Anda di halaman 1dari 5

4.

Koagulasi Koagulasi didefinisikan sebagai destabilisasi muatan pada koloid dan padatan

tersuspensi, termasuk bakteri dan virus, oleh koagulan. Pengadukan cepat merupakan bagian dari koagulasi. Tujuan pengadukan cepat adalah untuk mempercepat dan menyeragamkan penyebaran zat kimia melalui air yang diolah (Kawamura, 1991). Untuk menghitung volume bak pengaduk dan tenaga yang diperlukan untuk pengadukan digunakan rumus sebagai berikut : Volume bak pengaduk (Joko, 2010) V = Q x td

Dimana : V = Volume bak (m3) Q = Debit air (m3/detik) td = Waktu detensi (detik) Tenaga pengaduk yang diperlukan (Kawamura, 1991) Sehingga : P = G2 x x V dimana : P = Power Input (Watt) G = Gradien (det-1) = Viskositas/ kekentalan air (Kg/m.det) V = Volume bak (m3)

Dalam perencanaan Instalasi Pengolahan Air Bersih Kecamatan Balikpapan Barat, akan dibangun satu buah unit bak koagulasi dengan debit rencana (Q) sebesar 0,146 m3/detik. Bak koagulasi berbentuk silinder dengan pengadukan secara mekanis yang menggunakan paddle impeller, dimana masing-masing impeller mempunyai 2 blade. a. Kriteria desain NRe = > 10000

Tabel 6.2 Nilai Gradien Kecepatan dan Waktu Pengadukan Mekanis Waktu Pengadukan, td ( Detik ) 20 30 40 50 Sumber : Reynolds & Richards ( 1996 ) Gradien Kecepatan (detik-1 ) 1000 900 790 700

b.

perencanaan Dibuat 1 unit bak dengan debit (Q) = 0,146 m3/detik Pengadukan dengan flat paddle 2 blades dengan radio d/w = 8 dan KT = 33 Bentuk bak silinder td = 20 detik sehingga nilai G = 1000/dt w = 997 kg/m3 (25oC) S = 2600 kg/m3 = 0,89 x 10-3 kg/m.dt = 0,893 x 10-6 m2/dt CD = 1,8 K = 0,25 Tinggi bak = 1,5 x diameter bak Efisiensi motor, = 60 % = 0,6

c.

Perhitungan : Dimensi bak Volume bak (V) = Q x td = 0,146 x 20 = 2,92 m3 (V) 2,92 2,92 D2 D H =AxH = . x D x 1,5.D = 1,1775 D2 = = 1,57 m = 1,5 x 1,57

= 2,36 m F = 0,3 m

Daya pengadukan P = G2 x x V = (1000)2 x (0,89 x 10-3) x 2,92 = 2598.8 Watt P = 2598.8 Watt / 0,6 = 4331,33 kg.m/dt

Untuk pengadukan, digunakan flat paddle 2 blades dengan radio d/w = 8 dan KT = 33. Diasumsikan putaran paddle ( n ) = 60 rpm = 1 rps D= (
x
3

) x

1/2

= (

4331,33 33 x 1 x 997
3

1/2

= 0,3 m = 36 cm

Cek Reynold Number : = D2 x x = 0,3


2

x 1 x 997

= 145.181

10.000

Zona Inlet Ketinggian minimal adalah setinggi pipa dari bak prasedimentasi Diameter pipa A A = Q/v = 0.146 / 0,6 = 0,24 m2 = . x D2

0,24 = . x D2 D = 0,55 m = 550 mm

Zona Outlet Diameter pipa A A = Q/v = 0.146 / 0,6 = 0,24 m2 = . x D2

0,254 = . x D2 D = 0,55 m = 550 mm

Dalam perencanaan ini akan digunakan aluminium sulfat Al2(SO4)2 atau tawas. Tawas ini dipilih karena efektif sebagai pembentuk flok, mudah didapat di pasaran, murah, dan mudah larut dalam air secara sempurna.

Perencanaan kebutuhan tawas sebagai berikut : Dosis tawas optimum dari hasil jar test = 10 mg / L Densitas tawas = 980 kg / m3 Q pada bak = 0,146 m3 / detik = 146 L/detik Kadar air dalam larutan = 99 % Kadar tawas dalam larutan = 1 % Asumsi Kadar tawas = 60 %

Perhitungan kebutuhan tawas sebagai berikut : w w m m w = k 99 1 = 10 mg/ k k x 146 / y 60 w = = k x


1 kg 106 mg

86400 1

= 126,14 kg/

126,14 kg / 0,6

= 210,23 kg / = 0,21 m3 /

210,23 kg / 980 kg / m3 m3 /

x 0,21 =

Volume larutan total = volume tawas + volume air pelarut = 0,21 + 20,79 = 21 m3 / hari

Bak Pelarut Koagulan Perencanaan untuk bak pembubuh koagulan sebagai berikut : Periode pelarutan tawas = 4 jam sekali Dimensi p : l = 1 : 1 Kedalam bak = 1,5 m Berikut ini perhitungan bak pelarut koagulan : m m k = k = m m3 / x x 24 m x k 1 = 24 m m3 x 1 24 m

Dimensi bak :

3,5 = 2,3 m 1,5

A 2,3 l

=pxl = l2 = 1,5 m p = 1,5

Sehingga dimensi bak pembubuh koagulan : Panjang (p) Lebar (l) = 1,5m = 1,5 m

Kedalaman (h) = 1,5 + 0,3 = 1,8 m

Dozing pump Sistem pembubuh koagulan yang dilakukan denga menggunakan pompa pembubuh (dozing pump) yang menyedot koagulan di ruang pembubuh D k g Q =
m3 / 86400 k

= 2,43 x 10-4 m3 /