Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

TENTANG NINE STAR PHARMATICS DAN RUANG LINGKUP FARMASI DALAM BIDANG KOMUNIKASI

Disusun oleh: Sri yuliati

FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013

KATA PENGANTAR
Segala Puji bagi Allah SWT karena atas petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik, Makalah ini disusun atas dasar tugas dari Panitia ospek UMM. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ruang lingkup farmasi dalam bidang komunikasi, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang Ruang Lingkup Farmasi Dalam Bidang komunikasi yang menjelaskan bagaimana Ruang lingkup farmasi. Kami menyadari sepenuhnya dalam penyusunannya makalah ini masih jauh dari kata sempurna, itu semua tidak luput dari kodrat kami sebagai manusia biasa yang tidak luput dari suatu kesalahan dan kekeliruan. Sehingga kritikan dan masukan yang bersifat membangun dari pembaca merupakan sesuatu yang berharga demi perbaikan kedepannya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin!

Malang, 30 agustus 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kemampuan komunikasi efektif tentu dibutuhkan oleh semua bidang profesi, termasuk apoteker. Ternyata di program profesi apoteker ini memang ada mata kuliah khusus tentang komunikasi, dengan sebuatan resmi mata kuliah ILMU KOMUNIKASI. Sepenting apa ya si ilmu komunikasi ini untuk apoteker? Semua berawal karena pergeseran dan perkembangan peran apoteker.

Sedikit flashback sejarah apoteker, dulunya apoteker hanya sibuk di daerah produksi obat atau product oriented, dan saat ini mulai mengarah pada pharmaceutical care, yaitu konsep pelayanan patient oriented untuk mencapai hasil terapi yang pasti dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Nah, untuk dapat memainkan peranan apoteker secara menyeluruh termasuk tuntutan pharmaceutical care,selain ilmu wajib tentang obat-obatan juga dibutuhkan kompentensi seni berkomunikasi efektif. Bagaimana cara menghadapai pasien dan juga berkomunikasi profesional dalam payung keprofesian tertuang dalam kuliah ILMU KOMUNIKASI. ICT (Information and Communication Technology) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Untuk itu pemerintah terus berupaya menempatkan pengembangan dan pemanfaatan ICT sebagai salah satu prioritas pembangunan, agar manfaat ICT dapat dirasakan di seluruh strata kehidupan bangsa, tidak hanya di sektor bisnis dan dunia usaha, tapi juga pemanfaatannya di sektor pemerintahan, pusat dan daerah. Permintaan akan pelayanan melalui sarana dan prasarana telematika/ICT sudah sangat besar. Di beberapa negara sudah menyatu dengan masyarakat yang disebut dengan masyarakat digital (digital society. Sementara bagi kita di Indonesia untuk menjembatani kesenjangan digital (digital divide) dan

mewujudkan "masyarakat informasi", langkah-langkah strategis yang harus diambil, secara bertahap dan berkesinambungan, baik di bidang penyediaan sarana dan prasarana pendukung, peningkatan SDM, sosialisasi telematika maupun penyediaan berbagai aplikasi, dan aspekaspek yang dapat mendukung berbagai kegiatan, termasuk perundangannya.

1.2 Rumusan masalah


Bagaimanakah peran farmasi dalam bidang komunikasi

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui peran farmasi dalam bilang komunikasi

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Information and Communication Technlogy (ICT)
ICT (Information and Communication Technology) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,

menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Revolusi ICT ini mempunyai dampak yang luas. Revolusi ICT telah menyebabkan terjadinya revolusi teknologi secara menyeluruh, karena ICT telah menjadi suatu komponen utama bagi semua teknologi lain termasuk yang sepintas tampak tidak berhubungan seperti kedokteran, sipil/arsitek, geologi, pertanian, yang perencanaan dan operasionalnya sangat bergantung pada ICT. Termasuk di dalamnya juga revolusi ekonomi, karena ICT telah menjadi komponen utama bagi kegiatan perekonomian dengan melahirkan cara baru dalam berdagang, berproduksi, bertransaksi sehingga muncul istilah new economy, internet economy, knowledge economy, e-economy, dan sejumlah nama lain yang menyiratkan munculnya model ekonomi baru yang digerakkan oleh eksistensi ICT dalam bisnis. Selain itu, terjadinya revolusi sosial karena ICT telah menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup dan pola bermasyarakat. Sehingga memungkinkan bekerja jarak jauh dengan waktu kerja bebas, belajar jarak jauh dengan waktu belajar bebas, memberikan ucapan selamat melalui sms, rapat melalui teleconference, hiburan sesuai permintaan, dan liburan virtual. Muncul pengertian information society, knowledge based society, dan e-lifestyle. Sementara itu, di bidang informasi juga telah mengalami revolusi informasi, karena dengan ICT posisi informasi telah terangkat derajatnya dari suatu hasil samping kegiatan organisasi menjadi sumber daya (resource) utama organisasi yang sangat menentukan kemampuan bersaingnya. Dan dengan pengelolaan yang baik terhadap informasi telah mampu menghasilkan kekayaan pengetahuan (knowledge) yang sangat khas dan tak tergantikan bagi organisasi tersebut. Ke depan, negara berkembang yang telah berhasil mengeksploitasi ciri khas ICT, membuatnya

menjadi pemain ICT kelas dunia yang diperhitungkan dalam waktu relatif singkat, serta menjadikan ICT sebagai ekspor unggulan. Untuk itu pemerintah terus berupaya menempatkan pengembangan dan pemanfaatan ICT sebagai salah satu prioritas pembangunan, agar manfaat ICT dapat dirasakan di seluruh strata kehidupan bangsa, tidak hanya di sektor bisnis dan dunia usaha, tapi juga pemanfaatannya di sektor pemerintahan, pusat dan daerah. Permintaan akan pelayanan melalui sarana dan prasarana telematika/ICT sudah sangat besar. Di beberapa negara sudah menyatu society). dengan masyarakat yang disebut dengan masyarakat digital (digital

Sementara bagi kita di Indonesia untuk menjembatani kesenjangan digital

(digital divide) dan mewujudkan "masyarakat informasi", langkah-langkah strategis yang harus diambil, secara bertahap dan berkesinambungan, baik di bidang penyediaan sarana dan prasarana pendukung, peningkatan SDM, sosialisasi telematika maupun penyediaan berbagai aplikasi, dan aspek- aspek yang dapat mendukung berbagai kegiatan, termasuk perundangannya.

2.2 Peranan ICT dalam bidang farmasi dan kedokteran


TIK banyak diaplikasikan di bidang medis. Banyak rumah sakit menggunakan sistem informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, justru medis, dan pasien. Teknologi informasi banyak diterapkan dalam bidang farmasi dan kedokteran, yaitu: 1) scan (computer tomography). CT scan adalah alat yang mampu memotret tubuh bagian dalam manusia tanpa perlu melakukan pembedahan. Peralatan ini menggambungkan teknolohi informasi dengan teknologi sinar X. 2) Smart Card Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.

3) Robot Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien. 4) Resep obat-obatan Resep obat adalah masalah lain yang telah diubah oleh penggunaan ICT. 'Lebih dari 800 juta resep terpisah untuk pasien yang ditulis oleh dokter umum dan dokter rumah sakit setiap tahun [2]. "Tapi bagaimana memiliki penggunaan teknologi ICT mengubah resep cara tertulis dan digunakan? Masa lalu Di masa lalu, dokter akan meresepkan obat kepada / untuk pasien dengan melihat informasi dalam buku teks, melihat catatan medis (di atas kertas) dari perlakuan sebelumnya bahwa pasien memiliki dan melihat respon pasien lain untuk obat. Ini akan sangat memakan waktu untuk dokter. Juga, karena setiap orang adalah individu, adalah mustahil untuk mengatakan, dari respon orang lain untuk obat, apakah itu akan cocok. Hal ini juga sulit untuk mengatakan apa dosis obat kebutuhan pasien, dan ini bisa menyebabkan penyakit tidak sembuh cukup cepat (jika dosis terlalu rendah) dan dapat menyebabkan efek samping lainnya (jika dosis terlalu tinggi.) Masa Sekarang Sekarang, resep pasien dapat dicetak dari komputer dan dapat diakses secara elektronik. Para dokter dapat menggunakan fitur online untuk menemukan obat terbaik untuk penyakit pasien dan menghitung dosis yang diperlukan dan tepat waktu bahwa obat itu harus diambil. Ini berarti bahwa pasien memiliki dosis yang tepat obat dan lebih mungkin untuk pulih dengan cepat. Ini juga berarti bahwa obat-obatan mahal tidak disiasiakan oleh dokter meresepkan ke tinggi dosis, atau terlalu waktu reguler. Penggunaan komputer juga berarti bahwa dokter cepat dapat mengetahui perkembangan baru atau obat-obatan. Hal ini juga jauh lebih cepat bagi seorang dokter untuk mencetak salinan setelah mengisi di di komputer, daripada mengisinya dengan tangan (dan jauh lebih mudah bagi apoteker dan pasien untuk membaca!).

Penggunaan komputer dan internet juga berarti bahwa pasien dapat membuat diagnosis sendiri suatu penyakit. Hal ini menjadi semakin populer. Beberapa pasien mencari gejala mereka di website kesehatan atau khusus CD-ROM dan mungkin mencoba untuk mendiagnosis apa penyakit yang mereka miliki. Ini memiliki poin yang baik dan buruk. Sisi baik itu bahwa daun ini lebih banyak waktu bagi dokter untuk menangani pasien yang memiliki penyakit serius. Poin yang buruk adalah bahwa hal itu akan sangat mudah untuk mendapatkan diagnosis yang salah (karena beberapa website yang tidak dapat diandalkan) dan pasien dapat mendiagnosis diri dengan sesuatu yang jauh lebih serius daripada yang mereka miliki, atau sesuatu yang jauh kurang serius maka telah (dan dalam hal ini, mungkin tidak mencari nasihat medis apabila diperlukan sebagai penyakit sebenarnya serius.) Dalam laporan dari Ketua Pharmaceutical Officer ia mengatakan bahwa 'resep Elektronik (e-resep) sistem dapat memainkan peran penting dalam mengurangi kesalahan pengobatan. "

5) Perawatan-Pasien Merawat pasien dalam perawatan intensif Salah satu perubahan yang paling mencolok dalam perawatan kesehatan telah perawatan sebenarnya pasien di seluruh pelayanan kesehatan. Komputer telah melakukan banyak untuk meningkatkan perawatan pasien di rumah sakit, dokter dan dokter gigi dan kini digunakan di seluruh pelayanan kesehatan untuk membantu dan melakukan pekerjaan yang berbeda. Komputer ini mungkin paling penting dalam bangsal perawatan intensif di rumah sakit, di mana komputer dapat bekerja untuk memantau orang dan bahkan dalam beberapa kasus, membantu untuk membuat mereka hidup. Masa lalu Di masa lalu (ketika kita tidak memiliki teknologi modern kita miliki saat ini) bekerja di rumah sakit sangat padat karya. Perawat harus mengambil pembacaan denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, bahan kimia darah dll secara manual. Hal ini akan sangat memakan waktu untuk perawat. Ini juga akan sangat mudah untuk salah hitung atau miss hakim membaca dan ini dapat menyebabkan pasien diberi obat campuran yang salah atau perlakuan yang salah. Juga pembacaan ini harus diambil setiap jam atau lebih tergantung pada kondisi seseorang. Jika jantung seseorang berhenti berdetak (atau

diperlambat) antara waktu ketika pembacaan itu harus diambil, maka tidak akan ada cara untuk mengetahui ini dan orang ini bisa diletakkan di risiko kematian.

Masa Sekarang Hari ini, komputer di rumah sakit telah sangat meningkatkan perawatan pasien. Sekarang, pasien sakit kritis adalah kabel sampai dengan mesin yang memantau denyut nadi mereka, pernapasan, denyut jantung dll Mesin ini dapat diprogram untuk mengambil bacaan terus-menerus dari hal-hal (jantung, nadi, kecepatan napas) daripada pembacaan intermiten yang dulu dilakukan secara manual oleh para perawat dan dokter. Ini berarti bahwa pasien dapat dipantau 24 jam sehari. Ini juga berarti bahwa jika jantung, denyut nadi atau tingkat bernafas keluar dari kisaran normal, hal ini segera terdeteksi dan alarm dibunyikan alert yang perawat dan dokter untuk intervensi. Ini adalah keuntungan besar sebagai pasien memiliki lebih banyak peluang yang diselamatkan jika segera setelah pulsa mereka, jantung, pernapasan tingkat keluar dari kisaran normal, para dokter disiagakan. Staf kemudian dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencoba menyelamatkan orang tersebut. Dengan memiliki mesin di bangsal perawatan intensif, memberikan dokter dan perawat jauh lebih banyak waktu untuk melihat pasien lain, karena mereka tidak harus terus pembacaan mengambil untuk pasien di bangsal. Mesin ini mungkin jauh lebih bersih karena mereka dapat disterilkan.

2.3 tips and trics untuk para apoteker dan calon-calon apoteker dalam menangani pasien :
Open ended question Teknik menggali keadaan pasien dan pemahaman pasien tentang penggunaan obat dengan memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan ya atau tidak. Pertanyaannya pun ada rumus nya, yaitu Three Prime Question yang terdiri dari bagaimana penjelasan dokter mengenai obat, cara penggunaan obat dan harapan setelah menggunaan obat. Dengan teknik ini, apoteker membesarkan hati pasien dengan

menganggap pasien telah mengetahui informasi obat dan sekaligus dapat menilai sejauh mana pemahaman pasien. Paraphrasing Merupakan teknik merespon pasien, yaitu mengulang pernyataan pasien. Teknik ini akan membuat pasien merasa benar-benar diperhatikan dan juga memastikan pemahaman apoteker tentang kondisi pasien. Show and tell Show and tell ini adalah trick untuk mengetahui kebenaran penggunaan obat bagi pasien lama, dengan cara meminta pasien untuk menjelaskan atau memperagakan penggunaan obat yang telah dilakukan. Lalu si apoteker tinggal mengevaluasi dan membenarkan, waktu lebih efisiensi dan pasien pun merasa dihargai.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen khususnya dalam bidang farmasi dan kedokteran. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi dan kedokteran harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien

3.2 Saran
Dalam makalah yang telah kami susun masih banyak kekurangan, baik dari segi bahasa, susunan maupun dari segi keterbatasan literatur. Oleh karena itu, pembaca di harapkan untuk menambah dan melengkapi makalah ini supaya lebih mendalami pengetahuan tentang Farmasi dalam bidang komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA
1. 2. 3. 4.

http://www.artikeltik.com/peran-tik-dalam-dunia-medis.html http://tikarrohman.blogspot.com/2012/09/manfaat-tik-dalam-bidangkedokteran.html http://www.uii.ac.id/content/view/1352/257/ www.ictgnvq.org.uk/unit1/ICT_in_the_Health_Service_Report.doc

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2 BAB I .............................................................................................................................................. 3 PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 3 1.1 1.2 1.3 Latar belakang .................................................................................................................. 3 Rumusan masalah ............................................................................................................. 4 Tujuan............................................................................................................................... 4

BAB II............................................................................................................................................. 5 PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 5 2.1 2.2 Perkembangan Information and Communication Technlogy (ICT) ................................ 5 Peranan ICT dalam bidang farmasi dan kedokteran ........................................................ 6

Masa lalu ................................................................................................................................. 7 Masa Sekarang ........................................................................................................................ 7 Masa lalu ................................................................................................................................. 8 Masa Sekarang ........................................................................................................................ 9 2.3 tips and trics untuk para apoteker dan calon-calon apoteker dalam menangani pasien : . 9 Open ended question ........................................................................................................ 9 Paraphrasing.................................................................................................................. 10 Show and tell .................................................................................................................. 10 BAB III ......................................................................................................................................... 11 PENUTUP..................................................................................................................................... 11 3.1 3.2 Kesimpulan..................................................................................................................... 11 Saran ............................................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 12

Anda mungkin juga menyukai