Anda di halaman 1dari 3

Protein yang dihasilkan dengan menggunakan jasa mikroorganisme bersel satu disebut protein sel tunggal.

Protein sel tunggal merujuk pada protein dalam sel mikroba yang dapat digunakan untuk pakan ternak atau konsumsi manusia. Istilah ini diciptakan untuk menggantikan 'protein mikroba' istilah lama yang pada akhir tahun enam puluhan dianggap kurang menarik. Isi protein 60-70% pada bakteri, 45-65% dalam khamir, dan 35-40% dalam kapang. Produksi dunia SCP diperkirakan 2 juta ton per tahun. Kebutuhan untuk memproduksi protein sel tunggal didasarkan pada kelangkaan dan distribusi geografis yang tidak seimbang dari protein yang diproduksi saat ini. Keuntungan dan kerugian dari memproduksi protein sel tunggal : Keuntungan : a. Proses ini hanya memerlukan waktu yang singkat karena efisiensi mikroorganisme dalam memproduksi protein, dibandingkan dengan produksi protein nabati atau hewani. b. Nutrisi yang dimiliki protein sel tunggal yang tinggi. c. Produksi protein sel tunggal tidak memerlukan lahan yang besar. d. Iklim tidak mempengaruhi produksi. e. Fleksibilitas dalam perancangan produksi karena beragamnya mikroorganisme dan substrat yang dapat digunakan. Kerugian : a. Kandungan asam nukleat tinggi menyebabkan asam urat pada manusia. b. Beberapa komponen pada dinding sel tidak dapat dicerna dan beracun. c. Ketersediaan dan harga dari substrat yang tinggi. d. Kurangnya fungsi sebagai bahan makanan. Mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai penghasil protein yang telah diteliti para ahli adalah bakteri, ragi, jamur, dan ganggang. Mikroorganisme yang bersel satu yang digunakan sebagai sumber makanan untuk manusia mulai dikembangkan pada awal abad ke 19, khususnya golongan ragi Torula. Torula ini mula - mula ditemukan oleh Henneberg (1926) yang terkontaminasi pada pabrik ragi (Saccharomyces) di Jerman dan diberi nama Torula utilis. Ragi ini oleh Lodder J. Dan Kreger van Rij (1952) dimasukkan ke dalam genus Candida. Selama perang dunia II (1939 - 1948) ragi Candida utilis telah digunakan sebagai makanan oleh tentara Jerman. Berbagai bakteri, jamur, ragi dan ganggang telah digunakan untuk produksi protein sel tunggal. Bakteri termasuk Brevibacterium, Methylophilus methylitropous, Acromobacter

delvaevate, Pseudomonas

Acinetobacter calcoacenticus, Aeromonas hydrophilla, Bacillus megaterium, fluorescens, Rhodopseudomonas capsulata, Flavobacterium species,

Bacillus subtilis, Lactobacillus species, Cellulomonas species, Methylomonas methylotrophus, Thermomonospora fusca dan lain-lain, beberapa ganggang yang digunakan adalah Chlorella pyrenoidosa, Chlorella sorokiana, Chondrus crispus, Scenedesmus acutus, Porphyrium sp dan Sprulina maxima. Jamur berfilamen yang telah digunakan termasuk Chaetomium celluloliticum, Fusarium graminearum, Aspergillus belerang, A.niger, A.oryzae, Cephalosporium cichhorniae, Penicillium cyclopium, Rhizopus chinensis, Scytalidium aciduphlium, Tricoderma viridae, Tricoderma alba, Paecilomyces varioti. Ragi seperti Candida utilis (torula ragi), Candida lipolytica, Candida tropicalis Candida novel, Candida intermedia dan Saccharomyces cerevisiae dan semua berbagai organisme yang telah digunakan untuk produksi SCP. Mikroorganisme yang diinginkan dibudidayakan pada media di bawah kondisi steril. Organisme yang akan dibudidayakan harus memiliki sifat sebagai berikut yaitu: harus nonpatogenik untuk tanaman manusia dan hewan, harus memiliki nilai gizi yang baik, harus digunakan sebagai makanan dan pakan, tidak boleh mengandung senyawa beracun dan biaya produksi harus rendah. Ragi Candida sp. digunakan sebagai mikroba pilihan untuk produksi protein sel tunggal karena kemudahan isolasi dan pertumbuhan pada media yang mengandung karbohidrat. Demikian pula, kebutuhan energi yang dianggap minim karena tumbuh sangat baik pada suhu kamar Candida utilis, yang dikenal sebagai ragi torula dan digunakan untuk bahan tambahan pakan ternak dan dikonsumsi manusia, dibuat dari bahan mentah yang beraneka macam. Diantaranya adalah etanol, cairan limbah sulfit dari pabrik kertas, hidrokarbon berupa parafin normal, dan air didih keju. Pure Culture Products Division of Hercules, Inc., memiliki pabrik protein tunggal dalam Candida Ultis di Hutchinson, Minessota. Pabrik ini berkapasitas 6.800 ton setahun. Pabrik ini dioperasikan dengan sistem kontinyu dan dalam suasana steril. Sebagai sumber energi dan karbon digunakan etanol. Sel ragi diangkat terus menerus, dicuci, dan dikeringkan dengan semprotan. Produk ini dipakai untuk makanan. Selanjutnya dapat diproses untuk menghasilkan bumbu penyedap. Hasil biasanya sekitar 0,7 metrik ton ragi kering untuk tiap metrik ton etanol yang terpakai. Kandungan protein produk ini berkisar antara 50 % - 50 %. Pabrik berskala komersial di Amerika Serikat dan Eropa juga menghasilkan Candida Ultis dari cairan limbah sulfit. Dalam proses yang biasa, cairan sulfit, yang mengandung campuran gula, dibubuhi kapur. Lalu

dididihkan secara terbuka untuk membuang sulfur dioksida, sulfit, dan senyawa sulfur lain yang dapat menghambat pertumbuhan ragi. Pengoperasian harus dalam suasana bersih tapi tak perlu steril. Produk diambil dengan sentrifugal, lalu dicuci dan dikeringkan. Dari cairan sulfit dapat diperoleh produk untuk makanan manusia atau pakan ternak, tergantung pada sistem proses dan kontrol kualitas produk yang diberlakukan. Dengan menggunakan cairan limbah sulfit, didapat hasil sekitar 1 metrik ton berat kering ragi untuk tiap 2 ton gula dalam cairan itu.