Anda di halaman 1dari 5

No Diagnosa 1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.

d penyumbatan saluran nafas oleh sputum yang ditandai dengan (+)

Tujuan dan Kriteria Hasil NOC Label: Respiratory status: Airway patency Setelah diberikan asuhan napas pasien paten dengan criteria hasil: RR (respiratory rate) 12-20 x/menit (5) Irama pernapasan normal (5) Kedalaman inspirasi (5) Kemampuan untuk membersihakan secret (5)

Intervensi NIC Label: Airway Management Buka jalan napas, dengan mengangkat dagu atau dengan teknik mendorong rahang Posisikan pasien untuk memaximalkan aliran nafas Hilangkan secret dengan batuk efektif atau dengan suction Monitor status respirasi dan oksigenasi Posisikan pasien untuk meringankan dyspnea. NIC Label: Fever treatment Monitor suhu tubuh pasien yang sesuai Selimuti pasien dengan selimut yang sesuai

Rasional Menyediakan jalan napas yang adekuat kepada pasien/meluruskan saluran nafas Mencegah jalan nafas yang tersumbat Menghilangkan sumbatan berupa secret yang dapat mengganggu jalan nafas. Mencegah terjadinya hipoksia Menkaji perkembangan suhu tubuh pasien dan menentukan terapi yang diberikan. Memberikan suhu

Evaluasi S: Pasien mengatakan nafas yang lancar O: RR: 16 x/menit, ronchi (-), otot bantu pernafasan (-) A: Tujuan Tercapai penuh P: Pertahankan kondisi pasien.

produksi suputum (+), ronchi keperawatan x24 jam, jalan

2.

Hipertermi b.d prose infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditadai dengan pasien mengeluh demam tinggi dan T.ax: 39,5C

NOC Label: Vital sign Setelah diberikan asuhan Keperawatan selama .x24 jam, Vital sign pasien dalam rentang normal dengan criteria hasil:

S: Pasien mengatakan badannya tidak panas O: Tax: 36,5C, nadi

Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5C) (5) Nadi radial dalam rentang 80-100 x/menit (5) Tekanan darah sistolik 80110 mmHg (5)

Beri obat untuk mengobati penyebab demam yang sesuai Dorong klien untuk meningkatkan intake cairan melalui oral yang sesuai. Beri obat yang tepat untuk mencegah atau mengendalikan klien menggigil NIC Label: Electrolyte management Monitor keadaan tidak normal pada tingkat electrolit serum Monitor manifestasi pada ketidakseimbangan elektrolit Berikan cairan yang sesuai Pertahankan dan catat

yang sesuai dengan suhu tubuh. Menghilangan factor penyebab dari hipertermi Cairan dapat membantu proses termoregulasi dalam tubuh

radial: 88 x/menit, TD sistolik 90 mmHg A: Tujuan tercapai penuh P: Pertahankan kondisi pasien

3.

Resiko kekurangan volume cairan b.d peningkatan Tekanan Intrakranial yang menyebabkan penekanan pusat muntah di otak

NOC Label: Fluid balance Setelah Diberikan asuhan keperawatan selama x24 jam, keseimbangan cairan pasien terjaga dengan criteria hasil: Intake = output cairan selama 24 jam (5) Turgor kulit klien normal (5) Membrane mukosa lembab

Menkaji tingkat dehidrasi pasien Mengetahui secara dini efek berbahaya dari kekurangan elektrolit Menambah asupan elektrolit ke dalam tubuh Menyediakan asupan cairan yang

S: Pasien mengatakan badannya tidak lemas O: Turgor kulit kembali <2 detik, membrane mukosa lembap A: Intervensi tercapai penuh

(5) Serum electrolit normal (5)

intake dan output cairan Monitor respon pasien untuk menentukan terapi elektrolit yang diberikan Intruksikan pasien atau keluarga dalam modifikasi diet khusus yang sesuai NIC Label: Intracranial pressure (ICP) monitoring Membantu dengan memasang perangkat pemantauan ICP Catat tekanan ICP, baca dan analisis
Catat perubahan pasien

adekuat. Membeikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan. Mengoptimalkan fungsi keluarga dalam perawatan Mengetahui secara dini kenaikan dari TIK. Menentukan terapi yang sesuai dengan indikasi. Mengkaji tingkat keparahan dari efek yang ditimbulkan dari kenaikan TIK Menurunkan TIK dengan posisi yang sesuai. Mencegah infeksi

P: Pertahankan kondisi pasien

4.

Perfusi jaringan cerebral tidak efektif b.d penekanan daerah otak karena peningkatan TIK yang ditandai dengan kesadaran: Somnolen

NOC Label: Neurological status Setelah diberikan asuhan keperawatan selama x24 jam, status neurologi pasien dalam rentang normal dengan criteria hasil: Control motorik pusat normal (5) Tekanan Intrakranial klien normal (5) Reaksi pupil normal (5) Komunikasi yang sesuai dengan situasi (5)

S: Pasien mengatakan sudah sadar O: Pasien diajak komunikasi nyambung, TIK: 2 mmHg A: Intervensi tercapai penh P: Pertahankan kondisi klien

dalam respon terhadap rangsangan


Posisikan pasien dengan

sudut kepala 30-45 dan dengan posisi leher yang

netral Kolaborasi dengan pemberian antibiotic 5. Resiko cedera b.d kejang yang ditimbukan oleh Meningitis NOC Label: Knowledge: Fall prevention Setelah diberikan asuhan keperawatan selama x24 jam, pasien dapat mencegah terjadinya jatuh dengan criteria hasil: Penggunaan alat bantu yang benar. (5) Penggunaan alat bantu yang aman. (5) NIC Label: Fall prevention Identifikasi karakteristik dari lingkungan yang dapat meningkatan potensial untuk jatuh. Identifikasi prilaku dan factor yang dapat mempengaruhi resiko jatuh. Monitor cara berjalan, tingkat keseimbangan, dan kelelahan. Tempatkan posisi tempat tidur pasien dengan posisi yang rendah. Intrusksikan pasien

lebih lanjut dari bakteri Mycobacterium tuberculosis Menghindari lingkungan yang beresiko tinggi menyebabkan jatuh Mengurangi resiko untuk jatuh Keseimbangan sangat mempengaruhi resiko terjadinya jatuh. Mengurangi ketinggian jika terjadinya jatuh. Mencegah klien melakukan moblisasi sendiri Mengoptimalkan S: Pasien mengatakan dapat menggunakan alat bantu yang benar O: Pasien terlihat aktif dalam mencegah terjadinya jatuh A: Intervensi tercapai penuh P:Lanjutkan intervensi

untuk memanggil keluarga apabila ingin berpindah. Monitor kemampuan unuk berpindah dari tempat tidur ke kursi.

kemampuan pasien untuk melakukan mobilisasi.