Anda di halaman 1dari 7

Tahapan Perencanaan Jaringan Perpipaan Air Minum Pada Daerah yang Sudah Terpasang Pipa

Secara garis besar tahapan perencanaan jaringan perpipaan air minum dibagi beberapa tahapan pendekatan sebagai berikut :

pengumpulan jaringan yang ada bedasarkan data sekunder dan data primer atau survey, analisa jaringan yang ada perencanaan teknis rinci

Tahapn perencanaan ini sesuai dengan tata cara no........ yang diawali dengan proses pengumpulan data. Pengumpulan data yang dilakukan konsultan adalah data primer dan data retikulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Data Sekunder

Bahan yang dikumpulkan berasal dari dokumen-dokumen, bukubuku literatur, diktat, laporan berkala yang terdapat di perpustakaan atau instansi-instansi yang pengelolaan air bersih terutama di pengelola sistem air minum/PDAM. untuk Laporan laporan sejarah yang dari

dikumpulkan

digunakan

mengetahui

pembangunan sistem perpipaan dimasa yang lalu. Dari sini dapat diketahui umur pipa dan jenis pipa yang ditanam diwilayah perencanaan. Disamping itu literatur studi terdahulu dibutuhkan untuk dijadikan sumber pendukung, supaya perencanaan dan pengembangan yang
1

akan dilakukan sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Studi-studi tidak tertutup hanya pada studi perpipaan air minum tetapi juga studi pengairan dan studi tata ruang kota.

Adapun data yang dikumpulkan adalah :

Kondisi fisik kota Kondisi fisik kota yang dibutuhkan adalah topografi, fisiografi, hidrologi, geologi dan klimatologi.

Kondisi sosial ekonomi Data sosial ekonomi yang dibutuhkan adalah kependudukan, pendapatan daerah, kepadatan penduduk perkapita, kegiatan usaha dan tingkat investasi.

Rencana pengembangan kota Data rencana pengembangan kota didapat dari studi tata ruang kota/kabupaten yang dikeluarkan oleh Bappeda, dimana terdapat arah pengembangan kota, kawasan strategis (daerah industri, daerah pariwisata, daerah perhubungan dan daerah pemukiman skala besar).

Sistem penyediaan air bersih yang ada Data siatem penyediaan air bersih yang dibutuhkan adalah : A. Daerah Pelayanan 1. Daerah Pelayanan 2. Tingkat Pelayanan 3. Tingkat Kebocoran/ Kehilangan Air 4. Perkembangan Jumlah Sambungan
2

B. Instalasi Pengolahan/ Produksi Air Bersih 1. Sumber Air Baku 2. Karakteristik Sumber Air Baku 3. Proses Pengolahan 4. Perkembangan Jumlah Sambungan 5. Kualitas Ari Bersih C. Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi Serta Bangunan Penunjang 1. Pipa Transmisi 2. Jaringan Pipa Distribusi 3. Reservoir Distribusi 4. Bangunan Penunjang Lainnya D. Rencana Pengembangan / Program PDAM 1. Peningkatan Produksi 2. Peningkatan Daerah Pelayanan 2 Survey

Wawancara minum/PDAM.

dan

survey/pengamatan

pengelola

sistem

air

Dengan mengadakan wawancara baik kepada

pimpinan puncak, manajer madya dan operasional maupun kepada pemakai dan pengelola air bersih. Sedangkan survey/pengamatan dilakukan di lapangan yang lebih banyak merupakan data sekunder untuk berbagai fasilitas

penyediaan air bersih.

Informasi primer dikumpulkan melaui 2 pendekatan, yaitu survey


3

menggunakan kuistioner tersetruktur , interview serta survey pemetaan lokasi.

3. Analisa Data

Analisis dilakukan dengan input dari hasil survei dalam bentuk kepustakaan (data sekunder) dan data primer. Dari analisa didapat pula sasaran dari perencanaan. Untuk perencanaan jangka panjang umumnya 10-20 tahun untuk jangka menengah adalah 5-10 tahun sedangkan untuk jangka pendek 2-5 tahun. Perencanaan ini

dilakukan dengan melakukan proyeksi kebutuhan sampai tahun perencanaan yang akan dicapai.

Kemudian dilakukan analisa komparasi antara sasaran perancangan dengan keadaan lapangan dan temuan-temuan lain dari hasil survey. Dari sini dapat dilihat seberapa banyak pengembangan perlu dilakukan.

Aspek yang di analisa yang berkaitan dengan sistem distribusi air minum meliputi :

Aspek Pelayanan Aspek perpipaan Aspek sambungan pelanggan Aspek Efisiensi pelayanan

Dari analisa dapat diketahui besarnya kapasitas pengembangan yang akan dilakukan. Dari besaran ini dapat direncanakan sarana fisik yang akan dibangun.
4

Kondisi Pipa Transmisi & Distribusi

Pipa transmisi & distribusi dalam keadaan baik / rusak

a. Kuantitas distribusi air : Distribusi air/k/h > std konsumsi air/k/h Kondisi Kuantitas pelayanan Pelayanan

b.

Kontinuitas Distribusi air a; 90 % plg menerima distribusi air lebih dari 8 jam/hari jam distribusi air/h > 20 jam Tekanan distribusi air pada Pelanggan terjauh >/= 0,2 Atm Kondisi pipa Dinas Kondisi Meter air Kondisi box Meter

c.

Kondisi Sambungan Pelanggan

. Diagram Analisa Kondisi Sistem Distribusi Yang Ada 4. Perencanaan Sistem Distribusi Air Minum

Dari hasil analisa dapat diketahui pelayanan yang ada dan sasaran pelayanan. Dapat dihitung pula jumlah penduduk yang perlu dilayani pada akhir tahun perencanaan dan pertambahan penduduk sampai

tahun

perencanaan.

Dengan

demikian

lebih

lanjut

dapat

direncanakan :

Rencana jumlah sambungan Rencana kapasitas pelayanan Penambahan jaringan pipa Penambahan Volume reservoir

Tentunya perencanaan ini dilakukan tanpa mengesampingkan kendala kendala yang ada pada kondisi yang ada yang antara lain yang terpenting adalah kehilangan air dan kapasitas hidolis pipa yang ada sebelum pengembangan.

Dalam perencanaan pengembangan jaringan pipa meng analisa kondisi jaringan pipa yang telah ada adalah sangat penting. Analisa dapat dilakukan secara simulasi ataupun analisa data pengukuran debit dan tekanan dilapangan pada jaringan yang sudah ada.

Simulasi jaringan pipa telah dibahas pada bab 5.2.

Untuk survey jaringan pipa dapat dilakukan dengan

Melakukan pengukuran tekanan pada node node dalam jaringan pipa dengan menggunakan manometer. Melakukan pngukuran dbit air dijaringan pipa dengan

menggunakan alat ukur kecepatan air antara lain alat ukur doppler.

Berdasarkan sisa tekanan yang ada dimasing masing node dan dikombinasikan dengan perhitungan simulasi hidrolis dapat

dirancang pengembangan jaringan pipa.