Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah Indonesia mempunyai banyak sumberdaya energi, seperti energi fosil

berupa minyak bumi dan batubara, selain itu indonesia juga membutuhkan energi untuk keperluan dalam negeri dan ekspor. Kebutuhan dalam negeri untuk memenuhi keperluan beberapa sektor, seperti energi sekunder/konversi (tenaga listrik) dll. Salah satu sumber daya energi yang dimiliki oleh indonesia adalah batubara, sesuai dengan kebijakan energi nasional, pemanfaatan batubara akan di tingkatkan menjadi 33% pada tahun 2025 menggantikan sebagian pemakaian bahan bakar minyak. PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan sumber daya alam yaitu batubara, salah satu site nya adalah Kelubir Mine Operation (KMO) yang baru saja melakukan penambangannya kurang lebih 2 tahun dan pengapalan perdananya bulan desember 2009. Perusahaan ini berkonsentrasi pada kegiatan penambangan batubara di Indonesia. Kelubir Mine Operation didalam melaksanakan kegiatan pengupasan overburden diserahkan kepada kontraktor PT. Lobunta Kencana Raya dan PT. Satria Bahana Sarana sedangkan untuk hauling batubara diserahkan kepada kontraktor PT. Hosana Gloriatama Raya, sedangkan kegiatan penambangan batubara dikerjakan oleh PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara sendiri dengan alat mekanis yang dirental. Pada saat ini batubara yang di produksi dari Kelubir Mine Operation adalah untuk tujuan ekspor ke beberapa negara seperti India, Philipina, China dan Jepang. Kebutuhan batubara semakin meningkat seiring meningkatnya permintaan dari pihak konsumen. Dengan adanya peningkatan kebutuhan batubara mendorong PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara untuk meningkatkan produksinya pada tahun 2011. Salah satunya adalah dengan menambah 13 unit alat angkut yaitu Dump Truck Hino FM260JD pada bulan oktober 2010 sehingga jumlah

Dump Truck yang ada sekarang adalah 33 unit yang berasal dari PT. Hosana Gloriatama Raya. Dengan demikian dalam penggunaannya faktor jalan hauling adalah faktor utama yang harus mendapat perhatian serius dan perhitungan yang tepat dari segi geometri, daya dukung jalan dan faktor safetynya, agar alat angkut tersebut dapat berjalan maksimum pada hauling road secara aman, lancar dan kegiatan hauling dapat berjalan secara maksimal. Hauling road PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara adalah sepanjang 15,021 km dimana hauling road ini berada di dalam kebun sawit yang sudah siap panen sehingga hauling road ini juga digunakan oleh perusahaan sawit sebagai jalan pendistribusian hasil panennya. Medan jalan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara adalah area perbukitan dimana rata-rata kemiringan memanjang jalan adalah 6,39%, sedangkan untuk tikungan berjumlah 28 tikungan. Untuk kendaraan terbesar yang digunakan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara untuk kegiatan hauling batubara adalah Dump Truck Hino FM260JD dengan kecepatan maksimal yang diijinkan adalah 40 km/jam.

1.2.

Perumusan Masalah Salah satu site yang sudah produksi yang ada di PT. Pesona

Khatulistiwa Nusantara adalah Kelubir Mine Operation. Masalah yang akan diteliti adalah melakukan evaluasi teknis geometri jalan angkut batubara yang sudah ada sepanjang 15,021 km meliputi parameter geometri, alignment horisontal, alignment vertikal, dengan kendaraan terbesar yang digunakan untuk melakukan kegiatan hauling batubara adalah Dump Truck Hino FM260JD dengan kecepatan maksimal yang diijinkan adalah 40 km/jam.

1.3

Batasan Masalah Penelitian ini terbatas pada evaluasi geometri jalan, evaluasi geometri

jalan mengacu kepada kecepatan tertinggi yang diijinkan perusahaan yaitu 40 km/jam, kendaraan terbesar yang digunakan untuk hauling batubara yaitu Dump Truck Hino FM260JD.

1.4.

Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :

a.

Untuk mengevaluasi teknis geometri jalan angkut (hauling road) batubara di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara site kelubir mine operation.

b.

Merekomendasikan perbaikan yang bisa dilakukan guna meningkatkan produktivitas dan keamanan kegiatan hauling batubara.

1.5.

Metode Penelitian Untuk melakukan perhitungan yang tepat maka harus dilakukan metode

penelitian yang terstruktur. Metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Studi Literatur Dilakukan dengan cara mencari literatur yang berhubungan dengan perencanaan geometrik jalan, seperti : materi kuliah, buku referensi, laporan data perusahaan, dan penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya. b. Kegiatan Lapangan Kegiatan lapangan ini merupakan suatu kegiatan pengambilan data di lapangan. Adapun data tersebut dibagi kedalam dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. 1. Data Primer Merupakan data yang didapat dari pengamatan dan pengambilan lansung di lapangan serta dengan wawancara kepada karyawan perusahaan. Adapun data-data ini berupa sebagai berikut : Lebar jalan segmen lurus existing Lebar jalan segmen tikungan existing Jarak jalan angkut batubara dari tambang sampai area Coal Processing Plant (CPP) Jarak kebebasan samping ditikungan

2. Data Sekunder Merupakan data yang didapat dari mine plan perusahaan seperti : Topografi jalan existing

Long section jalan existing Cross section jalan existing Sudut tikungan jalan existing Spesifikasi Dump Truck Hino FM260JD

3. Akuisisi Data Akuisisi data bertujuan untuk : Mengumpulkan data dan mengelompokkan data untuk memudahkan analisa nantinya. Mengolah nilai karateristik data-data yang mewakili obyek pengamatan. Mengetahui keakuratan data, sehingga kerja menjadi lebih efisien. 4. Pengolahan Data Eksisting dan Analisa Perhitungan Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perhitungan-

perhitungan dan penggambaran, dimana penggambaran menggunakan program minescape dan autocad LT 2008 selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel-tabel, grafik atau rangkaian perhitungan dalam

menyelesaikan suatu proses tertentu. 5. Pembahasan Pembahasan dilakukan untuk mengetahui keadaan obyek yang diteliti dimana datanya berasal dari perhitungan bab sebelumnya. Penyajian data di sini dalam bentuk tabel dan grafik guna memudahkan dalam pembacaan. 6. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan merupakan hasil akhir dari semua masalah yang dibahas. Kesimpulan diperoleh setelah melakukan pembahasan terhadap masalah yang diteliti berdasarkan data-data dari hasil pengolahan dan analisis data, sedangkan saran adalah masukan yang ditujukan kepada perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang ada di jalan hauling batubara untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kelancaran kegiatan hauling batubara.
4

Studi Literatur

Tujuan Penelitian a. Untuk mengevaluasi teknis geometri jalan angkut (hauling road) batubara di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara site kelubir mine operation. b. Merekomendasikan perbaikan yang bisa dilakukan guna meningkatkan produktivitas dan keamanan kendaraan hauling batubara.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif menggabungkan antara teori dengan data-data lapangan sehingga memperoleh pendekatan penyelesaian masalah secara tepat

Pengambilan Data Observasi Lapangan : Observasi lapangan dilakukan guna mengetahui keadaan area kerja khususnya hauling road dan untuk menentukan metode saat pengambilan data primer Data Primer : Lebar jalan dilapangan segmen lurus dan tikungan, panjang jalan dilapangan segmen lurus dan tikungan, kebebasan samping ditikungan, arah kemiringan superelevasi ditikungan Data Sekunder : Topografi jalan, long section, cross section, sudut tikungan

Tahap Pengolahan dan Analisis Data Perhitungan jarak pandang aman Klasifikasi jenis medan Perhitungan Kecepatan maksimum Perhitungan alignment horisontal dan vertikal Perhitungan dimensi jalan

Pembahasan Evaluasi jarak pandang aman Evaluasi kecepatan yang digunakan Evaluasi alignment horisontal dan vertikal Evaluasi dimensi jalan

Kesimpulan dan Saran

Gambar 1.1 Bagan Alir Penelitian

1.6.

Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

a.

Sebagai informasi untuk PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara pada stasiun mana saja bagian jalan yang tidak memenuhi syarat perencanaan teknis geometri jalan.

b.

Sebagai pedoman untuk melakukan perbaikan geometri jalan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara.

c.

Sebagai pedoman dalam melakukan pemeliharaan jalan angkut batuabara PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara.