Anda di halaman 1dari 9

Apa alasan anda mempelajari bahasa Inggris? Mungkin alasan anda adalah untuk meningkatkan skor TOEFL anda.

Jika benar, maka saya akan memberikan tips jitu dalam persiapan menghadapi tes TOEFL. Rata-rata sebagian besar orang Indonesia mentok di skor 450, meskipun mereka telah belajar dengan sungguh-sungguh dan berulang kali mengikuti try out tes TOEFL, tapi tetap saja skor mereka tidak beranjak naik. Tes TOEFL menjadi salah satu persyaratan memasuki perkuliahan di luar negeri. Kadangkala, lowongan pekerjaan seperti menjadi dosen juga mempersyaratkan TOEFL. Jadi, bagaimana caranya supaya skor TOEFL semakin baik? Berikut ini tipsnya: 1. Tetapkan Tujuan Anda Jika anda memerlukan tes TOEFL untuk memenuhi persyaratan dalam melamar pekerjaan, cari tahu berapa skor minimal yang dibutuhkan. Rata-rata perusahaan mempersyaratkan skor TOEFL 500 ke atas. Tetapkan tujuan anda, berapa skor yang ingin anda raih. 2. Pahami Tes TOEFL

Tes TOEFL terdiri dari Listening Comprehension Test, Toefl Structure and Written Test dan Toefl Reading Comprehension Test. Sering-seringlah berlatih sehingga anda terbiasa dengan soal-soal TOEFL. Kadangkala format testnya sama, hanya berbeda di pertanyaannya saja. 3. Buatlah Rencana Belajar TOEFL

Jangan menunda-nunda belajar, selagi ada kesempatan segeralah belajar. Jangan gunakan sistem kebut semalam (SKS) dalam berlatih soal-soal TOEFL. Buatlah rencana harian anda berapa lama anda belajar. Apa saja yang akan anda pelajari, Listening, Structure ataukah Reading. 4. Atur Waktu Belajar Anda

TOEFL terdiri dari tiga bagian. Tiap bagian memiliki skor masing-masing. Jangan habiskan terlalu banyak waktu belajar hanya di satu bagian. Pelajari semua bagiannya secara merata. Jangan hanya mempelajari bagian yang paling anda sukai. 5. Perbanyak Kosa Kata Anda

Tidak diragukan lagi, perbendaharaan kosa kata bahasa Inggris anda memiliki peranan penting dalam tes TOEFL. Vocabulary yang sering muncul dalam tes TOEFL adalah kosa kata yang bersifat formal, jadi anda harus mempelajarinya dengan memperbanyak membaca buku yang sifatnya text book. 6. Kenali Titik Lemah Anda

Rata-rata orang Indonesia lemah di listening dan kuat di structure, sebabnya adalah mereka belajar bahasa Inggris dari SD sampai SMA secara teks book, menganalisis grammar dan sedikit

sekali (jika ada) melatih listening di kelas. Tapi ini tergantung anda, bagian mana yang paling lemah untuk anda? 7. Jangan Lupa Berdoa

Manusia berusaha, tapi Tuhan yang menentukan. Jangan lupa berdoa, dengan berdoa dan memasrahkan segala usaha anda kepada Nya, akan membuat anda tenang dan tidak terlalu sedih jika gagal dan tidak menjadi sombong jika anda berhasil. Selamat belajar, semoga sukses

Tips Mengikuti TOEFL ITP


Kategori: TOEFL ITP Tulisan berikutnya tentang TOEFL ITP. Dalam tulisan sebelumnya, Pengalaman Mengikuti TOEFL ITP, saya lebih banyak berbagi perihal urusan administrasinya, seperti pendaftaran, biaya, Additional Score Report, dll. Dalam tulisan ini saya akan lebih banyak berbagi pengalaman saya saat saya mengikuti tes tersebut. Persepsi Sebelum berbicara mengenai kiat-kiat mengikuti tes ini, mari kita samakan dulu persepsi kita. Tes TOEFL, baik itu ITP maupun IBT, bermaksud menguji keterampilan kita dalam menggunakan bahasa Inggris. Tes TOEFL itu bukan sekedar menguji pengetahuan kita mengenai bahasa Inggris. Jadi, tes TOEFL itu bukan tes bahasa Inggris biasa. Persepsi di atas sangat penting ditanamkan di benak setiap peserta tes karena persepsi tersebut akan mempengaruhi cara seorang peserta tes mempersiapkan diri mereka untuk tes tersebut. Jadi, jangan sibuk memperkaya diri dengan pengetahuan seperti tenses, grammar, atau vocabulary. Yang perlu dilakukan adalah memperkaya diri dengan berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya seperti apa? Saya lanjutkan di bawah ini. Persiapan Apa saja yang saya lakukan untuk mempersiapkan diri saya mengikuti tes TOEFL ITP? Tidak ada. Maksudnya "tidak ada" di sini adalah tidak ada persiapan teknis yang khusus saya lakukan untuk ikut TOEFL ITP. Tidak ikut kursus persiapan TOEFL ITP, tidak membaca buku-buku tips dan trik TOEFL ITP, tidak juga sibuk latihan tenses atau grammar. Yang saya lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes ini saya lakukan dengan menonton film berbahasa Inggris (dengan maupun tanpa subtitle), membaca manga scanlation, menulis blog dengan bahasa Inggris, dan kegiatan lainnya. Intinya adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari hidup saya. Dengan begitu, saya berhasil membentuk keterampilan (dan bukan sekedar pengetahuan) berbahasa Inggris. Persiapan Saat Kepepet Saya sendiri menyadari bahwa yang saya lakukan di atas membutuhkan banyak waktu. Keterampilan memang tidak dapat dibentuk dalam waktu yang singkat karena membentuk

keterampilan itu butuh banyak latihan. Kalau sudah kepepet, kita butuh jalan singkat. Dalam kondisi seperti ini, buku-buku tips dan trik lulus TOEFL ITP menjadi dewa penolong. Dalam kondisi kepepet seperti ini, saya tidak bisa memberikan banyak saran untuk persiapan. Hanya saja saya tetap ingin ingatkan bahwa tes TOEFL ITP ini menguji keterampilan mendengar, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris. Kita harus melatih ketiga aspek tersebut. Jangan hanya sibuk dengan grammar dan vocabulary yang hanya menunjang kemampuan menulis, tapi juga sempatkan diri untuk melatih keterampilan mendengar dan membaca seperti film dan novel dalam bahasa Inggris. Pelaksanaan Saat masa-masa persiapan telah lewat dan kita sudah duduk di ruangan tempat tes TOEFL ITP, serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Tentu tidak. Yang pertama harus kita lakukan adalah berusaha. Berikut ini adalah tips yang bisa saya sampaikan: Jangan sampai perhatian kita teralihkan saat tes. Matikan semua alat komunikasi, mampir ke toilet sebelum kebelet, makan secukupnya agar perut tidak bernyanyi, dan lainlain. Lakukan semua hal yang diperlukan untuk menjaga agar kita dapat fokus selama pelaksanaan tes karena kita sama sekali tidak punya waktu luang saat pelaksanaan tes. Lalai menjaga diri untuk tetap fokus pada tes dapat berujung pada buruknya hasil tes. Jangan sibuk menghitamkan lembar jawaban, terutama di bagian Listening Comprehension. Utamakan mendengar dialog untuk menjawab pertanyaan berikutnya. Kalau memang kita butuh waktu lama untuk menghitamkan jawaban di setiap nomor (seperti saya ini), sebaiknya tandai dulu saja jawaban kita. Kita hitamkan jawabanjawaban yang ditandai ini saat kita punya waktu sisa di bagian tes lainnya.

Jangan sibuk dengan grammar, kecuali di bagian Structure and Written Expression. Di bagian ini yang diuji adalah kemampuan kita menyusun kalimat dalam tulisan. Jadi, grammar punya peranan penting di bagian ini. Sementara di bagian Listening Comprehension dan Reading Comprehension itu yang diuji adalah kemampuan kita menyerap makna dibalik dialog dan artikel. Jangan terlalu lama membaca artikel yang dijadikan bahan pertanyaan di bagian Reading Comprehension. Baca secepat mungkin untuk mencari inti dari masing-masing paragraf, kemudian segera lanjutkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait. Saya yakin sebaik apa pun kemampuan membaca kita, kita tetap akan kembali membaca artikel terkait saat menjawab pertanyaan. Jadi, manfaatkan waktu sebaik mungkin.

That's it. Itu saja tips singkat yang bisa saya sampaikan. Saya tidak yakin tips di atas dapat membantu orang lain selain diri saya sendiri. Seandainya satu orang saja dapat mengambil manfaat dari tulisan ini, saya sudah bersyukur. Paling tidak waktu yang saya luangkan untuk menulis di sini tidak 100% sia-sia. Selamat mengikuti tes. Semoga berhasil mendapat skor yang memuaskan.

Agustus tahun lalu saya sudah ikut tes TOEFL iBT. Waktu itu semuanya serba mepet, waktunya mepet, duitnya mepet, sehingga saya nggak bisa les untuk persiapan tes. Saya cuma punya seminggu untuk persiapan. Inilah beberapa tips persiapan TOEFL iBT dari saya, buat orang-orang yang cuma punya waktu seminggu, seperti saya dulu. 1. Gunakan buku latihan soal TOEFL iBT Daripada belajar grammar dan menghapalkan vocabulary, lebih baik latihan soal. Tesnya minggu depan loh! Menurut saya, TOEFL iBT itu sangat mirip dengan SPMB/SNMPTN. Latihan soal adalah kunci sukses. Buku latihan soal sangat penting supaya kita familiar dengan tipe-tipe soal yang akan keluar, terutama untuk bagian reading. Kita harus familiar dengan panjang artikel dalam soal dan tingkat kesulitannya. Saran saya, bacalah semua artikel pada buku untuk latihan reading, dan kerjakan soal-soalnya. Oya, pilihlah buku yang menyediakan CD audio juga. Ini sangat penting untuk latihan listening. Menurut saya, listening adalah section yang paling butuh dilatih untuk TOEFL iBT. Topik listening selalu ilmiah dan sulit dicerna. Sang native speaker bicara dengan cepat. Kalau kita tidak pernah latihan, bahaya. Jadi, gunakanlah buku latihan soal TOEFL iBT. Wajib. Harus. Kalau harga bukunya mahal, pinjamlah dari teman. Saya juga waktu itu pakai buku pinjaman kok. Hehe. 2. Simulasi, Simulasi, Simulasi Buku saja tidak cukup. Kita butuh jam tangan. Atau timer. Time yourself. Simulasi dengan waktu sangat penting untuk membiasakan diri. Yang saya rasakan, waktu yang disediakan untuk menyelesaikan setiap section tes sangat minim. Jadi, cobalah latihan dengan memperhatikan waktu. Misalnya, untuk reading, tersedia waktu 20 menit per artikel, untuk membaca sekaligus menjawab soal. Kita harus latihan memahami bacaan dalam 10 menit. Setiap bertemu bacaan baru, coba baca dalam 10 menit sambil mencatat poinpoin penting, dan lihat seberapa banyak yang bisa kita pahami. Jangan sambil buka-buka kamus! Lihat kamus belakangan saja Untuk listening, gunakan CD audio untuk latihan simulasi. Jangan tergoda pencet rewind kalau ada kalimat yang tidak dimengerti. Anggap saja seperti waktu tes, dengarkan dari awal sampai akhir sambil mencatat poin-poin penting. Jangan lupa simulasi speaking dan writing juga. Again, time yourself. Khusus untuk bagian speaking, latihanlah sebanyak mungkin. Gunakan Google untuk mencari contoh soal. 3. Organisasi Ide

Menurut saya inilah kunci meraih skor tinggi dalam speaking dan writing. Sebagai contoh, untuk independent speaking, tipe soal yang paling sering muncul adalah ini: <Which one do you think is better>? And why? Saran saya, gunakan template jawaban seperti ini. In my opinion is better than There are two reasons why I think of it that way. First of all, <satu atau dua kalimat untuk mendukung alasan pertama> The other reason is <satu atau dua kalimat untuk mendukung alasan kedua> Tentu saja template tersebut bisa digeneralisasi untuk soal apapun pada bagian speaking. Intinya, jawaban kita harus memiliki struktur:

Ide utama Argumen #1


o

Satu/dua kalimat pendukung argumen #1

Argumen #2
o

Satu/dua kalimat pendukung argumen #2

Kalau bisa, gunakanlah dua argumen saja, jangan lebih dari itu. Berdasarkan pengalaman saya, cara itulah yang bisa menghasilkan jawaban dengan waktu yang pas. Untuk writing, jawaban kita juga harus memiliki struktur yang jelas. Satu paragraf untuk satu ide, dengan satu kalimat utama, dan 3 atau 4 kalimat pendukung. Organisasi idenya harus rapi! Supaya struktur organisasi ide dalam jawaban kita lebih terlihat, jangan takut sering menggunakan kata first of all, second of all, dan seterusnya. 4. Keep It Simple Ini adalah tips untuk bagian speaking dan writing juga. Daripada menggunakan kata-kata sulit dan struktur kalimat rumit, lebih baik gunakan kata-kata sederhana dan kalimat-kalimat singkat. Tujuannya adalah mengurangi kesalahan dan meraih skor lebih tinggi.

5. Kenali Poin-Poin Penting Pada bagian reading dan listening, kita disuguhi penjelasan yang panjang tentang suatu topik. Latihan yang cukup akan membantu kita mengenali kalimat mana saja yang penting dalam penjelasan itu. Catat kata kunci pada kalimat-kalimat penting itu (akan disediakan kertas untuk coret-coret di tempat tes). .. Yah begitulah tips dari saya. Menurut saya poin-poin di atas cukup untuk persiapan iBT dalam waktu singkat. Sebenarnya, untuk ikut TOEFL iBT kita tidak perlu les lama-lama. Saya banyak mendengar cerita orang yang melewatkan kesempatan beasiswa atau mencari kerja dengan alasan ingin belajar iBT dulu. Padahal, untuk belajar iBT yang kita butuhkan hanya rasa familiar dengan tesnya. Untuk pengetahuan Bahasa Inggris-nya sendiri, saya yakin semua orang sudah belajar bertahun-tahun. Percaya diri saja dengan pengetahuan Bahasa Inggris yang kita punya, kemudian kita tinggal latihan untuk tesnya. Seminggu cukup. Setelah beberapa hari membaca buku kunci sukses menaklukan TOEFL karyaIrham Adi Saifuddin. Ringkas dan efektif !! Dalam buku tersebut dijelaskan beberapa tips umum dalam menghadapi tes TOEFL. Pada posting hari ini akan diulas sedikit mengenai gambaran secara umum tentang intisari yang saya dapat. Pelajari Polanya TOEFL adalah model tes yang memiliki pola-pola tertentu dan pasti ada. Dalam toefl terdapat pola-pola yang kesamaan yang dapat diteliti dan pasti ada dalam setiap ujian yang keluar. seringseringlah latihan TOEFL karena dengan begitu akan lebih mudah memahami karena telah mengetahui polannya. Selain itu pada toefl terdapat bentuk-bentuk perintah yang sudah baku, sehingga dengan sering latihan pengerjaan soal, maka akan semakin mudah untuk mengenali direction/ bentuk-bentuk perintahnya. TOEFL for Fun Seringkali orang-orang yang mengalami beberapa kali kegagalan dalam tes toefl mengeluh mengenai sulitnya toefl. bacaan dalam toefl umumnya adalah pola kehidupan diamerika, sungguh menyenangkan dapat mempelajari bahasanya sekaligus mengetahui kebudayaan negara lain. TOEFL in Entertaining Persoalan listening umumnya menjadi kendala utama dari peserta TOEFL, dengan membiasakan mendengarkan musik ataupun dengan menonton film berbahasa inggris, tentunya akan membiasakan merespon percakapan dalam bahasa inggris. it is very helpfull. TOEFL for dailiy activity Biasakan dengan membaca apapun berbahasa inggris, Meteri reading akan mudah ditaklukan jika kita terbiasa melakukan sceeming(memahami inti bacaan) dengan cepat.

Setelah bergumul dengan model test ini terbersit keinginan menulis resensi supaya bisa berbagi pengalaman dengan orang2 yang akan melakukan test ini. Tapi sebelum membahas mengenai bentuk TOEFL iBT, tips and trik nya, ijinkan kami untuk sedikit "ngedumel" mengenai kursus persiapan TOEFL iBT yang ditawarkan oleh Sprachenakademi Aachen. Kursus persiapan di Sprachenakademie-Aachen (tanpa bintang kalau ada sih minus bintang) Kursus ini hanya terdiri atas 9 kali pertemuan dan masing2 pertemuan berlangsung selama 1,5 jam. Sebelumnya kami berharap, dengan mengikuti kursus seharga 99 EUR (90 EUR utk pelajar) ini, kami bisa mengalami dan melakukan test seperti aslinya, menggunakan komputer dan program tertentu untuk mengerjakan soal2 yang mirip dengan soal versi asli ETS. Ternyata kami harus merasa kecewa, karena kursus yang dimaksud tidak lah menggunakan komputer, dan soal2 yang disajikan sebagai latihan, berbentuk fotokopi dan CD. Selain itu soal2 tersebut hanya berupa soal latihan dan tidak mencerminkan tingkat kesulitan/kemudahan soal asli yang disajikan oleh ETS dan juga tidak ada pembahasan soal lebih detail. Selain itu kami kecewa dengan kualitas pengajar yang sudah tercermin jelas di hari pertama ketika gurunya bertanya berapa score yang harus diperoleh. Saya jawab, "79", dan sang guru menimpali "what a weird number?" "ya ampyun nih guru konversi score TOEFL dan perbandingan dengan score pd jenis TOEFL lain aja gak tahu. Kalo tukang becak yang bilang kayak gitu sih gak papa, ini pengajar TOEFL lohhhh" batin seorang yang sedang dirasuki ... Kekecewaan bertambah ketika mengetahui bahwa pengajarnya berasal dari London yang berarti memiliki basic dan aksen English-UK dan bukan English-American yang menjadi dasar pembuatan test ini. Dan tambah semakin menyesal memilih kursus ini, karena si pengajar bukanlah seseorang yang kompeten dalam mengajar "Bahasa". Hal ini terbukti ketika menanyakan tata bahasa dasar, dia tidak mampu menjawabnya sebagai seorang guru bahasa yang selayaknya bisa menjelaskan sesuai aturan tata bahasa, akan tetapi dia menjawab sebagai seorang native yang menggunakan perasaannya (yah kita sebagai orang asing, mana punya feeling seperti itu ). Selain itu, karena masih muda, terlihat sekali cara mengajarnya yang bisa di bilang masih 'hijau'. Menurut kami, untuk mengajar TOEFL, diperlukan seseorang yang sudah senior dalam mengajar bahasa, tidak harus seorang native, yang jelas harus sudah mengerti dan memahami tata bahasa, mengetahui tingkat kesulitan TOEFL, mengetahui jenis2 soal yang sering muncul, berbagi tips dan trik yang tidak ada di buku melainkan yang hanya bisa diperoleh dari melakukan test tersebut, dsb.

Kami fikir, Sprachenakademi hanya menunjuk seseorang yang bisa berbicara dalam bahasa inggris/native, bisa membaca buku mengenai TOEFL dan bisa mempresentasikannya di depan beberapa orang untuk mengajar kursus persiapan ini. Salah kami juga yang tidak menanyakan dahulu bentuk kursusnya seperti apa. Karena pengalaman sebelumnya, dalam mengikuti kursus2 persiapan, biasanya sesuai dengan harapan tanpa harus bertanya lebih. Bagaimana pun juga, kami akan coba ringkas apa saja yang kami dapat dari kursus ini: 1. Soal fotokopian untuk latihan yang diperoleh dari sebuah buku 2. Soal latihan 'listening' berbentuk CD yang harus di copy sendiri 3. Latihan berdialog dan berbicara dalam bahasa Inggris 4. Koreksi 3 kali latihan membuat essay (writing) 5. Penjelasan ringkas mengenai bentuk2 soal TOEFL iBT (yang sebtulnya bisa dibaca dari buku) Apa saja yang jelas membantu dalam persiapan TOEFL iBT kemarin?

1. Yang jelas kursus kemarin sedikiiiiiiiiit membantu 2. Membaca buku grammar (gambar disamping) selama seminggu untuk mengembalikan ingatan mengenai tata bahasa Inggris. 3. Download gratis beberapa soal latihan TOEFL iBT dari internet (rapidshare), beberapa ebook mengenai TOEFL dan yang sangat membantu adalah program dari Kaplan yang menyajikan soal mirip seperti TOEFL iBT asli, baik penyajian setiap bagian (Writing, Listening, Speaking, dan Writing), cara pengerjaan, alokasi waktu dan tingkat kesulitan soal. Selain itu program ini dilengkapi oleh pembahasan

jawaban dan bentuk jawaban dengan score tertinggi. Sebetulnya ada juga program latihan dari ETS langsung, tapi tidak gratis sedangkan kami gratis oriented... 4. Membaca buku TOEFL iBT dari ETS (yang membuat soal ujiannya) 5. Membaca artikel di internet dan menonton film2 berbahasa inggris, menulis kata yang tidak dimengerti, mengartikannya, dan mengingatnya. 6. Berdialog dalam bahasa inggris setiap hari dengan orang terdekat, misalnya menceritakan rangkuman film yang kita tonton, mengemukakan pendapat mengenai film tersebut, dll. 7. Latihan, latihan dan latihan.... 8. .... Terus latihan