Anda di halaman 1dari 36

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sel-sel otak membutuhkan glukosa. Selama kelaparan dalam individu normal tanpa masalah metabolik lainnya, ini pasokan glukosa kritis diperoleh dari otot dan hati glikogen toko. Setelah glokogen habis dalam 1-2 hari, otot pasokan katabolisme asam amino untuk glukogenesis. Dalam beberapa hari, otak mulai memanfaatkan lemak (keton) daripada glukosa sebagai sumber energi, menurunkan kebutuhan pemeliharaan glukosa dan protein melestarikan. Efek samping dari kelaparan termasuk atrofi organ, terutama hilangnya otot rangka, disfungsi organ, anemia, penyembuhan luka tertunda dan diubah kerentanan fungsi imun meningkatkan infeksi. Pasien yang menderita gangguan neurologis akut, seperti trauma otak atau stroke, dapat sebelumnya telah bergizi baik atau kurang gizi. Setelah cedera saraf parah terjadi, tidak ada hanya fase kelaparan, tetapi juga keadaan hiperdinamik, di mana peningkatan konsumsi oksigen dan tuntutan kalori dapat bertahan selama beberapa waktu ke recovery. ( Dr Michael P. Merchut, Juni, 2012) Peningkatan hormon tingkat katekolamin, glukokortikoid, glukagon dan hormone pertumbuhan terjadi dengan resistensi insulin meningkat, biasanya menciptakan hiperglikemia, bahkan pada pasien nondiabetes. Tuntutan metabolik juga dapat ditingkatkan pada pasien neurologi karena kejang kejang, perilaku gelisah atau bersamaan infeksi. Malnutrisi mungkin secara fisik jelas dengan membuang otot temporal atau lainnya, dikuatkan oleh riwayat penurunan berat badan, perubahan dalam kebiasaan makan, atau mengunyah gangguan atau menelan. Pengukuran antropometrik, seperti ketebalan lipatan kulit trisep, adalah berarti lebih kuantitatif untuk menilai status gizi, namun sering tidak akurat dalam pasien yang sakit kritis akibat edema tungkai. Tingkat albumin serum yang tidak baik refleksi dari sintesis protein, sejak paruh albumin adalah sekitar 20 hari. Pra-albumin, dengan waktu paruh pendek dari 2-3 hari, adalah pengukuran yang lebih baik dari protein metabolisme pada pasien sakit kritis. Waktu untuk memulai dukungan nutrisi adalah keputusan klinis berdasarkan premorbidstatus gizi, sifat dan tingkat penyakit, dan waktu prediksi melanjutkan lisan asupan. Cukup pasien gizi mungkin hanya perlu protein-sparing karbohidrat untuk beberapa hari, sementara pasien yang sebelumnya kurang gizi membutuhkan sebelumnya, nutrisi yang lebih substansial dimulai setelah 1-7 hari (pasien malnutrisi berat dalam waktu 1-3 hari). (Pedoman dari American Society of Nutrition parenteral dan Enteral (ASPEN), 1993). Demikian juga, jika Tampaknya pasien tidak akan melanjutkan asupan oral dalam 5-7 hari, nutrisi tambahan harus dimulai (rekomendasi ASPEN). Penggunaan dan fungsi usus mempertahankan mukosa usus dan permeabilitas serta gastrointestinal limfoid jaringan, yang dapat mencegah pergerakan bakteri atau racun dari usus ke dalam aliran darah. Makanan enteral mempromosikan perdarahan gastrointestinal lebih sedikit. Makan tabung nasogastrik mungkin tidak menimbulkan risiko yang lebih besar dari aspirasi, dibandingkan dengan tabung nasojejunal makan, asalkan residu lambung (<200 ml) diperiksa sering dan kepala tempat tidur ditinggikan. Sebuah tabung gastrostomy mungkin endoskopi ditempatkan untuk jangka waktu lama pada pasien yang tidak pernah mungkin memulihkan kemampuan untuk menelan aman, seperti dengan amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau infark otak yang luas batang. Parenteral nutrisi melalui pembuluh darah perifer adalah ukuran keragu-raguan jika pasien akan segera melanjutkan makan, atau sebagai suplemen untuk parenteral makan. Jika usus tidak dapat digunakan

atau makanan enteral tidak ditoleransi, total nutrisi parenteral (TPN) atau hiperalimentasi (HAL) dapat memberikan nutrisi lengkap mendukung. Risiko TPN termasuk kebutuhan untuk akses vena sentral dengan kemungkinan infeksi, dan kebutuhan untuk pengujian darah sering glukosa dan elektrolit. Parenteral nutrisi mungkin disukai pada pasien, sakit kritis yang tidak stabil yang segera mungkin memerlukan muncul operasi, seperti kraniotomi untuk perdarahan intrakranial. Kebutuhan kalori dari beberapa pasien neurologis cukup tinggi, terutama orangorang dengan cedera kepala. Mempertahankan nutrisi mungkin menjadi tujuan bukan sepenuhnya repleting status gizi, karena administrasi tingkat tinggi karbohidrat dapat meningkatkan hati timbunan lemak dan glikogen, meningkatkan keadaan hiperglikemia sering ditemui dalam cedera neurologis akut. Keadaan insulin resisten hiperglikemia lebih diperparah jika diberikan kortikosteroid untuk edema otak atau cedera tulang belakang. Hiperglikemia telah terbukti memperburuk hasil pada gangguan neurologis, termasuk infark iskemik, perdarahan subarachnoid, dan cedera otak traumatis. Metabolisme anaerobik glukosa menjadi asam laktat di otak iskemik mungkin patologis mekanisme. Beberapa studi menunjukkan hiperglikemia yang merusak di semua sakit kritis pasien. Geser skala cakupan insulin harus diberikan untuk glucoses serum lebih besar dari 140-150 mg / dL, dengan tujuan target sekitar 80 sampai 120 mg / dL, menghindari kontrol glikemik yang terlalu "ketat." Pasien stroke akut karena itu harus awalnya tidak menerima glukosa solusi, tetapi salin normal sebaiknya intravena, dengan mengingat bahwa hipotonik cairan intravena mungkin memperburuk komplikasi edema serebral. Rata-rata pemeliharaan cairan intravena adalah sekitar 1 ml / kg per jam, atau sekitar 2000-2500 ml sehari. Pasien dengan infark iskemik akut harus memiliki evaluasi menelan dilakukan awal masuk. Jika ada ketidakmampuan untuk aman menelan atau gangguan signifikan kesadaran, makanan enteral nasogastrik dimulai. Sebuah rejimen usus sangat penting karena usus motilitas sering dikurangi, dan program harian mungkin termasuk serat makanan, yang memadai hidrasi, dan obat pencahar, atau pelunak tinja enema sesuai kebutuhan. Profilaksis terhadap perdarahan gastrointestinal dapat dicapai dengan menangkal keasaman lambung dengan H2 antagonis reseptor obat atau penggunaan sukralfat. 1.2 Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Apakah definisi dari nutrisi? Apa saja jenis dari nutrisi ? Apa saja penyebab jika kekurangan nutrisi ? Berapa nilai standard energy di dalam tubuh ? Bagaimana cara pemberian nutrisi secara parenteral, enternal, dan oral ?? Apa saja indikator nutrisi ? Bagaimana asuhan keperawatan kebutuhan nutrisi pada pasien dengan tumor otak?

1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Mampu memberikan kebutuhan nutrisi yang tepat pada pasien penderita tumor otak.

1.3.2 1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan Khusus

Mampu menjelaskan definisi dari nutrisi Mampu menjelaskan jenis-jenis nutisi Mampu menjelaskan penyebab jika kekurangan nutrisi. Mampu menjelaskan standart nilai energy yang dibutuhkan tubuh. Mampu menjelaskan pemberian nutrisi baik secara enternal, parentral maupun oral 6. Mampu menjelaskan indikator nutrisi 7. mampu menjelaskan asuhan keperawatan tentang kebutuhan nutrisi pada pasien tumor otak

1.4 Manfaat 1. Mahasiswa memahami konsep dan proses keperawatan kebutuhan nutrisi pada klien dengan gangguan tumor otak sehingga menunjang pembelajaran mata kuliah neurobehaviour. 2. Mahasiswa mengetahui proses keperawatan yang benar sehingga dapat menjadi bekal dalam persiapan di rumah sakit.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 DEFINISI. Pengertian Nutrisi Menurut Beberapa Ahli dan Jenis-jenis Nutrisi. Nutrisi adalah ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur prosesproses kehidupan (Soenarjo, 2000). Menurut Soenarjo (2000), Nutrisi merupakan kebutuhan utama pasien kritis dan nutrisi enteral lebih baik dari parenteral karena lebih mudah, murah, aman, fisiologis dan penggunaan nutrien oleh tubuh lebih efisien. Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh (Rock CL, 2004). Nutrisi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan (Supariasa, 2001). Nutrisi merupakan salah satu kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup. Pengertian nutrisi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut: a. Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nuwer, 2008). b. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan (Wikipedia, 2008). c. Nutrisi berbeda dengan makanan, makanan adalah segala sesuatu d. yang kita makan sedangkan nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut (Uri, 2008). Beberapa ahli memberikan penjelasan mengenai pengertian nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yang berupa energi. Selain itu energi juga dapat membangun dan memelihara jaringan dalam tubuh serta mengatur proses kehidupan. Nutrisi digunakan untuk makanan sebagai pembentuk energi, dimana setiap jaringan dalam tubuh bekerja dengan baik. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai suatu proses organism yang menggunakan objek utamanya yaitu makanan yang sering dikonsumsi dalam kondisi yang normal, dengan menggunakan proses degesti, absorsi serta metabolisme yang pada nantinya akan membuang beberapa zat yang memang tidak digunakan oleh tubuh. Berdasarkan pengertian Nutrisi itu sendiri , zat ini memang menjadi asupan utama bagi tubuh seseorang dalam melakukan berbagai kegiatan sebagai pembentuk energi penting. Fungsi nutrisi itu sendiri juga beragam seperti sebagai proses pengambilan zat-zat makanan yang penting, sebagai subtansi organik yang dibutuhkan organisme untuk bergerak normal. Namun nutrisi sangat berbeda dari makanan yang kita makan tiap harinya, nutiri adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Nutrisi juga berperan aktif sebagai asupan makanan yang sehat bagi tubuh, tubuh

setidaknya mengkonsumsi beberapa jenis makanan setiap harinya. Tidak lantas kita menyepelekan nutrisi, sebab tidak semua makanan memiliki nutrisi. Setelah mengetahui pengertian nutrisi, ada beberapa jenis nutrisi yang memang perlu untuk diserap oleh kita tiap harinya. Seperti karbohidrat, jenis nutrisi ini adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon,hydrogen serta oksigen. Jenis zat ini terdapat pada beras, jagung, gandum, umbi-umbian. Ada lemak sebagai jenis nutrisi yang juga diperlukan oleh tubuh kita, lemak berperan sebagai sumber energi yang dipadatkan. Ada protein yang merupakan konstituen Nutrisi Bagi Kesehatan Penting untuk semua sel-sel dalam tubuh. Vitamin juga menjadi sarana nutrisi yang tak kalah penting untuk mengatur metabolisme dalam tubuh. Meniral serta air juga merupakan jenis nutrisi yang penting bagi tubuh. Pengertian akan nutrisi tidak hanya sebatas dari para ahli gizi atau peneliti kesehatan saja. Namun pengertian ini juga meluas khususnya bagi dunia kesehatan. Nutrisi bagi kesehatan adalah semacam asupan penting yang terdapat pada makanan yang sering dikonsumsi oleh kita. Berisi zat-zat penting seperti vitamin, mineral, karbohidrat dan lainnya. Pengetahuan akan pengertian nutrisi memang perlu kita ketahui sebagai pengatur pola makanan. Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang. 2.2 JENIS NUTRISI. Makanan memberikan kita nutrisi untuk membina tubuh, serta tenaga untuk bergerak. Nutrisi ini terbagi menjadi 2 yaitu: makronutrien dan mikronutrien. 2.2.1 Makronutrien Makronutrien adalah makanan utama yang membina tubuh dan membekalkan tenaga. Makronutrien terdiri dari 3 bagian utama yaitu lemak, protein dan karbohidrat. 1. Protein Protein merupakan bagian penting dari tulang, otot, dan kulit. Bahkan dalam setiap sel dalam tubuh kita terdapat protein . Protein mempunyai banya fungsi, antara lain adalah membantu memecah nutrisi untuk menjadi energi, sebagai struktur bangunan dalam tubuh, dan menghancurkan racun. Protein terdiri dari blok bangunan yang disebut asam amino. Tubuh kita dapat memproduksi beberapa asam amino. Protein yang kita peroleh dari daging dan produk hewani lainnya mengandung semua asam amino yang kita butuhkan. Protein dari daging dan produk hewani yang lain juga disebut sebagai protein lengkap. Berbeda dengan dengan protein Nabati yang tidak mengandung semua asam amino yang kita butuhkan, untuk melengkapi asam amino yang kita butuhkan kita perlu mengkonsumsi beberapa makanan nabati agar kita memperoleh asam amino yang lengkap yang kita butuhkan. Beberapa Sumber protein yang sangat baik baik antara lain meliputi, ikan, kerang, daging unggas, daging merah (sapi, babi, domba), telur, kacang5

kacangan, selai kacang, biji bijian produk dari kedelai (tahu, tempe, burger vegetarian), susu dan produk terbuat dari susu (keju, keju cottage, yoghurt) a. Kebutuhan tubuh akan kandungan protein Protein dianggap sebagai suatu bangunan dari tubuh. Protein sangat penting untuk fungsi tubuh dan memainkan peran penting dalam pembentukan DNA dan hormon. Seara signifikan protein berkontribusi trehadap respon imun, sel sinyal, siklus sel dan adhesi. Protein diperlukan untuk membuat hemoglobin, yang merupakan bagian penting dari sel darah merah yang membawa oksigen disetiap tubuh. Setiap fungsi dalam tubuh tergantu pada protein. Protein kontraktil dibutuhkan untuk gerak dan penggerak sel dan organism. Protein memainkan peran penting dalam transportasi bahan dalam cairan tubuh. Kebutuhan protein harian untuk orang dewasa sekitar 60 gram protein sehari-hari BMR = 0,75 x {(frekuensi nadi) + 0,74 (tekanan nadi)} - 72 (pria) = {13,7 x berat badan (kg)} x {5 x tinggi badan (cm)} {6,8 x umur (tahun)} x 66 (wanita) = {9,563 x berat badan (kg)} x {1,85 x tinggi badan (cm)} {4,676 x umur (tahun)} x 65,51 Usia 0 s/d 6 Bulan- Kecukupan Energi : 550 kkal- Kecukupan Protein : 10 gr 2. Usia 7 s/d 12 Bulan- Kecukupan Energi : 650 kkal- Kecukupan Protein : 16 gr 3. Usia 1 s/d 3 Tahun- Kecukupan Energi : 1000 kkal- Kecukupan Protein : 25 gr 4. Usia 4 s/d 6 Tahun- Kecukupan Energi : 1550 kkal- Kecukupan Protein : 39 gr 5. Usia 7 s/d 9 Tahun- Kecukupan Energi : 1800 kkal- Kecukupan Protein : 45 gr 6. Usia 10 s/d 12 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2050 kkal- Kecukupan Protein : 50 gr Wanita :- Kecukupan Energi : 2050 kkal- Kecukupan Protein : 50 gr 7. Usia 13 s/d 15 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2400 kkal- Kecukupan Protein : 60 gr Wanita :- Kecukupan Energi : 2350 kkal- Kecukupan Protein : 57 gr 8. Usia 16 s/d 18 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2600 kkal- Kecukupan Protein : 65 gr Wanita : Kecukupan Energi : 2200 kkal- Kecukupan Protein : 55 gr 9. Usia 19 s/d 29 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2550 kkal- Kecukupan Protein : 60 gr Wanita :- Kecukupan Energi : 1900 kkal- Kecukupan Protein : 50 gr 10. Usia 30 s/d 49 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2350 kkal- Kecukupan Protein : 60 gr Wanita :- Kecukupan Energi : 1800 kkal- Kecukupan Protein : 50 gr 11. Usia 50 s/d 64 Tahun Pria :- Kecukupan Energi : 2250 kkal- Kecukupan Protein : 60 gr 1.

Wanita :- Kecukupan Energi : 1750 kkal- Kecukupan Protein : 50 gr 12. Usia 64 Tahun Lebih Pria :- Kecukupan Energi : 2050 kkal- Kecukupan Protein : 60 gr Wanita :- Kecukupan Energi : 1600 kkal- Kecukupan Protein : 45 gr 13. Kondisi Ibu Hamil dan Menyusui a. Hamil Trimester I:- Kebutuhan Tambahan Energi : 180 kkalKebutuhan Tambahan Protein : 17 gr b. Hamil Trimester II:- Kebutuhan Tambahan Energi : 300 kkalKebutuhan Tambahan Protein : 17 gr c. Hamil Trimester III:- Kebutuhan Tambahan Energi : 300 kkalKebutuhan Tambahan Protein : 17 gr d. Menyusui Anak Usia 0 s/d 6 Bulan :- Kebutuhan Tambahan Energi : 500 kkal- Kebutuhan Tambahan Protein : 17 gr e. Menyusui Anak Usia 7 s/d 12 Bulan :- Kebutuhan Tambahan Energi : 550 kkal- Kebutuhan Tambahan Protein : 17 gr BBI = (Tinggi Badan 100) X 90% atau ((tinggi badan (cm) 10% (tinggi badan (cm)-100) bayi (anak 0-12 bulan) = (umur (bln) / 2 ) + 4 bayi (1-6 bulan) = berat badan lahir (gr) + (usia (bulan) x 600 gr) bayi (7-12 bulan) = berat badan lahir (gr) + (usia (bulan) x 500 gr) anak (1-10 tahun) = (umur (thn) x 2 ) + 8 * Kelebihan Berat Badan / Overweight = Hasilnya 10% s/d 20% lebih besar * Kegemukan / Obesitas / Obesity = Hasilnya lebih dari 20% dari yang seharusnya * Kurus = Hasilnya 10% kurang dari yang seharusnya BMI(IMT) = berat badan (kg) / {tinggi badan (cm) / 100 } x 2 atau = Berat Badan / (Tinggi Badan (m) * tinggi badan [m]) 1. Batas IMT untuk normal 20,1-24,9 2. Batas IMT untuk perempuan normal 18,7-23,9 Kurus tingkat Berat jika nilai IMT <17.0 Kurus tingkat Ringan Jika nilai IMT berada diantara 17.0- 18.4 Normal jika nilai IMT berada diantara 18,5 25.0 Gemuk tingkat Ringan Jika IMT berada 25,1 -27.0 Gemuk tingkat berat jika nilai IMT berada > 27 Angka kebutuhan protein dalam tubuh
Golongan Umur 0-6 bln 7-11 bln Berat Badan (kg) 6,0 8,5 Tinggi Badan (cm) 60 71 AKP (g) 10 16

1-3 th 4-6 th 7-9 th

12,0 17,0 25,0

90 110 120 PRIA

25 39 45

10-12 th 13-15 th 16-18 th 19-29 th 30-49 th 50-64 th 65 th

35,0 48,0 55,0 60,0 62,0 62,0 62,0

138 155 160 165 165 165 165 WANITA

50 60 65 60 60 60 60

10-12 th 13-15 th 16-18 th 19-29 th 30-49 th 50-64 th 65 th HAMIL

38,0 49,0 50,0 52,0 55,0 55,0 55,0

145 152 155 156 156 156 156

50 57 55 50 50 50 50 +17

MENYUSUI 0-6 bl 7-12 bl +17 +17

b. Klasifikasi protein 1) Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein : a. Protein Bersahaja (simple protein). Hasil hidrolisis total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri atas asam-asam amino. b. Protein Kompleks (complex protein, conjugated protein). Hasil hidrolisa total dari protein jenis ini. Selain terdiri atas berbagai jenis asam amino juga terdapat komponen lain miisalnya unsur logam gugusan phosphat dan sebagainya (contoh: hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein, dan sebagainya) c. Protein Derivat (protein derivative).Merupakan ikatan antara (intermediate product) sebagal hasil hidrolisa parsial dari protein native, miisalnya albumosa, peptone dan sebagainya.

2) Berdasarkan sumbernya, protein dikiasifikasikan menjadi: a. Protein hewani,yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dan binatang, seperti protein dari daging, protein susu, dan sebagainya. b. Protein nabati adalah protein yang berasal dan bahan makanan turnbuhan, seperti protein dari jagung (zein), dan terigu, dan sebagainya. 3) Berdasarkan fungsi fisiologiknya, berhubungan denga daya dukungnya bagi pertumbuhan badan dan bagi pemeliharaan jaringan: a. Protein sempurna, bila protein ini sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan.(telur, susu) b. Protein setengah sempurna, bila sanggup mendukung pememiharaan janingan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan badan.(daging, ikan) c. Protein tidak sempurna, bila sama sekali tidak sanggup menyokong pertumbuhan badan, maupun pemeliharaan jaringan.(kacang-kacangan, biji-bijian). 4) Berdasarkan bentuknya : 1. Protein bentuk serabut, terdiri dari beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristiknya adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan. Protein ini terdapat dalam unsur-unsur struktur tubuh seperti kolagen (protein utama jaringan ikat), elastin (dalam urat, otot, arteri, jaringan elastis lain), keratin (protein rambut dan kuku) dan miosin (protein utama serat otot). 2. Protein globular, berbentuk bola, terdapat dalam cairan jaringan tubuh, larut dalam garam dan asam encer, mudah berubah di bawah pengaruh suhu konsentrasi garam dan mudah mengalami denaturasi. Contohnya yaitu albumin (terdapat dalam susu, telur, plasma, hemoglobin), globulin (terdapat dalam otot, serum, kuning telur, biji tumbuhtumbuhan), histon (terdapat dalam timus, pankreas). 3. Protein konjugasi, protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan nonasam amino(gugus prostetik). Contohnya nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein. 2. Karbohidrat Makanan yang kita makan mengandung berbagai jenis karbohidrat. Dari jenis jenis karbohidrat ada yang lebih baik untuk kesehatan kita dibanding jenis karbohidrat yang lainnya. Jenis jenis kabohidrat antara lain adalah: a) Gula Gula secara alami dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan susu. Makanan seperti kue dan biskuit memiliki pemanis buatan atau juga disebut dengan gula tambahan. Gula yang kita dapatkan

secata alami maupun yang didapat dari gula tambahan Semuanya dapat diubah menjadi glukosa, atau zat gula darah. Sel-sel kita membakar glukosa dan menjadikan energi. b) Zat tepung Zat tepung di dalam tubuh kita dipecah menjadi gula. Zat tepung dapat ditemukan dalam sayuran tertentu, seperti kentang, buncis, kacang polong, dan jagung. Ia juga ditemukan dalam roti, sereal, dan biji-bijian. c) Serat Serat adalah karbohidrat yang yang tidak dapat dicerna oleh tubuh kita. Serat melewati tubuh kita tanpa dipecah menjadi gula. Meskipun tubuh kita tidak mendapatkan energi dari serat, kita masih perlu mengkonsumsi serat untuk tetap sehat. Serat membantu menyingkirkan lemak berlebih dalam usus, yang membantu mencegah penyakit jantung. Serat juga membantu mendorong makanan melalui usus, yang membantu mencegah sembelit. Makanan tinggi serat ialahbuah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang polong, biji-bijian, dan gandum makanan (seperti roti gandum, oatmeal, dan beras merah). Meskipun tubuh kita memerlukan glukosa, akan tetapi kita perlu menjaganya agar tetap seimbang. Jika kadar glukosa dalam darah tinggi dalam rentan waktu yang lama, maka kita berpotensi untuk terserang penyakit diabetes tipe 2 . Untuk menjaga glukosa darah, kita perlu membatasi makanan dengan gula tambahan. Kita dapat mengetahui apakah sebuah makanan telah menambahkan gula dengan melihat daftar bahan bahan pada kemasan makanan tersebut. Carilah istilahistilah seperti, jagung, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa, sukrosa, madu, gula,gula merah, dan sirup. Sebaiknya kita mengkonsumsi karbohidrat yang sehat dan alami. Karbohidrat yang sehat antara lain adalah zat gula alami buah-buahan, sayuran, susu, dan produk susu,Serat dan Zat tepung dalam makanan gandum, buncis, kacang polong, dan jagung 3. Lemak Agar tubuh kita tetap stabil, tubuh kita juga membutuhkan Lemak. Lemak memiliki fungsi antara lain sebagai sumber energi, memproduksi zat zat yang dibutuhkan oleh tubuh, serta membantu tubuh menyerap vitamin tertentu dari makanan. Tidak semua makanan berlemak baik untuk kesehatan kita. Lemak yang baik untuk kita konsumsi adalah lemak tak jenuh tunggal ( monounsaturated ) dan lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated). Dengan mengkonsumsi lemak tak jenuh kita dapat meminimalisir akan terserang penyakit jantung. Beberapa makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal antara lain adalah, minyak zaitun, minyak kacang, minyak canola, dan alpukat. Dan beberapa makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh jamak tinggi antara lain adalah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai. Jenis lemak yang kurang baik untuk kesehatan kita adalah lemak jenuh karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan menyebabkan

10

penumpukan zat lemak dalam arteri yang dapat menghambat aliran darah yang kaya oksigen ke jantung kita. Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko stroke dengan menyebabkan penumpukan zat lemak yang sama dalam arteri yang menjadi saluran aliran darah ke otak kita. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi banyak lemak jenuh dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi antara lain daging merah (sapi, babi, domba), daging unggas, mentega, susu, minyak kelapa, minyak kelapa sawit. Sedangkan lemak trans dapat kita jumpai pada beberapa makanan yang digoreng seperti seperti kerupuk, donat, dan dan kentang goreng. Sama halnya dengan lemak jenuh dan lemak trans. Kolesterol juga kurang baik bagi kesehatan kita, yang juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Kolesterol juga dapat kita temukan daging merah (sapi, babi, domba) dan daging unggas. Meskipun lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh jamak baik untuk kesehatan kita, namun kita tetap teratur dalam mengkonsumsi lemak tersebut. Karena jika lemak terus bertambah maka tubuh kita akan mengalami kegemukan yang dapat beresiko terserang penyakit lain seperti diabetes dan obesitas. Kebutuhan tubuh akan kandungan lemak Lemak merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan menurut ahli kesehatan tubuh memerlukan 20-30% lemak dari jumlah keseluruhan makanan yang kita konsumsi. Berdasarkan sumbernya, lemak dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni lemak yang berasal dari hewan dan tumbuhan atau yang dikenal sebagai lemak nabati. Lemak yang berasal dari hewan mengandung banyak kolesterol sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol, yaitu lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh. Lemak yang berasal dari hewan biasanya berbentuk padat berbeda dengan lemak nabati yang biasanya berbentuk cair. Pandangan yang umum tentang lemak adalah sifatnya yang membahayakan kesehatan. Namun, tidak selalu seperti itu. Lemak memang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Tetapi, dalam jumlah seimbang, lemak dapat memberikan manfaat penting bagi tubuh. Mari kita simak manfaat lemak dalam ulasan berikut. % Asam Lemak Monounsat urated % Asam Lemak Polyunsaturate d % Asam Lemak Jenuh

MINY AK

11

77 Zaitun 62 Canola 48 Kacang 26 Jagung Ikan Tuna * 25

14

31

34

18

61

13

37

38

* Sebagai perbandingan.
(health.kompas.com/read/.../7.Vitamin.yang.Mempertajam.Daya.Ingat) Di dalam lemak terkandung kolesterol yang sangat tinggi. Kolesterol ini akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Ini lah yang akan menyebabkan penyakit jantung, stroke, hingga berujung kematian pada manusia. Juga bagi yang mengalami kelebihan berat badan harus membatasi konsumsi lemak, karena akan mengalami kelebihan asupan kalori dalam tubuh. Tetap konsumsi lemak, namun batasi pula penggunaan nya. Lemak omega 3 dan omega 6 sangat baik untuk dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan harian lemak. Jadi, lemak ini tidak berbahaya jika dikonsumsi, tentunya dengan mengkonsumsi lemak secara baik. Karena disamping manfaat lemak yang sehat, juga akan mengalami bahaya besar jika mengkonsumsi secara berlebihan. Untuk itu, tetap lah hidup sehat dengan berolahraga agar terhindar dari penumpukan lemak berlebih.

Pola makan dengan kadar lemak tinggi berhubungan dengan peningkatan resiko terkena penyakit kanker, tak peduli jenis lemak mana yang lebih dominan. Lemak tak jenuh cenderung untuk menjadi busuk, dengan penguraian produknya (radikal bebas) yang terbukti bersifat kanker. Pada saat lemak-lemak ini mengalami hidrogenasi, seperti yang diuraikan sebelumnya, susunan tak alami dari trans-asam lemak yang terbentuk juga memiliki sifat kanker. Lemak hewan pada umumnya, yang dipenuhi oleh kolesterol dan asam lemak jenuh, menyebabkan peningkatan hormon yang berhubungan dengan penyakit tumor tertentu (seperti payudara, saluran indung telur, dan prostat). Maka sumber yang paling tidak membahayakan adalah lemak monounsaturated yang berasal dari tumbuhan (khususnya minyak zaitun, dan minyak kacang) yang tidak begitu tak-jenuh sehingga tidak mudah menjadi busuk, namun tetap bebas dari trans-asam lemak, kolesterol dan memiliki asam lemak jenuh berkadar rendah. Tapi bagaimanapun, mereka masih tetap mengandung 9 kkal per gram. Tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa pemakaian lemak ini tidak lebih baik atau bahkan sama baiknya dengan pola makan rendah lemak secara keseluruhan.

12

2.2.2

Mikronutrien Mikronutrien adalah komponen yang diperlukan untuk makronutrien tadi berfungsi dengan baik. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral. 1. Vitamin Vitamin adalah zat yang ditemukan dalam makanan yang dibutuhkan tubuh kita untuk pertumbuhan dan kesehatan. Ada 13 vitamin yang dibutuhkan tubuh kita . Masing masing vitamin memiliki fungsi tersendiri. Berikut adalah beberapa vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita. a) Vitamin A. Vitamin A berfungsi melindungi tubuh kita dari beberapa infeksi, serta membantu menjaga kulit kita agar tetap sehat. Vitamin A dapat kita temukan pada makanan seperti brokoli, bayam, wortel, labu, ubi jalar, hati, telur, susu, krim, dan keju. b) Vitamin B1. Vitamin B1 berfungsi membantu tubuh kita dalam mencerna karbohidrat serta baik dalam menjaga sistem saraf. Vitamin B1 dapat kita temukan pada makanan seperti hati, kacang, sereal, roti, dan susu. c) Vitamin B2. Vitamin B2 baik dalam menjaga kesehatan kulit kita. Untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin B2, kita bisa mengkonsumsi Hati, telur, keju, susu, makanan hijau , kacang polong, dan gandum. d) Vitamin B3. Vitamin B3 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan protein, lemak dan karbohidrat. Selain itu Vitamin B3 juga baik dalam menjaga sistem sarafdan kulit kita. Vitamin B3 dapat kita temukan dalam makanan antara lain Hati, ragi, kacang, daging, ikan, dan unggas. e) Vitamin B5. Vitamin b5 membantu dalam proses penggunaan karbohidrat dan lemak dan membantu dalam produksi sel darah merah. Vitamin ini dapat kita temukan dalam daging sapi, ayam, lobster, susu, telur, kacang, kacang polong, brokoli, ragi, dan bijibijian. f) Vitamin B6. Vitamin B6 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan protein dan lemak dan membantu dalam proses transportasi oksigen serta sangat baik untuk kesehatan saraf kita. Vitamin ini terkandung dalam Hati, biji-bijian, kuning telur, kacang, pisang, wortel, dan ragi. g) Vitamin B 9 (asam folat). Vitamin b9 membantu dalam produksi sel baru dan memeliharanya, serta dapat mencegah cacat lahir. Makanan hijau, hati, ragi, kacang, kacang polong, jeruk, sereal dan gandum mengandung vitamin jenis ini. h) Vitamin B12. 13

i)

j)

k)

l)

m)

Vitamin B12 dapat membantu dalam produksi sel darah merah dan sangat baik untuk kesehatan saraf. Vitamin B12 dapat kita temukan pada Susu, telur, hati, unggas, kerang, sarden, dan telur. Vitamin C. Vitamin C bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, kulit dan pembuluh darah. Makanan yang mengandung Vitamin C antara lain jeruk, tomat, kentang, pepaya, stroberi, dan kubis. Vitamin D. Vitamin D sangat baik dalam menjaga kesehatan tulang. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D kita cukup berjemur atau terkena sinar matahari selama 5- 30 menit minimal 2 kali dalam seminggu. Selain itu kita juga bisa mengkonsumsi makanan antara lain seperti Hati dan Susu. Vitamin E. Vitamin E dapat memelihara sel tubuh kita dari kerusakan, memperlancar aliran darah, serta mampu memperbaiki jaringan tubuh. Makanan yang mengandung Vitamin E antara lain kuning telur, hati sapi, ikan, susu, brokoli, dan bayam. Vitamin H (Biotin). Vitamin H dapat membantu tubuh dalam menggunakan karbohidrat dan lemak serta membantu dalam pertumbuhan sel. Kita dapat menemukan Vitamin H dalam Hati, kuning telur, tepung kedelai, sereal, ragi, kacang polong, buncis, kacang, tomat, dan susu. Vitamin K. Vitamin K membantu dalam proses pembekuan darah dan pembentukan tulang. bayam, kubis, keju, bayam, brokoli, kubis, dan tomat. Selain itu, tubuh kita juga memproduksi vitamin K.

(majalahkesehatan.com/jenis-jenis-vitamin-yang-wajib-anda-ketahui/)

2. Mineral Mineral diklasifikasikan menjadi dua yaitu mineral organic dan mineral anorganik. Mineral organic adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh yang dapat diperoleh melalui makanan setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan. Sedangan mineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan oelh tubuh. Contohnta timbale hitam (Pb), iron oxide (besi teroksida), merkuri, arsenic, magnesium, aluminium, atau bahan-bahan kimia lainnya hasil dari resapan tanah. Mineral anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu mineral makro dan mineral mikro. Contoh mineral makro adalah kalsium, fosofor, magnesium, natrium, klorida, dan kalium. Sedangakan mineral mikro terdiri dari besi, seng, iodium, selenium, tembaga, mangan, kromium, dan flor. a) Kalsium. Kalsium membantu dalam pembentukan tulang dan gigi serta membantu menjalankan fungsi otot dan saraf. Kalsium terkandung

14

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

k)

dalam ikan salmon, sarden, susu, keju, yoghurt, kubis Cina, kangkung, lobak, sawi, brokoli, dan jeruk. Khlorida. Klorida berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh tubuh kita. Klorida terkandung dalam Garam, rumput laut, gandum, tomat, selada, seledri, buah zaitun, sarden, daging sapi, dan keju. Tembaga. Tembaga membantu melindungi sel dari kerusakan dan juga untuk membentuk tulang dan sel darah merah. Tembaga dapat ditemukan dalam kerang (terutama tiram), coklat, jamur, kacang, dan gandum. Fluoride. Floride berfungsi memperkuak tulang dan gigi. Kopi dan dan teh merupakan makanan yang mengandung flouride. Yodium. Yodium membantu menjalankan fungsi kelenjar tiroid. Tiroid terkandung dalam Seafood, dan garam beryodium. Zat Besi. Zat Besi membantu sel darah merah dan mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh serta membantu menjalankan fungsi otot. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi kita dapat mengkonsumsi daging merah, unggas, ikan, hati, tepung kedelai, telur, kacang-kacangan, kacang polong, bayam, lobak hijau, kerang, dan sereal. Magnesium. Magnesium berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi serta untuk memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Magnesium terkandung dalam beberapa makanan yaitu kacang-kacangan, seafood, susu, keju, dan yogurt. Fosfor. Fosfor sama halnya dengan magnesium yang berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi serta untuk memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Fosfor dapat kita temukan pada makan antara lain susu, yoghurt, keju, daging merah, unggas, ikan, telur, kacangkacangan, dan kacang polong. Kalium. Kalium berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh tubuh kita serta berfungsi memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Kalium terkandung dalam Susu, pisang, tomat, jeruk, melon, kentang, ubi jalar, plum, kismis, bayam, lobak, kangkung, dan kacang polong. Selenium. Selenium berfungsi mencega kerusakan pada sel serta membantu fungsi kelenjar tiroid. Sayuran, ikan, kerang, daging merah, biji-bijian, telur, ayam, hati, bawang putih, dan ragi bisa kita konsumsi untuk memeneuhi kebutuhan akan Selenium. Sodium. Sodium sama halnya dengan kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh tubuh kita serta berfungsi memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Makanan yang

15

mengandung Sodium antara lain adalah Garam, susu, keju, bit, seledri, daging sapi, daging babi, sarden, dan buah zaitun hijau. l) Seng (Zinc). Seng berfungsi dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu dalam penyembuhan luka. Selain itu Seng juga berfungsi membantu tubuh kita untuk melawan penyakit. Seng dapat kita temukan dalam beberapa makanan antara lain Hati, telur, makanan laut, daging merah, tiram, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal, gandum, dan biji labu. 2.3 MACAM-MACAM PENYAKIT KEKURANGAN NUTRISI 2.3.1 Kekurangan Protein Kekurangan konsumsi protein pada anak-anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan badan si anak. Pada orang dewasa kekurangan protein mempunyai gejala yang kurang spesifik, kecuali pada keadaan yang telah sangat parah seperti busung lapar. Busung lapar yang banyak di derita oleh kelompok rawan gizi terutama bayi dan balita sungguh memprihatinkan. Akibat dari kekurangan protein dapat menyebabkan kwashiorkor. Kwashiorkor merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat kekurangan protein, kwashiorkor banyak diderita oleh bayi dan anak pada usia enam bulan sampai usia tiga tahun (Balita). Ciri Penderita Kwashiorkor adalah sebagai berikut: a) Pembengkakan pada kaki dan tangan b) Wajah sembab, otot kendur c) Rambut kemerahan dan mudah putus d) Muka seperti bulan 2.3.2 Kekurangan Karbohidrat Banyak orang yang menganggap cara diet adalah dengan mengurangi karbohidrat untuk menurunkan berat badan karena karbohidrat mempercepat produksi insulin yang berakibat menambah berat badan. Namun jika terlalu membatasi konsumsi karbohidrat secara berlebihan makan akan menimbulkan akibat karbohidrat seperti kekurangan gizi, tubuh lemah, lesu dan tidak berenergi. Akibat kekurangan karbohidrat yang lebih berbahaya adalah dapat menimbulkan penyakit maramus (gangguan gizi) Tanda-tanda penyakit maramus: a) Bertubuh sangat nyaris tulang berbungkus kulit saja b) Wajah terlihat lebih tua c) Perut cekung d) Kulit keriput dan tidak memiliki jaringan lemak dibawah kulit e) Tekanan darah dan detak jantung menjadi tidak stabil f) Pernapasan terganggu Akibat kekurangan karbohidrat pada anak-anak pun sangat berbahaya karena akan menyebabkan anak kekurangan gizi. Kekurangan gizi yang parah akan menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi terganggu. Pertumbuhan

16

lambat, berat badan kurang, dan gangguan pada perkembangan otak dan psikologis. 2.3.3 Kekurangan Vitamin A Kekurangan vitamin A sering terjadi pada anak balita. Gejala yang sering mendapat perhatian adalah gangguan pada penglihatan anak, selanjutnya gangguan kesehatan lainnya dapat juga diidentifikasi sebagai akibat kekurangan Vitamin A. Berikut adalah gejala dan tanda kekurangan vitamin A: a) Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang permanen. b) Malnutrisi pada masa anak-anak (marasmus dan kwashiorkor), sering disertai dengan xeroftalmia; bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan, tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A. c) Kulit dan lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih bisa mengeras. d) Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi. e) Beberapa penderita mengalami anemia. f) Kulit menjadi kering, gatal dan kasar. g) Rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. h) Gangguan pertumbuhan pada anak-anak. 2.3.4 Kekurangan Vitamin B Secara umum kekurangan vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12 dapat menimbulkan gejala: a) Kulit mengering dan bersisik b) Daya tahan tubuh berkurang c) Mulut kering d) Bibir pecah-pecah e) Sariawan f) System pencernaan terganggu g) Sering menderita kram otot h) Insomnia i) Badan lemas j) Mudah muntah dan mual k) Kurang darah atau anemia 2.3.5 Kekurangan Mineral a) Osteoporosis b) Kejang otot dan lesu c) Keseimbangan asam-basa terganggu

17

d) e) f) g) h)

Kelelahan kronis Anemia Kekerdilan dan gondok Kerusakan gigi dan tulang Penyakit jantung

2.3.6 Kekurangan Air a) Diare b) Dehidrasi c) Anemia d) Hemofili e) Hipertensi f) Hipotensi g) Varises h) Penyakit kuning pada bayi i) Skelrosis j) Miokarditis k) Thrombus/embolus l) Leukemia 2.4 STANDART ENERGI YANG DIBUTUHKAN TUBUH, PERHITUNGAN DALAM KALORI. 2.4.1 Laju Metabolisme Basal Basal Metabolisme Rate (BMR) atau laju metabolisme basal adalah jumlah minimalenergi yang diperlukan tubuh ketika tubuh dalam keadaan istirahat untuk menjaga danmemelihara berbagai fungsi vital tubuh, seperti kerja jantung, aktivitas pernapasan,aktivitas hormon, aktivitas otot dan sistem istirahat. Cara menghitung Expenditure/BEE) pengeluaran energi basal (Basal Energy

1.Persamaan Harris-Benedict Laki-laki: BEE (kal/hari) = 66,47 + [13,75 x berat (kg)] + [5,0 x tinggi (cm)] [6,76 x usia(tahun)] Wanita: BEE (kal/hari) = 65,51 + [9,56 x berat (kg)] + [1,85 x tinggi (cm)] [4,68 x usia(tahun)]2. Persamaan ShofieldUsia (tahun) Usia (tahun) 15-18 656 Laki-laki BEE= 17,6 x BB(kg) Wanita BEE= 13,3 x BB(kg) +690 18

18-30 690 30-60 870 >60 585 2.4.2 Energi Tambahan

BEE= 15,0 x BB(kg) BEE= 11,4 x BB(kg) BEE= 11,7 x BB(kg) -

BEE= 14,8 x BB(kg) + 485 BEE= 8,1 x BB(kg) + 842 BEE= 9,0 x BB(kg) + 656

Untuk memperkirakan kebutuhan total kalori klien, BEE dikalikan dengan faktor aktivitas (FA) dan faktor injuri. Factor Aktivitas (FA) Factor Injuri (FI) Table faktor aktivitas dan injuri 1,2 Tirah-baring total 1,3 Ambulansi 1,0-1,2 Non-stres ventilator dependen 1,1-1,2 Gagal jantung kongestif pembedahan ringan 1,13 Demam 1,15-1,135 Trauma skletal 1,2-1,4 Infeksi ringan hingga sedang 1,3-1,5 Pembedahan abdomen/torak yang berat 1,35-1,55 Trauma multiple 1,4 Cedera kepala tertutup Rata-rata 1,4-1,6 Stress ventilator 1,5 Gagal hati, penyakit kanker Rata-rata 1,5-1,8 sepsis

(Hartono, 2000) 2.4.3 Kebutuhan kalori selama sakit Table kebutuhan kalori pada keadaan sakit Beratnya penyakit Kebutuhan kalori tambahan Ringan + 10% Sedang + 25% Berat + 50-100% Selama sakit, kebutuhan kalori meningkat menurut beratnya penyakit yang dideritaklien. Penghitungan kebutuhan kalori dilakukan menurut total

19

kebutuhan kalori masing-masing klien kemudian ditambah dengan kebutuhan kalori tambahan pada tabel berikut. 2.4.4 Kebutuhan Kalori pada Keadaaan Khusus Pada klien luka bakar (kombustio) Kal/hari = 25 kal/kg BB + 40 kal/ %-ase luas luka bakar 2.4.5 Kebutuhan Kalori pada Anak-anak Table kebutuhan kalori berdasarkan usia anak Usia (tahun Kal/kg BB/hari <1 80-95 1-3 75-90 4-6 65-75 7-10 55-75 11-18 45-55 (Hartono, 2000)

20

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA KLIEN TUMOR OTAK
Tn. MM yang berumur 45 tahun dirawat di RSUA dengan keluhan pusing hebat, nyeri seperti ditusuk-tusuk. Pasien sudah menderita nyeri kepala selama dua tahun terakhir. Dari pemeriksaan, sementara pasien di diagnosa adanya tumor otak. Pasien juga mengatakan sulit tidur karena nyeri kepala yang hebat dan sesak napas. 3.1 PENGKAJIAN 3.1.1 Data Demografi Nama : Tn. MM Umur : 45 tahun Agama : Islam Pendidikan : S1 Pekerjaan : karyawan suku/bangsa : Jawa / Indonesia alamat : Jl. Damai 11 jenis kelamin : laki-laki status perkawinan : sudah menikah penanggung biaya : keluarga 3.1.2 Riwayat Sakit dan Kesehatan a. Keluhan utama Klien mengeluh nyeri kepala b. Riwayat penyakit saat ini Klien mengeluh nyeri kepala, muntah, papiledema, penurunan tingkat kesadaran, penurunan penglihatan atau penglihatan double, ketidakmampuan sensasi (parathesia atau anasthesia), hilangnya ketajaman atau diplopia. c. Riwayat penyakit dahulu Klien hanya mengalami nyeri kepala berkepanjangan d. Riwayat penyakit keluarga adik perempuannya pernah menderita kanker payudara e. Pengkajian psiko-sosio-spiritual Perubahan kepribadian dan perilaku klien, perubahan mental, kesulitan mengambil keputusan, kecemasan dan ketakutan hospitalisasi, diagnostic test dan prosedur pembedahan, adanya perubahan peran. 3.1.3 Pemeriksaan Fisik ( ROS : Review of System ) 1. Pernafasan B1 (breath) Bentuk dada Pola napas Suara napas Sesak napas Batuk Retraksi otot bantu napas Alat bantu pernapasan 2. Kardiovaskular B2 (blood)

21

Irama jantung : irregular Nyeri dada : tidak Bunyi jantung ; normal Akral : hangat Nadi : Bradikardi Tekanana darah Meningkat 3. Persyarafan B3 (brain) Penglihatan (mata) : Penurunan penglihatan, hilangnya ketajaman atau diplopia. Pendengaran (telinga): Terganggu bila mengenai lobus temporal Penciuman (hidung) : Mengeluh bau yang tidak biasanya, pada lobus frontal Pengecapan (lidah) : Ketidakmampuan sensasi (parathesia atau anasthesia) a. Afasia : Kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa, kemungkinan ekspresif atau kesulitan berkata-kata, reseotif atau berkatakata komprehensif, maupun kombinasi dari keduanya. b. Ekstremitas: Kelemahan atau paraliysis genggaman tangan tidak seimbang, berkurangnya reflex tendon. c. GCS: Skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien, (apakah pasien dalam kondisi koma atau tidak) dengan menilai respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (score) dengan rentang angka 1 6 tergantung responnya yaitu : a. Eye (respon membuka mata) (4) : Spontan (3) : Dengan rangsang suara (suruh pasien membuka mata). (2) : Dengan rangsang nyeri (berikan rangsangan nyeri, misalnya menekan kuku jari) (1) : Tidak ada respon b. Verbal (respon verbal) (5) : Orientasi baik (4) : Bingung, berbicara mengacau ( sering bertanya berulang-ulang ) disorientasi tempat dan waktu. (3) : Kata-kata saja (berbicara tidak jelas, tapi kata-kata masih jelas, namun tidak dalam satu kalimat. (2) : Suara tanpa arti (mengerang) (1) : Tidak ada respon c. Motor (respon motorik) (6) : Mengikuti perintah (5) : Melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri) (4) : Withdraws (menghindar / menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri)

22

(3) : Flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (2) : Extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (1) : Tidak ada respon 4. Perkemihan B4 (bladder) 1. Kebersihan : bersih 2. Bentuk alat kelamin : normal 3. Uretra : normal 4. Produksi urin: normal 5. Pencernaan B5 (bowel) 1. Nafsu makan : menurun 2. Berat badan : menurun 3. Porsi makan : setengah 4. Mulut : bersih 5. Mukosa : lembap 6. Muskuloskeletal/integument B6 (bone) 1. Kemampuan pergerakan sendi : bebas 2. Kondisi tubuh: kelelahan 3.2 ANALISA DATA NO DATA PROBLEM 1. DS : pasien Nyeri mengatakan pusing yang hebat, nyeri yang dirasakan seperti tertusuk-tusuk, pasien mengatakan menderita nyeri kepala kurang lebih sudah dua tahun. DO : pasien tampak menahan nyeri, skala nyeri pasien 7 2. DS : pasien Gangguan mengatakan sulit tidur tidur DO : pasien terlihat lemas, terdapat ETIOLOGI Agen cedera biologis kanker otak

pola Gelisah dank arena nyeri yang dirasakan

23

lingkaran gelap di bawah mata. 3.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN No Diagnosa 1 Nyeri berhubung an dengan peningka tan tekanan intrakranial. Tujuan Nyeri yang dirasakan berkurang satu atau dapat diadaptasi oleh klien Kriteria Hasil a. Klien mengun gkapka n nyeri yang dirasak an berkura ng atau dapat diadapt asi ditunju kkan penurun an skala nyeri. Skala = 2 b. Klien tidak merasa kesakita n. c. Klien tidak gelisah Intervensi 1. Kaji keluhan nyeri: intensitas, karakteristik, lokasi, lamanya, faktor yang memperburuk dan meredakan. Rasional 1. Pengenalan segera meningkatkan intervensi dini dan dapat mengurangi beratnya serangan.

2. Instruksikan pasien/keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri timbul.

2. Meningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan vasodilatasi.

3. Berikan kompres dingin pada kepala. Mengajarkan tehnik relaksasi dan metode distraksi

3. Akan melancarkan peredaran darah, dan dapat mengalihkan perhatian nyerinya ke halhal yang menyenangkan 4. Analgesik memblok lintasan nyeri, sehingga nyeri berkurang

4. Kolaborasi pemberian analgesic. 5. Merupakan indikator/derajat nyeri yang tidak langsung yang

5. Observasi adanya tanda-

24

tanda nyeri non verbal seperti ekspresi wajah, gelisah, menangis/merin gis, perubahan tanda vital.

dialami.

2.

Ketidakefektifan pola nafas berhubungan denga penekanan medula oblongata.

Pola pernafasan kembali normal

a. Pola nafas efekif b. GDA normal c. Tidak terjadi sianosis

a. Pantau frekuensi, irama, kedalaman pernafasan. Catat ketidakteraturan pernafasan b. Posisikan semi fowler c. Anjurkan pasien untuk melakukan nafas dalam d. Auskultasi suara nafas, perhatikan daerah hipoventilasi dan adanya suara-suara tambahan yang tidak normal e. Kolabolasi. Berikan terapi oksigen f. Perubahan dapat menandakan awitan kompliasi pulmonal atau menandakan lokalisasi keterlibatan otak. Pernapasan lambat , periode apnea dapat perlunya

a.

Mengidentifka si adanya masalah paruatau obstruksi jalan nafas yang membahayaka n oksigenasi serebral atau menandakan infeksi paru.

b.

Memaksimalk an oksigen pada darah arteri dan membantu dalam pencegahan hipoksia. Jika pusat pernafasan tertekan, mungkin diperlukan ventilasi mekanik.

25

ventilasi mekanis. g. Memudahkan ekspansi paru dan menurunkan kemungkinan lidah jatuh yang menyumbat jalan nafas. h. Membuat pola nafas lebih teratur. 3. Gangguan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Asupan nutrisi adekuat sehingga kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi Nutrisi terpenuhi dalam 24jam selama perawatan a. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah yang segar. a. Sayuran dan buah banyak mengandung vitamin dan serat yang dapat membantu pemenuhan nutrisi klien. b. Protein berfungsi membantu memecah nutri menjadi energi dan regenerasi sel

b. Mengkonsumsi jumlah protein yang cukup, misalnya putih telur, ikan, berbagai macam makanan olahan dari kacang dan lain sebagainya

c. Kurangi c. Lemak hewani makanan yang misalnya minyak mengandung babi, mentega lemak hewani, dan krim misalnya merupakan lemak minyak babi, jenuh yang dapat mentega, krim meningkatkan dan makan risiko lainnya dengan penumpukan kandungan lemak pada arteri kolesterol cukup yang dapat tinggi. mengahambat aliran darah yang kaya oksigen pada tubuh.

26

4.

Cemas berhubungan dengan diagnosis, prognosisi yang buruk, kemoterapi dan kemungkinan efek sampingnya.

Klien mengatakan cemas menurun hingga takut yang dapat diatasi

Rasa cemas berkurang bahkan hilang.

d. Alkohol dapat d. Hindari menggagu sistem mengkonsumsi syaraf. makanan yang dapat merangsang sistem syaraf, misalnya alkohol, teh pekat, kopi dan lain sebagainya a. Gunakan a.Mencegah cemas pendekatan yang tenang dan menyakinkan b.Lakukan tindakan yang membuat nyaman b.meningkatkan relaksasi

c.Dengarkan c. menciptakan dengan penuh suasana saling perhatian percaya terhadap ekspresi perasaan dan kekuatiran klien d. Berikan info d. Pengetahuan ttg nyata ttg apa yg penyakit, diharapkan pengobatan dan dapat prognosis menurunkan cemas

5.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah dan tidak nafsu makan.

Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi setelah dilakukan keperawatan

a. Nutrisi a. Hidangkan klien makanan dalam terpenuh porsi kecil tapi i selama sering dan perawata hangat. n. b. Mual b. Kaji kebiasaan berkuran makan klien. g sampai dengan

a. Makanan yang hangat menambah nafsu makan. mencegah mual dan muntah b. Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan

27

hilang.

nafsu makan klien. emberi info harian untuk perencanaan c. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam. c. Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual.

d. Timbang berat badan bila memungkinkan

d. Untuk mengetahui kehilangan berat badan. e. Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak

e. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin

6.

Kurang pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan pengobatannya

Klien mempunyai pengetahuan yg tepat ttg proses penyakit dan menggambarkan program penyakit

a.Kaji tingkat a. data akan Klien pengetahuan bertambah memberikan pengetahua klien saat ini dasar untuk n tentang kanker penyuluhan mengenai yg dideritanya proses penyakit dan b.Gambarkan b. membantu klien pengobata proses penyakit dalam nnya. sesuai memahami kebutuhan proses penyakit R/ c. Berikan info c. membantu klien tentang terapi dalam mmbuat dan pilihan keputusan pengobatan pengobatan serta keuntungan dari setiap pilihan a. menentukan data dasar untuk membantu

7.

Intoleran aktivitas berhubungan

klien Klien a. Kaji pola mempertahanka dapat istirahat/adanya n tingkat beraktifitas keletihan pada

28

dengan kelemahan

aktivitas optimal dan memaksimalkan energi dengan istirahat

kembali dan kondisi tubuh kembali normal.

klien

pasien keletihan

dgn

b. Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaan adanya keterbatasan c. Anjurkan klien untuk merencanakan periode istirahat sesuai kebutuhan sepanjang hari d. Anjurkan latihan ringan

b. membantu klien dalam koping dengan keletihan

c. meningkatkan istirahat yang adekuat

d. dapat meningkatkan pola istirahat a. demam dapat

8.

Risiko infeksi Penurunan berhubunngan potensial dengan terhadap infeksi imunosupresi

Tidak terjadi infeksi yang berhubung an dengan imunosupr esi.

a. Pantau TTV

mengidentifikas i adanya infeksi b. Kaji kemungkinan adanya kerusakan kulit dan membran b. kulit dan membran mukosa memberi jalan pertama thd masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh c. mencegah menangani dan sumber-sumber infeksi dan

mukosa c. Kolaborasi antibiotic, antijamur

antimicrobial dengan kebutuhan

9.

Gangguan

citra Klien

Klien percaya

a. Kaji dampak alopesia

a. memberikan info untuk

29

tubuh berhubungan

mengungkapkan diri. pengertian thd

terhadap gaya hidup klien b. Anjurkan klien untuk mencukur rambutnya c. Identifikasi tindakan untuk meminimalkan dampak alopesia seperti pemakaian wig atau topi dsb d. Dorong klien untuk menggunakan rambut palsu sebelum rambut aslinya tumbuh kembali

menformulasika n asuhan b. meminimalkan syok terhadap alopesia c. meningkatkan control diri terhadap kehilangan

dengan alopesia efek kemoterapi (efek samping dan mendiskusikan tindakantindakan untuk meminimalkan dampaknya terhadap hidup. gaya

kemoterapi)

d. meningkatkan kepercayaan diri klien dalam berhubungan dgn lingkungan sosial.

3.4 PENATALAKSANAAN 3.4.1 Nutrisi yang tepat untuk penderita Tumor Otak Pasien penderita Tumor Otak harus menjalani pengobatan yang sangat panjang. Tenaga dan hati yang kuat sangat dibutuhkan dalam menjalani setiap pengobatan yang telah dirancang sedemikian rupa agar pasien bisa sembuh. Dalam menghadapi semuanya itu, seorang pasien harus mengkonsumsi nutrisi yang tepat. Nutrisi yang dikonsumsi tidak hanya menjadi sumber tenaga, beberapa makanan juga dapat membantu tubuh melawan sel-sel kanker. 1. Makanan Yang Baik Dikonsumsi Berikut adalah makanan-makanan yang baik dikonsumsi oleh para penderita brain tumor and cancer berserta penjelasan singkat alasan penderita harus mengkonsumsinya: a. Minyak zaitun, biji rami dan ikan terutama salmon, tenggiri, lemuru (sarden), mackerel dan hering memiliki lemak tak jenuh yang dapat membantu tubuh karena lemak tak jenuh ini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu lemak tak jenuk ini juga bisa mengurangi peradangan dan pembengkakan. Asam lemak omega 3 dalam dalam mereka juga dapat mengurangi perlawanan tumor terhadap terapi. Selain ke-3 makanan ini, lemak baik juga bisa ditemukan pada alpukat, bayam dan kacang -kacangan.

30

b.

c.

d.

e.

f.

g.

Serat merupakan salah satu asupan yang harus terus dikonsumsi oleh penderita brain tumor and cancer. Serat bisa menurunkan tingkat sembelit, kolesterol dan gula darah. Selain sayur dan buah, serat bisa juga ditemukan di roti gandum dan oatmeal. Serat dari roti gandum, sereal, buah segar, sayur dan suku kacang-kacangan membantu Anda mengatur tingkat gula. Sel kanker cenderung mengkonsumsi gula 10-15 kali lipat daripada sel normal sehingga semakin meradang. Agar bisa mengatur gula dengan baik, disarankan mengkonsumsi 4-5 porsi sayur dan 1-2 porsi buah segar. Selain mengatur kadar gula, serat dapat menurunkan peluang sembelit. Vitamin dan mineral tidak kalah penting. Beta-karoten(-Karoten), selenium, vitamin C dan E merupakan konsumsi yang sangat diperlukan oleh pasien kanker dan tumor otak. Sumber semua ini bisa ditemukan pada bayam, wortel, ubi jalar, ikan dan buah. Omega-3 yang dapat ditemukan di ikan (salmon, tuna dan tenggiri) bermanfaat dalam menguransi resistensi tumor pada terapi. Omega-3 juga membantu mempertahankan dan menaikan daya tahan tubuh dalam menghadapi proses pengobatan tumor otak seperti kemotrapi. Omega-9 yang ada di minyak zaitun pun dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mengurangi pembengkakan dan menguransi sakit saat pengobatan tumor otak. Folic acid yang dikenal sebagai vitamin B9 atau Bc bisa mencegah menyebarnya sehinga bisa membantu pengobatan tumor otak atau bagian lainnya. Vitamin B9 dapat ditemukan di sayuran dengan daun hijau tua (bayam, asparagus dan daun selada), kacang polong, kuning telur dan biji bunga matahari. Antioksidan memang dikenal sebagai salah satu senjata untuk membantu pengobatan tumor otak. Antioksidan dapat di temukan di keluarga beri (strawberi, rasberi dan blueberi), anggur, tomat, brokoli, jeruk, persik, apricot, bawang putih, gandum, telur, ayam, kedelai dan ikan.

2. Makanan Yang Perlu Dihindari Pasien Tumor Otak Selain asupan nutrisi yang tepat seperti di atas, Anda harus menghindari beberapa makanan untuk membantu proses pengobatan brain tumor and cancer. Beberapa makanan yang diharus dihindari adalah: 1. Gula dan karbohindrat, harus dihindari karena mereka merupakan makanan utama sel kanker. Pada saat pengobatan brain tumor and cancer, sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh akan mengkonsumsi 10-15 kali lipat gula. Gula yang dikonsumsi akan menjadi energy para sel kanker yang mempercepat perkembangan mereka. 3.4.2 Beberapa pengaruh pengobatan anti kanker pada status nutrisi 1. Kemoterapi Kemoterapi dapat berpengaruh terhadap seluruh tubu. Kemoterapi merupakan pengobatan pada Kanker ataupun Tumor yang menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel Kanker atau Tumor, baik dengan cara membunuh sel-sel itu, atau dengan menghentikan pembelahan sel. Karena kemoterapi menargetkan sel-sel yang membelah diri dengan cepat, sel-sel sehat yang secara normal tumbuh dan membelah

31

diri dengan cepat juga bisa terpengaruh pengobatan ini. Ini mencakup selsel dalam mulut dan saluran cerna. Kemoterapi mempunyai kontribusi pada terjadinya malnutrisi dengan berbagai sebab antara lain mual, stomatitis atau sariawan, gangguan saluran pencernaan dan penurunan nafsu makan. Hal di atas selain mempengaruhi status nutrisi juga dapat mempengaruhi hasil dari pengobatan kemoterapi. Efek samping yang terjadi berhubungan dengan dosis, lama terapi, jenis obat, dan respon individual. 2. Radioterapi Radioterapi juga berkontribusi pada terjadinya malnutrisi pada penderita kanker. Beratnya malnutrisi yang terjadi ditentukan oleh tempat dilakukan radiasi, dosis dan lama radiasi. Beberapa penyebab perubahan status nutrisi akibat radiasi: 1. Radiasi di kepala: menyebabkan mual, muntah. 2. Radiasi pada kepala/leher: menyebabkan mucositis, sulit menelan, susah membuka mulut. 3. Radiasi thorax: susah menelan, oesofagitis. 4. Radiasi abdomen/pelvis: menyebabkan diare, gastritis, mual, muntah. 3. Pembedahan Tergantung dari operasi yang dilakukan. Pembedahan merupakan terapi primer untuk penderita dengan kanker atau tumor pada traktus gastro intestinal atu saluran pencernaan yang mungkin dikombinasi dengan kemoterapi atau radiasi. Tumor yang berada disaluran pencernaan biasanya akan bermasalah pada masalah nutrisi. 3.4.3 Tujuan terapi nutrisi pada penderita kanker atau tumor otak: 1. Mempertahankan status nutrisi 2. Mengurangi gejala syndrome kakeksia 3. Mencegah komplikasi 4. Memenuhi kecukupan mikronutrien. 3.4.4 Terapi nutrisi Kebutuhan nutrisi penderita kanker sangat individual dan berubah-ubah dari waktu ke waktu selama perjalanan penyakit serta tergantung dari terapi yang dijalankan. Kebutuhan energi dan protein penderita kanker belum ada kesepakatan. Secara umum dianjurkan kebutuhan kalori dianjurkan 25-35 kal/kg BB/hari, protein 1-1,5 gr/kg BB. Suplementasi vitamin sesuai kebutuhan terutama bagi yang tidak dapat mengkonsumsi diit gizi seimbang. Cara Pemberian Terapi Nutrisi 1. Melalui mulut/peroral Pemberian melalui mulut merupakan cara yang paling disukai. Namun pada penderita kanker yang mengalami anoreksia dan perubahan rasa kecap maka pemberian makanan peroral menjadi masalah dan perlu mendapat perhatian khusus. Cara mengatasi beberapa masalah makan secara peroral: a. Penyajian makanan harus dapat membangkitkan nafsu makan. Pada umumnya nafsu makan lebih baik pagi hari.

32

b. Makanan diberikan sediki-sedikit tetapi sering. Cara ini terbukti memberi hasil pada sebagian besar pasien karena jumlah kalori dapat dipenuhi dengan cara yang tidak memberatkan. c. Diett sebaiknya tinggi kalori dan protein. d. Pada penderita gangguan rasa kecap: pengolahan makanan sebaiknya diberi bumbu lebih banyak, dan disajikan dengan bentuk dan aroma yang baik. e. Penderita dengan ganguan menelan: makanan diberikan dalam bentuk yang mudah ditelan misalnya ditambah kuah, diberikan diit lunak, makanan dicincang/digiling/disaring. Rasa jenis makanan dan penyajian harus sesuai dengan selera pasien. f. Penderita dengan sariawan: konsistensi makanan harus lembut agar mudah ditelan, hindari makanan terlalu panas, berbumbu tajam, terlalu asam. 2. Nutrisi enteral/melalui pipa Bila pemberian makanan melalui mulut tidak dapat diterima/belum adekuat maka dipertimbangkan pemberian makanan dengan cara lain: a. Pada penderita kanker dengan fungsi saluran cerna masih baik maka makanan diberikan melalui pipa. Pipa melalui hidung paling sering digunakan karena lebih mudah. b. Selain itu pipa dapat juga bermuara di lambung maupun usus halus tergantung lokasi tumor. c. Pemilihan formula sama dengan penderita bukan kanker. 3. Nutrisi parenteral Pemberian nutrisi parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena baik sentral (untuk nutrisi parenteral total) atau vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak dapat dipenuhi kebutuhan nutrisinya melalui oral atau enternal. Metode Pemberian 1. Nutrisi parenteral parsial, pemberian sebagian kebutuhan nutrisi melalui intravena. Sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien masih dapat dipenuhi melalui enteral. Cairan yang biasanya digunakan dalam bentuk dekstrosa atau cairan asam amino 2. Nutrisi parenteral total, pemberian nutrisi melalui jalur intravena ketika kebutuhan nutrisi sepenuhnya harus dipenuhi melalui cairan infuse. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat, seperti Triofusin E1000, cairan yang mengandung asam amino, seperti Pan Amin G, dan cairan yang mengandung lemak, seperti intralipid 3. Lokasi pemberian nutrisi secara parenteral melalui vena sentral dapat melalui vena antikubital pada vena basilica sefalika, vena subklavia, vena jugularis interna dan eksterna, dan vena femoralis. Nutrisi parenteral melalui perifer dapat dilakukan pada sebagian vena di daerah tangan dan kaki (Aziz Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah . 2002.)

33

Susunan Nutrien dalam Formula Parenteral Sebagai ahli gizi, masalah terpenting dalam terapi nutrisi parenteral adalah komposisi nutriennya karena hal tersebut perlu diketahui jika dokter menghendaki campuran preparat nutrisi parenteral dalam terapi nutrisi parenteral tersebut. Pembuatan campuran nutrisi parenteral ini dilakukan di bagian farmasi dan memerlukan persyaratan farmasi yang ketat, seperti osmolaritas, priogenisitas, sterilitas, dll. Sebagai contoh, larutan dekstrosa dan ringer laktat kosa yang diberikan dalam formula nutrisi parenteral dapat berkisar dari 10% hingga sekitar 25% (yaitu, dalam nutrisi parenteral total) dan tidak melebihi konsentrasi tersebut karena baik orang dewasa maupun anak-anak tidak dapat mengoksidasi glukosa lebih cepat dari 5 mg/kg berat badan/menit. Jika larutan glukosa diinfuskan terlau cepat, maka kelebihan glukosa akan diubah menjadi lipid. Jika seorang dewasa dengan berat badan 70 kg tidak boleh mendapatkan lebih dari sekitar 200 gram glukosa per hari sementara kebutuhan energinya melebihi 2000kcal, maka emulsi lipid dapat diberikan untuk memenuhi 30% hingga 50& dari kebutuhan energinya. Pada pasien-pasien yang pernapasannya tergantung pada ventilator, jumlah asupan glukosa juga harus dibatasi (tidak melebihi 50% dari jumlah total kalori) karena oksidasi glukosa akan lebih banyak menghasilkan karbon dioksida dibandingkan oksidasi lemak. Demikian pula, jumlah asupan glukosa pada pasien-pasien stroke seyogyanya tidak melebihi 200 gram per hari karena dalam keadaan iskemia, otak lebih menggunakan asam laktat ketimbang glukosa. Hipoksemia, peningkatan karbondioksida dan ion hidrogen juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah ke dalam otak yang akan menimbulkan edema otak dan penekanan aktivitas SSP. Di samping itu, pada stroke yang merupakan keadaan distres berat akan terjadi resistensi insulin sehingga penambahan glukosa yang berlebihan ke dalam darah dapat mengakibatkan hiperglikemia dengan konsekuensi terjadinya sembab pada dinding pembuluh darah serta jaringan saraf. (Hartono, Andry. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC) 3.5 EVALUASI Evaluasi harus dilakukan secara rutin dan teratur melalui perubahan status medis, status nutrisi dan pemeriksaan laboratorium. Bila terjadi perubahan pada salah satu hasil tersebut maka perencanaan nutrisi disesuaikan, penyesuaian dapat berupa perubahan pilihan makanan, waktu pemberian makanan, komposisi nutrien dan cara pemberian makan.

34

BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN Tubuh manusia membutuhkan nutrisi sebagai sumber energi yang digunakan untuk beraktivitas, pertunbuhan, perkembangan, dan pergantian sel-sel yang rusak. Nutrisi ini dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu makronutrient dan mikronutrient. Kelompok nutrisi nakronutrient adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Sementara mikronutrient adalah vitamin, mineral, dan elektrolit. Persentasi kebutuhan makronutrien lebih banyak dibanding mikronutrient. Pada dasarnya, kebutuhan tubuh terhadap mikronutrien terpenuhi dalam jumlah yang sedikit. Lain halnya dengan makronutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak karena memegang fungsi penting yang utama yakni sumber energi. Walaupun dikatakan mikronutrien (dibutuhkan dalam jumlah sedikit), namun kita harus tetap memenuhi kebutuhan terhadap zat ini. Jumlah yang sedikit inilah yang ternyata mampu memberikan fungsi keseimbangan normal yang penting dari tubuh manusia sehingga konsumsi akan mikronutrien harus tetap diperhatikan. Selain itu, tubuh juga membutuhkan suplemen sebagai kebutuhan nutrisi tambahan. Namun suplemen hanya digunakan dalam kondisi keadaan tertentu. Karena suplemen dalam jumlah tak terkontrol justru menyebabkan toksik. Jadi sebaiknya pengkonsumsian suplemen dikonsultasikan pada dokter atau ahli gizi. 4.2 SARAN Makalah sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sebagai kelompok mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing dan teman teman sesama mahasiswa. Selain itu pemberian nutrisi kepada klien terutama tumor otak sangat diperlukan.

35

DAFTAR PUSTAKA
Aziz Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah . 2002. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC. Baughman, Diace C dan Joann C. Hackley. 2000. Buku Saku Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Hartono, Andry. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC. Tarwoto, Watonah, dan Eros Siti Suryati. 2007. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: CV Sagung Seto. http://aurapesona.com/lemak-bagi-tubuh/3893/ diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 19.00 WIB http://budakbiologi.blogspot.com/2011/02/makronutrien-dan-mikronutrien.html diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 18.00 WIB http://nersfebri.wordpress.com/2012/04/01/asuhan-keperawatan-askep-tumorotak/diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 20.52 WIB http://vitaminsemulajadi.com/mengenali-makronutrien-dan-mikronutrien/ Rabu 24 Oktober 2012 pukul 20.32 WIB diakses

http://www.deherba.com/apa-sebenarnya-lemak-itu.html diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 20.43 WIB health.kompas.com/read/.../7.Vitamin.yang.Mempertajam.Daya.Ingat diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 21. 32 WIB majalahkesehatan.com/jenis-jenis-vitamin-yang-wajib-anda-ketahui/ diakses Rabu 24 Oktober 2012 pukul 21.32 WIB

36