Anda di halaman 1dari 9

PENANGANAN LUKA

KELOMPOK X

030.08.160 Meisya Shabrina 030.08.170 Nadhilla Nurayu Lathifa 030.08.180 Nikita Rizky Arimami 030.08.190 Paramitha Dwi Putri S 030.08.200 Rara Amourra Arviolla 030.08.210 Ririn Aprillia Angela 030.08.220 Selvi Annisa 030.08.230 Stanley Permana Setiawan

030.08.240 Tiara Rahmawati 030.08.250 Vida Rahmi Utami 030.08.260 Yolanda Nababan 030.08.270 Azman Hakim Hassanudin 030.08.280 Muhammad Fathi bin Abdul L 030.08.290 Noor Ain binti Mohd Hariri 030.08.300 Nurul Haslinda binti Moh Nor 030.08.310 Nur Nadrah binti Mohd Yusof

BAB I PENDAHULUAN

Kasus Laki-laki 23 thn Luka terbuka dan mengeluarkan darah di: Pipi kanan (3 cm) Punggung (4 cm) Perut kiri bawah (1 cm)

BAB II PEMBAHASAN
Diagnosis luka : 1. Pipi dan punggung Vulnus scissum/ incisivum meihat keadaan luka yang cukup panjang bila dibandingkan dengan luka pada abdomen. 2. Abdomen Vulnus puctum mengingat kondisi luka yang cukup kecil sehungga terdapat kemungkinan bahwa luka tersebut cukup dalam walaupun tampak kecil di luar.

Untuk memeriksa adanya pendarahan interna, dalam hal ini abdomen yang di diagnosa mengalami vunus puctum, dapat ditentukan dengan : 1. Test Von Slany Apabila Hb sementara leukosit dan hematokrit maka positif terjadi pendarahan interna. 2. Pemeriksaan fisik kulit sejuk, lembab, pucat, dan kemungkinan ada muntah darah 3. Palpasi abdomen Apabila abdomen terasa keras dan bengkak, kemungkinan terdapat pendarahan interna. 4. Tanda vital Biasanya bila terdapat pendarahan interna terjadi penurunan tingkat kesadaran pada pasien.

Pengelolaan luka

1. Pengobatan Umum a. Atasi shock : Shock primer : beri suntikan morfin, petidine, atau narkotika analgesik untuk mengatasi rasa nyeri Shock sekunder : beri terapi caira n, infus NaCl 0,9% atau ringer laktat

b. Atasi perdarahan Transfusi darah secepatnya dibantu obat-obat hemostatika

2. Pengobatan Lokal P3K : tutup luka dengan pembalut steril jangan di beri antiseptik, salep, dll perdarahan arteri diatasi dengan : 1. kompresi dengan jari 2. kompresi dengan membengkokan badan/bagian tubuh 3. kompres proksimal arteri yang luka 3. Pengobatan Definitif a. Luka tertutup Umumnya tidak diperlukan tindakan bedah Untuk mengetahui adanya perdarahan interna dengan tes Von Slanny

b. Luka terbuka: Mengubah luka terkontaminasi menjadi luka yang bersih Tepi luka ditarik supaya luka terbuka lebar, dilihat apakah ada organ dibawahnya yang terpotong seperti otot, tendon, dan pembuluh darah. Periksa keadaan luka apakah bersih atau terkontaminasi benda asing.

Apakah masih ada perdarahan, jika masih ada perdarahan, hentikan dengan : Pembalut tekan Tampon dengan obat konstriksi Jika ada luka pada abdomen atau toraks lakukan eksplorasi luka untuk mengetahui keadaan organ dalam (terluka atau tidak)

Penyembuhan luka Ada 3 jenis penyembuhan luka: Penyembuhan primer

Yaitu penyembuhan tanpa komplikasi, berlangsung cepat dan secara kosmetis baik. Contoh: Luka operasi dan luka kecil yang bersih Fase penyembuhan luka primer: 1. Fase perlekatan luka 2. Fase peradangan aseptic, terdapat tanda tanda radang (kalor, dolor, rubor, tumor, function laesa) 3. Fase pembersihan, terdapat edema dan leukosit untuk memfagositosis jaringan mati. 4. Fase proliferasi 5. Fase maturasi Penyembuhan sekunder

Yaitu luka yang hampir selalu disertai jaringan parut

Contoh: luka yang lebar dan terinfeksi, lluka yang tidak dijahit, dan luka bakar. Penyembuhan tersier

Terdapat pada luka yang dibiarkan terbuka karena adanya kontaminasi.

Aseptik dan antiseptic Antiseptik: Pada kasus ini, antiseptic yang paling baik digunakan adalah Yodium Povidin, karena tidak mengiritasi kulit, mudah dicuci, stabil, dan masa kerjanya lebih lama dari Yodium. Aseptik Keadaan bebas dari kuman atau steril. Cara pensterilan alat-alat bedah yang paling sering digunakan adalah cara autoclave yaitu pemanasan dengan uap jenuh tekanan tinggi karena dapat membunuh kuman, spora dan virus. Sedangkan untuk alat kedokteran yang tidak dapat dipanaskan digunakan gas etilen oksida. Tetapi, cara ini dapat mengakibatkan alat-alat bedah menjadi tumpul.

III. Kesimpulan Tn.Q mengalami vulnus punctum di bagian abdomen dan vulnus scissum/incisivumdibagian bukal dan dorsal . Terapi yang harus diberikan : 1. Luka tusuk Eksplorasi apakah ada perdarahan interna dan kerusakan organ. Penanganannya dengan dijahit. 2. Luka sayat Membersihkan dengan antiseptic lalu ditutup dengan kasa steril. Prognosis dari pasien ini adalah dubia ad bonam.

IV. Daftar Pusaka 1. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani Wl, Setiowulan W (Ed). Kapita Selekta Kedokteran vol 1.Edisi 3.2001. media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta