Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Nervus Radialis : 1.

Siku difleksikan dengan membentuk sudut 90 , cek : apakah ada drop wrist, nilai apakah ada atrofi otot-otot lengan bawah, dan atrofi otot triceps. 2. Tes extensor : Siku tetap difleksikan membentuk sudut 90 lengan bawah pronasi, lalu ekstensikan jari-jari dan pergelangan tangan. 3. Tes supinator : Tangan kiri pemeriksa menahan siku pasien, tangan kanan pemeriksa memegang tangan pasien seperti berjabat tangan, lalu di coba untuk men-supinasi lengan bawah dengan tangan kiri pemeriksa sebagai tahanannya. 4. Tes brachio-radialis : Posisi tangan kiri pemeriksa seperti diatas, tangan kanannya dipergelangan tangan pasien. Lengan bawah difleksikan tetep dengan posisi pronasi. Lihat dan rasakan kontraksi otot. 5. Test triceps : Ekstensikan lengan atas pasien, tangan kiri pemeriksa sebagai penahanannya. Tangan kanan pemeriksa dipergelangan tangan pasien dan mencoba untuk mengekstensikan lengan bawah dengan menarik lengan bawah pasien ke arah lateral. 6. Tes sensorik : goreskan lidi/ jarum di punggung ibu jari. Pemeriksaan Nervus Ulnaris : 1. Abduksi jari kelingking 2. Nilai apakah ada atrofi otot hipotenar. 3. Cek apakah ada ulnar claw hand dengan memfleksikan jari manis dan kelingking secara bersamaan. 4. Tangan pasien diluruskan, nilai apakah ada cubiti valrus/ vagus oleh karena fraktur, dan nilai apakah ada atrofi otot-otot medial lengan bawah. 5. Tangan kiri pemeriksa memegang pergelangan tangan pasien lalu siku difleksikan dan diekstensikan secara bergantian dan tangan kanan pemeriksa diletakkan di siku pasien, raba jika n. Ulnaris teraba lebih dari medial epicondylus traumatic ulnar neuritis. 6. Interossei : Meminta pasien untuk menjepit kertas yang diletakkan diantara jari manis dan kelingkingnya. Jari2 harus benar2 ekstensi. 7. First dorsal interossei : telapak tangan pasien dlm posisi pronasi. Jari pemeriksa berusaha mengabduksi telunjuk pasien dan pasien berusaha untuk menahan, sebaliknya saat pemeriksa berusaha untuk mengadduksi telunjuk pasien, pasien juga berusaha untuk menahan dari arah berlawanan. 8. Abductor digiti minimi : sama seperti diatas hanya dilakukan di kelingking pasien.

9. Adductor pollicis : meminta pasien untuk menjepit kertas yang diletakkan diantara ibu jari dan telunjuknya. 10. Flexor carpi ulnaris : Pergelangan tangan pasien pada posisi fleksi lalu meminta pasien untuk melakukan tahanan saat tangan pemeriksa mencoba untuk mengekstensikan pergelangan tangan pasien. Rasakan kontraksi dari tendonnya. Tangan diletakkan di tempat yang datar dengan posisi supinasi lalu meminta pasien untuk melakukan tahanan saat pemeriksa mengabduksi/ mengadduksi kelingking dan jari manis pasien. Rasakan kontraksi tendonnya.

11. Tes sensorik : goreskan lidi/ jarum di kelingking dan jari manis pasien.

Pemeriksaan Nervus Medianus : 1. Nilai apakah ada atrofi otot- otot tenar. 2. Pergelangan tangan pasien pada posisi fleksi, pemeriksa berusaha mengekstensikan dan pasien menahannya. Raba nervusnya diantara flexor carpi radialis longus dan palmaris longus. 3. Abductor pollicis brevis : Meminta pasien untuk melakukan abduksi dan adduksi ibu jari secara bergantian. 4. Flexor pollicis longus& flexor digitorum profundus : meminta pasien untuk mengekstensi dan memfleksikan ruas pertama ibu jarinya. 5. Pronator teres : ekstensikan tangan pasien, tangan kiri pemeriksa di siku pasien, tangan kanan pemeriksa menjabat tangan pasien lalu lakukan pronasi. 6. Tes sensorik : goreskan lidi/ jarum di telapak tangan ( ibu jari, telunjuk, jari tengah dan medial jari manis). NB: teman, kalo ada yang bingung langsung tanya ke diman ya!hohoho...