Anda di halaman 1dari 9

Percobaan Modul II EMULSI

Laporan Praktikum
Nama NIM Kelompok : : : Wahyu Utomo 12211071 Jumat 2 4 November 2012 11 November 2012 Ir. Zuher Syihab, M.Sc, Ph.D 1. Randy Chandrana Dinata 2. Yessica Fransisca Stephanie (12209002) (12209080)

Tanggal Praktikum : Tanggal Penyerahan : Dosen Asisten : :

LABORATORIUM ANALISIS FLUIDA RESERVOIR PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

I.

Tujuan Percobaan
1. 2. Memahami bagaimana dan mengapa emulsi bisa terbentuk. Memahami proses pemecahan emulsi.

II. Prinsip Percobaan


Emulsi merupakan kombinasi dua jenis cairan yang immiscible atau cairan yang pada kondisi normal tidak dapat bercampur. Salah satu cairan tersebut akan tersebar atau terdispersi sebagai droplet pada cairan lainnya. Droplet cairan dikenal sebagai fasa eksternal atau fasa kontinu. Ada beberapa jenis emulsi antara lain : air dalam minyak (water in oil), minyak dalam air (oil in water), dan oil in water in oil dst. Dalam hal ini, campuran terdiri dari crude oil dan air yang bercampur dengan perantara emulsifying agent. Ada beberapa perlakuan yang dapat mengganggu kestabilan emulsi dan ada yang memperkuatnya. Pada percobaan ini akan diuji pengaruh perlakuan tersebut terhadap stabilitas emulsi diantaranya dengan metode agitasi (pengadukan), kemudian memecah emulsi dengan metode pemanasan (thermal), penambahan demulsifier (penambahan zat kimia), didiamkan (gravity settling), dan sentrifuga (pemutaran) . Kemudian volume air kumulatif yang terpisah dari emulsi dibandingkan terhadap waktu yang dibutuhkan.

III.

Alat dan bahan


1. Gelas kimia 250 cc, 3 buah 2. Gelas kimia 100 cc, 4 buah 3. Mixer 4. Centrifuge apparatus 5. Bunsen 6. Tachometer dan stopwatch 7. Crude oil, air formasi dan aquades 8. Demuilsifier

IV.

Data Pengamatan
Jenis metode Sentrifuga (400 RPM) 300 RPM 500 RPM 600 RPM Pemanasan (400 RPM, T awal = 65 C) Demulsifier (400 RPM) air minyak (mL) (mL) 60 40 60 40 60 40 60 40 60 40 60 40 Volume emulsi (mL) 100 90 100 100 100 100 hasil akhir air (mL) 35 55 12.5 4.94 9.5 28

Vomule Air (mL) WAKTU (detik) 300 RPM 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 390 420 450 480 510 540 570 600 630 0 0 1 3 5 5.5 6 10 12 15 18 19 20 20 25 30 34 38 45 50 50 51 gravity settling Pemanasan 500 RPM 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3.5 3.5 4 600 RPM 0 1.9 1.9 1.9 1.9 1.9 1.9 2.28 2.28 2.66 2.66 2.66 2.66 2.66 2.66 2.66 2.66 3.04 3.04 3.04 3.04 3.42 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1.5 2 2 2.5 2.5 2.5 2.5 3 3 3.5 3.5 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Demulsifier

660 690 720 750 780 810 840 870 900 930 960 990 1020 1050 1080 1110 1140 1170 1200 1230 1260 1290 1320 1350 1380 1410 1440 1470 1500 1530 1560 1590 1620 1650 1680 1710 1740 1770 1800

52 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55

4 4 4.5 4.5 4.5 5 5 5 5.5 5.5 5.5 6 6 6 6 6.5 6.5 6.5 7 7 7 7 7.5 7.5 8 8 8 8 8.5 8.5 8.5 9 9 9 9 9.5 9.5 9.5 9.5

3.42 3.42 3.42 3.8 3.8 3.8 3.8 4.18 4.18 4.18 4.18 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56 4.56

4 4 4.5 4.5 4.5 4.5 5 5 5 6 6 6 6 6.5 6.5 6.5 6.5 6.5 7 7 7 7 7.5 7.5 7.5 7.5 7.5 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8.5 8.5

0 0 0.7 0.75 0.8 0.8 0.9 0.9 0.9 0.9 1 1 1.1 1.2 1.2 1.25 1.25 1.3 1.5 1.7 2.5 3.2 5 8 9 10.5 12 13 13.5 14.2 14.8 15 15.8 16.2 17 17 18 19 19.3

1830 1860 1890 1920 1950 1980 2010 2040 2070 2100 2130 2160 2190 2220 2250 2280 2310 2340 2370 2400 2430 2460 2490 2520 2550 2580 2610 2640 2670 2700

55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55

10 10 10 10 10.5 10.5 10.5 11 11 11 11 11 11.5 11.5 11.5 11.5 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12.5 12.5 12.5

4.56 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94 4.94

8.5 8.5 8.5 8.5 8.5 8.5 8.5 9 9 9 9 9 9 9 9 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5 9.5

19.8 20 20.3 21 21.3 21.5 22 22.4 23 23.4 23.4 24 24.2 24.2 24.2 24.8 24.8 25 25.2 25.4 25.8 26 26.2 26.6 26.9 27.1 27.4 27.4 27.6 28

V.

Pengolahan Data
Pengeplotan grafik

Perbandingan metode pemecahan emulsi


60 50 Volume kumulatif air 40 30 20 10 0 Pemanasan Demulsifier GS 600 RPM GS 300 RPM GS 500 RPM

VI.

Analisis
Dalam percobaan ini saya asumsi beberapa kondisi, agar percoaan ini dapat dianggap valid. Asumsi tersebut adalah percobaan: 1. 2. Suhu minyak pada percobaan pemanasan adalah tepat 150oF. Saat melakukan metode pemisahan emulsi (pemanasan. demulsifier dan sentrifuga) gravitasi dianggap tidak terlalu berpengaruh. 3. Volume sampel yang digunakan selama percobaan (dalam satu metode) tepat 100 mL.

0 120 240 360 480 600 720 840 960 1080 1200 1320 1440 1560 1680 1800 1920 2040 2160 2280 2400 2520 2640

4. 5. 6. 7.

Sampel minyak yang digunakan dianggap terbebas dari kandungan air. Tekanan dan suhu konstan. Tidak ada kesalahan paralaks Semua alat berfungsi dengan baik. Metode yang pertama adalah gravity settling atau didiamkan, yaitu metode yang

menggunakan prinsip gaya gravitasi dimana cairan yang memiliki densitas besar akan berada di bagian bawah dan cairan yang densitasnya kecil berada di bagian atas. Metode ini sangat memakan waktu lama dan dipengaruhi kecepatan mixer pembentukan emulsi, semakin tinggi kecepatan mixer, semakin tinggi pula tingkat kestabilan emulsi dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memisahkan emulsi. Selain itu juga ada pengaruh viskositas minyak, dimana semakin besar nilai viskositas semakin stabil emulsi yang terbentuk. Metode lainnya yaitu sentrifuga, adalah metode yang memiliki prinsip dasar gaya sentrifugal dimana gaya rotasi yang menyebabkan cairan yang berdensitas besar akan berada di bagian paling luar dan cairan yang berdensitas kecil akan berada di bagian dalam selama proses sentrifuga. Semakin cepat rotasi yang digunakan, semakin cepat pemisahan yang terjadi. Pada pengeplotan grafik tidak terdapat metode sentrifuga, karena pada proses sentrifuga saya tidak dapat mengamati perubahan volum kumulatif air setiap satuan waktu. Perubaahan volum kumulatif air yang saya amati dalam proses sentrifuga adalah volum kumulatif akhir air. Selanjutnya metode penambahan bahan kimia atau demulsifier, yaitu metode yang mempercepat pelarutan lapisan film yang menghalangi molekul minyak dengan molekul minyak dan molekul air dengan molekul air untuk bergabung sehingga molekul-molekul sejenis akan bergabung dan emulsi menjadi tidak stabil. Dengan metode ini secara umum akan menghasilkan pemisahan emulsi dengan waktu yang paling singkat, tetapi karena demulsifier ini prinsipnya adalah menambahkan bahan kimia untuk memisahkan emulsi, untuk beberapa sampel yang berbeda komposisi kimianya berbeda juga. Selain adanya perbedaan komposisi kimia. lamanya metode demulsifier memisahkan emulsi juga disebabkan sudah kurang baiknya kualitas demulsifier yang ada dilaboratorium Berdasarakan literature, metode yang paling efektif adalah pemanasan dibandingkan metode gravity settling (yang berdasarkan perbadaan densitas kedua cairan) dan metode demulsier (yang mempercepat pelarutan lapisan film pembentuk emulsi). Hal ini terjadi karena dengan pemanasan, energy kinetic molekul terdispersi menjadi meningkat sehingga akan menumbuk lapisan film yang menghalangi molekul minyak dengan molekul minyak

dan molekul air dengan molekul air untuk saling bergabung. Hal ini berakibat kestabilan emulsi terganggu. Namun, berdasarkan hasil percobaan yang saya dapat, pemisahan yang paling cepat adalah gravity settling pada 300 RPM, hal ini terjadi karena saat pembagian minyak sampel jene, shift saya mendapatkan sisa-sisa minyak di dirigen. Minyak tersebut merupakan bagian minyak yang paling bawah, sehingga semua endapan terakumulasi dan mengakibatkan densitas minyak lebih besar karena mengandung fraksi berat. Berdasarkan literature, semakin besar densitas semakin semakin tinggi pula tingkat kestabilan emulsi yang terbentuk. Karena minyak yang digunakan untuk metode pemanasan, demulisfier dan gravity settling yang 500 RPM dan 600 RPM lebih kental dan viskositas dan densitasnya lebih tinggi dari pada yang 300 RPM sehingga secara otomatis lebih lama pemisahan emulsinya dibandingkan dengan 300 RPM.

VII.

Kesimpulan
Dari hasil percobaan di atas, dapat saya simpulkan bahwa : 1. Emulsi terbentuk dari dua cairan yang pada kondisi normal tidak dapat saling larut (immicible) yang mengalami proses pengadukan (agitasi) sehingga cairan yang lebih sedikit jumlahnya akan terdispersi dalam cairan yang berjumlah lebih banyak. 2. Semakin tinggi kecepatan pengadukan (agitasi) maka semakin tinggi pula tingkat kestabilan emulsi yang terbentuk 3. Pada crude oil, densitas juga mempengaruhi kestabilan emulsi yang terbentuk. Semakin tinggi densitas suatu crude oil, maka semakin tinggi pula tingkat kestabilan emulsi yang terbentuk. 4. Pemacahan emulsi dapat dilakukan dengan cara : pemanasan, penambahan demuulsifier, gravity settling dan sentrigal. 5. Pemanasan bekerja dengan prinsip bertambahnya energy kinetic dari molekul zat terdispersi yang mengakibatkan lapisan film penghalang terganggu sehingga kestabilan emulsi terganggu juga. 6. Penambahan demulsifier mempercepat pelarutan lapisan film yang menghalangi molekul minyak dengan molekul minyak dan molekul air dengan molekul air untuk saling bergabung, sehingga emulsi menjadi tidak stabil. 7. Metode didiamkan (gravity settling) memecah emulsi berdasarkan prinsip perbedaan densitas dua cairan akibat gaya gravitasi.

8. Metode sentrifuga memecah emulsi berdasarkan perbedaan gaya berat, dimana cairan yang memiliki massa yang berat akan akan berada diluar saat proses sentrifuga berangsung.

VIII.

Kesan dan Pesan


Kesan : saya merasakan asistennya kurang ramah dan pada saat pembahan kurang lama sehingga masih banyak hal yang ingin ditanyakan sedangkan waktunya habis. Pesan : pesan saya untuk asisten lebih ramah lagi dan jika mengeluarkan TP jangan mepetmepet hari H praktikum, sehingga kami praktikan bisa mengerjakan lebih awal.

IX.

Daftar Pustaka
McCAIN, Wiliam D. Jr. The Properties of Petroleum Fluids. 2nd ed. PennWell Publishing co. : Tulsa, Oklohama.1990. Modul 2.Emulsi. TM-2108 ITB Fluida Reservoir. Semester I 2012/2013.

X.

JP(Jawaban Pertanyaan)
Kenapa emulsi dapat terbentuk di dalam reservoir sedangkan temperature reservoir sangat tinggi?

Jawaban : Sebenarnya masalah terbentuknya emulsi pada kondisi reservoir masih menjadi perdabatan. Masalah ini menjadi tantangan produksi beberapa sumur karena membentuk block emulsion yang sulit mengalir sehingga menghambat aliran fluida. Dari metode penyelidikan kasus ini diduga emulsi yeng terbentuk di reservoir adalah emulsi ketat. Emulsi dapat terbentuk di reservoir karena terjadi pencampuran air dengan minyak terutama untuk crude oil yang memilki endapan asphaltenes. Perilaku emulsi ini terkait erat dengan kehadiran padatan halus hasil pengendapan padatan organic asphaltenes dan garam organic (scale) sebagai aliran migrasi dalam reservoir.