Anda di halaman 1dari 3

Namun, penting untuk dijelaskan disini bahwa organisme hidup di alam (yaitu tumbuhan, mikroba, dan binatang) dapat

dianggap sebagai ibu alam yang indah dan besar dari laboratorium biosintetik. Itu tidak hanya melayani kebutuhan hidup yang disebut sebagai pembentuk kehidupan dari bumi dalam hal memberikan spectrum yang luas dari konstituen kimia esensial, contohnya protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin tetapi juga secara cermat membawa keempat kuantum yang secara fisiologis aktif sebagai entitas kimia, seperti alkaloid, glikosida, minyak volatile (terpenoid), steroid, antibiotik, prinsip bitter, tannin, dan lain sebagainya. Organisme hidup memberikan peningkatan sejumlah aspek fitokimia setelah bertahun-tahun yang dapat dilihat lebih jelas dari tiga hal di bawah ini, disebut: (i) Konstituen (ii) Obat biosintesis (atau biogenesis) , dan (iii) Klasifikasi 1.4.1 Konstituen Sejumlah besar zat kimia yang terdapat pada kingdom tumbuhan dan kingdom hewan dalam satu bentuk atau yang lain disebut sebagai konstituen. Konstituen ini dapat dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: a. Konstituen aktif b. Konstituen inert 1.4.1.1 Konstituen Aktif Entitas kimia yang bertanggungjawab bagi pharmakologikal yang ada, mikrobial atau dalam arti luas kegiatan terapeutik biasanya diistilahkan sebagai konstituen aktif. Hampir semua obat seperti : alkaloid, glikosida, steroid, terpenoid, prinsip pahit adalah anggota yang bonafit dari kategori tertentu. 1.4.1.2 Kontituen Inert Zat kimia, meskipun ada dalam bentuk kingdom tumbuhan dan hewan, yang tidak memiliki apapun sebagai nilai dari terapi seperti itu tetapi sangat berguna baik sebagai tambahan dalam perumusan suatu obat atau operasi secara kolektif dikenal sebagai konstituen inert. Contohnya: a. Obat tumbuhan : di bawah ini konstituen inert pada berbagai bagian dari tumbuhan, disebut: Selulosa : bentuk mikrokristalin dari selulosa digunakan sebagai kombinasi pengikat disintegran pada proses tableting. Partikel selulosa kolodal bertujuan dalam proses stabilisasi dan emulsifikasi dari cairan. Lignin : untuk mengendapkan protein dan untuk stabilisasi emulsi aspal

Suberin : ester dari alcohol monohidrat yang lebih tinggi dan asam lemak Kutin : -doPati : sebagai tujuan farmasetik, contohnya pengisi tablet, pengikat, disintegran Albumin : albumin kedelai sebagai pengemulsi Pewarna : chocineal untuk mewarnai produk makanan dan farmasetikal b. Obat hewan : di bawah ini dijelaskan konstituen inert yang hampir semuanya ada pada hewan, yaitu: Keratin : untuk melapisi pil enteric yang tidak akan berpengaruh di dalam lambung tapi terlarut oleh alkalin dalam sekresi intestinal. Kitin : kitin deasilasi (sitosan) untuk perawatan air, kitin sulfat sebagai antikoagulan di dalam laboratorium hewan. Hal tersebut telah diamati bahwa kehadiran "konstituen inert" baik bertindak terhadap memodifikasi atau memeriksa absorbansi dan indeks terapeutik dari konstituen aktif. Jelas, untuk mendapatkan konstituen aktif pada saat yang tepat, seseorang harus menyingkirkan sejumlah konstituen inert dengan mengadopsi berbagai metode yang dikenal dengan pemisahan, pemurnian, dan kristalisasi. Oleh karena itu, hampir semua literatur dengan variasi yang berbeda mengacu kepada bekas produk tanaman sekunder. Kehadiran dari produk tanaman sekunder (konstituen aktif) diatur oleh dua mazhab, yaitu: a. Metabolit berlebih: contohnya, substansi yang tidak mempunyai nilai dan mungkin kehadirannya bertujuan untuk mengurangi mekanisme ekseretori di dalamnya dan akhirnya hasilnya sebagai sisa lock up metabolit yang berlebih, dan b. Karakteristik substansi yang bertahan: contohnya substansi yang memberikan suatu nilai hidup positif pada tanaman di mana mereka benar-benar ada. Mereka menawarkan lebih dan sedikit mekanisme pertahanan alami dimana tanaman ini bertahan hidup dari perusakan karena zat mereka, berbau baik, dan fitur yang enak. Contoh : Racun alkaloidal terdapat pada tanaman; zat yang terdiri dari semak; dan minyak atsiri yang tajam terdiri dari pohon, dan lain-lain. 1. Komposisi genetik (atau hereditas) : pada kenyataannya, efek genetik mengerahkan kedua perubahan kualitatif dan kuantitatif dari konstituen tanaman medicinal. Contohnya: (i) Eugenol : secara alami, kehadiran kedua spesies yang bervariasi kuantitasnya ada di bawah ini: Eugenia caryophyllus (Sprengel) Bullock et Horrison : 70-95% Syzgium aromaticum (L.) Merr et L.M. Perry : tidak kurang dari 85% (ii) Gugus reserpine-rescinamin dari alkaloid Rauvolfia serpentine (Linne) Bentahm : NTL * 0,15%; Rauvolfia vomitoria Afzelius (dari Afrika) : NLT 0.20%; (*NLT: Not less than: tidak kurang dari) (iii) Rutin:

Fagopyrum esculatum Moznch : 3-8%; Sophora japonica Linne : 20%; (iv) Mentol Menthe piperita L. : 50-60% Mentha arvensis Linnevar : 75-90% (Minyak mint jepang)