Anda di halaman 1dari 6

TUMOR KOLOREKTAL Definisi Tumor kolorektal merupakan keberadaan sel-sel neoplasma di dalam lumen kolon atau rectum, atau

keduanya. Biasanya terdiagnosis dengan pemeriksaan kolonoskopi dan histopatologi. Penyebaran penyakit ini sebenarnya bisa dicegah, dengan melakukan screening secara teratur. Insiden dan Epidemiologi a. Pada tahun 2003, WHO menyatakan bahwa kira-kira sebanyak 940.000 orang didiagnosis menderita kanker kolorektal, dan 492.000 meninggal pada tahun itu. (Dragovich, 2010) b. Jumlah penderita laki-laki lebih banyak dari pada perempuan (19,4 : 15,3) (Abdullah, 2006) c. Pada penderita kanker kolon, 90% lebih dari 50 tahun. Namun di Indonesia angkanya sedikit berbeda, karena didapatkan umur yang lebih muda, yaitu untuk usia di bawah 40 tahun didapatkan angka 35,265%. (Abdullah, 2006, Hassan, 2009) Etiologi Etiologi masih belum jelas, dapat merupakan gabungan dari faktor lingkungan dan genetik. Faktor Resiko a. Umur Usia lebih dari 50 tahun mempunyai resiko yang lebih besar. b. Genetik Faktor genetik meliputi: 1) Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon 2) Adanya Hereditary Nonpolyposis Colorectal Cancer (HNCC) 3) FAP (Familial Ademomatorus Polyposis) dalam keluarga (Abdullah, 2006) c. Diet Orang dengan kebiasaan makan kerbohidrat tinggi dan rendah serat mempunyai resiko lebih besar untuk menderita kanker kolon. Hal ini dikarenakan perubahan flora feses dan

perubahan degradasi garam empedu atau hasil pemecahan protein dan lemak, sebagian zat ini bersifat teratogenik. (Price dan Wilson, 2006) Kebiasaan merokok dan keadaan tubuh yang obesitas juga dapat meningkatkan resiko. (Price dan Wilson, 2006) d. Penyakit lain 1) Inflammatory Bowel Disease, terutama colitis ulcerative berhubungan dengan meningkatnya resiko terkena kanker kolon tergantung luasnya inflamasi. 2) Orang dengan kanker serviks, kemudian menjalani radioterapi 3) Pasien kanker kandung kemih yang menjalani ureterosigmoidektomi. (Abdullah, 2006) Patofisiologi Pada dasarnya patofisiologinya masih belum jelas. Kombinasi antara faktor gen dan lingkungan diduga berpengaruh terhadap terjadinya tumor. Secara histologis, hampir semua kanker usus besar adalah adenokarsinoma (terdiri atas epitel kelenjar) dan dapat menyekresi mucus yang jumlahnya berbeda-beda. Tumor dapat menyebar dengan cara : a. Infiltrasi langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung kemih b. Melalui pembuluh limfe perikolon dan mesokolon c. Melalui aliran darah ke sistem portal. (Price dan Wilson, 2006) Prognosis relative baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat reseksi, dan jauh lebih buruk bila telah terjadi metastasis ke kelenjar. (Price dan Wilson, 2006) Tanda dan Gejala Anamnesis Hasil anamnesis tidak khas, namun dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut: a. Adanya nyeri perut b. Berat badan turun c. Perubahan kebiasaan buang air besar kecil-kecil seperti kotoran kambing d. Perdarahan pada rektum e. Riwayat keluarga yang mempunyai penyakit kanker kolon

f. Riwayat penyakit dahulu yang mempunyai inflammatory bowel disease (IBD), atau obstruksi usus halus (Dragovich, 2010) Pemeriksaan fisik Hasil pemeriksaan fisik juga tidak khas, yang dapat ditemukan adalah : a. Kehilangan berat badan b. Ditemukan adanya massa atau perdarahan pada pemeriksaan rectal toucher c. Hepatomegali (Dragovich, 2010) Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan feses ditemukan eritrosit/ darah samar memperkuat diagnosis, namun eritrosit negatif juga tidak menyingkirkan diagnosis b. Pemeriksaan sel darah merah menunjukkan adanya anemia mikrositik hipokromik (anemia defisiensi Fe) c. Pemeriksaan enema barium kontras ganda d. Rektosigmoidoskopi e. Ditemukannya polip pada pemeriksaan kolonoskopi f. Pada pemeriksaan histopatologi dari polip, ditemukan adanya sel-sel tumor (biasanya adenoma atau adenokarsinoma) (Dragovich, 2010)

Stadium dan Prognosis

Gambar 1. Staging and prognosis for patients with colorectal cancer Pencegahan Faktor-faktor yang mungkin dapat mencegah kejadian kanker kolon adalah: a. Diet tinggi serat dan rendah lemak b. Aktivitas fisik yang adekuat c. Penggunaan terapi hormonal paska menopause d. Penggunaan NSAID (masih kontroversi, ada juga yang menyebutkan kalau NSAID justru menyebabkan adanya kanker) e. Screening Pengobatan Yang tersering adalah dengan melakukan pembedahan dari daerah kolon yang sudah terjadi tumor. Yang biasa dilakukan adalah kolektomi kanan, kolektomi kiri, dan kolektomi sigmoid (Price dan Wilson, 2006)

Gambar 2. Macam-macam Kolektomi (Dragovic, 2010) Terapi adjuvant : Kemoterapi 5 FU dan levamisol 5 FU dan leucovorin DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Murdani. 2006. Tumor Kolorektal. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi IV. Jakarta: FKUI. Dragovich, Tomislav. 2010. Colon Cancer, Adenocarcinoma. Diambil dari: http://emedicine.medscape.com/article/277496. Diakses tanggal: 27 Juni 2010. Hassan, Isaac. 2009. Colon, Adenocarcinoma. Diambil dari: http://emedicine.medscape.com/article/367061. Diakses tanggal: 27 Juni 2010. Lieberman, David A. 2009. Screening for Colorectal Cancer. New England Journal Medicine; 361 (12): 1179-87. Markowitz, Sanford D., dan Monica M. Bertagnolli. 2009. Molecular Basis of Colorectal Cancer. New England Journal Medicine; 361 (25): 2449-60. Price, Sylvia A., dan Lorraine M. Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Volume I. Edisi 6. Jakarta: EGC.

Diana VH_G1A008051_semoga sukses,