangan heksadesimal ? Jadi bilangan heksadesimal untuk bilangan biner 0010 1010 1100 adalah 2AC

BAB III TRANSMISI SERI DAN PARALEL Perbedaan Parallel Transmission 1. Paralel Transmisi Pada transmisi paralel, sejumlah bit dikirimkan per waktu. Paralel transmission antara pengirim dan penerima dihubungkan oleh lebih dari 1 jalur transmisi atau dengan kata lain Masingmasing bit mempunyai jalurnya tersendiri.contoh : RAM ke Prosesor, HD ke RAM dll Peripheral internal komputer . Dikarenakan oleh sifatnya yang demikian, maka data yang mengalir pada transmisi paralel jauh lebih cepat pada transmisi serial. Berikut ini merupakan gambar pengiriman transmisi paralel dari pengirim ke penerima. dan Serial Transmission,Asyncronous ,Syncronous,

Asinkron, Sinkron, Tidak Sinkron,bit sinkronisasi, bit paritas. .

Pada transmisi paralel, beberapa bit (biasanya 8 bit atau satu byte / karakter) akan dikirim secara bersamaan pada saluran yang berbeda (kabel, saluran frekuensi) dalam kabel yang sama, atau radio jalan, dan disinkronisasi untuk sebuah jam. Perangkat paralel memiliki bus data yang lebih luas daripada perangkat serial sehingga dapat mentransfer data dalam kata-kata dari satu atau lebih byte pada suatu waktu. Akibatnya, ada percepatan dalam transmisi paralel bit rate lebih dari laju bit transmisi serial. Namun, percepatan ini adalah biaya versus tradeoff sejak beberapa kabel biaya lebih dari satu kawat, dan sebagai kabel paralel mendapatkan lagi, sinkronisasi waktu antara beberapa saluran menjadi lebih sensitif terhadap jarak. Waktu untuk transmisi paralel disediakan oleh sinyal clocking konstan dikirim melalui kawat terpisah dalam kabel paralel; sehingga transmisi paralel dianggap sinkron. Suatu pengiriman data disebut paralel, jika sekelompok bit data d itransmisikan secara bersama-sama dan melewati beberapa jalur transmisi yang terpisah. 13

Proses pengiriman data lebih cepat

Sistem ini akan lebih efektif untuk transmisi data yang

memiliki jarak tidak terlalu jauh Agar data yang diterima itu benar maka selang waktu yang digunakan oleh pengirim dan penerima harus sama. Untuk keperluan tersebut mka pengirim dan penerima harus menambahkan detak (Time Pulse). time pulse Data dikirimkan sekaligus, misal 8 bit bersamaan Kecepatan tinggi Karakteristik Media harus baik Masalah SKEW Efek yang terjadi pada sejumlah pengiriman bit secara serempak dan tiba pada tempat yang dituju dalam waktu yang tidak bersamaan. 2. Transmisi Serial Pada transmisi serial, pada setiap waktu hanya 1 bit data yang dikirimkan. Dengan kata lain, bit-bit data tersebut dikirimkan secara satu per satu. Model transmisi seperti ini dijumpai pada contoh seperti seorang pengguna menghubungkan terminal ke host komputer yang berada pada bangunan yang lain. Berikut merupakan gambar pengiriman transmisi serial dari pengirim ke penerima.

Mode serial membutuhkan sinkronisasi/penyesuaian yang berfungsi untuk :


Mengetahui bilamana sinyal yang diterimanya merupakan bit data (sinkronisasi bit) Mengetahui bilamana sinyal yang diterimanya membentuk sebuah karakter (sinkronisasi karakter)

Mengetahui bilamana sinyal yang diterimanya membentuk sebuah blok data (sinkronisasi blok)

Selanjutnya, pada transmisi serial dapat berbentuk dua jenis, yaitu transmisi serial sinkron (synchronous) dan transmisi serial asinkron (asynchronous). Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing jenis transmisi serial tersebut. Transmisi Serial Sinkron (Synchronous). TRANSMISI SERIAL SINKRON (SYNCHRONOUS)

Pada transmisi sinkron, sebelum terjadi komunikasi, diadakan sinkronisasi clock antara pengirim dan penerima. Data dikirim dalam satu blok data (disebut Frame) yang berisi bit2 Pembuka (preamble bit), bit data itu sendiri dan bit2 penutup postamble bit. Ditambahlan juga bit2 kontrol pada blok tersebut. 14

Variasi ukuran frame mulai 1500 byte sampai 4096 byte Dalam komunikasi sinkron, sbh line 56 kbps mampu membawa data sampai 7000 byte per detik

Contoh interface berbasis transmisi sinkron : Ethernet

Untuk setiap data yang dikirim terdiri dari: a. Bit-bit sincronisasi( flag) : yaitu bit 01111110 b. Bit Control : 16 bit untuk error detection c. bit data : s/d 10.000 bit d. bit control : 8 bit e.bit flag : yaitu 01111110, untuk tanda akhir

Character Oriented Frame : SYN 01111110 SYN 01111110 CONTROL 16 Bit Data Control s/d 10000 bit (12508 bit huruf)

Transmisi Serial Asinkron (Asynchronous)


Pada transmisi Asinkron, sebelum terjadi komunikasi, tidak diadakan sinkronisasi clock antara pengirim dan penerima Data dikirim per karakter dan masing2 karakter memiliki bit start (biasanya 0) dan bit stop (biasanya 1)

Start bit berfungsi utk menandakan adanya rangkaian bit karakter yang siap dicuplik. 15

Stop bit berfungsi utk melakukan proses menunggu karakter berikutnya

untuk setiap data yang dikirim terdiri : a. start bit : 1 buah bit, bit 0, sebagai tanda dimulainya pengiriman 1 buah data b. bit-bit data : jumlahnya tergantung sistem yang digunakan c. bit paritas : 1 buah bit, digunakan sebagai error detection - paritas ganjil atau genap d. stop bit : 1 buah bit, bit 1 sebagai tanda berakhirnya pengiriman 1 buah data. Contoh : He 0 1001000 1 1 0 01100101 1 1

DAFTAR PUSTAKA
http://www.chopersonal.com/2010/12/jenis-jenis-transmisi-transmisi-paralel.html

Blog.ud.ac.id/kodokbodo/file/2010/03/analog-vs-digital.jpeg

Ferbiantolumentut.blogspot.com/2011/07/perbedaan-dan-pengertian-sistem-analog

Dealucuw.blogspot.com/2008/07/perbedaan-teknologi-analog-dan-digital.html?m=1

Blog.ub.ac.id/dwintaayupramita/

Pandawa900.blogspot.com//2011/03/perbedaan-sistem-dijital-dan-sistem.html?m=1

16