Anda di halaman 1dari 9

Jawaban LI LBM 1 Modul Reproduksi

Menstruasi 1. Siklus

2. Gangguan 3. Hormon yang berperan

4. Mekanisme Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase: a. Fase Folikuler Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5

hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat. b. Fase Ovulatoir Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya; nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam. c. Fase Luteal Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri.

Amenorrhea Fisiologis 1. Tanda Kehamilan i. Tanda-tanda presumptif : 1. Amenorea (tidak dapat haid) Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dihitung dengan menggunakan rumus dari Naegele : TTP = (hari pertama HT + 7) dan (bulan HT + 3). 2. Mual muntah (nausea and vomiting)

Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness (sakit pagi). Bila mual dan muntah terlalu sering disebut hiperemis. 3. Mengidam Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bula-bulan triwulan pertama. 4. Tidak tahan suatu bau-bauan 5. Pingsan Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat bisa pingsan 6. Tidak ada selera makan (anoreksia) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali 7. Lelah (fatigue) 8. Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Kelenjar montgomery terlihat lebih membesar 9. Miksi sering Karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin 10. Konstipasi/obstipasi Karena tonus oto-otot usu menurun oleh pengaruh hormon steroid 11. Pigmentasi kulit Karena pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai di muka (chloasma gravidarum), areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra = grisea) 12. Epulis Hipertrofi dari papil gusi 13. Pemekaran vena-vena (varices)

Terjadi pada kaki, betis, dan vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir ii. Tanda-tanda kemungkinan hamil : 1. Perut membesar 2. Uterus membesar : terjdi perubahan dalam bentuk, besar dan konsistensi dari rahim 3. Tanda Hegar 4. Tanda Chadwick 5. Tanda Psicaseck 6. Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang (BraxtonHick) 7. Teraba ballotement 8. Reaksi kehamilan positif iii. Tanda pasti (positif) : 1. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin 2. Denyut jantung janin : i. Didengar Laennec ii. Dicatat dan didengar dengan alat Doppler iii. Dicatat dengan feto-elektron kardiogram iv. Dilihat pada ultrasonografi 3. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen 2. Pemeriksaan Kehamilan Anamnesa: 1. Nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama, alamat 2. Apa yg diderita (keluhan utama)? 3. Tentang haid Manarche Haid teratur atau tidak dan siklus lamanya haid Banyaknya darah Sifat darah: cair, berbeku-beku, warna, bau Haid nyeri atau tidak Haid yg terakhir 4. Tentang perkawinan dengan stetoskop-monoral

Kawin atau tidak Berapa kali kawin Berapa lama kawin 5. Kehamilan, persalinan, tentang nifas yg lalu Kehamilan Adakah gx spt perdarahan, muntah yg sangat, toxaemia gravidarum Persalinan Spontan atau buatan, a terme atau prematur Perdarahan ditolong oleh siapa Nifas Adakah panas atau perdarahan, bagaimana laktasi Anak Jenis kelamin, hidup/tidak?, kalo meninggal umur brp, apa sebabnya, BB wkt lahir 6. Kehamilan sekarang Bila mulai merasa pergerakan anak Kalo kehamilan masih muda adakah mual, muntah, sakit kepala, perdarahan Kalo kehamilan sudah tua adakah bengkak di kaki atau muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang 7. Anamnesa keluarga Adakah penyakit keturunan dalam keluarga Anak kembar? Atau penyakit menular yg dapat mempengaruhi persalinan 8. Kesehatan badan Pernahkah sakit keras atau dioperasi Bagaiman nafsu makan, miksi, defikasi Pemeriksaan A. Px umum (status praesens generalis) 1. Bgm keadaan umum penderita, keadaan gizi, kelaianan bentuk badan, kesadaran 2. Adakah anemi, sianosis, ikterus 3. Keadaan jantung dan paru2 4. Adakah odem 5. Refleks: terutama refleks lutut 6. Tensi 7. BB 8. Px laboratorium a. Air kencing : glokusa, protein b. Darah : Hb c. Feses: telur2 cacing B. Px Kebinan (status obstetricus) Dibagi dalam: 1. Inspeksi

a. Muka: adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah odem, bgm keadaan lidah dan gigi b. Leher : apakah vena terbendung di leher (misal pd pykt jantung), kelenjar gondok bengkak?, kel limfe bengkak? c. Dada: bentuk buag dada, pigmentasi puting susu, adakah colustrom? d. Perut: perut membesar ke depan atau ke samping. Pigmentasi di linea alba, nampak pergerakan janin, adakah striae atau bekas luka e. Vulva: keadaan perineum, carilah varises, PMS f. Anggota bawah: cari varises, odem, luka, sikatrik pd lipat paha 2. Palpasi u/ menentukan: Besarnya rahim dan tuanya kehamilan Menentukan letak janin dalam rahim Gerakan janin Kontraksi rahim 3. Auskultasi Digunakan stetoskop monoral untuk mendengarkan denyut jantung janin (djj) yg dapat kita dengarkan adalah 1) Dari janin: djj pd bulan ke 4-5, bising tali pusat, gerakan dan tendangan janin 2) Dari ibu : bising rahim, bising aorta, peristaltik usus C. Px Dalam Vaginal toucher (VT) Rectal toucher (RT) (Fisiology Obstetri, UNPAD)

3. Faktor penyulit Too many (paritas tinggi) Too Close ( jarak < 2 tahun) Too Early (umur < 18 tahun) Too Late (umur > 35 tahun) Amenorrhea Patologis 1. Klasifikasi Amenorea patologis (primer dan sekunder) Amenore Primer Gonadal Abnormalities Gonadal dysgenesis (Turner's syndrome) Pure gonadal dysgenesis XY gonadal dysgenesis (Swyer's syndrome) Mixed gonadal dysgenesis Ovarian insensitivity syndrome (Savage's syndrome)

17 a-hydroxylase deficiency Chronic functional anovulation of pubertal onset Extragonadal Anomalies Congenital absence of the uterus and vagina Male pseudohermaphroditism Female pseudohermaphroditism Abnormal hypothalamic-pituitary function Amenore Sekunder I. Secondary Amenorrhea With Normal Ovarian Function Asherman's syndrome Endometrial destruction (tuberculosis, schistosomiasis, irradiation) II. Secondary Amenorrhea With Decreased Ovarian Function A. High gonadotropins 1. Premature ovarian failure 2. Surgical castration 3. Radiation castration B. Low or normal gonadotropins 1. Functional aberrations of the hypothalamic-pituitary axis a. Psychogenic b. Nutritional (starvation, anorexia nervosa) c. Exercise-induced d.Pseudocyesis e. Central nervous system lesions f. Nongonadal endocrine disorders (thyroid, adrenal, pancreas) g. Pharmacologic (postpill, psychotropic drugs, drug addiction) h. Systemic infectious and chronic diseases i. Idiopathic 2. Neoplastic, vascular, or traumatic central nervous system disease 3. Feminizing ovarian tumors III. Secondary Amenorrhea With Increased Ovarian Androgen Secretion A. Polycystic ovary syndrome B. Masculinizing ovarian tumors 2. Patogenesis 3. Diagnosis ANC Pemeriksaan ANTE NATAL CARE Pemeriksaan antenatal care adalah pemeriksaan terhadap ibu selama kehamilan ( sebelum persalinan) yang meliputi pemeriksaan umum/ status generalis maupun pemeriksaan obstetric untuk memantau keadaan ibu, keadaan janin serta keadaan kehamilannya. Pemeriksaan ini dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali trimester 2 dan 2 kali pada trimester III.

1. Tujuan Tujuan Pemeriksaan ANC a. setiap ibu hamil dan menyusui agar dapat memelihara kesehatannya sebaik mungkin b.setiap ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan dapat merawat bayinya dengan baik c. menjaring kehamilan resiko tinggi dan mengupayakan pengelolaan selanjutnya sehingga ibu hamil tidak jatuh pada kieadaan penyulit/komplikasi yang berat atau sampai meninggal 2. Pengelolaan Pengelolaan ANC a. pemeriksaan ibu hamil - anamnesis keluhan utama - pemeriksaan fisik umum dan obstetrik - pemeriksaan penunjang ( laboratorium, USG, Rontgent dll) b. imunisasi ibu hamil c. penyuluhan gizi ( pengaturan menu seimbang dan cara pengolahan menu) d. antenatal breast care e. senam hamil dan simulasi persalinan 3. Variabel yang harus diketahui a. Umur kehamilan b. Keadaan umum kesehatan ibu c. Gangguan non fisik (psikiatri dll) d. Berat badan e. Tekanan darah f. Denyut jantung janin g. Letak janin h. Tinggi fundus uteri i. Tanda tanda komplikasi obstetri (perdarahan antepartum, nyeri kepala, bengkak kaki dll) j. Obat obat yang dikonsumsi, termasuk imunisasi yang telah diberikan k. Hasil pemeriksaan penunjang : a. Laboratorium - VDRL/TPHA - HbsAg - Gula darah - TORCH (bila diperlukan) b. USG (konfirmasi umur kehamilan, taksiran berat janin, jumlah air ketuban, cacat kongenital, serta profil biofisik janin) dan KTG (bila ada indikasi)