Anda di halaman 1dari 9

Mengelola kartu persediaan bahan baku

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul Mengelola Kartu Persediaan Bahan Baku ini terdiri dari 5 (Lima) sub Kompetensi Yaitu : 1. Menyiapkan pengelolaan persediaan bahan baku 2. Mengidentifikasi data mutasi persediaan bahan baku 3. Membukukan data bahan baku ke kartu persediaan bahan baku 4. Melakukan pencocokan fisik dengan catatan di kartu persediaan bahan baku secara periodik 5. Membuat laporan Iktisar Persediaan Bahan Baku Setelah selesai menuntaskan Modul ini peserta diklat diharapkan mampu dan terampil dalam mengelola Kartu Persediaan Bahan Baku. Modul ini berkaitan dengan modul sebelumnya yaitu Mengelola administrasi Pembelian Transaksi Persediaan bahan baku hanya ada pada perusahaan Manufaktur (Pabrik). Pabrik memerlukan bahan baku untuk diolah menjadi produk jadi. B. PRASYARAT. Agar dapat mencapai tujuan akhir diatas maka peserta diklat hendaknya sudah menguasai Modul Mengelola Administrasi Pembelian Standar Operating Prosedure (SOP) untuk mengelola Persediaan Bahan Baku. Pengoperasian peralatan manual maupun komputer Etika komunikasi secara lisan dan tertulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. C. Petunjuk penggunaan modul 1. Langkah-langkah belajar yang ditempuh; a. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini memuat kinerja yang diharapkan, kreteria keberhasilan, kondisi yang diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai melalui modul ini. b. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan ada Cek Kemampuan sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai dalam modul ini. Lakukan hal ini pada awal dan akhir mempelajari modul ini untuk meyakinkan penguasaan kompetensi sebagai pencapaian hasil belajar anda. c. Diskusikan dengan sesama peserta diklat apa yang telah anda cermati untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang tujuan belajar dan kompetensi yang diharapkan tercapai dalam modul. Bila masih ragu tanyakan pada guru/fasilitator. d. Bacalah dengan cermat peta kedudukan modul, prasyarat dan pengertian, istilah-istilah penting dalam modul ini. e. Bacalah dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, rencanakan kegiatan belajar, kerjakan tugasnya, dan jawablah pertanyaan tes kemudian cocokkan dengan kunci jawaban. Lakukan kegiatan ini sampai anda tuntas dan mencapai hasil belajar yang diharapkan. f. Bila dalam memahami materi, anda mendapatkan kesulitan maka diskusikan dengan teman teman anda atau konsultasikan dengan fasilitator. g. Setelah anda menuntaskan semua kegiatan belajar dalam modul ini, selanjutnya pelajari modul selanjutnya sesuai dengan yang tertuang pada peta kedudukan modul program keahlian akuntansi. h. Anda tidak dibenarkan melanjutkan kegiatan belajar berikutnya, bila belum menguasai secara tuntas materi modul ini. i. Setelah semua modul untuk mencapai suatu kompetensi telah tuntas dipelajari maka ajukan uji kompetensi dan sertifikasi. 2. Perlengkapan yang harus dipersiapkan; a. Alat tulis terdiri dari kertas, pensil, ballpoin, penghapus dan penggaris

b. Alat hitung : kalkulator manual dan elektronik. c. Format format 3. Hasil Pelatihan a. Kartu persediaan bahan baku yang telah terisi data mutasi dengan lengkap dan benar. b. Daftar hasil perhitungan pisik dan mencocokkannya dengan kartu persediaan bahan baku secara berkala. c. Laporan Iktisar Persediaan Bahan Baku. D. Tujuan Akhir Peserta diklat mampu melaksanakan pengelolaan Kartu Persediaan Bahan Baku dalam perusahaan manufaktur sesuai dengan Standar Operating Prosedure (SOP) pengelolaan kartu persediaan bahan baku yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari : a. Data mutasi persediaan bahan baku b. Data persediaan bahan baku yang telah dibukukan ke kartu persediaan bahan baku. c. Pencocokan phisik dengan kartu persediaan bahan baku secara berkala. d. Membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku.

E. KOMPETENSI KOMPETENSI : Mengelola kartu persediaan bahan baku KODE : AK-MN-012A DURASI PEMELAJARAN : 30 Jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B C D E F G 1 1 2 2 3 2 3 KONDISI KINERJA 1. Unit ini berlaku untuk pengelolaan kartu persediaan bahan baku pada perusahaan manufaktur 2. Organisasi memiliki Standard Operating Procedure (SOP) untuk pengelolaan persediaan bahan baku 3. Peralatan yang digunakan adalah peralatan kantor yang digunakan untuk kegiatan 4. Menulis, mengitung, mengarsipkan dan berbagai kegiatan clerical lainnya. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 1. Menyiapkan kartu penge-lolaan persediaan bahan baku Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan persediaan bahan baku Menyediakan data transaksi persediaan bahan baku Prosedur pengelolaan kartu persediaan bahan baku Peralatan untuk pengelolaan persediaan bahan baku Dokumen penerimaan bahan baku Pengelompokan persedia-an bahan baku Lengkap dan teliti me-nyiapkan kartu pengelo-laan persediaan bahan baku Menguraikan prosedur pengelolaan kartu perse-diaan bahan baku Menyiapkan peralatan untuk pengelolaan perse-diaan bahan baku Mengenali dokumen pe-nerimaan bahan baku Mmbedakan bahan baku berdasarkan kelompok Menyiapkan pengelolaan kartu persediaan bahan baku 2. Mengidentifikasi data mutasi persediaan bahan baku Mengidentifikasi data pembe-lian bahan baku Mengidentifikasi data peneri-maan bahan baku Mengidentifikasi data retur pembelian Mengidentifikasi data penge-luaran persediaan bahan baku Dokumen penerimaan bahan baku Dokumen retur pembelian bahan baku Dokumen pengeluaran bahan baku Mengidentifikasi data mutasi persediaan bahan baku secara tepat Mengenali dokumen pe-nerimaan bahan baku Mengenali dokumen retur pembelian bahan baku Mengenali dokumen pengeluaran bahan baku

Mengidentifikasi data mutasi persediaan bahan baku 3. Membukukan data perse-diaan bahan baku ke kartu persediaan bahan baku Memverifikasi data mutasi persediaan bahan baku Menghitung jumlah masing-masing persediaan bahan baku yang akan dimutasi (unit dan nominal) Menginput jumlah masing-masing persediaan bahan baku yang akan dimutasi Dokumen penerimaan dan pengeluaran barang supplies Prosedur pencatatan mutasi bahan baku Rapi dan teliti membu-kukan data persediaan bahan baku ke kartu persediaan bahan baku Mengenali dokumen pe-nerimaan dan pengeluar-an bahan baku Menghitung dan men-catat mutasi bahan baku Membukukan data per-sediaan bahan baku ke kartu persediaan bahan baku 4. Membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku Membuat laporan persediaan bahan baku sesuai dengan format dan prosedur yang di-tetapkan dan mengirimkannya ke pihak-pihak yang terkait Bentuk laporan persediaan bahan baku Membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku secara rapi dan cermat Melengkapi format lapor-an persediaan bahan baku Membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku 5. Melakukan pencocokan fisik dengan kartu perse-diaan bahan secara periodik

Menyajikan laporan saldo per-sediaan bahan baku akhir periode Menyajikan berita acara hasil perhitungan fisik persediaan bahan baku Mencocokkan saldo persedia-an bahan baku memuat lapor-an dengan berita acara hasil perhitungan phisik bahan baku Menelusuri dan membuat laporannya selisih persediaan bahan baku (kurang/lebih) Prosedur penghitungan fisik persediaan Jujur dan teliti melaku-kan perhitungan fisik persediaan bahan baku secara periodik Menghitung fisik perse-diaan bahan baku Menghitung selisih per-hitungan Melakukan perhitungan fisik persediaan bahan baku secara periodik

CEK KEMAMPUAN Berikan tanda cek ( ) apabila peserta dklat telah menguasai beberapa sub kompetensi berikut ini. No Sub Kompetensi Ya Tidak 1 Dapatkah anda mempersiapkan pengelolaan kartu persediaan bahan baku?

2 Dapatkah anda mengidentifikasikan data mutasi persediaan bahan baku?

3 Dapatkan anda membukukan data persediaan bahan baku?

4 Dapatkah anda mencocokan phisik dengan kartu persediaan bahan baku?

5 Dapatkah anda membuat Laporan ikhtisar persediaan bahan baku?

BAB II PEMELAJARAN Rencana Pemelajaran. Kompetensi : Mengelola Kartu Persediaan Bahan Baku Sub Kompetensi : 1. Mempersiapkan pengelolaan bahan baku 2. Mengidentifikasi data mutasi bahan baku 3. Membukukan data persediaan bahan baku? 4. Membuat laporan ikhtisar persediaan bahan baku 5. Melakukan pencocokan phisik dengan kartu persediaan bahan baku. Jenis Kegiatan Tanggal

Waktu Tempat Pencapaian Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru 1.Mempersiapkan Pengelolaan Kartu Persediaan bahan baku

2.Mengidentifikasi data mutasi bahan baku

3.Membukukan data bahan baku ke kartu persediaan bahan baku

4.Membuat Ikhtisar Laporan persediaan bahan baku

5.Membuat pencocokan antara penghitungan phisik dengan kartu persediaan bahan baku

Kegiatan Belajar 1 Menyiapkan Pengelolaan Kartu Persediaan Bahan Baku. Tujuan kegiatan pemelajaran 1 (1) peserta diklat mampu menjelaskan prosedur pengelolaan persediaan bahan baku (2) Peserta diklat mampu menyiapkan peralatan untuk pengelolaan persediaan bahan baku (3) Peserta mampu mengenali dokumen laporan penerimaan bahan baku (4) Peserta mampu membedakan bahan baku berdasarkan kelompok Uraian materi 1 Dalam perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan produk jadi, persediaan produk

dalam proses, persediaan bahan baku; Metode pencatatan persediaan : Metode mutasi persediaan (perpetual inventory method) ( dibahas dalam modul ini) dan metode persediaan fisik (Physical inventory Method). 1.1 Prosedur Pengelolaan Kartu Persediaan Bahan Baku. Prosedur pengelolaan Kartu Persediaan Bahan Baku ini terdiri dari : 1) Prosedur pencatatan harga hokok persediaan yang dibeli. 2) Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan kepada pemasok 3) Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang. 4) Prosedur pengembalian barang gudang 1) Prosedur Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli Prosedur ini merupakan salah satu prosedur yang membentuk sistem pembelian, dalam prosedur ini dicatat harga pokok persediaan yang dibeli.

Dokumen : Dokumen sumber yang digunakan dalam prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang di beli adalah: LPB (Laporan Penerimaan Barang), SOP (Surat Order Pembelian, Faktur dari pemasok dan Bukti Kas Keluar Prosedur : Laporan penerimaan barang yang diterima oleh Bagian Gudang dari Bagian Penerimaan Barang digunakan sebagai dasar pencatatan tambahan kuantitas barang barang dari pembelian ke dalam kartu gudang. Laporan Penerimaan barang dari Bagian Penerimaan Barang dilampiri SOP dari Bagian Pembelian dan Faktur dari Pemasok melalui bagian pembelian, merupakan dasar Bagian Hutang untuk membuat BKK atau Voucher. BKK atau Voucher diterima oleh Bagian Persediaan dari bagian Hutang digunakan untuk mencatat tambahan persediaan di kartu persediaan bahan baku. Bagian Jurnal mencatat bertambahnya persediaan Bahan Baku dan Hutang Dagang akibat pembelian bahan baku secara kredit berdasarkan Dokumen Laporan Penerimaan Barang yang telah berisi harga satuan dan total harga dari bagian kartu persediaan bahan. Jurnal : Persediaan Bahan Baku ..............Rpxxxx Hutang dagang/Kas................. Rpxxxx 2) Prosedur pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dikembalikan kepada pemasok. Ada kalanya persediaan yang telah dibeli dari pemasok dikembalikan karena suatu alasan, misalnya tidak sesuai dengan surat order pembelian.. Jika hal ini terjadi maka transaksi retur pembelian akan mempengaruhi persediaan yang bersangkutan yaitu mengurangi kuantitas persediaan dalam kartu gudang yang diselenggarakan oleh bagian Gudang dan mengurangi kuantitas dan harga pokok persediaan yang dicatat oleh bagian Kartu persediaan dalam kartu persediaan yang bersangkutan. Prosedur ini merupakan salah satu prosedur yang membentuk retur pembelian. Dokumen: Dokumen yang digunakan dalam prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan kepada pemasok adalah Laporan Pengiriman Barang, Memo Debit, Memo kredit yang di terbitkan oleh pemasok, . Laporan Pengeluaran Barang Gudang digunakan oleh Bagian Gudang untuk mengeluarkan barang yang akan dikirim ke pemasok dari gudang dan mencatat dalam kartu gudang. Memo Debit yang diterima dari bagian Pembelian digunakan oleh Bagian Kartu Persediaan untuk mencatat kuantitas dan harga pokok persediaan yang dikembalikan kepada pemasok ke dalam kartu

persediaan bahan baku. Prosedur: Bagian Gudang mencatat berkurangnya persediaan karena transaksi retur pembelian berdasarkan dokumen Memo Debit yang diterima dari bagian pembelian. Memo debit ini dicatat oleh bagian Gudang dalam kartu Gudang dan mengeluarkan barang sesuai dengan Memo Debit kepada Bagian Pengiriman. Bagian Hutang Mencatat berkurangnya Hutang sebagai akibat dari retur pembelian dengan cara mengarsipkan memo debit ( yang dilampiri dengan laporan pengiriman barang) di dalam bukti kas keluar yang belum dibayar. Bagian kartu persediaan mencatat berkurangnya persediaan akibat retur pembelian di dalam kartu persediaan berdasarkan Memo Debit yang dilampiri Laporan Pengeluaran barang Bagian jurnal mencatat berkurangnya hutang dagang dan persediaan bahan baku berdasarkan memo Debit yang telah diisi harga pokok persatuan dan harga pokok total oleh bagian kartu persediaan. Jurnal : Hutang Dagang Rp xxxxx Persediaan Bahan Baku Rp xxxxx 3) Prosedur Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang Perusahan Manufaktur pada ummnya menyelenggarakan Persediaan bahan bakunya, maka guna pengambilan bahan baku dari gudang digunakan prosedur Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang. Prosedur ini merupakan salah satu prosedur yang membentuk sistem akuntansi biaya produksi. Dalam prosedur ini dicatat harga pokok persediaan bahan baku, bahan penolong, bahan habis pakai pabrik dan suku cadang yang dipakai dalam kegiatan prosuksi dan kegiatan non produksi. Dokumen Dokumen sumber yang dipakai dalam prosedur ini adalah Bukti Permintaan Dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG). Prosedur Bagian Produksi membuat BPPBG, dan diberikan kepada bagian gudang untuk menyerahkan barang sesuai dengan BPPBG. BPPBG dipergunakan oleh bagian Kartu Persediaan mencatat berkurangnya persediaan di dalam kartu persediaan dan mengisi harga pokok. Bagian Kartu Biaya menggunakan BPPBG untuk mencatat harga pokok produk dari pemakaian bahan baku ke dalam kartu Harga Pokok Produk . Bagian Jurnal mencatat pemakaian bahan baku berdasarkan BPPBG di dalam jurnal Pemakaian Bahan Baku yang telah diisi nilai harga pokok oleh kartu persediaan. Jurnal Barang Dalam Proses Rp xxx Persediaan Bahan Baku Rp xxx 4) Prosedur Pengembalian Barang Gudang Bahan baku yang sudah diminta oleh fungsi produksi adakalanya tidak semuanya habis dikonsumsi untuk memproduksi pesanan tertentu atau dikembalikan karena suatu alasan. Jika hal itu terjadi maka bagian produksi harus mengembalikan bahan baku tersebut kepada bagian gudang. Pengembalian barang dan pengurangan biaya akibat pengembalian barang tersebut dilakukan dengan prosedur pengembalian Barang Gudang. Dokumen : Dokumen yang dipakai adalah Bukti Pengembalian Barang Gudang (BPBG) Prosedur Bagian Produksi membuat Bukti Pengembalian Barang Gudang (BPBG) dan meyerahkan barang bersamaan dengan bukti ke bagian gudang. Bagian gudang menerima barang dan memeriksa barang sesuai dengan bukti. Bagian Kartu Persediaan menggunakan bukti tersebut untuk mencatat penambahan persediaan di gudang ke dalam kartu persediaan bahan baku dan mengisi bukti dengan

harga satuan. Bagian Kartu Biaya menggunakan bukti yang telah diisi harga satuan tersebut untuk mengisi harga pokok produk dari pemakaian bahan di dalam Kartu Harga Pokok Produk. Sedangkan bagian Jurnal menggunakan dokumen tersebut untuk mencatat pengembalian bahan baku dari bagian produksi ke bagian gudang ke dalam jurnal umum. Jurnal Persediaan Bahan Baku Rp xxx Barang Dalam Proses Rp xx 1.2 Peralatan untuk pengelolaan Persediaan Bahan Baku Peralatan yang diperlukan untuk pengelolaan persediaan bahan baku antara lain : 1. Kartu Persediaan Bahan Baku. Kartu persediaan Bahan Baku berisi informasi mengenai kuantitas, harga pokok dan mutasi dari suatu bahan baku dan dikelola oleh bagian Kartu Persediaan Bahan Baku

Contoh Kartu Persediaan Bahan Baku Kelompok Barang : Nama Barang : Kode Barang : Satuan : Lokasi : EOQ : ROP : No Rekening : Keterangan/ No Bukti Penerimaan Pengeluaran Saldo Tgl Kuantitas Harga Satuan Jumlah Harga Tgl Kuan titas Harga Satuan Jumlah Harga Kuanti tas Harga Satuan Jumlah