Anda di halaman 1dari 3

ANEMIA DEFISIENSI ASAM FOLAT I.

DEFINISI 1 Anemi a defisiensi asam folat merupakan a nemia yang disebabkan

kekurangan asam folat. II. ETIOLOGI 1 1. Kurangnya asupan asam folat 2. Kebutuhan asam folat yang meningkat, misalnya pada kehamilan 3. Defisiensi asam folat pada sindrom malabsorbsi seperti penyakit degenerative atau radang difus pada usus, penyakit celiac, enteritis karena infeksi kronis dan fistula enteroenterik 4. Malabsorbsi folat kongenital, suatu defek resesif autosom dalam absorbsi asam folat di usus dan ketidakmampuan mentransfer asam folat dari plasma ke susunan saraf pusat 5. Defisiensi asam folat yang terkait obat misalnya antikonvulsan, kontrasespsi oral, metrotreksat, pirimetamin, dan trimetoprim 6. Defisiensi dihidrofolat congenital III. MANIFESTASI KLINIK 1 Morfologi megaloblastik dijumpai pada keadaan defisiensi asam folat, vitamin B12 atau kedua duanya. Anemia megaloblastik ringan dilaporkan pada bayi dengan berat lahir sangat rendah dan mencapai insidensi puncak pada umur 4-7 tahun. Di samping memiliki gambaran umum anemia, bayi yang menderita defisiensi asam folat mununjukkan irritable, gagl tumbuh dengan baik, dan diare kronis. Perdarahan karena defisiensi folat dapat menyerupai kwashiorkor, marasmus atau sariawan. IV. PATOGENESIS 1,2 Asam folat merupakan kofaktor yasng diperlukan dalam sintesis

nucleoprotein. Defisiensi asam folat mengakibatkan sintesis DNA, RNA

dan protein berkurang. Eritropoesis inefektif disebabkan oleh hambatan dalam perkembangan dan kematian premature sel dalam sumsum tulang. Dalam darah tepi eritrosit tampak besar besar dan sering berbentuk oval. V. KRITERIA DIAGNOSIS 1 Dasar diagnosa Anamnesa : Di samping memiliki gambaran umum anemia, bayi yang menderita defisiensi asam folat mununjukkan gejala irritable, gagal tumbuh dengan baik, dan diare kronis Pemeriksaan: Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda - tanda fisik anemia seperti konjungtiva pucat Laboratorium: Jenis anemia pada defisiensi folat adalah makrositik (MCV > 100 fl). Variasi bentuk dan ukuran eritrosit umumnya ada. Jumlah retikulosit rendah, dan eritrosit bernuklei dengan morfologi megaloblastik sering nampak pada gambaran darah tepi. Netropeni dan trombositopeni mungkin ada, terutama pada defisiensi yang telah berlangsung lama. Kadar asam folat serum < 3 ng/ml. Bentuk netrofil abnormal besar dengan sitoplasma bervakuola dan hipersegmentasi nuclei megakariosit. Sumsum tulang hiperseluler. Aktivitas LDH sangat meningkat. VI. PENATALAKSANAAN 1,2 Bila diagnosis sudah ditegakkan atau pada anak dengan sakit berat, asam folat diberikan secara oral atau parenteral dengan dosis 1 -5 mg/24 jam. Jika diagnostik spesifik diragukan, 50-100 mikrogram/24 jam folat dapat diberikan selama satu minggu sebagai uji diagnostic atau 1 mikrogram/24 jam sianokobalamin parenteral untuk kecurigaan defisiensi vitamin B12. Terapi pemberian asam folat harus diteruskan sampai 3 -4 minggu.

DAFTAR PUSTAKA 1. Behrman R, Kliegman R, Arvin A. Penyakit Darah dalam Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta:EGC. 1999 2. Wardhin dan, Dewoto. Obat Hematologik dalam Farmakologi dan Terapi. Jakarta:Gaya Baru. 2005