Anda di halaman 1dari 2

Enzim dapat bekerja dengan baik, tetapi ada juga substrat yang bekerja sebagai penghambat reaksi kimia

yang disebut sebagai inhibitor. Inhibitor enzim bekerja sebagai penghambat kerja enzim yang mestinya dapat mempercepat reaksi kimia tetapi malah memperlambat atau bahkan dapat merusak enzim itu sendiri. enzim bekerja pada kondisi dan situasi yang khas atau tertentu. Enzim yang bekerja menghambat atau inhibitor dapat terjadi secara: 1. Inhibitor reversibel a. Inhibitor kompetitif. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk menempati sisi aktif enzim, sehingga enzim yang dihambat tidak rusak atau dapat regenerasi. b. Inhibitor nonkompetitif. Inhibitor ini tidak sesuai dengan sisi aktif sehingga menyebabkan enzim rusak, artinya sisi aktif enzim akan berubah. 2. Inhibitor irreversibel Inhibitor yang berkaitan dengan kelompok enzim tertentu dan akan merusak enzim. Misalnya racun, gas saraf, dan sianida. Enzim selain memiliki sisi aktif juga memiliki sisi reseptor yang disebut dengan enzim allosentrik, substansi mengikatkan diri di sisi reseptor yang disebut regulator. Regulator dapat mempengaruhi aktivitas enzim, menjaga enzim supaya tetap dalam keadaan tidak aktif serta menstabilkan bentuk aktif enzim. Faktor yang mempengaruhi kerja enzim 1. temperatur 2. pH 3. konsentrasi enzim dan substrat 4. zat-zat penggiat atau aktivator 5. zat-zat inhibitor atau penghambat semoga artikel ini berguna dan bermanfaat bagi anda untuk meningkatkan dan menambah ilmu dan pengetahuan anda tentang enzim. Terima kasih banyak dan semoga beruntung. Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2185562-faktor-yang-mempengaruhikerja-enzim/#ixzz1dBdWkvdn

a. Suhu Enzim terdiri atas molekul-molekul protein. Oleh karena itu, enzim masih tetap mempuyai sifat protein yang kerjanyas dipengaruhi oleh suhu. Enzim dapat bekerja optimum pada kisaran suhu tertentu, yaitu sekitar suhu 400 C. Pada suhu 00 C, enzim tidak aktif. Jika suhunya dinaikkan, enzim akan mulai aktif. Jika suhunya dinaikkan lebih tinggi lagi sampai batas sekitar 40 500 C, enzim akan bekerja lebih aktif lagi. Namun, pemanasan lebih lanjut membuat enzim akan terurai atau terdenaturasi seperti halnya protein lainnya. Pada keadaan ini enzim tidak dapat bekerja. b. Derajat Keasaman (pH) Enzim bekerja pada pH tertentu, umumnya pada netral, kecuali beberapa jenis enjim yang bekerja pada suasana asam atau suasana basa. Jika enzim yang bekerja optimum pada suasana netral ditempatkan pada suasana basa ataupun asam, enzim tersebut tidak akan bekerja atau

bahkan rusak. Begitu juga sebaliknya, jila suatu enzim bekerja optimal pada suasana basa atau asam tetapi ditempatkan pada keadaan asam atau bas, enzimtersebut akan rusak. Sebagai contohnya, enzim pepsin yang terdpat di dalam lambung, efektif bekerja pada pH rendah. c. Feed Back Inhibitor Hal lain yang mempengaruhi kerja enzim adalah feed back inhibitor. Feed back inhibitor adalah keadaan pada saat substansi hasil (produk) kerja enzim yang terakumulasi dalam jumlah yang berlebihan akan menghambat kerja enzim yang bersangkutan. d. Konsentrasi Substrat Mekanisme kerja enzim juga ditentukan oleh jumlah atau konsentrasi substrat yang tersedia. Jika jumlah substratnya sedikit, kecepatan kerja enzim juga rendah. Sebaliknya, jika jumlah substrat yang tersedia banyak, kerja enzim juga cepat. Pada keadaan substrat berlebih, kerja enzim tidak sampai menurun tetapi konstan. e. Konsentrasi Enzim itu sendiri Selain faktor-faktor pemicu aktivitas enzim, misalnya Ph, suhu, dan konsentrasi substrat, konsentrasi enzim sendiri ikut mempengaruhi kecepatan reaksi enzim. Sampai bats tertentu, semakin banyak enzim yang tersedia semakin pula kerja enzim tersebut. f. Kadar Air Aktivitas enzim juga dipengaruhi oleh kadar ai. Contoh yang sangat jelas adalah enzim yang mengalami pengaktifan pada saat perkecambahan bij, jika biji tersebut telah direndam di dalam air dalam waktu relatif lam. Ha; ini membuktikan bahwa aktivitas enzim dipengaruhi oleh kadar air. g. Pengaruh Zat Penggiat dan Zat Penghambat Beberapa jenis logam ada yang bersifat yang menggiatkan kerja enzim namun beberapa diantaranya justru menghambat kerja enzim. Logam-logam yang mempergiat kerja enzim diantaranya adalah nikel, magnesium, mangan, klorin, dan kobalt. Sedangkan logam-logam yang dapat menghambat di antaranya adalah garam-garam dari logam berat, misalnya air raksa. Enzim terkenal seperti asetil konsentrase dapat dihambat oleh senyawa diisopropilflouro-fosfat (DFP Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2089443-faktor-yang-mempengaruhikerja-enzim/#ixzz1dBdod9G9