Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaituseperti rasa

ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri. Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan. Merupakan kompleks gejala tanpa kelainan morfologik permanen miokardium yang disebabkan oleh insufisiensi relatif yang sementara di pembuluh darah koroner.

Etiologi Rupture plak aterosklerotik yang menyebabkan oklusi subtotal atau total dari pembuluh koroner yang sebelumnya mempunyai penyempitan yang minimal. Plak aterosklerotik terdiri dari inti yang mengandung banyak lemak dan pelindung jaringan fibrotic (fibrotic cap). Terjadinya rupture menyebabkan aktivasi, adhesi, dan agragasi platelet dan menyebabkan aktivasi terbentuknya thrombus. Bila thrombus menutup pembuluh darah 100% akan terjadi infark dengan elevasi segmen ST, sedangkan bila thrombus tidak menyumbat 100%, dan hanya menimbulkan stenosis yang berat akan terjadi angina tak stabil. Trombosis dan agregasi trombosit terbentuk akibat gangguan faal endotel, faktor sistemik, maupun respon inflamasi. Agragasi platelet dan platelet melepaskan isi granulasi sehingga memicu agregasi yang lebih luas, vasokonstriksi, dan pembentukan thrombus. Vasospasme Erosi dan plak tanpa rupture. Terjadinya penyempitan juga dapat disebabkan karena terjadinya proliferasi dan migrasi otot polos sebagai reaksi terhadap kerusakan endotel.

Gradasi beratnya nyeri dada telah dibuat oleh Canadian Cardiovaskular Sociaty sebagai berikut: Kelas I. Aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki , berkebun, naik tangga 1-2 lantai dan lainlain tak menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada baru timbul pada latihan yang berat, berjalan cepat serta terburu-buru waktu kerja atau berpergian.

Kelas II. Aktivitas sehari-hari agak terbatas, misalnya AP timbul bila melakukan aktivitas lebih berat dari biasanya, seperti jalan kaki 2 blok, naik tangga lebih dari 1 lantai atau terburu-buru, berjalan menanjak atau melawan angina dan lain-lain. Kelas III. Aktivitas sehari-hari nyata terbatas. AP timbul bila berjalan 1-2 blok, naik tangga 1 lantai lebih dari kecepatan biasa. Kelas IV. AP bias timbul waktu istirahat sekalipun. Hamper semua aktivitas dapat menimbulkan angina, termasuk mandi, menyapu, dan lain-lain.

Jenis Angina1.

Stable Angina Pectoris Kebutuhan metabolik otot jantung dan energi tak dapat dipenuhi karena terdapat stenosis menetap arteri koroner yang disebabkan oleh proses aterosklerosis. Keluhan nyeri dada timbul bila melakukan suatu pekerjaan. sesuai dengan berat ringannya pencetus dibagiatas beberapa tingkatan : 1. Selalu timbul sesudah latihan berat. 2. Timbul sesudah latihan sedang ( jalan cepat 1/2 km) 3. Timbul waktu latihan ringan (jalan 100 m) 4. Angina timbul jika gerak badan ringan (jalan biasa). Unstable Angina Pectoris Disebabkam primer oleh kontraksi otot poles pembuluh koroner sehinggamengakibatkan iskemia miokard. patogenesis spasme tersebut hingga kini belum diketahui,kemungkinan tonus alpha adrenergik yang berlebihan (Histamin, Katekolamin, Prostaglandin). Selain dari spasme pembuluh koroner juga disebut peranan dari agregasi trombosit. penderita ini mengalami nyeri dada terutama waktu istirahat, sehingga terbangun pada waktu menjelang subuh. Manifestasi paling sering dari spasme pembuluh koroner ialah variant (prinzmental). Elektrokardiografi

tanpa serangan nyeri dada biasanya normal saja. Pada waktu serangan didapati segmen ST elevasi. Jangan dilakukan uji latihan fisik pada penderita ini oleh karena dapat mencetuskan aritmia yang berbahaya. Dengan cara pemeriksaan teknik nuklir kita dapat melihat adanya iskemia saja ataupun sudah terjadi infark.

Angina prinzmetal Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmetal terjadi spasme arteri koroner yang menimbulkan iskemi jantung di bagian hilir. Kadang-kadang tempat spasme berkaitan dengan arterosklerosis.