Anda di halaman 1dari 12

Tugas Mandiri

STATISTIK Penyelesaian Uji Hipotesis Variabel Kategorik Tidak Berpasangan (Uji Chi-Square,Kolmogorov-Smirnov,dan Fisher)

Dosen Pembimbing: Wasisto Utomo, M.Kep., Sp.KMB

Disusun Oleh :

Rola Mesrani 0911121363

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU 2011

Soal 1
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan? b. Variabel yang diteliti Jenis Kelamin ( Nominal ) : Laki-laki dan perempuan Tingkat Kecemasan ( Ordinal ) : Clinical range, borderline, dan normal c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan. Ha : Ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan. d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ). e. Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f. Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 3. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji kolmogorov-smirnov. g. Interpretasi hasil penelitian Tabel 1 Distribusi responden menurut jenis kelamin dan tingkat kecemasan di Pekanbaru 2011
Tingkat kecemasan Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Clinical range N % 17 8 6 23 4 6 Borderline N 9 8 17 % 4 5 4.5 Normal N 184 150 334 % 88 91.5 89 N 210 164 374 Total % 100 100 100 P Value

0.205

Hasil analisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan diperoleh dari 210 orang laki-laki ada sebanyak 17 (8%) orang yang memiliki tingkat kecemasan clinical range. Terdapat 9 (4%) orang yang memiliki tingkat kecemasan borderline dan ada 184 (88%) orang yang dengan tingkat kecemasan normal. Sedangkan dari 164 orang perempuan ada 6(4%) orang yang memiliki tingkat kecemasan clinical range, dan 8(5%) orang yang memiliki tingkat kecemasan borderline, serta lebih dari 90 % dari jumlah perempuan yaitu 150 orang perempuan dengan tingkat kecemasan normal. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,205 maka dapat disimpulkan bahwa pada alpha 5 % tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan seseorang. h. Kesimpulan Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square, karena syarat uji Chi-Square terpenuhi yaitu tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan (nilai E) kurang dari 1 dan tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan ( nilai E) kurang dari 5, lebih dari 20% jumlah sel. P value yang digunakan adalah P value pada Pearson Chi-Square (karena tabel lebih dari 2 x 2), yaitu 0,205. Hasil : PV > = Ho gagal ditolak. Keputusan :Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan.

Soal 2
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara obesitas dengan stress psikososial? b. Variabel yang diteliti Obesitas ( Nominal ) : Obesitas dan tidak obesitas Stress psikososial (Ordinal ) : stress psikososial tinggi dan rendah c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara obesitas dengan stress psikososial. Ha : Ada hubungan antara obesitas dengan stress psikososial.

d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ). e. Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f. Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 2. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji fisher. g. Interpretasi hasil penelitian Tabel 1 Distribusi responden menurut status obesitas dan stress psikososial di Pekanbaru 2011
Stress psikososial Stress Obesitas psikososial tinggi N Obesitas Tidak obesitas Jumlah 23 23 46 % 85 85 85 N 4 4 8 Stress psikososial rendah % 15 15 15 N 27 27 54 % 100 100 100 1,000 (0,23 0,49) 1.000 Total

OR ( 95 %) CI

P Value

Hasil analisis hubungan antara obesitas dengan stress psikososial diperoleh dari 27 orang yang mengalami obesitas ada sebanyak 23 (85%) orang dengan stress psikososial tinggi dan hanya 4 (15%) orang dengan stress psikososial rendah. Sedangkan dari 27 orang responden yang tidak mengalami obesitas diperoleh pula hasil yang sama yaitu ada 23(85%) orang dengan stress psikososial tinggi, dan 4(15%) orang dengan stress psikososial rendah.

Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 1,000 maka dapat disimpulkan bahwa pada alpha 5 % tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan stress psikososial. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 1,000, artinya baik orang yang mengalami obesitas maupun yang tidak mengalami obesitas memiliki peluang yang sama mengalami stress psikososial. h. Kesimpulan Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Fisher, karena syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi yaitu ada 2(50%) sel yang mempunyai nilai harapan ( nilai E) kurang dari 5, lebih dari 20% jumlah sel. P value yang digunakan adalah P value pada fishers exact test, karena pada tabel 2 x 2 dijumpai nilai E < 5 , yaitu 1,000 Hasil : PV > = Ho gagal ditolak. Keputusan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan stress psikososial.

Soal 3
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara tingkat ekonomi dengan klasifikasi kadar kolesterol? b. Variabel yang diteliti Tingkat ekonomi (Ordinal ) : Status ekonomi tinggi dan rendah Klasifikasi kadar kolesterol (Ordinal) : Kadar kolesterol rendah, sedang, dan tinggi c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan klasifikasi kadar koleterol. Ha : Ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan klasifikasi kadar kolesterol.

d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ).

e.

Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f.

Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 3. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji kolmogorov-smirnov.

g.

Interpretasi hasil penelitian

Tabel 1 Distribusi responden menurut tingkat ekonomi dan klasifikasi kolesterol di Pekanbaru 2011
Tingkat ekonomi Rendah Tinggi Jumlah N 34 21 55 Klasifikasi kadar kolesterol Rendah Sedang Tinggi < 200 % 38 23 31 200 - 239 N % 30 33 28 58 31 32 >239 N 26 41 67 % 29 46 37 N 90 90 180 % 100 100 100 Total

P Value 0.039

Pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari 90 orang responden dengan tingkat ekonomi rendah, terdapat 34 (38%) orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol rendah. Ada 30 (33%)orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol sedang dan ada 26 (29%) orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol tinggi. Sedangkan dari 90 orang responden dengan tingkat ekonomi tinggi, terdapat 21 (23%) orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol rendah. Ada 28 (31%) orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol sedang dan ada 41(46%) orang yang tergolong memiliki kadar kolesterol tinggi. Hasil analisis didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi dengan klasifikasi kadar kolesterol (p = 0,039 pada = 0,05 ).

h. Kesimpulan Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square, karena syarat uji Chi-Square terpenuhi yaitu tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan (nilai E) kurang dari 1 dan tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan ( nilai E) kurang dari 5, lebih dari 20% jumlah sel. P value yang digunakan adalah P value pada Pearson Chi-Square (karena tabel lebih dari 2 x 2), yaitu 0,039. Hasil : PV < = Ho ditolak. Keputusan : ada hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi dengan klasifikasi kadar kolesterol

Soal 4
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida? b. Variabel yang diteliti Perilaku merokok ( Nominal ) : ya dan tidak Kadar Trigliserida (Ordinal ) : Rendah, sedang,dan tinggi c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida. Ha : Ada hubungan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida. d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ).

e. Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f. Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 3. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji kolmogorov-smirnov. g. Interpretasi hasil penelitian Tabel 1 Distribusi responden menurut perilaku merokok dan kadar trigliserida di Pekanbaru 2011
Kadar trigliserida Sedang 150-199 N % 0 0 6 6 24 12

Perilaku merokok Ya Tidak Jumlah

Rendah < 150 N 5 10 15 % 20 40 30

Tinggi >= 200 N % 20 80 9 29 36 58 N 25 25 50

Total % 100 100 100

P Value 0.016

Hasil analisis hubungan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida diperoleh dari 25 orang responden perokok ada sebanyak 5 (20%) orang yang memiliki kadar trigliserida rendah dan 20 (80%) orang yang memiliki kadar trigliserida tinggi. Tidak ada satupun dari responden yang berperilaku merokok yang memiliki kadar trigliserida sedang. Sedangkan dari 25 responden yang tidak merokok, ada 10 (40%) orang dengan kadar trigliserida rendah dan 6(24%) orang dengan kadar trigliserida sedang serta terdapat pula 9 (36%) orang dengan kadar trigliserida tinggi. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,016 maka dapat disimpulkan bahwa pada alpha 5 % ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida. h. Kesimpulan

Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov, karena syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi yaitu ada 1 sel yang mempunyai nilai harapan (nilai E) kurang dari 1 .

P value yang didapatkan yaitu 0,016. Hasil : PV < = Ho ditolak. Keputusan : ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kadar trigliserida.

Soal 5
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan? b. Variabel yang diteliti Strategi Pengobatan ( Nominal) : Diawasi dan tidak diawasi Hasil Pengobatan (Nominal ) : Sukses dan tidak sukses c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan. Ha : Ada hubungan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan. d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ). e. Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f. Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 2. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji fisher.

g. Interpretasi hasil penelitian Tabel 1 Distribusi responden menurut strategi pengobatan dan hasil pengobatan di Pekanbaru 2011
Hasil pengobatan Sukses Tidak sukses N % N % 129 58 92 42 567 696 46 47.5 677 769 54 52.5

Strategi pengobatan Diawasi Tidak diawasi Jumlah

Total N 221 1244 1465 % 100 100 100

OR (95 % CI) 1.674 1.253-2.237

P Value 0,001

Hasil analisis hubungan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan diperoleh dari 221 orang yang pengobatannya diawasi terdapat 129 (58%) orang yang sukses dalam pengobatan sedangkan 92(42%) orang lainnya tidak sukses dalam pengobatannya. Dari 1244 responden yang tidak mengalami pengawasan dalam pengobatan, terdapat 567 (46%) orang yang sukses dalam pengobatan dan ada 677(54%) orang yang tidak sukses dalam pengobatan. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa pada alpha 5 % ada hubungan yang signifikan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 1,674, artinya responden yang diawasi pengobatannya memiliki peluang 1,67 kali untuk sukses dalam pengobatan dibanding responden yang tidak diawasi. h. Kesimpulan Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square, karena syarat uji Chi-Square terpenuhi yaitu tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan (nilai E) kurang dari 1 dan tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan ( nilai E) kurang dari 5, lebih dari 20% jumlah sel.

P value yang digunakan adalah P value pada continuity correction (a), karena tabel 2 x 2 dan tidak ada nilai E<5 , yaitu 0,001 Hasil : PV < = Ho ditolak. Keputusan : ada hubungan yang signifikan antara strategi pengobatan dengan hasil pengobatan

Soal 6
a. Pertanyaan penelitian Apakah terdapat hubungan antara jenis kuman dengan hasil pengobatan? b. Variabel yang diteliti Jenis kuman ( Nominal ) : Negatif dan positif Hasil pengobatan ( Nominal ) : sukses dan tidak sukses c. Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara jenis obat dengan hasil pengobatan. Ha : Ada hubungan antara jenis obat dengan hasil pengobatan. d. Taraf signifikansi Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 % ( = 0,05 ). e. Kriteria pengujian Ho gagal ditolak apabila : p > 0,05 Ho ditolak apabila : p < 0,05

f. Uji Statistik yang digunakan Jenis tabel pada soal ini adalah 2 x 2. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya yaitu uji fisher. g. Interpretasi hasil penelitian Tabel 1 Distribusi responden menurut jenis kuman dan hasil pengobatan di Pekanbaru 2011

Jenis kuman (Bronkhorst) Negatif Positif Jumlah

Hasil pengobatan Sukses Tidak sukses N % N % 33 55 27 45 36 69 60 57.5 24 51 40 42.5

Total N 60 60 120 % 100 100 100

OR (95 % CI) 0.815 0.395 -1.682

P Value 0.712

Hasil analisis hubungan antara jenis kuman dengan hasil pengobatan diperoleh dari 60 orang yang terinfeksi kuman bronkhorst negatif, terdapat 33(55%) orang yang sukses dalam pengobatan dan 27 (45%) orang lainnya tidak sukses dalam pengobatan. Sedangkan dari 60 orang yang terinfeksi kuman bronkhorst positif, ada 36 orang yang sukses dalam pengobatan dan 24 (40%) orang tidak sukses dalam pengobatan. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,712 maka dapat disimpulkan bahwa pada alpha 5 % tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kuman dengan hasil pengobatan. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR =0,815, artinya responden yang terinfeksi kuman bronkhorst positif memiliki peluang 0,8 kali untuk sukses dalam pengobatan dibanding responden yang terinfeksi kuman bronkhorst negatif.

h. Kesimpulan Setelah dilakukan uji statistik, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square, karena syarat uji Chi-Square terpenuhi yaitu tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan (nilai E) kurang dari 1 dan tidak ada sel yang mempunyai nilai harapan ( nilai E) kurang dari 5, lebih dari 20% jumlah sel. P value yang digunakan adalah P value pada continuity correction (a), karena tabel 2 x 2 dan tidak ada nilai E<5 , yaitu 0,712 Hasil : PV > = Ho gagal ditolak. Keputusan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kuman dengan hasil pengobatan.