Anda di halaman 1dari 40

2.1 Skenario Kasus Bebi, perempuan, usia 12 bulan, dibawa ke RSMP karena belum bisa duduk.

Bebi baru bisa memiring-miringkan badannya pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan. Sampai saat ini belum bisa makan nasi tim, sehingga masih diberi bubur saring dan susu. Bebi juga belum bisa makan biscuit sendiri. Bebi belum bisa mengoceh dan meraih benda. Bebi adalah anak pertama dari ibu usia 18 tahun. Lahir spontan dengan bidan pada kehamilan 37 minggu. Selama hamil ibu tidak ada keluhan dan periksa kehamilan ke bidan 3 kali. Segera setelah lahir bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5. Berat badan waktu lahir 2.600 gram. Dirawat di RS selama 5 hari. Pemeriksaan fisik: Berat badan 6 kg, panjang badan 68 cm, lingkaran kepala 38 cm Tidak ada gambaran dismorfik. Anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa. Menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras. Tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol Pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit. Refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan.kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat, reflex Babinsky (+). Tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki.

2.2 Klarifikasi Istilah 1. Tengkurap : Posisi telungkup atau tiarap

2. Refleks Moro

: Fleksi paha dan lutut bayi, jari-jari tangan

menyebar kemudian mengepal disertai kedua lengan mulanya bergerak keluar dan bersama seperti hendak memeluk sesuatu. 3. Refleks babinsky : Dorso fleksi ibu jari kaki pada perangsangan telapak kaki. 4. Refleks tendon : Refleks yang ditimbulkan oleh ketukan tajam pada

tendon atau otot ditempat yang tepat sehingga menghasilkan pengerutan otot tersebut yang diikuti oleh kontraksi. 5. Nasi tim : Nasi yang dimasak lembek yang dapat

dikombinasikan dengan lauk-pauk (daging, sayur) 6. Lahir spontan bantuan alat 7. Gambaran dismorfik : Gambaran dimana terdapat bentuk : Lahir melalui jalan lahir (pervaginam) tanpa

morfologi yang berbeda-beda karena terjadi kelainan morfologi

2.3 Identifikasi Masalah 1. Bebi, perempuan, usia 12 bulan, dibawa ke RSMP karena belum bisa duduk, baru bisa memiring-miringkan badannya pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan. 2. Bebi belum bisa makan nasi tim, sehingga masih diberi bubur saring dan susu dan belum bisa makan biscuit sendiri. 3. Bebi belum bisa mengoceh dan meraih benda. 4. Bebi adalah anak pertama dari ibu usia 18 tahun, lahir spontan dengan bidan pada kehamilan 37 minggu, selama hamil ibu tidak ada keluhan dan periksa kehamilan ke bidan 3 kali.

5. Segera setelah lahir bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5, berat badan waktu lahir 2.600 gram dan dirawat di RS selama 5 hari. 6. Pemeriksaan fisik: Berat badan 6 kg, panjang badan 68 cm, lingkaran kepala 38 cm, tidak ada gambaran dismorfik, anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa, menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras dan tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol. 7. Pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit, refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan, kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat, reflex Babinsky (+) dan tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki.

2.4 Analisis Masalah 1. Bebi, perempuan, usia 12 bulan, dibawa ke RSMP karena belum bisa duduk, baru bisa memiring-miringkan badannya pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan. a. Bagaimana proses perkembangan anak usia 0-12 bulan? b. Apa factor yang mempengaruhi perkembangan anak 0-12 bulan? c. Apa factor yang menghambat perkembangan anak 0-12 bulan? d. Apa makna Bebi belum bisa duduk pada usia 12 bulan, baru bisa memiringkan badan pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan? e. Bagaimana cara penilaian perkembangan anak 0-12 bulan?
3

2. Bebi belum bisa makan nasi tim, sehingga masih diberi bubur saring dan susu dan belum bisa makan biscuit sendiri. a. Bagaimana perkembangan oromotor pada anak normal? b. Apa makna dan factor penyebab Bebi belum bisa makan nasi sehingga masih diberi bubur saring+susu? c. Apa akibat dari Bebi belum bisa makan nasi tim sehingga masih diberi bubur saring+susu? d. Bagaimana perkembangan motoric halus dan kasar sampai usia 12 bulan? e. Apa makna dan factor penyebab Bebi belum bisa makan biscuit sendiri? f. Apa akibat Bebi belum bisa makan biscuit sendiri? 3. Bebi belum bisa mengoceh dan meraih benda. a. Apa makna dan penyebab Bebi belum bisa mengoceh? b. Apa makna dan penyebab Bebi belum bisa meraih benda? c. Bagaimana perkembangan bicara dan bahasa pada anak normal sampai usia 12 bulan? 1. Bebi adalah anak pertama dari ibu usia 18 tahun, lahir spontan dengan bidan pada kehamilan 37 minggu, selama hamil ibu tidak ada keluhan dan periksa kehamilan ke bidan 3 kali. a. Apa akibat anak yang lahir dari ibu berusia 18 tahun? b. Apa akibat dari Ibu hanya melakukan ANC sebanyak 3 kali? c. Apa makna bayi lahir spontan pada bidan pada kehamilan 37 minggu?

d. Bagaimana hubungan anak pertama dengan kasus? 2. Segera setelah lahir bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5, berat badan waktu lahir 2.600 gram dan dirawat di RS selama 5 hari. a. Apa interpretasi bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5 dan BBL 2.600 gr? b. Mengapa Bebi dirawat di RS selama 5 hari? c. Apa akibat bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5 terhadap pertumbuhan dan perkembangan?

3. Pemeriksaan fisik: Berat badan 6 kg, panjang badan 68 cm, lingkaran kepala 38 cm, tidak ada gambaran dismorfik, anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa, menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras dan tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol. a. Apa interpretasi: BB, PB, LK? b. Apa interpretasi tidak ada gambaran dismorfik, anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa, menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras dan tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol? 4. Pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit, refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan, kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat,

reflex Babinsky (+) dan tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki. Apa interpretasi pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit, refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan.kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat, reflex Babinsky (+) dan tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki? 5. Bagaimana cara mendiagnosis penyakit pada kasus ini? 6. Apa saja kemungkinan penyakitnya pada kasus ini ? 7. Penyakit apa yang terjadi pada kasus ini ? 8. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini ? 9. Apa saja komplikasi yang dapat timbul pada kasus ini ? 10. Bagaimana prognosis pada kasus ini ? 11. Bagaimana kompetensi dokter umum pada kasus ini ? 12. Bagaimana pandangan islam pada kasus ini ?

2.5 Kerangka Konsep

Faktor resiko: usia ibu 18 tahun

Asfiksia Neonatorum

Defek neurologis

Hypoxic Ischaemic Ensefalophaty

Global development delay

Cerebral Palsy tipe spastik FR: ANC 3x, anak pertama

KEP Berat

Mikrosefali

2.6 Kesimpulan Bebi, perempuan, usia 12 bulan, mengalami keterlambatan perkembangan motoric halus, motoric kasar, gangguan bahasa dan bicara, social dan kemandirian (global development delay), defek neurologis disebabkan oleh cerebral palsy tipe spastik disertai degan kurang energy protein berat dan mikrosefali.

2.7 Pembahasan 1. Bebi, perempuan, usia 12 bulan, dibawa ke RSMP karena belum bisa duduk, baru bisa memiring-miringkan badannya pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan. a. Bagaimana proses perkembangan anak usia 0-12 bulan? Jawab: Tumbuh Kembang Tabel 1. Pertumbuhan anak normal usia 0-14 bulan

Umur

Perkiraan Pertamba han (g) 30 20 15 12 8 6 Harian

Perkiraan Pertambahan

Pertumbu han Panjang (cm/ bulan)

Pertumbuhan Lingkar Kepala (cm/ bulan)

Pemberian Kalori Harian yang Dianjurkan ( kcal/kg/hr) 115 110 100 100 100 90-100

BB BB per Bulan

0-3 bln 3-6 bln 6-9 bln 9-12 bln 1-3 thn 4-6 thn

2 lb 1 lb 1 lb 13 oz 8 oz 6 oz

3,5 2,0 1,5 1,2 1,0 3

2,00 1,00 0,50 0,50 0,25 cm/ 1 cm/ tahun tahun

Perkembangan

Saat-saat Penting (Milestone)

Rata-rata Umur Pencapaian (bulan)

Makna Perkembangan

Motorik Kasar Kemantapan kepala pada saat 2 duduk Menarik untuk duduk, kepala 3 tidak tertinggal Menempatkan kedua tangan di 3 garis tengah Refleks tonus leher asimetris 4 hilang Duduk tanpa bantuan Tengkurap Berjalan sendiri Lari Motorik Halus Menggenggam mainan Meraih benda Genggaman tanggan hilang Memindahkan benda dari satu 6 6,5 12 16 3,5 4 4 5,5

Memungkinkan interaksi visual yang lebih baik Tonus otot Menemukan diri Anak dapat memperhatikan tangan dari garis tengah Peningkatan eksplorasi Fleksi trunkus,risiko jatuh Eksplorasi, pengendalian dekan pada orang tua Pengawasan lebih sulit Penggunaan benda Koordinasi visuomotor Pelepasan sukarela Perbandingan benda Mampu eksplorasi benda yang kecil Meningkatkan otonomi saat membaca buku Koordinasi visuomotor Memerlukan koordinasi penglihatan, motorik kasar dan halus Anak lebih aktif berpartisipasi social Bereksperimen dengan suara, sensasi taktil Komunikasi nonverbal Kemampuan bahasa reseptif verbal Mulai menyebut Menguasai nama benda dan orang Menguasai nama benda dan orang Mulai gramatisasi, sesuai dengan perbendaharaan kata (sekitar 50 kata atau lebih)
10

tangan ke tangan lain Memegang benda dengan ibu 8 jari dan jari lainnya Membuka lembaran buku 12

Mencoret-coret 13 Membangun menara dari dua 15 kubus Komunikasi dan Bahasa Tersenyum untuk merespon 1,5 wajah dan suara Mengoceh satu suku kata Mengikuti perintah 6 yang 7

disertai gerakan tubuh Mengikuti perintah yang tidak 10 disertai gerakan tubuh Bicara kata yang sesungguhnya 12 pertama kali Bicara 4-6 kata 15 Bicara 10-15 kata 18 Bicara kalimat yang terdiri dari 19 dua kata Kognitif Menatap sebentar pada titik 2 tembat suatu objek menghilang

Tidak mengingat objek ( hilang dari pandangan, hilang dari pikiran)

Tabel 2. Milestone perkembangan anak normal Usia Motorik kasar Motorik halus melihat, meraih dan menendang mainan gantung,

mengangkat kepala, guling-guling, menahan tegak, kepala tetap

memperhatikan benda bergerak, melihat benda-benda kecil, memegang benda, meraba dan merasakan bentuk permukaan, memegang benda dengan kuat, Memegang benda dengan kedua tangan,

0-3 bulan

menyangga berat,

3-6 bulan

mengembangkan kontrol kepala.

makan sendiri, mengambil benda-benda kecil. Memasukkan benda kedalam wadah,

Duduk.

Bermain 'genderang' Memegang alat tulis dan mencoret-coret

merangkak menarik ke posisi berdiri berjalan berpegangan berjalan dengan bantuan.

6-9 bulan

Bermain mainan yang mengapung di air

Membuat bunyi-bunyian. Menyembunyikan dan mencari mainan Menyusun balok/kotak

9-12

bermain bola

11

membungkuk

Menggambar Bermain di dapur.

bulan

berjalan sendiri

naik tangga.

b. Apa factor yang mempengaruhi perkembangan anak 0-12 bulan? Jawab: 1. Faktor dalam (internal) Genetik Pengaruh genetik bersifat heredo-konstitusional yang artinya bahwa bentuk untuk konstitusi seseorang ditentukan oleh faktor keturunan. Faktor genetik akan berpengaruh pada kecepatan pertumbuhan, kematangan tulang, gizi, alat seksual, dan saraf. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa pranatal yaitu saat janin berumur 4 bulan. Pada saat itu, terjadi pertumbuhan yang cepat dan kelenjar pituitary dan tiroid mulai bekerja. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary. 2. Faktor lingkungan (eksternal) Faktor yang berasal dari lingkungan dapat dikelompokkan menjadi faktor pranatal (selama kehamilan), dan faktor post natal. Faktor Pranatal (Selama Kehamilan), meliputi : 1. Gizi --- Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR

12

(Berat Badan Lahir Rendah) atau lahir mati. Disamping itu dapat pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terkena infeksi, abortus, dan sebagainya. 2. Toksin, zat kimia --- Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap obat-obatan kimia karena dapat menyebabkan kelainan bawaan. Ibu hamil yang perokok atau peminum alkohol akan melahirkan bayi yang cacat. 3. Infeksi --- Infeksi pada trimester pertama dan kedua kehamilan oleh TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, herpes Simplex), PMS (Penyakit Menular Seksual), dan penyakit virus lainnya dapat mengakibatkan kelainan pada janin. 4. Kelainan imunologi --- Kelainan imunologi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin karena dapat menyebabkan terjadinya abortus, selain itu juga kekurangan oksigen pada janin juga akan mempengaruhi gangguan dalam plasenta yangdapat menyebabkan bayi berat lahir rendah. 5. Psikologi ibu --- Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin yang terdapat di dalam kandungan karenajanin dapat ikut merasakan apabila ibunya sedang sedih. Ibu hamil yang mengalami gangguan psikologi, maka dia tidak akan memperhatikan kondisi kandungannya dan akan berakibat pada kelahiran bayi yang tidak sehat. Faktor postnatal, meliputi: 1. Pengetahuan ibu --- Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam perkembangan anak. Ibu yang mempunyai pengetahuan kurang, maka tidak akan memberikan stimulasi pada perkembangan anaknya sehingga perkembangan anak akan terhambat, sedangkan ibu yang mempunyai pengetahuan
13

baik maka akan memberikan stimulasi pada perkembangan anaknya. 2. Gizi --- Makanan memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan seorang anak, seperti :protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air. Seorang anak yang kebutuhan zat gizinya kurang atau tidak terpenuhi, maka dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. 3. Budaya lingkungan --- Budaya lingkungan dalam hal ini adalah masyarakat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam memahami atau mempersepsikan pola hidup sehat. 4. Status sosial ekonomi --- Status sosial ekonomi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dapat terlihat pada anak dengan status sosial ekonomi tinggi, pemenuhan kebutuhan gizinya sangat baik dibandingkan dengan anak yang status ekonominya rendah. 5. Lingkungan fisik --- Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, mempunyai dampak yang negatif terhadap kebersihan pertumbuhan perorangan anak.kebersihan memegang lingkungan penting maupun dalam peranan

timbulnya penyakit. Demikian pula dengan populasi udara baik yang berasal dari pabrik, asap rokok atau asap kendaraan dapat menyebabkan timbulny penyakit. Anak sering sakit, maka tumbuh kembanganya akan terganggu. 6. Lingkungan pengasuhan --- Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu dan anak sangat penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak. Interaksi timbal balik antar ibu dan anak akan menimbulkan keakraban antara ibu dan anak. Anak akan terbuka

14

kepada ibunya, sehingga komunikasi dapat dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara keduannya. 7. Stimulasi --Perkembangan memerlukan rangsangan atau

stimulasi, misalnya : penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibudan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak, perlakuan ibu terhadap perilaku anak. Anak yang mendapatkan stimulasi terarahdan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang atau tidak mendapat stimulasi. 8. Olahraga atau latihan fisik --- Olahraga atau latihan fisik dapat memacu perkembangan anak, karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga suplay oksigen ke seluruh tubuh dapat teratur. Selain itu, latihan juga meningkatkan stimulasi perkembangan otot dan pertumbuhan sel. c. Apa factor yang menghambat perkembangan anak 0-12 bulan? Jawab: Penyebab dari gangguan perkembangan anak bisa bermacam-macam, antara lain adalah : Adanya polusi udara, ini tergantung seberapa parah polusi udara disekitar ibu dan anak, Adanya faktor keturunan/genetic, Adanya gangguan metabolisme pada anak, Adanya infeksi yang dialami anak pada waktu bayi, Ibu pernah minum obat-obatan sewaktu hamil atau hamil muda, Ibu terkena infeksi semasa kehamilan, Ibu makan makanan laut yang terkontaminasi saat kehamilan Anak mengalami retardasi mental

15

Adanya gangguan pendengaran pada anak, Keterlambatan maturasi, Kurangnya stimulasi yang diberikan pada anak dll

d. Apa makna Bebi belum bisa duduk pada usia 12 bulan, baru bisa memiringkan badan pada usia 6 bulan dan tengkurap usia 10 bulan? Jawab: Duduk, memiringkan badan dan tengkurap termasuk motorik kasar. Motorik Kasar Gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga Tergantung kematangan anak.

Berdasarkan buku Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbang Anak, duduk & merangkak harus sudah bisa dilakukan pada usia 6-9 bulan. Berdasarkan Nelson, pada usia 6 bulan anak sudah bisa duduk tanpa bantuan, usia 6,5 bulan sudah bisa tengkurap, usia 12 bulan sudah bisa berjalan sendiri dan usia 16 bulan sudah bisa berlari. Sehingga normalnya pada usia 12 bulan anak sudah bisa duduk, memiringkan badan dan tengkurap, sedangkan pada Bebi belum bisa duduk, memiringkan badan dan tengkurap. Ini menunjukkan bahwa adanya keterlambatan perkembangan motorik kasar pada Bebi.

16

e. Bagaimana cara penilaian perkembangan anak 0-12 bulan? Jawab: a. Aspek pertumbuhan
1. Timbang berat badannya(BB). 2. Ukuran tinggi badan (TB) dan lingkar kepalanya (LK). 3. Lihat garis pertambahan BB.TB,dan LK pada grafik.

b.Aspek Perkembangan
1. Tanyakan perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner pra

skrining perkembangan). 2. Tanyakan daya pendengarannya dengan TDD ( Tes daya dengar), penglihatan dengan TDL (Tes daya lihat).

c. Aspek Mental Emosional.


1. KMEE (Kuesioner masalah mental emisional). 2. CHAT (Check List for Autism Toddles: Leklis Deteksi Dini

Autis). 3. GPPH ( Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas).

2. Bebi belum bisa makan nasi tim, sehingga masih diberi bubur saring dan susu dan belum bisa makan biscuit sendiri. a. Bagaimana perkembangan oromotor pada anak normal?

17

Jawab: Bayi yang baru lahir tidak dapat memfokuskan mata dan tangannya ke sumber makanan. Perabaan pada pipi dan daerah sekitar mulut merangsang refleksnya untuk mengarahkan mulut ke puting susu atau dot dan selanjutnya melakukan gerakan menghisap. Pada usia 4-6 bulan barulah refleks menghisap makin matang. Bayi dapat refleks menjulurkan lidah menghilang sehingga lebih mudah mengonsumsi makanan yang semi padat. Gerakan mengunyah mulai berkembang pada usia 7-9 bulan di mana bayi mulai dapat mengendalikan tubuhnya dan duduk sendiri. Pada usia 9-12 bulan keterampilan mengunyah semakin sempurna dibarengi dengan kemampuan memgang benda dengan jari.

b. Apa makna dan factor penyebab Bebi belum bisa makan nasi sehingga masih diberi bubur saring+susu? Jawab: Normalnya pada anak usia 12 bulan selain mengkonsumsi susu juga sudah bisa mengkonsumsi nasi, sayur, lauk pauk (daging,telur), buah dan roti/ sereal. Namun Bebi belum bisa makan nasi masih diberi bubur saring dan susu ini menunjukkan bahwa adanya keterlambatan perkembangan motorik karena adanya kelemahan otot-otot mengunyah (m. masseter) dalam proses mekanik makanan yang disebabkan gangguan pada otot-otot yang berkoordinasi dalam pengunyahan yang dipersyarafi oleh N.VII (facialis) dan N.V (trigeminus) sehingga kesulitan dalam makan. Pada kasus terjadi gangguan pada proses makan :

18

Gangguan pada proses mekanik makan (memasukkan makanan ke

mulut, mengunyah dan menelan) koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah (mengunyah) serta palsi area supranuklear bulbar (menelan), pada kasus bebi terjadi gangguan motorik yang membatasi gerakan pada otot oral-facial (oromotor dysfunction). Mekanisme tidak bisa makan nasi: Bebi menderita CP spastic kerusakan otak di area korteks motorik (precentralis) kerusakan pada area yang mengatur motorik wajah dan lidah disfungsi oromotor kesulitan proses makan belum bisa makan nasi

Maknanya: Usia 12 bulan belum bisa makan nasi menandakan adanya gangguan dalam feeding problem yang menandakan adanya gangguan pada oro motor Penyebabnya, yaitu: Hilang nafsu makan Gangguan proses makan di mulut o Gerakan motorik kasar di sekitar mulut susunan saraf pusat: Penderita alergi Gangguan neurologis Penderita autism, ADHD, ADD Gangguan perilaku lainnya.

o Kelainan kongenital : Kelainan mulut, tenggorok, dan esophagus serta hidung: sumbing, lidah besar, atresia tenggorok esofagus, terbelah, fistula trakeoesofagus, Serebral palsi Laringomalasia,

trakeomalasia, kista laring, tumor, tidak ada lubang hidung

19

Kelainan paru, Jantung, Ginjal dan organ lainnya sejak lahir atau sejak dalam kandungan.

o Gangguan fungsi otak : Serebral palsi Infeksi Miastenia gravis Poliomyelitis

Pengaruh psikologis. c. Apa akibat dari Bebi belum bisa makan nasi tim sehingga masih diberi bubur saring+susu? Jawab : Sulit makan dan sampai saat ini bebi hanya makan bubur saring dan susu yang dapat menyebabkan bebi kekurangan nutrisi.

d. Apa makna dan factor penyebab Bebi belum bisa makan biscuit sendiri? Jawab: Normalnya usia 12 bulan anak sudah bisa menggenggam benda2 kecil seperti biskuit dan memakannya. Namun pada Bebi belum bisa makan biscuit sendiri ini menunjukkan adanya gangguan pada motorik halus anak. Mekanisme belum bisa makan biscuit sendiri Bebi menderita CP spastic kerusakan otak di area korteks motorik (precentralis) gangguan pada motorik kasar (memegang biscuit dan memasukkan nya dalam mulut) belum bisa makan biscuit sendiri

20

Penyebabnya, yaitu: Gangguan fungsi otak Serebral palsi Infeksi Miastenia gravis Poliomyelitis

e. Apa akibat Bebi belum bisa makan biscuit sendiri? Jawab: Akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan badan, seperti berat badan rendah, panjang badan tidak sesuai dengan usia yaitu perawakan yang lebih kecil, lingkar kepala yang tidak sesuai dengan usia yaitu mikrosefali, serta hormon. penurunan sistem imunitas tubuh, terganggunya kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan dan produksi enzim

3. Bebi belum bisa mengoceh dan meraih benda. a. Apa makna dan penyebab Bebi belum bisa mengoceh? Jawab: Makna Bebi belum bisa mengoceh: ada gangguan bicara dan bahasa serta menandakan adanya kerusakan, salah satunya di area brocca. Penyebab : Factor biologi Gangguan pendengaran
21

Gangguan bahasa spesifik Kelainan organ bicara dan bahas Kelainan neurologi (kelainan neuromuskuler, sensorimotor, palsi serebralis, kelainan, persepsi)

Ggn spektrum autistik Ggn penglihatan Penyakit metabolic dan neurodegenerative

Factor lingkungan Lingkungan yang sepi Status social ekonomi Teknik pengajaan yang salah Sikap ortu Pemakaian bahasa bilingual Ggn emosi Kurang stimulasi dari lingkungan

b. Apa makna dan penyebab Bebi belum bisa meraih benda? Jawab: Normalnya usia 12 bulan anak sudah bisa menggenggam dan meraih benda-benda yang ada disekitarnya. Namun pada Bebi belum bisa meraih benda menunjukkan adanya gangguan pada motorik halus anak. Umumnya bisa meraih benda pada usia 3 bulan.

22

Penyebabnya, yaitu: Gangguan fungsi otak Serebral palsi Infeksi Miastenia gravis Poliomyelitis

4. Bebi adalah anak pertama dari ibu usia 18 tahun, lahir spontan dengan bidan pada kehamilan 37 minggu, selama hamil ibu tidak ada keluhan dan periksa kehamilan ke bidan 3 kali. a. Apa akibat anak yang lahir dari ibu berusia 18 tahun? Jawab: Anak pertama: memiliki resiko partus lama yang dapat meningkatkan resiko trauma kepala saat persalinan dan menyebabkan hipoksia pada bayi. Usia ibu 18 tahun: merupakan resiko kehamilan selain itu pada ibu usia muda dapat diperkirakan kurangnya pengetahuan sang ibu mengenai kehamilan dan pertumbuhan serta perkembangan anak. Pada usia 18 tahun organ reproduksi wanita belum matang sehingga merupakan salah satu faktor resiko untuk terjadinya prematuritas dan juga mempunyai resiko tinggi birth injury karena jalan lahir yang masih sempit. Usia ibu yang 20 tahun, termasuk usia yang terlalu muda dengan keadaan uterus yang kurang matur untuk melahirkan sehingga rentan mengalami ketuban pecah dini perawatan untuk janin kurang bagus .

23

b. Apa akibat dari Ibu hanya melakukan ANC sebanyak 3 kali? Jawab: Kurang melakukan ANC , seharusnya melakukan ANC sebanyak 4 kali. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal sebanyak empat kali yaitu pada setiap trimester, sedangkan trimester terakhir sebanyak dua kali Akibatnya, yaitu: 1. Pasien tidak dapat mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin di jumpai dalam kehamilan,persalinan,dan nifas. 2. Pasien tidak dapat mengenali penyakit-penyakit yang mungkin di deritanya. 3. 4. Meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. Pasien tidak dapat menerima informasi tentang nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas, dan laktasi.

c. Apa makna bayi lahir spontan pada bidan pada kehamilan 37 minggu? Jawab: Proses persalinan normal, yaitu lahir pervaginam tanpa alat (forcep/ vacum), kehamilan 37 minggu aterm (37-40minggu)

5. Segera setelah lahir bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5, berat badan waktu lahir 2.600 gram dan dirawat di RS selama 5 hari.
24

a. Apa interpretasi bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5 dan BBL 2.600 gr?

Jawab: Bayi tidak langsung menangis: ada gangguan pernafasan Skor APGAR 1 menit 2: Berat (menurut rujukan RSMH) Skor APGAR menit ke lima 5 : Ringan (menurut rujukan RSMH)

Kekurangan oksigen berat pada otak atau trauma kepala selama proses persalinan. Asfiksia sering dijumpai pada bayi-bayi dengan kesulitan persalinan. Asfiksia menyebabkan rendahnya suplai oksigen pada otak bayi dalam periode lama, anak tersebut akan mengalami kerusakan otak yang dikenal dengan hipoksik iskemik ensefalopati. Angka mortalitas meningkat pada kondisi asfiksia berat, dimana daat bersama dengan gangguan mental dan kejang. b. Mengapa Bebi dirawat di RS selama 5 hari? Jawab: Karena skor APGAR 1 menit 2 menandakan terjadinya asfiksia berat, jadi perlu mendapat pertolongan atau perawatan yang lebih selama dirumah sakit.

c. Apa akibat bayi tidak langsung menangis, skor APGAR 1 menit 2, menit kelima 5 terhadap pertumbuhan dan perkembangan? Jawab:

25

Asfiksia neonatorum

suplai oksigen ke otak menurun

autoregulasi otak (-)

hipoksia cerebri

nekrosis cerebri

Belum bisa mengoceh

Gangguan bicara

diskinetik

Kerusakan area brocca (broadman 44, 45)

lesi di UMN
26

Disfungsi oromotor

Kerusakan pengaturan motoric wajah+lidah (N5, N7)

Kerusakan di area korteks motoric area 4 (precentralis)

Gangguan menelan Lemah lengan dan tungkai (belum bisa duduk) Belum bisa makan nasi

27

6. Pemeriksaan fisik: Berat badan 6 kg, panjang badan 68 cm, lingkaran kepala 38 cm, tidak ada gambaran dismorfik, anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa, menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras dan tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol. a. Apa interpretasi: BB, PB, LK? Jawab:
Umur Berat badan (kg) Panjang badan (cm) Lingkar (cm) kepala

1 Bulan

3.0 4.3

49.8 54.6

33 39

2 Bulan

3.6 5.2

52.8 58.1

35 41

3 Bulan

4.2 6.0

55.5 61.1

37 43

4 Bulan

4.7 6.7

57.8 63.7

38 44

5 Bulan

5.3 7.3

59.8 65.9

39 45

6 Bulan

5.8 7.8

61.6 67.8

40 46

7 Bulan

6.2 8.3

63.2 69.5

40.5 46.5

8 Bulan

6.6 8.8

64.6 71.0

41.5 47.5

28

9 Bulan

7.0 9.2

66.0 72.3

42 48

10 Bulan

7.3 9.5

67.2 73.6

42.5 48.5

11 Bulan

7.6 9.9

68.5 74.9

43 49

12 Bulan

7.8 10.2

69.6 76.1

43.5 49.5

1. Pada kasus Bebi BB 6 Kg abnormal Normalnya 12 bulan BB nya 4x birth weight = 4x2,6 = 10,4 Atau menurut NCHS usia 12 bulan 7.8-10.2 2. Panjang badan Pada kasus Bebi PB 68 abnormal Menurut NCHS 69.6-76.1 cm 3. Lingkar kepala Pada kasus Bebi LK 38 cm mikrosefali Normal 12 bulan 43.5-49.5 cm 4. Menurut status gizi CDC, BB ideal yaitu 9,2, maka:

Menurut WHO: - KEP ringan: 80-90% BB ideal terhadap PB - KEP sedang: 70-80% BB ideal terhdapa PB

29

- KEP berat : < 70% BB ideal terhadap PB. Status gizi: pada kasus didapatkan nilai 65,2% merupakan KEP berat.

b. Apa interpretasi tidak ada gambaran dismorfik, anak sadar, kontak mata baik, mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa, menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras dan tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol?

Jawab: Tidak ada gambaran dismorfik: menyatakan bahwa Bebi bukan menderita sindrom down Anak sadar, kontak mata baik: menyatakan bahwa Bebi bukan mederita autis Mau melihat tapi tidak mau tersenyum kepada pemeriksa: Bebi mengalami gangguan sosialisasi Menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras: Terjadi gangguan pendengaran Tidak terdapat gerakan yang tidak terkontrol: Bukan terjadi cerebral palsy tipe diskinetik

7. Pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit, refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan, kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat, reflex
30

Babinsky (+) dan tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki. Apa interpretasi pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit, refleks Moro dan reflex menggenggam masih ditemukan.kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, reflex tendon meningkat, reflex Babinsky (+) dan tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki? Jawab: Pada posisi ditengkurapkan dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa menit keterlambatan perkembangan motoric kasar Normalnya perkembangan seorang anak pada posisi tengkurap dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa detik ini mulai terjadi pada usia 3 bulan

Masih ditemukan refleks Moro Tidak normal, menandakan adanya defek neurologis (cerebral palsy) Refleks Moro : - Refleks ini ada pada bayi mulai sejak lahir dan menghilang pada umur 4 bulan. - Refleks akan menetap pada bayi yang mengalami serebral palsy.

Refleks menggenggam masih ditemukan menandakan adanya defek neurologis (cerebral palsy). Normalnya ada sampai usia 5-6 bulan.

Lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk Menandakan adanya defek neurologis (cerebral palsy)

31

Refleks tendon meningkat Adanya lesi pada UMN Refleks Babinsky (+) Terjadi defek neurologis Normalnya pada usia 4-5 bulan akan menghilang.

Tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki normal

Interpretasi dari Kekuatan kedua lengan dan tungkai 3 : Dalam praktek sehari-hari, tenaga otot dinyatakan dengan menggunakan angka 0-5. (0 berarti lumpuh sama sekali, dan 5 berarti normal) 0 1 : Tidak didapatkan sedikitpun kontraksi otot; lumpuh total : Terdapat sedikit kontraksi otot, namun tidak didapatkan gerakan pada persendian yang harus digerakkan oleh otot tersebut 2 3 4 5 : Didapatkan gerakan, tetapi gerakan ini tidak mampu melawan gaya berat (gravitasi) : Dapat mengadakan gerakan melawan gaya berat (gravitasi) : Di samping dapat melawan gaya berat (gravitasi) ia dapat pula mengatasi sedikit tahanan yang diberikan : Tidak ada kelumpuhan (normal)

8. Bagaimana cara mendiagnosis penyakit pada kasus ini? Jawab: Anamnesis Gangguan motorik

32

Spastisitas, rigiditas, ataksia, tremor, atonik/ hipotonik, refleks primitive, Gejala penyerta Retardasi mental, kejang- kejang/ bangkitan epilepsy, gangguan psikologis, gangguan bicara, strabismus/ gangguan lapang pandang, gangguan pendengaran. Pemeriksaan fisik Spastik : monoparese, hemiparese, paraparese, triparese,

tetraparese Atetoid : diskinetik, distonik Rigid Ataksia Tremor Atonik/ hipotonik

Criteria diagnosis Riwayat prenatal (ada infeksi intra uterin, radiasi, asfiksia, toksemia gravidarum, DIC), perinatal (anoksia/hipoksia, perdarahan otak, prematuritas,

postmaturitas, hiperbilirubinemia, gemeli), postnatal (trauma kepala, meningitis/ensefalitis, racun : logam berat, CO), adanya keterlambatan motorik yang bermakna,

33

adanya kelainaan neurologis. Tonus otot bervariasi dari hipotoni sampai hipertoni dgn refleks fisiologis yg meningkat dan tanda2 spastisitas. Sering ditemukan gerakan yg tidak terkontrol seperti korea, atetosis dan tremor, refleks primitive terlambat menghilang atau meningkt intensitasnya, mungkin juga ditemukan gangguan pada otot facial dan oromotor.

9. Apa saja kemungkinan penyakit pada kasus ini? Jawab: Gejala Penyakit Motorik kasar (belum bisa duduk) APGAR skor Asfiksia Asfiksia + Asfiksia + +/CP Spastik + CP Diskinetik + CP Ataksia + Sindrom Down +/-

Motorik halus (belum bisa + makan biscuit sendiri) Gangguan bahasa Gambaran dismorfik bicara dan +

+ -

Kaku pada lengan dan + tungkai Refleks primitive (moro, + menggenggam, babinsky) Gerakan terkontrol yang tidak -

+/-

34

10. Penyakit apa yang terjadi pada kasus ini? Jawab: Cerebral Palsy tipe spastik

11. Bagaimana pemeriksaan penunjang pada kasus? Jawab: Pemeriksaan penunjang, yaitu: Pemeriksaan mata dan pendengaran Pemeriksaan LCS Pemeriksaan serum antibody terhadap TORCH Foto kepala CT scan/ MRI kepala EEG, EMG, evoked potensialis Analisa kromosom Penilaian psikologis

12. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini? Penatalaksanaan penderita CP adalah sebagai berikut: 1. Aspek Medis a. Aspek Medis Umum Gizi

35

Gizi yang baik perlu bagi setiap anak, khususnya bagi penderita CP. Karena sering terdapat kelainan pada gigi, kesulitan menelan, sukar untuk menyatakan keinginan untuk makan. Pencatatan rutin perkembangan berat badan anak perlu dilaksanakan. Halhal yang sewajarnya perlu dilaksanakan seperti imunisasi, perawatan kesehatan dan lainlain. Konstipasi sering terjadi pada penderita CP. Dekubitus terjadi pada anakanak yang sering tidak berpindahpindah posisi. b. Terapi dengan obatobatan Dapat diberikan obatobatan sesuai dengan kebutuhan anak, seperti obat obatan untuk relaksasi otot, anti kejang, untuk athetosis, ataksia, psikotropik dan lainlain. c. Terapi melalui pembedahan ortopedi Banyak hal yang dapat dibantu dengan bedah ortopedi, misalnya tendon yang memendek akibat kekakuan/spastisitas otot, rasa sakit yang terlalu mengganggu dan lainlain yang dengan fisioterapi tidak berhasil. Tujuan dari tindakan bedah ini adalah untuk stabilitas, melemahkan otot yang terlalu kuat atau untuk transfer dari fungsi. d. Fisioterapi Teknik tradisional Latihan luas gerak sendi, stretching, latihan penguatan dan peningkatan daya tahan otot, latihan duduk, latihan berdiri, latihan pindah, latihan jalan. Contohnya adalah teknik dari Deaver. Motor function training dengan menggunakan sistem khusus yang umumnya dikelompokkan sebagai neuromuskular facilitation exercise. Dimana digunakan pengetahuan neurofisiologi dan neuropatologi dari refleks di dalam latihan, untuk mencapai suatu postur dan gerak yang
36

dikehendaki. Secara umum konsep latihan ini berdasarkan prinsip bahwa dengan beberapa bentuk stimulasi akan menimbulkan reaksi otot yang dikehendaki, yang kemudian bila ini dilakukan berulangulang akan berintegrasi ke dalam pola gerak motorik yang bersangkutan. Contohnya adalah teknik dari : Phelps, Fay-Doman, Bobath, Brunnstrom, Kabat-Knott-Vos. e. Terapi Okupasi Terutama untuk latihan melakukan aktifitas seharihari, evaluasi penggunaan alatalat bantu, latihan keterampilan tangan dan aktifitas bimanual. Latihan bimanual ini dimaksudkan agar menghasilkan pola dominan pada salah satu sisi hemisfer otak. f. Ortotik Dengan menggunakan brace dan bidai (splint), tongkat ketiak, tripod, walker, kursi roda dan lainlain. Masih ada pro dan kontra untuk program bracing ini. Secara umum program bracing ini bertujuan : Untuk stabilitas, terutama bracing untuk tungkai dan tubuh Mencegah kontraktur Mencegah kembalinya deformitas setelah operasi Agar tangan lebih berfungsi g. Terapi Wicara Angka kejadian gangguan bicara pada penderita ini diperkirakan berkisar antara 30 % - 70 %. Gangguan bicara disini dapat berupa disfonia, disritmia, disartria, disfasia dan bentuk campuran. Terapi wicara dilakukan oleh terapis wicara. 2. Aspek Non Medis

37

a. Pendidikan Mengingat selain kecacatan motorik, juga sering disertai kecacatan mental, maka pada umumnya pendidikannya memerlukan pendidikan khusus (Sekolah Luar Biasa). b. Pekerjaan Tujuan yang ideal dari suatu rehabilitasi adalah agar penderita dapat bekerja produktif, sehingga dapat berpenghasilan untuk membiayai hidupnya. Mengingat kecacatannya, seringkali tujuan tersbut silut tercapai. Tetapi meskipun dari segi ekonomis tidak menguntungkan, pemberian kesempatan kerja tetap diperlukan, agar menimbulkan harga diri bagi penderita CP. c. Problem sosial Bila terdapat masalah sosial, diperlukan pekerja sosial untuk membantu menyelesaikannya. d. Lainlain Halhal lain seperti rekreasi, olahraga, kesenian dan aktifitasaktifitas kemasyarakatan perlu juga dilaksanakan oleh penderita ini.

13. Apa saja komplikasi yang dapat timbul pada kasus ini? Jawab: Kontraktur yaitu sendi tidak dapat digerakkan atau ditekuk karena otot memendek. Skoliosis yaitu tulang belakang melengkung ke samping disebabkan karena kelumpuhan hemiplegia.

38

Dekubitus yaitu adanya suatu luka yang menjadi borok akibat mengalami kelumpuhan menyeluruh, sehingga ia harus selalu berbaring di tempat tidur.

Deformitas (perubahan bentuk) akibat adanya kontraktur. Gangguan mental. Anak CP tidak semua tergangu kecerdasannya, mereka ada yang memiliki kadar kecerdasan pada taraf rata-rata, bahkan ada yang berada di atas rata-rata. Komplikasi mental dapat terjadi apabila yang bersangkutan diperlakukan secara tidak wajar

14. Bagaimana prognosis pada kasus ini? Jawab: Dubia ad bonam Makin baik bila manifestasi motornya lebih ringan dan manifestasi penyerta lebih sedikit.

15. Bagaimana kompetensi dokter umum pada kasus ini? Jawab: 3B Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

16. Bagaimana pandangan islam pada kasus ini? Jawab: Artinya:Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-

39

buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah : 155)

40