Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

CASE 1.1 ENRON CORPORATION


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Auditing I Dosen: Prof. Dr. Hj. Ida Suraida, S.E., M.S., Ak. Ahmad Zakie Mubarrok, S.E.

Disusun oleh: Khairani Zahra S. N Felani Hayati Meiranty Juantika Miftahul Khairati Desmond P. Rizkita Rahminingtyas 120110070150 120110080002 120110080028 120110080037 120110080073 120110080110

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI AKUNTANSI BANDUNG 2011

PERNYATAAN AUTHORSHIP
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya. Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarism. Mata Kuliah Judul Makalah Tanggal Dosen : Auditing I : Case 1.1 Enron Corporation : 21 September 2011 : Prof. Dr. Hj. Ida Suraida, S.E., M.S., Ak. Ahmad Zakie Mubarrok, S.E.

Nama NPM

: Khairani Zahra S. N : 120110070150

Nama NPM

: Felani Hayati : 120110080002

Tandatangan :

Tandatangan :

Nama NPM

: Meiranty Juantika : 120110080028

Nama NPM

: Miftahul Khairati : 120110080037

Tandatangan :

Tandatangan :

Nama NPM

: Desmond P. : 120110080073

Nama NPM

: Rizkita Rahminingtyas : 120110080110

Tandatangan :

Tandatangan :

ENRON CORPORATION
THINK STRAIGHT, TALK STRAIGHT
Disiplin, kejujuran, dan kode etik kerja yang kuat merupakan 3 sifat yang ditanamkan oleh John dan Mary Andersen pada anak mereka. Menjadi yatim piatu sejak usia remaja, Andersen terpaksa bekerja penuh sebagai juru tulis surat dan mengikuti kelas malam supaya berhasil lulus sekolah menengah atas. Setelah lulus, Andersen memasuki Universitas Illinois sambil bekerja sebagai akuntan bagi Allis-Chalmers, perusahaan yang berbasis di Chicago yang bergerak di bidang manufaktur. Pada tahun 1908, Andersen menempati posisi di Price Waterhouse Chicago. Pada saat itu, Price Waterhouse yang berpusat di Inggris, mendapat kualifikasi sebagai kantor akuntan public yang paling menonjol di Amerika Serikat. Pada umur 23 tahun, Andersen menjadi pemilik gelar CPA termuda di Illinois. Kemudian bersama temannya, Clarence Delany, mendirikan firma dalam menyediakan jasa akuntasi, auditing, dan jasa yang berhubungan lainnya. Kemudian mereka berganti nama menjadi Andersen, Delany, and Co. Pada saat Delany memutuskan untuk berkarir sendiri, Andersen menamai firma nya menjadi Arthur Andersen & Company. Pada tahun 1915, Andersen mengalami dilema yang menjadi titik acu dalam karir profesionalnya. Dia harus mengaudit salah satu perusahaan kargo yang dimiliki dan mengoperasikan beberapa jenis komoditas pelabuhan yang berada di danau Michigan. Kemudian pada hasil laporan audit terhadap statement keuangannya, terdapat kapal karam dan Andersen bersikeras bahwa kliennya mengungkapkan kerugian atas kapal yang karam tersebut. Masalahnya pada saat itu tidak ada peraturan yang menjelaskan dalam laporan keuangan untuk melaporkan subjek subsequent event. Meskipun kurang puas dengan posisi hasil audit Andersen, kliennya tetap mengakuisisi dan melaporkan kerugian tersebut tetapi memuatnya didalam catatan kaki pada laporan keuangannya. Salah satu dilemma terbesar Andersen terjadi setelah dua dekade kasus kapal karam tersebut. Disini Andersen menjumpai masalah yang mirip dengan audit klien yang lebih besa, yang lebih menjanjikan dan lebih menghasilkan profit untuk firma nya. Andersen menjadi auditor independent untuk mengaudit perusahaan kimia raksasa yang bernama du Pont. Sebagai perusahaan yang ditunjuk sebagai auditor, beberapa tim audit dan eksekutif du Pont bertengkar dalam mendefinisi jalan perusahaan memperoleh pendapatan. Pihak du Pont bersikeras dengan definisi liberal nya, yakni dengan mendapatkan income termasuk pendapatan yang diperoleh dari investasi lainnya. Andersen

kemudian membawa masalah ini ke jalur damai dan memperdebatkan pada saat dia mendampingi bawahannya, tetapi pada saat itu pihak du Pont malah memecat dan menyewa auditor lainnya. Terdapat 2 moto hidup yang digunakan Andersen dalam membuat keputusan personal dan profesionalnya ; yakni Think Straight, Talk Straight. Maksudnya pada saat mengaudit Andersen kerap menggunakan kata-kata Talk Straight pada kliennya, agar pada saat mengaudit laporan keuangannya tidak terdapat kesalahan. Kemudian dia menjanjikan 100% integritas bahwa apa yang telah diceritakan kepada Andersen disalahgunakan. Sebagai akuntan muda professional, Andersen segera menyadari dan berusaha

mempertimbangkan pentingnya mengembangkan karir dalam sebuah perusahaan. Pada tahun 1930, Andersen merekrut klien yang berhubungan dengan jasa listrik. Pada tahun yang sama terjadi pula krisis besar di Amerika yang sebagai dampak akibatnya, Andersen bekerja secara personal dengan beberapa bank terbesar sehingga klien yang sedang mengontrak dia mempunyai keringanan dengan menganggarkan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sebelumnya diaudit oleh Andersen. Kemudian Andersen menjadi salah satu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, jujur, dan memiliki integritas. Kemudian Andersen berubah menjadi orang yang sangat disiplin. Dia menerbitkan beberapa buku dan memberi pidato sehubungan dengan akuntansi, auditing, dan standar etik dalam profesi akuntansi. Dia menilai dan mengadopsi sebuah pemikiran terhadap kebutuhan CPE (Continuing Professional Education) yang menyadari bahwa CPA membutuhkan CPE dalam menjaga perkembangan pengetahuan dunia bisnis yang secara langsung berdampak pada akuntansi dan praktek laporan keuangan. Arthur Andersen meninggal dunia pada tahun 1947 dan telah mempunyai kantor cabang di hampir setengah negara bagian di Amerika Serikat dan telah mempekerjakan lebih dari 1000 akuntan. Sebagai penerus dan teman dekat, Leonard Spacek diangkat sebagai Chief Executive Officer, meskipun Leonard dianggap sebagai seorang auditor yang kurang professional. Pada akhir 1950, profesi akuntansi membuat APB (Accounting Principle Board). Dalam rangka melengkapi ilmu akuntansi yang terus berkembang dan mengembangkan standar akuntansi terbaru. APB kemudian diganti menjadi FASB (Financial Accounting Standard Board) pada tahun 1973, yang kemudian diteruskan Leonard Spacek yang mengemukakan bahwa kebutuhan firma professional dalam mempunyai karyawan yang berhasrat untuk mengembangkan pendidikan mereka seiring dengan perkembangan karir mereka. Kemudian pada saat kepemimpinan Spacek, Anderson and Co. mendirikan universitas swasta terbesar yang berlokasi di Saint Charles, Illinois, yang tidak jauh dari tempat kelahiran Arthur Andersen.

THE WORLDS GREATEST COMPANY


Northern Natural Gas company didirikan di Omaha, Nebraska, tahun 1930. Sedangkan Lonestar Gas Corporation merupakan investor utama dalam penyaluran gas alam di daerah Texas. Perusahaan ini mempunyai masalah utama yakni home explotion dan pada akhirnya akibat adanya krisis besar dan semakin berkurangnya pendapatan atas penjualan gas alam dan cutomer Lonestar beralih menjadi cuwtomer Northern. Dengan kapabilitas pekerja yang besar dan lapangan kerja yang masih sedikit akibat krisis, menjadikan Northern dapat mengembangkan jaringan saluran pipa dalam mendistribusikan gas alam ke pasar perumahan dan industri. Pada tahun 1970, Northern menjadi investor utama dalam mengembangkan saluran pipa di Alaska. Tahun 1980, Northern mengganti nama menjadi Internorth Inc. Beberapa tahun kemudian, manajemen perusahaan memperluas cakupan operasinya dengan berinvestasi diluar wilayah industry gas alam, termasuk; eksplorasi minyak, kimia, pertambangan, dan bahan bakar minyak. Pada tahun 1985 Internorth mengakuisisi Houston Natural Gas Company seharga 2,3 milyar dollar yang mengontrol 40ribu mil jaringan saluran gas alam dan mendapatkan tujuan jangka panjang menjadi perusahaan gas alam terbesar di Amerika Serikat. Pada 1986, Internorth mengganti nama menjadi Enron Kenneth Lay, yang sebelumnya menjabat sebagai Chairman of Houston Natural Gas, ditunjuk sebagai top executive Enron yang berkantor cabang di Houston, Texas. Kemudian Lay dengan cepat mengadopsi strategi pengembangan bisnis dan kebijakan manajemen dari perusahaan Internorth serta langsung menyewa Jeffrey Skilling sebagai salah satu kepala kantor cabang top. Selama tahun 90an, Skilling mengembangkan dan menerapkan rencana untuk mengubah Enron dari supplier gas alam konvensional menjadi perusahaan energy trading yang melayani antara produsen dari penghasil energy, yakni perusahaan gas alam dan kelistrikan sampai pada pengguna terakhir. Pada tahun 2001, Skilling mengasumsikan posisi Lay sebagai CEO dari Enron meskipun Lay hanya mendapat gelar Chairman of Award. Dalam laporan keuangan Enron tahun 2000, Lay dan Skilling menjelaskan metamorphosis terhadap perusahaan Enron yang telah berkembang selama 15 tahun terakhir. Pada laporan keuangan Enron tahun 2000, mendiskusikan 4 jalur prinsip. Yang pertama ; penjualan jasa energy, e-commerce, Enron Transportation Service, dan Enron Broadband Service. Posisi Lay sebagai CEO dari perusahaan ketujuh terbesar memberikannya akses langsung kepada bagian politik dan pemerintah. Pada 2001, Lay ikut andil dalam pemilu Presiden Amerika George W. Bush. Pada Juni 2001, Skilling menjadi CEO nomer 1 di negara itu, dan Enron menjadi perusahaan paling inovatif di Amerika. Pada taun 1999, majalah CFO

mempersembahkan Fastow the Excellence Awrad untuk manajemen struktur modal untuk kerjaan pelopor dalam tekhnik keuangan yang unik. Selama masa jabatannya di Enron, Kenneth Lay dan Jeffrey Skilling melanjutkan fokusnya terhadap peningkatan hasil operasi perusahaan mereka. Dalam laporan keuangan Enron pada tahun 2000 para pemegang saham Lay dan Skilling menuliskan bahwa Enron menitik focuskan pada earning per share dan Enron berharap untuk melanjutkan performa earnings yang kuat tujuan penting yang lain dari top executive Enron pada waktu itu adalah meningkatkan perusahaan mereka di bisnis dunia. Pada pidatonya di bulan Januari 2001, Lay mengungkapakan tujuan terpentingnya untuk Enron adalah menjadi Perusahaan terbesar di dunia. Seiring meningkatnya pendapatan dan keuntungan Enron para top executive sering merasa bersalah kepada degree of chutzpah. Pada khususnya Skilling dikenal sebagai pribadi yang kurang baik, tidak menyenangkan dalam mengomentari dan mengkritik pesaing bisnisnya. Selama krisis yang melanda Industri peralatan elektronik di California di tahun 2001, sejumlah executive perusahaan yang terpilih mengkritik Enron dan menduga Enron telah mengumpulkan

keeuntungan dengan menjual listrik pada harga inflasi kepada Golden State. Skilling dengan mudah menghapus kritik tersebut. Dalam pidatonya pada Major Business Convention, Skilling bertanya kepada halayak Apakah mereka tau perbedaan antara Negara bagian California dan Titanic?. Setelah keheningan sejenak Skilling memberikan pernyataan: Setidaknya pada saat Titanoc tenggelam lampunya tetap dalam keadaan menyala Sayangnya bagi Lay, Skilling, Fastow dan ribuan pegawai serta pemegang saham Enron, Lay dianggap gagal mencapai tujuannya dalam menciptakan Perusahaan Terbesar di Dunia. Dalam beberapa bulan selama 2001 Enron terpecah dengan cukup cepat. Kebangkrutan Enron secara tiba2 membuat investor dari seluruh penjuru negara panik, mengarah pada kolom di News Week dilaporkan bahwa itu adalah krisis terbesar yang dialami oleh para investor sejak 1929. Masalah keuangan enron yang mengerikan ini dipicu oleh pengungkapan masyarakat atas keputusan laporan keuangan dan akuntansi yang dipertanyakan yang dibuat oleh para akuntan perusahaan. Keputusan itu telah diulas, dianalisa dan akhirnya di terima Andersen yang menjadi auditor independent perusahaan.

DEBIT, CREDIT, AND ENRON


Selama 2001, harga saham Enron menurun drastis. Secara umum executive Enron menyalahkan turunnya harga saham perusahaan pada jatuhnya harga gas alam. Perhatian tertuju pada potensi pasar elektronik jangka panjang seperti Enron online dan kelemahan ekonomi nasional secara menyeluruh. Pada pertengahan Oktober 2001, harga saham menurun dari sekitar $80/lembar menjadi $30/lembar.

Pada 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan laporan keuangan perempat bulanan pada kuarter ke-3 pada tahun 2001. Laporan itu mengungkapan bahwa perusahaan telah mengalami kerugian yang besar selama caturwulan tersebut. Bahkan lebih bermasalah lagi terdapat pengurangan sebesar $1,2 Miliar secara misterius dalam Enrons Equity and Asset yang telah ditutup setelah diumumkan. Dalam laporan tersebut dihasilkan bukti transaksi sebelumnya termasuk penukaran saham Enron untuk menjadi Notes Receivable. Di situ tertera bahwa enron membutuhkan Notes Receivable dari pihak ketiga yang terlibat dalam investasi terbatas yang disponsori oleh perushaan. Staff akuntansi Enron dan auditor Andersen menyimpulkan bahwa Notes Receivable tidak seharusnya dilaporkan dalam bagian asset dalam neraca perusahaan tetapi lebih baik untuk mengurangi modal kepemilikan. 16 Oktober 2001, pers mengumumkan jatuhnya harga saham enron, 3 minggu kemudian Enron mengubah pernyataan pendapatan yang dilaporkan dalam 5 tahun sebelumnya, yaitu menghapus sekitar $600 juta keuntungan perusahaan. Perubahan pernyataan tersebut terbukti menjadi kebangkrutan secara perlahan bagi Enron. Pada tanggal 2 Desember 2001, tekanan yang terus menerus dari kreditor, tertunda, dan ancaman litigasi dari perusahaan, investigasi dari satuan hukum memaksa Enron menghadapi kata bangkrut. Setelah menjadi perusahaan negara terbesar, Enron juga menjadi perusahaan nasional terbesar yang bangkrut dalam sejarah Amerika. Dengan total kerugian mencapai $60 miliar. Skeptic dalam pendanaan komunitas yang dispekulasi terhadap laporan pendapatan tahun 2001 mengindikasikan bahwa performance keuangan perusahaan pada tahun 1990 dan 2000 mengalami kejomplangan. Yakni berita hoax yang disutradarai manajemen perusahaan dengan bantuan dari tim kreatif akuntan. Pada saat sebuah surat yang dikirimkan oleh akuntan Enron kepada Kenneth Lay bulan agustus 2001, isi dari surat tersebut diterbitkan di website terkenal dan diambil oleh banyak kuota dari berbagai pihak orang diseluruh negeri. Terdapat 2 kunci utama yang dapat disimpulkan dari surat tersebut. Pertama, pada saat itu jabatan Watkins adalah VicePresident tetapi dulunya dia merupakan seorang akuntan yang pernah bekerja sama dengan Anderson, Enrons audit firm. Yang kedua, yang terjadi dan tidak diharapkan adalah pengunduran diri dari Jeffrey Skilling sebagai Enrons CEO setelah melayani kapasitas tersebut hanya untuk 6 bulan yang meyakinkan Watkins menulis surat kepada Lay. Pada saat Watkins menawarkan untuk memperlihatkan dokumen individu yang mengidentifikasi masalah signifikan dalam keputusan akuntansi yang telah dibuat oleh Enrons. Komentar Watkins adalah lebih baik saya tidak melihat laporan itu.

Watkins sudah terbiasa dengan pola pengambilan akuntansi terhadap perusahaan besar dan kompleks yang melibatkan Enrons dan lusinan partner yang dibuat oleh perusaahan itu sendiri. Partnership tersebut dikenal dengan nama SPE (special propose entities ). SPEs tersebut merupakan sebagai pihak eksekutif Enrons yang dikenal dengan nama : Braveheart, Rawhide, Raptor,Condor, dan Talon. Andrew Fastow sebagai CFO Enrons terlibat dalam proses pembuatan dan pengoperasian beberapa SPEs yang menamakan bagian SPEs nya dengan nama ketiga anaknya. Pada tahun 1990 ratusan perusahaan besar mulai mengadopsi dan memberlakukan sistem SPEs dengan tujuan mendanai akuisisi dari sebuah asset atau sumbangan dari proyek konstruksi atau terkait aktifitas lainnya. Sayangnya motivasi tersebut dengan membuat SPEs lebih terlihat kearah penghindaran hutang. Yang membuktikan SPEs menyediakan perusahaan besar dengan mekanisme yang mendanai berbagai tujuan dengan tidak membutuhkan penulisan pelaporan hutang pada kolom neraca. SEC dan FASB telah berdebat dengan penerbitan pendanaan yang dilakukan oleh SPEs meskipun SEC dan FASB menuliskan panduan penulisan laporan keuangan perusahaan dan akuntannya harus mengikuti prosedur tersebut pada SPEs. Panduan yang paling penting terhadap proses implementasi SPE adalah peranan 3%, membuktikan controversial yang sangat parah. Peraturan ini mengijinkan perusahaan untuk mengabaikan SPE asset dan hutang dari laporan keuangan konsolidasi selama pihak independen dari perusahaan menyediakan minimum 3% dari modal SPE. 3% tersebut merupakan permulaan dalam pencapain tehnik minimum dan maksimum pada prakteknya. Dari 3% tersebut 97% sisanya dikontribusikan dengan pinjaman dari pihak eksternal, pinjaman yang tersusun dan penjaminan dari perusahaan yang menjamin SPEs. Banyak kritikan yang dituduhkan terhadap peraturan 3% akan mengurangi prinsip fundamental dalam profesi akuntansi yang mengkonsolidasi laporan keuangan seharusnya disiapkan untuk seluruh control melalui group kepemilikan. terdapat presumsi terhadap penggabungan laporan keuangan yang lebih berarti daripada laporan keuangan yang terpisah-pisah dan mereka biasanya melakukan persentasi yang jujur pada saat salah satu perusahaan dalam group langsung atau tidak langsung mengontrol pendanaan bunga dari perusahaan lain. Setelah tahun 1990 banyak perusahaan yang mengambil keuntungan dari hukum minimal dan pengarahan akuntansi terhadap SPEs untuk mengalihkan banyaknya hutang mereka dan untuk neraca perusahaan. Enrons yang telah dibuat oleh ratusan SPEs merupakan salah satu perusahaan yang tidak dibatasi berapa banyak SPEs untuk mendanai perusahaan dalam banyak kasus, Enrons menggunakan

SPEs untuk tujuan dalam mendownload asset yang kurang menonjol dari laporan keuangan kepada laporan keuangan terkait tetapi yang belum digabungkan oleh seluruh perusahaan. Sebagai contoh Enrons akan mengatur pihak ketiga untuk menginvestasikan minimum 3% modal yang dibutuhkan didalam SPEs kemudian menjual asset tersebut kepada SPEs, 3% modal yang dibutuhkan didalam SPE dan menjual kembali asset tersebut kepada SPEs. SPE akan mendanai pembelian dengan menjaminkan saham Enrons. Ketidaktutupan tersebut oleh persetujuan yang dibuat Enrons dengan nominal dari SPEs membatasi individu yang akan mengalami kerugian pada saat investasi mereka yang nyatanya mengaransikan, menjamin mereka kepada profit yang setara. Setelah cukup bermasalah Enrons sering menjual asset dengan harga inflasi kepada pihak SPEs yang mengijinkan untuk menggunakan tipu muslihat akuntansi pada perusahaan. Keterpurukan terhadap seluruh bisnis Enrons, akuntansi, laporan keuangan melaporkan dengan pers bisnis pada awal tahun 2002 menimbulkan konflik kemarahan dan kritikan langsung terhadap Enrons eksekutif; Kenneth Lay, Jeffrey Skilling dan Andrew Fastow. Kedua orang Kenneth Lay dan Andrew Fastow melindungi diri mereka dengan 5 amandemen hak yang berkaitan dengan self-incrimination pada saat ditanya sebelum kongres yang digelar tahun 2002 . tetapi Jeffrey skilling tidak demikian, dia malah mengasumsikan dan menyatakan bahwa dirinya bukan Akuntan yakni pernyataan pembelaan dalam eksekutif laporan keuangan dalam perusahaan dan akuntannya adalah yang paling bertanggungjawab terhadap laporan keuangan. Pihak ini menandakan bahwa Anderson secara tidak langsung menjelaskan bahwa mengapa Audit mereka yang dilakukan terhadap Enrons mengalami kegagalan dalam menghasilkan laporan keuangan audit yang tidak transparan, tidak dapat dipercaya, laporan keuangan yang dibuat untuk perusahaan sendiri. Secara khusus kritik tersebut yang diminta oleh Anderson menjelaskan bahwa masih mungkin dalam menyajikan opini audit yang tidak kualified terhadap keuangan Enrons dalam 15 tahun yang dipimpin oleh firma Audit independen perusahaannya sendiri.

SAY IT AINT SO JOE


Joseph Berardino menjadi CEO Andersen sesaat sebelum kecaman seputar kebangkrutan Enron, beberapa bulan sebelum Leonard Spacek mengakhiri karirnya di Andersen. Sepanjang sejarahnya, perusahaan Andersen memiliki kebijakan mengeluarkan satu suara, yaitu suara CEO. Sehingga, semua tuduhan yang ditujukan pada Andersen termasuk kejatuhan Enron ditimpakan pada Berardino, meskipun dia tidak termasuk bagian dalam pengambilan keputusan yang dibuat selama audit atas Enron.

Salah satu pertanyaan umum yang ditujukan pada Berardino adalah apakah perusahaan Andersen menyadari dugaan Sherron Watkins yang dibuat sepanjang Agustus 2001 dan bagaimana Andersen menanggapi dugaan ini. Faktanya, perwakilan Andersen menyadari bahwa kondisi keuangan Enron memburuk dan melibatkan diri untuk membantu mengatasi kasus ini, termasuk upaya membantu pejabat Enron dalam restrukturisasi tertentu SPE perusahaan sehingga mereka bisa terus untuk memenuhi syarat sebagai entitas terkonsolidasi. Laporan pers berikutnya mengungkapkan bahwa di Februari 2001, frustrasi atas sifat agresif akuntansi dan keputusan pelaporan keuangan Enron menyebabkan beberapa pejabat Andersen menyarankan untuk memutuskan perusahaan sebagai klien audit. 12 Desember 2001, Berardino mengakui bahwa anggota audit Enron telah melakukan kesalahan analisis terhadap transaksi SPE tahun 1999. Ketika menemukan kesalahan ini, Andersen segera memberitahu direksi Enron dan memintanya untuk mengoreksi hal tersebut. Sekitar 20% dari pernyataan kembali $600 juta prior earnings yang diumumkan Enron pada 8 November 2001 terjadi pada item ini. Berardino juga menjelaskan bahwa auditor Andersen memiliki keterlibatan yang kecil pada transaksi yang menyebabkan penurunan $1,2 Milyar owners equity yang dilaporkan pada 16 Oktober 2001. Pernyataan Berardino tidak mampu meredam kritik terhadap Andersen. Bahkan beberapa bulan berikutnya, Berardino masih melakukan pembelaan terhadap Andersen dari berbagai tuduhan. Di antara pihak-pihak yang paling kritis terhadap keterlibatan Andersen dalam kebijakan akuntansi dan pelaporan keuangan Enron untuk transaksi SPE adalah mantan SEC Chief Accountant Lynn Turner. Sepanjang masa jabatannya di SEC pada tahun 1990-an, Turner berpartisipasi dalam investigasi agen pemerintah atas audit yang dilakukan oleh Andersen terhadap Waste Management Inc. Investigasi mencapai titik puncaknya dalam pemberian sanksi terhadap beberapa auditor Andersen dan pernyataan ulang sebesar $1,4 miliar atas laporan keuangan Waste manajemen,

penyajian kembali akuntansi terbesar dalam sejarah AS. Andersen akhirnya membayar denda $75 juta untuk penyelesaian masalah hukum lain yang serupa dan membayar denda $7 juta menyelesaikan tuntutan terhadap perusahaan oleh SEC. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Turner menyatakan bahwa tuduhan kinerja audit yang buruk yang dialami Andersen sehubungan dengan audit atas Waste Management, Sunbeam, Enron, dan klien lainnya memang pantas. Turner membandingkan masalah Andersen dengan kasus yang dialamai Coopers & Lybrand beberapa tahun sebelumnya. Menurut Turner, serangkaian "blown audit" adalah sumber masalah Cooper. "Kami mendapat pukulan dan tekanan yang sangat besar. Orang-orang untuk

bahkan tidak ingin melihat kami di depan pintu rumah mereka. Itu brutal, tapi kami layak mendapatkannya. kami terlibat dalam membuat penilaian bisnis perusahaan." Jelas, peran auditor independen tidak termasuk "membuat pertimbangan bisnis" untuk klien mereka. Sebaliknya, auditor memiliki tanggung jawab untuk memberikan sudut pandang obyektif tentang akuntansi dan keputusan yang tepat bagi penilaian laporan keuangan. Hal yang paling memalukan bagi Berardino dan koleganya di Andersen adalah terbongkarnya usaha dari kantor Houston untuk memecah belah dokumen yang terkait audit atas Enron. Pada awal Januari 2002, pejabat Andersen memberitahu penyelidik federal bahwa personil di kantor Houston telah "menghancurkan sejumlah dokumen yang signifikan yang berkaitan dengan perusahaan dan keuangan Enron. Kejadian tersebut segera menyebabkan banyak kritikus yang menunjukkan bahwa Andersens Houston berniat untuk mencegah pihak penegak hukum memperoleh bukti potensial yang dapat memberatkan keterlibatan Andersen di kebangkrutan Enron. Senator Joseph Lieberman

memperingatkan bahwa upaya untuk membuang dokumen terkait Enron akan menjadi masalah bagi Andersen. Rentetan kritik yang diarahkan pada Andersen terus berlanjut selama bulan-bulan sepanjang awal 2002. Ironisnya, beberapa kritik yang diarahkan pada Andersen dilakukan oleh manajemen puncak Enron. Pada 17 Januari 2002, Kenneth Lay mengeluarkan siaran pers bahwa perusahaannya telah memutuskan untuk melepaskan Andersen sebagai perusahaan audit independennya. Melewati tekanan yang diterima Andersen atas kebangkrutan Enron, Joseph Berradino

menekankan berulang kali bahwa keputusan bisnis yang buruklah, yang bertanggung jawab atas jatuhnya Enron dan kerugian besar yang dialami investor, kreditor, dan pihak lain, bukan kesalahan dari Andersen." Pernyataan ini gagal untuk menarik simpati publik terhadap Andersen. Bahkan redaksi Accounting Today, salah satu publikasi proffession akuntansi terkemuka, tidak tergerak oleh pernyataan terus-menerus Berradino bahwa perusahaannya tidak bertanggung jawab atas kegagalan Enron. Jika Anda menerima audit dan menerima bayaran, maka bersiaplah untuk menerima kesalahan. Jika tidak, anda bukan bagian dari solusi melainkan bagian dari masalah."

EPILOGUE
Akhir 2001, The New York Times melaporkan bahwa tahun ini adalah tahun terburuk Andersen. Awal 2002, Andersen menghadapi kritik pedas dan menerima tuntutan hukum dari stcokholder dan kreditor Enron.

Maret 2002, tanpa diduga Joseph Berardino mengundurkan diri sebagai CEO Andersen setelah gagal menegosiasikan penggabungan Andersen dengan salah satu dari perusahaan Lima Besar KAP lainnya. Selama beberapa minggu berikutnya, puluhan klien Andersen memutuskan kerjasama dengan Andersen. Kehilangan klien tersebut memaksa Andersen untuk memberhentikan lebih dari 25 persen tenaga kerjanya pada pertengahan April. Setelah PHK itu diumumkan, US Justice Departement mengungkapkan bahwa David Duncan, mantan partner Audit Enron, telah mengaku bersalah atas upayanya menghalang-halangi proses hukum dan setuju untuk bersaksi melawan Andersen. Kesaksian Duncan berarti lonceng kematian bagi Andersen. Pada Juni 2002, hakim federal menemukan perusahaan bersalah. Meskipun Andersen mengumumkan niatnya untuk mengajukan banding, putusan pengadilan memaksa perusahaan untuk mengakhiri hubungan dengan kliennya, yang secara efektif mengakhiri sejarah Andersen yang panjang dan membanggakan dalam profesi akuntansi AS. Kasus Enron ini, tidak hanya berdampak pada Andersen, mitra dan karyawannya, tetapi juga mencemari nama baik hampir seluruh profesi akuntansi. Sebuah rekomendasi dibuat untuk memperkuat fungsi audit independen dan untuk meningkatkan praktek akuntansi dan pelaporan keuangan. Rekomendasi ini berkisar dari berbagai proposal yang telah dipertimbangkan secara serius di masa lalu, termasuk membatasi jenis pelayanan konsultasi akuntansi perusahaan yang dapat diberikan kepada klien audit mereka. Tahun 2002, mantan ketua SEC Richard Breeden menyarankan akuntan dan auditor untuk mengadopsi aturan sederhana seputar kegiatan analisis, pencatatan, dan pelaporan transaksi, berdasarkan apakah transaksi tersebut merupakan new economy atau old economy. Ketika kamu melakukannya, hasilnya akan merefleksikan realitas yang ada dengan lebih wajar. Rekomendasi Breeden terlihat sebagai pernyataan kembali dari motto Arthur E. Andersen Think Straight, talk straight. Andersen dan kolega memaksa kliennya untuk menerapkan standar integritas yang tinggi ketika menyiapkan laporan keuangan. Berardino mengatakan bahwa Andersen tidak punya kekuatan untuk memaksa perusahaan mengungkapkan risiko tersembunyi dan kerugian SPE. Kliennya mengatakan: Tidak ada keperluan untuk mengungkapkan risiko tersebut dan Andersen tidak bisa memaksa klien untuk mengikuti standar yang tinggi. Faktanya, meskipun Arthur Edward Andersen tidak memiliki kekuatan itu namun Mr. Andersen bisa menyuruh kliennya untuk segera mencari perusahaan audit yang lain.