Anda di halaman 1dari 23

I.

KETENTUAN UMUM KERJA PRAKTEK

I.1. Landasan Penulisan Kerja Praktek didasarkan pada Kurikulum Pendidikan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya tahun 2002. I.2. Pedoman Pelaksanaan 1. Kerja Praktek dilakukan oleh mahasiswa yang memasuki semester VII yang telah menempuh mata kuliah sebanyak minimal 120 SKS. 2. Kerja Praktek untuk Jurusan Teknik Sipil harus dilakukan di lokasi Proyek Pemerintah atau Proyek Swasta yang dilaksanakan oleh Perusahaan / Kontraktor yang mempunyai badan hukum. 3. Dosen Pembimbing Akademik tidak sekaligus bertindak sebagai Dosen Pembimbing Kerja Praktek. Untuk 1 gelombang pelaksanaan Kerja Praktek, dibatasi hanya ada maksimal 6 (enam) orang mahasiswa yang dibimbing oleh 1 (satu) dosen pembimbing. Apabila dipandang perlu Dosen Pembimbing dapat berhubungan dengan penanggung jawab Kerja Praktek di lapangan. 4. Lama Kerja Praktek adalah 1 (satu) semester dengan beban 3 SKS, yang dibagi menjadi tahapan kegiatan yaitu : a. 8 (delapan) minggu kegiatan di lokasi kerja praktek. b. 4 (empat) minggu untuk menyelesaikan laporan dan evaluasi. 5. Selama di lokasi mahasiswa harus mengamati kegiatan yang dilakukan di lapangan dan harus melaporkan kegiatannya dari segi manajemen pelaksanaan proyek. Hal ini diperlukan untuk bahan laporan. 6. Selama di lokasi, kehadiran mahasiswa menunjukkan / membuat : a. Surat Keterangan mulai kerja praktek. b. Surat Keterangan menyelesaikan kerja praktek dilampiri absen kehadiran yang ditandatangani penanggung jawab di lokasi. c. Berdasarkan beban, maka kehadiran mahasiswa di lokasi kerja praktek ditentukan 6 jam per minggu. I.3. Ketentuan Pengusulan Kerja Praktek 1. Lokasi kerja praktek yang memenuhi syarat seperti yang tertera pada pedoman kerja praktek dan harus dikonsultasikan dan disetujui oleh Dosen Pembimbing.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

2 2. Mahasiswa melakukan survey pendahuluan untuk mencari lowongan lapangan kerja praktek dengan dibekali surat survey dari Ketua Jurusan. Apabila pihak penanggung jawab proyek yang disurvey tersebut berkenan menerima mahasiswa untuk melakukan kerja praktek, dimintakan kesediaannya untuk membubuhkan tandatangan / paraf / stempel sebagai bukti telah dikunjungi oleh mahasiswa dan mendapatkan persetujuan prinsip. 3. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan oleh mahasiswa, Jurusan akan menerbitkan surat permohonan izin kerja praktek yang ditujukan kepada pihak penanggung jawab proyek sesuai yang diusulkan oleh mahasiswa. Mahasiswa dapat memulai kerja praktek setelah menerima jawaban surat persetujuan izin pelaksanaan kerja praktek dari pihak penanggung jawab proyek. 4. Satu proyek dapat dimasuki oleh lebih dari satu orang mahasiswa dalam periode waktu bersamaan, tetapi judul laporan dan fokus tinjauan harus berbeda antara satu dengan yang lain. 5. Waktu mulai dan waktu selesai kerja praktek dibuktikan dengan surat keterangan mulai dan surat keterangan selesai kerja praktek yang harus dilampirkan pada laporan kerja praktek. 6. Mahasiswa harus menulis Proposal Laporan Kerja Praktek terlebih dahulu yang akan diseminarkan bersama-sama dengan mahasiswa peserta kerja praktek lainnya didampingi dan Dosen Pembimbing masing-masing, minimal 3 orang dosen berikut beberapa mahasiswa bimbingannya. Waktu seminar dikompromikan bersama. 7. Judul laporan kerja praktek harus dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing dan disetujui oleh Ketua Jurusan. Surat Keterangan Persetujuan Judul Kerja Praktek ditanda tangani oleh Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan. 8. Draft Laporan Kerja Praktek harus diseminarkan kembali dalam Seminar Hasil Kerja Praktek yang pelaksanaannya seperti butir 6. I.4. Penilaian Kerja Praktek 1. Penilaian Kerja Praktek diberikan oleh Dosen Penguji / Dosen Pembimbing didasarkan pada isi laporan, penguasaan terhadap materi yang yang di tinjau serta kemampuan dalam mempresentasikan laporannya pada waktu seminar hasil. 2. Penyempurnaan / perbaikan laporan dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari Dosen Penguji / Dosen Pembimbing pada waktu pelaksanaan seminar hasil. Laporan boleh dijilid setelah mendapatkan izin dari Dosen Pembimbing yang dibuktikan dengan Surat Keterangan diketahui oleh Ketua Jurusan. Halaman persetujuan/pengesahan ditandatangani oleh Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan setelah dijilid.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

3 3. Nilai Akhir KP (3 SKS) diberikan oleh Dosen Pembimbing dalam bentuk Surat Keterangan Selesai KP dengan mempertimbangkan nilai dari Dosen Penguji / Dosen Pembimbing Surat Keterangan diserahkan kepada Ketua Jurusan untuk diarsipkan.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

II. KERANGKA PENULISAN LAPORAN KERJA PRAKTEK


Kerja Praktek merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk mendapatkan Tugas Akhir pada semester VIII guna menyelesaikan pendidikan Strata I di Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNSRI. Kegiatan ini berupa tinjauan langsung ke lapangan proyek sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman visual dan pengenalan tentang segala sesuatu menyangkut kegiatan fisik nyata dengan segala aspeknya dalam pelaksanaan proyek tersebut.. Tinjauan proyek yang dibebankan kepada mahasiswa kerja praktek dapat berupa tinjauan umum pelaksanaan proyek, atau tinjauan khusus per bagian pekerjaan proyek tersebut, baik berupa tinjauan item pekerjaan, analisis perhitungan perencanaan maupun penjadwalan proyek termasuk penggunaan material, tenaga kerja dan peralatan. Laporan Kerja Praktek terdiri dari sedikitnya 6 (enam) Bab, yaitu: a) b) c) d) e) f) 2.1. Pendahuluan Uraian / Gambaran Umum Proyek Landasan Teori Pelaksanaan Pekerjaan Tinjauan Perhitungan dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Judul

Judul laporan kerja praktek harus merupakan pernyataan yang singkat dan jelas dengan jumlah tidak lebih dari 20 kata. (Lampiran 1). 2.2. Kelengkapan

Setelah halaman judul, ada beberapa kelengkapan yang harus dibuat dalam laporan kerja praktek, yaitu : a) b) c) d) e) f) g) h) i) Halaman pengesahan dari Ketua Jurusan (Lampiran 2). Halaman persetujuan dari Dosen Pembimbing (Lampiran 3). Kata Pengantar. Kadang-kadang disisipi halaman persembahan dan motto. Daftar Isi. Daftar Tabel. Daftar Gambar. Flow Chart Pengerjaan Laporan Kerja Praktek. Surat Keterangan Mulai dan Selesai Kerja Praktek.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

5 j) Absensi Kerja Praktek. k) Dokumen Adm. Proyek (Struktur Organisasi, Time Schedule, Gambar, Fotofoto dll) . 2.3. Bab I Pendahuluan

Pendahuluan, terdiri dari : I.1. Latar Belakang, yang mencakup : a) Alasan pemilihan topik / judul. b) Uraian permasalahan dan kondisi yang berkaitan dengan topik yang ditulis. I.2. Maksud dan Tujuan Penulisan, yang menggambarkan dengan jelas : a) Arah penulisan. b) Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil kerja praktek. I.3. I.4. Metode Pengumpulan Data Ruang Lingkup Penulisan, berupa : a) Identifikasi masalah yang ditinjau di lapangan. b) Variabel-variabel yang ditinjau dan perbandingan dengan kondisi ideal (teoritis). I.5. 2.4. Sistematika Penulisan. Bab II Uraian / Gambaran Umum Proyek

Berisikan uraian mengenai data-data umum / administrasi dan data teknis proyek, rencana pelaksanaan proyek serta struktur organisasi proyek. 2.5. Bab III Landasan Teori

Landasan Teoritis berisi hasil kajian pustaka yang berupa : a) Informasi yang bersifat umum. b) Catatan penting tentang informasi (data) yang digunakan termasuk sumber informasi. c) Landasan teori mengenai topik yang ditinjau pada kerja praktek.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

6 2.6. Bab IV Pelaksanaan Pekerjaan

Berisikan detail pelaksanaan pekerjaan yang diikuti oleh mahasiswa selama masa kerja prakteknya.

2.7.

Bab V Tinjauan Perhitungan dan Pembahasan

Berisikan analisis perhitungan perencanaan terhadap topik yang ditinjau, misalnya perencanaan struktur, pengendalian biaya (RAB), pengendalian bahan, pengendalian waktu, pengendalian peralatan dan tinjauan-tinjauan lain secara teoritis. Selanjutnya dari hasil analisis tersebut dibandingkan dengan kenyataan di lapangan. Dalam bab ini dibahas juga mengenai kendala yang ditemui dalam pekerjaan dan upaya untuk mengatasinya. 2.8. Bab VI Kesimpulan dan Saran

Berisikan kesimpulan yang diambil dari seluruh hasil tinjauan serta diberikan pula saran yang berguna untuk mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan yang ditinjau. 2.9. Daftar Pustaka Ketentuan, cara penyusunan dan pengetikan daftar pustaka dapat dilihat pada penjelasan bagian daftar pustaka Laporan Tugas Akhir dan contoh pada lampiran 13. 2.10. Lampiran Ketentuan dan penyusunan lampiran pada laporan kerja praktek dapat dilihat pada penjelasan bagian lampiran Laporan Tugas Akhir.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

III. PROPOSAL LAPORAN KERJA PRAKTEK


Sebelum menulis laporan kerja praktek, mahasiswa harus menulis proposal laporan kerja praktek terlebih dahulu. Proposal dibuat sebagai kerangka acuan dalam melakukan dan menuliskan laporan Kerja Praktek. Proposal ini diseminarkan dalam suatu Seminar Proposal yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing dan sedikitnya dua orang dosen lainnya. Sebuah proposal Laporan Kerja Praktek terdiri dari:
a) b) c) d) e) f)

Pendahuluan Uraian / Gambaran Umum Proyek Dasar Teori Tinjauan Pelaksanaan Rencana Tinjauan Perhitungan Rencana Daftar Pustaka

3.1. Pendahuluan Pada prinsipnya seluruh bagian yang akan menjadi bab pendahuluan laporan kerja praktek sudah dapat dituliskan dalam proposal kerja praktek. Pendahuluan berisikan latar belakang, maksud dan tujuan penulisan, metode pengumpulan data, ruang lingkup penulisan dan rencana sistematika penulisan laporan kerja praktek 3.2. Uraian / Gambaran Umum Proyek Berisikan uraian singkat mengenai data-data umum / administrasi dan data teknis proyek, rencana pelaksanaan proyek serta struktur organisasi proyek. 3.3. Dasar Teori Dasar Teori merupakan hasil tinjauan pustaka yang berisikan informasi umum mengenai teori dan rumus-rumus yang berkaitan dengan tinjauan pelaksanaan pekerjaan dan perhitungan perencanaan yang akan dibahas. 3.4. Tinjauan Pelaksanaan Berisikan informasi singkat mengenai tempat, waktu dan jadwal tinjauan lapangan, dapat juga disertakan flow chart dari prosedur penulisan laporan kerja praktek secara ringkas. Selain itu dijelaskan juga tinjauan lapangan yang akan dilaksanakan serta ruang lingkupnya.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

8 3.5. Rencana Daftar Pustaka Rencana daftar pustaka yang akan digunakan dalam penulisan laporan kerja praktek sudah harus dituliskan dalam proposal kerja praktek yang tentu saja akan mengalami penambahan/perkembangan selama pengerjaan dan penulisan laporan kerja praktek tersebut. Contoh halaman muka dan berkas proposal kerja praktek diperlihatkan pada Lampiran 4. Tata cara lainnya yang menyangkut penulisan dan pengetikan proposal sudah harus mengacu pada pedoman penulisan laporan kerja praktek dan tugas akhir yang diatur dalam buku ini.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

IV.

KETENTUAN UMUM TUGAS AKHIR

4.1. Landasan Penulisan Penulisan Laporan Tugas Akhir / Skripsi didasarkan pada Kurikulum Pendidikan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya tahun 2002. 4.2. Syarat Akademis

Syarat akademis yang harus dipenuhi oleh seorang mahasiswa Teknik Sipil untuk memulai penulisan Laporan Tugas Akhir adalah: 1. 2. 3. 4. Telah menempuh minimal 130 SKS. Selesai Kerja Praktek. Mengisi beban (4 SKS) Tugas Akhir / Skripsi pada KRS. Dianjurkan agar nilai mata kuliah pokok yang terkait dengan bidang penelitian / penulisan Laporan Tugas Akhir minimal B dan disesuaikan dengan bidang konsentrasi pilihannya. Ketentuan Pengusulan Skripsi

4.3.

1. Mahasiswa dapat mengusulkan penelitian yang paling menarik baginya sebagai pertimbangan Ketua Jurusan untuk menentukan Dosen Pembimbing. 2. Dosen Pembimbing tugas akhir sedapat mungkin diarahkan kepada tenaga pengajar bidang ilmu yang ingin diteliti oleh mahasiswa. Bila tidak, maka Dosen Pembimbing tersebut harus menunjuk Dosen Pembantu Pembimbing yang bidangnya sesuai dengan topik penelitian / penulisan tugas akhir. 3. Mahasiswa dapat melibatkan diri dalam kegiatan penelitian seorang dosen, sebelum mengajukan tugas akhir. Dalam hal ini mahasiswa tersebut akan diberikan prioritas untuk mengerjakan tugas akhir di bawah bimbingan dosen yang bersangkutan. 4. Satu topik tugas akhir dapat dikerjakan oleh lebih dari satu orang mahasiswa secara bersama-sama, tetapi judul dan fokus penelitian harus berbeda antara satu mahasiswa dengan yang lain. 9. Mahasiswa harus menulis Proposal Laporan Tugas Akhir yang harus diajukan dalam seminarkan bersama-sama dengan mahasiswa peserta seminar proposal yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing dan sedikitnya dua orang dosen lainnya. Dalam seminar
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

10 proposal dapat diputuskan apakah mahasiswa tersebut dapat melanjutkan tugas akhirnya atau melakukan perubahan yang disarankan . 4.4. Persyaratan Tim Pembimbing

Pembimbing tugas akhir terdiri dari Pembimbing Utama saja atau Pembimbing Utama dan Pembantu Pembimbing. Seorang dosen dapat menjadi Pembimbing Utama bila mempunyai jabatan terendah: Lektor untuk pendidikan S1 Lektor Muda untuk pendidikan S2 Asisten Ahli untuk pendidikan S3 Persyaratan bagi Tim Pembimbing berlaku juga untuk Penguji Utama dan Pembantu Penguji. 4.5. Waktu Pengerjaan Tugas Akhir

1. Diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir / Skripsi selama semester VIII (4-6 bulan) 2. Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) semester mahasiswa yang bersangkutan belum dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir / Skripsi yang sedang dikerjakannya, maka : a) Mahasiswa tersebut dapat melanjutkan penulisan tugas akhir pada satu semester berikutnya dengan melalui pengisian KRS pada semester tersebut. b) Mahasiswa tersebut dapat mengajukan judul / topik penelitian yang baru kepada Dosen Pembimbing dengan disertai alasan yang jelas. c) Dalam hal tidak dicapai kesepakatan antara mahasiswa dengan Dosen Pembimbing, maka mahasiswa tersebut melapor kepada Ketua Jurusan untuk menentukan langkah selanjutnya. 3. Apabila dalam waktu 2 (dua) semester ternyata Laporan Tugas Akhir / Skripsi belum juga dapat diselesaikan, mahasiswa yang bersangkutan harus melapor kepada Ketua Jurusan untuk dapat diambil tindakan lanjutan (seperti penunjukan Tim Pembimbing yang lain). Dengan demikian seluruh keputusan yang berkaitan dengan penulisan yang lama tidak berlaku lagi. 4.6. Penilaian Tugas Akhir

1. Penilaian Laporan Tugas Akhir / Skripsi didasarkan pada isi laporan, penguasaan terhadap materi yang dibahas, ketajaman pembahasan, serta kemampuan dalam mempresentasikan hasil penelitian / studinya.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

11 2. Penilaian Laporan Tugas Akhir / Skripsi diberikan oleh Tim Penguji dalam sidang sarjana / ujian komprehensif. Tim Penguji sedikitnya terdiri dari 3 orang yang memenuhi syarat penguji utama atau 2 orang penguji utama dan 2 orang pembantu penguji. 3. Perbaikan / penyempurnaan Laporan Tugas Akhir / Skripsi dilakukan setelah sidang sarjana / ujian komprehensif berdasarkan saran dan masukan yang diberikan oleh Tim Penguji. Setelah diperbaiki, Laporan Tugas Akhir / Skripsi revisi harus mendapat persetujuan dari Tim Penguji yang dibuktikan dengan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Tim Penguji dan diketahui oleh Ketua Jurusan. 4. Halaman persetujuan / pengesahan ditandatangani oleh Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan setelah dijilid.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

12

V. KERANGKA PENULISAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Tugas Akhir / Skripsi merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNSRI. Tugas Akhir dapat berupa: 1. Penelitian Laboratorium 2. Studi Pustaka/Perencanaan 3. Studi Lapangan Jenis dan topik tugas akhir harus tercermin dalam judul dan isi tulisan. Laporan Tugas Akhir / Skripsi terdiri dari sedikitnya 5 (lima) Bab, yaitu: a) b) c) d) e) 5.1. Pendahuluan Tinjauan Pustaka Metodologi / Hipotesis Hasil Analisis dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Judul

Judul Laporan Tugas Akhir / Skripsi harus merupakan pernyataan yang singkat dan jelas serta mencerminkan topik yang diteliti, dengan jumlah tidak lebih dari 20 kata (Lampiran 6). 5.2. Kelengkapan

Setelah halaman judul, ada beberapa kelengkapan yang harus dibuat dalam penulisan tugas akhir, yaitu: a) Halaman Pengesahan dari Ketua Jurusan (Lampiran 7). b) Halaman Persetujuan dari Dosen Pembimbing (Lampiran 8). c) Kata Pengantar yang berisi pengantar kepada pembaca mengenai topik yang dibahas, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penulisan Tugas Akhir / Skripsi. d) Kadang-kadang disisipi halaman persembahan dan motto. e) Daftar Isi (Lampiran 9). f) Daftar Tabel (Lampiran 10). g) Daftar Gambar (Lampiran 11). h) Abstrak (Lampiran 15).
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

13

5.3.

Bab I

Pendahuluan

Pendahuluan, terdiri dari: 1.1. Latar Belakang, yang mencakup :


a) Alasan pemilihan topik / judul. b) Uraian permasalahan dan kondisi yang berkaitan dengan topik yang ditulis. c) Uraian singkat mengenai hasil-hasil penelitian terdahulu.

1.2. a) b) 1.3.

Perumusan Masalah, berupa : Identifikasi masalah yang ditinjau. Variabel-variabel yang diteliti/ditinjau dan perbandingan dengan kondisi ideal. Tujuan Penelitian, yang menggambarkan dengan jelas : a) Arah penelitian / studi dan penulisan. b) Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian.

1.4.

Metodologi Penelitian dan Teknik Analisis, yaitu : a) Jenis tugas akhir yang dipilih: Penelitian Laboratorium, Studi Pustaka / Perencanaan, atau Studi Lapangan. b) Urutan penelitian atau studi yang dilakukan.

1.5.

Ruang Lingkup Penelitian, yaitu : a) Penekanan batasan lokasi, waktu, dan variabel-variabel yang dibahas. b) Cara pengukuran dan analisis.

1.6. 5.4.

Sistematika Penulisan. Bab II Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka berisi : a) Informasi yang bersifat umum. b) Catatan penting tentang informasi (data) yang digunakan termasuk sumber informasi. c) Rujukan kepada penelitian terdahulu mengenai topik yang berkaitan.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

14 Sistematika penulisan tinjauan Pustaka dapat dihubungkan dengan Judul. 5.5. Bab III Metodologi

Metodologi dari Laporan Tugas Akhir berisi: a) Landasan teori khusus mengenai topik yang dibahas. b) Untuk tugas akhir yang berupa penelitian, maka bab ini berisi rancangan penelitian dan prosedur penelitian yang akan dilakukan. c) Untuk tugas akhir yang berupa studi literatur, bab ini berisi rumus-rumus atau metode yang digunakan dan pengujian atau pembanding yang digunakan. d) Untuk tugas akhir yang berupa studi lapangan, maka bab ini berisi pengamatan yang dilakukan di lapangan, jenis data / informasi yang didapatkan, dan teknik analisis data yang digunakan. 5.6. Bab IV Analisis dan Pembahasan

Bab IV merupakan bagian terpenting dari Laporan Tugas Akhir, karena bab ini berisi hasil penelitian / pengamatan / analisis yang dilakukan oleh mahasiswa. Hasil ini harus dibandingkan dengan kondisi ideal maupun hasil penelitian terdahulu. Ketajaman pembahasan merupakan fokus penilaian sebuah laporan penelitian atau studi. a) Untuk tugas akhir yang berupa penelitian atau studi di lapangan, bab ini berisi hasil penelitian / pengamatan, dan pembahasan serta perbandingan dengan hasil yang telah ada (dipublikasikan). b) Untuk tugas akhir yang berupa studi literatur / perencanaan, bab ini berupa analisis dan perhitungan serta hasil yang didapat. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan perhitungan dan teori lain atau perencanaan yang ada (ditinjau) dan kemudian dibahas. 5.7. Bab V Kesimpulan dan Saran

a) Kesimpulan berisi temuan dari objek penelitian dan hasil analisis yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan. b) Saran berupa pemecahan masalah dan rekomendasi mengenai kelanjutan dari masalah yang diteliti atau penyempurnaan dari teori yang telah ada. Bagi tugas akhir yang berupa studi lapangan, dapat juga ditambahkan saran mengenai penyempurnaan terhadap pelaksanakan yang ditinjau dilapangan.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

15 c) Kesimpulan dan saran dapat digabungkan. Apabila digabungkan, maka setiap kesimpulan mengandung implementasi saran. 5.8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi sumber bacaan ataupun data yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Sumber bacaan atau kepustakaan adalah: a) b) c) d) Buku acuan terbitan/edisi terakhir (kecuali ditentukan lain oleh pembimbing tugas akhir). Catatan kuliah yang dicetak sebagai diktat oleh dosen pengasuh mata kuliah yang bersangkutan. Laporan Tugas Akhir terdahulu. Makalah / artikel dalam Jurnal, makalah / artikel dalam Proceeding Seminar, hasil penelitian, laporan / dokumen lain yang relevan.

Daftar pustaka disusun berurutan menurut abjad nama belakang pengarang atau diberi nomor. Setiap daftar pustaka disusun sebagai berikut : (Lampiran 13)
a) Nama pengarang (tanpa gelar-gelar). Dimulai dengan nama kecil atau nama

keluarga. Contoh: Joseph E. Bowles, ditulis Bowles, Joseph E.


b) Koma c) Judul buku d) Titik e) Nama penerbit f) Koma g) Kota penerbit h) Koma i) Tahun penerbitan j) Titik

Tahun penerbitan dapat juga ditulis dalam tanda kurung setelah nama pengarang.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

16

Pengetikan :
a) Jarak baris dalam satu pustaka adalah 1 (satu) spasi, sedangkan antara dua

pustaka adalah dua spasi


b) Bila tidak diberi nomor, maka baris pertama dimulai pada garis marjin, dan baris

selanjutnya dimulai pada ketukan ke enam. Bila diberi nomor, maka penomoran dimulai pada garis marjin, sedangkan pengetikan dimulai pada ketukan ke enam. (lihat lampiran 13). 5.9. Lampiran
a) Lampiran berisi bahan tambahan, data asli atau kutipan yang terlalu panjang

untuk dicantumkan dalam isi tulisan.


b) Lampiran terpisah dari bagian lain, dan setiap lampiran bertuliskan LAMPIRAN

di sudut kanan atas kertas. Setiap lembar kertas lampiran tidak bernomor halaman, dan tidak dihitung sebagai jumlah halaman Laporan Tugas Akhir.
c) Lampiran yang lebih dari satu jenis dapat diberi nomor lampiran, misalnya

Lampiran A, Lampiran B, dan seterusnya.


d) Setiap judul lampiran harus dimuat dalam daftar isi, atau dirinci kedalam daftar

tersendiri dengan judul DAFTAR LAMPIRAN sesudah Dftar Isi dan Daftar Tabel / Gambar. 5.10. Daftar Riwayat Hidup (vita)

Vita tidak harus ada, tetapi dapat dilampirkan sebagai persiapan untuk melamar pekerjaan setelah lulus. Vita dapat berisi riwayat hidup penulis termasuk pendidikan serta kegiatan intra maupun ekstra kurikuler yang pernah diikuti dan berhasil.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

17

VI. PROPOSAL LAPORAN TUGAS AKHIR

Setiap mahasiswa yang akan menyusun Laporan Tugas Akhir / Skripsi, wajib menulis outline dalam bentuk proposal terlebih dahulu. Proposal ini dibuat sebagai kerangka acuan dalam melaksanakan dan menuliskan Tugas Akhir / Skripsi tersebut. Proposal ini diseminarkan dalam suatu Seminar Proposal yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing dan sedikitnya dua orang dosen lainnya. Pada prinsipnya sebuah proposal terdiri dari: Sebuah proposal Laporan Tugas Akhir / Skripsi terdiri dari:
a) b) c) d) e) f)

Pendahuluan Tinjauan Pustaka Metodologi / Hipotesis Rencana Penelitian Rencana Biaya Rencana Daftar Pustaka Pendahuluan

6.1

Pada prinsipnya seluruh bagian yang akan menjadi bab pendahuluan Laporan Tugas Akhir / Skripsi sudah dapat dituliskan dalam proposal ini. Pendahuluan berisikan latar belakang, maksud dan tujuan penulisan, metode pengumpulan data, ruang lingkup penulisan dan rencana sistematika penulisan. 6.2 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka umumnya berupa rencana isi dari Bab II pada Laporan Tugas Akhir / Skripsi, namun disini diberikan dalam bentuk yang ringkas dan tidak terlalu rinci. 6.3 Metodologi / Hipotesis

Bagian metodologi berisi variabel-variabel yang akan dicari dan cara menemukannya, metode analisis, hipotesa, atau metode perencanaan yang digunakan. 6.4 Rencana Penelitian

Bagian ini berisi informasi mengenai tempat, waktu dan jadwal penelitian. Dapat juga berupa diagram alir dari prosedur penelitian secara ringkas. Berikan juga kasus-kasus yang akan ditinjau serta ruang lingkup.
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

18

6.5

Rencana Biaya

Bagian ini berisi estimasi biaya berisikan perkiraan anggaran biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan penelitian / studi pustaka / perencanaan atau studi lapangan termasuk biaya penulisan laporan. 6.6 Rencana Daftar Pustaka

Daftar dari buku-buku / jurnal ataupun Laporan Tugas Akhir / Skripsi terdahulu yang akan digunakan sebagai referensi selama mengerjakan tugas akhir harus dituliskan dalam proposal. Tentu saja daftar ini akan bertambah / berkembang selama pengerjaan dan penulisan Laporan Tugas Akhir. Contoh halaman depan proposal diperlihatkan pada Lampiran 13. Tata cara lainnya yang menyangkut penulisan dan pengetikan proposal sudah harus mengacu pada pedoman penulisan Laporan Tugas Akhir yang diatur dalam buku ini.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

19

VII.

FORMAT DAN CARA PENULISAN / PENJILIDAN

7.1.

Bahasa

Penulisan dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Judul diusahakan dalam Bahasa Indonesia. Kalau terpaksa menggunakan bahasa asing, atau karena pengertiannya dalam Bahasa Indonesia belum berlaku umum, maka kata-kata asing tersebut dituliskan dalam kurung atau cetak miring. Mahasiswa harus berusaha mencari kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang tepat sehingga pengertian tidak berubah dari maksud yang sebenarnya. Ingat bahwa Laporan Kerja Praktek dan Laporan Tugas Akhir ini akan dibaca oleh orang lain. 7.2. Perbanyakan dan Jumlah Laporan

Laporan Kerja Praktek diperbanyak sejumlah minimal 4 (empat) rangkap untuk didistribusikan kepada : Perpustakaan Jurusan Dosen Pembimbing Pihak ketiga / pihak proyek Mahasiswa bersangkutan 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar.

Laporan Tugas Akir diperbanyak sejumlah minimal 5 (lima) rangkap untuk didistribusikan kepada : 7.3. Perpustakaan Fakultas Perpustakaan Jurusan Dosen Pembimbing Utama Dosen Pemb. Pembimbing Mahasiswa bersangkutan 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar. 1 (satu) eksemplar.

Jenis dan Ukuran Kertas

Laporan Kerja Praktek menggunakan kertas jenis HVS putih polos berukuran kuarto dengan berat minimal 60 gram. 7.4. Pengetikan

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

20 Pengetikan menggunakan komputer dengan huruf roman ukuran ukuran 12, justify (rata kanan-kiri) dicetak dengan tinta hitam. Huruf italic / miring digunakan untuk kata-kata atau istilah asing. Semua materi dalam penulisan harus diketik. Simbol dan huruf khusus yang tidak terdapat pada komputer dapat ditulis / digambar dengan tangan dan menggunakan tinta hitam. Pencoretan dan penghitaman bagian yang salah tidak diperkenankan. Penggandaan dengan mesin fotokopi berkualitas baik menggunakan kertas dan tinta yang sama seperti aslinya. 7.5. Marjin
a) Batas bawah, atas, dan samping kanan berjarak 2,5 (dua setengah) cm dari

pinggir kertas, samping kiri 4 (empat) cm dari pinggir kertas. Samping kanan tidak perlu ditik rata mengikuti garis marjin.
b) Permulaan suatu bab harus dimulai dengan halaman baru. c) Kalau tempat tidak memungkinkan, suatu sub bab harus dimulai pada halaman

berikutnya.
d) Kata terakhir pada suatu paragraf tidak boleh dipisahkan ke halaman

berikutnya.
e) Semua tabel dan gambar harus berada pada garis marjin. Tabel yang relatif

besar ditempatkan sebagai lampiran. 7.6. Spasi dan Paragraf


a) Secara umum digunakan jarak 1,5 spasi. b) Alenia baru dapat dimulai pada ketukan ke enam, atau dapat juga dimulai pada

ketukan pertama, namun jarak antara dua paragraf adalah tiga spasi.
c) Spasi tunggal digunakan untuk tabel, kutipan dan setiap nomor acuan dalam

daftar pustaka. 7.7. a) Penomoran Halaman Nomor halaman ditempatkan di samping kanan atas 1,5 spasi di atas batas marjin atas dan 2,5 cm dari pinggir kanan kertas. Pada halaman yang memuat judul utama (Bab, Daftar Isi, Daftar Pustaka dll), nomor halaman ditempatkan 1,5 spasi di bawah batas marjin bawah. Semua halaman dinomori kecuali halaman pertama yang kosong dan halaman judul. Halaman satu (1) dimulai pada Bab I. Daftar pustaka dan lampiran diberi nomor halaman dan meneruskan nomor sebelumnya. Halaman

b)

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

21 persetujuan dan sebagainya sebelum Bab I diberi nomor dengan angka romawi kecil (i, iii, dst) 7.8. Penomoran Bab
a) Judul bab tidak dapat dipakai untuk judul subbab dan seterusnya. b) Pola penomoran diperlihatkan pada Lampiran 9. Subbab sebaiknya dibuat

sampai tingkat ke tiga saja kecuali kalau terpaksa dapat diteruskan sampai tingkat ke empat. Untuk subbab tingkat ke empat, sebaiknya menggunakan huruf kecil dari abjad latin.
c) Untuk Proposal Laporan Kerja Praktek judul bab ditulis sejajar dengan

nomornya, tanpa kata Bab. 7.9.


a)

Referensi Referensi atau penunjukan kepada suatu bahan pustaka harus disesuaikan dengan daftar pustaka yang dipakai. Untuk daftar pustaka yang dibuat sesuai abjad, maka penunjukkan pada suatu pustaka / literatur dilakukan dengan nama belakang dan tahun penerbitan, misalnya (Bowles, 1989), atau Menurut Bowles (1989) .. Untuk daftar pustaka yang diberi nomor, maka penunjukkan dilakukan dengan nomor pada daftar pustaka. Misalnya untuk menunjuk kepada Daftar Pustaka nomor 10, maka dituliskan: .[10], . Catatan kaki atau catatan akhir jarang dipergunakan pada penulisan yang bersifat teknis. Tabel dan Gambar

b)

c)

d)

7.10. Batasan

a) Kata tabel menyatakan data yang sudah ditabulasikan dan digunakan dalam Laporan Tugas Akhir baik dalam isi tulisan maupun dalam lampiran b) Kata gambar menunjukkan semua materi nonverbal yang digunakan dalam isi tulisan dan lampiran, seperti : peta, grafik, foto, gambar, diagram dan sebagainya. Persiapan
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

22 a) Tabel dan gambar hendaknya menggunakan kertas yang sama dengan bagian tulisan yang lain. b) Foto atau gambar yang lebih kecil dari halaman tulisan harus dipasang dengan rapat pada kertas. Gunakan lem yang baik seperti Magic Tape untuk menempelkan foto / gambar. Penempatan Tabel dan Gambar a) Tabel / gambar harus diletakkan sedekat mungkin dengan uraian dalam tulisan. b) Tabel dan gambar yang ukurannya kurang atau sama dengan setengah halaman dapat diletakkan di antara uraian laporan, dipisahkan dari kalimat sebelah atas dan bawah dengan tiga spasi. Bila tabel atau gambar lebih besar dari setengah halaman harus diletakkan pada halaman tersendiri. c) Dua atau tiga table / gambar yang kecil dapat diletakkan pada satu halaman dengan pemisahan seperti pada (b). d) Tabel / gambar yang lebar dapat diketik atau diletakkan sejajar panjang. Posisi table / gambar, sejajar lebar atau sejajar panjang tidak mempengaruhi cara penomoran halaman. Penomoran Tabel dan Gambar a) Nomor dan judul tabel diletakkan rata kiri 1,5 spasi di atas batas tabel, tulisan judul dipisahkan dengan 1 (satu) spasi. b) Nomor dan judul gambar diletakkan ditengah 1,5 spasi di bawah batas gambar. c) Tabel / gambar dinomori dengan seri yang berbeda. Setiap seri diberi nomor urut dengan angka arab. Contoh : Tabel 5 Gambar 15 d) Tabel / gambar dapat juga dinomori dengan urutan dalam setiap nomor Bab. Contoh : Tabel II.2 Gambar IV.3 e) Halaman yang memuat table / gambar dinomori mengikuti halaman tulisan. f) Nomor halaman ini digunakan dalam Daftar Table / Daftar Gambar. Judul Tabel dan Gambar
Pedoman Pelaksanaan KP dan TA

23
a) Judul table / gambar adalah mencerminkan isi tabel / gambar; diusahakan

menggunakan kalimat singkat dan jelas.


b) Judul tabel / gambar harus sama persis tertera dalam daftar tabel / gambar. c) Hanya huruf pertama judul yang dibuat dengan huruf besar. d) Sumber harus ditulis di bawah tabel / gambar dan diletakkan di sebelah kiri

bawah.
e) Pada uraian di dalam tubuh tulisan, penunjukkan tabel / gambar harus ditulis

nomornya. Contoh :

Tabel 15 Gambar IV. 3.

Catatan: Contoh-contoh untuk uraian tentang Tabel dan Gambar dapat dilihat pada Lampiran 14. 7.11. Kulit a) Bahan kulit Laporan Kerja Praktek digunakan kertas kulit kambing warna biru muda dengan teks warna hitam dijilid langsung hard cover laminating. b) Bahan kulit Laporan Tugas Akhir digunakan kertas kulit kambing warna biru tua dengan teks warna emas dijilid langsung hard cover laminating. c) Contoh format tulisan pada kulit depan dapat dilihat pada lampiran 1 dan lampiran 6. d) Judul dan tahun penulisan sedapat mungkin dituliskan pada sisi kiri (punggung) penjilidan. e) Untuk Proposal Laporan Kerja Praktek digunakan kertas kulit kambing warna biru muda dan Proposal Laporan Tugas Akhir digunakan kertas kulit kambing warna biru tua, dijilid biasa dengan dengan lakban soft cover tanpa laminating. 7.12. Kertas Pemisah Bab

Pemisah antara bab dapat menggunakan kertas doorslag berwarna biru.

Pedoman Pelaksanaan KP dan TA