Anda di halaman 1dari 18

BAB 3 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn . J PADA Tn. S KASUS HIPERTENSI DI RT 3 RW I DSN TAMBAKBOYO DESA TAMBAKRIGADUNG KEC.

TIKUNG LAMONGAN 2. Tinjauan Kasus 2.1 Pengkajian kelurga tanggal (10-03-2008 Pukul 12.00 WIB) 2.1.1 DATA UMUM 1. BIODATA Nama KK Umur Agama Alamat Pekerjaan Pendidikan Penghasilan
Nama No L/P

: Tn J : 65 tahun : Islam : RT 3 RW I Dsn. Tambakboyo Desa Tambakrigadung Kec. Tikung Lamongan : PNS (Pensiun) : SMP Tamat : Rp 600.000,-/ bulan
Hubungan Dg KK Umur Pendidikan B Polio C G Status Imunisasi DPT HB 2 3 1 2 3

2. KOMPOSISI KELUARGA
C m a p a k K e t

1 2 3 4 1

1. 2. 3. 4.

Ny. S Tn. S Ny. K An. A

P L P L

Istri KK Anak KK Menantu Cucu

60 37 27 9

SD (Tdk Tamat) SMP (Tdk Tamat) SMP (Tamat) SD (Kelas 4)

GENOGRAM

1 3 4

2 5 6

Keterangan : Laki laki Perempuan Satu Rumah 1. KK 2. Isteri KK Laki-laki Meninggal 4. Anak Kedua KK 5. Menantu KK 6. Cucu KK Klien Hubungan menikah Anak kandung Perempuan Meninggal

3. Anak Pertama KK 3. TIPE KELUARGA

Tipe keluarga Tn.J adalah Extended Family yaitu dalam satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak, menantu dan cucu. 4. SUKU BANGSA Keluarga klien berasal dari suku jawa atau Indonesia, kebudayaan yang dianut tidak bertentangan degan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa jawa. 5. AGAMA Seluruh anggota Tn.J adalah beragama islam dan taat beribadah, sering mengikuti pengajian yang ada di RT serta berdoa agar Tn.S dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

6. STATUS EKONOMI KELUARGA (1) Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari KK dan menantu KK sejumlah Rp 1.500.000/bulan. Kebutuhan yang diperlukan keluarga : Makan Rp 750.000

Bayar Listrik/PDAM Rp 200.000

Pendidikan Lain-lain

Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 1.200.000

Sisanya ditabungkan untuk kebutuhan yang mendadak. (2) Barang-barang yang dimiliki 2 buah TV, 4 kipas angin dan 2 sepeda angin, 1 motor. Pada ruang tamu terdapat 1 set kursi dan lemari, pada ruang tengah terdapat 2 lemari pakaian dan 1 kulkas. 7. AKTIVITAS REKREASI KELUARGA Rekreasi digunakan untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton TV bersama dirumah, sedangkan rekreasi diluar rumah kadang-kadang ikut rombongan pengajian yang ada (ziarah wali songo ) yang diadakan 2-3 tahun sekali. 2.1.2 RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI 1. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI Keluarga Tn.J dalam thap perkembangan yaitu pada tahap IV yaitu keluarga dengan anak usia sekolah Tahap ini dimulai dari sejak anak berusia 6 tahun dan berakhir pada usia 12 tahun. Pada fase ini pada umumnyakeluarga mencapai fase jumlah anggota keluarga yang maksimal. Tugas perkembangan sebagai berikut :

Membantu sosialisasi anak, tetngga, sekolh dan lingkungan Mempertahankan keintiman pasangan Memenuhi kebutuhan biaya hidup

2. TAHAP PERKEMBANGAN SAAT INI Dari semua tugas perkemabangan yang diatas belum ada yang terpenuhi . 3. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA Tn.J sebagai KK jarang sakit, tidak mempunyai masalah dengan istirahat, makan, maupun kebutuhan dasar yang lain. Tidak mempunyai penyakit menurun (Hipertensi) dan penyakit menular (TBC, Kusta). Pada saat pengkajian TD 130/90 mmHg.

Ny.S menderita Hipertensi sejak 15 tahun yang lalu yang mengeluh pusing. Tekanan darah naik bila klien dalam hari tersebut terlalu banyak mengkonsumsi jenis daging-dagingan. TD 150/110 mmHg. Tn.S menderita Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu sering mengeluih pusing, selama ini berobat ke RS secara teratur yaitu 1 bulan sekali. 4. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA (1) Dari pihak suami Keluarga Tn.J dari pihak suami ada yang menderita HT yaitu Istri KK (2) Dari pihak istri Keluarga Tn.J dari pihak istri tidak terdapat anggota keluarga yang menderita HT 2.1.3 PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. KARAKTERISTIK RUMAH (1) Luas (2) Jenis : 8 X 20 M2 : Permanen = 3.42 m2 = 1.68 m2 dibuka = 1.8 m2 dibuka = 1.2 m2 = 8.64 m2 : perabot tertata rapi : bersih

(3) Sirkulasi udara: 2 pintu X 1.9 X 0.9 m2 Pencahayaan : 2 jendela X 1.2 X 0.7 m2 3 jendela X 1 X 0.6 m2 Angin-angin 4 X 0.3 m2 Total

Angin-angin 3 X 0.3 X 0.6 m2 = 0.54 m2 Jadi sirkulasi udara dan pencahayaan Tn.J cukup (4) pemanfaatan ruangan rumah (5) kebersihan ruangan (6) lantai

: keramik Keterangan : 7 (7) jarak septic tank dengan sumur : > 10 meter Teras 8 Ruang tamu 6 (8) sumber air minum : tandon air hujan Kamat tidur (9) pembuangan limbah : melalui selokan Kamar tidur Ruang keluarga (10) halaman dimanfaatkan dengan tanaman hias 5 Dapur (11) keadaan pekatangan bersih Kamar mandi Gudang (12) pembuangan sampah dibakar 4 2 DENAH RUMAH 3

2. KARAKTERISTIK TETANGGA DAN KOMUNITAS Hubungan antar tetangga Tn.J baik, saling membantu, bila ada tetangga yang membangun rumah dikerjakan saling gotong-royong. 3. MOBILITAS GEOGRAFIS KELUARGA Keluarga Tn. J selama ini sebagai penduduk asli Dsn. Tambak boyo Desa Tambak rigadung dan tidak pernah pindah rumah. 4. PERKUMPULAN MASYARAKAT Ny. K mengatakan mulai bekerja pukul 06.00 18.00 WIB yaitu membuka toko pracangan di rumah dan pada malam hari digunakan untuk berkumpul bersama seluruh keluarganya, Ny K mengikuti pengajian tiap hari minggu. KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN

5. SISTEM PENDUKUNG KELUARGA Jumlah anggota keluarga 4 orang , yaitu istri, anak, menantu, dan cucu. Sedangkan ibu (Ny S) yang selalu mengantarkan klien (Tn S) periksa ke Rumah sakit atau petugas kesehatan.

2.1.4

STRUKTUR KELUARGA 1. POLA KOMUNIKASI Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan bahasa jawa, dan mendapat informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi lainnya didapat dari televisi dan radio. 2. STRUKTUR KESEHATN KELUARGA Menurut Tn J, hanya Ny S dan Tn J yang sakit dan anggota kelurga lainnya dalam keadaan sehat. 3. STRUKTUR PERAN (1) Formal Tn J sebagai KK, Ny S sebagai istri, tn S sebagai anak, Ny K sebagai menantu dan An A sebagai cucu. (2) informal Tn J sebagai pencari nafkah dengan menerima pensiunan dengan dibantu Ny K dengan membuka toko pracangan di rumah. 4. NILAI DAN NORMA KELUARGA Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.

2.1.5

FUNGSI KELUARGA 1. FUNGSI AFEKTIF Hubungan antara keluarga baik, saling mendukung, bila ada yang sakit langsung dibawa ke Rumah sakit atau petugas kesehatan. 2. FUNGSI SOSIALISASI Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga baik dan selalu mentaati norma yang ada. 3. FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN Penyediaan makanan selalu dimasak sendiri, komposisi nasi, lauk pauk, dan sayur dengan frekuensi 3 kali sehari. Dan bila ada anggota kelaurga yang sakit, keluarga merawat dan memeriksakanny ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan. (2) Kemampuan mengenal masalah kesehatan

Keluarga mengatakan Tn S sering mengeluh pusing karena penyakit darah tinggi dan takut tensinya naik. (3) Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan Bila Tn S sakit langsung dibawa ke Puskesmas atau petugas kesehatan ke rumah (4) Merawat anggota keluarga yang sakit Dalam merawat Tn S, masih memberikan makanan yang sama dengan anggota keluarga yang lainnya, pola tidur juga masih belum sesuai dan waktunya kurang lama, namun selalu melakukan kontrol secara teratur ke pelayanan kesehatan. (5) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel 1 minggu sekali dan lantai kamar mandinya tidak licin, bersih dan terawat. (6) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di masyarakat Keluarga selalu memeriksakan diri ke Puskesmas atau petugas kesehatan bila sakit dan Tn S melakukan periksa sejak menderiat Hipertensi. 5. FUNSI REPRODUKSI Jumlah ana 1 orang, anak pertama masih Sekolah Dasar kelas IV. Dan Ny K menggunakan KB hormonal. 6. FUNGSI EKONOMI Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian untuk anak dan biaya untuk berobat. 2.1.5 STRESS DAN KOPPING KELUARGA 1. STRESS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG (1) Stressor jangka pendek Tn S mengatakan sering mengeluh pusing (2) Stressor jangka panjang Tn S khawatir tensinya bertambah tinggi dan stroknya makin parah 2. KEMAMPUAN STRESSOR Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas atau petugas kesehatan KELUARGA BERRESPON TERHADAP

3. STRATEGI KOPPING YANG DIGUNAKAN Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada 4. STRATEGI ADAPTASI DISFUNGSIONAL Tn S bila sedang sakit pusing maka dibuat tidur atau istirahat. 2.1.6 PEMERIKSAAN FISIK Tn S Keadaan umum: cukup, TD: 180/140 mmHg, N: 88 x/mnt, RR: 20 X/mnt, BB:58 kg dan TB: 154 cm. Kepala : Rambut bersih, warna hitam beruban, rontok, wajah pucat Mata :Conjungtiva merah muda, sklera putih, terdapat gambaran tipis pembululuh darah Hidung: Pernafasan spontan Mulut : bibir lemba, tidak ada stomatitis, terdapat caries bibir, Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan bendungan vena jugularis Dada : tidak ada tarikan intercostae, vokal fremitus dada kanan dan kiri sama. Suara paru sonor pada semua lapang paru, suara jantung pekak, suara nafas vesikuler, S1 S2 tunggal. Perut : bulat datar, bising usus 12 x/ menit, hepar dan lien tak teraba., suara perut timpani. Ekstrimitas : tidak ada odema pada ekstrimitas baik ekstrimitas bagian atas maupun ekstrimitas bagian bawah. 3) An A keadaan umum baik 2.1.7 HARAPAN KELUARGA keluarga berharap pada petugas kesewhatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dan membantu masalah Tn S

2.2 ANALISA DATA NO 1 1. DATA SUBYEKTIF 2 - Tn S mengatakan DATA OBYEKTIF 3 - Tn S terlihat sering MASALAH 4 Nyeri TTD 5

sering mengeluh sakit kepala - Tn S mengatakan nyeri skala 2 - Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat - Makanan TnS sama dengan keluarga yang lain - Pola tidur TnS tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan - Kontrol secara teratur 2. Tn S mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin parah Keluarga kurang memahami cara mengenal masalah Tn S yang khawatir tensinya akan bertambah tinggi Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat TnS Makanan TnS sama dengan keluarga yang lain Pola tidur TnS tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan

memegangi kepala bagiab belakang - Wajah TnS kadangkadang terlihat menyeringai - TD : 180/140 mmHg - N : 88x/mnt - RR: 20 x/mnt

- Tn S terlihat bingung - Wajah Tn :S kadangf kadang terlihat pucat - TD : 180/140 mmHg - N : 88x/mnt - RR: 20 x/mnt Takut

Kontrol secara teratur

SKALA PRIORITAS MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Diagnosa keperawatan keluarga I Gangguan rasa nyaman ( nyeri) berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan hipertensi. NO KRITERIA 1 Sifat masalah tidak /ancaman 2 kesehatan Kemungkinan masalah dapat diubah 3 sebagian Potensial masalah untuk 4 dicegah cukup Menonjolnya masalahmasalah berat harus segera ditangani Jumlah
3 2 3 2 2 x1 2 3 2 2 x1

PERITUNGAN
3 3 x1

SCORE 1

PEMBENARAN Nyeri kepala yang dirasa karena peningkatan tekanan vaskuler serebral Denga kontrol yang tewratur dapat menurunkan tekanan darah Rasa nyeri dapat dikurangi meluli pengobatan dan perawatan yang tepat Keluarga menyadari Tn S: mempunyai masalah dampak dari hipertensi maka segera mengatasi masalah tersebut

2 2

x2

Diagnosa keperawatan keluarga II Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat dam mengenal maslah anggota keluarga dengan hipertensi NO 1 KRITERIA Sifat masalah keadaan masalah PERHITUNNGAN
2 3 x1

SCORE
2 3

PEMBENARAN Rasa takut menyebabkan

penigkatan TD yang dapat memperburuk 2 Kemungkinan masalah dapat diubah sebagian 3 Potensial masalah untuk 4 dicegah cukup Menonjolnya masalah-masalah tidak perlu ditangani Jumlah
2 5 6 2 3 x1 2 3 1 2 x2

keadaan Pemberian penjelasan yang tepat dapat membantu menurunkan rasa takut Penjelasan dapat membantu mengurangi rasa takut Keluarag menyadari dengan mematuhi diet yang dianjurkan dapat mengrangi rasa khawatir TnS

1 2

x1

1 2

2.3 RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA 1) ganguan rasa aman ( nyeri ) berhubugan dengan ketidakmampuan merawt anggot keluarga dengan hipertensi yang ditandai dengan DS: o Tn S mengatakan sering mengeluh sakit kepala o Tn S mengatakan nyeri skala 2

o Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat DO : o Tn S terlihat sering memegangi kepala bagiab belakang o Wajah TnS kadang-kadang terlihat menyeringai o TD : 180/140 mmHg o N : 88x/mnt Makanan TnS sama dengan keluarga yang lain Pola tidur TnS tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan Kontrol secara teratur

o RR: 20 x/mnt 2) Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat dam mengenal maslah anggota keluarga dengan hipertensi yang ditandai dengan : DS : Tn S mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin parah Keluarga kurang memahami cara mengenal masalah Tn S yang khawatir tensinya akan bertambah tinggi Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat TnS Makanan TnS sama dengan keluarga yang lain Pola tidur TnS tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan Kontrol secara teratur DO : Tn S terlihat bingung Wajah Tn :S kadangf kadang terlihat pucat TD : 180/140 mmHg N : 88x/mnt RR: 20 x/mnt

INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA DX. KEP KELUARGA


I

NO
1

UMUM
tindakan keperawatan nyeri teratasi/hilang

TUJUAN KHUSUS
kunjungan rumah 3x rasa diharapakan mampu keluarga memberikan

KRITERIA EVALUASI KRITERIA STANDART


Keluarga mendemonstrasikan dapat 1. cara

INTERVENSI
Berikan keluarga penjelasan tentang pada cara

Setelah dilakukan Setelah

dilakukan Demonstrasi

mengurangi dan mencegah trerjadinya nyeri dengan benar pada dengan kepala posisi teknik 2. bagian 3. secara relaksasi, kompres dingin belakang dan menghindari perubahan mendadak dan pengobatan secara teratur 4.

mengurangi/mencegah terjadinya nyeri Demonstrasikan pada keluarga tentang cara mengurangi nyeri Berikan keluarga sesuai garam, penjelasan tentang dengan rendah diet pada yang

keperawatan pada Tn S dengan nyeri sekunder hipertensi

penderita lemak dan

hipertensi yaitu diet rendah kolesterol Anjurkan pada keluarga untuk mengkonsumsi makanan sesuai dengan diet hipertensi 5. 6. Anjurkan pada keluarga untuk jadwal tidur Tn. S Anjurkan pada keluarga secara memeriksakan Tn. S

teratur

II

Setelah dilakukan Setelah tindakan keperawatan diharapkan takut teratasi/hilang diharapakn rasa mampu

dilakukan Demonstrasi keluarga memberikan

- Adanya

usaha

untuk

1. Berikan sesuai

penjelasan untuk

pada

kunjunngan rumah 3x

tidur sesuai kebutuhan - Periksa secara teratur ke pelayanan kesehatan - Ungkapan Tn S tidak takut - Wajah Tn S tamapak relaks

keluarga tentang diet yang penderita hipertensi yaitu diet rendah garam, rendah lemak dan kolesterol 2. Anjurkan untuk hipertensi 3. Anjurkan pada keluarga untuk jadwal tidur Tn. S 4. Anjurkan kepada keluarga memeriksakan Tn. S secara teratur pada keluarga mengkonsumsi

perawatan pada Tn. S

makanan sesuai dengan diet

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA

No Tanggal
1 10-03-2008

Dx Keperawatan
I, II

Tujuan Khusus
Setelah dilakukan kunjungan rumah 3x diharapkan keluarga mampu memberikan perawatan bagaimana cara mengurangi rasa nyeri

Implementasi
1. Memberikan penjelasan pada keluarga tentang cara mengurangi dan mencegah terjadinya nyeri dengan benar, dengan teknik relaksasi, kompres dingin pada kepala bagian belakang dan menghindari perubahan posisi secara mendadak 2. Mendemonstrasikan pada keluarga tentang cara mengurangi nyeri dengan cara : pada saat ada nyeri menarik nafas panjang ditahan sebentar kemudian dikeluarkan secara perlahan-lahan 3. Menganjurkan pada keluarga memerikasakan Tn. S

TTD

Setelah dilakukan kunjungan rumah 3x diharapkan keluarga mampu memberikan perawatan pada Tn. S dengan hipertensi dengan memperhatikan diet, pola tidur dan control secara teratur

secara teratur setiap minggu dan minum obat secara teratur. 4. Memberikan penjelasan pada keluarga tentang diet yang sesuai dengan hipertensi pada makanan yang diberikan Tn. S harus benar-benar rendah garam, mengurangi makanan berlemak 5. Menganjurkan pada keluarga untuk mengatur jadwal tidur pada sore hari sebaiknya digunakan untuk istirahat

CATATAN PERKEMBANGAN No
1.

Tanggal
10-03-08

Dx Keperawatan
I S

Catatan Perkembangan
:Keluarga tentang mengatakan cara sudah memahami mengurangi/mencegah

TTD

terjadinya nyeri kepala O : Keluarga dapat mengungkapkan kembali cara mengurangi/mencegah kepala A : Tujuan tercapai sebagian P : Lanjutkan Intervensi Anjurkan Tn. S dan keluarga melakukan teknik relaksasi Anjurkan menghindari mendadak Anjurkan Tn. S dan keluarga untuk mengkonsumsi hipertensi Anjurkan pada Tn. S dan keluarga untuk mengatur jadwal tidur Anjurkan pada keluarga mengontrol secara teratur I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi E : Masalah teratasi sebagian R : S : Keluarga mengatakan sudah memahami tentang cara merawat keluarga dengan hipertensi dengan memperhatikan diet, pola tidur dan control secata teratur O : - Keluarga dapat mengungkapkan kembali cara merawat keluarga hipertensi dengan memperhatikandiet, control teratur pola tidur dan makanan sesuai diet Tn. S dan keluarga perubahan posisi secara terjadinya nyeri

2.

II

- Makanan yang disajikan untuk Tn. S sama dengan anggota keluarga yang lain A : Tujuan tercapai sebagian P : Lanjutkan Intervensi Anjurkan Tn. S dan keluarga untuk mengkonsumsi sesuai diet hipertensi Anjukan pada Tn. S dan keluarga untuk mengatur jadwal tidur Tn. S Anjurkan pada keluarga mengontrol secara teratur I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi E : Masalah teratasi sebagian R : S : Keluarga mengatakan Tn. S sering melakukan teknik relaksasi O : - Tn. S dapat menjawab, mendemonstrasikan teknik relaksasi - T : 160/100 mmHg - N : 88x/menit - Wajah Tn. S tampak lebih relaks A : Tujuan Tercapai sebagaian P : Lanjutkan Intervensi Anjurkan pada keluarga untuk mengontrolkan Tn. S secara teratur I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi E : Masalah teratasi sebagian R : S : - Keluarga mengatakan sudah menyendirikan makanan Tn. S dengan anggota keluarga - Tn. S mengatakan sudah tidak takut lagi dengan tensinya O : - Makanan yangdisajikan untuk Tn. S nasi, sayur asam, lauk tahu, tempe garing - Makanan untuk Tn. S dan anggota keluarga

13-03-08

II

yang lain tersendiri - Wajah Tn. S tamapak lebih relaks A : Tujuan tercapai P : Lanjutkan Intervensi Anjurkan Tn. S dan keluarga mengkonsumsi diet hipertensi Anjurkan pada Tn. S dan keluarga mengatur pola tidut Tn. S I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi E : Masalah teratasi R :-