Ngelmu iku, kalakone kanthi laku.

lekase lawan kas, tegese kas nyantosani setya budya pangekese dur angkara Ilmu Pengetahuan hanya dapat diperoleh dengan belajar sungguh-sungguh, Dengan ketekunan, keuletan dan pantang menyerah, mampu mengatasi tantangan hidup serta menahan nafsu angkara murka Pertunjukan wayang kulit telah dikenal di pulau Jawa semenjak 1500 SM.. Semasa kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit, wayang mencapai puncaknya seperti tercatat pada relief di candi-candi serta di dalam karya-karya sastra yang ditulis oleh Empu Sendok, Empu Sedah, Empu Panuluh, Empu Tantular, dan lain-lain Epos Ramayana dan Mahabharata yang asli berasal dari India, telah diterima dalam pergelaran wayang Indonesia sejak zaman Hindu hingga sekarang. Wayang seolah-olah identik dengan Ramayana dan Mahabharata. Namun perlu dimengerti bahwa Ramayana dan Mahabharata Indonesia dengan India sudah berubah alur ceritanya. Ramayana dan Mahabharata versi India ceritanya berbeda satu dengan lainnya sedangkan di Indonesia ceritanya menjadi satu kesatuan. Yang sangat menonjol perbedaanya adalah falsafah yang mendasari kedua cerita itu, lebih-lebih setelah masuknya agama Islam, diolah sedemikian rupa sehingga terjadi proses akulturasi dengan kebudayaan asli Indonesia. Di Indonesia walaupun cerita Ramayana dan Mahabharata sama-sama berkembang dalam pewayangan, tetapi Mahabharata digarap lebih tuntas oleh para budayawan dan pujangga kita. Berbagai lakon carangan dan sempalan, kebanyakan mengambil Mahabharata sebagai inti cerita. Masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-15, membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Begitu pula wayang telah mengalami masa pembaharuan baik secara bentuk dan cara pergelaran wayang purwa maupun isi dan fungsinya. Pada zaman Demak nilai-nilai yang dianut menyesuaikan dengan zamannya. Bentuk wayang purwa yang semula realistik proporsional seperti tertera dalam relief candi-candi distilir menjadi bentuk imajinatif seperti wayang sekarang. Selain itu, banyak sekali tambahan dan pembaharuan dalam peralatan seperti kelir atau layar, blencong atau lampu, debog yaitu pohon pisang untuk menancapkan wayang, dan masih banyak lagi. Para wali dan pujangga Jawa mengadakan pembaharuan yang berlangsung terus menerus sesuai perkembangan zaman dan keperluan pada waktu itu, utamanya wayang digunakan sebagai sarana dakwah Islam. Sesuai nilai Islam yang dianut, isi dan fungsi wayang bergeser dari ritual agama Hindu menjadi sarana pendidikan, dakwah, penerangan, dan komunikasi massa. Ternyata wayang yang telah diperbaharui konstektual dengan perkembangan agama Islam dan masyarakat. Wayang purwa menjadi sangat efektif untuk komunikasi massa dalam memberikan hiburan serta pesan-pesan kepada khalayak. Perkembangan wayang purwa semakin berkembang pada era kerajaan-kerajaan Pajang, Mataram, Kartasura, Surakarta, dan Yogyakarta. Banyak sekali pujangga-pujanga yang menulis tentang wayang, dan menciptakan wayang-wayang baru. Para seniman wayang purwa banyak membuat kreasi-kreasi yang kian memperkaya wayang purwa. Begitu juga para seniman dalang semakin profesional dalam menggelar pertunjukan wayang, tak henti-hentinya terus mengembangkan seni tradisional wayang purwa ini. Dengan upaya yang tak kunjung henti, membuahkan hasil yang menggembirakan dan membanggakan. Wayang menjadi seni yang bermutu tinggi dengan sebutan 'adiluhung'. Wayang terbukti mampu tampil sebagai tontonan yang menarik sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral keutamaan hidup. Fungsi dan peranan ini terus berlanjut hingga dewasa ini. Wayang bukan lagi sekedar tontonan bayang-bayang atau "shadow play", melainkan sebagai 'wewayangane ngaurip' yaitu bayangan hidup manusia. Dalam suatu pertunjukan wayang dapat dinalar dan dirasakan bagaimana kehidupan manusia itu dari lahir hingga mati. Perjalanan hidup manusia untuk berjuang menegakkan yang benar dengan mengalahkan yang salah. Dari pertunjukan wayang dapat diperoleh pesan untuk hidup penuh amal saleh guna mendapatkan keridhoan Illahi. Wayang juga secara nyata menggambarkan konsepsi hidup 'sangkan paraning dumadi', manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Perkembangan pertunjukan wayang dewasa ini menunjukan peningkatan kuantitas kegiatan pewayangan yang luar biasa. Kondisi ini dapat dikatakan zaman kebangkitan wayang. Hal ini dapat dilihat banyaknya berbagai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan wayang purwa, tumbuhnya dalang-dalang baru,

berkembangnya fungsi wayang, seiring dengan perkembangan budaya dan teknologi. Kreasi dan inovasi berbagai jenis wayang baru yang terinspirasi dari wayang purwa, banyak bermunculan memperkaya khasanah seni pewayangan Indonesia. Misalnya Wayang Sandosa, Wayang Ukur dll.

  

RAMAYANA 
 

Anoman
ANOMAN berwujud kera putih, tetapi dapat berbicara dan beradat-istiadat seperti manusia. Ia juga dikenal dengan nama ; Anjanipura (putra Dewi Anjani), Bayudara (putra Bathara Bayu), Bayusiwi, Guruputra (putra Bathara Guru), Handayapati (mempunyai kekuatan yang sangat besar), Yudawisma (panglima perang), Haruta (angin), Maruti, Palwagaseta (kera putih), Prabancana, Ramandayapati (putra angkat Sri Rama), Senggana (panglima perang), Suwiyuswa (panjang usia) dan Mayangkara (roh suci, gelar setelah menjadi pendeta di Kendalisada). Anoman adalah putra Bathara Guru dengan Dewi Anjani, putri sulung Resi Gotama dengan Dewi Windradi dari pertapaan Erriya/Grastina. Anoman merupakan makluk kekasih dewata. Ia mendapat anugerah Cupumanik Astagina, juga ditakdirkan berumur panjang, hidup dari jaman Ramayana sampai jaman Mahabharata, bahkan sampai awal/memasuki jaman Madya. Anoman memiliki beberapa kesaktian. Ia dapat bertiwikrama, memiliki Aji Sepiangin (dari Bathara Bayu), Aji Pameling (dari Bathara Wisnu), dan Aji Mundri (dari Resi Subali). Tata pakaiannya yang melambangkan kebesaran, antara lain ; Pupuk Jarotasem Ngrawit, Gelung Minangkara, Kelatbahu Sigar Blibar, Kampuh/Kain Poleng berwarna hitam, merah dan putih, Gelang/Binggel Candramurti dan Ikat Pinggang Akar Mimang. Anoman tiga kali menikah. Pertama dengan Dewi Urangrayung, putri Bagawan Minalodra dari Kandabumi. berputra Trigangga/Triyangga, berujud kera putih. Istri kedua bernama Dewi Sayempraba, putri raksasa Wisakarma dari Gowawindu, tidak mempunyai anak. Anoman kemudian menikah dengan Dewi Purwati, putri Resi Purwapada dari pertapaan Andonsumawi, berputra Purwaganti. Anoman mempunyai perwatakan ; pemberani, sopan-santun, tahu harga diri. setia. prajurit ulung, waspada, pandai berlagu, rendah hati, teguh dalam pendirian, kuat dan tabah. Ia mati moksa, raga dan sukmanya lenyap di pertapaan Kendalisada.

Dasamuka DASAMUKA atau Rahwana adalah putra Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, raja negara Alengka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-maasing bernama; Arya Kumbakarna, Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana. Dasamuka juga mempunyai saudara seayah lain ibu bernama Wisrawana/Prabu Danaraja raja negara Lokapala, putra Resi Wisrawa dengan Dewi Lokawati. Dasamuka berwatak angkara murka, ingin menangnya sendiri, penganiaya dan penghianat. Berani dan selalu menurutkan kata hati. Ia sangat sakti. Memiliki Aji Rawarontek dari Prabu Danaraja dan Aji Pancasona dari Resi Subali. Dasamuka menjadi raja negara Alengka mengantikan kakeknya, Prabu Sumali dengan menyingkirkan pamannya, Prahasta. Ia membunuh Prabu Danaraja, kakak tirinya dan merebut negara Lokapala. Dasamuka pernah menyerang Suralaya dan memperoleh Dewi Tari, putri Bathara Indra dengan Dewi Wiyati. yang menjadi istrinya dan berputra Indrajid/Megananda. Dasamuka juga menikah dengan Dewi Urangrayung, putri Bagawan Minalodra, dan berputra Pratalamayam. Dari beberapa orang istri lainnya, Dasamuka berputra antara lain; Yaksadewa, Trisirah, Trimuka, dan Trimurda. Dasamuka sangat menginginkan dapat memperistri wanita titisan Bathari Sri Widowati. Ia pernah mengejar-ngejar Dewi Kusalya, ibu Prabu Rama, dan kemudian menculik serta mensekap Dewi Sinta, istri Prabu Rama selama hampir 12 tahun di taman Hargasoka negara Alengka. Kesaktian dan keangkaramurkaan Prabu Dasamuka hanya dapat diatasi/ditaklukan oleh Prabu Arjunasasra, raja negara Maespati, dan Resi Subali, brahmana kera dari pertapaan Sonyapringga. Akhirnya Prabu Dasamuka harus mati oleh Prabu Ramawijaya, satria titisan Bathara Wisnu. Seluruh kesaktiannya musnah oleh daya kesaktian panah Gowawijaya.

 

JambuMangli
Ditya JAMBUMANGLI adalah putra Ditya Maliawan, adik Prabu Sumali, raja negara Alengka. Meskipun memiliki bentuk tubuh agak pendek menurut ukuran raksasa, karena ketekunanya bertapa, Jambumangli menjadi sangat sakti. Jambumangli sebenarnya ingin memperistri Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, yang berarti saudara sepupunya sendiri. Tetapi keinginan itu hanya disimpan dalam hati, takut mengutarakan dengan terus terang. Ketika Dewi Sukesi menjadi lamaran banyak satria dan raja-raja, dan Dewi Sukesi sendiri juga mengeluarkan persyaratan penjabaran ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat", Jambumangli memaksakan keinginannya kepada Prabu Sumali agar dirinya dijadikan satu persyaratan : bahwa hanya mereka yang dapat mengalahkannya yang berhak memperistri Dewi Sukesi. Akhirnya Jambumangli tewas dalam pertempuran melawan Resi Wisrawa, brahmana dari pertapaan Girijembatan yang datang melamar Dewi Sukesi untuk putranya, Prabu Danaraja raja negara Lokapala. Resi Wisrawa juga berhasil menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat" Jambumangli mati dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Anggota tubuhnya terpotong-poptong. Sebelum ajal merenggut jiawanya, Jambumangli mengeluarkan kutukan, bahwa kelak akan ada anak Wisrawa yang mati dengan cara yang sama seperti dirinya.

 

Kumbakarna
ARYA KUMBAKARNA adalah putra kedua Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, raja negara Alengka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama; Dasamuka/Rahwana, Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana. Kumbakarna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Wisrawana/Prabu Danaraja raja negara Lokapala, putra Resi Wisrawa dengan Dewi Lokawati. Kumbakarna mempunyai tempat kedudukan di kesatrian/negara Leburgangsa. Ia berwatak jujur, berani karena benar dan bersifat satria. Pada waktu mudanya ia pergi bertapa dengan maksud agar dapat anugerah Dewa berupa kejujuran dan kesaktian. Kumbakarna pernah ikut serta Prabu Dasamuka menyerang Suralaya, dan memperoleh Dewi Aswani sebagai istrinya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama; Kumba-kumba dan Aswanikumba. Pada waktu pecah perang besar Alengka, negara Alengka diserang balatentara kera Prabu Rama, dibawah panglima perangnya Narpati Sugriwa untuk membebaskan Dewi Sinta yang disekap Prabu Dasamuka, Kumbakana maju sebagai senapati perang. Ia berperang bukan membela keangkaramurkaan Prabu Dasamuka tetapi membela negara Alengka, tanah leluhurnya yang telah memberinya hidup. Kumbakarna akhirnya gugur dalam pertempuran melawan Prabu Rama dan Laksmana. Tubuhnya terpotongpotong menjadi beberapa bagian oleh hantaman senjata panah yang dilepas secara bersamaan. Apa yang terjadi pada diri Kumbakarna merupakan karma perbuatan Resi Wisrawa, ayahnya tatkala membunuh Jambumangli.

 

Leksmana
LEKSMANA atau Laksmanawidagda adalah putra Prabu Dasarata, raja negara Ayodya dengan permaisuri kedua Dewi Sumitra, putri Prabu Ruryana raja negara Maespati. Ia mempunyai empat orang saudara seayah lain ibu masing-masing bernama ; Ramawijaya/Ramadewa, dari permaisuri Dewi Kusalya, dan Barata, Satrugna serta Dewi Kawakwa ketiganya putra Prabu Dasarata dengan permaisuri Dewi Kekayi. Leksmana bertempat tinggal di kesatrian Girituba. Ia seorang satria brahmacari (tidak kawin). Mempunyai watak halus, setia dan tak kenal takut. Sejak kecil Leksmana sangat rapat dan sangat sayang kepada Ramawijaya. Leksmana diyakini sebagai titisan Bathara Suman, pasangan Bathara Wisnu. Dengan setia Leksmana mengikuti Ramawijaya menjalani pengasingan selama 13 tahun bersama Dewi Sinta. Ketika Dewi Sinta diculik Prabu Dasamuka dari tengah hutan Dandaka dan disekap di taman Argasoka negara Alengka, Leksmana membantu perjuangan Ramawijaya merebut dan membebaskan kembali Dewi

Ia meninggal dalam usia lanjut. Bathara Indra kemudian meminta bantuan kepada Subali dan Sugriwa. Setelah berakhirnya perang Alengka dan Ramawijaya beserta Dewi Sinta kembali kenegara Ayodya. Jatasura dan Lembusura. Leksmana banyak menewaskan senapati ulung andalan negara Alengka. berwujud raksasa berkepala gajah. meminta bantuan Sugriwa. Ia berwujud raksasa berkepala kerbau. raja negara Lokapala dengan permaisuri Dewi Lokawati. Prabu Danapati dan Prabu Bisawarna.   Maesasura PRABU MAESASURA adalah raja negara Guwa Kiskenda. Kalau lamarannya ditolak. Karena merasa sangat sakti. Kepala Maesasura dan Jatasura diadu kumba (saling dibenturkan satu dengan yang lain) hingga pecah dan mati seketika di dalam saat yang bersamaan. Karena kesaktiannya. dan Jatasura akhirnya dapat dibinasakan oleh Subali yang menantang masuk ke dalam Gowa Kiskenda. putri Prabu Lowana dengan Dewi Lokati. Dalam pertempyuran di Mrepatkepanasan (nama lapangan di Suralaya). Ia menewaskan Dewi Sarpakenaka serta Indrajid/Megananda. keduanya putra Resi Gotama dengan Dewi Indradi dari pertapaan Grastina/Erraya. Prabu Maesasura mempunyai seorang patih yang bernama Lembusura. Danaraja juga mempunyai empat . Bathara Guru kemudian menugaskan Bathara Narada turu ke Arcapada. putri Sulung Bathara Indra dengan Dewi Wiyati. untuk mengahadapi dan membunuh Prabu Maesasura. Ia adalah putra tunggal Resi Wisrawa. Ketika lamarannya ditolak oleh Bathara Guru.Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka. Lambusura dan Diradasura akhirnya mati oleh Sugriwa. Ia mempunyai saudara seperguruan bernama Diradasura. dengan wewenang yang diberikan rajanya. Di dalam perang besar Alengka. Lembusura dan Diradasura mengamuk di Suralaya dan berhasil mengalahkan para Dewa. artinya . apabila hanya satu dari mereka yang tewas. dikenal pula dengan nama gelar. Ia pergi disertai Diradasura. keduanya tidak dapat mati. Prabu Maesasura dan Jatasura mengancam akan menghancurkan Kahyangan Keindran dengan seluruh bala tentaranya yang sangat kuat. patih Lembusura ditugaskan pergi ke Suralaya untuk melamar Dewi Tara. Sedangkan patih Lembusura dapat dibinasakan oleh Sugriwa. Prabu Maesasura. dia diangkat menjadi patih negara Gowa Kiskenda dibawah pemerintahan Prabu Maesasura. putra Resi Gotama dengan Dewi Windradi/Indradi dari pertapaan Erraya/Grastina yang saat itu sedang bertapa ngijang di hutan Sunyapringga. dengan setia Leksmana tetap membantu Prabu Ramawijaya mengatur tata pemerintahan negara Ayodya. raksasa berkepala sapi.   Lembusura LEMBUSURA berwujud raksasa berkepala sapi (lembu). keduanya adik dan putra kesayagan Prabu Dasamuka. seekor harimau yang memiliki rambut gimbal di lehernya. putri Sanghyang Indra dengan Dewi Wiyati. dan jenazahnya dimakamkan di gunung Kutarunggu berdampingan dengan makam Prabu Ramawijaya.   Prabu Danaraja PRABU DANARAJA yang waktu mudanya bernama Wisrawana. Prabu Maesasura dan Jatasura seolah-olah dua jiwa yang satu. raksasa berkela kerbau. Prabu Maesasura sangat sakti karena mempunyai saudara seperguruan bernama Jatasura. Prabu Maesasura datang ke Kahyangan Kaindran untuk melamar Dewi Tara. Oleh Prabu Maesasura.

ibu dari Dewi Anjani. Ia mempunyai dua orang suami masing-masing bernama : Ditya Kardusana dan Ditya Nopati. Ia sangat sakti karena memiliki Aji Rawarontek dan pusaka Gandik Kencana. setia dan penuh pengabdian. Dewi Sukesi diperistri ayahnya sendiri. Resi Wisrawa yang telah berhasil menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat" dan membunuh Ditya Jambumangli. Dewi Sarpakenaka maju sebagai senapati perang . putra Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi. Prahasta berwatak.saudara seayah lain ibu. Sarpakenaka berwatak : congkak. Kiranya tugu itu adalah penjelmaan Dewi Indradi. Ia sesungguhnya putra mahkota negara Alengka. suaminya sendiri. Arya Kumbakarna dan Arya Wibisana. Walau seorang raksesi. masing-masing bernama : Rahwana/Dasamuka. Prahasta maju sebagai senapati perang setelah gugurnya Dewi Sarpakenaka. mundur dan balas menyerang. Tak terhitung jumlah balatentara kera Prabu Rama yang mati oleh keganasan Prahasta. Dengan kesaktiannya Dewi Sarpakenaka pernah beralih rupa menjadi wanita cantik dan mengoda/merayu Laksmana di hutan Dandaka ingin menjadi istrinya. Prahasta merelakan tahta negara Alengka oleh ayahnya diberikan kepada Rahwana dan dia bersedia menduduki jabatan patih. Dalam pertempuran tersebut. bengis. Prahasta tewas seketika dengan kepala hancur bersamaan dengan pecahnya tugu tersebut. putri Prabu Sumali raja negara Alengka. Sarpakenaka juga mempunyai saudara seayah lain ibu bernama : Prabu Danaraja/Danapati. Anila yang hampir terjebak tiba-tiba melihat sebuah patung batu. Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana. Sebelum menemui ajalnya. Subali dan Sugriwa yang terkena kutuk Resi Gotama. Patih PRAHASTA adalah putra Prabu Sumali. ganas. Dengan mengerahkan seluruh tenaganya patung itu diangkatnya dan dihantamkan ke kepala Prahasta. Beberapa tahun kemudian perbuatan Prabu Danaraja dibalas oleh Rahwana/Dasamuka. putri Prabu Sumali dari negara Alengka. jujur. putra Dewi Sukesi dengan Resi Wisrawa. membuat Laksmana marah dan memangkas kutung hidungnya serata pipi. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Sukesi yang menjadi istri Resi Wisrawa dari pertapaan Girijembatan. Prabu Danaraja terlebih dahulu menyerahkan Aji Rawarontek dan pusaka Gandik Kencana kepada Dasamuka/Rahwana. putri Prabu Sumali. putra Resi Wisrawa dengan Dewi Lokawati. Sarpakenaka sangat sakti. Lamarannya ditolak. Anila patih negara Kiskenda akhirnya maju menghadapi keperkasaan Prahasta. Prahasta terus mengejar Anila. Ia tewas terbunuh dalam peperangan melawan Dasamuka. . Prabu Danaraja menjadi raja negara Lokapala menggantikan ayahnya. Dasamuka/Rahwana. raja negara Lokapala. Karena ia tetap memaksakan kehendaknya. Tetapi karena ia takut dengan kesaktian yang dimiliki Rahwana.     Sarpakenaka DEWI SARPAKENAKA adalah putri ketiga Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi. angkara murka dan serakah. Arya Kumbakarna. raja negara Alengka. raja raksasa negara Alengka dengan Dewi Desidara. Prabu Danaraja gagal memperistri Dewi Sukesi. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Prabu Danaraja kemudian menyerang negara Alengka dan bertempur dengan ayahnya sendiri. Resi Wisrawa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana di pertapaan Girijembatan. hingga pertempuran sampai di tepi hutan. Ia memiliki kuku yang berbisa ular dan merupakan senjata pusaka yang diandalkan. dengan siasat perang menghindar. wilayah negara Lokapala.   Prahasta. ia berhasil membunuh Resi Wisrawa. Pada waktu negara Alengka diserbu Prabu Rama dengan balatentara keranya dalam upaya membebaskan Dewi Shinta yang diculik dan disekap Prabu Dasamuka. Ketika pecah perang Alengka.

raja negara Mantili atau Mitila (Mahabharata). brahmana dari pertapaan Girijembatan. jatmika (selalu dengan sopan santun) dan suci trilaksita (ucapan. raja negara Alengka dengan permaisuri Dewi Desidara. Akhir riwayat Dewi Sukesi diceritakan. Di tempat itulah Dewi Sinta melahirkan kedua putra kembarnya. Ramawijaya menjalani pengasingan. istri Bathara Wisnu. Resi Wisrawa juga berhasil membunuh Ditya Jambumangli. bahwa hanya mereka yang dapat mengalahkan dirinya yang berhak mengawini Dewi Sukesi. Menurut Mahabharata. setia dan kuat dalam pendirian. Prabu Wisrawana/Danaraja. Dengan setia Dewi Sinta mengikuti suaminya. Prabu Suksara yang mengundurkan diri hidup sabagai brahmana. Sayembara akhirnya dimenangkan oleh Resi Wisrawa. yang meminang Dewi Sukesi atas nama putranya. Selain dapat menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat". Dewi Sinta menikah dengan Ramawijaya.   Sinta DEWI SINTA adalah putri Prabu Janaka. sangat bersahaja. Akhirnya Sarpakenaka mati terbunuh oleh panah sakti Surawijaya. seorang hapsari/bidadari. setelah Rama memenangkan sayembara mengangkat busur Dewa Siwa di negara Mantili. raja negara Lokapala. Ditya Jambumangli putra Ditya Maliawan.Alengka. Dewi Sinta kemudian diasingkan dari istana Ayodya. Akhir riwayatnya diceritakan. yang secara diam-diam mencintai Dewi Sukesi ikut mengajukan satu persyaratan . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra masing-masing bernama. Dengan penuh dendam ia bertempur melawan Laksmana. jujur. Ia memerintah negara dengan arif dan bijaksana. Dewi Sukesi yang menolak dinikahkan dengan Prabu Danaraja. Prabu Sumali adalah raja Aditya yang berwatak brahmana. Dewi Sinta merupakan putri yang sangat setia. ia memperoleh empat orang putra. setelah berhasil membinasakan Prabu Dasamuka dan semua senapati perang Alengka. Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana. ia meninggal karena sedih dan sakit setelah istana Alengka dibakar oleh Anoman. Dari perkawinan tersebut. Dewi Sinta mati ditelan bumi saat akan boyong kembali ke istana Ayodya.   Sumali PRABU SUMALI adalah putra Prabu Suksara. Lawa dan Kusya. setelah sebelumnya kuku saktinya dicabuti oleh Anoman. putra Prabu Dasarata dengan Dewi Kusalya dari negara Ayodya. Prabu Sumali menikah dengan Dewi Desidara. raja raksasa negara Alengka dengan permaisuri Dewi Subakti. Dewi Sinta akhirnya diculik oleh Prabu Dasamuka dan ditawan di taman Argasoka negara Alengka hampir 12 tahun lamanya. Setelah dewasa Dewi Sukesi menjadi lamaran para satria dan raja. Prabu Sumali menjadi raja negara Alengka menggantikan kedudukan ayahnya. seorang hapsari keturunan Bathara . Ia akhirnya dapat dibebaskan oleh Ramawijaya. Selain sangat cantik. Ia mempunyai adik kandung bernama Ditya Maliawan. Karena terpesona oleh keindahan Kijang Kencana penjelmaan Ditya Marica. Dewi Sinta tidak lama tinggal di istana Ayodya sebagai permaisuri Prabu Rama. masing-masing bernama . pamannya. Dewi Sinta diyakini sebagai titisan Bathari Sri Widowati. Rahwana. adil dan jujur. Ia mempunyai perwatakan. Selain itu. Ia mempunyai adik kandung bernama Prahasta. akhirnya menikah dengan Resi Wisrawa. Untuk menentukan pilihan.. Arya Kumbakarna. dan hidup di pertapaan Resi Walmiki. Dewi Sukesi menggelar sayembara : barang siapa yang bisa menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat" dialah yang berhak menjadi suaminya. Walau ayahnya berwujud raksasa Dewi Sukesi berwajah cantik seperti ibunya. pikiran dan hati)nya. Karena kecurigaan Prabu Rama terhadap kesucian Dewi Sinta walau telah dibuktikan dengan hukum bakar di Alengka.   Sukesi DEWI SUKESI adalah putri sulung Prabu Sumali. Lawa dan Kusya.

Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya. Resi Wisrawa dilantik menjadi raja negara Lokapala. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya. masih keturunan Bathara Sambodana. Prabu Sumali meninggal setelah peristiwa pembakaran istana Alengka oleh Anoman. yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Dewi Lokawati. Arya Kumbakarna. Endang Pregiwati. Setelah Prabu Lokawana mangkat. Prabu Sumali menyelenggarakan sayembara tanding untuk mencari jodoh bagi putrinya. Resi Wisrawa menikah dengan Dewi Sukesi. Arjuna. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”.   Wisrawa RESI WISRAWA adalah putra Resi Supadma dari pertapaan Giri Jembatan. Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana. putri Prabu Lokawana raja negara Lokapala dengan permaisuri Dewi Lokati. putra Bathara Sambu. besar tanggung jawabnya dan pemberani. Bambang Irawan. Bratalaras. Ia tidak lama memerintah. salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra masingmasing bernama . yaitu : Sumitra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh empat orang putra masing-masing bernama. putra Dewi Sukesi dengan Wisrawa. Partasuta. ucapannya terang.   MAHABARATA  Abimanyu ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya. tahta kerajaan diberikan kepada putranya. Ia merupakan putra Arjuna. Bagawan Abiyasa. begitu mengetahui Dewi Sukesi diperistri ayahnya sendiri. Resi Wisrawa kemudian hidup sebagai brahmana di pertapaan Girijembatan. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. atas perkenan Dewi Lokawati. putra Ditya Maliawan. Sayembara itu dimenangkan oleh Resi Wisrawa dari pertapaan Girijembatan wilayah negara Lokapala setelah menewaskan Ditya Jambumangli. Rahwana/Dasamuka. hatinya keras. Prabu Danapati yang juga menginginkan Dewi Sukesi. suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. baik tingkah lakunya. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan. Sumbadraatmaja. Terjadilah pertempuran antara anak dan ayah. putri Prabu Basudewa. putri Prabu Sumali raja negara Alengka dengan Dewi Desidara. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Wisrawana. Wilungangga. Prabakusuma. Wanudara dan Wirabatana.Brahma dari permaisuri Dewi Sarasyati. Jaya Murcita. Ia kemudian dinikahkan dengan saudara sepupunya. Wisanggeni. Wijanarka. Jaka Pangalasan. raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Rahwana. Kirityatmaja. Setelah usianya lanjut dan merasa tak mampu lagi menangani pemerintahan negara. Resi Wisrawa sangat sakti dan termashur dalam ilmu Kasidan. Akhirnya Resi Wisrawa tewas lemas kehabisan nafas. Endang Pregiwa. Prabu Sumali kemudian menyerahkan kekuasaan kerajaan Alengka kepada cucunya. Dewi Sukesi dan Prahasta. halus. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati. Perkawinan terjadi setelah Resi Wisrawa berhasil menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat" dan membunuh Ditya Jambumangli dalam satu sayembara. Setelah Wisrawana dewasa. Anantadewa dan Bambang Sumbada. Atas desakan Ditya Jambumangli. Dewi Sukesi. dan berhasil menjabarkan ilmu "Sastra Harjendra Yuningrat" atas permintaan Dewi Sukesi. setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Kumaladewa. segera menyerang negara Alengka. Ia mempunyai . Kumalasakti. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”. Wisrawana menjadi raja negara Lokapala bergelar Prabu Danaraja/Danapati atau Prabu Wisawarna.

Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya. murah hati. putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata. Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata. namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke   Antaboga ANTABOGA. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini.   Anggraini DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi. SANG HYANG. menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. rajanegara Paranggelung. raja negara Swantipura. ia mempunyai dua anak. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. yaitu : 1. Dalam pewayangan disebutkan. Ibunya bernama Dewi Wasu. dan suaminya. satria Banakeling.dua orang isteri. . Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan. Ia melakukan bela pati. Persoalan mulai timbul. dan 2. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. dan berputra Parikesit. walaupun terletak di dasar bumi. Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. dari negara Wirata.   Amba DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara. putri Anantaswara. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan. Dewi Utari. putri Prabu Darmahumbara. putri Prabu Kresna . Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain. akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka. keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. baik budi. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Dewi Siti Sundari. Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya. Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi. Kedua adik kandungnya bernama.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan. setia.

yang artinya mengaduk-aduk. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Untunglah Dewi Supreti. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. istri Batara Yamadipati. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasih-kasihan dengan Dewi Mumpuni. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. ujudnya tetap seekor naga. Batara Guru menyanggupinya. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. cahaya terang memasuki mulutnya. Itu pula sebabnya. Dalam pewayangan. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. tetapi dalam keadaan triwikrama. para dewa bukan membor samudra. ketika masih muda disebut Nagasesa.Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Namun setelah berhasil memutarnya. Para . Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Karena Nagatatmala memang bersalah. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). menikah dengan Bima. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. melainkan mengaduk-aduknya. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. anaknya sendiri. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Putrinya. Selain itu. dibawa ke samudra. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Dewi Nagagini. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada kebaikan hati Nagasesa. dan saat itulah muncul Batara Guru. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Nagasesa menjawab. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. mengacau. walau itu anaknya. putri Sang Hyang Wenang. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigala-gala. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. sesuai dengan yang dikehendakinya. istrinya. orang kedua dalam keluarga Pandawa. setiap 1000 tahun sekali. Sang Hyang Antaboga. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut.

dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Tidak hanya itu. dan Arya Anantasena. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Anatareja berkulit napakawaca. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. bernama: Raden Gatotkaca. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. yakni Antareja. Perlu diketahui. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. Kata an atau artinya tidak. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. Jadi. Antareja tidak pernah ada. pemberian ibunya. artinya. yang suami Dewi Pertiwi. pendiam. Lihat Antareja. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Prabu Kresna. oleh para dewa Nagasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. dengan Dewi Nagagini. Bersama dengan menantunya. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Dalam Kitab Mahabarata. cucu Sang Hyang Antaboga.dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. kata anta artinya batas. cucunya. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. putra Bima dengan Dewi Urangayu. Yang kelokannya tidak mengenal batas. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. tak terlihat. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. yang benar adalah Aji Kawastram. sehingga kebal terhadap senjata. Kata ‘maya’. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. dan berputra Arya Danurwenda. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala.   Antasena . Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. yang mempunyai kesaktian. dan Candrabirawa. Sebenarnya sebutan itu keliru. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. salah satu dari lima satria Pandawa. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian.   Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Antaboga berangkat ke kahyangan. Untuk membangun ikatan keluarga. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. putri Prabu Ganggapranawa.

Setelah dewasa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. bernama. Anantasena berwatak jujur. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. Panah Sirsha. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. raja raksasa dari negara Manimantaka. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. salah satu dari lima satria Pandawa. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. bertapa dan berguru menuntut ilmu. Ia mempunyai sifat dan perwatakan. Keris Pulanggeni ( . ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Sedangkan dua saudara lain ibu. jujur. yang dikenal dengan nama Pandawa. tidak pernah berdusta. putra Dewi Nagagini. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Atas jasanya itu. Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ). Panah Candranila. antara lain . dengan Dewi Hadimba. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Brajawikalpa dan Kalabendana. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. Brajadenta. Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Panah Sangkali ( dari Resi Durna ). berani kerena membela kebenaran. Gendewa ( dari Bathara Indra ). terus terang. atara lain . setia. kekuasaan negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya. menggantikan kedudukan kakaknya. Brajamusti. putra Dewi Arimbi. putra Prabu Pandu. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. Brajalamatan. Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani. Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. raja negara Mandura. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. yang dapat mengembalikan kematian di luar takdir. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. dengan Dewi Urangayu. raja negara Awangga. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang   Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga. yaitu : Anantareja. salah seorang dari lima satria Pandawa. bersahaja. yang tewas dalam peperangan melawan Bima.   Arjuna ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. Arya Prabakesa. Arimba/Hidimba. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima. dan mendapat anugrah pusakapusaka sakti dari para dewa. Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna. Keris Kiai Sarotama. dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita.putri Prabu Basukunti. Akhir kehidupannya diceritakan. Keris Kiai Kalanadah.ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. Keris Kiai Baruna. Prabu Arimba. bergelar Bagawan Ciptaning.

antara lain . berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Ratri . Dewi Dyah Sarimaya. berputra Bambang Wilugangga 9. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Dananjaya. Dewi Srikandi 4. dan mempunyai .   Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. Indratanaya (putra Bathara Indra). Dewi Antakawulan . raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan. Dewi Manuhara . Akhir riwayat Arjuna diceritakan. berputra Bambang Sumbada 15. Pandusiwi. Palguna. Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling. berputra Bambang Irawan 5. Setelah perang Bhatarayuda. Pemadi (tampan). berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. Dewi Supraba . Dewi Dresanala . Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain . sopan-santun. Tunggengmaya. Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). 3. Terompet Dewanata. Ia memimpin Kadipaten Madukara. dalam wilayah negara Amarta. Adapun istri dan anak-anaknya adalah : 1. Arya Basudewa. Panglimunan. berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Juwitaningrat . Dewi Ulupi/Palupi . yaitu . Jahnawi (gesit trengginas). Mayabumi. berani dan suka melindungi yang lemah. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran. Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Dewi Retno Kasimpar 14. putri Prabu Kunti. Dewi Larasati . putra Prabu Rumbaka. berputra Raden Prabakusuma 11. Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya. Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Ciptaning Mintaraga (pendeta suci). berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Arjuna memiliki sifat perwatakan . bekas kerajaan Jayadrata. Cerdik pandai. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Dewi Jimambang . berputra Raden Wisanggeni 8. ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain. Janaka (memiliki banyak istri). pendiam. berputra Raden Abimanyu. Kumbaljali. Kampuh/Kain Limarsawo. Sepiangin. Dewi Wilutama . berputra Bambang Wijanarka 7. teliti.diberikan pada Abimanyu ). Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. raja Negara Kumbina. 2. raja Boja. Dewi Sumbadra . swaraswati keraton Mandura. Gelung Minangkara. Parta (pahlawan perang). Ikat Pinggang Limarkatanggi. raja negara Paranggelung).

Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. Ia berambut dan bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Ia memiliki sifat dan perwatakan . percaya akan kekuasaan Tuhan. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Akhir riwayatnya diceritakan.   Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. pemberani. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Dewi Pujawati. Bagaspati mempunyai watak.seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. raja negara Magada. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Ketika ayahnya. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. ikhlas. Sebelum tewas. Ketika . ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Bagaspati sangat sakti. sabar. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. cerdik pandai. dengan Dewi Krepi..   Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. dengan Dewi Anggini. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana.   Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. seorang hapsari/bidadari. keturunan Prabu Citragada. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. trengginas. Resi Drona). sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar Bagawan Bagaspati. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Prabu Rumbaka. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Dari ayahnya. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. dan berputra Dewi Pujawati. dan bergelar Prabu Bismaka. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. ayahnya. raja negara Surateleng atau Trajutisna. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. menantunya sendiri. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda.

Jawa). Dewa keselamatan. Ia mempunyai tabiat . Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada. Carub atau Astrajingga. Ia berumur sangat panjang. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Bagong berumur sangat panjang. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa. Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya.   Banuwati DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya. raja negara Astina. jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama. putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. adalah putra Prabu Basudewa. suara besar agak serak (agor . ia hidup sampai jaman Madya   Baladewa PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana. tindakannya seperti orang bodoh. setelah berakhirnya perang Bharatayuda. ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. Nangggala dan Alugara. Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit. Setelah selesai perang Bharatayuda. lucu. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama. keduanya pemberian Bathara Brahma. jujur. . menikah dengan Dewi Erawati.Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. Dewi Banowati berwatak. putri Bathara Hira. Seperti halnya dengan Semar. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Dewi Surtikanti. kata-katanya menjengkelkan. raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara. dengan gelar Resi Balarama. seorang swarawati keraton Mandura. Dewi Erawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Ia lahir kembar bersama adiknya. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki . saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina. penuh belas kasih. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . Baladewa berwatak keras hati. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana. kakak Dewi Kanistri. tetapi selalu tepat.

Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Atas kemurahan hatinya.  Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Sebagai penggantinya. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Kakrasana. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di . Dewi Basuwati. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Secara tidak resmi. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Dewi Prita/Dewi Kunti. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. swaraswati Keraton Mandura. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. Kakrasana dan Narayana. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masingmasing bernama. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Beberapa tahun kemudian. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. putri Prabu Kunti. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. raja Boja. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Setelah usia lanjut.   Basukiswara ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Prabu Basukesti. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng   Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara.

Dewi Prita/Dewi Kunti.gunung Saptaarga. Arya Basuketi. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Karena ketekunannya bertapa. Putri Bathara Brahma. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. putri Prabu Kunti. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Dari perkawinan tersebut.   Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Dewi Basundari dan Arya Basundara. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. Arya Basunada. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Karena waktu itu putraputranya masih kecil. cerdik pandai. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Setelah usianya lanjut. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. Arya Basukesti. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Arya Basuketi dan Arya Kistawan. arif bijaksana dan suka menolong. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. berani. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . raja Boja.   Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata.   Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra . raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Dengan kereta sakti Amarajaya. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. juga tahu segala bahasa binatang. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa.

Nagata. kuat. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Nakula dan Sadewa. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Birawa. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya.   Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. Alugara. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Aji Bandungbandawasa. Kuku Pancanaka. Setelah menikahkan putrinya. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. 2. berputra Arya Anantareja. Pupuk Jarot Asem. yaitu : 1. tabah. Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Balawa. Arya Basupati. berputra Raden Gatotkaca dan Dewi Urangayu. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Kusumadilaga. yaitu . Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Bayusuta. serta 2 orang saudara lain ibu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Pandusiwi. Gelang Candrakirana. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Sena. teguh. Kowara. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. wilayah negara Amarta. Bima memililki sifat dan perwatakan. Sumping Surengpati. patuh dan jujur. Dandunwacana. Kalung Nagasasra. gagah berani. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. 3.   Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Dewi Arimbi. atau Wijasena. Kusumayuda. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. dengan permaisuri Dewi Srisekar. Gelung Pudaksategal. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Gada Rujakpala. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi . Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Ia putra kedua Prabu Pandu. Dewi Nagagini.  Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Kelatbahu Candrakirana. Bratasena. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti).

Dewi Arimbi. Oleh kakaknya. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Durgempo. Brajalamatan dan Brajawikalpa. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Citrayuda. Dalam perang Bharatayuda. Wikataboma. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Dewi Arimbi. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Berwatak angkara murka. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Akhir riwayatnya diceritakan. Citraboma. Prabu Arimbaji. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Bima tinggal di Jadipati. ia menjadi sangat sakti. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Brajamusti. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Surtayu.   Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. kejam. Arya Prabakesana. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. Durmuka. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan . Citraksa. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Bomawikata. Kartamarma. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Brajalamatan. Di medan peperangan. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. (raja negara Banyutinalang). menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Surtayuda. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Durmagati. Gardapura . Brajawikalpa dan Kalabendana. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Selain sakti. Carucitra. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajamusti. Kartadenta. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Bila salah satu diantara mereka mati. Dengan bantuan Bathari Durga. Citraksi. Arimba / Hidimba.Gandari. Dursasana (Adipati Banjarjungut). maka yang mati akan hidup kembali. Brajadenta berwatak keras hati. Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. Ia pandai bermain gada. raja negara Surateleng. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Brajadenta sangat sakti. ingin menangnya sendiri. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura   Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. Karena ketekunanya bertapa.

Dengan bantuan Bathari Durga. Prabu Arimbaji.   Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Ia sangat sakti. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Arya Prabakesa. Dewi Arimbi. Brajawikalpa dan Kalabendana. . Arimba/Hidimba. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arya Prabakesa. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Brajamusti. masing-masing bernama . Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. berlindung pada kemenakannya. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. tangguh. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Brajadenta. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Brajalamantan dan Brajawikalpa. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Dewi Arimbi. pemberani dan sangat sakti. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca   Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. raja negara Astina. mudah marah. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung.melawan Gatotkaca. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Arimba/Hidimba. Brajalamatan. Arimba/Hidimba. Bersama kakaknya. Brajamusti. putranya dengan Bima. Brajawikalpa dan Kalabendana. setia. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Brajalamatan dan Kalabendana. Brajadenta. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. Dewi Arimbi. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arya Prabakesa. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. Brajadenta dan kedua adiknya. agak bengis. pemberani. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca.   Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . Brajadenta. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. keras hati dan ingin menang sendiri. istri Prabu Duryudana.

Burisrawa berwujud setengah raksasa. tangkas. Dewi Erawati. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. ingin selalu menang sendiri. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. Ia berwatak kejam. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah.Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Setelah pesta perkawinan selesai. serakah. Ia berwatak sombong. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. berkaki putih (=pancal panggung/Jawa).   Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. raja Mandura. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan   Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masing-masing bernama . raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Dalam perang Bhratayuda. trengginas. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. pendendam. . yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Dewi Surtikanti. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. Cakil memiliki sifat. Prabu Duryudana. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. Pada mulanya Dadungawuk menolak. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. pemberani. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. raja negara Lesanpura   Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. ketika dipinang oleh Arjuna. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. senang menurutkan kata hatinya. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. raja Astina dan Adipati Karna. putri Prabu Kiswaka. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. Atas seijin Bathari Durga. gagah perkasa dan sangat sakti. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. semuanya berwarna hitam. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. banyak tingkah dan pandai bicara.peristiwa yang penuh dengan kekerasan.

bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Berwatak pemberani. Arya Dananjaya sangat sakti. Hyang Anantaboga. Celengdemalung. Arya Dandunwacana menyerahkan. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. Jangettinelon. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . pendiam. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. pusaka Jala Sutra Emas. Podangbinurehan. Kepada Arjuna ia menyerahkan . gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Menjanganketawang dan Cecakandon   Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. jujur. Kepada Bima. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Anantareja. yaitu : Prabu Yudhistira. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Ia berkulit Napakawaca. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Ditya Sapujagad. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. Ia mempunyai dua kakak kandung. di kawasan hutan Mertani. negara Jodipati. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. gagah perkasa. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . hak memakai nama Arya Dandunwacana. Arya Danduwacana. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. putra Prabu Pandu raja negara Astina. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. Arya Danurwenda masih kecil. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani.   Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. jujur. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk.  Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Bersama kakaknya. Dandangminangsi. yang mempunyai .

cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Putri sulungnya. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala.   . Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Lesanpura. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. dari pertapaan Retawu. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. Druhyu. dan berputra tiga orang lelaki. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Dewi Amba. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama.kesaktian. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. masing-masing bernama . raja daitya negara Parwata. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa   Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. putri Sanghyang Indra. Nagapratala. Wresni dan Andaka. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Dewayani meminta Resi Sukra. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Kumbina dan Dwarawti).   Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. masing-masing bernama . menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Yadu dan Turwasu. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. raja negara Astina. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. raja negara Srawantipura. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura.

cerdik. Dewi Drupadi. dan Dewi Srikandi. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. memiliki sifat pemberani. tinggi hati. raja negara Tempuru. tetapi kecakapan. Drestadyumna berwajah tampan. putra Resi Drona. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . setelah gugurnya Resi Bisma. banyak bicaranya. putra Prabu Drupada. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Arya Sucitra pergi meninggalkan Hargajembangan. Drestaka dan Drestara. raja Amarta. Pada saat itu roh Ekalaya. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. congkak. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. yaitu Resi Drona. raja negara Dasarna. oleh Prabu Pandu ia di . Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. sombong.   Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Untuk mencari pengalaman hidup. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. istri Prabu Yudhistira. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. bengis. tangkas dan trenginas. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Ia tewas dibunuh Aswatama.   Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. yang memenggal putus kepalanya. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. istri Arjuna. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masing-masing bernama. Setelah melalui pertempuran sengit. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Resi Drona berwatak. putri Prabu Hiranyawarma. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. menghadapi senapati perang Kurawa. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. kecerdikan. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna.Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. putri Prabu Purungaji.

Ketika Prabu Gandabayu mangkat.   Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. 3. Bogadatta (raja negara Turilaya). besar kepala dan senang meremehkan orang lain. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. Arjuna. Wikataboma. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. gagah dan bermulut lemar. Yudhistira. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Srutasoma dari Bima. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Carucitra. Citraksa. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Ia berbadan besar. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka. Sedangkan menurut Mahabharata. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa. Citraboma. Surtayu. takabur. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa.sabar. Surtayuda. Srutakirti dari Arjuna 4. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dalam masa kekuasaanya. Dursala mempunyai watak dan sifat. Bomawikata. luhur budinya. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa.   Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. Menurut pedalangan Jawa. Di dalam perang besar Bharatayuda. Durgempo. Nakula dan Sahadewa. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. Dursala tewas dalam pertempuran melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Citrayuda. Gardapura . teliti dan setia. bijaksana. Srutawarman dari Sahadewa. Durmagati.jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. Durmuka. yaitu. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada.Partawindya dari Yudhistira. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. 1. Bima. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Kartamarma. Citraksi. ia sangat sakti. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Kartadenta. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur.   Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. . (raja negara Banyutinalang). Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). 2. Srutanika dari Nakula 5. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. Dewi Drupadi.

Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. Citrayuda. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. menarik hati. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). mempunyai watak dan sifat. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dursasana berbadan besar. Citraboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Menjelang kematiaanya. Wikataboma. gaya dan kata-katanya serba menarik. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. dihantam gada Rujakpala.gemar bertindak sewenang-wenang. setia.   Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Citraksa. Hidupnya serba mewah. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Citraksi. besar kepala. Gardapura. keinginanya selalu terlaksana. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Durmuka. takabur.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Ekalaya berwatak. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang.Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durmagati. Durgempo.   . yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya.   Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Ia adalah raja negara Paranggelung. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. raja negara Sindu. Kartadenta. Wataknya bersahaja. sangat mencintai istrinya. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Surtayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. senang meremehkan dan menghina orang lain. Surtayu. Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Duryudana (raja Negara Astina). jujur. putri hapsari/bidadari Warsiki. Anggota tubuh dan kepala Dursasana hancur berkeping-keping. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. Ekalaya seorang raja kesatria. dan Widandini (raja negara Purantara) . Diantara 100 orang. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. tekun dan tabah. Bomawikata. putri Adipati Banjarjungut. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. gagah dan bermulut lebar. Carucitra.

dan berputra dua orang bernama. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. Winata dan Wimuka/Wilmuka. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. gagah. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. tegap. . Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. murid Resi Boma. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. menantunya yang setelah menjadi   Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. Dewi Erawati berwatak.   Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Dewi Surtikanti. pendiam dan sakti. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. Karena penggantinya. Dewi Banowati. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. setia. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. pemberani. penuh belas kasih. gagah berani. Jawa). Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. bersahaja. sabar dan wingit. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Ia berwajah tampan. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. pendiam. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. raja negara Mandaraka. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata. teguh sentosa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. raja negara Astina. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. raja negara Mandura. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani.   Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala.Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah.

Surtayuda. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. masing-masing bernama . Citrayuda. Prabu Gandabayu meninggal. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. raja negara Astina. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Kurawa terhadap Pandawa. Durmagati. Dretadyumna/ Trustajumena. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. luhur budinya. bijaksana. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). (raja negara Turilaya). yang kemudian menjadi istri Arjuna. Carucitra. Bogadatta. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran . Durgempo. dan diangkat menjadi patih negara Astina. Gardapura.   Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. Arya Sucitra. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Surtayu. Sedangkan menurut pedalangan. raja negara Amarta. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Arya Sakuni. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. Ketika ayahnya. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Citraboma. Kartadenta. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). bergelar Prabu Drupada. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra.Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dewi Srikandi. sabar dan teliti serta setia. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segansegan berkhianat serta pendendam. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. menurut Mahabharata. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. masingmasing bernama .   Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. 3. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Dewi Gandawati ikut belapati. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Gardapati (raja negara Bukasapta). yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. 1. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Wikataboma. 2. Durmuka. Akhir riwayatnya diceritakan. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Sepeninggal Prabu Gandabayu. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita.

cerdik dan licik.   Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. senapati perang negara Dwarawati. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. Kartadenta. Surtayuda. Dewi Garbarini. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Durgempo. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. putri Prabu Kalayaksa. Durgempo. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citrayuda. Surtayu.   Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. raja negara Garbasumanda. Citraboma. Citraksa. Gardapura . Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Wikataboma. Citraksa. Carucitra. Ia pandai dalam olah ketrampilan . Citraboma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Kartadenta. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Durmagati. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. congkak. Bogadatta (raja negara Turilaya). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. Gardapati (raja negara Bukasapta). Dewi Wersini. Dengan kesaktiannya. Citraksi. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Surtayuda. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona   Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. Durmuka. Durmagati. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Carucitra. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. raja negara Karanggubarja. raja negara Glagahtinalang. Bogadatta (raja negara Turilaya). Durmuka. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. ia berhasil merebut negara Bukasapta. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Bomawikata. karena ingin memperistri bidadari. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. keras kepala. Bomawikata. Citraksi. cerdik dan licik. Surtayu. Wikataboma.jenasah) Prabu Drupada. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citrayuda. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. Gardapati berwatak keras hati. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Gardapura bersifat sombong. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina).

Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta.   Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar.mempergunakan senjata gada dan panah. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. terjadilah peperangan antara keduanya. dan masuk dalam golongan panakawan. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. Gareng bernama Bambang Sukskati. tak berleher. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digunakan memotong tali pusar Gatotkaca. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. kakak ibunya yang bernama Arimba. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. Ia adalah anak Bima. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Gatotkaca telah membuat huru-hara. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. kaki pincang. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. ia hidup sampai jaman Madya. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. Nala Gareng berumur sangat panjang. Namun. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. perut gendut. menjadi raja di negeri itu. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Setelah selesai tapanya. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. begitu tali pusar itu putus. hidung bulat bundar. itu bukan diserahkan pada Arjuna. Senjata. Matanya juling. Setelah tali pusarnya putus. ibunya bernama Dewi Arimbi. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Begitu lahir di dunia. adik Arimbi. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. Dalam pewayangan. Aslinya.   Gatotkaca GATOTKACA. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. . Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). yang bernama Kunta Wijayandanu. Sebagai raja muda di Pringgadani. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Usahanya ini tak berhasil. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Bima dan Arimbi mengizinkan. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. kakaknya. Sebelum itu. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Namun. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. sehingga tiada yang kalah dan menang. Brajamusti. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh untuk keperluan itu.

Tutuka pingsan. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Menjelang ajalnya. Namun. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. Ketika jatuh ke bumi. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersamasama dengan Gatotkaca. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. Karena itu. karena ia le-laki. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Abimanyu. ia terbang amat tinggi. terutama Brajamusti. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Karena kesal. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Sebagai raja muda Pringgadani. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. dan amat menyayangi Gatotkaca. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Tubuhnya tetap utuh. Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Arimbiatmaja. dan Bimaputra. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. . dan Mladangtengah. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. ada lagi nama alias Gatotkaca. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. ketika mereka berperang tanding. Akibatnya. arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu.Di kahyangan. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Krincingwesi. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. putri Batara Surya. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Kancingjaya. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. yakni Kalananata. Purbaya. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Trincingwesi. sesudah Gatotkaca gugur. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Bimasiwi. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benarbenar dapat diandalkan. Ia mengenakan Caping Basunanda. Setelah penggemblengan selesai. Guritna. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Gurubaya. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. Bra-jadenta. anak Arjuna. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. musuhnya akan mati. Sebenarnya. penutup kepala gaib.

Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. Patih Kala Sakipu. para putra Pandawa. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Ia lalu berguru pada Resi Seta. yakni Butaprepat. dan Dukun. yakni wanda Kilat. Gantotkaca Rante 10. sehingga pingsan. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Selain malu. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Kalabendana Lena 9. Sukarno. Gatotkaca menjawab. dan Dursala. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. para putra Pandawa. Gatotkaca menyambar dari udara. Brajadenta . dengan Aji Narantaka itu Gatotkaca mengalahkan Dursala. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. ia sadar. Gatotkaca Sungging 4. Subadra Larung 11. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. lengkap dengan taringnya. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala.Brajamusti 8. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. Presiden RI. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Dalam pewayangan. Aji Narantaka 12. Guntur. Nama itu diberikan karena waktu lahir. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. . Gatotkaca Sewu 5. putra Dursasana. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Sesuai janjinya. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Dalam perang melawan raksasa. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Panglawung. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. sedangkan kata kaca artinya rambut. Pada tahun 1960-an Ir. Wahyu Senapati 7. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. Gelap. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. Boma Narakasura. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. hanyalah Prabu Kala Pracona. Baru saja latihan perang itu dimulai. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. Pregiwa . Namun. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. dan Abimanyu di darat. Gatotkaca dan saudarasaudaranya menolak tuntutan itu. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Guntur Prahara. dengan wajah mirip Bima.Beberapa tahun menjelang Baratayuda. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Tatit.Pregiwati 3.

MADRIM YUDISTIRA .ARJUNA .SADEWA ARIMBI PERGIWA . sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wanda Guntur. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. Dewi. Dulu.BIMA . raja Mataram.SURYAWATI SASIKIRANA . wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. Arya Sakuni. kuat. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. mukanya tidak terlalu tunduk. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. Sementara itu. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Wajahnya juga memandang ke bawah. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa.SURYAKACA   Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. sehingga menampilkan kesan gagah.PANDU DEWANATA . yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . Wanda Guntur. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. lengkap dengan taringnya. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Bentuk badannya tegap. Pergiwati. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. masing-masing bernama . Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat.   Seputar Tokoh: ABIYASA KUNTI .dan Guntur Samodra. dengan tubuh besar. agak gendut diban-dingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. Mengenai soal wanda ini. dengan muka agak datar. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat.1820) di Surakarta. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. tidak diketahui dengan jelas. Baca Bima. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini.NAKULA .JAYA SUMPENA .GATOTKACA . seolah mencerminkan sifat andap asor. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Badannya kekar dan kokoh. dan Sukarno. Arya Surabasata dan Arya .SUMPANI . membagi Gatotkaca atas empat wanda. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. wajah raksasa. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. Di Surakarta. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. tunduk.

menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Wisanggeni. baik budi. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. lembut. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segansegan berkhianat serta pendendam. Durmuka. ayahnya sendiri. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Citraboma. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. tekun dan wingit. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Akhir riwayatnya diceritakan. Arya Watubaji. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. Bogadatta. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. sesuai dengan takdir dewata. Surtayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). dari pertapaan Yasarata. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna.Gajaksa. bernama. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. menjelang pecah perang Bharatayuda. dengan bantuan Dewi Wilutama. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Kurawa terhadap Pandawa. Antakadena dan Bambang Sumbada. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . istri Bathara Derma. Kumalasakti. Sedangkan menurut Mahabharata. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. salah satu dari lima satria Pandawa. Gardapura. di keputrian negera Surateleng. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. jatmika. Durgempo. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa   Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Setelah ada kesepakatan. sederhana. Kumaladewa. suaminya. Wijanarka. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Endang Pregiwa. Surtayu. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . Dursasana (Adipati Banjarjungut). Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Ia berwatak tenang. Endang Pregiwati. Durmagati. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Sumitra. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. Carucitra. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. raja negara Astina. putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Citrayuda. (raja negara Turilaya). Irawan gugur dalam awal perang . raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Wikataboma. Wilungangga. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Kartadenta. dengan Dewi Ulupi. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Bratalaras. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Abimanyu. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Prabukusuma.   Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura.

Ia sangat sakti. Sesuai dengan kodratnya. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. . Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. Karena itu Jarameya dan Jurangmeya selalu saja muncul dan menganggu para pertapa.   Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. raja makluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata.   Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. Sebagi makluk siluman Jarameya dan Jurangmeya sangat sakti.   Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. Prabu Supala raja negara Kadi. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara.Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. dikalahkan tetapi tidak bisa mati. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. ia hanya bisa disakiti. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. gagah. Untuk memenuhi ambisinya. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. ingin menangnya sendiri. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka.   Jarameya Jurangmeya JARAMEYA dan JURANGMEYA adalah makluk siluman berwujud raksasa kembar di hutan Krendayana. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. begitu kelahiran Dewabrata. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. penganiaya. raja negara Astina. perkasa dan berwajah setengah raksasa. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Karenanya berbadan tinggi besar. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Tugas yang utama Jarameya dan Jurangmeya adalah mengganggu para satria yang sedang bertapa. keras hati. Mereka bertugas atas perintah Bathari Durga. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. bengis. raja raksasa dari negara Widarba.

Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. istri Arya Prabu Rukma. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. raja negara Madukara (lama). Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. ayahnya. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni.   Jayasupena . mengutus adiknya. Arya Wirata dan Arya Surata.raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Raden Gatotkaca. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. ia menukar namanya dengan nama patihnya. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. berwatak angkara murka. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. dan bergelar Prabu Sinduraja. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. raja negara Pringgandani. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Karena ketekunannya bertapa. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. istri Arjuna. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Merasa sangat sakti. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. berani. penuh kesungguhan dan setia. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Jayadrata. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti.   Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Sebelum menemui ajalnya.   Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu.

selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. raja negara Dwarawati. sangat berbakti dan penuh belas kasih. dan Gunadewa. cerdik pandai. yang berwajah sangat tampan. setia. berani tak mengenal takut. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. karena ketika perang berlangsung ia masih kecil. sabar. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. ia memperoleh dua orang putra bernama . Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya.   Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. raja negara Dwarawati. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. tangkas dan terampil. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. Ketika lamarannya ditolak. berwujud sebagai wanara / kera. daripada tinggal di istana Dwarawati. Samba. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. Dari perkawinan tersebut.   Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. Jayasupena tidak bisa terbang. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. Drestadyumna dapat dihidupkan kembali oleh Prabu Kresna. Demikian pula dengan tabiat. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. teguh. dan Arya Suryakaca. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. Perbedaannya. tangguh. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. Bambang Sasikirana. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi.   Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi . waspada. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana.ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. gesit. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Dewi Jembawati berwatak jujur. putra Dewi Pregiwa. putra Dewi Suryawati. dengan Dewi Trijata. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. bernama. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. Karena mati sebelum takdir. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. Gatotkaca. ibunya. kesetiaan. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. karena garis keturunan dari Resi Jembawan.

Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung, bernama; Arimba/Hidimba, Dewi Arimbi, Brajadenta, Prabkesa, Brajamusti, Brajalamatan dan Brajawikalpa. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan; sangat jujur, setia, suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari, putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna, raja Awangga, tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya.

 
Kalakatung
KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. Bertubuh gemuk pendek, kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Dalam cerita pedalangan, Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Daya berpkirnya lambat, namun memiliki gerakan yang cekatan. Karena pembawaannya yang agak tolol ini, maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Dalam peperangan, Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk.

 
Kalaruci
PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama, putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Merasa sangat sakti, Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini, seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi, yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena, putra keempat Prabu Basukunti, dari negara Mandura. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya, ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu, raka negara Astina, yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti, kakak Arya Ugrasena). Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. Dalam peperangan tersebut, Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena.

 
Kalasasradewa
PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama; Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar, dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama, putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga, Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Berwatak angkara

murka, serakah, tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Ia pernah menyerang negara Kumbina, untuk dapat memperistri Dewi Rumbini, putri Prabu Rumbaka, yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma, putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura, seperti Arya Prabu Rukma, Arya Ugrasena, juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu, raja negara Astina, suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu.

 
Kalayasa
PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama; Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama, putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan ; bengis, kejam, serakah, suka menurutkan kata hati, mau menangnya sendiri, pemberani dan sangat sakti. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura, sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya, Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. Selain ingin merebut Dewi Badrahini, istri Prabu Basudewa, juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya, Prabu Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura, bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura, karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu, raja negara Astina. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti.

 
Kangsa
KANGSA, sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa, raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa), permaisuri Prabu Basudewa, raja Mandura. Ia lahir di negara Bombawirayang, dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra, adik Prabu Gorawangsa. Setelah remaja, oleh Suratrimantra, Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Karena sangat sakti, Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka, ingin menangnya sendiri, penghianat, keras hati, berani dan selalu menurutkan kata hatinya. Dengan dukungan Suratimantra, pamannya yang sakti, Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. Pemberontakan Kangsa gagal. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana, putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti

 
Karna
KARNA, yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda.

Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Basukarna adalah putra sulung, sedangkan Arjuna anak yang ketiga. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak, berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi, sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran, walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. Basukarna adalah anak buangan. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita, putri bungsu raja Mandura, Prabu Basukunti. Waktu masih berusia remaja, Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya, yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. Ilmu dipelajarinya dari gurunya, Resi Druwasa, yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya, Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung, padahal ia masih gadis. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya, ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan, bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk, sering bangun siang. Manakala hari telah terang, dan matahari sudah naik, ia masih tergolek di tempat tidurnya. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Dengan ilmunya yang tinggi, sesudah masa kehamilannya cukup, Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Alasannya, ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Itulah sebabnya, ia diberi nama Karna - yang artinya telinga. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra, atau Suryatmaja, karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. Setelah lahir, Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Maka, bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan, di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata, seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. Itulah sebabnya, Basukarna juga disebut Radhea atau Aradea). Kebetulan mereka memang tidak punya anak. Tahun berganti tahun, dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata, menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda, Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu, sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. Menjelang masa remaja, Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya, yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. Namun permohonan itu ditolak, karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran, yakni putra-putra Drestarastra, Pandu, dan Yama Widura. Resi Krepa, guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar.

Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. Namun Kunti juga ragu. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. Saat itu seekor ketonggeng.Kelak dalam Baratayuda. kelak ternyata. dengan nekad Karna lalu menantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra.yang menentukan hidup atau mati. Duryudana. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. melainkan seorang ksatria. Karna harus menyamar sebagai brahmana. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. sehingga keringatnya bercucuran. ataukah sebaliknya. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. kutukan itu akan terbukti. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. yakni ilmu ketrampilan memanah. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. termasuk para Kurawa. yaitu raja penguasa di Awangga. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. menyengat paha Basukarna. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. ditolak. Keduanya seimbang sama kuat. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Sewaktu tahu apa yang terjadi. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. raja Mandraka. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. sejenis kalajengking berbisa. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. Lagi pula. Lebih-lebih Arjuna. Adu tanding pun dimulai. . Dan. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. putri Prabu Salya. Yakin. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Karna memperoleh negeri itu setelah mengalahkan Prabu Karnamandra. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: . dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Karena merasa ditipu. pada saat yang genting . Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. Karna menjadi Adipati di Awangga bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana.

Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. Selain seimbang kesaktiannya.Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati.. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. ." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. salah lihat. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Esok harinya. yaitu Batara Surya. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna.. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. tahu membalas budi. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. percaya diri. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. Bima. Oleh sebab itu Karna diamdiam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. Dalam pewayangan. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya.. adik Surtikanti. yakni Prabu Anom Duryudana. atau raja muda." Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. Meskipun sebelumnya telah tahu. dan Arjuna. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting . Basukarna. teguh dalam pendirian. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Ki Nartasabda. sebab Batara Endra. walaupun telah menjadi menantunya. itu tergantung pada siapa yang memintanya. Jadi. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. putri sulung Prabu Salya. tetapi gagal. dan membenci orang yang terlalu mengagung-agungkan kebangsawanannya. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. dan mengaku sebagai Arjuna. "Ingatlah Karna.. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. siapa pun yang memintanya. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. Jika seorang brahmana datang meminta. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta.

Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. dan dengki mereka. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. culas. Namun. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. berkata: "Karna. Tanpa menanyakan. Yang penting. dengan senang hati hamba akan menerimanya.. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. Adinda tahu benar. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. pendirian mereka. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting." Karna: "Kakanda Kresna." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. Karenanya. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya." Demikianlah. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. sejak masih remaja." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. Resi Krepa. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa.. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Pada pertemuan empat mata. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. Bahkan Maharesi Bisma." Karna: "Kakanda Kresna. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka.. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . Hamba sendiri yang akan melepaskannya. Kresna secara khusus datang menemui Karna. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. sehingga Baratayuda dapat dicegah." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. Dinda Karna. . Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. sebagai ganti barang yang hamba ambil. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. Adinda telah mengenal para Kurawa." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. Kakek Abiyasa. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana. Itu adalah kewajiban Adinda. sifat iri. Namun." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki." Kresna: "Saya memahami hal itu. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah.. Begawan Drona. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. Rasanya. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. ksatria mulia. . bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. Jadi. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi.yang masih dalam ujud brahmana. apa alasan brahmana itu memintanya. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. Sehari menjelang Baratayuda. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Kini." Kresna: "Tetapi. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. Kresna: "Dinda Karna. bukan perang kecil. ambillah.

" Kresna: "Adinda Karna. adikadik hamba. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. bagaimana pun. Hati kecilnya merasa. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Seandainya Adinda yang gugur. kita semua belum tahu. dan siapa yang akan unggul. Coba renungkan hal itu. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. "Basukarna anakku. Jika harapanku ini engkau kabulkan." . saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. ... itu semua agar Baratayuda dapat segera terjadi sebagaimana seharusnya. Namun. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Kakanda Kresna. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti.. . Namun. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Demikian pula. Namun. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina." Karna: "Itu pun Adinda pahami. Barata-yuda harus segera terjadi. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . jelas berbeda.. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. lewat tengah hari. Hamba mengerti. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. perang besar akan terjadi esok hari. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. Adinda tahu. seandainya Adinda yang menang. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. ibumu ini. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. Sekali lagi. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. Karenanya. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. Hanya karena keadaan. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma.. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba.." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. Namun. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang.. Para dewa dapat menjadi saksi. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi." kata titisan Wisnu itu. selalu harus ada yang menjadi korban. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai..Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. Dinda Basukarna . Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia.. Entah siapa yang akan kalah. bagaimana pun. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. Aku. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria." Kresna: "Adinda Karna. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. Itulah sebabnya.

anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. buah hatiku . ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. . Jika hamba gugur. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya.. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna.. dengan menguatkan hati. penguasa Astina itu mulai khawatir. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu.. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga.. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya.. Doaku untukmu. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. Kunti lalu berkata: "Anakku... Namun.. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. ada yang harus mengorbankan suaminya. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca.Kunti: "Karna.. izinkan aku memelukmu.. Tidak bisa tidak. Karna." Kunti: "Tetapi . batal.. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. . namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. junjungan hamba. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. kumohon kepadamu. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. memelihara dan mengasihimu. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. Duryudana lalu meng-ingatkan. bahwa perang ini bukan perang pribadi. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu.. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Dapatkah engkau membayangkan. aku telah kehilangan engkau. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. Aku tidak berkesempatan merawat. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. Pertimbangan yang lain adalah. cobalah engkau renungkan barang sejenak. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. anakku. Namun. Arjuna. derajat dan pangkat. Dalam Baratayuda. Namun hamba mohon. jika ia tidak ikut beperang. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. mungkin Baratayuda akan gagal. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. sebagai ksatria. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. Karna Anakku. dan . anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. Dan. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. engkau adalah prajurit sejati. Ibunda mengerti. Ibunda tentu juga tahu. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. Untuk itu.. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. . Engkau tentu juga tahu. anakku. menciumi ubun-ubunnya.. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. mengorbankan orang yang disayanginya. Engkau seorang ksatria utama.. sejak engkau masih berujud bayi merah. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. kemuliaan. Anakku." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. Karena itu. anakku . Demikian pula. tidak terlaksana. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari-cari Arjuna. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. maafkanlah Ibumu ini. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. Karena desakan Duryudana ini. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa.. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. Tetapi. betapa remuknya hati seorang ibu. Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Puluhan tahun.

Jadi. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Tetapi versi lain menyebutkan. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. abang satu ibu lain ayah. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. yang paling tepat adalah Prabu Salya.Waktu berperang tanding melawan Arjuna. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Basukarna gugur karena siasat licik Kresna. Dengan demikian. Duryudana dengan cepat melerai. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. Ia mempersalahkan Adimanggala. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. Alasannya. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. Basukarna. Panah Wijayacapa meluncur deras. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. mengasuh. Pada saat Baratayuda berlangsung. putri Prabu Anom Duryudana. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. Sementara itu. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. ia juga merupakan besan. seorang anak yang terbuang sejak bayi. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menu-sukkannya ke dadanya sendiri. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . sebagaimana dikehendakinya. . Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata.Bhs. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Agar seimbang dan tampak sederajat. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Basukarna mendapat dua orang putra. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. kemudian membujuk Prabu Salya. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. selain sebagai ipar. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. turun dari kereta. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. Sesaat berikutnya Arjuna melepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. dan mengasihinya. Hanya karena bujukan Duryudana. dan menurut anggapannya. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyik-masyuk dengan Dewi Surikanti. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Namun. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. melesat ke arah dada Arjuna. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Karena jika bukan dia yang gugur. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. putri Prabu Salya. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. raja Dwarawati. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. yakni patih Kadipaten Awangga. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. Dan. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Suatu hari. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana.

yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. Karna menolak. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Lagi pula. selain dendam pada Arjuna. Permadi mencoba membantah. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . Dari keterangan para dayang. Dalam pewayangan di Indonesia. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. . raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Sebagian dalang yang lain menyebutkan. Karna ternyata sanggup. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. ia sanggup mengorbankan jiwanya. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya.Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. namun tidak seorang pun yang percaya. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. dewa itu segera melerainya. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. Setelah tahu apa yang terjadi. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. dan terjadilah perang tanding. namun ia membesarbesarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Usaha Permadi ini berhasil. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Karenanya. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. Diterangkan. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. dan bahkan juga nama baiknya. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Dalam waktu singkat. Guna me-nyirnakan angkara murka. Permadi sanggup. terpaksa menerima kenyataan itu. Dalam Mahabarata.

Wikataboma. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. Bogadatta (raja negara Turilaya). Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. keras hati. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. lincah. pandai bicara.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Lihat juga Kunti. Kelak.   Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Surtayu. Duryudana (raja Negara Astina). Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Dewi. Bomawikata.PANDU DEWANATA SURTIKANTI .WARSAKUSUMA   Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda.Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Durgempo. Citrayuda.YUDISTIRA . berani dan selalu menuruti kata hati. Citraksi. Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. putra Abimanyu dengan Dewi Utari.KUNTI . oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Durmuka. bukan bangsawan). yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. Durmagati. Surtayuda. putri raja Banyutinalang. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah.ARJUNA WARSASENA . Gardapura. Kartawiyoga berwatak keras hati. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. cerdik. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. Ia menikah dengan Dewi Karastri." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. dan Arjuna. Citraboma. Kartamarma memliki perwatakan. Carucitra. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. telah datang menyusul Kakrasana. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citraksa. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. Ia berbadan besar. atau Basusena.BIMA . agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. gagah dan berwajah setengah raksasa. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana.BASUKARNA . Kartadenta. . Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. Seputar Tokoh: BASUDEWA BATARA SURYA . Setelah mertuanya meninggal. Gardapati (raja negara Bukasapta). tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Basukarna.

Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima.   Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Kisah lain menyebutkan. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa.  Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. ingin menangnya sendiri. penghianat. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Dalam Mahabharata diceritakan. yaitu. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. Prabu Matswapati.   Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. Bagawan Abiyasa. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. sampai akhir hayatnya.   . dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Rajamala. Cerita Pedalangan menyebutkan. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Setatama. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. raja negara Astina. dari padepokan Retawu. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Kencakarupa berwatak keras hati. berani dan selalu menurutkan kata hati. dengan Dewi Durgandini. Upakeca / Rupakeca. Citragada dan Wicitrawirya. Krepa berwatak jujur. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. setia dan penuh pengabdian. Akhir riwayatnya diceritakan. yaitu. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit.

satria Pandawa putra Prabu Pandu. berputra . dari negara Lesanpura. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). kakaknya. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Wisanggeni. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. Endang Pregiwati. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. putri Prabu Kunti. Bambang Irawan. bernama. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa).   Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. Endang Pregiwa. Ia lahir kembar bersama kakaknya. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. Abimanyu. seorang swarawati keraton Mandura. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Wilugangga. Daya khasiat minyak Jayengkaton. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. Sumitra. apabila dioleskan pada pelupuk mata. Bagawan Wilawuk.   Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. berputra . Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. Kaca paesan. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari . adalah putra Prabu Basudewa. 2.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Kembang Wijayakusuma. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. Arya Setyaka. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. pemberani. berputra . putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Bima/Werkundara dan Arjuna. raja negara Astina.Dewi Setyaboma. Kakrasana. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. raja Boja. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. 4. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Prabu Kresna menginginkan moksa. Arya Basudewa. Puntadewa. antara lain. Bratalaras. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Senjata Cakra. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. 3. tenang. dengan Dewi Jimambang. Terompet/Sangkala Pancajahnya. Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama.Dewi Jembawati. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Wijanarka. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Sejak kecil.Dewi Rukmini. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki.Dewi Pratiwi.

raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti.   Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Ia mempunyai kakak kandung bernama Narasoma. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda.   Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. Ia berwatak penuh belas kasih. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma.Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. gaya dan kata-katanya serba menarik.   Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Wataknya bersahaja. setia dan wingit. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua . Hidupnya serba mewah. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. putra kedua Adipati Karna. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Nakula dan Sadewa. menarik hati. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. keinginanya selalu terlaksana. Akhir riwayatnya diceritakan. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. yang menjadi istri Arya Warsakapura. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati.

tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. sabar dan Wingit. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. ikhlas. tetapi juga putra Prabu Basudewa. Narasoma dan Dewi Madrim. Dewi Maerah ikut   Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Kangsa pergi kenegara Mandura. yaitu. percaya akan kekuasaan Tuhan. Oleh Kangsa. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. adik Prabu Gorawangsa. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. diusir keluar dari negara Mandura. Dari perkawinan tersebut. sabar. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi   Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. seorang hapsari/bidadari. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. diserahkan kepada ditya Suratrmantra. raja negara Mandura. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang.mendampingi Dewi Kunti. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Kedua putra kembarnya. raja negara Mandura. setia.   Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan . Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. raja negara Widarba. Prabu Pandu. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Dengan dukungan Suratrimantra. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Mandrapati mempunyai watak. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya.

Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. putri Resi Badawanganala. Nakula tidak akan dapat lupa tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. dari negara Mandaraka. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. dari negara Mandura bernama. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati.bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Menurut purwacarita. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Nakula mempunyai watak jujur. 1. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. di daerah kerajaan Jodipati. dan memperoleh dua orang putra masing-masing bernama. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. setia. Ia lahir kembar bersama adiknya. Ia juga mempunyai cupu berisi. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. wilayah negara Mertani. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. Senapati negara Mretani. raja negara Awuawulangit. wilayah negara Amarta.   Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. memperrtunjukkan kemahirannya menari. Dari perkawinan tersebut. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. setia. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Puntadewa. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. manusia kera kekasih dewata. Dewa Tabib.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. 2. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. Dewi Srengganawati. padepokan Pandansurat dimerdekakan. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . taat. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri . dengan permaisuri Dewi Kunti. belas kasih. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. sangat berbakti. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. salah satu dari lima satria Pandawa. Mereka bertemu. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara.   Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta.

jujur. raja negara Surateleng. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. putra Prabu Basudewa. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. Karena itu selain sakti. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Arya Singamulangjaya.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. andel Resi Palasara. Ibunya bernama Dewi Kandini. selain berguru pada ayahnya. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. Ia tewas dalam peperangan melawan Narayana.. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti.bernama Dewi Sritanjung. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. setia. Selain . Akhir riwayatnya diceritakan. Senapati perang Dwarawati.   Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. Sedangkan dalam olah keprajuritan. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Setelah ayahnya. putra Sanghyang Brahma. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. Dewi Madrim. dari negara Lesanpura. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. Narasinga menjadi sangat sakti. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. Setelah selesai perang Bharatyuda. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya.   Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. Karena ketekunannya bertapa.   Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. raja negara Mandaraka. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. putri Arya Kidangtalun. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa.

Arjuna. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. berputra . Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. Dewi Niyedi 5. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Baru setelah remaja.sakti. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). jujur dan adil.   . yaitu . putra Prabu Kresna. Dewi Gentang. berputra . nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. berputra . Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun).   Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. Bratalaras. Bagawan Sarmiti. dengan Dewi Manuhara. setia. Dalam kitab Adiparwa. Kumaladewa. Akhir riwayatnya diceritakan. Bambang Irawan. raja negara Pringgondani. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. Dewi Puyangan. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Ramaprawa dan Basanta. Ia seorang anak yatim. Dewi Tamioyi 3. baik budi. ia masih dalam kandungan ibunya. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Dewi Dangan. berputra .   Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. 1. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Dari perkawinan tersebut. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Wijarnaka. Ramayana dan Pramasata 2. berputra . Sumitra. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. Kumalasakti. Ia berwatak bijaksana. Wilugangga. Prabakusuma. Abimanyu. salah satu dari lima satria Pandawa. Dewi Satapi/Dewi Tapen. Dewi Impun.

Wilugangga. dengan Dewi Manuhara. Brajalamatan. Brajadenta. jujur. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. setia. Endang Pregiwa. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Sumitra. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Ia adalah putra Arjuna. dengan Dewi Supraba. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. Akhir riwayatnya diceritakan.   Pracona . gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. Bratalaras. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. raja negara Awangga. Sumitra. Bambang Irawan. jujur. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. halus. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Akhir riwayatnya diceritakan. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Brajamusti. Bambang Irawan. Kumaladewa. Ia dan adik bungsunya. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Arjuna. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan.Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Abimanyu. tenang. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. besar tanggung jawabnya. Wisanggeni. baik tingkah lakunya. Prabakusuma. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. yaitu. Wijanarka. Brajawikalpa dan Kalabendana. Wilugangga. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). bernama. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Kumaladewa. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Kumalasakti. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. Bratalaras. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Endang Pregiwati.   Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. setia. bernama. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. putra Prabu Puntadewa. Arimba/Hidimba. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Kumalasakti.   Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. berbakti dan teguh dalam pendirian. Dewi Mustakaweni. Wilugangga. Dewi Arimbi. Dewi Arimbi. putri Bathara Indra. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Abimanyu. Wijarnaka. jatmika. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung.

seorang swarawati Keraton Mandura. dan Dewi Rarasati/Larasati. Akhir riwayatnya diceritakan. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. yang kemudian diberikan kepada putranya. jujur. Dewi Pratiwi berwatak setia.   . juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. Ia kemudian mengutus patihnya. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa.   Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja.PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Wresni dan Andaka. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. senang bergurau. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Arya Udawa. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. dan sangat berbakti. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Ken Sagupi. mengalahkan semua para Dewa. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Kedua putranya. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. berwatak angkara murka. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. Ia sangat sakti. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. dengan Ken Sagupi. Dewa keadilan dan kesejahteraan. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Suaranya lantang. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. setelah selesainya perang Bharatayuda. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. penuh belas kasih. Sitija. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. yaitu. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Atas keputusan Bathara Guru. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena.   Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. ia mempunyai dua orang saudara bernama. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona dan Kasipu.

Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . raja jin negara Mertani. Ia mempunyai watak. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Ia seorang arsitek ulung. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. masing-masing bernama. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana   Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. tekun dalam agamanya. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. dengan Dewi Darmastuti. percaya atas kekuasaan Tuhan. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka.Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. raja negara Mandaraka. Dewi Banowati. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. Dewi Surtikanti. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat . seorang hapsari/bidadari. Arya Gamdamana. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. Dalam perang Bharatayuda. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Ia juga terkenal pandai bermain catur. Setelah menobatkan Parikesit. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. serta berjiwa penjilat. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Akhir riwayatnya diceritakan. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. sabar. ikhlas. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. sabar. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. Dewi Erawati. Atas perintah Arya Sakuni. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. jujur. Dewi Pujawati berwatak. dan dua orang adik kembar lain ibu.   Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Bima/Werkudara dan Arjuna. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. setia. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas.

putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Menurut ketentuan dewata. Rajamala berwatak keras hati. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. Ia sangat sakti. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. masing-masing bernama . berani. Upakeca/Rupakenca. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Duryudana dan Bima. dengan Ken Sagupi. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. yaitu: Resi Bisma.terowongan yang dibuat Yamawidura. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Kecaka/Kencakarupa. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Resi Balarama/Baladewa.   Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. putri Arya Prabu Rukma. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Arya Prabu Rukma. Adipati Karna. seorang swarawati keraton Mandura. Citragada dan Wicitrawiya. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Dewi Nirada. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. sais kereta kerajaan Astina.   Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Dari garis keturunan ayahnya.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. . seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Setatama. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. tidak bisa mati selama masih terkena air.dengan permaisuri Dewi Rumbini. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. bernama.   Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. raja negara Astina.

Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Bambang Sumitra dan Bratalaras. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. tenang. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). ia mempunyai tiga orang saudara. hatinya keras dan sedikit suka usil. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Ken Sagupi. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan.   Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. patuh dan berbakti. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. yaitu. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. sabar. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. Narayana. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. raja negara Astina. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. halus. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa.Sedangkan dari garis keturunan ibuny. yaitu : Arya Udawa. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. Dewi Surtikanti. mengerti dan menguasai dirinya. istri pertama Arjuna. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama.   Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra.   Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. cerdik pandai. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Dewi Rarasati berwatak setia. Dewi Erawati. sangat menginsyafi. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. yang . setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni.

Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. sombong. Ia lahir kembar bersama kakanya. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Akhir riwayatnya diceritakan. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Setatama. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Setelah selesai perang Bharatayuda. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. sabar. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Akhir riwayatnya di ceritakan. bernama. Bima/Werkundara dan Arjuna. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Ia meningal dalam usia lanjut. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti.   Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. belas kasih. raja negara Astina. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. keras kepala dan mau menangnya sendiri. Sadewa mempunyai watak jujur. Senapati negara Mretani yang berkhasiat. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa.setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. taat. wilayah negara Amarta. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. putri Resi Badawanganala. Kencaka/Kencakarupa. Puntadewa. Dewa Tabib. dengan Dewi Durgandini. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Setelah Prabu Kresna mati moksa. Nakula. dari negara Mandura. dari padepokan Retawu. Selain sangat sakti. bernama. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. Rajamala. Rupakenca berwatak tinggi hati. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya.   Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Bagawan Abiyasa. Citragada dan Wicitrawirya. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. bernama. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. setia.   Sagupi . Prabu Matswapati.

Suralaya geger. adalah seorang swarawati keraton Mandura. Ia disayang dan sangat dihormati oleh putra-putri asuhnya yang semuanya menjadi orang-orang terhormat. Sikap dan polahnya serba luwes. pandai bicara. Sakuni mempunyai sifat perwatakan . Dengan Arya Basudewa ia berputra Arya Udawa. . Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa. Ken Sagupi diperistri oleh tiga orang satria Mandura. adalah patih negara Tasikwaja. atau sering pula disebut negara Gilingwesi di bawah pemerintahan raja Prabu Pracona. perjaka tua yang tidak bisa punya keturunan. Arya Basudewa. para Dewa cemas dan ketakutan karena tidak satupun yang dapat mengalahkan Sakipu. patih negara Dwarawati. Sakipu sangat sakti. Sakipu marah dan mengamuk. yaitu kakak beradik. Narayana dan Dewi Sumbadra. Ia bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan.   Sakipu DITYA SAKIPU atau sering pula disebut Kasipu. Sakipu pergi ke Suralaya melaksanakan perintah Prabu Pracona untuk melamar Dewi Gagarmayang. Dari hubungan suami-isteri itu. Meski bertubuh agak pendek untuk golongan raksasa. Patih Sakipu dan Prabu Pracona akhirnya tewas di tangan Bambang Tetuko yang sebelumnya telah di gembleng. Arya Antisura/Arya Surakesti. Bathara Guru mencari sarana. dengan Arya Prabu Rukma berputra Dewi Rarasati/larasati. Ken Sagupi berputra dua orang. Sakuni mempunyai pusaka berwujud Cis (=Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.   Sakuni ARYA SAKUNI yang waktu mudanya bernama Trigantalpati adalah putra kedua Prabu Gandara. lebih . dengki dan licik. Karena itu ia dipercaya mengasuh Kakrasana. sabar dan memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Selain suaranya sangat merdu. Lamarannya ditolak Bathara Guru karena melanggar kodrat hidup. putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar. Ia berwajah cantik dan merakati/menarik hati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama . diaduk dengan sedala macam senjata milik para Dewa. putra-putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Mahendra dan Dewi Badrahini. Dengan hati ikhlas.KEN SAGUPI yang waktu mudanya bernama Yasuda. Ken Sagupi juga pandai mengasuh dan mendidik anak. anak Buyut Gupala pemelihara kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. dipinjam ke Suralaya sebagai jagoan melawan Sakipu dan Prabu Pracona. Arya Sakuni menikah dengan Dewi Sukesti. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari. Berwatak gagah berani. tangkas. Secara tidak resmi. dimasukan ke dalam kawah Candradimuka. Ken Sagupi menerima keputusan Prabu Basudewa untuk dinikahkan dengan Antagopa. bengis dan kejam.lebih setelah Prabu Pracona juga menyusul dan ikut mengamuk di Suralaya. Bambang Tetuko/Gatotkaca. tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan. Arya Pragota dan Arya Adimanggala. sedang dengan Arya Ugrasena. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang belum berumur sepekan. Arya prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Selain pandai mengurus dan mengatur rumah tangga. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. buruk hati. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ken Sagupi hidup bahagia sampai hari tua. Ken Sagupi memperoleh empat orang putra.

sombong. yaitu. Samba inigin memperistri Dewi Yadnyanawati/Hagnyanawati. banyak bicara. raja negara Dwarawati dengan permaisuri Dewi Jembawati. Wresni dan Andaka. Ia mempunyai adik kandung bernama Gunadewa (berwujud kera). tinggi hati. Ia berparas cakap dan sangat tampan. Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya. Prabu Salya mempunyai saudara kandung bernama Dewi Madri/Dewi Madrim yang kemudian menjadi isteri Prabu Pandu. putri Prabu Narakasura raja negara Surateleng yang diyakini sebagai titis Bathari Dremi. Ia mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima. Ia sangat sakti.Dalam perang Bharatayuda. Dewi Surtikanti. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari (dari permaisuri Dewi Rukmini). ia dikaruniai 5 (lima) orang putra. lebih-lebih setelah mendapat warisan Aji Candrabirawa dari mendiang mertuanya. Sitija dan Dewi Siti Sundari (dari permaisuri Dewi Pretiwi). cerdik dan pandai. Samba juga memiliki enam orang saudara lain ibu. congkak. Samba tinggal di kesatrian Paranggaruda. raja Negara Mandaraka dari permaisuri Dewi Tejawati. raja negara Garbaruci. Mayat Sakuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpala. Ia adalah putra Prabu Kresna. Prabu Mandrapati yang meninggal bunuh diri. ladak/galak.   Sangasanga ARYA SANGSANGA atau Jaya Sangasanga (pedalangan Jawa) adalah putra Arya Setyaki dari negara Lesanpura. Prabu Salya naik tahta kerajaan Mandaraka menggantikan ayahnya. yang telah diperistri Prabu Bomanarakasura/Sitija. tetapi dihidupkan kembali oleh Prabu Kresna.   Salya PRABU SALYA ketika mudanya bernama Narasoma. Ia seorang prajurit yang . Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Prabu Salya mempunyai sifat dan perwatakan. Ia adalah putra Prabu Mandrapati. yaitu. raja negara Mandaraka. pandai bicara. Dari perkawinan tersebut. Dewi Erawati. brahmana raksasa di pertapan Argabelah. limpad. Prabu Salya gugur di medan pertempuran Bharatayuda oleh Prabu Yudhistrira/Prabu Puntadewa dengan pusaka Jamus Kalimasada   Samba RADEN SAMBA dikenal pula dengan nama Wisnubrata. Samba tewas dalam peperangan melawan Prabu Bomanarakasura. Memiliki perwatakan. dengan Dewi Darmastuti. dengan Dewi Garbarini. Dewi Banowati. Akhir riwayatnya diceritakan. Saranadewa (berwujud raksasa). putri Prabu Garbanata. Sakuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya. raja negra Astina Prabu Salya menikah dengan Dewi Pujawati/Dewi Setyawati. Bagawan Bagaspati yang mati dibunuh olehnya. seorang hapsari/bidadari. Arya Setyaka (dari permaisuri Dewi Setyaboma).. yang kemudian membinasakan Prabu Bomanarakasura dengan senjata Cakra Samba mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda dalam peristiwa perang gada sesama keluarga sendiri Trah Yadawa. Putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. cerdik. Putri tunggal Bagawan Bagaspati. congkak. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Sebagai titians Bathara Drema. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana.

Arya Sangasanga dalam segala hal bertindak serba adil dan jujur. Wresni dan Andaka. Oleh ayahnya.   Sapuangin DITYA SAPUANGIN menurut pedalangan Jawa adalah jin raksasa senapati perang negara Mertani di bawah pemerintahan Prabu Yudhistira.   Sanjaya ARYA SANJAYA adalah putra Arya Widura/Yamawidura. Nakula dan Sahadewa. patih negara Wirata. pemberian Bagawan Wilawuk. Dalam usia muda ia dinobatkan menjadi raja negara Lesanpura menggantikan kedudukan kakeknya. Arjuna dapat membebaskan Bima. Selain penyabar. Ditya Sapuangin berhasil mengalahkan dan menawan Bima/Werkudara. Arya Sangasanga ikut terjun ke medan perang Bharatayuda membela keluarga Pandawa. tekun dan teliti. Nakula dan Sahadewa. Ia sangat sakti. yang membinasakan semua keturunan Wangsa Yadawa. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Yuyutsuh. setia. Arya Nabantara. Arwahnya manunggal dalam diri Arjuna. Sanjaya ditugaskan menjadi pengawal dan pengasuh pribadi Prabu Drestarasta. putra Prabu Krisnadwipayana/Bagawan Abiyasa raja negra Astina dari permaisuri Dewi Ambiki/Ambalika. berubah menjadi ilmu kesaktian/ajian yang bernama Aji Sepiangin. Pada saat berlangsungnya perang Bharatayuda. . Bersama Arya Dananjaya. Arya Sangasanga ikut tewas dalam peristiwa perang gada sesama Wangsa Yadawa. Ditya Sapuangin maju menghadapi putra-putra Pandawa. Setelah parang Bharatayuda selesai dan Astina jatuh ketangan Pandawa yang berhak. Sanjaya dengan setia mengikuti Prabu Drestarasta dan Dewi Gandari masuk ke hutan untuk mencari Moksa. Jabatan raja negara Lesanpura kemudian ia serahkan kepada putranya. Ketika hutan Mertani ditaklukan keluarga Pandawa. mencerminkan wataknya yang berjiwa prajurit. Prabu Setyajid/Arya Ugrasena yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Bomanarakasura raja negara Surateleng/Prajatisa. Ia menikah dengan Dewi Kawati. Hanya dengan memejamkan matanya. Sanjaya berwajah tampan. kakak ayahnya yang memiliki cacat buta kedua matanya sejak lahir. yang apabila dioleskan di pelupuk mata akan dapat melihat mahluk-mahluk siluman. Negara Mertani adalah sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Ditya Sapuangin akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna. sangat berbakti dan sangat patuh terhadap orang tua. putri Arya Nirbita. jujur. gagah perkasa dan pantang mundur. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama. Sanjaya disaktikan oleh kakeknya. Sanjaya senantiasa memutarkan dan memaparkan seluruh kejadian di medan perang Bharatayuda dengan jelas seperti peristiwanya kepada Prabu Drestarasta yang mendengarkannya dengan tekun dan sesekali menangis sedih bila ada putranya yang gugur. dapat berjalan secepat angin. ia diangkat sebagai senapati perang negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Bicaranya singkat. Arya Nabantara. Sanjaya juga pendai bercerita. putri Prabu Dipasandra. Karena jasanya. Bagawan Abiyasa agar dapat melihat seluruh jalannya pertempuran yang berlangsung di Tegal Kurusetra dari dalam keraton Astina. setelah perang Bharatayuda berakhir. tegas dan serba penting. yang mempunyai daya kesaktian. Berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton. Ia mempunyai sifat dan perwatakan . Akhir riwayatnya diceritakan. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. dengan Dewi Padmarini.sangat berani. putra Prabu Pandu raja negara Astina.

Ditya Sapujagad juga mempunyai tiga saudara seayah lain ibu masing-masing bernama : Prabu Yudhistira. Ia memiliki Aji Purnamajati. sementara isterinya. Ketika hutan Mertani ditaklukan keluarga Pandawa. dan saudara kembarnya Ditya Sapujagad menunggal dalam diri Nakula. manunggal/sejiwa dalam diri Nakula. ikut manuksma. Ia memiliki Aji Pramanajati. Ditya Sapulebu memutuskan untuk manunggal/sejiwa dengan Sahadewa. Ditya Sapujagad sangat sakti.   Sapulebu DITYA SAPULEBU menurut cerita pedalangan Jawa adalah jin raksasa dari kesatrian Baweratalun. putra Prabu Pandu. Resi Sapwani mencipta kulit bungkus Bima/Werkudara yang mengapung di samudra menjadi anak lalaki yang kemudian dihidupkan dengan percikan "air Kehidupan". wilayah negara Mertani. Anak lelaki tersebut ia beri nama Bambang Segara. Arya Dandunwacana manunggal dalam diri Bima. Ditya Sapulebu sangat sakti. Ia mempunyai saudara kembar bernama Ditya Sapulebu yang tinggal di kesatrian Baweratalun. raja negara Astina. Setelah mengetahui. yang berkhasiat tidak bisa khilaf/lupa. Sebelum menukswa/menjelma Ditya Sapulebu menyerahkan Aji Purnamajati dan kesatrian Baweratalun beserta seluruh balatentaranya kepada Sahadewa. Ditya Sapujagad menyerahkan Aji Purnamajati dan kesatrian Sawojajar berikut seluruh balatentaranya. yang berkhasiat : dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Ditya Sapujagad yang dikalahkan oleh Nakula. Resi Sapwani tewas di medan perang Bharatayuda oleh panah Pasopati yang . Ia juga memiliki "air Kehidupan" dengan daya khasiat dapat menghidupkan barang yang mati. Setelah mengetahui Arya Dandunwacana manunggal dalam diri Bima dan Arya Dananjaya manunggal dalam diri Arjuna. kepada Nakula. Resi Sapwani mempunyai kesaktian. Ditya Sapulebu juga mempunyai tiga saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . wilayah negara Mertani. Ia menjabat sebagai penasehat Agung Raja dari negar Sindu. Ditya Sapulebu maju perang menghadapi Sahadewa. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. dapat mencipta apa saja yang ia kehendaki. Akhir riwayatnya diceritakan. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Prabu Yudhistira. Arya Dandunwacana dari kesatrian Jodipati dan Arya Dananjaya yang tinggal di kesatrian Madukara. Arya Dananjaya manunggal dalam diri Arjuna. Atas perkenan Dewata. Ia mempunyai saudara kembar bernama Ditya Sapujagad yang tinggal di kesatrian Sawojajar. Sebelum meninggal.   Sapwani RESI SAPWANI atau Sempani (Pedalangan Jawa) adalah pendeta sakti dari padepokan Kalingga di Jasirah/Buwana Keling. Ketika hutan Mertani ditaklukan keluarga Pandawa. Nyai Sempani memberinya nama Arya Tirtanata. Ditya Sapujagad maju perang mengahadapi Nakula. putra Prabu Pandu dengan permaisur Dewi Madrim. putra Prabu Pandu raja negara Astina. raja jin negara Mertani. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Arya Dandunwacana dari kesatrian Jodipati dan Arya Dananjaya yang tinggal di kesatrian Madukara. raja jin negara Mertani.  Sapujagad DITYA SAPUJAGAD menurut cerita pedalangan Jawa adalah jin raksasa dari kesatrian Sawojajar.

  Sasikirana BAMBANG SASIKIRANA adalah putra Gatotkaca. Ketika Dewayani menjadi permaisuri Prabu Yayati. Karena suatu kesalahan yang tidak disengaja. putri Arjuna dengan Dewi Manuhara. Druhyu (menurunkan wangsa Boja). sesuai janji Prabu Yayati. Sasikirana diangkat sebagai Senapati Astina pada jaman pemerintahan Prabu Parikesit. Ia merupakan purtri tunggal Prabu Wrisaparwa. Prabu Yayati akhirnya membebaskan Sarmista dari perbudakan dengan mengambilnya sebagai istri. Kelak setelah Prabu Yayati meninggal. Arya Utara. Sarmista yang marah tanpa sengaja mendorong tubuh Dewayani sampai jartuh ke lumpur. baik hati. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa dan Kurawa). putra Dewi Sumpani. Peristiwanya terjadi. Karena takut terkerna kutuk pastu Resi Sukra. Seta adalah putra mahkota negara Wirata. setia dan sangat berbakti. putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Jayadrata/Arya Tirtanata. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra lelaki masing-masing bernama .   Sarmista DEWI SARMISTA adalah nenek moyang keluarga Pandawa dan Kurawa. sebagai raja negara Astina. . tangguh. cerdik pandai dan trengginas. meskipun telah cukup dewasa untuk ikut berperang. Ketika berlangsung perang Bharatayuda. Ibunya seorang habsari keturunan Bathara Mahedewa. raja negara Astina. Arya Jayasupena. raja negara Pringgandani dengan Dewi Pregiwa. lembut. Ia bergelar Resi karena seorang kesatria yang mempunyai ilmu kependetaan yang dalam. dan Arya Suryakaca. Sasikirana berwatak. pemberani. tatkala mereka dan pengiringnya selesai mandi di telaga. Sarmista salah mengambil pakaian Dewayani karena pakaian mereka saling menumpuk akibat tiupan angin. Seta mempunyai sifat perwatakan berani. ayah Dewayani yang sangat sakti dan memiliki mantra Sanjiwani. Sasikirana tidak ikut terjun kemedan peperangan.dilepas Arjuna karena membela kematian putra angkatnya. dan mempunyai tempat bersemayam di Cemarasewu. Dewi Dewayani. memiliki sifat dan perwatakan. Sarmista akhirnya menertima pemintaan Dewayani agar ia dan semua pengiringnya menjadi budak Dewayani. bertahun-tahun Sarmista harus menjkalani hinaan dan siksaan bathin menjadi budak sahabatnya sendiri. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yustinawati/Rekatawati. Arya Sangka / Wratsangka dan Dewi Utari. Puru lah yang ditetapkan sebagai penggantinya.   Seta RESI SETA adalah putra sulung PrabuMatswapati/Durgandana. teguh. Ia mempunyai tiga orang adik kandung masing-masing bernama . Sarmista berwajah cantik. tenang dan sabar. putri Bathara Surya dengan Dewi Ngruni. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu bernama. Ia mempunyai Aji Narataka/Narantaka yang kemudian diturunkan kepada murid tunggalnya Gatotkaca. raja daitya/setengah raksasa negara Parwata. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan keluaraga Pandawa. Dewayani marah-marah dan mengumpat. dan gada pusaka bernama Kyai Pecatnyawa. Namun karena kecantikan dan sikap pribadinya yang menarik. Sarmista tetap menjadi budaknya. putri tunggal Resi Sukra. putra Dewi Suryawati.

Bambang Sitija/Bomanarakasura dan Dewi Siti Sundari. swarawati keraton Mandura. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Warsini.   Setyaka ARYA SETYAKA adalah putra Prabu Kresna. raja negara Dwarawati. Arya Setyaka tidak terlibat dalam perang Bharatayuda. raja negara Lesanpura dengan permaisuri Dewi Wersini. Ia mempunyai sifat . raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). raja negara Mandura yang bertapa di Grojogansewu. melawan Resi Bisma senapati Agung Kurawa. raja negara Dwarawati dengan permaisuri Dewi Setyaboma. Ia mempunyai kakak kandung bernama Bambang Sitija. dari permaisuri Dewi Rukmini. Samba dan Gunadewa (berwujud raksasa). Ia tewas dalam peristiwa perang gada sesama keluarga Wangsa Yadawa. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. yaitu . Setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Setelah Prabu Kresna mati moksa. Ia terjun ke kancah perang Bharatayuda sebagai senapati Agung Pandawa yang pertama. putri Prabu Nagaraja dari kerajaan Sumur Jalatunda. jatmika (selalu dengan sopan santun) dan sangat berbakti terhadap suaminya. Dewi Setyaboma diangkat menjadi permaisuri. yang setelah turun ke Arcapada dan menjadi raja di negara Trajutisna bergelar Prabu Bomanarakasura. jujur. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Setyaki yang setelah dewasa menjadi Senapati perang negara Dwarawati. Ia gugur oleh tombak pusaka Kyai Salukat milik Resi Bisma. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dengan membunuh Prabu Narasinga dan naik tahta bergelar Prabu Bathara Kresna. Arya Setyaka tinggal di kesatiran Tambakwungkal. Sedangkan menurut pedalangan Jawa. Ia mempunyai tujuh orang saudara seayah lain ibu. putra Prabu Basudewa. putra Arya Ugrasena dengan Ken Sagupi. Saranadewa (berwujud raksasa).   Setyaboma DEWI SETYABOMA adalah putri sulung Prabu Setyajid / Arya Ugrasena. yaitu Dewi Rukmini yang masih saudara sepupunya terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah) bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. dari negara Lesanpura.Seta hidup sebagai kesatria wadat (tidak bersentuhan dengan lain jenis). Dewi Setyaboma menikah dengan Narayana. Wresni dan Andaka (Mahabharata). ia bersama istri Prabu Kresna yang lain. dari permaisuri Dewi Jembawati. Dewi Siti Sundari menyusul turun ke Arcapada dan diakui sebagai putri Prabu Kresna. Dewi Setyaboma juga mempunyai dua orang saudara lain ibu bernama Arya Pragota dan Arya Adimanggala. Arya Setyaka kembali ke Dwarawati lalu pulang ke kesatrian Tambangwungkal. Araya Setyaka mempunyai sifat dan perwatakan . Ia menikah dengan Dewi Setiati. tenang. dari pernikahan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Arya Satyaka. dari permaisuri Dewi Pretiwi.   Siti Sundari DEWI SITI SUNDARI sesungguhnya putri Bathara Wisnu dengan Dewi Pratiwi. saudara sepupunya sendiri. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Prabu Kresna untuk melayani Prabu Baladewa. Ketika Bathara Wisnu turun ke Arcapada menitis pada Prbau Kresna. pemberani. Arya Setyaka mati dibunuh Prabu Baladewa yang marah karena merasa dibohongi oleh laporan Setyaka yang selalu mengatakan bahwa perang Bharatayuda belum selesai. Dewi Setyaboma berwatak setia. dan memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susatya. Ia ditugaskan oleh ayahnya.

Putri Prabu Nagaraja. negara Amarta dengan Dewi Srengganawati. raja negara Dwarawati. Sitija juga memiliki Aji Pancasonabumi dan pusaka Cangkok Wijayamulya pemberian Bathara Wisnu. sabar. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Dengan kesaktiannya. Dalam perkawinan tersebut ia tidak memperoleh seorang putra. yang mati terbunuh oleh Resi Bisma. dapat masuk/amblas bumi serta memiliki kendaraan tunggangan berwujud Garuda berkepala raksasa bernama Wilmana. satria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Resi Bisma. yang kemudian menjadi suaminya. Ia memproklamirkan diri sebagai raja Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasura. Dewi Siti Sundari menikah dengan Abimanyu/Angkawijaya. Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta. Sitija juga turun ke Marcapada sebagai putra Prabu Kresna. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna. sesuai kutukan Dewi Amba. raja dikerajaan Sumur Jalatunda. Dewi Drupadi/Dewi Kresna dan Arya Drestadyumna. Ia . kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Dewi Srikandi dapat menewaskan Resi Bisma. negara Surateleng dan Prajatisa ia dijadikan satu. Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. putri Prabu Darmahambara. senapati Agung balatentara Kurawa. Sitija merebut negara Surateleng dengan mengalahkan Prabu Narakasura. Akhir riwayat Dewi Srikandi diceriterakan : Ia tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Astina setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia sangat sakti. ayahnya sendiri dengan senjata Cakra karena kesalahannya membunuh Raden Samba. Ketika Bathara Wisnu turun ke Marcapada menitis pada Prabu Kresna. baik budi. Dengan panah Hrusangkali.perwatakan.   Sritanjung DEWI SRITANJUNG Adalah putra Nakula. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. karena persoalan memperebutkan Dewi Hagnyanawati. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). raja Surateleng. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Watubaji. dari kesatrian Sawojajar. Dalam perkawinan tersebut ia tidak mempunyai anak. Sitija/Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. Dalam perang Bharatayuda. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Ia mati masuk ke dalam Pancaka/api pembakaran jenaz   Sitija BAMBANG SITIJA adalah putra Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Pratiwi. Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. dan kemudian merebut negara Prajatisa dari kekuasaan Prabu Bomantara. setia dan sangat berbakti. putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra. putra Prabu Kresna dengan Dewi Jembawati. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Siti Sundari.   Srikandi DEWI SRIKANDI adalah putri kedua Prabu Drupada. adik Prabu Kresna. raja negara Giyantipura. Sitija menikah dengan Dewi Yadnyanawati/Hagnyanawati. putri Resi Badawanganala. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. putri Prabu Narakasura.

Dewi Sumbadra diyakini sebagai titisan Bathari Sri Widowati. masing-masing bernama . Wilugangga. Di perjalanan ia bertemu dengan Prabu Ajibarang. dan dikaruniai seorang putra yang diberi nama Angkawijaya/Abimanyu. putra Sahadewa dengan Dewi Srengganawati. salah satu dari lima satria Pandawa. Wilungangga. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). baik budi. putra Dewi Sayati. Resi Badaqwanangala di pertapaan Wailu. Sejak kecil Dewi Sritanjung tinggal bersama kakeknya. Bambang Sumitra ikut pula terjun ke medan perang Bharatayuda. Dewi Sri Tanjung dan Bambang Widapaksa kemudian diperjodohkan. dikenal pula dengan nama Dewi Mrenges.(Kangsa sebenarnya putra Dewi Mahira dengan raksasa Gorawangsa yang menyaru/beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan bermain asmara dengan Dewi Mahira). seorang swaraswati Keraton Mandura. yaitu. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda. raja negara Kumbina dengan Ken Sagupi dari padepokan Widarakandang. dan diangkat menjadi panglima-panglima Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Kumaladewa. Wijarnaka. raja raksasa dari negara Gowasiluman di hutan Tunggarana yang berhasil menipunya dan diajak bersama-sama menyerang negara Astina. Oleh ayah mereka. ia mati moksa bersama keluarga Pandawa setelah Parikesit. istri Bathara Wisnu.   Subadra DEWI SUMBADRA atau Dewi Sumbadra (pedalangan Jawa). dinobatkan sebagai raja Astina menggantikan Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Arya Prabu Rukma/Prabu Bismaka. Wijanarka dan Antakadewa. yaitu. Di negara Astina Dewi Sri Tanjung bertemu dengan Bambang Widapaksa. Putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Sumbadra menikah dengan Raden Arjuna. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Rohini/Dewi Badrahini. Antakadewa dan Bambang Sumbada. dari ibu Ken Sagupi. Prabakusuma. Ia adalah putri Prabu Basudewa. satria Pandawa putra Prabu Pandu. serta mempunyai wasiat sebuah cupu berisi "air kehidupan/banyu panguripan" atas pemberian ibunya. Udawa.Jawa). Kumalasakti.   Sumitra BAMBANG SUMITRA adalah putra Arjuna. Ia merupakan prajurit wanita yang sangat sakti dan tangguh. dari Ibu Dewi Mahira/Maekah . Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Endang Pregiwati. Kadipaten Madukara wilayah negara Amarta. gugur di medan peperangan melawan Resi Bisma. murah hati. dan aji pengasihan pemberian kakeknya. Mereka kemudian bersama-sama membunuh Prabu Ajibarang. raja negara Astina dengan Dewi Kunti. Kakrasana dan Narayana dari Dewi Mahindra/Maerah (Ped. saudara sepupunya. Dewi Sritanjung berwajah sangat cantik. Abimanyu. Ia mempunyai 13 (tiga belas) orang saudara lain ibu. Dewi Rara Ireng. Ia mempunyai watak. setia. Bambang Irawan. Dewi Bratajaya dan Dewi Kendengpamali. Endang Pregiwa. Kangsa. pandai dan tahan uji. Dewi Sumbadra mempunyai 4 orang saudara lain ibu. cerdas. Bratalaras. Ia tinggal di taman Banoncinawi. Bersama-sama dengan Prabakusuma.   . Nakula dan Sahadewa. Dewi Sritanjung pergi ke negara Astina untuk mencari ayahnya.mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. dengan Dewi Rarasati/Larasati. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung.

raja negara Magada. Oleh Sanghyang Wisnu. putra Sanghyang Brahma. Ia menjalin hubungan yang sangat dekat dengan Prabu Jarasanda. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Bramaneki turun ke Arcapada. cucu Sanghyang Wisnu. untuk tinggal di Paremana. tubuhnya kemudian dimasukkan kedalam kolam air tersebut ia akan hidup kembali. putra Bathari Srihunon dengan Bathara Bramanaresi (Bremani). Ketika Manumayasa/Kanumayasa. pesta besar penobatan Puntadewa menjadi raja negara Amarta   Supalawa RESI SUPALAWA berujud manusia kera/wanara berbulu puith. raja negara Mandura. oleh Sanghyang Wisnu. kakek Resi Manumayasa. Suratimantra menghasut Prabu Kangsa. Saat itu Narayana berjanji tidak akan membunuh Supala sampai Supala menghina dan merendahkan martabatnya di hadapan seratus raja. negara Amarta. Ia bersaudara kembar (dampit) gondangkasih dengan Wisnukapiwara yang berbulu hitam (lutung). Kepalanya hancur terkena hantaman senjata Cakra. wilayah kerajaan Jodipati. Mereka adalah sahabat Sanghyang Wisnu dan tinggal di Kahyangan Untarasegara. dan menurunkan para wanara/manusia kera. Supala berwatak.Cacad tubuh Supala akhirnya dapat disembuhkan oleh Narayana/Prabu Kresna. Dengan mengandalkan kesaktiannya. Suratimatra sangat sakti. Ia mempunyai cacad tubuh sejak lahir. dan bermata tiga. pandai bicara dan selalu menuruti kata hati. Supalawa ditugaskan sebagai pengasuh Bathara Parikenan. di bekas pertapaan Bathara Bramanaresi (Bremani). Supalawa diperintahkan untuk menyertainya. Ia naik tahta menjadi raja Gowabarong setelah Gorawangsa mati terbunuh oleh Arya Prabu Rukma di kerajaan Mandura. Supalawa meninggalkan padepokan Retawu. raja negara Kadi. Atas perkenan Sanghyang Wisnu. Setelah usianya lanjut. putra Dewi Maerah dengan Gorawangsa yang telah diakui sebagai putra oleh Prabu Basudewa dan diberi kedudukan di kadipaten . Supalawa berhasil menjaga ketenteraman padepokan Retawu. Supala tewas oleh Prabu Kresna. Ia mempunyai kesaktian berwujud air/banyu semangka sebagai air kehidupan. Apabila mati. Resi Supalawa mati moksa dalam usia sangat lanjut. akibat dari perbuatannya beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan menggauli Dewi Mahira/Maerah permaisuri Prabu Basudewa. ia menikah dengan seorang hapsari. kera putih yang tinggal di pertapaan Pandansurat. akibat dari kelancangan Supala menghina dan merendahkan martabat Prabu Kresna di hadapan lebih dari 100 raja yang hadir dalam acara Sesajirajasuya. diantaranya Resi Mayanggaseta/Pracandaseta. berkaki empat. Supala menjadi raja negara Kadi menggantikan kedudukan ayahnya. raja negara Gowabarong. Dengan kesaktiannya ia juga berhasil mengusir raksasa-raksasa Pringgandani dibawah pimpinan Prabu Arimbaka yang menyerang padepokan Retawu. tapi di tangan penyembuhnya itulah hidup mati Supala berada. cacad Supala hanya dapat disembuhkan oleh tangan Dewa Wisnu. satu mata berada di tengah dahi. masih di kawasan Gunung Saptaarga. Setelah dewasa. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia ikut membantu Manumayasa membangun padepokan Retawu di salah satu puncak Gunung Saptaarga. dan arwahnya kembali ke nirwana. Bertangan empat. Wangsit dewata yang diterima Prabu Kandiraja. putra Prabu Basudewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura.   Suratimantra DITYA SURATIMANTRA adalah adik Prabu Gorawangsa. angkuh. Sebagai andel kepercayaan Resi Manumayasa. keras hati. mendahului Resi Manumayasa. Akhir riwayatnya diceritakan.Supala ARYA SUPALA adalah putra Prabu Kandiraja.

penuh belas kasih. sabar dan sangat berbakti. putra Dewi Sumpani. teguh.   Surtikanti DEWI SURTIKANTI adalah putri kedua Prabu Salya. Bertubuh besar dan berwajah setengah raksasa. Adipati Karna minta sedah / sirih terucapkan menjadi Adipati Karna Seda / Mati. Konon ia masih keturunan Prabu Nilarudraka dari negara Gluguhtinatar. Jalan yang ditempuhnya dengan cara adu jago manusia dengan taruhan tahta negara Mandura dan Sengkapura. Dewi Surtikanti berwatak . setia. tangguh dan senang melindungi yang lemah. ia memperoleh dua orang putra bernama : Warsasena dan Warsakusuma. yaitu. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dan Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya. dan Bambang Sasikirana. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Dari perkawinan tersebut. Suryakaca juga tidak ikut terjun kekancah pertempuran perang Bharatayuda. putra Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah.Sengkapura. Dewi Surtikanti menikah dengan Basukarna/Adipati Karna. Sedangkan Prabu Kangsa. senapati perang negara Wirata yang juga adik ipar Prabu . Selain sakti. Akibatnya negara Trigarta diserang dan diobrak-abrik oleh Rajamala. Seperti dua orang saudaranya. Dewi Banowati. Seperti ayahnya. putra Bathara Surya dengan Dewi Ngruni. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. raja negara Awangga/Angga (Mahabharata) putra Dewi Kunti dengan Bathara Surya. putri Arjuna dengan Dewi Manuhara. bahkan berubah menjadi air keras yang menghancurkan. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Suryakaca mempunyai watak seorang pemberani. Arya Jayasupena.   Susarma PRABU SUSARMA adalah raja negara Trigarta. Arya Jayasupena dan Bambang Sasikirana. Dewi Surtikanti tewas sebelum Adipati Karna gugur dalam perang tanding dengan Arjuna dalam perang Bharatayuda karena kesalahan dan keteledoran ucapan Adimangala. Ia mepunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Prabu Susarma pernah berselisih dengan Prabu Matswapati dari negara Wirata. Prabu Karimataya/Prabu Yudhistira. putra Dewi Pregiwa. Suryakaca diangkat menjadi senapati negara Astina. ia juga bisa terbang ke dirgantara. raja negara Pringgandani dengan permaisuri Dewi Suryawati. merebut tahta negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. mati dalam pertempuran melawan Kakrasana dan Narayana. akhirnya mati dalam pertempuran melawan Bima/Werkundara. patih negara Awangga yang mengucapkan . sopan santun. Suratimatra yang menjadi jago Sengkapura.   Suryakaca ARYA SURYAKACA adalah putra Gatotkaca. Dewi Erawati. setelah terlebih dahulu daya kesaktian air kehidupan banyu semangka ditawarkan oleh keris pusaka Arjuna. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Ia mati bunuh diri untuk bela pati atas kematian suaminya. Tubuhnya robek oleh Kuku Pancanaka.

riwayatnya tidak diketahui lagi. Prabu Susarma bersengkongkol dengan Prabu Duryudana.putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Sedangkan . dengan Ken Sagupi/Sagopi. putra Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah. oleh Prabu Puntadewa. Dalam penyerbuan tersebut. jujur. dan diangkat sebagai patih negara Gajahoya. Ia tewas dalam perempuran melawan Adipati Karna. Arya Udakawana masih cucu langsung Andakawana. manusia yang tercipta dari seekor banteng yang disabda oleh Resi Palasara pada waktu bertahta di kerajaan Gajahoya (kota lama Astina). sedangkan Prabu Susarma ingin balas dendam atas perbuatan Rajamala. mulai dari Prabu Kresnadipayana (Bagawan Abiyasa) menjadi raja negara Astina. mempunyai sifat dan perwatakan . patih Tambakganggeng memimpin pasukan Amarta terjun ke medan peperangan. seorang gembala dan tinggal di Kabuyutan Widarakanda/Widarakandang (Jawa). Setelah Rajamala tewas terbunuh oleh Jagalabilawa/Bima. Pada waktu perang Bharatayudha. patih dalam negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Pandudewanata. Secara turun-temurun keturunan Gajahangunangun mengabdi pada keturunan Resi Palasara. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Ketika keluarga Pandawa berhasil menaklukkan dan menguasai negara siluman Mertani serta mengubahnya menjadi negara Amarta. sangat berbakti dan pemberani. mendampingi patih Arya Tambakganggeng. putra sulung Prabu Gandabayu dari negara Pancala.   Tambakganggeng ARYA TAMBAKGANGGENG adalah patih dalam negara Amarta di bawah pemerintahan Prabu Puntadewa/Yudhistira. Arya Udawa dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Udakawana dinaikkan derajatnya menjadi patih dalam negara Amarta. Sedangkan patih luar negara Astina pada waktu itu dijabat oleh Arya Gandamana.   Udawa ARYA UDAWA konon adalah putra Arya Basudewa yang setelah naik tahta negara Mandura bergelar Prabu Basudewa. Prabu Pandu sampai Arya Tambakganggeng mengabdi pada keluarga Pandawa di negara Amarta. Arya Tambakgangeng memiliki perawakan tinggi besar. manusia yang tercipta dari seekor gajah yang disabda oleh Resi Palasara pada waktu bertahta di kerajaan Gajahoya. setia. Prabu Susarma kalah dan menyatakan takluk kepada Rajamala. Ia masih keturunan Gajahangunangun. Ia juga pandai dalam olah keprajuritan terutama memainkan senjata gada dan lembing. ia juga pandai dalam olah keprajuritan terutama memainkan senjata gada dan trisula. Arya Udawa mempunyai saudara tiga orang masing-masing bernama: Kakrasana dan Narayana. Dari garis keturunan Prabu Basudewa. Prabu Susarma mati oleh Jagalabilawa/Bima.   Udakawana ARYA UDAKAWANA adalah putra Arya Kundakawana. seorang swarawati Keraton Mandura. putra sulung Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Selain menguasi ilmu pemerintahan dan ketatanegaraan. Prabu Duryudana ingin membongkar persembunyian keluarga Pandawa di negara Wirata. Setelah perang selesai. Pada waktu perang Bharatayudha. Arya Udakawana mempunyai sifat dan perwatakan. Sejak kecil Udakawana menjadi andel (pengawal) kepercayaan Puntadewa. setia. serta Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. jujur. patih Udakawana memimpin pasukan Amarta terjun ke medan pertempuran. raja negara Astina untuk menyerang negara Wirata.Matswapati. raja negara Awangga. sangat berbakti dan pemberani.

Sejengkalpun tak pernah berpisah. raja negara Surateleng atau Trajutisna. cinta kasih terhadap sesama. Arya Pragota dan Arya Adimanggala Arya Ugrasena mempunyai sifat dan perwatakan. Dewi Ulupi sangat kasih dan sayang terhadap putranya. . seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. Dari perkawinan Dewi Wersini. Dalam segala hal ia tak pernah jauh dengan Narayana. dan memperoleh dua orang putra bernama. Ken Sagupi. Dari perkawinannya dengan Arjuna. Arjuna karena ingin mengabdikan diri pada keluaga Pandawa dalam perang melawan keluarga Kurawa.dari garis keturunan ibunya. dan diberi nama Bambang Irawan. satria Pandawa. Arya Udawa diangkat menjadi patih negara Dwarawati. raja negara Karanggubarja yang menyerang Suralaya karena ingin memperistri Dewi Wersini. raja negara Astina. raja Boja. raja raksasa negara Gowabarong pada awal pecah perang Bharatayuda. tatkala Arjuna yang dalam keadaan pinsan jatuh di pertapaan Yasarata dari udara. serta Dewi Rarasati / Larasati. Udawa menikah dengan Dewi Antiwati. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Negara Karanggubarja pun diganti nama menjadi Lesanpura.Akhir riwayatnya diceritakan.   Ulupi DEWI ULUPI atau Dewi Palupi (pedalangan Jawa) adalah putri tunggal Resi Kanwa atau Bagawan Jayawilapa (pedalangan Jawa) di pertapaan Pataka atau Yasarata (pedalangan Jawa). swaraswati Keraton Mandura. tangkas dan pandai mempermainkan senjata gada. Akhir riwayatnya diceritakan. Ketika Narayana menjadi raja Dwarawati bergelar Prabu Bathara Kresna. yaitu. Prabu Wersaya dan bergelar Prabu Setyajid. sabar. karena Bambang Irawan tewas dalam pertempueran melawan Ditya Kalasrenggi. Ia menjadi raja negara Lesanpura menggantikan mertuanya. bijaksana. Arjuna yang kalah dalam peperangan. negara Karanggubarja diserahkan kepada Arya Ugrasena. yang kemudian iak tahta bergelar Prabu Setyajid. kedua putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. Irawan pergi ke Amarta untuk menemui ayahnya. setia dan sangat bebakti baik terhadap suami maupun orang tuanya. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Prabu Rukma. Arya Pragota dan Arya Adimanggala.   Ugrasena ARYA UGRASENA adalah putra ke-empat (bungsu) Prabu Basukunti. setelah selesainya Perang Bharatayuda. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Dewi Palupi menikah dengan Raden Arjuna. Ia mempunyai watak sangat setia. dalam keadaan tak sadarkan diri tubuhnya dilempar ke angkasa oleh Prabu Pracona. melayang-layang dan akhirnya jatuh di pertapaan Yarasata. Oleh Bathara Guru. ia memperoleh dua orang putra bernama. Arya Ugrasena menikah dengan Dewi Wersini. Ia baru berpisah dengan Bambang Irawan menjelang pecah perang Bharatayudha. Arya Udawa tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Dewi Setyaboma dan Arya Setyaki. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Pertemuannya terjadi. yang berhasil membinasakan Prabu Kalaruci. Dewi Ulupi seorang putri cantik jelita. cerdik pandai. Putri bungsu Arya Sakuni. Prabu Setyajid/Ugrasena gugur dimedan perang melawan Prabu Bomanarakasura. Ketika itu Arjuna sedang diminta bantuannya oleh Dewata untuk mengusir Prabu Pracona dan patihnya Sakipu dari negara Gilingwesi yang sedang mengamuk di Suralaya akibat lamarannya ingin memperistri Dewi Gagarmayang ditolak Bathara Guru. Secara tidak resmi Arya Ugrasena juga mengawini Ken Sagupi. Wresni dan Andaka. putri Prabu Kunti. ia mempunyai tiga orang saudara. patih negara Astina dengan Dewi Sukesti. Ia dapat memperistri Dewi Wersini berkat bantuan Prabu Pandu. berani. Arya Basudewa. Dewi Ulupi memperoleh seorang putra lelaki yang berwajah sangat tampan. luhur budinya. pendiam dan suka mengalah. Itulah perpisahan pertama dan terakhir Dewi Ulupi dengan putranya.

Ia wanita kekasih Dewata yang mendapatkan anugrah Wahyu Hidayat. wingit. Sejak kecil Bambang Widapaksa tinggal bersama kakek angkatnya. Ia sangat sakti. pandai dan limpat serta mahir mempergunakan senjata panah. cerdik pandai. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Ia menikah berbarengen dengan perkawinan adiknya. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Oleh Resi Wiyasa/Bagawan Abiyasa. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Arya Seta. Ia melahirkan di Istana Astina. raja raksasa dari negara Gowasiluman di . putra Dewi Utari tersebut diberi nama Parikesit. Putri Prabu Tasikraja. Raden Abimanyu. memiliki sifat dan perwatakan. memiliki sifat dan perwatakan gagah berani. raja negara Tasikretna. teguh. Arya Utara menikah dengan Dewi Tirtawati. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Arya Utara adalah kesatria yang selalu memegang teguh rasa keperwiraannya. jatmika (selalu dengan sopan santun) dan sangat berbakti. cerdik. adik Dewi Tirtawati setelah mereka berhasil membunuh Arya Girikusuma dan ayahnya. Arya Utara mempunyai tempat bersemayam di kesatrian Cemarajajar. putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. ayah dari Dewi Prada. Ia mempunyai tiga orang adik kandung masing-masing bernama.   Utari DEWI UTARI adalah putri bungsu Prabu Matswapati/Durgandana. Arya Utara terjun kekancah perang Bharatayuda sebagai senapati perang Pandawa mendampingi Resi Seta yang bertindak sebagai Senapati Agung. Dewi Utari menikah dengan Raden Abimanyu/Angkawijaya. Bagawan Tambapetra. raja negara Tasikretna. Setelah saling mengenal identitas masingasing. waspada dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Saat Dewi Utari hamil dan kandungannya memasuki usia sembilan bulan. Arya Wratsangjka yang menikah dengan Dewi Sindusari. Ia menikah dengan Dewi Tirtawati.   Widapaksa BAMBANG WIDAPAKSA atau Sidapaksa adalah putra Sahadewa dari kesatrian Bumiretawu/Bawenatalun. Bambang Widapaksa pergi ke negara Astina untuk mencari ayahnya. yang ternyata saudara sepupunya sendiri. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu dengan Dewi Srunggarini. Prabu Prawata dari negara Bulukapitu. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Ia gugur dalam peperangan melawan Prabu Salya/Narasoma raja negara Mandaraka. Dengan demikian mereka telah dikodratkan akan menurunkan raja-raja besar. berani tak mengenal takut. tangguh. Arya Sangka/Wratsangka dan Dewi Utari. Dewi Utari mempunyai sifat perwatakan halus. Di negara Astina ia terlibat pertempuran dengan Dewi Sritanjung. putri Prabu Tasikraja. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda. istri Sahadewa yang lain di pertapaan Prangalas. Arya Utara dan Arya Sangka/Wratsangka. putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. suaminya gugur di medan perang Bharatayuda. putri Nakula dengan Dewi Srengganawati. putri Resi Badawanganala. yang setelah dewasa menggantikan kedudukan Prabu Karimataya/Yudhistira menjadi raja negara Astina. negara Amarta dengan Dewi Srengginiwati. (menurut Purwacarita. Arya Seta. sesudah berakhirnya perang Bharatayuda dan keluarga Pandawa sudah boyongan dari Amarta ke Astina. yang telah mendapat anugrah Dewata berupa Wahyu Cakraningrat.  Utara ARYA UTARA adalah putra kedua Prabu Matswapati/Durgandana. kemudian bersama-sama membinasakan Prabu Ajibarang.

kepandaiannya. baik kecerdikannya. Sikapnya itu ditentang oleh Adipati Karna. Ia lahir di Kahyangan Daksinageni. Wikarna mengutuk perbuatan Dursasana. Windandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. ia mati moksa/lenyap dengan raganya atas kehendak Sanghyang Wenang. kemudian menjadi anak yang luar biasa. Wijanarka. Endang Pregiwati. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Citrayuda. Kartadenta. dan semua rencana jahat Kurawa yang akan memcelakakan keluarga Pandawa. maupun kesaktiaanya. Ia adalah putra Prabu Drestarasta. Citraksi. Gardapura. Dursasana (Adipati Banjarjumut). Ia lahir berwujud gumpalan api yang menyala.Citraksa. Ketika menyaksikan Dewi Drupadi diperlakukan tidak manusiawi oleh Dursasana akibat Prabu Yudhistira kalah dalam permainan dadu melawan Arya Sakuni. Abimanyu.   Wratsangka ARYA SANGKA atau Arya Wratsangka adalah putra ketiga Prabu Matswapati/Durgandana. Wisanggeni berwajah tampan dan berwatak sangat bersahaja. raja negara Wirata . pemberani. Sedangkan menurut pedalangan Jawa. bernama. Citraboma. putri Bathara Brahma dari permaisuri Dewi Sarasyati. Gardapati (raja negara Bukasapta). Wikarna memiliki perwatakan . Sumitra. salah satu dari lima satria Pandawa. Bratalaras. Wilugangga. dengan sikap gagah dan kesatria. Endang Pregiwa. Ia juga membongkar kecurangan yang dilakukan Arya Sakuni. saat Arjuna menjadi raja di Kahyangan Kainderan bergelar Prabu Karitin. raja negara Sonyapura.   Wisanggeni BAMBANG WISANGGENI adalah putra Arjuna. tempat Resi Mayangkara/Anoman. Bomawikata. Bogadatta (raja negara Turilaya). Durmagati. Kepada siapa pun ia selalu nungkak Kromo (Jawa). Bambang Widapaksa dan Dewi Sritanjung kemudian di perjodohkan. dengan Dewi Dresanala. Duryudana (raja negara Astina). Wikarna memihak kepada Pandawa dan menentang tindakan Kurawa yang dianggapnya keliru. ia juga mahir mempergunakan senjata panah. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. jujur. Surtayu. Wikataboma. Diantara saudara-saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah . Pada saat berlangsungnya perang Bharatayuda. putri Prabu Mustikadarma. raja negara Awangga yang menyebabkan permusuhan diantara mereka. Nakula dan Sahadewa. ngoko/tidak bisa berbahasa halus. suka berterus terang dan teguh dalam pendirian. raja negara Astina dengan Dewi Gandari. Wisanggeni lahir di pertapaan Kendalisada. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Surtayuda. walau kepada Sanghyang Wenang sekalipun. Selain sakti. kahyangannya Bathara Brahma. Kumaladewa. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Bambang Irawan.hutan Tunggarana yang bermaksud menguasai negara Astina. Kumalasakti. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Wijayacapa. Wisanggeni menikah dengan Dewi Mustikawati. Durmuka. Prabakusuma. Mereka kemudian diangkat menjadi panglima-panglima Astina di bawah kekuasaan Prabu Parikesit   Wikarno ARYA WIKARNA dalam cerita pedalangan disebut dengan Arya Wisalaksa. Oleh ayah mereka. Carucitra. menjelang perang Bharatayuda. Durgempo. Ia gugur dalam pertempuran melawan Adipati Karna. Ia mempunyai saudara sebanyak 100 orang (99 orang laki-laki dan 1 orang wanita) yang disebut Sata Kurawa.

raja raksasa negara Dwaraka/Dwarawati. Arya Wratsangka menikah dengan Dewi Sindusari. Arya Wratsangka menikah dengan Dewi Sindusari. Kresnadanawa. Resi Seta. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Arya Wratsangka adalah kesatria yang gagah berani. hingga Puntadewa bergelar Prabu Yudhistira. yaitu . Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing -masing bernama . diangkat menjadi senapati perang negara Dwarawati. Ia kemudian menjelma/ menyatu dalam tubuh Puntadewa. raja negara Tasikretna. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Arya Utara dan Dewi Utari. putri Prabu Tasikraja. Ia menikah berbarengan dengan kakaknya. kakak Dewi Sindusari setaleh mereka berhasil membunuh Arya Girikusuma dan ayahnya Prabu Prawata dari negara Bulukapitu. yang kemudian menjadi istri Arjuna. Ketika pecah perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa. raja jin negara Madukara dengan permaisuri Dewi Sumirat. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri bernama Dewi Ratri.   . raja negara Tasikretna. Ia mempunyai tiga saudara masing-masing bernama . putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti.   Yudhistira PRABU YUDHISTIRA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja jin negara Mertani. putri Prabu Kumbala. Ia seorang satria yang selalu memegang teguh rasa keperwiraannnya. Prabu Yudakalakresna tidak lama memerintah negara Dwarawati. putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Arya Utara yang menikah dengan Dewi Tirtawati. putri Prabu Tasikraja. sulung Pandawa. Negara Dwarawati dikuasai Narasinga yang kemudian mengangkat dirinya sebagai raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Prabu Yudhistira kemudian menyerahkan seluruh negara beserta istrinya kepada Puntadewa. ia mempunyai tempat kediaman di kesatrian Cemaratunggal. Arya Wratsangka terjun ke medan perang sebagai senapati Pandawa. Prabu Yudakalakresna tewas dalam peperangan melawan Narasinga. Prabu Kunjarakresna yang mengundurkan diri dan hidup sebagai brahmana. Yudakalakresna menjadi raja negara Dwarawati menggantikan ayahnya. Ditya Sapujagad bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar.   Yudakalakresna YUDAKALAKRESNA adalah putra sulung Prabu Kunjarakresna. sebuah Kerajaan Siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian Bagawan Wilwuk/Wilawuk. tangkas dan mahir mempergunakan senjata panah. yang menguasai kesatrian Jodipati dan Arya Dananjaya yang menguasai kesatrian Madukara. saudara Prabu Narakasura dari negara Surateleng. Dalam pertempuran itu ia gugur oleh Resi Drona yang mempergunakan senjata pusakanya Kiai Cundamanik. karena negaranya diserang oleh Narasinga. Dewi Sumresti dan Arya Singamulangjaya. Arya Singamungjaya.dengan permaisuri Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. cerdik pandai. mendampingi Senapati Agung. Prabu Yudhistira juga mempunyai dua saudara kembar lain ibu. Arya Seta. Prabu Yudhistira menikah dengan Dewi Rahina. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama . Oleh Prabu Narasinga. Arya Danduwacana.

Ia tinggal di kesatrian Panggombakan (bagian belakang keraton Astina) bersama kedua orang tuanya. Arya Yuyutsuh dan putranya Arya Sunjaya mengambil sikap memihak pada keluarga Pandawa. Ia mempunyai sifat dan perwatakan . dengan Dewi Padmarini.Yuyutsuh ARYA YUYUTSUH adalah putra kedua Arya Widura/Yamawidura.     . setia dan teguh dalam pendirian. Arya Yuyutsuh menikah dengan Dewi Aditi dan berputra dua orang masimg-masing bernama Arya Sunjaya dan Arya Subrasta. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa. Sedangkan Arya Subrasta berpihak pada keluarga Kurawa. Sedangkan Arya Subrasta tewas oleh Abimanyu putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Ia mempunyai kakak kandung bernama Arya Sanjaya. pemberani. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Ambiki/Ambalika. Yuyutsuh dan Arya Sunjaya tewas dalam peperangan melawan Adipati Karna. Arya Yuyutsuh berwajah tampan. raja negara Awangga. putra Prabu Dipasandra. jujur. Ketika pecah perang Bharatayuda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful