Anda di halaman 1dari 40

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

USULAN TEKNIS
Sesuai Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI

1. Pengalaman Perusahaan Jasa Konstruksi.


Nilai Nilai

kontrak dan kuantitas pengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis . kontrak dan kuantitas pengalaman melaksanakan pekerjaan tidak sejenis.

2. Pendekatan dan Metodologi Kerja Metodologi pelaksanaan pekerjaaan Sipil dan Arsitektur meliputi analisa pekerjaan, kesesuaian urutan, ketepatan menyusun pekerjaan dan struktur organisasi pelaksanaan. Kesesuaian spesifikasi teknis, meliputi spesifikasi bahan/material, brosur atas material yang akan digunakan. Jadwal pelaksanaan pekerjaan meliputi S-curve time schedule, progress harian, mingguan, bulanan, laporan akhir dan shop drawing. 3. Kualifikasi Tenaga Ahli Kesesuaian Tenaga Ahli yang diusulkan meliputi ahli sipil, ahli Struktur , ahli Listrik, Ahli mekanikal ,Ahli K3, ahli bangunan dan supervisor/mandor. Kesesuaian Job Description dan tanggung jawab dari tenaga ahli berdasarkan struktur organisasi pelaksanaan. Kelengkapan ijazah, curriculum vitae dan surat pernyataan tenaga ahli.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

4. Daftar peralatan yang dimiliki, terdiri dari daftar peralatan pertukangan, water pass, mesin/alat potong keramik, sarana mobilisasi, alat komunikasi dan perangkat computer, safety equipment dan peralatan lainnya yang nyata-nyata diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. KENDARAAN OPERASIONAL LAPANGAN (PROYEK)

PERALATAN KERJA

BOR LISTRIK

MESIN PEMOTONG KERAMIK

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

MANAJEMEN MUTU
Di dalam pelaksanaan pekerjaan jasa perlu adanya suatu program kerja yang konsepsional, efektif dan efisien sedemikian sehingga setiap aktivitas kerja terprogram dengan baik dalam rangka mencapai target sukses suatu pekerjaan. Program kerja yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan dalam Pengarahan Penugasan/Rencana Kerja dan Syarat (RKS), Gambar serta Berita Acara Aanwizjing

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan dengan tercapainya azas efisiensi dan efektifitas dalam pengertian tepat waktu, hemat biaya dan tepat sasaran maka setiap sumber daya (tenaga kerja, biaya, material dan peralatan) yang dipergunakan dalam pelaksanaan proyek ini dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai faktor produksi secara maksimal secara professional.

RENCANA KERJA KONTRAKTOR PELAKSANA Untuk melaksanakan pekerjaan secara tepat waktu dan menghasilkan mutu yang tinggi akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal kerja yang direncanakan. Rencana kerja disusun dan dilaksanakan berdasarkan, urutan pekerjaan efesiensi dan waktu pelaksanaannya. Rencana kerja disusun secara sistimatis dengan tujuan agar tercapai sasaran dan tujuan pekerjaan ini. Untuk mendapatkan efektivitas tinggi dan menggunakan sumber daya yang tersedia secara efisien, kita perlu mengikuti suatu pelaksanaan system kerja yang baik. Hanya dengan cara ini baik kualitas maupun kuantitas pekerjaan dapat dikontrol sambil menghindari beban pekerjaan puncak yang cukup besar.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

LINGKUP PROYEK DAN LINGKUP TUGAS KONTRAKTOR PELAKSANA LINGKUP PROYEK Lingkup proyek meliputi : PEKERJAAN PEKERJAAN PEKERJAAN PEKERJAAN PEKERJAAN yang akan dilaksanakan adalah PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI yang PERSIAPAN . STRUKTUR. ARSITEKTUR. PLUMBING DAN SANITAIR. INSTALASI M / E.

LINGKUP TUGAS Lingkup tugas Kontraktor Pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan tersebut meliputi :

Melaksanakan Pembangunan Gedung dari awal sampai selesai sesuai dengan perencanaan dan Rencana Kerja dan Syarat yang telah disepakati. Menyusun buku harian untuk dipergunakan sebagai petunjuk umum bagi pelaksanaan sehari-hari sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Menyeleksi terhadap material dan bahan yang diperlukan untuk memperoleh jaminan bahwa material dan peralatan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi. Membuat Rencana Kerja dan waktu pelaksanaan serta menjamin bahwa pemesanan lift equipment sesuai dengan schedule yang telah disyaratkan dalam RKS. Berusaha untuk melaksanakan pekerjaan secara profesional, baik mengenai kuantitas, kualitas maupun ketepatan waktu pekerjaan. Membuat dan menyesuaikan gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As Built Drawing) untuk kelengkapan dokumen pembangunan.

SISTEM DAN MEKANISME KERJA Untuk tercapainya efektifitas dan efisiensi kerja maka Kontraktor bersedia dan melakukan. Sistem dan Mekanisme Kerja yang disiapkan tersebut meliputi : 1. Prosedur Operasional Standar Prosedur Operasional Standar (POS) ini dibuat untuk menunjang pengelolaan proyek mulai dari tahap awal sampai dengan selesai pelaksanaan dan masa pemeliharaan. Prosedur Operasional Standar ini akan menggambarkan proses kerja yang perlu dilaksanakan pada setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dan terlibat didalam setiap proses kerja tersebut.

2. Rapat Koordinasi Mengikuti Rapat koordinasi secara periodik dan pada waktu-waktu tertentu bilamana perlu dalam rangka mengidentifikasi, menginventarisasi dan memecahkan setiap permasalahan, dan menerima masukan-masukan dari berbagai pihak yang terkait.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Ditinjau dari obyek permasalahan, rapat koordinasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis rapat yakni :

Rapat Manajemen Rapat Teknis

PENYELESAIAN PEKERJAAN Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) serta Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).dan ditambah dengan kontrak pemborongan pekerjaan fisik selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender berturut-turut sejak tanggal dikeluarkannya SPK berikut masa pemeliharaan. Jika terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan karena alasan di luar kemampuan Kontraktor dan hal itu disetujui oleh Direksi, maka tambahan biaya pengawasan akan dibayar/ditanggung oleh Proyek. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan oleh Kontraktor Pelaksana disamping Pembangunan Pekerjaan ini adalah: 1. Program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. 2. Buku Harian yang memuat semua kejadian perintah atau petunjuk penting dari Konsultan Pengawas/Direksi yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan konsekwensi keuangan, keterlambatan penyelesaian dan tidak terpenuhinya syarat teknis. 3. Laporan Harian, berisi keterangan tentang : Tenaga kerja. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan yang diselenggarakan. Waktu pekerjaan. Keadaan/situasi cuaca harian. 4. Berita Acara Penyerahan I Pekerjaan. 5. Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan. 6. Berita Acara Penyerahan II Pekerjaan. 7. Membuat gambar-gambar yang dibuat Kontraktor Pelaksana sesuai dengan pelaksanaan (As Built Drawing). 8. Membuat gambar perincian (Shop Drawing, Bar Chart yang dibuat oleh Kontraktor). KRITERIA PEKERJAAN Untuk pekerjaan Pembangunan Proyek ini berlaku ketentuan-ketentuan seperti Standard, Pedoman dan Peraturan-peraturan yang berlaku antara lain :

Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjian. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. Normalisasi teknis yang berlaku di Indonesia.

PROSES PEKERJAAN 1. UMUM Sesuai ketentuan yang ada, setiap bagian pekerjaan yang akan dikerjakan maka kontraktor akan menjelaskan/dapat dijelaskan melalui time schedule yang telah

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

dibuat terlebih dahulu, serta meminta penyerahan lokasi/surat perintah kerja sebagai bentuk legalitas dalam melakukan pekerjaan pada pihak Pemberi Tugas. URAIAN TUGAS KONTRAKTOR Kontraktor Pelaksana (sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan) harus memerinci sendiri kegiatannya, yang secara garis besar sebagai berikut : 2.1. Persiapan

2.

Menyusun Program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pelaksanaan. Memeriksa kembali kebutuhan untuk melaksanakan pekerjaan sehingga pekerjaan dapat selesai dalam waktu yang telah direncanakan. Membuat Kontrak pelaksanaan yang ditanda tangani oleh pihak-pihak yang terkait. Pekerjaan Teknis

2.2. 3.

Melaksanakan pekerjaan dengan memeperhatikan segi kenyamanan pengguna gedung, serta spesifikasi equipment yang terpasang sesuai dengan yang telah disyaratkan didalam Rencana Kerja & Syarat-Syarat (RKS). Mengajukan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran sesuai dengan bobot pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. Mengikuti rapat-rapat lapangan secara berkala dan menerima masukanmasukan dari berbagai pihak terkait untuk proses kelancaran pekerjaan. Menyelesaikan kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama masa pemeliharaan. Meminta bantuan dan petunjuk kepada Konsultan Pengawas dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut (bila ada). Membuat semua gambar kerja (as-built drawing).

KONSULTASI 3.1. Melakukan konsultasi dengan Pengelola Proyek dan Direksi serta Konsultan Pengawas untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. 3.2. Mengadakan rapat berkala sedikitnya satu kali dalam seminggu dengan Pengelola Proyek, Perencana dan Konsultan Pengawas dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan yang tidak sesuai dengan kontrak. LAPORAN Membuat Bar Chart dan Net Work Planning dari pekerjaan dan disetujui pihak terkait. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan alatalat yang digunakan. Laporan Harian. Laporan-laporan yang akan dibuat berdasarkan kebutuhan proyek beserta gambar perubahan bila ada.

4.

METODE PELAKSANAAN

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI

Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan suatu metodelogi pelaksanaan yang agak berbeda karena saat pekerjaan dilaksanakan bangunan eksisting tersebut masih aktif digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Metode pelaksanaan yang efektif untuk pekerjaan ini adalah dilakukan pada siang hari pada normal working day dengan mengacu pelaksanaan tiap ruang berikut skema pelaksanaan pekerjaan: SKEMA PEKERJAAN YANG DILAKSANAKAN SETIAP HARI/NORMAL WORKING DAY :

___________________________________________________________________________________________________________

AREA PEKERJAAN
PENGUKURAN DAN PEMBERSIHAN SERTA DOKUMENTASI AWAL PROYEK

PELAKSANAAN PEKERJAAN
PERAPIHAN-PERAPIHAN PEKERJAAN

PEMBERSIHAN LOKASI PEKERJAAN

SELESAI

A. Pekerjaan Persiapan terdiri dari :


1. Pekerjaan Pembersihan lokasi Pekerjaan pembersihan lokasi mengikuti alur pelaksanaan item-item pekerjaan mengingat pekerjaan yang dilaksanakan ini pada area yang masih aktif digunakan untuk menjalani kegiatan sehari-hari, jadi pra dan pasca pekerjaan harus dalam keadaan bersih dan rapih serta tidak menimbulkan efek yang dapat mengganggu terhadap pengguna ruangan/gedung. Direksi Keet Pembuatan Direksi Keet & Gudang yang dilaksanakan sesuai gambar/RAB atau petunjuk Konsultan Pengawas. Pemasangan Kayu 6/12 untuk rangka/struktur direksi keet, kemudian membuat kuda-kuda menggunakan kayu 5/10, rangka atap terbuat dari kayu 5/7 dan 4/6 adapun untuk atap menggunakan asbes, rangka dinding menggunakan kayu 5/7 dengan jarak yang disesuaikan dengan ukuran triplek penutup, triplek penutup dinding dengan ketebalan 4 mm satu lapis, kusen jendela pintu menggunakan kayu 6/12 dan pintu lapis triplek dengan rangka kayu 4/6, untuk lantai di floor dan diaci. Kontraktor menyediakan/meminjamkan peralatan meja kursi secukupnya dalam Direksi Keet dan apabila pekerjaan pelaksanaan telah selesai barangbarang yang dipinjamkan tersebut diambil kembali.

2.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Letak Direksi Keet & Gudang ditentukan dalam gambar atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas. Masa pelaksanaan pembuatan direksi keet dan gudang selama 7 hari kerja. 3. Air & Listrik Kerja Kontraktor akan menyediakan listrik dan air kerja sebagai sarana utama pekerjaan dengan berkoordinasi langsung kepada pengelola gedung selama masa pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Pengamanan Material Existing Kontraktor pelaksana akan menyediakan team pengamanan seluruh material baik material ex bongkaran yang akan digunakan kembali maupun materialmaterial/equipment yang akan dipasang, dan kontraktor pelaksana akan senantiasa bekerja sama maupun koordinasi langsung dengan team pengamanan setempat, selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Poto Proyek Sebagai suatu persyaratan, maka kontraktor pelaksanaan akan merekam seluruh pelaksanaan kegiatan sebagai bukti pelaporan perkembangan kemajuan pekerjaan sebanyak 3 phase.

5.

6.

Phase 1 0% Phase II 50%

Phase III 100%

7.

Papan Nama Proyek Sebagai bahan informasi dalam kegiatan pembanguan ini, maka kontraktor akan membuat papan kegiatan pelaksanaan yang berisi antara lain : Nama Pekerjaan. Nama Pemberi Tugas. Nama Konsultan Perencana. Nama Konsultan Pengawas. Nama Kontraktor Pelaksana. Volume Pekerjaan. Lama Waktu Pelaksanaan. Nilai Anggaran. Tahun Anggaran. Dan keterangan lainnya.

B. PEKERJAAN FISIK BANGUNAN.


Galian Tanah untuk Pondasi

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan tenaga manusia dan alat bantu.

Pekerjaan meliputi : Pekerjaan Pemotongan Tanah untuk mencapai elevasi rencana dan Pekerjaan Galian untuk Poer/pondasi tapak dan Galian Sloof/Beam sesuai gambar rencana. Peralatan yang digunakan : Cangkul, sekop. Keranjang/pengki. Dump truck untuk pembuangan material. Alat bantu lainnya. Metoda Pelaksanaan : Menentukan batas penggalian dan kedalaman galian rencana. Setelah batas penggalian ditentukan, dilanjutkan dengan penggalian pondasi menggunakan tenaga orang dan alat Bantu untuk Sloof dan pada akhir galian dirapihkan dengan menggunakan tenaga manusia. Kedalaman galian struktur berdasarkan kedalaman elevasi rencana, pondasi dan sloof sesuai dengan gambar rencana dan penggunaan dari pekerjaan galian tersebut. Untuk pondasi tapak/poer, hasil galian untuk sementara dibuang disekitar lokasi galian dimana material galian dapat digunakan untuk urugan kembali. Pembentukan profil galian dengan tinggi dan lebar yang memungkinkan untuk kemudahan dalam pekerjaan pembuatan begisting dan pengecoran pondasi dan sloof. Apabila diperlukan (kondisi dimana muka air tanah tinggi) dapat dipasang pompa air. Tanah hasil galian yang memenuhi spesifikasi digunakan untuk penimbunan kembali dan yang tidak memenuhi spesifikasi dibuang ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Pekerjaan Timbunan/Urugan. Pekerjaan urugan meliputi, pengurugan pasir alas pondasi, pengurugan kembali dari galian pondasi dan urugan pasir bawah lantai kerja dengan bahan pilihan untuk sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.

Material Urugan : Material urugan dipilih dari sumber yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Untuk pekerjaan urugan diurai sbb: 1. Urugan pasir di bawah pondasi. Urugan pasir akan digunakan sampai elevasi tertentu pada section yang ditentukan sesuai gambar rencana. Syarat material pada urugan pasir memenuhi spesifikasi teknis yang diminta dalam dokumen lelang atau ditentukan lain oleh direksi pekerjaan. 2. Urugan pasir bawah lantai dan pemadatan. Pekerjaan ini terdiri dari pembersihan lokasi, penggalian dan pengangkutan, penghamparan dan pemadatan material untuk melaksanakan Urugan. Material diambil dari lokasi yang telah disetujui oleh konsultan pengawas/direksi berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang ada. Urugan pasir digunakan pada lokasi atau untuk maksud dimana urugan pasir telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh direksi pekerjaan. Urugan terdiri dari bahan pasir dan memiliki sifat-sifat tertentu dari maksud penggunaannya. Metoda pelaksanaan : Untuk alas pondasi dan dibawah lantai, maka pengurugan pasir urug dilakukan setelah tanah dasar dipadatkan. Pemadatan pasir (stamper/tamper). dengan menggunakan alat pemadatan

DUMP TRUCK

Stamper

PEMADATAN
WATER TANK

PENYIRAMAN BILA DIPERLUKAN

PERATAAN

PEMADATAN

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Pekerjaan Pondasi Tapak dan sloof Pekerjaan struktur bawah (pondasi) meliputi : pekerjaan pondasi tapak, dan Sloof/beam. Pekerjaan Pondasi Tapak dan Sloof/Tie beam Tahapan pekerjaan pondasi adalah sebagai berikut :

a. Pekerjaan Lantai kerja Setelah pekerjaan pengurugan dasar pondasi dengan menggunakan pasir urug dengan ketebalan sesuai gambar rencana (5cm), pekerjaan lantai kerja dapat dilakukan. Pengecoran lantai kerja menggunakan beton rabat dengan campuran 1 pc: 3ps: 5kr, dengan tebal sesuai gambar rencana/BQ. b. Pekerjaan pembesian Asumsi : Pekerjaan dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan alat bantu berupa bar bender dan bar cutter. Lokasi pekerjaan : Struktur beton pada pondasi. Uraian : Material baja tulangan didatangkan dari pabrik/supplier ke lokasi pekerjaan dengan mutu dan ukuran sesuai dengan standard Indonesia PBI-1971 atau standar yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Rencana, digunakan besi dari mutu : Mutu Baja tulangan adalah BJTP U-39 (fy = 3900 kg/cm). Mutu Baja tulangan adalah BJTD U-24 (fy = 240 Mpa). Atau ditentukan lain di dalam dokumen spesifikasi teknis pada dokumen lelang. Material diletakkan pada stock area material baja tulangan atau dalam gudang proyek. Selanjutnya dilakukan perakitan tulangan/pabrikasi, yaitu berupa pengukuran panjang yang diperlukan, pemotongan dengan bar cutter dan pembengkokan dengan bar bender dan dikerjakan pada saat suhu dingin. Batang tulangan kemudian disusun/dipasang sesuai dengan Gambar pelaksanaan dan persilangannya diikat kuat dengan kawat bendrat. Pembesian untuk pondasi setempat ini nantinya akan dirangkai dengan besi tulangan dari kolom (dibuat overlap arah vertikal untuk joint pembesian dengan kolom).

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Setelah pekerjaan pembesian selesai dirangkai, dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan bekisting.

c. Pemasangan bekisting Bekisting untuk pondasi terbuat dari multiplek rangka kayu, dengan tahapan pekerjaan sebagai berikut : Pekerjaan ini diawali dengan perhitungan serta gambar untuk menentukan jenis dan jarak penguat bekisting yang akan digunakan. Kemudian penyediaan peralatan dan pemasangan bekisting mulai dikerjakan. Setelah pemasangan dilaksanakan. bekisting maka pekerjaan pengecoran siap

Bekisting dibiarkan/tidak dibongkar.

d. Pengecoran pondasi Asumsi : Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik). Lokasi pekerjaan : Pada pekerjaan struktur. Uraian : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan yang termasuk dalam hal ini adalah pekerjaan struktur beton. Material campuran beton (semen, pasir, aggregate) yang dicampur dalam Batching plant didatangkan ke lokasi pekerjaan dalam bentuk beton ready mix dan dihantar dengan Truck mixer. Selama pengiriman, silinder mixer/wadah beton pada truck mixer terus berputar mengaduk material beton dengan putaran yang telah dipersyaratkan sehingga kondisi material beton tetap terjaga mutunya dan tidak kering. Untuk semen, saat penyimpanan material semen dilakukan perlakuan khusus yaitu tempat penyimpanan yang tahan cuaca, yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah sekitar.Material campuran beton (semen, pasir, aggregate) didatangkan dari supplier ke lokasi pekerjaan dan disimpan dalam tempat penyimpanan/Gudang/Storage Room. Untuk semen, saat penyimpanan material semen dilakukan perlakuan khusus yaitu tempat penyimpanan yang tahan cuaca, yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah sekitar 10 cm dan kantong semen ditumpuk tidak melebihi 2 m. Tiap pengiriman baru dipisah dan ditandai dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut aturan pengiriman dan kedatangannya. Mutu beton yang digunakan sesuai dengan mutu beton pada dokumen lelang yang diminta dan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) : PBI 1971 : Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI-2.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Standar lain yang diminta/ditunjukan pada dokumen lelang. Jenis semen Portland yang digunakan sesuai dengan permintaan dokumen lelang. Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan, atau pemakaian lainnya digunakan air bersih dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula atau bahan organic lainnya. Air diuji sesuai dan harus memenuhi ketentuan dalam PBI-1971. Aggregat, kasar dan halus yang digunakan (ukuran/dimensi) sesuai dengan permintaan dari spesifikasi dokumen lelang dan telah mendapat persetujuan direksi. Pencampuran dan Penakaran. Rancangan Campuran Proporsi bahan dan berat penakaran menggunakan metode sesuai yang disyaratkan dalam PBI-1971. Campuran Percobaan dilakukan dan hasil dari percobaan tersebut akan dijadikan acuan pembuatan beton pada saat dilakukan pekerjaan beton dilapangan dan disaksikan oleh direksi pekerjaan. Campuran percobaan sesuai dengan permintaan spesifikasi dalam dokumen lelang dan mendapat persetuan dari direksi pekerjaan. Ketentuan sifat-sifat campuran sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen lelang. Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah beton dengan mutu sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang. Karakteristik dari mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen pelelangan. Pencampuran untuk beton dengan pertimbangan lain pada bagian bagian tertentu dapat menggunakan beton konvensional dengan persetujuan dari konsultan pengawas :
o o

Beton dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis (alat mixer). Pencampur dilengkapi dengan tangki air bersih yang memadai dan alat ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang digunakan dalam setiap penakaran. Pertama-tama alat pencampur diisi dengan aggregate,pasir dan semen yang telah ditakar, selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air ditambahkan. Waktu pencampuran diukur pada saat air mulai dimasukan dalam campuran bahan kering. Seluruh air yang diperlukan dimasukan sebelum waktu pencampuran telah berlangsung bagian. Waktu pencampuran untuk mesin kapasitas m 3 atau kurang selama 1,5 menit; untuk mesin lebih besar waktu ditingkatkan 15 detik untuk tiap penambahan 0,5 m3.

Pelaksanaan pengecoran.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu, bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau air. Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan. Untuk struktuk bawah (Sloof dan pondasi poer pengecoran dapat langsung dituang dari truck mixer melalui talang cor). Tinggi jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter atau 2 meter (sesuai dengan spesifikasi teknis) agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi). Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau penutup (shutter) kecuali penutup dari beton. Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Atau ditentukan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang. Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis.

Pekerjaan Struktur Atas. Pekerjaan struktur atas terdiri dari : pekerjaan penulangan, begesting dan pengecoran untuk kolom, balok dan pelat lantai. Pekerjaan Kolom, Balok dan Lantai Beton Tahapan pekerjaan ini adalah sebagai berikut : a. Pekerjaan Pembesian

Asumsi :

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Pekerjaan dilakukan secara manual (tenaga manusia ) dan alat bantu berupa bar bender dan bar cutter. Lokasi pekerjaan : Struktur Atas beton. Uraian : Material baja tulangan didatangkan dari pabrik/supplier ke lokasi pekerjaan dengan mutu dan ukuran sesuai dengan standard Indonesia PBI-1971 atau standar yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Rencana, digunakan besi dari mutu : Mutu Baja tulangan adalah BJTP U-39 (fy = 3900 kg/cm). Mutu Baja tulangan adalah BJTD U-24 (fy = 240 Mpa). Atau ditentukan lain di dalam dokumen spesifikasi teknis pada dokumen lelang. Material diletakkan pada stock area material baja tulangan atau dalam gudang proyek. Selanjutnya dilakukan perakitan tulangan/pabrikasi, yaitu berupa pengukuran panjang yang diperlukan, pemotongan dengan bar cutter dan pembengkokan dengan bar bender dan dikerjakan pada saat suhu dingin. Batang tulangan kemudian disusun/dipasang sesuai dengan pelaksanaan dan persilangannya diikat kuat dengan kawat bendrat. Gambar

b.

Pemasangan Begisting

Asumsi : Pekerjaan dilakukan secara manual dan alat bantu. Lokasi pekerjaan : pada pekerjaan beton/struktur. Uraian : Material Material bekisting terdiri dari multipiek 12 mm sebagai bentuk dan balok kayu sebagai rangka/penyambung antar multipiek, didatangkan ke lokasii pekerjaan (gudang proyek).

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Dibentuk dan diukur sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan dan diperkirakan tidak ada perubahan bentuk ketika proses pengecoran berlangsung. Untuk mendapatkan bentuk vertikal pada kolom, bekisting dibantu dengan benang vertikal atau unting-unting. Pada tiap sambungan antar lempeng multiplek ataupun multiplek itu sendiri diusahakan tidak terdapat celah/bocor.

BE K I S TI N G P ADA P E K ER J AA N B AL OK

BEK I S TI NG P ADA P EK ERJ AAN K OL OM

BEK ISTING K EP AL A K OL OM P ADA P EK . K OLOM

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

c.

Pekerjaan Beton

Asumsi : Pekerjaan menggunakan alat berat (cara mekanik) yaitu; Concrete Mixer : Sebagai Produksi Beton. Concrete Pump : Sebagai alat bantu penuang. Concrete vibrator : Sebagai alat pemadat beton. Lokasi pekerjaan : Pada pekerjaan struktur. Uraian : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan yang termasuk dalam hal ini adalah pekerjaan struktur beton. Material campuran beton (semen, pasir, aggregate) yang dicampur dalam Batching plant didatangkan ke lokasi pekerjaan dalam bentuk beton ready mix dan dihantar dengan Truck mixer. Selama pengiriman, silinder mixer/wadah beton pada truck mixer terus berputar mengaduk material beton dengan putaran yang telah dipersyaratkan sehingga kondisi material beton tetap terjaga mutunya dan tidak kering. Untuk semen, saat penyimpanan material semen dilakukan perlakuan khusus yaitu tempat penyimpanan yang tahan cuaca, yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah sekitar.Material campuran beton (semen, pasir, aggregate) didatangkan dari supplier ke lokasi pekerjaan dan disimpan dalam tempat penyimpanan/Gudang/Storage Room. Untuk semen, saat penyimpanan material semen dilakukan perlakuan khusus yaitu tempat penyimpanan yang tahan cuaca, yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah sekitar 10 cm dan kantong semen ditumpuk tidak melebihi 2 m. Tiap pengiriman baru dipisah dan ditandai dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut aturan pengirimannya. Mutu beton yang digunakan sesuai dengan mutu beton pada dokumen lelang yang diminta dan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) : PBI 1971 : Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI-2. Standar lain yang diminta/ditunjukan pada dokumen lelang.

Jenis semen Portland yang digunakan sesuai dengan permintaan dokumen lelang. Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan, atau pemakaian lainnya digunakan air bersih dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula atau bahan organic lainnya. Air diuji sesuai dan harus memenuhi ketentuan dalam PBI-1971.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Aggregat, kasar dan halus yang digunakan (ukuran/dimensi) sesuai dengan permintaan dari spesifikasi dokumen lelang dan telah mendapat persetujuan direksi. Pencampuran dan Penakaran Rancangan Campuran Proporsi bahan dan berat penakaran menggunakan metode sesuai yang disyaratkan dalam PBI-1971. Campuran Percobaan dilakukan dan hasil dari percobaan tersebut akan dijadikan acuan pembuatan beton pada saat dilakukan pekerjaan beton dilapangan dan disaksikan oleh direksi pekerjaan. Campuran percobaan sesuai dengan permintaan spesifikasi dalam dokumen lelang dan mendapat persetuan dari direksi pekerjaan. Ketentuan sifat-sifat campuran sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen lelang. Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah beton dengan mutu K-225 structural. Karakteristik dari mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen pelelangan. Pencampuran Untuk beton dengan pertimbangan lain pada bagianbagian tertentu dapat menggunakan beton konvensional dengan persetujuan dari konsultan pengawas. Beton dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis (alat mixer). Pencampur dilengkapi dengan tangki air bersih yang memadai dan alat ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang digunakan dalam setiap penakaran. Pertama-tama alat pencampur diisi dengan aggregate, pasir dan semen yang telah ditakar, selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air ditambahkan. Waktu pencampuran diukur pada saat air mulai dimasukan dalam campuran bahan kering. Seluruh air yang diperlukan dimasukan sebelum waktu pencampuran telah berlangsung bagian. Waktu pencampuran untuk mesin kapasitas m3 atau kurang selama 1,5 menit; untuk mesin lebih besar waktu ditingkatkan 15 detik untuk tiap penambahan 0,5 m 3. Pelaksanaan pengecoran. Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu, bendrat, paku dan sampah lainnya dengan penghisap debu, kompressor dan atau air. Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan. Untuk Kolom dan balok pada Struktur Atas, penuangan dilakukan secara mekanik, dengan cara beton dari truck mixer dituang ke bak penampungan/Bucket yang dikaitkan oleh mobil crane/truck crane untuk selanjutnya dituangkan langsung ke tempat bekisting dan juga beton dari truck mixer dituang ke bak penampungan pada concrete pump untuk selanjutnya dituangkan langsung ke tempat bekisting. Tinggi jatuh beton

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter atau 2 meter (sesuai dengan spesifikasi teknis) agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).

Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau penutup (shutter) kecuali penutup dari beton. Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup. Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis. Proses Pengecoran Kolom, Balok dan Lantai PROSES TAHAPAN PEKERJAAN STRUKTUR

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Meliputi lantai 1 (satu) hingga lantai 2 (Dua) yg terdiri dari pekerjaan : a. Pekerjaan pasangan batu bata : Asumsi : Pekerjaan menggunakan tenaga manusia. Lokasi pekerjaan : Dinding/tembok. Uraian : Material batu bata dengan mutu bagus didatangkan ke lokasi pekerjaan. Material batu, Ukuran sesuai dengan gambar rencana & spesifikasi teknis, jenis kelas I menurut NI 10 atau sesuai dengan spesifikasi teknis. Batu bata sesuai dengan yang dipersyaratkan direndam dahulu dalam air bersih selama + 5 menit/sampai keadaan jenuh Untuk semua pekerjaan pasangan bata kedap air. Pasangan Dinding diatas sloof setinggi 20 cm diatas lantai. Pasangan dinding WC setinggi 1,50 s/d 20 cm diatas permukaan lantai (ditentukan sesuai dengan spesifikasi teknis). Lokasi lain yang ditentukan dalam Gambar rencana/Gambar kerja dan spesikasi teknis. Semua pasangan dinding bata yang tidak kedap air diatas pasangan kedap air. Setelah batu bata terpasang nat-nat dikerok sedalam 1 cm dan bentuk nat tidak tegal lurus tetapi saling bersilang. Setiap pekerjaan pasangan akan dilanjutkan setelah 1 m terlebih dahulu mengeras. Pemasangan bata dilakukan secara bertahap dan diikuti dengan cor beton kolom praktis. Pembasahan dengan air selama minimal 7 hari selama proses pengeringan dan perawatan.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

b. Pekerjaan plesteran : Asumsi : Pekerjaan menggunakan tenaga manusia. Lokasi pekerjaan : Struktur Beton, Dinding. Uraian : Pekerjaan dilaksanakan setelah pekerjaan bidang beton dan pasangan batu bata, dan juga pekerjaan Instalasi pipa listrik dan plumbing telah selesai dikerjakan serta mendapat persetujuan dari direksi/konsultan pengawas. Komposisi material/adukan disesuaikan dengan spesifikasi dan dilakukan pada lokasi yang ditentukan. Komposisi material/adukan disesuaikan dengan spesifikasi dan dilakukan pada lokasi yang ditentukan (komposisi plesteran 1Pc:2Ps untuk pasangan kedap air dan plesteran 1Pc:4Ps untuk pasangan tidak kedap air dilaksanakan dilokasi sesuai dengan gambar rencana dan penggunaannya dari fungsi komposisi tersebut sesuai dengan yang telah ditentukan dalan spesifikasi teknis dalam dokumen pelelangan). Bidang yang akan menerima finifshing di bersihkan, dibasahi dan di ketrek/ scarth dahulu agar terjadi ikatan kuat terhadap finishingnya. Untuk permukaan yang akan dicat, pasangan diplester dengan mortar instan/plester halus (acian diatas permukaan plesterannya). Pasangan kepala plesteran dibuat setiap jarak 1 m, dipasang tegak dan menggunakan keping plywood tebal 9 mm untuk patokan/acuan kerataan bidang. Ketebalan plesteran dalam pekerjaan ini mencapai permukaan dinding/kolom yang diyatakan dalam gambar adalah 1,5 cm. Lemparan adukan pada dinding melebar, tidak mengelompok tebal tipis dan harus rata. Dilakukan perawatan/pemeliharaan dipersyaratkan. plesteran sesuai dengan yang

Pekerjaan acian dapat dilakukan setelah umur plesteran 8 hari (kering benar).

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

c. Pekerjaan Pintu dan Jendela Pintu dan kusen Aluminium Material/bahan aluminium yang dipergunakan Untuk kusen dengan bahan dasar Aluminium : Bahan dari aluminium Framing System, aluminium extrusi sesuai SII extrusi 0695-82 atau Extrusi Standard YKK, tidak terbuat dari scrapt (bahan bekas), dari produk setara YKK atau produk lain yang disetujui Direksi. Ukuran, ketebalan, kekuatan alloy, finish dan lainnya sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis yang ada dalam dokumen lelang dan telah mendapat opersetujuan dari direksi. Ketahanan terhadap air dan angin dengan hasil test minimum 100 kg/m atau ditentukan lain sesuai dengan spesifikasi teknis. Ketahanan terhadap udara tidak kurang dari 15 m/hari dan terhadap tekanan air 15 kg/m yang dibuktikan dengan hasil test atau ditentukan lain sesuai dengan spesifikasi teknis. Assesories, seperti sekrup dari galvanized seel mutu sesuai spesifikasi teknis, tertanam, weather strip dari bahan yang disetujui oleh direksi serat sesuai dengan spesifikasi teknis. Angkur untuk rangka/kusen terbuat dari steel plate tebal minimal 2 mm/tebal 2-3 mm, dengan lapisan zinc tidak kurang dari 13 mikron hingga tidak dapat bergeser atau ditentukan lain sesuai dengan spesifikasi teknis. Bahan finishing, Treatment untuk permukaan kusen jendela/bovenlicht yang bersentuhan dengan bahan alkali seperti beton, adukan atau plesteran dan bahan lainnya diberi lapisan finish dari laguer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insulating varnish atau bahan insulation lainnya. Peralatan pekerjaan; a. Bor listrik. b. Palu. c. Obeng. d. Alat bantu lainnya. Tahapan pelaksanaan meliputi; Mempelajari gambar dan melakukan kembali pengukuran lapangan (cek). Rangka kusen pintu dan jendela menggunakan aluminium dari pabrikasi dengan tebal sesuai gambar kerja, yang dirakit dipabrik/pabrikasi sesuai gambar dan ukuran kondisi lapangan. Sebelum kusen dipasang perlu diperhatikan dan diteliti kembali retakretak dan ukuran lubang-lubang pintu maupun jendela serta tipe-tipe jendela maupun pintu yang dipasang. Pemasangan rangka kusen dilapangan dilakukan dengan hati-hati pada tempat yang telah ditentukan.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Detail kusen dan sambungan material disesuaikan dengan tipe pintu yang akan dipasang, kusen harus lurus dan siku. Pengelasan rangka kusen menggunakan non-activated gas (argon) dari arah dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. Akhir bagian kusen disambung dengan kuat dan teliti menggunakan skrup, rivet dan angkur yang cocok. Pengelasan rapi. Angkur untuk rangka/kusen aluminium terbuat dari galvanized steel plate tebal minimal 2 mm. Pemasangan angkur untuk rangka/kusen ditempatkan pada interval 60 mm. Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. Penempatan mohair atau jika diperlukan menggunakan synthetic rubber. Penggunaan pada swing door dan double door. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding, diberi sealant supaya kedap air dan udara. Kusen untuk tempat menempelnya daun pintu/jendela, engsel diberi perkuatan khusus agar daun dapat menempel kuat pada kusen. Penyekrupan dipasang tidak terlihat dari luar sehingga hailine dari tiap sambungan kedap air. Celah antar kaca dan system kusen ditutup dengan sealent. Daun pintu dan jendela, dipasangkan pada rangka kusen yang sesuai, diikatkan/ dikaitkan pada engsel yang terpasang pada kusen dengan dengan sudut kelurusan 90 siku

Pintu dan Jendela Kaca Material/bahan kaca yang dipergunakan : a. Kaca . Jenis : 1. Clear glass, kaca dengan tebal sesuai gambar rencana. Pemasangan pada panel aluminium, permukaan bagus, rata, licin dan tidak tergores, dengan mutu sesuai dengan spesifikasi teknis dengan produk ASAHIMAS atau ditentukan lain 2. Tebal kaca tidak melampaui batas toleransi tebal 0,3 mm dan toleransi lebar dan panjang 2,0 mm. 3. Kaca lembaran berbentuk segi empat dan bersudut siku, tepi potongan rata dan lurus. Toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1,5 mm /meter. 4. Memenuhi standar bahan yang berlaku di indonesia. b. Semua kaca bebas dari cacat yang berupa :, 1. Gelembung (bubles-gelembung gas). 2. Bahan heterogen (heterogeneous material-komposisi kimia induk akibat kelalaian index biasnya). 3. Retak (crack-baik sebagian maupun seluruh tebal kaca).

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

4. Gumpilan tepi (edge chipping-baik pada sisi lebar maupun sisi panjang). 5. Benang (string-cacat garis timbul yang tembus pandang). 6. Gelombang (wave-gelombang pada permukaan). 7. Bintik (spots-titik-titik dengan warna lain). 8. Awan (clouds-kelainan kebeningan). 9. Lengkungan (blow-kaca melengkung). 10. Goresan (scratch-tergores).

Tahapan pelaksanaan meliputi : Mempelajari gambar dan melakukan kembali pengukuran lapangan. Pemasangan dilakukan setelah rangka pemegang pada daun pintu telah dikerjakan dan dengan hasil yang maksimal/rapi sesuai gambar rencana dan spesifikasi. Tepi kaca pada sambungan atau antara kaca dengan rangka pemegang diberi sealent/karet atau dempul khusus untuk menutupi celah rangka. Pemasangan Sealent pada kaca terpasang tidak lebih dari 0.5 cm batas garis sambungan dengan kaca. Pemasangan dilakukan dengan tenaga ahli yang berpengalaman dan akan menghasilkan hasil yang maksimal dan rapi. Pembersihan akhir dari kaca mempergunakan kain katun yang lunak dengan cairan khusus pembersih kaca yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Pekerjaan Lantai: Pekerjaan Pasang Keramik Bahan yang dipergunakan : a. Spesifikasi Keramik Tile : Ukuran Ketepatan siku Kelurusan sisi Rata permukaan Tingkat Absorbsi Ketahanan Gurat : : : : : : Sesuai gambar rencana dan lokasi pada ruangan yang telah ditentukan dalam gambar rencana. 0,3 % atau ditentukan lain dlm spesifikasi teknis. 5 % atau ditentukan lain dlm spesifikasi teknis. 0,5% atau ditentukan lain dlm spesifikasi teknis. 0,4% atau ditentukan lain dlm spesifikasi teknis. Di bawah 4 atau ditentukan lain dalam spesifikasi teknis. 5-7 mohs atau ditentukan lain dalam spesifikasi teknis. 300-400 kg/cm atau spesifikasi teknis. ditentukan lain dalam

Ketepatan uk. sisi :

Ketahanan Patah : Bahan perekat :

Adukan dengan komposisi Sesuai spesifikasi teknis dan Gambar Rencana/ kerja.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Bahan pengisi siar : Keramik Setara :

Semen warna/tile grout atau Sesuai spesifikasi teknis dan Gambar Rencana/kerja. Sesuai spesifikasi teknis dan Gambar Rencana kerja.

Persyaratan Bahan Jenis Produksi/Merk Ketebalan Mutu : : : : Keramik Lantai Uk. 30X30. Roman Gol. B. KW I. Min. 0,8 Cm. Tingkat 1 (satu), Extruded, Singel Firing, tahan asam dan basa. : Konsisten terhadap PUBB 1970 (NI-3) Pasal D ayat 17-33. : ditentukan kemudian.

- Chemical Resistance - Warna/Ukuran -

b. Cement Portland, pasir dan air memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis. c. Pengendalian seluruh pekerjaan ini sesuai/memenuhi Peraturan Keramik Indonesia (NI-19) dan PUBI-1982. Persyaratan

d. Bahan yang dipakai dipilih dari satu jenis produk kecuali dinyatakan lain oleh Perencana/Konsultan Pengawas.

Tahapan pelaksanaan meliputi : Sebelum pekerjaan lantai keramik untuk lantai dasar terlebih dahulu dilakukan pengurugan dan pemadatan pasir urug dengan menggunakan stamper, dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Sebelum dipasang keramik terlebih dahulu dibasahkan dan direndam. Keramik dipasangkan diatas adukan dengan tebal sesuai dengan gambar rencana. Untuk memudahkan dalam pemasangan keramik, dibuat acuan berupa benang yang diikatkan pada ujungujung daerah pemasangan. Selama pemasangan terus dicek kelurusan dan kerataan pasangan keramik dengan menggunakan waterpas dan juga arah kemiringan pengaliran air dan diperhatikan adanya lubang-lubang floor drain, tali air dan lain-lain. Pembuatan nat antar keramik tidak lebih dari 2 mm dengan kedalaman 2 mm yang diisi dengan nat dengan warna yang disesuaikan dengan ubin keramik yang ada/ditentukan kemudian atau ditentukan lain didalam gambar rencana dan spesifikasi teknis. Pengendalian pekerjaan ini sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, PUBB 1956 (NI-3). Selama 3 x 24 jam setelah pemasangan, lantai keramik dihindarkan dari injakan atau pemberian beban yang dapat merusak kedudukan pasangan keramik lantai.

Lingkup Pekerjaan

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alatalat bantu yang diperlukan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pasangan lantai keramik tile ini dipasang pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.

2. Pengendalian seluruh perkerjaan ini harus sesuai dengan peraturanperaturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI-19), PVBB 1970 dan PVBI 1982. 3. Bahan Pencampur sesuai dengan syarat teknis yang ditentukan dalam RKS adalah jenis pencampur/adukan Instan (Mortar) dan mempunyai daya rekat serta masa curing time yang lebih cepat dari pencampur konfesional jenis pencampur yang akan digunakan ialah Dry-Mix atau Mortar Utama. 4. Portland Cement (PC). 5. Pasir Pasang. 6. Bahanbahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu akan diserahkan contohcontohnya kepada Wakil Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas. Pelaksanaan Sebelum dimulai pekerjaan Kontraktor akan membuat shop drawing mengenai pola keramik. Keramik yang terpasang dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan bernoda. Sebelum dipasang keramik, diatas harus diberi lapisan screed dengan ketebalan yang disesuaikan terhadap ketinggian/elevasi keramik jadi, dengan menggunakan pencampur instant seperti Drymix atau mortar utama. Hasil pemasangan lantai keramik merupakan bidang permukaan yang benar benar rata, tidak bergelombang, dengan memperhatikan kemiringan didaerah basah dan teras kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area toilet dan area lain tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10 m. Pola, arah dan awal pemasangan lantai keramik disesuaikan dengan gambar detail atau sesuai petunjuk Wakil Pemberi Tugas atauKonsultan Pengawas. Kontraktor akan memperhatikan lubang instalasi dan drainage/bak kontrol sebelum pekerjaan dimulai. Jarak antara unitunit pemasangan keramik satu sama lain (siarsiar) sama lebarnya, ditetapkan 4 mm, yang membentuk garisgaris sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siarsiar yang berpotongan akan membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Siarsiar diisi dengan bahan siar yang bermutu baik, dari bahan seperti yang telah disyaratkan diatas. Warna keramik yang dipasang akan ditentukan kemudian. Pemotongan unitunit keramik tiles menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Keramik yang sudah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan hingga betulbetul bersih. Keramik yang terpasang dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain. Keramik plint terpasang siku terhadap lantai, dengan memperhatikan siar siarnya bertemu siku dengan siar lantai dan dengan ketebalan siar yang sama pula. Pemeriksaan (inspection). Rekatan (bond). Ketika pelaksanaan pemasangan tile, ambil tile yang telah terpasang, secara rondom, untuk memastikan bahwa adukan perekatan telah melekat dengan baik pada bagian belakang tile dan tile telah terpasang dengan baik.

Perlindungan dan Pembersihan 1. a. Perlindungan Kontraktor akan melindungi keramik yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih. Setelah pemasangan, Kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang, jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya, hanya untuk yang penting saja. Pembersihan a. Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika areaarea yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hydrochloric acid, perbandingan 30 : 1. b. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam. c. Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa. Pekerjaan Plafond Pekerjaan plafond terdapat pada seluruh lantai atau lokasi sesuai gambar kerja. Pekerjaan plafond meliputi pemasangan plafond GRC dengan rangka yang terbuat dari Rangka besi hollow stud sesuai gambar rencana, plafond GRC dengan tebal 5 mm , dan list tepi langit-langit yang berhubungan dengan dinding menggunakan bahan sesuai dengan gambar rencana.

b.

2.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Bahan; -

Plafond dengan bahan GRC Type Tebal Assesoris : : : GRC BOARD. 5 mm, dengan jumlah tipe sesuai dengan spesifikasi teknis. Sesuai dengan spesifikasi teknis.

Urutan pelaksanaan pekerjaan plafond terdiri dari : Pemasangan boleh dilaksanakan jika semua pekerjaan yang ada didalam langit-langit ( elektrikal, AC, sound system, fire alarm/fire detector, sprinkler, plumbing dan instalasi lain sesuai dengan gambar rencana) sudah siap dan selesai dikerjakan serta sudah ditest Pemasangan rangka besi hollow untuk GRC sesuai gambar rencana dengan digantung plat beton/dinding atau pada lokasi yang telah ditentukan dalam gambar rencana dengan penguat pakai ramset ke plat beton/balok beton. Mengecek kerataan rangka langit-langit dengan menggunakan waterpas. Kawat penggantung dari galvanized 6 mm dilengkapi dengan gesper pengatur ketinggian atau ditentukan lain sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana. Plafond panel gypsum dipasangkan pada rangka yang telah disesuaikan jarak dan bentuknya berdasarkan cara pemasangan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Setelah seluruh ruang dipasang plafond GRC kemudian dilakukan pengecekan kecembungan, kerataan dan sambungan antar panel. Dilakukan pengecatan secara merata pada bagian akhir pekerjaan. Pemasangan list langit-langit, dilakukan dengan cara sedemikian rupa sehingga didapat hasil yang kuat, rata dan tidak bergelombang.

Pasang List Plafond LINGKUP PEKERJAAN Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti yang dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik dan sempurna. Pekerjaan ini meliputi antara lain : Pekerjaan List kayu Pekerjaan list kayu. Pekerjaan List umumnya. BAHAN 1. Jenis List kayu yang dipakai : (a). Kayu profil sesuai gambar rencana digunakan untuk seluruh pekerjaan List yang disebutkan diatas, kecuali dinyatakan lain dalam Buku Syarat-syarat Teknis dan yang dinyatakan dalam gambar.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

(b). Dihindarkan adanya cacat-cacat antara lain yang berupa pecah atau retak pada list kayu. Pelaksanaan (a). Semua proses pemasangan list plafond dipasang dengan tenaga manusia dibantu dengan alat bantu sehingga didapatkan kualitas yang baik. (b). Semua ukuran profil dilaksanakan harus benar-benar dalam keadaan baik dan tepat. (c). Pengukuran keadaan lapangan diperlukan sebelum memulai pekerjaan untuk mendapatkan ketetapan pemasangan di lapangan. (d). List plafond untuk langit-langit dibuat sesuai pola dari langit-langit yang telah direncanakan dalam gambar, dengan memperhatikan letak dan bentuk yang akan terpasang pada langit-langit yang terpasang.

Pasang Plint Keramik Dinding Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alatalat bantu yang diperlukan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pasangan lantai keramik tile ini dipasang pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan 1. Lantai keramik yang digunakan: - Jenis : Keramik untuk Plint Dinding Uk. 10/20 dipakai Ukuran 30X30 yang telah di potong. - Produksi/Merk : Roman Gol. B. KW I. - Ketebalan : Min. 0,8 Cm. - Daya resap : Max. 1 %. - Kekerasan : Min. 6 Skala Mohs. - Kekuatan Tekan : Min. 900 Kg/Cm2. - Daya Tahan Lengkung : Min. 350 Kg/Cm2. - Mutu : Tingkat 1 (satu), Extruded, Singel Firing, tahan asam dan Basa. - Chemical Resistance : Konsisten terhadap PUBB 1970 (NI-3) Pasal D ayat 17-33. - Bahan Pengisi Siar : Coloured Grount AM 50 atau setara. - Warna Pengisi Siar : Ditentukan kemudian. - Warna/Ukuran : Ditentukan kemudian. 2. Pengendalian seluruh perkerjaan ini harus sesuai dengan peraturanperaturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI-19), PVBB 1970 dan PVBI 1982. 3. Bahan Pencampur sesuai dengan syarat teknis yang ditentukan dalam RKS adalah jenis pencampur/adukan Instan (Mortar) dan mempunyai daya rekat serta masa curing time yang lebih cepat dari pencampur konfesional jenis

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

pencampur yang akan digunakan ialah Dry-Mix atau Mortar Utama.

4. Portland Cement (PC). 5. Pasir Pasang. 6. Bahanbahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu akan diserahkan contohcontohnya kepada Wakil Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas. Pelaksanaan Keramik yang terpasang dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan bernoda. Sebelum dipasang keramik, diatas harus diberi lapisan screed dengan ketebalan yang disesuaikan terhadap ketinggian/elevasi keramik jadi, dengan menggunakan pencampur instant seperti Drymix atau mortar utama. Hasil pemasangan plint keramik merupakan bidang permukaan yang benar benar rata, tidak bergelombang. Jarak antara unitunit pemasangan keramik satu sama lain (siarsiar) sama lebarnya, ditetapkan 4 mm, yang membentuk garisgaris sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siarsiar yang berpotongan akan membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Siarsiar diisi dengan bahan siar yang bermutu baik, dari bahan seperti yang telah disyaratkan diatas. Warna keramik yang dipasang akan ditentukan kemudian. Pemotongan unitunit keramik tiles menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik. Keramik yang sudah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan hingga betulbetul bersih. Keramik yang terpasang dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain. Keramik plint terpasang siku terhadap lantai, dengan memperhatikan siar siarnya bertemu siku dengan siar lantai dan dengan ketebalan siar yang sama pula. Perlindungan dan Pembersihan 1. Perlindungan a. Kontraktor akan melindungi keramik yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih. Setelah pemasangan, Kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang, jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya, hanya untuk yang penting saja.

b.

2. Pembersihan

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika areaarea yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hydrochloric acid, perbandingan 30 : 1. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam. Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa. Pasang Keramik 20 x 20 Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alatalat bantu yang diperlukan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pasangan lantai keramik tile ini dipasang pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan 1. Lantai keramik yang digunakan: - Jenis : Keramik khusus lantai KM/WC. Ukuran 20X20. - Produksi/Merk : Roman Gol. B. KW I. - Ketebalan : Min. 0,8 Cm. - Daya resap : Max. 1 %. - Kekerasan : Min. 6 Skala Mohs. - Kekuatan Tekan : Min. 900 Kg/Cm2. - Daya Tahan Lengkung : Min. 350 Kg/Cm2. - Mutu : Tingkat 1 (satu), Extruded, Singel Firing, tahan asam dan basa. - Chemical Resistance : Konsisten terhadap PUBB 1970 (NI-3) Pasal D ayat 17-33. - Bahan Pengisi Siar : Coloured Grount AM 50 atau setara. - Warna Pengisi Siar : Ditentukan kemudian. - Warna/Ukuran : Ditentukan kemudian 2. Pengendalian seluruh perkerjaan ini harus sesuai dengan peraturanperaturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI-19), PVBB 1970 dan PVBI 1982. 3. Bahan Pencampur sesuai dengan syarat teknis yang ditentukan dalam RKS adalah jenis pencampur/adukan Instan (Mortar) dan mempunyai daya rekat serta masa curing time yang lebih cepat dari pencampur konfesional jenis pencampur yang akan digunakan ialah Dry-Mix atau Mortar Utama 4. Portland Cement (PC). 5. Pasir Pasang. 6. Bahanbahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu akan diserahkan

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

contohcontohnya kepada Wakil Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas.

Pelaksanaan Sebelum dimulai pekerjaan Kontraktor akan membuat shop drawing mengenai pola keramik. Keramik yang terpasang dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan bernoda. Sebelum dipasang keramik, diatas harus diberi lapisan screed dengan ketebalan yang disesuaikan terhadap ketinggian/elevasi keramik jadi, dengan menggunakan pencampur instant seperti Drymix atau mortar utama. Hasil pemasangan lantai keramik merupakan bidang permukaan yang benarbenar rata, tidak bergelombang, dengan memperhatikan kemiringan didaerah basah dan teras kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area toilet dan area lain tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10 m. Pola, arah dan awal pemasangan lantai keramik disesuaikan dengan gambar detail atau sesuai petunjuk Wakil Pemberi Tugas atauKonsultan Pengawas. Kontraktor akan memperhatikan lubang instalasi dan drainage/bak kontrol sebelum pekerjaan dimulai. Jarak antara unitunit pemasangan keramik satu sama lain (siarsiar) sama lebarnya, ditetapkan 4 mm, yang membentuk garisgaris sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siarsiar yang berpotongan akan membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Siarsiar diisi dengan bahan siar yang bermutu baik, dari bahan seperti yang telah disyaratkan diatas. Warna keramik yang dipasang akan ditentukan kemudian. Pemotongan unitunit keramik tiles menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik. Keramik yang sudah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan hingga betulbetul bersih. Keramik yang terpasang dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain. Keramik plint terpasang siku terhadap lantai, dengan memperhatikan siarsiarnya bertemu siku dengan siar lantai dan dengan ketebalan siar yang sama pula. Pelaksanaan Pekerjaan ini akan memperhatikan beberapa yang prinsip karena Area Pekerjaan masih aktif digunakan sebagai ruang kerja, dan pelaksanaan pada normal working day dilaksanakan malam hari sedangkan pada hari libur dilaksanakan pada jam kerja normal seperti gambar skema pekerjaan tersebut diatas. Perlindungan dan Pembersihan 1. Perlindungan a. Kontraktor akan melindungi keramik yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih. b. Setelah pemasangan, Kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang, jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya, hanya untuk yang penting saja.

2. Pembersihan 1. Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika areaarea yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hydrochloric acid, perbandingan 30 : 1. 2. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam. 3. Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa. Pasang Keramiklantai keramik 60 x 60 dan Dinding 20 x 20 Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alatalat bantu yang diperlukan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang bermutu baik. 2. Pasangan lantai keramik tiles ini dipasang pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan 1. Lantai keramik yang digunakan: - Jenis : Keramik khusus Dinding Ruang KM/WC. Ukuran 20X20 , Lantai keramik 60 x 60 - Produksi/Merk : Roman Gol. B. KW I - Ketebalan : Min. 0,8 Cm. - Daya resap : Max. 1 %. - Kekerasan : Min. 6 Skala Mohs. - Kekuatan Tekan : Min. 900 Kg/Cm2. - Daya Tahan Lengkung : Min. 350 Kg/Cm2. - Mutu : Tingkat 1 (satu), Extruded, Singel Firing, tahan asam dan basa. - Chemical Resistance : Konsisten terhadap PUBB 1970 (NI-3) Pasal D ayat 17-33. - Bahan Pengisi Siar : Coloured Grount AM 50 atau setara. - Warna Pengisi Siar : Ditentukan kemudian. - Warna/Ukuran : Ditentukan kemudian 7. Pengendalian seluruh perkerjaan ini harus sesuai dengan peraturanperaturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI-19), PVBB 1970 dan PVBI 1982. 8. Bahan Pencampur sesuai dengan syarat teknis yang ditentukan dalam RKS adalah jenis pencampur/adukan Instan (Mortar) dan mempunyai daya rekat serta masa curing time yang lebih cepat dari pencampur konfesional jenis pencampur yang akan digunakan ialah Dry-Mix atau Mortar Utama.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

9. Portland Cement (PC). 10.Bahanbahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu akan diserahkan contohcontohnya kepada Wakil Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas.

Pelaksanaan Sebelum dimulai pekerjaan Kontraktor akan membuat shop drawing mengenai pola keramik. Keramik yang terpasang dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan bernoda. Sebelum dipasang keramik, diatas harus diberi lapisan screed dengan ketebalan yang disesuaikan terhadap ketinggian/elevasi keramik jadi, dengan menggunakan pencampur instant seperti Drymix atau mortar utama. Hasil pemasangan lantai keramik merupakan bidang permukaan yang benarbenar rata, tidak bergelombang, dengan memperhatikan kemiringan didaerah basah dan teras kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area toilet dan area lain tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10 m. Pola, arah dan awal pemasangan lantai keramik disesuaikan dengan gambar detail atau sesuai petunjuk Wakil Pemberi Tugas atauKonsultan Pengawas. Kontraktor akan memperhatikan lubang instalasi dan drainage/bak kontrol sebelum pekerjaan dimulai. Jarak antara unitunit pemasangan keramik satu sama lain (siar siar) sama lebarnya, ditetapkan 4 mm, yang membentuk garisgaris sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siarsiar yang berpotongan akan membentuk sudut siku yang saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Siarsiar diisi dengan bahan siar yang bermutu baik, dari bahan seperti yang telah disyaratkan diatas. Warna keramik yang dipasang akan ditentukan kemudian. Pemotongan unitunit keramik tiles menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik. Keramik yang sudah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan hingga betulbetul bersih. Keramik yang terpasang dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain. Keramik plint terpasang siku terhadap lantai, dengan memperhatikan siarsiarnya bertemu siku dengan siar lantai dan dengan ketebalan siar yang sama pula.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

Perlindungan dan Pembersihan 1. Perlindungan a. Kontraktor akan melindungi keramik yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih. b. Setelah pemasangan, Kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang, jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya, hanya untuk yang penting saja. 2. Pembersihan 1. Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika areaarea yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hydrochloric acid, perbandingan 30 : 1. 2. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam. 3. Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa. Spesifikasi bahan : 1. 2. 3. 4. C.75.100 untuk Top Chorddan Bottom (tebal : 1mm) ; 75.75 untuk Web ( tebal : 0.75 mm) ; TCT 0.6 untuk Reng (tebal : 0.6 mm) ; BX untuk Buildex Serew.

Bahan mutu tinggi ( light Gauge Higgt Tenseel Steel) Tipe G. 550 dengan criteria : a. Kekuatan leleh minimum 550 Mpa (minimum). b. Teganagan Maksimum 550 Mpa ( minimum). c. Modolus elastisitas 200.000 Mpa ( minimum). d. Modulus geser 80.000 Mpa (minimum). Lapisan anti karat Hot Deep Galvanizeg. Dengan criteria : a. Kelas Z 22. b. kadar 220 g/m2. Bentuk bahan dengan criteria :

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

a. Profil Z, tebal 0,8 dan 1 mm, tinggi profil 95 mm, lebar Flens 33 mm, digunakan untuk batang utama (Top Chord dan Botton Chord) Kudakuda. b. Frofil C, tebal 0,8 mm tinggi profil 65 mm, lebar flens 26 mm, digunakan untuk batang pengisi (Webs). c. Frofil W, tebal 1 mm, tinggi frofil 75 mm, lebar flens 40 mm, digunakan untuk Top Plate, Walling Plate (dudukan kuda-kuda sekeliling ring balok). d. Frofil (Omega),tebal 0,5 mm, tinggi profil 45 mm, lebar flens 27 mm, digunakan untuk Battens Reng, Botton Chord Bracing, Diagonal Web Bracing Lateral Tie.

PEKERJAAN ARSITEKTUR LAINNYA 1. Pasang Talang Jurai. Pasang Talang Jurai Lantai III dipasang diatas rangka atap, biasanya talang jurai ini dipasang pada saat pertemuan atap sehingga dipasang talang jurai. Pemasangan Talang ini terlebih dahulu dipasang papan untuk alas seng talang, kemudian selesai dipasang papan alas dilanjutkan pemasangan seng penutup talang, pemasangan ini harus diperhatikan supaya tidak bocor disetujui Direksi/ Konsultan Pengawas.

PEKERJAAN PENGECATAN & FINISHING a. Pengecatan Dinding LINGKUP PEKERJAAN 1. Persiapan permukaan yang akan diberi cat. 2. Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan. 3. Pengecatan semua permukaan dan area yang ada gambar tidak disebutkan secara khusus, dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Konsultan Perencana. STANDAR PENGERJAAN (MOCK UP) 1. Sebelum pengecatan dimulai, Kontraktor akan melakukan pengecatan pada satu bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna, texture, material dan cara pengerjaan. Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mock up ini akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas. 2. Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan perencana, bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standar minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan. CONTOH DAN BAHAN UNTUK PERAWATAN 1. Kontraktor harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidang-bidang transparan ukuran 30 x 30 cm 2. Dan pada bidang-bidang tersebut

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir).

2. Semua bidang contoh tersebut akan diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas dan Perencana. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan Perencana, barulah Kontraktor melanjutkan dengan pembuatan mock up seperti tersebut di atas. 3. Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi Lapangan, untuk kemudian diteruskan kepada Pemberi Tugas, minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas identitas cat yang ada didalamnya. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan, oleh Pemberi Tugas. 4. Pekerjaan Cat Dinding (a) Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. (b) Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Ecrylic merk Sanlex atau setara, Warna ditentukan kemudian. (c) Plamur yang digunakan adalah plamur tembok merk vinilex atau setara.

(d) Sebelum dinding di plamur, plesteran sudah harus betul-betul kering, tidak ada retak-retak dan Kontraktor meminta persetujuan kepada Owner. (e) Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisau plamur dari plat baja tipis dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata. (f) Sesudah 7 hari plamur terpasang dan percobaan warna besi kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul. Selanjutnya dinding dicat dengan menggunakan roller. Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistence sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis aeryline emulsion dengan kekentalan cat sebagai berikut : Lapis I encer (tambahkan 20% air). Lapis II kental. Lapis III encer.

(g)

(h) Untuk warna-warna dan jenis. Kontraktor diharuskan menggunakan kalengkaleng dengan percampuran (batch number) yang sama. (i) Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata, licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.

Pengecatan Plafond LINGKUP PEKERJAAN 1. Persiapan permukaan plafond yang akan diberi cat. 2. Pengecatan permukaan plafond dengan bahan-bahan yang telah ditentukan.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

3. Pengecatan semua permukaan plafond dan area yang ada gambar tidak disebutkan secara khusus, dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Konsultan Perencana. STANDAR PENGERJAAN (MOCK UP) 1. Sebelum pengecatan dimulai, Kontraktor akan melakukan pengecatan pada satu bidang plafond tertentu untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidangbidang plafond tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna, texture, material dan cara pengerjaan. Bidang-bidang plafond yang akan dipakai sebagai mock up ini akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas. 1. Jika masing-masing bidang plafond tersebut telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan perencana, bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standar minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan. CONTOH DAN BAHAN UNTUK PERAWATAN 1. Kontraktor harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidang-bidang transparan ukuran 30 x 30 cm 2. Dan pada bidang-bidang plafond tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir). 2. Semua bidang contoh tersebut akan diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas dan Perencana. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan Perencana, barulah Kontraktor melanjutkan dengan pembuatan mock up seperti tersebut di atas. 3. Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi Lapangan, untuk kemudian diteruskan kepada Pemberi Tugas, minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas identitas cat yang ada didalamnya. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan, oleh Pemberi Tugas. 4. Pekerjaan Cat Dinding Partisi (a) Yang termasuk pekerjaan cat dinding partisi adalah pengecatan seluruh bidang dinding partisi baik gypsum maupun multiplek dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. (b) Untuk dinding-dinding dalam bangunan khususnya partisi digunakan cat jenis Emulsi Ecrylic merk Sanlex atau setara, Warna ditentukan kemudian. (c) Plamur yang digunakan adalah plamur tembok merk vinilex atau setara.

(d) Sebelum di plamur, permukaan partisi sudah harus betul-betul kering, tidak ada retak-retak dan Kontraktor meminta persetujuan kepada Owner. (e) Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisau plamur dari plat baja tipis dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata. (f) Sesudah 7 hari plamur terpasang dan percobaan warna besi kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul. Selanjutnya dinding dicat dengan menggunakan roller. Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistence

()g

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI


___________________________________________________________________________________________________________

sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis aeryline emulsion dengan kekentalan cat sebagai berikut : Lapis I encer (tambahkan 20% air). Lapis II kental. Lapis III encer. (h) Untuk warna-warna dan jenis. Kontraktor diharuskan menggunakan kalengkaleng dengan percampuran (batch number) yang sama. (i) Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding partisi merupakan bidang yang utuh, rata, licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.

PEKERJAAN LAIN-LAIN Pembuangan Puing Keluar Site Sisa-sisa puing atau material bekas di packaging kemudian dibuang keluar lokasi proyek dengan menggunakan mobil pengangkut, dan hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab kontraktor pelaksana. SKEMA PELAKSANAN PEMBUANGAN PUING MATERIAL/PUING SISA PEKERJAAN

PACKAGING MATERIAL/PUING DGN KARUNG/ALAT BANTU

ALOKASI PENEMPATAN SEMENTARA PUING PEMBUANGAN DGN KENDARAAN PENGANGKUT

SELESAI

PENUTUP
Demikian metodelogi ini disampaikan, sebagai bahan kelengkapan dokumen yang telah disyaratkan dalam RKS dan sebagai pedoman utama dalam melaksanakan pekerjaan, terlampir dalam dokumen ini antara lain : a. Spesifikasi Teknik material yang dipergunakan.

METODE PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH PRIBADI

b. Brossure-Brossure.yang sesuai dengan bidang pekerjaan. perhatiannya diucapkan terima kasih.

___________________________________________________________________________________________________________

Semoga paparan/penjelasan pelaksanan ini bermanfaat untuk kita semua, atas

Jakarta, 24 April 2013

ERPAN ROYEN