Anda di halaman 1dari 75

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

PENDAHULUAN
Setelah saudara mempelajari tatalaksana balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun, maka pada modul ini akan dibahas manajemen terpadu bayi muda. Dimaksudkan dengan bayi muda adalah bayi yang berumur kurang dari 2 bulan. Bayi muda mudah sekali menjadi sakit, cepat menjadi berat dan serius bahkan meninggal, terutama pada satu minggu pertama kehidupan bayi. Pada kesempatan ini, saudara akan mempelajari cara memberi pelayanan pada bayi muda umur kurang dari 2 bulan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Penyakit yang terjadi pada 1 minggu pertama kehidupan bayi hampir selalu terkait dengan masa kehamilan dan persalinan. Keadaan tersebut merupakan karakteristik khusus yang harus dipertimbangkan pada saat membuat klasifikasi penyakit. Pada bayi yang lebih tua, pola penyakitnya sudah merupakan campuran dengan pola penyakit pada anak. Sebagian besar ibu mempunyai kebiasaan untuk tidak membawa bayi muda ke fasilitas kesehatan. Guna mengantisipasi kondisi tersebut, program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) memberikan pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir melalui kunjungan rumah oleh petugas kesehatan. Melalui kegiatan ini, bayi baru lahir dapat dipantau kesehatannya dan dideteksi secara dini. Jika ditemukan masalah, petugas kesehatan dapat menasihati dan mengajari ibu untuk melakukan asuhan dasar bayi muda di rumah, bila perlu merujuk bayi segera. Proses penanganan bayi muda tidak jauh berbeda dengan yang telah saudara pelajari untuk menangani balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun. Beberapa hal yang telah saudara pelajari dalam menangani balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun berguna untuk bayi muda. Semua langkah terdapat pada bagan, yang terdiri dari: Penilaian dan Klasifikasi Tindakan dan Pengobatan Konseling bagi ibu Pelayanan Tindak lanjut Dalam pendekatan MTBS tersedia Formulir Pencatatan untuk Bayi Muda dan untuk kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun. Kedua formulir pencatatan ini mempunyai cara pengisian yang sama.

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

TUJUAN PEMBELAJARAN
Modul ini akan menjelaskan dan memberi kesempatan kepada saudara untuk mempraktekkan keterampilan berikut ini : Menanyakan kepada ibu mengenai masalah yang dihadapi bayi muda. Memeriksa dan mengklasifikasikan untuk: - Kemungkinan Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri Berat. - Diare - Ikterus - Kemungkinan berat badan rendah - Masalah pemberian ASI. Menentukan status imunisasi . Menilai masalah/ keluhan lain pada bayi muda maupun ibu. Menentukan tindakan dan memberi pengobatan . Melakukan konseling bagi ibu. Memberikan pelayanan tindak lanjut pada bayi muda (dalam modul Tindak lanjut)

1.0. PENILAIAN DAN KLASIFIKASI KURANG DARI 2 BULAN

BAYI

MUDA

UMUR

Tanyakan kepada ibu mengenai masalah bayinya. Tentukan apakah kunjungan ini merupakan kunjungan pertama atau kunjungan ulang untuk masalah yang sama. Jika merupakan kunjungan pertama, ikuti langkah pemeriksaan berikut : Periksa semua bayi muda untuk KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI. Selanjutnya buatlah klasifikasi berdasarkan tanda/gejala yang ditemukan. Tanyakan kepada ibu apakah bayi DIARE. Jika diare, periksa tanda/gejala yang terkait. Klasifikasikan bayi muda untuk DEHIDRASI-nya. Periksa semua bayi muda untuk IKTERUS dan klasifikasikan berdasarkan gejala yang ada. Periksa juga semua bayi muda untuk KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI. Selanjutnya klasifikasikan bayi muda berdasarkan tanda/gejala yang ditemukan. Tanyakan kepada ibu mengenai IMUNISASI. Tentukan status imunisasi bayi muda. Tanyakan kepada ibu masalah lain seperti KELAINAN KONGENITAL, TRAUMA LAHIR, PERDARAHAN TALI PUSAT. Tanyakan kepada ibu keluhan/masalah ibu yang terkait dengan kesehatan bayinya.

Jika bayi muda membutuhkan RUJUKAN SEGERA, lanjutkan pemeriksaan secara cepat. Tidak perlu melakukan penilaian pemberian ASI karena akan memperlambat rujukan.

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

1.1. MEMERIKSA DAN MENGKLASIFIKASIKAN UNTUK KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI.
Infeksi pada bayi muda dapat terjadi secara sistemik atau lokal. Infeksi sistemik gejalanya tidak terlalu khas, umumnya menggambarkan gangguan fungsi sistem organ seperti : gangguan kesadaran sampai kejang, gangguan napas, bayi malas minum, tidak bisa minum atau muntah, diare, demam atau hipotermia. Pada infeksi lokal biasanya bagian yang terinfeksi teraba panas, bengkak, merah. Infeksi lokal yang sering terjadi pada bayi muda adalah infeksi pada tali pusat, kulit, mata dan telinga. Saudara harus membuka pakaian dan memeriksa seluruh badan bayi. Jika bayi terbangun, sekaligus saudara dapat menentukan tingkat kesadarannya. Amati gerakan tangan dan kakinya. Selanjutnya saudara akan mempelajari cara mengklasifikasikan kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri. Sebelumnya akan dipelajari dulu cara memeriksa kejang, gangguan napas dan hipotermia. 1.1.1. Memeriksa Apakah Bayi Tidak Bisa Minum atau Memuntahkan Semuanya. Bayi menunjukan tanda tidak bisa minum atau menyusu jika bayi terlalu lemah untuk minum atau tidak bisa mengisap/menelan apabila diberi minum atau disusui. Bayi mempunyai tanda memuntahkan semuanya jika bayi sama sekali tidak dapat menelan apapun. Semua cairan atau makanan yang masuk akan keluar lagi. 1.1.2. Memeriksa Gejala Kejang. Pemeriksaan ini dilakukan pada semua bayi muda ketika saudara melakukan kunjungan rumah atau bayi muda datang ke klinik saudara. Kejang merupakan gejala kelainan susunan saraf pusat dan merupakan keadaan darurat. Kejang pada bayi muda umur 2 hari berhubungan dengan asfiksia, trauma lahir dan kelainan bawaan, sedangkan kejang pada umur > 2 hari dikaitkan dengan tetanus neonatorum, infeksi dan kelainan metabolik seperti kurangnya kadar gula darah. Pada bayi kurang bulan, kejang lebih sering disebabkan oleh perdarahan intrakranial. Di Indonesia, kejang pada bayi muda sering disebabkan oleh tetanus neonatorum, sepsis, meningitis, ensefalitis, perdarahan otak dan akibat cacat bawaan. Tanda/gejala klinis kejang pada bayi muda sangat bervariasi bahkan kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Meskipun demikian, jika saudara menjumpai gejala/gerakan yang tidak biasa, terjadi secara berulangulang dan periodik, saudara harus memikirkan kemungkinan bayi kejang.
3
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

TANYA : Adakah riwayat kejang? Ajukan pertanyaan ini pada ibu. Riwayat kejang pada episode sakit ini, kadang sulit diketahui. Jika ibu mengatakan bayinya kejang atau ada gerakan yang tidak biasa, pikirkan kemungkinan bayi kejang. Gunakan istilah lokal yang mudah dimengerti ibu. LIHAT : Apakah bayi tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun? Tremor atau gemetar adalah gerakan halus yang konstan. Tremor disertai kesadaran menurun, menunjukkan kemungkinan bayi kejang. Tremor tanpa kesadaran menurun biasanya disebabkan oleh kadar gula darah turun. Kesadaran menurun dapat dinilai pada saat membuka pakaian bayi. Jika bayi sadar, ia akan bangun ketika saudara membuka pakaiannya. Jika bayi tidak sadar, ia tidak dapat dibangunkan atau tidak bereaksi ketika disentuh. DENGAR : Apakah bayi menangis melengking tiba-tiba? Bayi menangis tiba-tiba dengan nada tinggi/melengking dan terus menerus menunjukkan ada proses tekanan intra kranial yang meninggi atau kerusakan susunan saraf pusat lainnya. LIHAT : Apakah ada gerakan yang tidak terkendali? Gerakan tidak terkendali dapat berupa gerakan berulang-ulang pada mulut seperti menguap, mengunyah atau mengisap, pada mata seperti kelopak mata berkedip-kedip, adanya gerakan cepat bola mata, mata mendelik (melihat ke atas terus) atau bola mata berputar-putar dan pada anggota gerak misalnya kaki seperti mengayuh sepeda, tangan seperti petinju atau gerakan tangan dan atau kaki berulang-ulang satu sisi. Pada bayi normal kadang ditemukan gerakan tidak terkendali, namun gerakan tersebut berhenti jika disentuh atau dielus-elus, sedangkan pada kejang, gerakan tersebut tetap ada. LIHAT : Apakah mulut bayi mencucu? Mulut yang mencucu seperti mulut ikan merupakan tanda yang cukup khas pada tetanus neonatorum. LIHAT DAN RABA : Apakah bayi kaku seluruh tubuh dengan atau tanpa rangsangan? Disebut kejang tonik jika seluruh tubuh bayi terlihat kaku disertai fase lemas yang bergantian. Kejang tonik terlihat jika ada rangsangan sentuhan, cahaya atau suara. Kejang seperti ini biasanya pada bayi dengan tetanus. 1.1.3. MEMERIKSA GEJALA GANGGUAN NAPAS Pola napas pada bayi muda tidak teratur. Frekuensi napas normal bayi cukup bulan adalah 30-59 kali/menit. Frekuensi napas 60 kali/menit atau < 30 kali/menit dan menetap, menunjukkan ada gangguan napas, biasanya disertai

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

tanda/gejala bayi biru (sianosis), tarikan dinding dada yang sangat kuat, pernapasan cuping hidung serta terdengar suara merintih. Saat menghitung napas, bayi harus dalam keadaan tenang. Bila bayi menangis, minta ibu untuk menenangkan bayinya. LIHAT : Hitung napas dalam 1 menit. Hitung napas dalam 1 menit seperti pada anak umur 2 bulan sampai 5 tahun. Jika hitungan pertama 60 kali per menit, ulangi menghitung. Hal ini penting karena pernapasan pada bayi muda seringkali tidak teratur, kadang-kadang berhenti bernapas beberapa detik diikuti dengan periode pernapasan yang lebih cepat. Hitung napas 60 kali per menit, artinya bayi muda bernapas cepat. Hitung napas < 30 kali/menit, berarti bayi muda bernapas lambat. LIHAT : Adakah tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat? Sedikit tarikan dinding dada adalah normal pada bayi muda karena dinding dada masih lunak. Bila ada tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat, mudah terlihat dan menetap, berarti ada gangguan napas. DENGAR : Apakah bayi merintih? Merintih adalah suara napas pendek-pendek dan halus yang terdengar saat bayi menghembuskan napas. Terdengar suara merintih menandakan bayi mengalami kesulitan bernapas. 1.1.4. MEMERIKSA GEJALA HIPOTERMIA Ukur suhu badan semua bayi muda pada waktu saudara melakukan kunjungan neonatal atau memeriksa bayi muda di klinik. Suhu normal adalah 36,5 37,5 C. Suhu < 35,5 C disebut hipotermia berat yang mengindikasik an infeksi berat sehingga harus segera dirujuk. Suhu bayi pada hari-hari pertama kehidupannya mudah turun terutama pada bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), lahir kurang bulan dan bayi yang mengalami asfiksia. Bayi dengan hipotermia mudah sekali meninggal. PERIKSA : Ukur suhu aksiler dengan termometer atau raba badan bayi. Mengukur suhu bayi muda menggunakan termometer pada aksiler selama 5 menit. Tidak dianjurkan mengukur secara rektal karena dapat mengakibatkan terjadinya perlukaan pada anus. Sebelum mengukur suhu, pastikan air raksa pada termometer menunjukkan angka yang terendah. Jika tidak ada termometer, saudara dapat meraba bagian tangan, kaki atau badan bayi untuk mengetahui apakah demam atau dingin. Disebut Hipotermia Berat : suhu < 35,5 C Hipotermia sedang : suhu 35,5 - 36.5 C C Demam : suhu 37.5
5
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.1.5. MEMERIKSA INFEKSI BAKTERI LOKAL Infeksi bakteri lokal yang sering terjadi pada bayi muda adalah infeksi pada kulit, mata dan pusar. Saudara akan mempelajari cara memeriksa dan mengklasifikasikan infeksi bakteri lokal. LIHAT : Apakah ada pustul di kulit? Periksa seluruh badan bayi apakah ada tanda/gejala bercak merah atau benjolan berisi nanah di kulit. Pustul sering ditemukan pada daerah yang tertutup, misalnya lipatan leher dan ketiak. LIHAT : Apakah mata bernanah? Mata bayi baru lahir yang bernanah merupakan tanda infeksi mata. Berat ringan infeksi tersebut dapat dilihat dari banyaknya produksi nanah dan bengkaknya mata bayi. LIHAT : Apakah pusar kemerahan atau bernanah? Jika kemerahan, apakah meluas sampai ke kulit perut? Apakah pusar berbau busuk? Pusar yang infeksi, di daerah pangkal tali pusat bayi biasanya kemerahan, mengeluarkan nanah, atau pusar berbau. Jika warna kemerahan meluas ke kulit daerah perut (abdomen) berarti bayi mengalami infeksi berat. Biasanya tali pusat lepas ketika bayi umur 7 hari.

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Cara mengklasifikasikan kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri


TANDA/GEJALA Tidak mau minum atau memuntahkan semuanya. ATAU Riwayat kejang ATAU Bergerak hanya jika dirangsang ATAU Napas cepat ATAU Napas lambat ATAU Tarikan dinding dada ke dalam yang kuat ATAU Merintih ATAU Demam ( 37,5 C ) ATAU Hipotermia ( < 35,5 C ) ATAU Nanah yang banyak di mata ATAU Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut KLASIFIKASI

PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT

Pustul kulit. ATAU Mata bernanah. ATAU Pusar kemerahan atau bernanah Tidak terdapat salah satu tanda di atas

INFEKSI BAKTERI LOKAL

MUNGKIN BUKAN INFEKSI

Cara menggunakan Formulir Pencatatan Bayi Muda Berikut ini adalah sebagian dari Formulir Pencatatan Bayi Muda Umur Kurang Dari 2 Bulan. Baris atas berisi identitas, berat badan, suhu badan, keluhan dan jenis kunjungan/kontak dengan bayi muda. Bagian selanjutnya merupakan catatan penilaian dan klasifikasi bayi muda. Pelajari contoh formulir berikut ini yang telah diisi untuk menunjukkan sebagian dari hasil penilaian dan klasifikasi untuk bayi muda.

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


Tanggal : __12 Januari 2008_ Nama bayi : ___Susi L / P Nama Orang Tua : __Rian___ Umur : __3 hari Berat badan : __3000 gram Alama t: _Dukuh Tretes Suhu badan: 36.2 0 C Kunjungan ulang:

Tanyakan : Bayi ibu sakit apa? _sesak ____

Kunjungan pertama: _

PENILAIAN (lingkari semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: 66 kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua 67 kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat (< 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit

KLASIFIKASI

TINDAKAN/ PENGOBATAN

Penyakit sangat berat atau Infeksi bakteri berat

Setelah selesai membaca, fasilitator akan menjelaskan cara menggunakan Formulir Pencatatan Bayi Muda.

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN A
Saudara akan praktek mencatat hasil pemeriksaan pada Formulir Pencatatan Bayi Muda umur kurang dari 2 bulan. Saudara akan berlatih mengklasifikasikan bayi muda untuk kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri berat. Kasus 1 : Bayi Ny. Ati Bayi perempuan Ny. Ati umur 5 hari diperiksa petugas kesehatan pada waktu kunjungan rumah. Berat badan bayi 3100 gram, suhu 35,6 0C. Ibu mengatakan seluruh tubuh bayi kaku. Petugas tidak melihat tremor, tidak mendengar adanya suara melengking bayi. Terlihat tangan bayi bergerak-gerak seperti petinju dan tidak berhenti ketika dielus-elus, mulut bayi tidak mencucu. Seluruh tubuh bayi kaku tanpa rangsangan. Pada hitungan napas pertama 62 kali/menit, hitungan kedua 65 kali/menit. Tidak ditemukan suara bayi merintih.
FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
Tanggal : ______________ Nama bayi : ___________ L / P Nama Orang Tua : ___________Alamat : _____________ Umur C Tanyakan : Bayi ibu sakit apa? ____________Kunjungan pertama ___ Kunjungan ulang ___ : _____________ Berat badan : ______________Suhu badan :
0

PENILAIAN (lingkari semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT. Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: ___ kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua ___ kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat ( < 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit 9

KLASIFIKASI

TINDAKAN/ PENGOBATAN

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Kasus 2 : Bayi ibu Lilis Pada waktu kunjungan rumah petugas kesehatan mendapati bayi laki-laki Ibu Lilis umur 4 hari sakit parah. Ketika ditimbang, beratnya 2850 gram. Petugas tidak menemukan riwayat kejang. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda/gejala kejang. Hitungan napas bayi: 62 kali/menit, hitungan kedua 58 kali/menit. Tidak ada tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat, tidak terdengar bayi merintih. Suhu 36,80C. Ditemukan pustul di kulit dan pusar kemerahan.

FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


Tanggal : __________ Nama bayi : _____________ Umur c Tanyakan : Bayi ibu sakit apa? ____________________ Kunjungan pertama: ___ Kunjungan ulang: ___ : _____________ L / P Nama Orang Tua : _____________ Alamat : ______________ Suhu badan :
0

Berat badan : ______________

PENILAIAN (lingkarilah semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT. Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: _ kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua __ kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat ( < 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit

KLASIFIKASI

TINDAKAN/ PENGOBATAN

Setelah selesai mengerjakan soal latihan dan dilakukan umpan balik, fasilitator akan melanjutkan dengan demonstrasi dan latihan menggunakan video

MTBS MODUL 5 - 2008

10

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN B
Bagian 1 -- Video Saudara akan menyaksikan sebuah video tentang bayi muda. Akan didemonstrasikan cara memeriksa bayi muda untuk kemungkinan infeksi bakteri dan menampilkan contoh beberapa tanda/gejala.

Bagian 2 -- Foto Pelajari foto nomor 63 sampai dengan 65 dalam Buku Kumpulan Foto. Baca penjelasan di bawah ini untuk masing-masing foto. Foto nomor 63 : Foto nomor 64 : Foto nomor 65 : Pusar normal pada bayi muda yang baru lahir Pusar kemerahan yang meluas sampai dinding perut Banyak pustul di kulit

Pelajari foto-foto nomor 66 sampai dengan 68 Beri tanda ( ) sesuai penilaian saudara mengenai pusar masing-masing bayi muda tersebut. Tali pusat Foto nomor 66 Foto nomor 67 Foto nomor 68 Normal Kemerahan atau bernanah Kemerahan meluas sampai dinding perut

Akan ada diskusi kelompok tentang video dan foto

11

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.2. MEMERIKSA DAN MENGKLASIFIKASIKAN DIARE


Ibu mudah mengenali bayi yang diare. Biasanya karena perubahan bentuk tinja yang tidak seperti biasanya dan frekuensi beraknya lebih sering dibanding biasanya. Berak encer dan sering, merupakan hal biasa pada bayi muda yang mendapat ASI saja. 1.2.1. Menilai Diare Bayi yang dehidrasi, biasanya gelisah atau rewel. Jika dehidrasi berlanjut, bayi menjadi letargis atau tidak sadar. Karena bayi kehilangan cairan, matanya mungkin kelihatan cekung. Jika kulit perut dicubit, kulitnya akan kembali dengan lambat atau sangat lambat. TANYA: Apakah bayi diare? Gunakan istilah diare yang dimengerti ibu. Jika ibu menjawab TIDAK, saudara tidak perlu menilai dan mengklasifikasikan bayi untuk diare. Jika ibu menjawab YA atau keluhan utama ibu adalah bayi diare, lakukan penilaian untuk diare seperti pada bagan di bawah ini. LIHAT : Keadaan umum bayi. Apakah bayi letargis atau tidak sadar? Letargis atau tidak sadar pada diare bisa merupakan salah satu tanda dehidrasi berat. Gejala ini bisa dilihat pada bagan Memeriksa dan Mengklasifikasikan Hipotermia. Apakah bayi gelisah/rewel? Gelisah/rewel pada bayi yang menderita diare bisa merupakan salah satu tanda dehidrasi ringan/sedang. Gejala ini bisa dilihat pada bagan Memeriksa dan mengklasifikasikan Gangguan Saluran Cerna. LIHAT : Apakah mata cekung? Tentukan apakah mata bayi cekung. Tanyakan kepada ibu, apakah menurut ibu mata bayi kelihatan lain dari biasanya. Pendapat ibu dapat membantu saudara memastikan bahwa mata bayi itu cekung atau tidak. PERIKSA : dengan mencubit kulit perut untuk mengetahui turgor. Apakah kembalinya: sangat lambat (> 2 detik) atau lambat? Cubit kulit perut bayi (di tengah-tengah antara pusar dan sisi perut bayi) dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Jangan menggunakan ujung jari, karena dapat menimbulkan rasa sakit. Letakkan tangan saudara sedemikian rupa sehingga lipatan cubitan kulit sejajar dengan tubuh bayi (memanjang dari atas ke bawah - tidak melintang tubuh bayi). Angkat semua lapisan kulit dan jaringan di bawahnya dengan mantap.
MTBS MODUL 5 - 2008

12

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Cubit kulit dan kemudian lepaskan. Amati dan lihat apakah kulit yang dicubit itu kembali lagi dengan : Sangat lambat (lebih dari 2 detik) Lambat Segera 1.2.2. Klasifikasi Diare Lihat tanda/gejala yang terdapat pada bagan berikut ini. Pilih klasifikasi yang sesuai dengan status dehidrasinya. Jika terdapat dua atau lebih tanda/gejala yang terdapat pada baris atas bagan Penilaian dan Klasifikasi, klasifikasikan status dehidrasi bayi sebagai DIARE DEHIDRASI BERAT. Jika tidak ada tanda/gejala sebagaimana tercantum pada baris atas, lihat baris bawah berikutnya. Jika ditemukan dua atau lebih tanda/gejala pada baris kedua, klasifikasikan bayi muda sebagai DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG. Jika tidak cukup tanda/gejala untuk DIARE DEHIDRASI BERAT atau RINGAN/SEDANG, maka bayi diklasifikasikan sebagai DIARE TANPA DEHIDRASI.
TANDA/GEJALA Terdapat 2 atau lebih tanda berikut: Letargis atau tidak sadar Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat. Terdapat 2 atau lebih tanda berikut: Gelisah atau rewel Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya lambat. Tidak cukup tanda dehidrasi berat atau ringan/sedang. KLASIFIKASI DIARE DEHIDRASI BERAT

DIARE DEHIDRASI RINGAN/ SEDANG

DIARE TANPA DEHIDRASI

13

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN C
Saudara akan berlatih mengklasifikasikan bayi muda untuk Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri dan Diare. Kasus 1 : Hani Hani, bayi perempuan umur 3 minggu dibawa ibunya ke puskesmas karena diare selama 2 hari.at badan 3600 gram, suhu 36,30C. Hani sadar dan tidak letargis, gelisah dan rewal, matanya cekung. Pada pemeriksaan didapat cubitan kulit perut kembali segera dan terdapat pustul di kulit. Hitung napas 57 kali / menit.
FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
Tanggal Umur C Tanyakan: Bayi ibu sakit apa? __________________ Kunjungan pertama ____ Kunjungan ulang ____ PENILAIAN (lingkarilah semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT. Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: __ kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua ___ kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat ( < 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit APAKAH BAYI DIARE Sudah diare selama ___ hari Keadaan Umum bayi: - Letargis atau tidak sadar - Gelisah / rewel Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya: - Sangat Lambat ( > 2 detik) - Lambat MTBS MODUL 5 - 2008 Ya __ Tidak__ KLASIFIKASI TINDAKAN/ PENGOBATAN : _____________ L / P Nama Orang Tua: _____________ : ______________ Alamat: _____________ Suhu badan:
0

Nama bayi : _____________ : _____________

Berat badan

14

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Kasus 2: Erna Erna, bayi perempuan umur 1 bulan dibawa ibunya karena diare selama 3 hari. Berat badan 3700 gram, suhu 35.90C. Hitung napas 58 kali / menit. Erna masih bias minum, tidak muntah dan tidak ada riwayat kejang. Pada pemeriksaan tidak ditemukan tarikan dinding dada kedalam yang kuat, tidak merintih, mata tidak bernanah dan pusarnya normal. Anak tampak letargis, matanya cekung, cubitan kulit perut kembalinya lambat.
FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
Tanggal Umur : ____________ L / P Nama Orang Tua: _____________ Alamat: _____________ : ______________ Suhu badan:
0

Nama bayi : _____________ : _____________

Berat badan

Tanyakan: Bayi ibu sakit apa? __________________ Kunjungan pertama ____ Kunjungan ulang ____

PENILAIAN (lingkarilah semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: _ kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua __ kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat ( < 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit APAKAH BAYI DIARE Sudah diare selama ___ hari Keadaan Umum bayi: - Letargis atau tidak sadar - Gelisah / rewel Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya: - Sangat Lambat ( > 2 detik) - Lambat Ya __ Tidak__

KLASIFIKASI

TINDAKAN/ PENGOBATAN

15

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.3. MEMERIKSA DAN MENGKLASIFIKASIKAN IKTERUS


Ikterus adalah perubahan warna kulit atau selaput mata menjadi kekuningan. Sebagian besar (80%) ikterus merupakan akibat penumpukan bilirubin (merupakan hasil pemecahan sel darah merah), sebagian lainnya karena ketidak-cocokan golongan darah ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang berlebih atau ada gangguan pengeluarannya. Ikterus pada bayi baru lahir dapat merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Yang bersifat patologik dikenal sebagai hiperbilirubinemia yang dapat mengakibatkan gangguan susunan saraf pusat (Kern ikterus) atau kematian. Sampai saat ini ikterus masih merupakan masalah pada bayi baru lahir, terjadi sekitar 25 50 % pada bayi lahir cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi lahir kurang bulan. Memeriksa adanya ikterus pada bayi muda dilakukan pada waktu saudara melakukan kunjungan neonatal atau pada saat memeriksa bayi muda di klinik. 1.3.1. Menilai Ikterus Untuk menilai derajat kekuningan pada kulit bayi digunakan cara sederhana yaitu metode Kramer. Pada waktu memeriksa ikterus sebaiknya di bawah cahaya/sinar matahari, dan kulit yang diamati sedikit ditekan. TANYA : Apakah bayi kuning? Jika ya, pada umur berapa timbul kuning? Sangat penting untuk mengetahui kapan ikterus timbul, kapan menghilang dan sampai bagian tubuh mana kuning terlihat. Ketiga hal tersebut harus diketahui dengan pasti untuk mengklasifikasikan ikterus secara benar. Pada kasus ketidak cocokan golongan darah ibu dan bayi, ikterus timbul sebelum umur 3 hari. Ikterus yang tidak memerlukan tindakan khusus hanya memerlukan asuhan dasar bayi muda dan meningkatkan pemberian ASI biasanya timbul setelah 24 jam dan menghilang sebelum umur 14 hari. Ikterus yang muncul setelah umur 14 hari biasanya berhubungan dengan infeksi hati atau sumbatan aliran bilirubin pada sistim empedu. TANYA, LIHAT: Apakah warna tinja bayi pucat? Tinja berwarna pucat (lebih putih dari warna normal), seperti dempul, menandakan adanya sumbatan aliran bilirubin pada sistim empedu baik di dalam maupun di luar hati. Jika saudara menjumpai hal ini maka rujuklah untuk pemeriksaan lebih lanjut. LIHAT: Tentukan warna kuning sampai di daerah tubuh mana? Kuning pada tubuh yang makin luas menandakan konsentrasi bilirubin darah meningkat.

MTBS MODUL 5 - 2008

16

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Di bawah ini saudara dapat melihat dan mempelajari gambar untuk membantu menentukan derajat kekuningan menurut Kramer, dengan melihat luasnya penyebaran warna kuning pada kulit tubuh bayi.

Derajat ikterus menurut Kramer: Kramer 1 : Kuning pada daerah kepala dan leher. Kramer 2 : Kuning sampai dengan badan bagian atas (dari pusar ke atas) Kramer 3 : Kuning sampai badan bagian bawah hingga lutut atau siku. Kramer 4 : Kuning sampai pergelangan tangan dan kaki. Kramer 5 : Kuning sampai daerah tangan dan kaki.

1.3.2. Klasifikasi Ikterus Lihat tanda dan gejala yang terdapat pada bagan di bawah ini. Pilihlah klasifikasi yang sesuai dengan tanda/gejala yang ditemukan.
TANDA/GEJALA Timbul kuning pada hari pertama (< 24 jam) setelah lahir, ATAU Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari, ATAU Kuning sampai telapak tangan / telapak kaki ATAU Tinja berwarna pucat, ATAU Timbul kuning pada umur 24 jam sampai 14 hari dan tidak sampai telapak tangan / telapak kaki Tidak kuning . KLASIFIKASI

IKTERUS BERAT

IKTERUS

TIDAK ADA IKTERUS

17

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN D
Saudara akan berlatih mengklasifikasikan bayi untuk Penyakit sangat berat atau infeksi bakteri, Diare dan Ikterus. Fasilitator akan membagikan 3 lembar formulir pencatatan dan simpanlah formulir ini karena akan dipakai kembali untuk latihan berikutnya. Kasus 1 : Kirana Kirana,bayi perempuan berumur 4 hari, lahir normal dan cukup bulan. Pada waktu kunjungan rumah, ibu mengatakan tubuh bayinya kuning sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan: berat badan 2900 gram, suhu 37,50C. Kirana bisa minum ASI, gerakannya normal dan tidak ada riwayat kejang. Petugas tidak menemukan nanah di mata, pusarnya normal, ditemukan pustul di leher. Hitung napas 59 kali / menit. Kirana tidak diare, kulit tampak kuning sampai siku dan lutut. Tinja berwarna pucat.

Kasus 2: Emi Saat kunjungan rumah, ibu mengatakan bayi perempuannya kuning 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan: Emi berumur 5 hari, berat badan 2100 gram, suhu 37.20C,frekuensi napas 54 kali/menit. Tidak ditemukan tanda/gejala kemungkinan Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri. Ibu mengatakan Emi diare sejak kemarin dan pada pemeriksakan tidak ditemukan gejala/ tanda dehidrasi. Kulit bayi kuning dibagian kepala dan leher. Tinjanya normal.

Kasus 3: Ina Ina, bayi perempuan berumur 3 minggu, berat badan 4100 gram, suhu 36.70C dibawa ibu ke puskesmas karena mata bernanah sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan: ada sedikit nanah di mata, tidak ditemukan pustul di kulit dan pusarnya normal. Hitung napas 56 kali / menit. Ina tidak diare dan tidak ikterus.

MTBS MODUL 5 - 2008

18

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN E
Saudara akan berlatih melalui studi kasus video tentang kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri. Tulis jawaban saudara pada formulir berikut ini:
FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
Tanggal Umur : ____________ L / P Nama Orang Tua: _____________ ______________ Alamat: _____________
0

Nama bayi : _____________ : _____________

Berat badan

Suhu badan

Tanyakan: Bayi ibu sakit apa? _________________ Kunjungan pertama ____ Kunjungan ulang ____

PENILAIAN (lingkarilah semua tanda/gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya Ada riwayat kejang Bayi bergerak hanya jika dirangsang Hitung napas dalam 1 menit: ___ kali/menit. - Ulangi jika 60 kali /menit. Hitungan kedua ___ kali/menit. Napas cepat? - Napas lambat ( < 30 kali/menit). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. 0 Suhu tubuh > 37,5 C 0 Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah, apakah sedikit atau banyak? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut Pusar kemerahan atau bernanah Ada pustul di kulit APAKAH BAYI DIARE Sudah diare selama ___ hari Keadaan Umum bayi: Letargis atau tidak sadar Gelisah / rewel Mata cekung Cubitan kulit perut kembalinya: Sangat Lambat ( > 2 detik) Lambat Ya __ Tidak__

KLASIFIKASI

TINDAKAN/ PENGOBATAN

MEMERIKSA IKTERUS Bayi kuning, timbul pada hari pertama setelah lahir (<24 jam) Kuning ditemukan pada umur 24 jam sampai 14 hari Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari Kuning sampai telapak tangan atau telapak kaki Tinja berwarna pucat

19

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.4. MEMERIKSA DAN MENGKLASIFIKASIKAN KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI Pemberian ASI merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi pada umur 6 bulan pertama kehidupannya. Jika ada masalah pemberian ASI pada masa ini, bayi dapat kekurangan gizi dan mudah terserang penyakit. Keadaan ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak di kemudian hari bahkan dapat berakhir dengan kematian. Masalah yang sering ditemui pada bayi muda adalah berat badan rendah menurut umur . Hal ini dapat menggambarkan adanya masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI pada bayi muda cukup bulan biasanya berkaitan dengan masukan ASI yang kurang. Masalah pemberian ASI pada bayi lahir kurang bulan biasanya terkait dengan refleks isap yang belum sempurna. 1.4.1. Memeriksa Kemungkinan Berat Badan Rendah Dan/ Atau Masalah Pemberian ASI

Untuk membuat klasifikasi apakah ada berat badan rendah menurut umur dan/ atau masalah pemberian ASI, maka dilakukan dua bagian pemeriksaan. Bagian pertama adalah: menanyakan apakah dilakukan Inisiasi Menyusu Dini, apakah ibu mengalami kesulitan pemberian ASI, apa yang diberikan kepada bayi dan berapa kali. Melakukan penilaian tentang cara menyusui dan memeriksa apakah ada thrush atau kelainan pada bibir atau langit-langit. Bagian kedua adalah: memastikan apakah berat badan bayi sesuai menurut umur dengan menggunakan grafik berat badan menurut umur yang berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan. TANYA : Apakah inisiasi menyusu dini dilakukan? Kebijakan terkini tentang pemberian ASI adalah dilakukannya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di kamar bersalin. Dengan diisapnya payudara segera setelah bayi lahir, produksi ASI selanjutnya akan lebih baik. Karena ibu dan bayi secara psikologik lebih siap. TANYA : Apakah ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI? Setiap kesulitan dalam pemberian ASI yang disebutkan ibu, merupakan hal penting. Ibu mungkin membutuhkan nasihat atau bantuan saudara untuk mengatasi kesulitan tersebut. Jika ibu mengatakan bayinya tidak bisa menyusu,minta ibu untuk menyusui bayinya. Bayi akan mengalami kesulitan menyusu jika posisi salah, tidak melekat dengan baik, tidak mengisap efektif atau terdapat luka atau bercak putih di mulut atau ada celah bibir / langit-langit.

MTBS MODUL 5 - 2008

20

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

TANYA : Apakah bayi diberi ASI ? Jika Ya, berapa kali dalam 24 jam? Bayi muda diberi ASI sesering dan selama yang dikehendaki bayi, pagi, siang, sore dan malam, sedikitnya 8 kali sehari. TANYA : Apakah bayi diberi makanan/minuman selain ASI? Jika Ya, berapa kali dalam 24 jam? Alat apa yang digunakan? Bayi muda seharusnya diberi ASI eksklusif. Tanyakan ke ibu apakah bayi diberi makan atau minum selain ASI seperti sari buah atau bubur encer. Tanyakan pula jumlah dan frekuensinya. Saudara perlu mengetahui apakah bayi lebih sering menerima ASI atau makanan/minuman lain. Jika bayi diberi makanan/minuman lain selain ASI, tanyakan apakah memberikannya memakai botol susu atau cangkir. LIHAT : Adakah luka atau bercak putih (thrush) di mulut? Buka mulut bayi, periksa bagian dalam mulut/pipi dan lidah. Thrush terlihat seperti bercak susu atau lapisan putih yang tebal pada pipi bagian dalam atau lidah. Jika dibersihkan, thrush tidak akan hilang. LIHAT : Adakah celah bibir/langit-langit? Celah bibir/langit-langit akan mempengaruhi bayi dalam menyusu dan akan mempengaruhi jumlah masukan ASI, selain itu dikhawatirkan akan terjadi aspirasi pada bayi saat menyusu. Untuk itu perlu dirujuk segera. TIMBANG DAN TENTUKAN : Berat badan Menurut Umur Untuk menentukan Berat Badan menurut umur, dipakai standar WHO 2005, yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Lihat grafik berat badan bayi muda pada halaman berikut ini. Bayi muda dengan berat badan rendah adalah bayi muda yang memiliki berat badan menurut umur - 2 SD. Jika berat badan menurut umur > - 2 SD, maka tidak ada masalah berat badan rendah. CONTOH 1 : Seorang bayi muda laki-laki umur 3 minggu, beratnya 2600 gram, apakah bayi termasuk berat badan rendah?

CONTOH 2: Seorang bayi muda perempuan umur 6 minggu, beratnya 3600 gram. Apakah bayi muda tersebut berat badan rendah?

21

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Berat Badan Menurut Umur Bayi Muda Laki-laki


3
12

10

0
8 Berat (Kg)

-2 -3
6

0 0 1 2 3 4 5 Umur (Minggu) 6 7 8 9 10

Berat Badan Menurut Umur Bayi Muda Perempuan


8

3
7

0
5 Berat (Kg)

-2 -3

0 0 1 2 3 4 5 Umur (Minggu) 6 7 8 9 10

1.4.2. Menilai Cara Menyusui ASI mengandung zat gizi yang paling sempurna untuk kesehatan, pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasan bayi. ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh yang akan merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi. Protein yang terkandung dalam ASI jarang menyebabkan alergi pada bayi. Ibu yang segera menyusui bayinya dalam 30 menit setelah lahir dan memberikan ASI
MTBS MODUL 5 - 2008

22

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

secara eksklusif sampai bayi umur 6 bulan mempunyai ikatan batin yang erat dengan bayinya. Lakukan penilaian cara pemberian ASI seperti di bawah ini.
Jika :
Ada kesulitan pemberian ASI ATAU

Diberi ASI kurang dari 8 kali dalam 24 jam ATAU Diberi makanan/minuman lain selain ASI ATAU Berat badan rendah menurut umur
DAN

Tidak ada indikasi dirujuk. LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENYUSUI: Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir? Jika TIDAK, minta ibu untuk menyusui. Jika YA, minta ibu menunggu dan memberitahu saudara jika bayi sudah mau menyusu lagi. Amati pemberian ASI dengan seksama. Bersihkan hidung yang tersumbat, jika menghalangi bayi menyusu. Lihat, apakah bayi menyusu dengan baik Lihat, apakah posisi bayi benar? Seluruh badan bayi tersangga dengan baik, kepala dan badan bayi lurus, badan bayi menghadap ke dada ibunya, badan bayi dekat ke ibu. Lihat, apakah bayi melekat dengan baik? Dagu bayi menempel payudara, mulut terbuka lebar, bibir bawah membuka keluar, areola tampak lebih banyak di bagian atas daripada di bawah mulut Lihat dan dengar, apakah bayi mengisap dengan efektif? Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat, hanya terdengar suara menelan

TANYA : Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir? Jika YA, ibu diminta menunggu dan segera memberitahu saudara jika bayi sudah mau menyusu lagi. Jika TIDAK atau belum diberi ASI dan bayi mau, ibu diminta menyusui bayinya. Perhatikan seluruh proses pemberian ASI sedikitnya 5 menit. LIHAT : Apakah posisi bayi benar? Periksa 4 tanda posisi bayi benar, yaitu: Seluruh badan bayi tersangga dengan baik, jangan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus Badan bayi menghadap ke dada ibunya Badan bayi dekat ke ibunya

23

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Kepala dan tubuh bayi lurus jika telinga dan lengan berada pada satu garis lurus. Badan bayi dekat ke ibunya jika badan bayi menempel badan ibu. Jika saudara melihat ke-4 tanda tersebut, maka posisi bayi benar. Jika salah satu tanda tidak ada, maka posisi bayi salah. LIHAT : Apakah bayi melekat dengan baik? Periksa 4 tanda melekat dengan baik, yaitu :
Dagu bayi menempel payudara ibu Mulut bayi terbuka lebar Bibir bawah bayi membuka keluar Areola bagian atas tampak lebih banyak

Jika ke-4 tanda melekat ada, maka bayi melekat dengan baik. Jika salah satu tanda tidak ada maka bayi tidak melekat dengan baik. Jika ke-4 tanda tersebut tidak ada, maka bayi tidak melekat sama sekali.

LIHAT, DENGAR : Apakah bayi mengisap dengan efektif? Bayi mengisap dengan efektif jika bayi mengisap ASI secara dalam, teratur, diselingi istirahat dan hanya terdengar suara menelan. Pada akhir pemberian ASI saudara bisa melihat tanda/gejala bayi sudah kenyang yaitu:
Bayi melepas payudara secara spontan Bayi tampak tenang dan mengantuk

Bayi tampak tidak berminat lagi pada ASI

Bayi tidak mengisap dengan efektif jika bayi mengisap ASI secara cepat dan dangkal. Saudara mungkin melihat lekukan kedalam pada pipi bayi dan tidak mendengar bunyi/suara bayi menelan. Yang terdengar adalah suara isapan. Pada akhir pemberian ASI bayi yang belum puas/kenyang, bayi akan tampak tidak tenang, menangis atau mencoba untuk mengisap lagi atau meneruskan menyusu untuk waktu yang lebih lama. Bayi tidak mengisap sama sekali berarti tidak dapat mengisap ASI ke dalam mulutnya dan tidak dapat menelan. Jika pada saat menyusui terjadi gangguan akibat hidung tersumbat, maka bersihkan dulu hidung bayi. Kemudian periksa apakah bayi dapat mengisap dengan efektif.
MTBS MODUL 5 - 2008

24

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN F
Saudara akan berlatih mengenali tanda/gejala cara melekat yang baik dan yang salah dalam menyusui bayinya seperti ditunjukkan dalam video dan foto-foto. Bagian 1 Video Video ini memperlihatkan cara menilai pemberian ASI. Juga ditunjukkan tanda/gejala bayi melekat dengan baik dan tidak melekat dengan baik serta cara mengisap dengan efektif dan tidak mengisap dengan efektif. Bagian 2 Foto 1. Pelajari foto nomor 69 - 73 tentang bayi muda yang sedang menyusu. Carilah tanda/gejala bayi melekat dengan baik. Bandingkan pengamatan saudara dengan jawaban pada tabel di bawah ini. Perhatikan penilaian menyeluruh dari cara melekat tersebut.
Tanda-Tanda Cara Melekat Yang Baik

Foto

Dagu Bayi Menempel Payudara Ibu Ya

Mulut Bayi Terbuka Lebar

Bibir Bawah Bayi Membuka Keluar Ya

Areola Bagian Atas Tampak Lebih Banyak Ya

Penilaian

No.69

Ya

Melekat dengan baik Tidak melekat dengan baik Tidak melekat dengan baik Tidak melekat sama sekali

No.70

Tidak

Tidak

Ya

Tidak

No.71

Ya

Tidak

Tidak

Ya

No.72 No.73

Tidak Ya

Tidak Ya

Tidak Ya

Tidak Tidak terlihat

25

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

2. Pelajari foto nomor 74 - 77. Carilah tanda tanda bayi melekat dengan baik dan beri tanda pada tabel di bawah ini. Tuliskan juga penilaian akhir saudara mengenai cara melekat tersebut.

Tanda-Tanda Cara Melekat Yang Baik

Foto

Dagu Bayi Menempel Payudara Ibu

Mulut Bayi Terbuka Lebar

Bibir Bawah Bayi Membuka Keluar

Areola Bagian Atas Tampak Lebih Banyak

Penilaian

No.74 No.75 No.76 No.77

3. Pelajari foto nomor 78 dan 79. Foto-foto ini menunjukkan luka / bercak putih dalam mulut seorang bayi.

MTBS MODUL 5 - 2008

26

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN G
Bagian 1 - Video Saudara akan melihat demonstrasi video tentang langkah-langkah untuk memperbaiki posisi dan cara bayi melekat pada waktu menyusu. Bagian 2 - Foto-foto Saudara akan berlatih mengenali tanda-tanda posisi menyusui bayi. Bahas bersama apa yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memperbaiki posisi dan cara bayi melekat pada waktu menyusu. 1. Pelajari foto nomor 80 - 82. Cari 4 tanda posisi menyusu yang benar. Bandingkan hasil pengamatan saudara dengan jawaban pada tabel. Tanda-Tanda Posisi Menyusu Yang Benar Seluruh badan bayi tersangga dengan baik Ya Ya Tidak Kepala dan tubuh bayi lurus Badan bayi mengha dap dada ibu Ya Ya Tidak Badan bayi dekat ke ibu Ya Ya Tidak Penilaian

Foto

No.80 No.81 No.82

Ya Ya Tidak

Posisi benar Posisi benar Posisi salah

2. Pelajari foto nomor 83 85. Cari tanda-tanda posisi meneteki yang benar dan beri tanda pada tabel di bawah ini. Tanda-Tanda Posisi Menyusu Yang Benar Seluruh badan bayi tersangga dengan baik Kepala dan tubuh bayi lurus Badan bayi mengha dap dada ibu Badan bayi dekat ke ibu Penilaian

Foto

No.83 No.84 No.85

27

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.4.3. Klasifikasi Kemungkinan Berat Badan Rendah Dan/ Atau Masalah Pemberian ASI Dalam mengklasifikasikan KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI, lihat tanda dan gejala yang terdapat pada bagan di bawah ini. Pilih klasifikasi yang sesuai.

TANDA/GEJALA Ada kesulitan pemberian ASI, ATAU Berat badan menurut umur rendah, ATAU ASI kurang dari 8 kali per hari, ATAU Mendapat makanan / minuman lain selain ASI, ATAU Posisi bayi salah, ATAU Tidak melekat dengan baik, ATAU Tidak mengisap dengan efektif, ATAU Terdapat luka atau bercak putih di mulut (thrush), ATAU Terdapat celah bibir/ langit-langit.

KLASIFIKASI

BERAT BADAN RENDAH MENURUT UMUR DAN/ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI

Tidak terdapat tanda/gejala diatas

BERAT BADAN TIDAK RENDAH DAN TIDAK ADA MASALAH PEMBERIAN ASI

Bayi yang lahir kurang bulan dan mempunyai berat badan rendah menurut umur, cari kemungkinan penyebab berat badan rendah tersebut selain masalah pemberian ASI (misal kelainan jantung bawaan).

MTBS MODUL 5 - 2008

28

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Bagian bawah Formulir Pencatatan Bayi Muda Saudara mencatat hasil penilaian dan klasifikasi masalah berat badan dan pemberian ASI termasuk penilaian cara menyusui pada bagian bawah Formulir Pencatatan Bayi Muda. Pelajari contoh formulir berikut ini.

MEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI


Apakah inisiasi menyusu dini dilakukan? Ya ___ Tidak ___ Berat badan menurut umur: - BB/U - 2 SD ____ - BB/U > - 2 SD ____ Ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI? Ya ___ Tidak ___ Apakah bayi diberi ASI? Ya ___ Tidak ___ Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? ____ kali. Apakah bayi diberi minuman lain selain ASI? Ya ___ Tidak ___ - Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? ____ kali - Alat apa yang digunakan untuk memberi minum bayi? _______________ Ada luka atau bercak putih (thrush) di mulut Ada celah bibir/langit-langit

JIKA : ada kesulitan pemberian ASI, diberi ASI < 8 kali dalam 24 jam, diberi makanan/minuman lain selain ASI atau berat badan rendah menurut umur, DAN tidak ada indikasi dirujuk. LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENYUSUI: Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir? Jika TIDAK, minta ibu menyusui bayinya. Jika YA, minta ibu untuk menunggu dan memberitahu saudara apabila bayi sudah mau menyusu lagi. Amati pemberian ASI dengan seksama. Bersihkan hidung yang tersumbat jika menghalangi bayi menyusu. LIHAT apakah posisi bayi benar? Seluruh badan bayi tersangga dengan baik - kepala dan tubuh bayi lurus - badan bayi menghadap ke dada ibunya - badan bayi dekat ke ibunya posisi salah posisi benar LIHAT apakah bayi melekat dengan baik ? Dagu bayi menempel payudara ibu - mulut bayi terbuka lebar - bibir bawah bayi membuka keluar - areola bagian atas ibu tampak lebih banyak Tidak melekat sama sekali tidak melekat dengan baik melekat dengan baik LIHAT dan DENGAR apakah bayi mengisap dengan efektif: Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat. Hanya terdengar suara menelan Tidak mengisap sama sekali tidak mengisap dengan efektif mengisap dengan efektif

29

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN H
Latihan ini merupakan lanjutan dari Latihan D. Ambil 3 formulir yang dipakai pada Latihan D. Lihat bagan untuk klasifikasi dan KMS. Untuk setiap kasus: 1. Catat tambahan hasil penilaian pada Formulir Pencatatan. 2. Gunakan KMS / grafik untuk menentukan berat badan menurut umur, sesuai jenis kelamin. 3. Klasifikasikan masalah berat badan dan pemberian minum. Kasus 1: Kirana Menurut ibu, tidak ada kesulitan dalam menyusui bayinya. Kirana menyusu 8 kali dalam 24 jam dan tidak diberi makanan/minuman lain.Pada pemeriksaan tidak ditemukan luka atau bercak putih di mulut dan celah bibir/ langit-langit. Petugas menggunakan KMS untuk menentukan berat badan menurut umur. Kasus 2: Emi Ibu mengatakan tidak ada kesulitan dalam menyusui bayinya. Emi menyusu 6 7 kali dalam 24 jam dan tidak mendapat minuman/makanan selain ASI. Tidak ditemukan luka/ bercak putih di mulut ataupun celah bibir / langit-langit. Setelah menentukan berat badan menurut umur, petugas melakukan penilaian cara menyusui, didapatkan: dagu bayi menempel payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawahnya membuka keluar, areola ibu terlihat lebih banyak dibagian atas daripada bagian bawah mulut bayi. Seluruh badan bayi tampak tersangga dengan baik, kepala dan tubuh lurus, badan bayi menghadap ke dada dan dekat ke badan ibu. Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat dan hanya terdengar suara menelan. Kasus 3: Ina Ibu mengatakan biasanya bayi menyusu dengan baik. Selama sakit ini ia menyusu 3 kali sehari. Ibu memberikan susu formula 3 kali sehari memakai dot. Pada pemeriksaan ditemukan bercak putih di mulut. Ketika ibu menyusui bayinya tampak: dagu bayi menempel pada payudara ibu, mulut kurang terbuka, bibir bawah membuka keluar, areola terlihat lebih banyak di bagian bawah. Badan bayi tidak tersangga dengan baik, kepala dan tubuh lurus, badan bayi tidak menghadap ke dada ibu dan jauh dari badan ibu. Bayi mengisap dangkal dan cepat.

Apabila telah menyelesaikan latihan ini, Bahaslah jawaban saudara bersama fasilitator.

MTBS MODUL 5 - 2008

30

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

1.5. MEMERIKSA STATUS/PENYUNTIKAN VITAMIN K1


Karena sistem pembekuan darah pada bayi baru lahir belum sempurna, maka semua bayi akan berisiko untuk mengalami perdarahan ( HDN = Haemorrhagic Disease of the Newborn ), tidak tergantung apakah bayi mendapat ASI atau susu formula. Perdarahan bisa ringan atau menjadi sangat berat, berupa perdarahan pada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ataupun perdarahan intrakranial. Untuk mencegah kejadian diatas, maka pada semua bayi baru lahir, apalagi Berat Badan Lahir Rendah diberikan suntikan vitamin K1 sebanyak 1 mg dosis tunggal, intra muskular pada antero lateral paha kiri. Jadi periksalah status vitamin K1 bayi muda, apakah sudah mendapat vitamin K1 yang harus diberikan segera setelah lahir, setelah proses Inisiasi Menyusu Dini dan sebelum pemberian imunisasi Hepatitis B 0.

1.6. MEMERIKSA STATUS IMUNISASI


Periksa status imunisasi bayi muda, apakah sudah mendapat imunisasi HB-0 yang harus diberikan sedini mungkin (0 7 hari). Bila pada kontak pertama dengan petugas kesehatan umur bayi lebih dari 7 hari, tidak lagi diberikan HB-0. Berikan HB-1 pada umur 2 bulan (lihat jadwal imunisasi terkini) Hepatitis merupakan infeksi pada hati yang dikenal oleh masyarakat umum sebagai sakit kuning atau sakit liver. Hepatitis merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui makanan (Hepatitis A) dan cairan tubuh (Hepatitis B, C, D). Hepatitis B dan C merupakan jenis hepatitis yang paling berbahaya karena dapat berkembang menjadi penyakit hati menahun, sirosis hati, dan kanker hati. Penderita Hepatitis B ada yang sembuh dan ada yang tetap membawa virus Hepatitis B didalam tubuhnya sebagai carrier (pembawa) Hepatitis. Risiko penderita Hepatitis B untuk menjadi carrier tergantung umur pada waktu terinfeksi. Jika terinfeksi pada bayi baru lahir, maka risiko menjadi carrier 90%. Sedangkan yang terinfeksi pada umur dewasa risiko menjadi carrier 510%. Penularan Hepatitis pada bayi baru lahir dapat terjadi secara: vertikal (penularan ibu ke bayinya pada waktu persalinan) dan horisontal (penularan dari orang lain). Dengan demikian untuk mencegah terjadinya infeksi vertikal, bayi harus diimunisasi Hepatitis B sedini mungkin. Mengapa imunisasi Hepatitis B (HB-0) harus diberikan pada bayi umur 0 7 hari? Sebagian ibu hamil merupakan carrier Hepatitis B. Hampir separuh bayi dapat tertular Hepatitis B pada saat lahir dari ibu pembawa virus. Penularan pada saat lahir hampir seluruhnya berlanjut menjadi Hepatitis menahun, yang kemudian dapat berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati primer
31
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Imunisasi Hepatitis B sedini mungkin akan melindungi sekitar 75% bayi dari penularan Hepatitis B.

Selain Imunisasi HB-0, bayi muda juga harus mendapat imunisasi BCG, yang jadwalnya disesuaikan dengan tempat lahir.
JADWAL IMUNISASI PADA BAYI MUDA Jenis imunisasi Lahir di sarana Lahir di rumah HB-0 BCG dan Polio 1 pelayanan kesehatan 0 - 7 hari 1 bulan HB-0, BCG, Polio 1 -

Umur

MTBS MODUL 5 - 2008

32

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

1.6.1. Menentukan Status Imunisasi Bayi Tanyakan kepada ibu, apakah bayi sudah mendapat imunisasi. Jika YA, tanyakan jenis dan waktu pemberian imunisasi tersebut. Imunisasi HB-0 disuntikkan di paha kanan bayi segera setelah lahir, setelah Inisiasi Menyusu Dini dan penyuntikan vitamin K1 atau pada waktu kunjungan rumah. Imunisasi BCG diberikan melalui suntikan di lengan kanan bayi segera setelah persalinan di rumah sakit atau di klinik. Imunisasi Polio diberikan secara oral, 2 tetes.

Jika bayi mempunyai Buku KIA/catatan imunisasi lainnya, lihat apakah sudah tercatat sesuai dengan informasi ibu. Pada bagian bawah Formulir Pencatatan beri tanda pada jenis imunisasi yang sudah diterima. Lingkari imunisasi apa saja yang dibutuhkan hari ini.
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI (lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini) HB-0 ___ BCG ___ Polio 1 ___ Imunisasi yang diberikan hari ini: ______________

1.7. MEMERIKSA MASALAH/KELUHAN LAIN


Periksa MASALAH/KELUHAN LAIN pada bayi muda yang saudara temukan pada waktu kunjungan neonatal maupun pemeriksaan di klinik. 1.7.1. Memeriksa Kelainan Bawaan/Kongenital Kelainan kongenital adalah kelainan pada bayi baru lahir yang bukan akibat trauma lahir. Kematian pada bayi baru lahir dengan kelainan kongenital banyak terjadi akibat malformasi yang tidak mungkin hidup atau yang memerlukan tindakan bedah namun tidak dapat dilakukan segera. Kelainan kongenital lain tidak memberikan dampak buruk, bahkan bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal bila dikoreksi seperti bibir/langit-langit sumbing, talipes equinovarus (kaki pengkor). Untuk mengenali jenis kelainan kongenital, lakukan penilaian kelainan fisik. Dari pemeriksaan fisik, saudara dapat mengenali beberapa kelainan bawaan yang sering dijumpai serta tindakan yang harus dilakukan. Hal ini dapat saudara pelajari pada lampiran modul ini.

33

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

1.7.2. Memeriksa Kemungkinan Trauma Lahir Trauma lahir merupakan salah satu masalah dalam perinatologi, karena masih tingginya angka kematian, kesakitan dan gejala sisa yang ditimbulkan di kemudian hari. Trauma lahir merupakan perlukaan pada bayi baru lahir yang terjadi pada waktu proses persalinan. Jenis-jenis trauma lahir dan tindakannya dapat saudara pelajari pada lampiran modul ini. 1.7.3. Memeriksa Perdarahan Tali pusat Lakukan pemeriksaan apakah ada perdarahan tali pusat. Perdarahan terjadi karena ikatan tali pusat menjadi longgar setelah beberapa hari. Perdarahan tali pusat yang tidak ditangani secara cepat dapat menyebabkan syok.

1.8. MEMERIKSA MASALAH IBU


Lajur terakhir pada Formulir Pencatatan Bayi Muda adalah mengenai MASALAH IBU. Lajur ini mengingatkan saudara untuk menilai masalah/keluhan yang mungkin diderita oleh ibu. Pentingnya menanyakan masalah ibu adalah memanfaatkan kesempatan waktu kontak dengan bayi muda untuk memberi pelayanan kesehatan kepada ibu. Bagian ini tidak membahas semua masalah ibu, hanya masalah yang mungkin berpengaruh pada kesehatan bayi. Saudara akan menilai masalah/keluhan yang dikatakan ibu. TANYA: 1. Bagaimana keadaan ibu? Apakah ada keluhan? Tanya kemungkinan permasalahan yang sering terjadi pada ibu pasca persalinan misalnya: perdarahan, demam, sakit kepala, pusing stres atau depresi 2. Apakah ada masalah dengan : Waktu istirahat dan pola tidur ? Pola makan dan minum ? Kebiasaan buang air kecil atau buang air besar ? 3. Apakah merasa mulas? Apakah lokia berbau? Apakah Lokia berwarna gelap? Apakah ada nyeri pada perineum? 4. Apakah ASI keluar lancar? Apakah puting payudara rata? Apakah puting tertarik kedalam? Apakah puting lecet? Apakah payudara bengkak? 5. Apakah ibu mempunyai kesulitan dalam merawat bayi baru lahir? 6. Apakah ibu minum tablet tambah darah dan Vit A? 7. Apakah ibu minum obat atau jamu? 8. Apakah ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi?

MTBS MODUL 5 - 2008

34

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LIHAT DAN RABA: 1. Lihat keadaan umum ibu, ukur tanda/gejala vital (suhu, denyut nadi, tekanan darah), periksa tanda tanda anemia dan perdarahan 2. Periksa payudara (pembengkakan atau puting ) 3. Periksa uterus (ukuran dan tonus) 4. Periksa lokia (jumlah, warna, bau) 5. Periksa daerah perineum (kebersihan, pembengkakan, hemoroid, luka, bau) 6. Periksa edema kaki

35

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN I
Saudara akan berlatih mengklasifikasikan bayi muda secara menyeluruh sesuai dengan materi yang telah saudara pelajari. Kasus : Eva Waktu kunjungan rumah, petugas memeriksa bayi perempuan Eva, umur 5 hari, berat badan 2.500 gram, suhu 36,1oC. Menurut ibu, tangan kanan bayi tidak bergerak sejak lahir dan mulai kemarin bayi tampak kuning. Pada pemeriksaan, hitung napas 57 kali/menit, tidak ada tanda/gejala kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri. Petugas melihat warna kuning yang meluas sampai dada, warna tinja tidak pucat. Tidak ada diare. Bayi disusui 3 - 4 kali sehari dan mendapat susu formula 2 botol sehari. Ketika menilai cara menyusui, didapatkan: badan bayi tersangga dengan baik, kepala dan tubuh bayi lurus, badan bayi menghadap ke dada ibu dan dekat ke ibu. Dagu bayi menempel payudara, mulut bayi kurang terbuka lebar, bibir bawah kurang membuka keluar dan areola bagian atas tampak lebih banyak. Bayi mengisap dengan cepat dan dangkal. Eva sudah mendapat imunisasi Hepatitis B saat lahir. Ibu juga mengatakan payudaranya bengkak dan terasa sakit waktu disentuh. Pada pemeriksaan, terlihat payudara kiri ibu bengkak, kemerahan dan puting masuk ke dalam

MTBS MODUL 5 - 2008

36

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


Tanggal : _______________ L / P Nama orang tua : ___________ Alamat : _____________ Suhu badan : ________ C
o

Nama bayi : _______________ Umur : _________

Berat badan : ________ gram

Tanyakan: Bayi ibu sakit apa ?________________ Kunjungan pertama?____ Kunjungan ulang? ____ PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya. Ada riwayat kejang. Bayi bergerak hanya jika dirangsang. Hitung napas dalam 1 menit ____ kali / menit. - Ulangi jika 60 kali / menit, hitung napas kedua ____ kali/ menit. Napas cepat. - Napas lambat ( < 30 kali / menit ). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. Suhu tubuh 37,5 C Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah : apakah sedikit atau banyak ? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut. Pusar kemerahan atau bernanah. Ada pustul di kulit. APAKAH BAYI DIARE ? Sudah diare selama ____ hari Keadaan umum bayi : - Letargis atau tidak sadar. - Gelisah / rewel. Mata cekung. Cubitan kulit perut kembalinya : - Sangat lambat ( > 2 detik ) - Lambat. Ya ____ Tidak ____ KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGOBATAN

MEMERIKSA IKTERUS. Bayi kuning, timbul pada hari pertama setelah lahir ( < 24 jam ) Kuning ditemukan pada umur 24 jam sampai 14 hari. Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari. Kuning sampai lutut atau siku. Tinja berwarna pucat

37

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan)

KLASIFIKASI

TINDAKAN / PENGOBATAN

MEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI. Berat badan menurut umur : - BB/U - 2 SD ____ - BB/U > - 2 SD ____ Ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI ? Ya ___ Tidak ___ Apakah bayi diberi ASI ? Ya ___ Tidak ___ Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ___ kali. Apakah bayi diberi minuman selain ASI ? Ya ___ Tidak ___ - Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ___ kali - Alat apa yang digunakan ? ______________________ Ada luka atau bercak putih (thrush) di mulut. Ada celah bibir / langit-langit JIKA : ada kesulitan pemberian ASI, diberi ASI < 8 kali dalam 24 jam, diberi makanan/ minuman lain selain ASI, atau berat badan rendah menurut umur DAN tidak ada indikasi di rujuk ke Rumah Sakit. LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENYUSUI : Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir ? - Jika TIDAK, minta ibu menyusui bayinya. - Jika YA, minta ibu untuk menunggu dan memberitahu saudara jika bayi sudah mau menyusu lagi. Amati pemberian ASI dengan seksama. Bersihkan hidung yang tersumbat, jika menghalangi bayi menyusu. Lihat apakah bayi menyusu dengan baik. Lihat apakah posisi bayi benar. Seluruh badan bayi tersangga dengan baik kepala dan tubuh bayi lurus badan bayi menghadap ke dada ibunya badan bayi dekat ke ibunya.
Posisi sala posisi benar

Lihat apakah perlekatan benar. Dagu bayi menempel payudara ibu mulut bayi terbuka lebar bibir bawah membuka keluar areola bagian atas tampak lebih banyak.
Tidak melekat sama sekali tidak melekat dengan baik melekat dengan baik

Lihat dan dengar apakah bayi mengisap dalam dan efektif : Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat hanya terdengar suara menelan.
Tidak mengisap sama sekali tidak mengisap dengan efektif mengisap efektif

MEMERIKSA STATUS VITAMIN K1 ( tandai ) jika sudah diberikan segera

Vitamin K1 diberikan hari ini

setelah lahir ______


Imunisasi yang diberikan hari ini

MEMERIKSA STATUS IMUNISASI (lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini) Hepatitis B 0 ______ BCG ______ Polio 1 ______

MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN LAIN

Nasihati kapan kembali segera. Kunjungan ulang : ________ hari

MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN IBU

MTBS MODUL 5 - 2008

38

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

2.0. TINDAKAN DAN PENGOBATAN


Tentukan tindakan dan beri pengobatan untuk setiap klasifikasi sesuai dengan yang tercantum dalam kolom tindakan/pengobatan pada buku bagan, kemudian catat dalam Formulir Pencatatan. Bayi muda yang termasuk klasifikasi merah memerlukan rujukan segera ke fasilitas pelayanan yang lebih baik. Sebelum merujuk lakukan tindakan/pengobatan pra rujukan. Jelaskan kepada orang tua bahwa tindakan/pengobatan pra rujukan diperlukan untuk menyelamatkan kelangsungan hidup anak. Minta persetujuan orang tua (informed consent) sebelum melakukan tindakan/pengobatan pra rujukan. Bayi muda dengan klasifikasi kuning dan hijau tidak memerlukan rujukan. Lakukan tindakan/pengobatan dan nasihat untuk ibu termasuk kapan harus segera kembali serta kunjungan ulang, sesuai dengan buku bagan 2.1. MENENTUKAN PERLUNYA RUJUKAN BAGI BAYI MUDA

Bayi muda yang membutuhkan rujukan adalah yang mempunyai klasifikasi berat (berwarna merah muda) seperti: Penyakit sangat berat atau infeksi bakteri berat Ikterus berat Diare dehidrasi berat Khusus untuk bayi muda dengan DIARE DEHIDRASI BERAT, jika tidak ada klasifikasi berat lainnya dan tempat kerja saudara mempunyai fasilitas dan kemampuan terapi intravena, maka dapat dilakukan langkah rehidrasi dengan Rencana Terapi C terlebih dahulu sebelum merujuk. Jika fasilitas tersebut tidak ada, RUJUK SEGERA. Bayi muda dengan klasifikasi merah, memerlukan penanganan awal segera. Selesaikan pemeriksaan secara cepat dan lakukan penanganan sehingga rujukan tidak terlambat. Jangan melakukan tindakan yang tidak perlu, yang dapat menghambat rujukan. Siapkan surat rujukan dan jelaskan kepada ibu apa alasan saudara merujuk bayinya. Ajari ibu segala sesuatu yang perlu dilakukan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan. 2.2. TINDAKAN DAN PENGOBATAN PRA RUJUKAN

Sebelum merujuk bayi muda ke rumah sakit, berikan semua tindakan pra rujukan yang sesuai dengan klasifikasinya. Beberapa tindakan yang memperlambat rujukan dan tidak sangat mendesak tidak diberikan sebelum rujukan, seperti mengajari ibu mengobati infeksi lokal.

39

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Jika bayi muda ditemukan dalam keadaan kejang, henti napas, segera lakukan tindakan/pengobatan sebelum melakukan penilaian yang lain dan RUJUK SEGERA

BAYI DAPAT DIRUJUK (SYARAT RUJUKAN): Suhu 35,5 0C Denyut jantung 100 per menit (lihat pedoman resusitasi neonatus) Tidak ada tanda dehidrasi berat.

Selanjutnya saudara akan mempelajari beberapa tindakan/pengobatan pra rujukan yang harus dilakukan sebelum saudara merujuk bayi muda dengan klasifikasi merah yaitu: Membebaskan jalan napas dan memberi oksigen (jika ada). Menangani kejang dengan obat anti kejang. Mencegah agar gula darah tidak turun. Memberi cairan intravena. Memberi dosis pertama antibiotik intramuskular. Menghangatkan tubuh bayi segera. Menasihati ibu cara menjaga bayi tetap hangat selama perjalanan ke tempat rujukan dengan METODA KANGURU. Menyertakan contoh darah ibu jika bayi mempunyai klasifikasi Ikterus Berat. Memasang pipa lambung pada bayi dengan klasifikasi Diare Dehidrasi Berat.

2.2.1. Menangani Gangguan Napas pada Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri Berat Menangani gangguan napas dilakukan jika bayi muda mempunyai gejala KEJANG dan GANGGUAN NAPAS.
MENANGANI GANGGUAN NAPAS PADA PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT Posisikan kepala bayi setengah tengadah, jika perlu bahu diganjal dengan gulungan kain. Bersihkan jalan napas dengan menggunakan alat pengisap lendir. Jika mungkin, berikan oksigen dengan kateter nasal atau nasal prong dengan kecepatan 2 liter per menit.

Jika terjadi henti napas (apneu), lakukan resusitasi, sesuai dengan Pedoman Resusitasi Neonatus.

MTBS MODUL 5 - 2008

40

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Cara Menggunakan Alat Pengisap Lendir: - Jika alat pengisap lendir dimasukkan melalui mulut, maka panjang pipa yang dimasukkan maksimum 5 cm dari ujung bibir. - Jika alat pengisap lendir dimasukkan melalui hidung, maka panjang pipa yang dimasukkan maksimum 3 cm dari ujung hidung. 2.2.2. Menangani Kejang Dengan Obat Anti Kejang Beri obat anti kejang jika bayi muda mengalami kejang saat pemeriksaan.
MENANGANI KEJANG DENGAN OBAT ANTI KEJANG Untuk semua klasifikasi yang membutuhkan obat anti kejang : Obat anti kejang pilihan pertama : Fenobarbital Obat anti kejang pilihan kedua : Diazepam. Fenobarbital 100 mg/ 2 ml (dalam ampul 2 ml) diberikan secara intramuskular Diazepam 5 mg/ml (dalam ampul 1 ml) atau 10 mg/ 2 ml (dalam ampul 2 ml) diberikan per rektal. Berat < 2500 gram diberikan 0.25 ml* Berat 2500 gram diberikan 0.50 ml*

Dosis : 30 mg = 0.6 ml

* Diberikan dengan menggunakan semprit 1 ml.

Jika kejang timbul lagi (kejang berulang), ulangi pemberian Fenobarbital 1 kali lagi dengan dosis yang sama, minimal selang waktu 15 menit.

Bayi kejang jangan diberi minum atau apapun lewat mulut, karena bisa terjadi aspirasi. Jika bayi kejang dicurigai sebagai TETANUS NEONATORUM dengan tanda/ gejala: Kejang/kaku seluruh tubuh baik dirangsang maupun spontan Mulut mencucu seperti mulut ikan Biasanya kesadaran masih baik tetapi bayi tak bisa menetek. Lakukan tindakan : Beri obat anti kejang Diazepam bukan Fenobarbital. Beri dosis pertama antibiotik intramuskular Penisilin Prokain. Lihat pedoman Eliminasi Tetanus Neonatorum untuk berikutnya.

tindakan

Jika tidak tersedia Diazepam dalam kemasan per rektal, gunakan Diazepam injeksi yang dimasukkan ke rektum. Caranya : sedot Diazepam ke dalam semprit tuberkulin atau BCG (1 ml) sebanyak yang diperlukan, kemudian lepas jarumnya dan masukkan semprit tersebut ke rektum sekitar 4 cm dan
41
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

semprotkan Diazepam ke dalam rektum. Cara memberikan diazepam dapat dilihat pada gambar berikut ini.

2.2.3. Mencegah Agar Gula Darah Tidak Turun. Mencegah agar kadar gula darah tidak turun merupakan tindakan penting sebelum merujuk bayi dengan klasifikasi merah. Penurunan kadar gula sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan otak. Untuk Bayi dengan GANGGUAN SALURAN CERNA tidak diperbolehkan diberi minum/makan (bayi dipuasakan).
MENCEGAH AGAR GULA DARAH TIDAK TURUN Jika bayi masih bisa menyusu. Ibu diminta tetap menyusui bayinya. Jika bayi tidak bisa menyusu, tapi masih bisa menelan. Beri ASI perah dengan cangkir kecil atau sendok atau ditetesi dengan pipet. Berikan kira-kira 20-50 ml sebelum dirujuk. Jika tidak memungkinkan, beri susu formula atau air gula. Jika bayi tidak bisa menelan. Beri 50 ml ASI perah, susu formula atau air gula melalui pipa lambung.

CARA MEMBUAT AIR GULA Larutkan gula sebanyak 1 sendok takar (5 gram) ke dalam 1/2 gelas air matang (100 ml). Aduk sampai larut benar.

2.2.4. Memberi Cairan Intravena. Cairan intravena diberikan pada bayi dengan klasifikasi DIARE DEHIDRASI BERAT dengan Rencana Terapi C. Lihat bagan pengobatan untuk RENCANA TERAPI C (modifikasi untuk bayi muda). 2.2.5. Memberi Antibiotik Intramuskular Bayi muda sakit dengan klasifikasi PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT, memerlukan dosis pertama antibiotik intramuskular. Antibiotik pilihan pertama adalah Ampisilin dan Gentamisin. Antibiotik pilihan kedua adalah Penisilin Prokain dan Gentamisin.
MTBS MODUL 5 - 2008

42

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Saudara tidak perlu khawatir dalam memberikan dosis pertama antibiotik intramuskular, karena risiko syok anafilaktik pada bayi muda sangat jarang terjadi. Jika saudara terlatih memberikan suntikan intramuskular, ikuti langkah-langkah berikut ini (jika tidak, minta seseorang yang terampil untuk memberikan suntikan): 1. Jelaskan kepada ibu mengapa obat tersebut harus diberikan. 2. Pilih obat yang sesuai dan tentukan dosis obat berdasarkan bagan pengobatan. Periksa konsentrasi sediaan yang ada. 3. Gunakan alat suntik 1 ml dan jarum yang steril.

4. Baringkan bayi, suntikkan secara intramuskular dan dalam di paha bagian lateral, jangan disuntikkan di bokong bayi.

MEMBERI ANTIBIOTIK INTRAMUSKULAR Beri dosis pertama antibiotik intramuskular untuk bayi dengan klasifikasi PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT dan RUJUK SEGERA. UNTUK SEMUA KLASIFIKASI YANG MEMBUTUHKAN ANTIBIOTIK INTRAMUSKULAR ANTIBIOTIK INTRAMUSKULAR PILIHAN PERTAMA : AMPISILIN dan GENTAMISIN ANTIBIOTIK INTRAMUSKULAR PILIHAN KEDUA : PENISILIN PROKAIN dan GENTAMISIN
GENTAMISIN Penisilin prokain Dosis : Dosis: 50.000 unit/kg Berat Badan < 2000 gr : Berat badan BB/24 jam 4 mg/ kgBB/ 24 jam (gram) Tambahkan 9 ml Berat Badan 2000 gr : aquadest ke dalam 5 mg/ kgBB/ 24 jam botol 3 gram (3.000.000 Vial 2 ml Vial 2 ml unit) menjadi 10 ml dengan 300.000 unit/ml berisi 80 mg berisi 20 mg 1000 - < 2000 0.5 ml 0.3 ml 0.2 0.5 2000 - < 3000 0.6 ml 0.4 ml 0.4 1.2 3000 - < 4000 0.8 ml 0.5 ml 0.5 1.8 4000 - < 5000 1.0 ml 0.7 ml 0.6 2.2 Diberikan dengan menggunakan semprit 1 ml

Ampisilin Dosis: 100 mg/kg BB/24 jam Tambahkan 1.5 ml aqua steril ke botol 0.5 gram (200mg/ml)

43

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

2.2.6. Menghangatkan tubuh bayi segera. CARA MENGHANGATKAN TUBUH BAYI


Bayi dengan gejala HIPOTERMIA, harus segera dihangatkan sebelum dirujuk. Caranya sebagai berikut : Segera keringkan tubuh bayi yang basah dengan handuk/kain kering. Ganti pakaian, selimut/kain basah dengan yang kering. Hangatkan tubuh bayi dengan METODA KANGURU atau gunakan cahaya lampu 60 watt dengan jarak minimal 60 cm, sampai suhu normal dan pertahankan suhu tubuh bayi. Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat, beri tutup kepala. Jaga bayi tetap hangat. Hindari ruangan yang banyak angin, jauhkan bayi dari jendela / pintu. Pada bayi dengan gejala HIPOTERMIA: jika dalam 1 jam suhu badan < 36 C, RUJUK SEGERA dengan METODA KANGURU. Pada bayi dengan HIPOTERMIA SEDANG: jika dalam 2 jam suhu badan <36,5 C, RUJUK SEGERA dengan METODA KANGURU.

Cara sederhana dan tepat guna untuk menghangat-kan bayi muda adalah dengan metode kanguru. Cara ini sangat mudah dan dapat dikerjakan oleh semua orang. Prinsip metode kanguru adalah menghangatkan tubuh bayi dengan cara meletakkan bayi di dada seseorang sehingga terjadi kontak kulit langsung. Cara ini dapat dilakukan oleh semua orang.
METODA KANGURU Bayi telanjang dada (hanya memakai popok, topi, kaus tangan, kaus kaki), diletakkan telungkup di dada dengan posisi tegak atau diagonal. Tubuh bayi menempel/kontak langsung dengan ibu. Atur posisi kepala, leher dan badan dengan baik untuk menghindari terhalangnya jalan napas. Kepala menoleh ke samping di bawah dagu ibu (ekstensi ringan). Tangan dan kaki bayi dalam keadaan fleksi seperti posisi katak kemudian fiksasi dengan selendang. Ibu mengenakan pakaian/blus longgar sehingga bayi berada dalam 1 pakaian dengan ibu. Jika perlu, gunakan selimut. Selain ibu, ayah dan anggota keluarga lain bisa melakukan metoda kanguru.

MTBS MODUL 5 - 2008

44

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

2.2.7. Menasihati ibu cara menjaga bayi tetap hangat selama perjalanan. Metoda kanguru sangat baik dilakukan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan. Metoda ini berguna untuk mempercepat terjadinya kestabilan suhu tubuh dan merangsang bayi baru lahir segera mengisap puting payudara ibu.

MENASIHATI IBU CARA MENJAGA BAYI TETAP HANGAT SELAMA PERJALANAN

Keringkan bayi segera jika setiap kali bayi basah terkena air atau air kencing dan tinja bayi. Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat, beri tutup kepala. Lakukan tindakan mempertahankan suhu tubuh dengan METODA KANGURU.

45

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN J
Pada latihan ini saudara akan melihat video tentang metoda Kanguru dan fasilitator akan menjelaskan pada saudara untuk lebih memahaminya. ----=====----

MTBS MODUL 5 - 2008

46

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LATIHAN K
Pada latihan ini saudara harus menentukan perlu tidaknya dilakukan rujukan segera dan tindakan/pengobatan pra rujukan. 1. Asti umur 6 hari, Ia menderita Infeksi Bakteri Lokal Diare tanpa dehidrasi Ikterus Apakah Asti memerlukan rujukan segera ? Ya _____ Tidak _____ 2. Raymond umur 4 hari, Ia menderita: Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri Berat Diare Dehidrasi Ringan/Sedang Ikterus Apakah Raymond memerlukan rujukan segera ? Ya _____ Tidak _____ 3. Irza umur 7 hari dengan gejala kejang, hipotermia dan pustul di kulit. Apakah Irza memerlukan rujukan segera ? Ya _____ Tidak _____ Jika YA, apa yang harus saudara lakukan ? Jika TIDAK, berikan alasannya. 4. Himawan umur 1 minggu, ia menderita : Diare Dehidrasi Berat. Ikterus. Infeksi Bakteri Lokal. Berat Badan Rendah Menurut Umur Puskesmas mampu memberikan pengobatan intra vena. Apakah Himawan memerlukan rujukan? Ya _____ Tidak _____ Jika YA, apa yang harus dilakukan? dan jika TIDAK, berikan alasannya !

Soal nomor 5 dan 6 dikerjakan pada Formulir Pencatatan yang tersedia.

47

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

5. Ruben, bayi laki-laki umur 6 hari didatangi petugas untuk kunjungan neonatal. Ibu mengatakan bayi diare sejak 3 hari yang lalu dan wajahnya kuning hari ini. Hasil pemeriksaan didapat: Berat badan 3000 gram, suhu 36,8oC, frekuensi napas 55 kali/menit, tidak ada kejang maupun gangguan napas. Bayi sadar, matanya cekung, kulit dan pusar normal, cubitan kulit perut kembali segera. Kuning tampak sampai ke leher, warna tinjanya normal. Menurut ibu, bayi diberi ASI saja sebanyak 9 kali dalam 24 jam. Ruben tidak mempunyai luka dimulut atau trush dan tidak ada celah bibir/langitlangit. Ketika dinilai tentang cara menyusu: posisi bayi benar, melekat dengan baik dan mengisap secara efektif. Tidak ada masalah lain dan masalah/keluhan ibu.

6. Regina, bayi perempuan umur 2 minggu, berat badan 3500 gram, suhu 35,80C dibawa ke puskesmas karena sesak napas dan muntah setiap kali disusui. Pada pemeriksaan tampak bayi diam saja, bergerak hanya jika dirangsang, frekuensi napas 73 kali/menit dan 76 kali/menit pada hitungan kedua. Terlihat ada tarikan dinding dada kedalam yang sangat kuat. Regina tidak diare dan tidak kuning. Ibu berkata, sejak tadi malam Regina tidak bisa menyusu, biasanya ia menyusu 8 kali dalam 24 jam, ibu tidak pernah memberi makanan/minuman lain.

MTBS MODUL 5 - 2008

48

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


Tanggal : _______________ L / P Nama orang tua : ___________ Alamat : _____________ Suhu badan : ________ C
o

Nama bayi : _______________ Umur : _________

Berat badan : ________ gram

Tanyakan: Bayi ibu sakit apa ?________________ Kunjungan pertama?____ Kunjungan ulang? ____ PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGOBATAN

MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya. Ada riwayat kejang. Bayi bergerak hanya jika dirangsang. Hitung napas dalam 1 menit ____ kali / menit. - Ulangi jika 60 kali / menit, hitung napas kedua ____ kali/ menit. Napas cepat. - Napas lambat ( < 30 kali / menit ). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. Suhu tubuh 37,5 C Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah : apakah sedikit atau banyak ? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut. Pusar kemerahan atau bernanah. Ada pustul di kulit.

APAKAH BAYI DIARE ? Sudah diare selama ____ hari Keadaan umum bayi : - Letargis atau tidak sadar. - Gelisah / rewel. Mata cekung. Cubitan kulit perut kembalinya : - Sangat lambat ( > 2 detik ) - Lambat.

Ya ____ Tidak ____

MEMERIKSA IKTERUS. Bayi kuning, timbul pada hari pertama setelah lahir ( < 24 jam ) Kuning ditemukan pada umur 24 jam sampai 14 hari. Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari. Kuning sampai lutut atau siku. Tinja berwarna pucat

49

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan)

KLASIFIKASI

TINDAKAN / PENGOBATAN

MEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI. Berat badan menurut umur : - BB/U - 2 SD ____ - BB/U > - 2 SD ____ Ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI ? Ya ___ Tidak ___ Apakah bayi diberi ASI ? Ya ___ Tidak ___ Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ___ kali. Apakah bayi diberi minuman selain ASI ? Ya ___ Tidak ___ - Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ___ kali - Alat apa yang digunakan ? ______________________ Ada luka atau bercak putih (thrush) di mulut. Ada celah bibir / langit-langit JIKA : ada kesulitan pemberian ASI, diberi ASI < 8 kali dalam 24 jam, diberi makanan/ minuman lain selain ASI, atau berat badan rendah menurut umur DAN tidak ada indikasi di rujuk ke Rumah Sakit. LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENYUSUI : Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir ? - Jika TIDAK, minta ibu menyusui bayinya. - Jika YA, minta ibu untuk menunggu dan memberitahu saudara jika bayi sudah mau menyusu lagi. Amati pemberian ASI dengan seksama. Bersihkan hidung yang tersumbat, jika menghalangi bayi menyusu. Lihat apakah bayi menyusu dengan baik. Lihat apakah posisi bayi benar. Seluruh badan bayi tersangga dengan baik kepala dan tubuh bayi lurus badan bayi menghadap ke dada ibunya badan bayi dekat ke ibunya.
Posisi sala posisi benar

Lihat apakah perlekatan benar. Dagu bayi menempel payudara ibu mulut bayi terbuka lebar bibir bawah membuka keluar areola bagian atas tampak lebih banyak.
Tidak melekat sama sekali tidak melekat dengan baik melekat dengan baik

Lihat dan dengar apakah bayi mengisap dalam dan efektif : Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat hanya terdengar suara menelan.
Tidak mengisap sama sekali tidak mengisap dengan efektif mengisap efektif

MEMERIKSA STATUS VITAMIN K1 ( tandai ) jika sudah diberikan segera

Vitamin K1 diberikan hari ini

setelah lahir ______


Imunisasi yang diberikan hari ini

MEMERIKSA STATUS IMUNISASI (lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini) Hepatitis B 0 ______ BCG ______ Polio 1 ______

MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN LAIN

Nasihati kapan kembali segera. Kunjungan ulang : ________ hari

MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN IBU

MTBS MODUL 5 - 2008

50

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


Tanggal : ____________ L/P Nama orang tua : ___________ Alamat : _____________ Suhu badan : ________ C
o

Nama bayi : _____________ Umur : _________

Berat badan : ________ gram

Tanyakan: Bayi ibu sakit apa ?________________ Kunjungan pertama?____ Kunjungan ulang? ____ PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya. Ada riwayat kejang. Bayi bergerak hanya jika dirangsang. Hitung napas dalam 1 menit ____ kali / menit. - Ulangi jika 60 kali / menit, hitung napas kedua ____ kali/ menit. Napas cepat. - Napas lambat ( < 30 kali / menit ). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. Suhu tubuh 37,5 C Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah : apakah sedikit atau banyak ? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut. Pusar kemerahan atau bernanah. Ada pustul di kulit. KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGOBATAN

APAKAH BAYI DIARE ? Sudah diare selama ____ hari Keadaan umum bayi : - Letargis atau tidak sadar. - Gelisah / rewel. Mata cekung. Cubitan kulit perut kembalinya : - Sangat lambat ( > 2 detik ) - Lambat.

Ya ____ Tidak ____

MEMERIKSA IKTERUS. Bayi kuning, timbul pada hari pertama setelah lahir ( < 24 jam ) Kuning ditemukan pada umur 24 jam sampai 14 hari. Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari. Kuning sampai lutut atau siku. Tinja berwarna pucat

51

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) MEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADAN RENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI. Apakah inisiasi menyusui dini dilakukan ? Ya ____ Tidak ____ Berat badan menurut umur : Ibu mengalami kesulitan pemberian ASI ? Ya ____ Tidak ____ Apakah bayi diberi ASI ? Ya ____ Tidak ____ - Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ____ kali. Apakah bayi diberi minuman selain ASI ? Ya ____ Tidak ____ - Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ?____ kali - Alat apa yang digunakan ? _____________________________ Ada luka atau bercak putih (thrush) di mulut. Ada celah bibir / langit-langit JIKA : ada kesulitan pemberian ASI, diberi ASI < 8 kali dalam 24 jam, diberi makanan/ minuman lain selain ASI, atau berat badan rendah menurut umur DAN tidak ada indikasi di rujuk ke Rumah Sakit. LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENYUSUI : Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir ? - Jika TIDAK, minta ibu menyusui bayinya. - Jika YA, minta ibu memberitahu jika bayi sudah mau menyusu lagi Amati pemberian ASI dengan seksama. Bersihkan hidung yang tersumbat, jika menghalangi bayi menyusu. Lihat apakah bayi menyusu dengan baik. Lihat apakah posisi bayi benar. Seluruh badan bayi tersangga dengan baik kepala dan tubuh bayi lurus badan bayi menghadap ke dada ibu badan bayi dekat ke ibu Posisi salah posisi benar Lihat apakah perlekatan benar. Dagu bayi menempel payudara mulut bayi terbuka lebar bibir bawah membuka keluar areola bagian atas tampak lebih banyak. Tidak melekat sama sekali tidak melekat dengan baik melekat dengan baik Lihat dan dengar apakah bayi mengisap dalam dan efektif : Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat hanya terdengar suara menelan. Tidak mengisap sama sekali tidak mengisap dengan efektif mengisap efektif
- BB/U - 2 SD - BB/U > - 2 SD ____ ____

TINDAKAN / PENGOBATAN

MEMERIKSA STATUS VITAMIN K1 ( tandai ) jika sudah diberikan

Vitamin K1 diberikan hari ini

segera setelah lahir ______


MEMERIKSA STATUS IMUNISASI ( Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini ) HB- 0 ___ HB- 1 ___ BCG ___ Polio 1 ___ Imunisasi yang diberikan hari ini

MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN LAIN Nasihati kapan kembali segera Kunjungan ulang : ______ hari MEMERIKSA MASALAH / KELUHAN IBU

MTBS MODUL 5 - 2008

52

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

2.3. TINDAKAN/PENGOBATAN PADA BAYI MUDA YANG TIDAK MEMERLUKAN RUJUKAN Tentukan tindakan/pengobatan untuk setiap klasifikasi bayi muda yang berwarna kuning dan hijau yaitu: Infeksi bakteri lokal. Mungkin bukan infeksi Diare dehidrasi ringan/sedang Diare tanpa dehidrasi Ikterus . Berat badan rendah menurut umur dan/atau masalah pemberian ASI Berat badan tidak rendah dan tidak ada masalah pemberian ASI. Kemudian catat pada Formulir Pencatatan semua tindakan/pengobatan yang diperlukan, termasuk nasihat kapan kembali segera dan kunjungan ulang. Di bawah ini adalah beberapa tindakan/pengobatan pada bayi muda yang tidak memerlukan rujukan: Menghangatkan tubuh bayi segera Mencegah agar gula darah tidak turun. Memberi antibiotik per oral yang sesuai Mengobati infeksi bakteri lokal Melakukan rehidrasi oral baik di klinik maupun di rumah Mengobati luka atau bercak putih ( thrush ) di mulut Melakukan asuhan dasar bayi muda 2.3.1. Menghangatkan tubuh bayi segera Lakukan tindakan menghangatkan tubuh bayi segera pada bayi muda dengan suhu < 35,50C. Tindakan menghangatkan tubuh bayi segera sama seperti yang sudah saudara pelajari dalam tindakan pra rujukan. 2.3.2. Mencegah agar gula darah tidak turun Lakukan tindakan mencegah agar gula darah tidak turun pada bayi muda dengan klasifikasi PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT, DIARE DEHIDRASI BERAT, IKTERUS BERAT. Tindakan mencegah agar gula darah tidak turun sama seperti yang sudah saudara pelajari dalam tindakan pra rujukan.

53

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

2.3.3. Memberi antibiotik oral yang sesuai. Beri antibiotik per oral yang sesuai pada bayi muda dengan klasifikasi INFEKSI BAKTERI LOKAL.
MEMBERI ANTIBIOTIK ORAL YANG SESUAI Antibiotik per oral yang sesuai untuk INFEKSI BAKTERI LOKAL: Amoksisilin AMOKSISILIN Dosis 50 mg/kg BB/hari Beri tiap 8 jam selama 5 hari Kaplet 250 mg Kaplet 500 mg Sirup 125 mg/5 ml 1 kaplet 1 kaplet (1 sendok takar=5ml) dijadikan dijadikan 5 bungkus 10 bungkus sendok takar sendok takar 1 bungkus 2 bungkus 1 bungkus 2 bungkus

UMUR atau BERAT BADAN 1 hr - <4 mg (< 3 kg) 4 mg - <2 bln (3-4 kg)

2.3.4. Mengobati infeksi bakteri lokal Mengobati infeksi bakteri lokal dilakukan pada bayi muda dengan klasifikasi INFEKSI BAKTERI LOKAL, meliputi infeksi pada kulit, pusar dan mata. Infeksi pada kulit atau pusar diolesi dengan Gentian Violet 0,5% atau Povidon Yodium. Infeksi pada mata diberikan tetes/salep chloramfenikol 0,25% atau tetrasiklin 1%.

CARA MENGOBATI INFEKSI BAKTERI LOKAL Ada 2 jenis INFEKSI BAKTERI LOKAL pada bayi muda yang dapat diobati ibu di rumah : Infeksi kulit atau pusar. Infeksi mata Langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika mengajari ibu : Jelaskan cara memberi pengobatan tersebut. Amati cara ibu mempraktekkan di depan saudara. Cek pemahaman ibu sebelum pulang.

MTBS MODUL 5 - 2008

54

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

2.3.5. Melakukan rehidrasi oral baik di klinik maupun di rumah Penanganan diare yang paling penting adalah mencegah atau mengatasi dehidrasi, selain mencegah terjadinya gangguan nutrisi dan lain-lain. Oleh karena itu saudara harus menguasai dengan baik rencana terapi A dan B bagi penderita diare. Pada dasarnya cara rehidrasi oral bayi muda untukmenangani DIARE TANPA DEHIDRASI dan DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG sama dengan balita kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun yang telah dibahas sebelumnya, hanya pada bayi muda tidak diberikan tablet Zinc. Saudara telah mempelajari cara menilai bayi dengan diare, membuat klasifikasi dehidrasi dan pilih salah satu rencana pengobatan : Rencana Terapi A Penanganan diare di rumah Rencana Terapi B Penanganan dehidrasi ringan/sedang dengan oralit 2.3.6. Mengobati luka atau bercak putih (thrush) di mulut Apabila terdapat luka atau bercak putih (thrus) pada bayi muda, maka harus secepatnya dilakukan tindakan atau pengobatan yang diperlukan. Karena luka atau bercak putih (thrush) di mulut sangat mengganggu bayi muda dalam menyusu, sehingga masukan ASI nya berkurang dan ini dapat mengakibatkan bayi muda mengalami gangguan tumbuh kembang.

CARA MENGOBATI LUKA ATAU BERCAK PUTIH (THRUSH) DI MULUT Cuci tangan ibu sebelum mengobati bayi. Bersihkan mulut bayi dengan ujung jari ibu yang terbungkus kain bersih dan telah dicelupkan ke larutan air matang hangat bergaram (1 gelas air hangat ditambah seujung sendok teh garam) Olesi mulut dengan Gentian Violet 0,25% atau teteskan 1 ml suspensi Nistatin. Cuci tangan kembali. Obati luka atau bercak di mulut 3 kali sehari selama 7 hari.

Cara menyiapkan Gentian Violet 0,25 % : 1 bagian Gentian Violet 1 % ditambah 3 bagian aquades (Misal: 10 ml Gentian Violet 1 % ditambah 30 ml aquades). Cara menyiapkan Suspensi Nistatin : 2 tablet Nistatin (500.000 unit) disuspensi dalam 10 ml Gliserin. Jika tidak ada ganti Gliserin dengan minyak goreng.

55

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

2.3.7. Melakukan asuhan dasar bayi muda. Lakukan asuhan dasar bayi muda pada bayi dengan klasifikasi, INFEKSI BAKTERI LOKAL, MUNGKIN BUKAN INFEKSI, DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG, DIARE TANPA DEHIDRASI, IKTERUS, TIDAK ADA IKTERUS, BERAT BADAN RENDAH MENURUT UMUR DAN/ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI, BERAT BADAN TIDAK RENDAH DAN TIDAK ADA MASALAH PEMBERIAN ASI. Tindakan asuhan dasar bayi muda adalah tindakan sederhana, tetapi penting untuk kelangsungan hidup yang harus diberikan pada bayi muda yang sehat maupun sakit. Tindakan asuhan dasar bayi muda meliputi : Mencegah infeksi Menjaga bayi muda selalu hangat Memberikan ASI saja sesering mungkin Memberi imunisasi
MENCEGAH INFEKSI Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. Bersihkan tali pusat jika basah atau kotor dengan air matang, kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. INGATKAN ibu supaya menjaga tali pusat selalu bersih dan kering. Jaga kebersihan tubuh bayi dengan memandikannya setelah suhu stabil.Gunakan sabun dan air hangat, bersihkan seluruh tubuh dengan hati-hati. Hindarkan bayi baru lahir kontak dengan orang sakit, karena sangat rentan tertular penyakit. Minta ibu untuk memberikan kolostrum karena mengandung zat kekebalan tubuh. Anjurkan ibu untuk menyusui sesering mungkin hanya ASI saja sampai 6 bulan. Bila bayi tidak bisa menyusu, beri ASI perah dengan menggunakan sendok. Hindari pemakaian botol dan dot karena dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran cerna.

MENJAGA BAYI MUDA SELALU HANGAT Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. Setiap kali bayi basah, segera keringkan tubuhnya dan ganti pakaian/kainnya dengan yang kering. Baringkan di tempat yang hangat dan jauh dari jendela atau pintu. Beri alas kain yang bersih dan kering di tempat untuk pemeriksaan bayi, termasuk timbangan bayi. Jika tidak ada tanda-tanda hipotermia, mandikan bayi 2 kali sehari (tidak boleh lebih). Selesai dimandikan, segera keringkan tubuh bayi. Kenakan pakaian yang bersih dan kering, topi, kaus tangan/kaki dan selimut jika perlu. Minta ibu untuk meletakkan bayi di dadanya sesering mungkin dan bayi tidur bersama ibu. Pada BBLR atau suhu < 35,50C, hangatkan bayi dengan METODA KANGURU atau dengan lampu 60 watt berjarak minimal 60 cm.

MTBS MODUL 5 - 2008

56

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

MEMBERI ASI SAJA SESERING MUNGKIN Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi muda. Minta ibu untuk memberi ASI saja sesering mungkin sedikitnya 8 kali sehari. Meneteki lebih sering, baik siang maupun malam Menyusui dengan payudara kiri dan kanan secara bergantian. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya. Jika bayi telah tidur selama 2 jam, minta ibu untuk membangunkan bayi dan langsung disusui. Minta ibu untuk meletakkan bayi di dadanya sesering mungkin dan tidur bersama ibu. Ingatkan ibu dan anggota keluarga lainnya untuk membaca kembali hal-hal tentang pemberian ASI di Kartu Nasihat Ibu atau Buku KIA. Minta ibu untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami.

IMUNISASI Segera beri imunisasi HB-0 sebelum bayi umur 7 hari. Beri imunisasi BCG ketika bayi umur 1 bulan (kecuali bayi yang lahir di Rumah Sakit, biasanya diimunisasi sebelum pulang). Tunda pemberian imunisasi pada bayi muda dengan klasifikasi merah.

2.4. TINDAKAN/PENGOBATAN PADA MASALAH/KELUHAN IBU Tentukan tindakan/pengobatan untuk setiap masalah/keluhan yang dikatakan ibu sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saudara serta kebijakan program kesehatan ibu. Rujuk ibu untuk masalah lain yang tidak dapat saudara tangani di klinik. Kemudian catat pada Formulir Pencatatan semua tindakan/pengobatan yang diperlukan, nasihat untuk ibu termasuk kapan harus kembali segera dan kunjungan ulang.

57

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LATIHAN L
Pada latihan ini saudara harus menentukan tindakan/pengobatan pada bayi muda yang tidak memerlukan rujukan. Gunakan bagan TINDAKAN/ PENGOBATAN. Tulislah jenis obat yang dipilih, dosis serta jadwal pemberian untuk setiap kasus di bawah ini. Semua bayi dianggap kunjungan pertama kali untuk sakitnya dan tidak ada klasifikasi lain. 1. Rasti, umur 1,5 bulan berat badan 4000 g dengan pustul kulit sedikit, memerlukan antibiotik.

2. Mauren, umur 7 minggu, berat badan 4500 gram dibawa ke Puskesmas karena menderita bintik-bintik bernanah atau bisul kecil. Diklasifilkasikan INFEKSI BAKTERI LOKAL di kulit. Bidan akan memberi antibiotik oral. a. Tentukan antibiotik yang sesuai, dosis dan jadwalnya.

b. Bagaimana cara perawatan infeksi bakteri lokal di kulit?

3. Siska, 4 minggu berat badan 5000 gram menderita diare. Dalam pemeriksaan didapatkan klasifikasi DIARE TANPA DEHIDRASI. a. Tuliskan 3 aturan perawatan diare di rumah ?

b. Rencana terapi apa yang akan diberika ?

c. Tuliskan jenis dan jumlah cairan tambahan yang harus diberikan setiap kali bayi berak ?

MTBS MODUL 5 - 2008

58

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

4.

Bayi-bayi di bawah ini dibawa ke klinik karena diare dengan klasifikasi:DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG dan tidak ada klasifikasi lain. Tuliskan jumlah cairan tambahan yang harus ibu beri setiap kali anak berak

Nama a. Didi b

BB 4500 g

Jumlah cairan tambahan diberikan 3 jam pertama ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Olivia 3000 g 5000 g

c. Toto

5. Mardianto, umur 1 bulan, berat badan 3250 gram ke klinik karena diare. Ia masih menyusu. Karena rumahnya jauh dari klinik, ibu mengatakan tidak mungkin kembali ke klinik dalam beberapa hari ini. Petugas kesehatan mengklasifikasikan sebagai: DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG. Tidak ada klasifikasi lain. a. Tuliskan rencana terapi yang akan diberikan.

b. Apakah petugas kesehatan perlu memberi oralit untuk di rumah? Jika demikian, berapa bungkus oralit 200 ml yang harus diberikan?

c. Apa yang harus dilakukan ibu jika bayi muntah saat diberi cairan?

d. Sampai kapan ibu harus meneruskan pemberian cairan tambahan?

6.

Mengobati luka di mulut a. Apa yang akan saudara sampaikan kepada ibu tentang pentingnya mengobati luka di mulut?

b. Apa langkah penting yang harus diambil untuk mengobati luka dimulut?

59

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.0. KONSELING BAGI IBU


Saudara akan mempelajari cara mengajari ibu dan keluarga untuk melanjutkan pengobatan di rumah, merawat bayi muda sehat maupun sakit termasuk melakukan asuhan dasar di rumah serta memberikan konseling bagi ibu dan keluarga. Konseling diberikan pada bayi muda dengan klasifikasi kuning dan hijau. Lakukan konseling setelah saudara selesai memberikan tindakan/ pengobatan. Bab ini menjelaskan dan memberi kesempatan kepada untuk mempraktekkan: Menggunakan keterampilan komunikasi yang baik. Mengajari ibu cara pemberian obat oral di rumah. Mengajari ibu cara mengobati infeksi bakteri lokal Menasihati ibu tentang pemberian ASI. Menasihati ibu kapan kembali segera dan kunjungan ulang. Menasihati ibu tentang kesehatannya sendiri. Sebagai contoh, saudara menanyakan kepada ibu tentang cara ibu menyusui bayinya. Saudara harus mendengarkan jawaban ibu dengan cermat. Jika ibu melakukan tindakan yang benar, beri pujian. Jika ada perilaku ibu yang harus diubah beri nasihat yang sesuai. Gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti ibu. Selanjutnya perlu untuk mengecek pemahaman ibu, memastikan bahwa ibu benar-benar mengerti nasihat yang saudara berikan.

3.1. MENGGUNAKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI YANG BAIK


Tindakan/pengobatan yang telah saudara berikan, harus dilanjutkan di rumah. Agar ibu dapat mengerjakannya di rumah, ibu perlu mengetahui cara mengobati dan merawat bayi dengan benar. Untuk itu, saudara perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik seperti yang telah saudara pelajari pada Modul Konseling Bagi Ibu untuk anak umur 2 bulan sampai 5 tahun. 3.2. MENASIHATI DAN MENGAJARI IBU CARA PEMBERIAN OBAT ORAL DI RUMAH. Langkah-langkah mengajari ibu cara pemberian obat di rumah adalah: Tunjukkan kepada ibu obat oral yang akan diberikan kepada bayi di rumah dan dosis pemberiannya. Jelaskan kepada ibu alasan pemberian obat tersebut. Peragakan cara mengukur/ membuat satu dosis. Perhatikan cara ibu menyiapkan sendiri 1 dosis. Mintalah ibu memberi dosis pertama pada bayi di klinik. Terangkan dengan jelas cara memberikan obat, kemudian beri label dan bungkus obat. Jelaskan bahwa semua obat oral harus diberikan sesuai waktu yang dianjurkan, walaupun bayi telah menunjukkan perbaikan. Cek pemahaman ibu.

MTBS MODUL 5 - 2008

60

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

3.3.

MENASIHATI DAN MENGAJARI IBU CARA MENGOBATI INFEKSI BAKTERI LOKAL DI RUMAH.

Ada 2 jenis infeksi bakteri lokal yang dapat diobati di rumah, yaitu: Infeksi mata. Infeksi kulit atau pusar. Langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika mengajari ibu: Jelaskan cara memberi pengobatan tersebut. Amati cara ibu mempraktekkan di depan saudara. Cek pemahaman ibu sebelum pulang.
CARA MENGOBATI INFEKSI MATA Cuci tangan sebelum mengobati bayi. Bersihkan kedua mata bayi 3 x sehari menggunakan kapas/kain bersih dengan air hangat. Beri salep / tetes mata Tetrasiklin 1% atau Kloramfenikol 0,25% pada kedua mata. Oleskan salep atau teteskan obat mata pada bagian dalam kelopak mata bawah Cuci tangan kembali. Obati sampai kemerahan hilang.

CARA MENGOBATI INFEKSI KULIT ATAU PUSAR Cuci tangan sebelum mengobati bayi. Bersihkan nanah dan krusta dengan air matang dan sabun secara hati-hati. Keringkan daerah sekitar luka dengan kain bersih dan kering. Oleskan dengan Gentian Violet 0,5% atau Povidon Yodium. Cuci tangan kembali.

Cara menyiapkan Gentian Violet 0,5 %: 1 bagian Gentian Violet 1 % ditambah 1 bagian aquades (misal: 10 ml Gentian Violet 1 % ditambah 10 ml aquades).

Berikut ini contoh pertanyaan untuk cek pemahaman ibu yang bayinya mempunyai klasifikasi infeksi bakteri lokal pada pusar dan saudara sudah menjelaskan cara mengobati infeksi lokal pada pusar : Apa yang ibu lakukan waktu merawat tali pusar bayi? Ibu mungkin menjawab bahwa ia akan mengolesi dengan minyak tawon. Jawaban ibu menggambarkan bahwa ia belum memahami penjelasan yang saudara berikan. Ulangi penjelasan saudara dengan lebih jelas.

61

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.4. MENASIHATI IBU TENTANG CARA PEMBERIAN ASI Sebelum menasihati ibu, amati cara ibu menyusui bayinya. Kemudian nasihati sesuai dengan masalah yang ditemukan. 3.4.1. Anjuran pemberian ASI eksklusif untuk bayi muda Makanan terbaik untuk bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan adalah ASI. Menyusui secara eksklusif berarti bayi hanya diberi ASI, tidak diberi tambahan makanan atau cairan lain. Catatan: Untuk bayi yang sudah mendapat minuman/ makanan lain selain ASI, nasihati ibu seperti yang terdapat pada bagian ini. Berikan ASI sesuai keinginan bayi paling sedikit 8 kali sehari, pagi, siang, sore maupun malam.

3.4.2. Mengajari ibu cara meningkatkan produksi ASI. Kegagalan seorang ibu memberikan ASI secara eksklusif antara lain disebabkan ibu merasa produksi ASI-nya sedikit. ASI akan keluar lebih banyak jika payudara mendapatkan rangsang yang lebih lama dan lebih sering. Saudara perlu mengajari ibu cara meningkatkan produksi ASI.

MENGAJARI IBU CARA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI


Cara untuk meningkatkan ASI adalah dengan menyusui sesering mungkin. Menyusui lebih sering akan lebih baik karena merupakan kebutuhan bayi. Menyusu pada payudara kiri dan kanan secara bergantian. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya. Jika bayi telah tidur lebih dari 2 jam, bangunkan dan langsung disusui.

3.4.3. Mengajari ibu menyusui dengan baik Posisi ibu yang benar saat menyusui akan memberikan rasa nyaman selama ibu menyusui bayinya dan juga akan membantu bayi melakukan isapan yang efektif. Posisi menyusui yang benar adalah: Jika ibu menyusui bayi dengan posisi duduk santai, punggung bersandar dan kaki tidak menggantung. Jika ibu menyusui sambil berbaring, maka harus dijaga agar hidung bayi tidak tertutup. Perlekatan yang benar karena Posisi yang benar akan menghasilkan isapan yang efektif , akan menentukan keberhasilan pemberian ASI.

MTBS MODUL 5 - 2008

62

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

MENGAJARI IBU MENYUSUI DENGAN BAIK Tunjukkan kepada ibu cara memegang bayinya atau posisi bayi yang benar. - Sanggalah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja. - Kepala dan tubuh bayi lurus. - Hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu. - Dekatkan badan bayi ke badan ibu. Tunjukkan kepada ibu cara melekatkan bayi. Ibu hendaknya : - Menyentuhkan puting susu ke bibir bayi. - Menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. - Segera mendekatkan bayi ke arah payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu. Cara melekatkan yang benar ditandai dengan : - Dagu menempel pada payudara ibu. - Mulut bayi terbuka lebar. - Bibir bawah bayi membuka keluar. - Areola tampak lebih banyak di bagian atas daripada bagian bawah. Bayi mengisap dengan efektif jika bayi mengisap secara dalam, teratur yang diselingi istirahat. Pada saat bayi mengisap ASI, hanya terdengar suara bayi menelan. Amati apakah perlekatan dan posisi bayi sudah benar dan bayi sudah mengisap dengan efektif. Jika belum, cobalah sekali lagi.

3.4.4. Mengatasi masalah pemberian ASI pada bayi. MASALAH


Bayi banyak menangis atau rewel

PEMECAHAN
Jelaskan bahwa hal ini tidak selalu terkait dengan gangguan pemberian ASI. Periksa popok bayi, mungkin basah. Gendong bayi, mungkin perlu perhatian. Susui bayi. Beberapa bayi membutuhkan lebih banyak minum daripada bayi lainnya. Merupakan proses alamiah, karena bayi muda perlu menyusu lebih sering. Tidurkan bayi disamping ibu dan lebih sering disusui pada malam hari. Jangan berikan makanan lain. Mungkin bayi bingung puting, karena sudah diberi susu botol. Tetap berikan hanya ASI (tunggu sampai bayi betul-betul lapar) Berikan perhatian dan kasih saying. Pastikan bayi menyusu sampai air susu habis. Lihat tatalaksana dalam algoritma, kalau perlu di rujuk.

Bayi tidak tidur sepanjang malam

Bayi menolak untuk menetek

63

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

Bayi bingung puting Bayi prematur dan bayi kecil (BBLR)

Jangan mudah mengganti ASI dengan susu formula tanpa indikasi medis yang tepat. Ajarkan ibu posisi dan cara melekat yang benar. Kalau terpaksa memberi susu formula, berikan dengan sendok, pipet, cangkir. Jangan menggunakan botol dan dot. Jangan berikan kempeng. Berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pendek-pendek. Jika belum bisa menyusu, ASI dikeluarkan dengan tangan atau pompa. Berikan ASI dengan sendok atau cangkir. Untuk merangsang mengisap, sentuh langit-langit bayi dengan jari ibu yang bersih. Mulai menyusui segera setelah bayi lahir. Susui bayi sesering mungkin tanpa dibatasi. Teruskan menyusui. Lihat tatalaksana dalam algoritma, kalau perlu rujuk. Posisi bayi duduk. Puting dan areola dipegang selagi menyusui, hal ini sangat membantu bayi mendapat ASI cukup. Ibu jari ibu dapat dipakai sebagai penyumbat celah pada bibir bayi. Jika sumbing pada bibir dan langit-langit, ASI dikeluarkan dengan cara manual ataupun pompa, kemudian diberikan dengan sendok/pipet atau botol dengan dot panjang sehingga ASI dapat masuk dengan sempurna. Dengan cara ini bayi akan belajar mengisap dan menelan ASI, menyesuaikan dengan irama pernapasannya. Posisi yang mudah adalah posisi memegang bola (football position). Paling baik kedua bayi disusui secara bersamaan. Susui lebih sering selama waktu yang diinginkan masingmasing bayi, umumnya > 20 menit.

Bayi kuning (ikterus)

Bayi sakit

Bayi sumbing

Bayi kembar

MTBS MODUL 5 - 2008

64

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

3.4.5. Mengatasi masalah pemberian ASI pada ibu.


MASALAH
Ibu khawatir bahwa ASI-nya tidak cukup untuk bayi (sindrom ASI kurang) Ibu mengatakan bahwa air susunya tidak keluar. Ibu mengatakan puting susunya terasa sakit (puting susu lecet)

PEMECAHAN
Katakan kepada ibu bahwa semakin sering menyusui, semakin banyak air susu yang diproduksi. Susui bayi setiap minta. Jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa menyusui. Biarkan bayi menyusu sampai payudara terasa kosong. Berikan ASI dari kedua payudara. Hindari pemberian makanan atau minuman selain ASI. Jelaskan cara memproduksi dan mengeluarkan ASI. Susui sesuai keinginan bayi dan lebih sering. Jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa menyusui. Ibu dapat terus memberikan ASI pada keadaan luka tidak begitu sakit. Perbaiki posisi dan perlekatan. Olesi puting susu dengan ASI. Mulai menyusui dari puting yang paling tidak lecet. Puting susu dapat diistirahatkan sementara waktu, kurang lebih 1 x 24 jam jika puting lecet sangat berat. Selama putting diistirahatkan, sebaiknya ASI tetap dikeluarkan dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri. Berikan parasetamol 1 tablet tiap 4 6 jam untuk menghilangkan nyeri. Gunakan BH yang menyokong payudara. Jika ada luka/bercak putih pada puting susu, segera hubungi bidan Usahakan menyusui sampai payudara kosong. Kompres payudara dengan air hangat selama 5 menit. Urut payudara dari arah pangkal menuju puting. Bantu ibu untuk memerah ASI sebelum menyusui kembali. Susui bayi sesegera mungkin (setiap 2 3 jam) setelah payudara ibu terasa lebih lembut. Apabila bayi tidak dapat menyusu, keluarkan ASI dan minumkan kepada bayi. Kompres payudara dengan kain dingin setelah menyusui. Keringkan payudara. Jika masih sakit, perlu dicek apakah terjadi mastitis. Beri antibiotika. Beri obat penghilang rasa nyeri. Kompres hangat. Tetap berikan ASI dengan posisi yang benar sehingga bayi dapat mengisap dengan baik. Jika telah terjadi abses, sebaiknya payudara yang sakit tidak disusukan. Jelaskan bahwa ibu yang minum obat, dapat tetap menyusui bayinya. Susui bayi terlebih dahulu, baru minum obat. Tidurkan bayi disamping ibu dan motivasi ibu supaya tetap menyusui bayi. Ibu jangan minum obat tanpa sepengetahuan dokter/bidan, karena mungkin dapat membahayakan bayi. Susui bayi pagi hari sebelum berangkat kerja, segera setelah pulang kerumah dan lebih sering pada malam hari. Jika ada Tempat Penitipan Bayi di tempat bekerja, susui bayi sesuai jadwal. Jika tidak ada, perah ASI di tempat bekerja. ASI peras disimpan untuk dibawa pulang, atau dikirim ke rumah. Pastikan pengasuh memberi ASI perah / susu formula memakai cangkir atau sendok. 65
MTBS MODUL 5 - 2008

Ibu mengeluh payudaranya terlalu penuh dan terasa sakit (payudara bengkak)

Ibu sakit dan tidak mau menyusui bayinya. Ibu bekerja

Mastitis dan abses payudara.

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.4.6. Cara pemberian minum dengan cangkir Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemberian susu dengan cangkir adalah: Mulai dengan 80 ml/kg BB/hari. Selanjutnya ditingkatkan volume 10-20 ml/kg BB/hari. Hitung masukan cairan dalam 24 jam, bagi menjadi 8 kali pemberian Untuk bayi sakit atau kecil, berikan setiap 2 jam.

PEMBERIAN MINUM DENGAN CANGKIR Ajari ibu cara memberi minum bayi dengan cangkir. Ukur jumlah susu dalam cangkir. Posisikan bayi pada posisi setengah tegak di pangkuan ibu. Posisikan cangkir di bibir bayi. - Letakkan cangkir pada bibir bawah secara perlahan. - Sentuhkan tepi cangkir sedemikian rupa sehingga susu menyentuh bibir bayi. - Jangan tuangkan susu ke mulut bayi. Bayi akan bangun, membuka mulut dan mata, kemudian akan mulai minum. Bayi akan menghisap susu dan ada sedikit yang tumpah. Bayi kecil akan memasukkan susu ke mulutnya dengan lidahnya. Bayi menelan susu. Bayi akan selesai minum bila sudah menutup mulut atau pada saat sudah tidak tertarik lagi terhadap susu. Bila bayi tidak menghabiskan susu yang sudah ditakar. - Berikan minum dalam waktu lebih lama. - Ajari ibu untuk menghitung jumlah susu yang diminum dalam 24 jam, tidak hanya sekali minum. Apabila ibu tidak bisa memerah ASI dalam jumlah cukup untuk beberapa hari pertama atau tidak bisa menyusui sama sekali, gunakan salah satu alternatif : - Berikan ASI donor. - Berikan susu formula. Bayi mendapatkan minum dengan cangkir secara cukup, apabila bayi menelan sebagian besar susu dan menumpahkan sebagian kecil serta berat badannya meningkat.

MTBS MODUL 5 - 2008

66

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

3.4.7. Cara mengeluarkan ASI Cara mengeluarkan ASI yang akan dibahas disini adalah memerah ASI menggunakan tangan. Cara ini paling baik, cepat, efektif dan ekonomis. Oleh karena itu ibu dianjurkan melakukan cara ini. Cuci tangan ibu sebelum memegang payudara. Cari posisi yang nyaman, duduk atau berdiri dengan santai. Pegang cangkir yang bersih untuk menampung ASI. Condongkan badan ke depan dan sangga payudara dengan tangan. Letakkan ibu jari pada batas atas areola mamae dan letakkan jari telunjuk pada batas areola bagian bawah. Tekan kedua jari ini ke dalam ke arah dinding dada tanpa menggeser letak kedua jari tadi. Pijat daerah di antara kedua jari tadi ke arah depan sehingga akan memerah dan mengeluarkan ASI. Jangan menekan, memijat atau menarik puting susu karena ini tidak akan mengeluarkan ASI dan akan menyebabkan rasa sakit. Ulangi gerakan tangan, pijat dan lepas beberapa kali. Setelah pancaran ASI berkurang, pindahkan posisi ibu jari dan telunjuk tadi dengan cara berputar pada sisi-sisi lain dari batas areola dengan kedua jari selalu berhadapan. Lakukan hal yang sama pada setiap posisi sampai payudara kosong. 3.4.8. Cara Menyimpan ASI ASI yang telah ditampung di cangkir atau gelas bertutup, dapat disimpan dengan cara sebagai berikut: Pada suhu kamar/di udara terbuka(26OC), tahan disimpan selama 6-8 jam Disimpan di termos es, tahan selama 24 jam. Disimpan dalam lemari es, tahan sampai 2-3 hari.

3.4.9. Cara Memberikan ASI Setelah Disimpan Memberikan ASI yang disimpan dapat dilakukan oleh semua orang tidak harus ibu bayi. Caranya adalah: Cuci tangan sebelum memegang cangkir/gelas bertutup berisi ASI. ASI yang disimpan pada suhu kamar, dapat segera diberikan sebelum masa simpan berakhir (8 jam). ASI yang disimpan di termos atau lemari es, terlebih dahulu harus dihangatkan. Rendam cangkir yang berisi ASI dalam mangkok berisi air hangat. Tunggu sampai ASI mencapai suhu kamar. Jangan memanaskan ASI di atas api/kompor. Berikan ASI dengan sendok yang bersih, jangan pakai botol dan dot.

67

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.5. MENGAJARI CARA MERAWAT TALI PUSAT DAN MENJELASKAN JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI MUDA. Infeksi merupakan salah satu penyebab kesakitan tertinggi pada bayi baru lahir. Untuk mengurangi kejadian infeksi tersebut, saudara dapat mengajarkan ibu tentang cara merawat tali pusat bayi dan pemberian imunisasi. 3.5.1. Mengajari cara merawat tali pusat. Ibu dan anggota keluarga lainnya dapat merawat tali pusat sampai tali pusat puput/lepas. Ajarkan ibu cara merawat tali pusat secara benar di rumah.
CARA MERAWAT TALI PUSAT Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan tali pusat. Luka tali pusat harus dijaga tetap kering dan bersih, sampai sisa tali pusat mengering dan terlepas sendiri. Jika basah atau kotor, segera cuci dengan air desinfeksi tingkat tinggi (DTT , yaitu dengan cara mendidihkan air selama 20 menit), atau cuci dengan air matang dan sabun. Selanjutnya keringkan dengan kain bersih dan biarkan kering. Tutup tali pusat dengan kasa steril secara longgar. Dilarang membubuhkan abu dapur, ramu-ramuan dan sebagainya pada tali pusat sebab dapat menyebabkan infeksi dan tetanus bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kematian.

3.5.2. Menjelaskan jadwal imunisasi. Jadwal pemberian imunisasi pada bayi muda umur kurang dari 2 bulan adalah sebagai berikut:
Ingatkan ibu jadwal imunisasi bayi muda (sesuai SK Menkes No.1611/MENKES/SK/XI/2005 Umur 0 7 hari Jenis Imunisasi HB-0 Tempat Pelayanan Waktu Kunjungan Neonatus di rumah oleh tenaga kesehatan jika bayi lahir di rumah. Fasilitas kesehatan tempat pelayanan lahir jika bayi lahir di RS,RB,Bidan, Puskesmas Posyandu

1 bulan

HB -0 BCG Polio -1 BCG Polio -1

MTBS MODUL 5 - 2008

68

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

3.6. MENASIHATI IBU UNTUK MEMBERIKAN CAIRAN TAMBAHAN PADA WAKTU BAYI SAKIT Bayi muda sakit dapat mengalami kehilangan cairan karena demam, napas cepat, atau diare. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI lebih sering (jika bayi hanya mendapat ASI). Jika bayi menderita diare , beri cairan tambahan sesuai Rencana Terapi A atau B . Bayi akan merasa lebih baik dan tetap kuat apabila ia cukup mendapat cairan.
MENASIHATI IBU UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN CAIRAN SELAMA ANAK SAKIT Untuk setiap bayi sakit: Berikan ASI lebih sering dan lebih lama setiap kali menyusui.

Untuk Bayi Diare: Pemberian cairan tambahan akan dapat menyelamatkan nyawa bayi. Beri cairan tambahan sesuai Rencana Terapi A atau B.

3.7. MENASIHATI IBU KAPAN HARUS SEGERA MEMBAWA BAYI KE PETUGAS KESEHATAN DAN KAPAN KUNJUNGAN ULANG Setiap ibu yang bayinya sakit perlu diberitahu kapan harus segera dibawa ke petugas kesehatan dan kapan harus membawa bayinya untuk kunjungan ulang sebagai berikut: SEGERA MEMBAWA bayinya ke petugas kesehatan jika timbul tandatanda penyakitnya bertambah parah. MEMBAWA bayinya untuk kunjungan ulang pada kurun waktu tertentu untuk mengecek kemajuan pengobatan dengan antibiotik ATAU untuk pemberian imunisasi berikutnya (kunjungan bayi sehat)

3.7.1. Menasihati Ibu kapan Kembali Segera Di bawah ini adalah daftar gejala yang menjadi petunjuk kapan ibu harus membawa bayinya segera ke petugas kesehatan.
Gerakan bayi berkurang atau tidak normal. Napas cepat. Sesak napas. Perubahan warna kulit (kebiruan, kuning). Malas/tidak bisa menyusu atau minum. Badan teraba dingin atau panas. Jika kulit kuning bertambah. Bertambah parah.

69

MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.7.2. Menasihati Ibu kapan Kunjungan Ulang Setelah saudara selesai memberikan konseling, sampaikan kepada ibu kapan harus kembali untuk kunjungan ulang. Jika bayi mempunyai beberapa klasifikasi yang memerlukan tindak lanjut, beritahu ibu kapan waktu yang terpendek dan pasti untuk kunjungan ulang.
MENASIHATI IBU KAPAN KUNJUNGAN ULANG Bayi dengan klasifikasi Infeksi bakteri lokal. Diare dehidrasi ringan/sedang Diare tanpa dehidrasi Ikterus Waktu kunjungan ulang

2 hari

Masalah pemberian ASI


Luka atau bercak putih di mulut (thrush). Berat badan rendah menurut umur. 14 hari

3.8. MENASIHATI IBU TENTANG KESEHATAN DIRINYA


Setiap ibu yang mempunyai masalah/keluhan kesehatan, perlu dinasihati sesuai dengan masalah/keluhan ibu. Jika ibu mempunyai masalah dengan payudaranya (pembengkakan, nyeri pada puting susu, infeksi payudara) lihat Buku Bagan mengenai MASALAH PEMBERIAN ASI PADA IBU atau rujuk untuk pertolongan lebih lanjut. Nasihati ibu agar makan dan istirahat dengan baik demi menjaga kekuatan dan kesehatan dirinya. Pastikan bahwa ibu memperoleh informasi dan pelayanan terhadap : - Program Keluarga Berencana. - Konseling perihal penyakit Menular Seksual dan Pencegahan AIDS.

MTBS MODUL 5 - 2008

70

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

LAMPIRAN 1

JENIS KELAINAN BAWAAN/KONGENITAL DAN TINDAKANNYA.

1. KELAINAN KONGENITAL YANG SULIT BERTAHAN HIDUP. Contoh: Anensefalus. Tindakan : Awasi tanda vital. Konseling dengan orang tua, tidak perlu dirujuk. 2. KELAINAN KONGENITAL YANG MUNGKIN BERTAHAN HIDUP. Kelainan di bawah ini perlu dirujuk untuk mendapatkan perawatan dan tindak lanjut yang diperlukan : Hidrosefalus (kepala besar) Meningomielokel (benjolan lunak di kepala) Fokomelia (ekstremitas lebih pendek) Spina bifida (benjolan di tulang punggung) Labiognatopalatoskisis Omfalokel (organ hati di luar rongga perut) Gastroskisis (organ usus di luar rongga perut) Ikhtiosis (kulit kering/pecah-pecah) Penyempitan saluran cerna (misal Hirschprung, stenosis) dengan gejala perut kembung, obstipasi yang tidak total, dapat berak sedikitsedikit Atresia ani Tindakan : Awasi tanda/gejala vital Konseling dengan orang tua, rujuk ke Rumah Sakit untuk tindakan lebih lanjut. 3. KEMUNGKINAN TRAUMA LAHIR Faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian trauma lahir a.l : Makrosomia (berat lahir > 4000 gram) Primipara Oligohidramnion Persalinan ganda Malpresentasi. Presentasi ganda. Disproporsi kepala-panggul Kelahiran dengan tindakan Persalinan lama Persalinan presipitatus/dipercepat Distosia bahu
71
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

3.1. Trauma pada jaringan lunak. Eritema. Sering pada disproporsi kepala panggul. Tandanya kulit kemerahan Petekie. Bercak merah kecil-kecil akibat adanya gangguan (bendungan) aliran darah perifer. Sering terjadi pada lilitan tali pusat, partus lama. Tindakan : observasi Ekimosis dan hematom. Perdarahan yang lebih luas dari peteki Abrasi. Tindakan : Bersihkan abrasi dengan povidon iodin 2,5 % Biarkan kering dan bersih Bila tidak ada tanda/gejala infeksi, bayi dapat pulang Bila ada tanda/gejala infeksi, beri antibiotika topikal 3 kali per hari selama 5 hari dan biarkan tempat luka terbuka Pada akhir minggu, bayi dikontrol kembali, bila tidak ada tanda/gejala infeksi tidak perlu pengobatan lebih lanjut Terluka. Tindakan : Basuh luka dengan povidon iodin 2,5 % Biarkan luka kering dan bersih Bila luka terbuka, tautkan dengan plester menyeberang luka dan biarkan 1 minggu Akhir minggu plester dilepas, bila luka sudah membaik, tidak perlu pengobatan lagi Bila ada infeksi lokal seperti : kemerahan, panas, bengkak, maka sarankan pada perawat atau ibu cepat kontrol kembali, kemudian bukalah plester dan beri topikal antibiotika 3 kali per hari untuk 5 hari dan luka tidak usah ditutup 3.2. Trauma pada kepala. Kaput suksedanium Akibat tekanan yang keras pada kepala saat di jalan lahir, sehingga terjadi bendungan sirkulasi kapiler dan aliran limfe. Berupa benjolan lunak, batas tidak tegas, tidak berfluktuasi, dapat melampaui sutura. Dapat cepat menghilang dengan sendirinya (3 6 hari) Tindakan : observasi

MTBS MODUL 5 - 2008

72

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

Sefal hematoma Akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan periostium. Berupa benjolan difus, batas tegas, tidak melewati sutura. Timbul setelah beberapa jam bayi lahir ( 6 - 8 jam ). Akan resolusi dalam 2 8 minggu. Gejala sisa berupa timbunan kalsium dan jaringan fibrosis (benjolan keras sampai 1 2 tahun ). Tindakan : observasi Perdarahan subkonjungtiva. Sering terjadi pada letak muka atau dahi. Hilang dalam 1 2 minggu. Paresis saraf fasialis perifer. Akibat penekanan yang keras (seperti partus lama). Kelumpuhan otot wajah terlihat segera setelah lahir. Akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu. 3.3 . Trauma pada leher dan bahu. Fraktur klavikula. Sering terjadi. Terdapat benjolan dan bayi menangis pada perabaan klavikula.. Tindakan : imobilisasi sendi bahu dengan ransel perban. Trauma pleksus brakhialis. Sering terjadi pada persalinan dengan kesukaran melahirkan kepala atau bahu. Gejala berupa gangguan posisi dan fungsi otot lengan, yaitu : Paresis/paralisis DUCHENE - ERB - Sering dijumpai. - Gerakan tangan dan lengan bayi asimetris, ada gangguan posisi dan fungsi otot lengan, refleks Bisep dan Radial tidak ada. - Refleks memegang masih ada. Tindakan : Imobilisasi lengan atas dengan posisi fleksi 90 derajat menjauhi tubuh dan lengan bawah 90 derajat ke atas Paresis KLUMPKE : - Terdapat kelemahan gerakan tangan, ada gangguan posisi dan fungsi otot telapak tangan tidak ada. Telapak tangan terkulai lemah/lumpuh. - Refleks memegang tak ada, Tindakan : RUJUK

Trauma jaringan otot sternokleidomastoideus (Tortikolis). Timbul akibat robekan sarung otot disertai hematom. Terjadi pemendekan otot. Terdapat benjolan di otot leher yang terlihat 10 14 hari setelah lahir. Sering terjadi pada letak sungsang. Tindakan : Rujuk untuk fisioterapi.
73
MTBS MODUL 5 - 2008

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT - 2008

LAMPIRAN 2 Cara pemberian Imunisasi Hepatitis B dengan UNIJECT Imunisasi Hepatitis B diberikan dengan UNIJECT. Uniject adalah alat suntik (spuit dan jarum) sekali pakai yang sudah diisi vaksin dengan dosis yang tepat dari pabriknya. Cara pemberian imunisasi Hepatitis B adalah sebagai berikut : 1. Buka kotak wadah Uniject dan periksa: Label jenis vaksin untuk memastikan bahwa Uniject tersebut memang berisi vaksin Hepatitis B Tanggal kedaluwarsa Warna pada tanda pemantau paparan panas (VVM = vaccine vial monitor) yang tertera atau menempel pada pembungkus Uniject (aluminium foil). Selama VVM tetap berwarna PUTIH atau LEBIH TERANG dari warna dalam lingkaran rujukan, maka vaksin Hepatitis B dalam Uniject masih layak dipakai.

Bila warna VVM sudah SAMA atau LEBIH TUA dari warna lingkaran rujukan, maka vaksin dalam Uniject tersebut sudah tidak layak pakai.

2. Buka kantong aluminium/plastik dan keluarkan Uniject. 3. Pegang Uniject pada bagian leher dan bagian tutup jarum. Aktifkan Uniject dengan cara mendorong tutup jarum ke arah leher dengan tekanan dan gerakan cepat. 4. Saat Uniject diaktifkan akan terasa hambatan dan rasa menembus lapisan. 5. Buka tutup jarum. 6. Selanjutnya tetap pegang Uniject pada bagian leher dan tusukkan jarum pada pertengahan paha bayi secara intra muskular (im). Tidak perlu dilakukan aspirasi. 7. Pijit reservoir dengan kuat untuk menyuntikkan vaksin Hepatitis B. Jangan memasang kembali tutup jarum. 8. Buang Uniject yang telah dipakai tersebut kedalam wadah alat suntik bekas yang telah tersedia (safety box).

MTBS MODUL 5 - 2008

74

MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA KURANG DARI 2 BULAN - MODUL 5

75

MTBS MODUL 5 - 2008