Anda di halaman 1dari 6

DIMENSI

Dalam penggunaan umum, dimensi berarti parameter atau pengukuran yang dibutuhkan
untuk mendefinisikan sifat-sifat suatu objek—yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau
ukuran dan bentuk. Dalam matematika, dimensi adalah parameter yang dibutuhkan untuk
menggambarkan posisi dan sifat-sifat objek dalam suatu ruang. Dalam konteks khusus,
satuan ukur dapat pula disebut "dimensi"—meter atau inci dalam model geografi, atau
biaya dan harga dalam model ekonomi.

Sebagai contoh, untuk menggambarkan suatu titik pada bidang (misalnya sebuah kota
pada peta) dibutuhkan dua parameter— lintang dan bujur. Dengan demikian, ruang
bersangkutan dikatakan berdimensi dua, dan ruang itu disebut sebagai bersifat dua
dimensi.

Menggambarkan posisi pesawat terbang (relatif terhadap bumi) membutuhkan sebuah


dimensi tambahan (ketinggian), maka posisi pesawat terbang tersebut dikatakan berada
dalam ruang tiga dimensi (sering ditulis 3D). Jika waktu ditambahkan sebagai dimensi
ke-4, "kecepatan" pesawat terbang tersebut dapat dihitung dengan membandingkan waktu
pada dua sembarang posisi.

Dimensi fisis

Dimensi fisis adalah parameter-parameter yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan


di manakah dan bilamanakah sesuatu terjadi; misalnya: Kapankah Napoleon meninggal?
— Pada tanggal 5 Mei 1821 di pulau Saint Helena (15°56′LS 5°42′BB). Dimensi fisis
memainkan peran mendasar dalam persepsi seseorang terhadap sekitarnya.

Dimensi ruang

Teori-teori fisika klasik mendeskripsikan tiga dimensi fisis: dari titik tertentu dalam
ruang, arah pergerakan dasar yang mungkin adalah ke atas atau ke bawah, ke kiri atau ke
kanan, dan ke depan atau ke belakang. Sembarang pergerakan dapat diungkapkan dengan
hanya tiga dimensi tersebut.

Bergerak ke bawah samalah dengan bergerak ke atas secara negatif. Bergerak diagonal ke
depan atas samalah dengan bergerak dengan kombinasi linear ke depan dan ke atas.
Dimensi fisis ruang dapat dinyatakan paling sederhana sebagai berikut: suatu garis
menggambarkan satu dimensi, suatu bidang datar menggambarkan dua dimensi, dan
sebuah kubus menggambarkan tiga dimensi. (Lihat Sistem koordinat Cartesian.)

Waktu

Waktu sering disebut sebagai "dimensi keempat".Hal ini menyediakan jalan bagi
pengukuran perubahan aspek-aspek fisika. Hal ini dilihat secara berbeda bahwa dari tiga
dimensi spasial hanya ada satu dimensi, dan pergerakannya terlihat selalu memiliki nilai
pasti dan sejajar dengan waktu (searah).

Persamaan-persamaan yang digunakan oleh ahli fisika untuk menyatakan model realitas
seringkali tidak memperlakukan waktu sebagaimana manusia memandangnya.Misalnya,
persamaan klasikal mekanik yang adalah T-simetri (bersimetri dengan waktu) dengan
persamaan dari mekanika kuantum sebenarnya bersimetri jika waktu dan kuantitas lain
(seperti C-simetri (charge)) dan fisika paritas dibalikkan.Pada model ini, persepsi waktu
mengalir kesatu arah adalah artefak dari hukum-hukum termodinamika.(Kita melihat
waktu mengalir kearah peningkatan (entropi).

Orang yang paling terkenal memandang waktu sebagai dimensi adalah Albert Einstein
dengan teori relativitas umum yang memandang ruang dan waktu sebagai bagian dari
dimensi ke empat.

Dimensi tambahan

Teori fisika seperti teori untai (string theory) meramalkan bahwa ruang tempat kita hidup
sesungguhnya memiliki banyak dimensi (sering disebutkan 10, 11, atau 26), namun
semesta yang diukur pada dimensi-dimensi tambahan ini berukuran subatom. Akibatnya,
kita hanya mampu mencerap ketiga dimensi ruang yang memiliki ukuran makroskopik.

Satuan

Dalam ilmu-ilmu fisis dan teknik, dimensi suatu besaran fisika adalah ekspresi atas kelas
satuan fisika besaran tersebut. Contohnya, dimensi kecepatan adalah panjang dibagi
waktu. Dalam sistem SI, dimensi dimiliki oleh tujuh besaran dasar. Lihat Analisis
dimensi.

Dimensi matematika

Dalam matematika, tidak ada satupun definisi yang adekuat/meyakinkan untuk


menyatakan konsep dalam segala situasi, dimana mungkin kita akan menggunakan
nya.Konsekuensinya, para ahli matematika membagi sejumlah definisi dimensi kedalam
tipe-tipe yang berbeda.Semuanya didasari oleh konsep dimensi Euclidean n-spasi E n.

• Titik E 0 adalah 0-dimensional.


• Garis E E 1 adalah 1-dimensional.
• Bidang E 2 adalah 2-dimensional.

Dan secara umum E n adalah n-dimensional.


TEOREMA
Teorema adalah sebuah pernyataan, sering dinyatakan dalam bahasa alami, yang dapat
dibuktikan atas dasar asumsi yang dinyatakan secara eksplisit ataupun yang sebelumnya
disetujui. Dalam logika, sebuah teorema adalah pernyataan dalam bahasa formal yang
daat diturunkan dengan mengaplikasikan aturan inferensi dan aksioma dari sebuah sistem
deduktif.

Teorema dari sejumlah fungsi memiliki nama lain:

1. Identitas - digunakan untuk teorema yang menampakkan persamaan antara 2


pernyataan matematika.
2. Lema - pra-teorema. Pernyataan yanproposisi yang diikuti dengan bukti yang
sedikit atau tidak ada sama sekali dari sebuah teorema atau definisi lain. Yaitu,
proposisi B adalah korolar proposisi A jika B bisa dideduksikan dari A.
3. Proposisi - pernyataan yang tak dikaitkan dengan "teorema" apapun.
4. Klaim - hasil menarik yang diperlukan atau bebas.
5. Aturan - digunakan untuk teorema tertentu seperti aturan Bayes dan aturan
Cramer, yang mendirikan formula yang berguna

Banyak matematikawan yang juga menggunakan nama lain untuk teorema, seperti
postulat, sublema, dll.

Konjektur adalah sebuah pernyataan yang terbukti namun dianggap benar. Sebagai
contoh konjektur Goldbach. Konjektur terkenal lainnya termasuk konjektur Collatz dan
hipotesis Riemann.

KRIGING
Kriging adalah metode geostatistik yang digunakan untuk mengestimasi nilai dari sebuah
titik atau blok sebagai kombinasi linier dari nilai conto yang terdapat disekitar titik yang
akan diestimasi. Bobot kriging diperoleh dari hasil variansi estimasi minimum dengan
memperluas penggunaan semi-variogram. Estimator kriging dapat diartikan sebagai
variabel tidak bias dan penjumlahan dari keseluruhan bobot adalah satu. Bobot inilah
yang dipakai untuk mengestimasi nilai dari ketebalan, ketinggian, kadar atau variabel
lain.

Kriging memberikan lebih banyak bobot pada conto dengan jarak terdekat dibandingkan
dengan conto dengan jarak lebih jauh, kemenerusan dan anisotropi merupakan
pertimbangan yang penting dalam kriging, bentuk geometri dari data dan karakter
variabel yang diestimasi serta besar dari blok juga ditaksir.
Sifat-sifat Kriging :

1. Struktur dan korelasi variabel melalui fungsi γ(h)


2. Hubungan geometri relatif antar data yang mencakup hal penaksiran dan
penaksiran volume melalui (Si,Sj) (hubungan antar data) dan sebagai (Si,V)
(hubungan antara data dan volume)
3. Jika variogram isotrop dan pola data teratur, maka sistem kriging akan
memberikan data yang simetri
4. Dalam banyak hal hanya conto-conto di dalam blok dan di sekitar blok
memberikan estimasi dan mempunyai suatu faktor bobot masing-masing nol
5. Dalam hal ini jangkauan radius conto yang pertama atau kedua pertama tidak
mempengaruhi (tersaring).
6. Efek screen ini akan terjadi, jika tidak ada nugget effect atau kecil sekali ε = C0/C
7. Efek nugget ini menurunkan efek screen
8. Untuk efek nugget yang besar, semuai conto mempunyai bobot yang sama.
9. Conto-conto yang terletak jauh dari blok dapat diikutsertakan dalam estimasi ini
melalui harga rata-ratanya

KRIPTOGRAFI
Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce
Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian
ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek
keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta
autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied
Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.

Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek
keamanan informasi yaitu :

• Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi
dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk
membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
• Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara
tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan
untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain
penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang
sebenarnya.
• Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara
kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling
berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan
melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan
lain-lain.
• Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya
penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang
mengirimkan/membuat.
Algoritma Sandi

algoritma sandi adalah algoritma yang berfungsi untuk melakukan tujuan kriptografis.
Algoritma tersebut harus memiliki kekuatan untuk melakukan (dikemukakan oleh
Shannon):

• konfusi/pembingungan (confusion), dari teks terang sehingga sulit untuk


direkonstruksikan secara langsung tanpa menggunakan algoritma dekripsinya
• difusi/peleburan (difusion), dari teks terang sehingga karakteristik dari teks terang
tersebut hilang.

sehingga dapat digunakan untuk mengamankan informasi. Pada implementasinya sebuah


algoritmas sandi harus memperhatikan kualitas layanan/Quality of Service atau QoS dari
keseluruhan sistem dimana dia diimplementasikan. Algoritma sandi yang handal adalah
algoritma sandi yang kekuatannya terletak pada kunci, bukan pada kerahasiaan algoritma
itu sendiri. Teknik dan metode untuk menguji kehandalan algoritma sandi adalah
kriptanalisa.

Dasar matematis yang mendasari proses enkripsi dan dekripsi adalah relasi antara dua
himpunan yaitu yang berisi elemen teks terang /plaintext dan yang berisi elemen teks
sandi/ciphertext. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi transformasi antara himpunan-
himpunan tersebut. Apabila elemen-elemen teks terang dinotasikan dengan P, elemen-
elemen teks sandi dinotasikan dengan C, sedang untuk proses enkripsi dinotasikan
dengan E, dekripsi dengan notasi D.

Enkripsi : E(P) = C

Dekripsi : D(C) = P atau D(E(P)) = P

Secara umum berdasarkan kesamaan kuncinya, algoritma sandi dibedakan menjadi :

• kunci-simetris/symetric-key, sering disebut juga algoritma sandi konvensional


karena umumnya diterapkan pada algoritma sandi klasik
• kunci-asimetris/asymetric-key

Berdasarkan arah implementasi dan pembabakan jamannya dibedakan menjadi :

• algoritma sandi klasik classic cryptography


• algoritma sandi modern modern cryptography

Berdasarkan kerahasiaan kuncinya dibedakan menjadi :

• algoritma sandi kunci rahasia secret-key


• algoritma sandi kunci publik publik-key

Pada skema kunci-simetris, digunakan sebuah kunci rahasia yang sama untuk melakukan
proses enkripsi dan dekripsinya. Sedangkan pada sistem kunci-asimentris digunakan
sepasang kunci yang berbeda, umumnya disebut kunci publik(public key) dan kunci
pribadi (private key), digunakan untuk proses enkripsi dan proses dekripsinya. Bila
elemen teks terang dienkripsi dengan menggunakan kunci pribadi maka elemen teks
sandi yang dihasilkannya hanya bisa didekripsikan dengan menggunakan pasangan kunci
pribadinya. Begitu juga sebaliknya, jika kunci pribadi digunakan untuk proses enkripsi
maka proses dekripsi harus menggunakan kunci publik pasangannya.

algoritma sandi kunci-simetris

Skema algoritma sandi akan disebut kunci-simetris apabila untuk setiap proses enkripsi
maupun dekripsi data secara keseluruhan digunakan kunci yang sama. Skema ini
berdasarkan jumlah data per proses dan alur pengolahan data didalamnya dibedakan
menjadi dua kelas, yaitu block-cipher dan stream-cipher.

Block-Cipher

Block-cipher adalah skema algoritma sandi yang akan membagi-bagi teks terang yang
akan dikirimkan dengan ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t, dan setiap blok
dienkripsi dengan menggunakan kunci yang sama. Pada umumnya, block-cipher
memproses teks terang dengan blok yang relatif panjang lebih dari 64 bit, untuk
mempersulit penggunaan pola-pola serangan yang ada untuk membongkar kunci. Untuk
menambah kehandalan model algoritma sandi ini, dikembangkan pula beberapa tipe
proses enkripsi, yaitu :

• ECB, Electronic Code Book


• CBC, Cipher Block Chaining
• OFB, Output Feed Back
• CFB, Cipher Feed Back

Stream-Cipher

Stream-cipher adalah algoritma sandi yang mengenkripsi data persatuan data, seperti bit,
byte, nible atau per lima bit(saat data yang di enkripsi berupa data Boudout). Setiap
mengenkripsi satu satuan data di gunakan kunci yang merupakan hasil pembangkitan dari
kunci sebelum.

Algoritma-algoritma sandi kunci-simetris

Beberapa contoh algoritma yang menggunakan kunci-simetris:

• DES - Data Encryption Standard


• blowfish
• twofish
• MARS
• IDEA
• 3DES - DES diaplikasikan 3 kali
• AES - Advanced Encryption Standard, yang bernama asli rijndael