Anda di halaman 1dari 7

KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH

1. Keseimbangan Asupan dan Keluaran Cairan Selama kondisi keadaan mantap a. Asupan Cairan Harian Dua sumber utama asupan cairan: Air atau cairan dalam makanan, 2100ml/hari Sintesis di tubuh, hasil oksidasi karbohidrat, 200ml/hari Total 2300 ml Asupan cairan bervariasi bergantung cuaca, kebiasaan dan tingkat aktivitas fisik

b. Kehilangan Cairan tubuh Harian Kehilangan air yang tidak dirasakan (insensible water loss), ada beberapa pengeluaran cairan yang tidak dapat diatur secara tepat evaporasi tractus respiratorius (300-400ml/hari), difusi melalui kulit (300-400ml/hari), Tidak bergantung pada keringat Tetap terjadi pada orang yang lahir tanpa kelenjar keringat Kehilangan diminimalkan oleh lapisan korneum kulit yang mengandung kolesterol Pada luka bakar yang luas meningkat sampai 10 kali (3-5 l/hari) Pada cuaca dingin, tekanan atmosfir mendekati 0, kehilangan air lebih besar, menyebabkan perasaan kering pada mulut

Kehilangan air lewat keringat normal 100ml/hari Pada cuaca panas/aktivitas berat, 1-2 l/jam

Kehilangan air lewat feces 100ml/hari Meningkat sampai beberapa liter pada diare berat

Kehilangan air melalui ginjal Cara terpenting mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran Bisa L/hari pada dehidrasi, 20L/hari bila minum banyak

c. Kompartemen Cairan Tubuh Distribusi cairan : o Cairan extrasel : Semua cairan di luar sel secara keseluruhan disebut cairan ekstrasel. Cairan ini merupakan 20 % dari berat badan, atau sekitar 14 liter pada orang dewasa normal dengan berat rata-rata 70 kilogram. Dua kompartemen terbesar dalam cairan ekstrasel adalah : Cairan Interstisial Berjumlah lebih dari tiga perempat bagian cairan ekstrasel.

Plasma Berjumlah hampir seperempat cairan ekstrasel, atau sekitar 3 liter. Plasma adalah bagian darah yang tidak mengandung sel.

o Cairan intrasel: Sekitar 28 liter dari 42 liter cairan tubuh ada di dalam 75 triliun sel dan secara keseluruhan disebut cairan intrasel. Jadi, cairan intrasel merupakan 40 % dari berat badan total pada orang rata-rata. o Cairan transeluler: Ada juga kompartemen cairan lainnya yang kecil yang disebut juga cairan transelular. Kompartemen ini meliputi cairan sinovia, peritoneum, perikardium, dan intraokular, serta cairan serebrospinal; cairan-cairan tersebut biasanya dianggap sebagai jenis cairan ekstrasel khusus, walaupun pada beberapa kasus, komposisinya dapat sangat berbeda dengan komposisi plasma atau cairan interstisial. Cairan transelular seluruhnya berjumlah sekitar 1 sampai 2 liter. Kira-kira 60 % atau sekitar 42 liter pada tubuh manusia dewasa dengan berat rata-rata 70 kilogram berupa cairan, terutama berupa suatu larutan ion dan zat-zat lain di dalam medium air. Presentase ini dapat berubah, bergantung pada umur, jenis kelamin, dan derajat obesitas. Seiring dengan pertumbuhan seseorang, persentase total cairan tubuh terhadap berat badan berangsunr-angsur turun. Hal tersebut adalah sebagian akibat dari penuaan yang biasanya berhubungan dengan peningkatan persentase lemak tubuh, sehingga mengurangi persentase cairan dalam tubuh. Karena wanita pada normalnya memiliki lemak lebih banyak dari pria, wanita memiliki lebih sedikit cairan daripada pria dengan berat badan sebanding.

iy d. Volume darah 7% BB/5L 60% plasma, 40% sel darah merah (bergantung jenis kelamin, BB) Hematokrit (packed rel cell volume), fraksi sel darah merah hasil sentrifuge Hematokrit 96% dari sebenarnya, Laki-laki 0,4, perempuan 0,36

e. Komposisi Cairan Intra dan Ekstrasel Komposisi ion plasma serupa dgn Interstisial karena membran kapiler yg sangat permeabel Perbedaan paling utama, konsentrasi protein plasma lebih tinggi Efek donan: konsentrasi ion bermuatan (+) lebih besar dalam plasma karena protein plasma bermuatan negatif

Cairan ekstra sel:Na, Cl, bicarbonat Cairan intrasel:K, Ca, Mg, fosfat dan asam organik

Pengaturan Pertukaran Cairan dan Keseimbangan Osmotik antara cairan Ekstrasel dan Intrasel Jumlah relative cairan ekstrasel yang didistribusikan antara plasma dan ruang interstitial terutama ditentukan oleh keseimbangan daya hidrostatik dan osmotic koloid disepanjang membrane kapiler. Sebaliknya, distribusi cairan antara kompartemen ekstrasel dan intrasel terutama ditentukan oleh efek osmotic dari zat terlarut yang lebih sedikit, khususnya natrium, klorida dan elektrolit lain yang bekerja disepanjang membrane sel. Membrane sel sangat permeable terhadap cairan tetapi relative impermeable terhadap ion yang kecil seperti natrium dan klorida, oleh karena itu cairan dengan cepat bergerak melintasi membrane sel, sehingga cairan intrasel tetap isotonic terhadap cairan ekstrasel. Prinsip Dasar Osmosis dan Tekanan Osmotik Osmosis adalah difusi netto cairan yang menyeberangi membrane permeable selektif dari tempat yang konsentrasi airnya tinggi ke tempat yang konsentrasi airnya lebih rendah. Bila suatu zat terlarut ditambahkan pada air murni, zat ini akan menurunkan konsentrasi air dalam campuran. Jadi, semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan, makin rendah konsentrasi airnya. Selanjutnya, air berdifusi dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah (konsentrasi air yang tinggi) ke daerah engan konsentrasi zat terlarut yang tinggi. Karena membrane sel relative impermeable terhadap kebanyakan zat tapi pemeabel terhadap air, maka bila salah satu sisi membrane sel konsentrasi zat yterlarutnya lebih tinggi, air akan berdifusi melalui membrane menuju daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi. Kecepatan disuse ini disebut kecepatan osmosis.

Tekanan osmotic Osmosis molekul air yang melintasi membrane permeable selektif dapat dihambat dengan member tekanan yang berlawanan arah dengan osmosis. Besar tekanan yang dibutuhkan untuk mencegah osmosis disebut tekanan osmotic. Semakin tinggi tekanan osmotic suatu larutan, semakin rendah konsentrasi air dan konsentrasi zat terlarut semakin tinggi.

Fisiologi Cairan Tubuh

Penguji : dr. Erica Gilda Simanjuntak, Sp.An Disusun oleh : Ifen Ayu Malinda (08-070)

KEPANITERAAN ILMU ANESTESI PERIODE KEPANITERAAN 22 JULI 2013 -24 AGUSTUS 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2013