Anda di halaman 1dari 5

1.1.

5 Kuesioner Gaya Belajar

Dikembangkan oleh Peter Honey, Ph. D. dan Alan Mumford, D. Litt.

Kuesioner tentang Cara-cara Belajar [Learning Styles Questionnaire (LSQ)] diciptakan untuk
membantu anda mengenali cara-cara belajar yang sesuai. Selama bertahun-tahun mungkin anda
telah mengembangkan suatu kebiasaan belajar tertentu yang telah membantu anda untuk lebih
dapat mengambil manfaat dari suatu pengalaman dibandingkan yang lainnya. Karena anda
mungkin tidak menyadari kebiasaan belajar anda sendiri selama ini, maka kuesioner ini akan
membantu dalam mengenali cara belajar anda tersebut. Informasi ini akan membantu anda
memilih cara-cara belajar yang sesuai untuk anda atau dalam memperkuat cara belajar anda
dengan jalan menerima cara-cara belajar yang lain.

Untuk mengisi kuesioner ini tidak ada batas waktu yang ditentukan. Keakuratan hasilnya
bergantung pada bagaimana anda dapat menyikapi secara obyektif ke-80 pernyataan dalam
kuesioner ini. Lingkarilah jawaban anda pada lembar jawaban yang telah disediakan. Tidak ada
jawaban yang benar atau salah. Lingkarilah S, jika anda lebih setuju dari pada tidak setuju terhadap
pernyataan yang diajukan. Lingkarilah TS, jika anda lebih tidak setuju dari pada setuju. Pastikanlah
bahwa hanya satu jawaban bagi setiap pernyataan.

Guna mempermudah pengisian kuesioner ini, anda dapat memisahkan halaman-halaman kuesioner
pada garis-garis pemisah yang telah ditentukan.

Bukalah halaman berikutnya dan mulai

© BRIDGE Project 2002 AEC, IIDEA, UNEAD Version 1.0 Catatan Peserta Modul 1 Halaman 1/5
1.1.5 Kuesioner Gaya Belajar

KUESIONER
Petunjuk: Lingkarilah S, jika anda lebih setuju daripada tidak setuju terhadap suatu pernyataan.
Lingkarilah TS, jika anda lebih tidak setuju dari pada setuju. Jawablah kuesioner ini pada lembar
jawaban yang tersedia.

1. Saya sering berbuat sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.


2. Saya pikir prosedur-prosedur resmi dan kebijakan-kebijakan hanya membatasi ruang gerak
manusia.
3. Saya menyukai jenis pekerjaan yang memberikan saya waktu untuk membuat persiapan serta
melaksanakannya secara seksama.
4. Saya mempertimbangkan pendapat orang lain terlebih dahulu sebelum mengungkapkan
pendapat saya sendiri.
5. Saya sangat percaya terhadap apa yang benar dan apa yang salah, baik dan buruk.
6. Saya cenderung untuk menyelesaikan suatu masalah tahap demi tahap.
7. Saya dikenal sebagai orang yang selalu mengemukakan pikiran saya, secara sederhana dan
langsung.
8. Yang paling penting adalah apakah sesuatu dapat dilaksanakan dalam praktek.
9. Saya sering berpikir bahwa perbuatan yang didasari perasaan sama baiknya dengan yang
didasari pemikiran serta analisa yang matang.
10. Saya selalu giat dalam mencari pengalaman baru.
11. Saya berhati-hati dalam menafsirkan data yang diberikan kepada saya dan mencegah untuk
tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.
12. Dalam arena diskusi saya suka melihat taktik berbicara partisipan lain.
13. Saya sering menanyakan pada orang tentang asumsi-asumsi dasar mereka.
14. Saya selalu berdisiplin dalam menjalankan diet, melakukan olahraga secara teratur, bersitahan
pada hal-hal yang rutin, dsb.
15. Apabila mendengar tentang gagasan-gagasan atau pendekatan baru, dengan segera saya
mencari jalan tentang bagaimana menerapkannya dalam praktek.
16. Saya menerima dan melaksanakan prosedur-prosedur atau kebijakan yang telah ditetapkan
asalkan saya dapat menerima hal tersebut sebagai cara yang efisien dalam mengerjakan
sesuatu.
17. Saya suka kalau saya yang banyak berbicara dalam suatu acara.
18. Saya sangat menyukai tantangan dalam menangani hal-hal yang baru dan sedikit berbeda.
19. Saya selalu memberi perhatian secara rinci terhadap segala sesuatu hal sebelum mengambil
kesimpulan.
20. Saya selalu tertarik untuk mengetahui pendapat orang lain.
21. Saya lebih akrab dengan orang yang selalu menggunakan logika serta analisa daripada
dengan yang bersifat spontan serta yang cara berfikirnya tidak masuk akal.
22. Saya tidak menyukai hal-hal yang tidak teratur dan lebih menyukai hal-hal yang dapat
diterapkan dalam pola yang menyatu.
23. Dalam arena diskusi saya lebih suka mengatakan secara langsung apa yang ingin saya
sampaikan.
24. Saya suka mengadakan eksperimen dulu sebelum mempratekkannya.

Halaman 2/5 Catatan Peserta Modul 1 © BRIDGE Project 2002 AEC, IIDEA, UNEAD Version 1.0
1.1.5 Kuesioner Gaya Belajar

25. Saya menyukai orang yang periang serta spontan.


26. Saya cenderung untuk terbuka tentang perasaan saya.
27. Saya lebih suka memperoleh sumber informasi sebanyak mungkin --- lebih banyak data, lebih
baik hasilnya.
28. Saya bangga apabila saya dapat melaksanakan tugas dengan baik dan teliti.

29. Saya suka menghubungkan tindakan saya dengan prinsip-prinsip umum.


30. Saya cenderung untuk tidak terlalu dekat bahkan lebih formal dengan teman sekerja saya.
31. Saya cenderung untuk lebih tertarik akan hal-hal teknik seperti analisis jaringan kerja
[network analysis], bagan aliran [flow charts], program pencabangan [branching programs],
dan perencanaan untuk hal-hal yang tak terduga [contingency planning] dll.
32. Saya cenderung untuk menilai gagasan orang berdasarkan kegunaannya.
33. Saya lebih suka memberi tanggapan secara spontan dan fleksibel terhadap suatu kejadian dari
pada merencanakannya terlebih dahulu.
34. Orang yang pendiam cenderung membuat saya merasa tidak enak.
35. Saya suka untuk mengambil keputusan dengan hati-hati dan setelah mempertimbangkan
alternatif-alternatifnya lebih dulu.
36. Saya menjadi kuatir apabila saya menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tergesa-gesa guna
memenuhi batas waktu.
37. Saya percaya bahwa pikiran yang rasional dan masuk akallah yang akhirnya akan
mendatangkan hasil yang diinginkan.
38. Orang yang suka menganggap enteng terhadap sesuatu biasanya mengesalkan saya.
39. Dalam suatu pertemuan saya mengemukakan gagasan praktis serta realistis.
40. Saya sering dapat menemukan cara-cara yang lebih praktis untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan.
41. Lebih penting untuk menikmati masa-masa sekarang dari pada memikirkan masa lalu atau
masa yang akan datang.
42. Dalam arena diskusi saya biasanya banyak mengemukakan gagasan-gagasan yang spontan.
43. Saya sering kesal terhadap orang yang ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan tergesa-
gesa.
44. Saya pikir setiap keputusan yang informasinya diambil berdasarkan analisis yang teliti, lebih
terjamin kebenarannya daripada keputusan yang informasinya diambil berdasarkan intuisi.
45. Saya cenderung merupakan orang yang selalu ingin segalanya sempurna.
46. Saya sering melihat ketidakkonsistenan dan kelemahan dalam argumentasi orang.
47. Saya pikir laporan tertulis harus singkat dan tidak bertele-tele.
48. Saya suka orang yang memiliki pendekatan secara realistis dari pada secara teoritis.
49. Peraturan lebih merupakan pedoman daripada perintah yang harus ditaati.
50. Secara keseluruhan saya lebih banyak bicara dari pada mendengarkan.
51. Saya lebih suka melangkah mundur dari suatu keadaan untuk mempertimbangkan segala
aspeknya.
52. Saya cenderung untuk mendiskusikan hal-hal yang spesifik dari pada hal-hal yang sifatnya
basa-basi.

© BRIDGE Project 2002 AEC, IIDEA, UNEAD Version 1.0 Catatan Peserta Modul 1 Halaman 3/5
1.1.5 Kuesioner Gaya Belajar

53. Saya mengalami kesulitan dalam membuahkan suatu gagasan dengan mendadak.
54. Saya lebih suka memperoleh jawaban yang menggunakan pendekatan yang masuk akal.
55. Dalam arena diskusi, saya suka tidak sabar terhadap hal-hal yang tidak relevan dan
menyimpang.
56. Saya lebih suka untuk langsung mengemukakan pendapat saya sesegera mungkin.
57. Saya lebih tertarik akan gagasan-gagasan baru serta lain dari yang lain dari pada yang bersifat
praktis.
58. Apabila hal yang tidak diinginkan terjadi, saya kesampingkan masalah itu dan menganggapnya
sebagai sebuah pengalaman.
59. Dalam membuat laporan tertulis, saya cenderung untuk membuat konsepnya dulu berkali-
kali sebelum menulis konsep akhir.
60. Saya suka mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum mengambil keputusan.
61. Dalam arena diskusi saya sering menyadari bahwa saya yang paling bersikap tidak emosional
dan obyektif.
62. Saya lebih suka menghubungkan tindakan sekarang dengan gambaran yang lebih luas serta
bersifat jangka panjang.
63. Saya melakukan apa saja yang akan mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan.
64. Saya cenderung menolak gagasan yang kelihatannya semena-mena dan spontan karena saya
menganggap hal itu tidak praktis.
65. Saya menganggap bahwa formalitas dalam mencapai suatu tujuan serta perencanaan adalah
hal yang melelahkan.
66. Saya biasanya merupakan salah seorang yang suka menghidupkan suasana pesta.
67. Dalam arena diskusi saya lebih sering mengambil sikap diam dari pada memimpin serta
banyak bersuara.
68. Lebih baik untuk selalu mempertimbangan secara matang sebelum bertindak.
69. Saya cenderung untuk bersikap keras terhadap orang yang pendekatannya sering tidak masuk
akal.
70. Saya lebih suka mempertimbangkan asumsi-asumsi, prinsip, dan teori-teori dasar yang
mendasari setiap hal atau kejadian.
71. Menurut pendapat saya tujuan akhir membenarkan cara dilakukannya suatu tindakan.
72. Saya tidak berkeberatan melukai perasaan orang asalkan pekerjaan dapat terselesaikan.
73. Saya cepat menjadi bosan terhadap pekerjaan yang berprosedur dan mendetil.
74. Saya menyukai suka duka serta hiruk pikuk suatu keadaan krisis.
75. Secara keseluruhan saya lebih sering mendengarkan daripada berbicara.
76. Saya selalu berhati-hati untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.
77. Saya suka pertemuan yang dilaksanakan secara teratur, berdasarkan agenda rapat yang telah
ditetapkan, dll.
78. Saya menghindari topik-topik yang subyektif dan yang dapat bermakna ganda.
79. Dalam arena diskusi saya sering bersikap realistis, berusaha mengajak orang untuk tetap
membicarakan topik yang telah ditentukan serta menghindari spekulasi-spekulasi yang tidak
beralasan.
80. Orang sering menganggap saya sebagai orang yang tidak sensitif terhadap perasaan orang.

Halaman 4/5 Catatan Peserta Modul 1 © BRIDGE Project 2002 AEC, IIDEA, UNEAD Version 1.0
1.1.5 Kuesioner Gaya Belajar

© BRIDGE Project 2002 AEC, IIDEA, UNEAD Version 1.0 Catatan Peserta Modul 1 Halaman 5/5