Anda di halaman 1dari 51

Pertumbuhan Rohani

Diterbitkan oleh: Badan Pelayanan Nasional Indonesia - Pembaharuan Karismatik Katolik -

Cetakan Pertama, Maret 2006 Nihil obstat: Jakarta, 2 November 2005 RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto Pr. Imprimatur: Bogor, 19 Desember 2005 + Cosmas Michael Angkur OFM Uskup Bogor, Episcopal Advisor BPN Hak Cipta Dilindungi Undang-undang Setiap kutipan ke dalam buku lain harus dengan ijin tertulis dari Badan Pelayanan Nasional - Pembaharuan Karismatik Katolik - Indonesia. Rancang Sampul: Andreas Ambar Purwanto Ilustrasi: Hermano Leon Setting: Andreas Ambar Purwanto

Seri Buku Pegangan Badan Pelayanan Nasional - Pembaharuan Karismatik Katolik - Indonesia: 1. Seminar Hidup Baru Dalam Roh 2. Seminar Pertumbuhan Rohani 3. Dasar Kedewasaan Kristen 4. Prinsip-prinsip Pemuridan 5. Kepemimpinan Rohani Dan Bekerja Sama Sebagai Pemimpin

Daftar Isi
Kata Pengantar Doa Sebagai Pertumbuhan Rohani Firman atau Sabda Allah Kuasa Sabda Allah Manakah Kuasa Sabda Allah? Persekutuan Hidup Kristiani Pelayanan Kristiani 5 7 14 19 27 32 41

Pertumbuhan Rohani

Kata Pengantar
Setelah bertahun-tahun Pembaharuan Katolik di Indonesia mengadakan pembinaan dan pengajaran dari berbagai sumber maka kita mempunyai buku pegangan yang sudah tidak asing lagi. Sekarang buku Pertumbuhan Rohani ini sudah resmi menjadi buku yang diakui. Semoga bahan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan untuk membina dan melatih peserta segenap warga karismatik Katolik di keuskupan dan paroki kita masing-masing. Selamat berkarya, selamat melayani. Tuhan memberkati kita semua. Jakarta, 10 Februari 2006

Joseph Tedjaindra Koordinator

Anton Gunardi, MSF Co-moderator

Pertumbuhan Rohani

Doa Merupakan Sarana Pertumbuhan Rohani


Ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu. (Mzm. 199:107) I. Definisi doa a. Berbicara dengan Tuhan. b. Berdialog dengan Tuhan. c. Berkomunikasi dengan Tuhan. d. Bersatu dengan Tuhan dengan budi dan hati. e. Ungkapan iman, harapan dan kasih kepada Tuhan. f. Dalam Roh Kudus Yesus menyapa Allah Bapa. II. Isi doa a. Puji sembah, adorasi, memuliakan, mengagungkan dan mengakui kebesaran Allah (karena Ia layak atau patutdipuji). Yer 32:17; 1Yoh 4:10; Flp 1:6; Flp 4:6; Mzm 146-150; Mzm 136:1. b. Bersyukur kepada Allah atas segala-galanya yang berasal dari Allah. Ibr 13:15; Ef 5:20; 1Tes 5:15. c. Mohon ampun, mengaku dosa, kekurangan,kelemahan dalam membalas, karena kurang mencintai,menghormati, memuliakan Allah. Yes 59:1-2; Mzm 51:6, 16, 17; 1Yoh 1:9. d. Memohon hidupNya, RohNya, cintaNya, kekuatanNya dan apa saja yang dibutuhkan, untuk dapat hidup sebagai anak Allah. Tiada yang terlalu besar, tidak ada yang terlalu kecil untuk dilakukan Tuhan demi anak yang dicintaiNya, baik dalam doa untuk kepentingan kita sendiri, maupun dalam doa untuk kepentingan orang lain (doa syafaat). Kol 13:3, 9; Rom 8:32; Yoh 3:16; Mrk 11:24; 1Yoh 5:1415; Yak 1:5; Mzm 84:11-12; 2Kor 12:7-10; Rom 8:28.

Pertumbuhan Rohani

III. Waktu untuk Berdoa A. Doa pribadi: (selalu harus ada doa secara pribadi). a. Dalam Kitab Suci tertulis:1Tes 5:17: Tetaplah berdoa. Kol 3:14-17: Kita diminta untuk selalu bersatu dengan Tuhan secara sadar dan dengan cinta. b. Apabila Tuhan sungguh-sungguh menjadi nomor 1 di dalam hidup kita, kita harus juga menyediakan waktu secara khusus bagi Tuhan. Misalnya, yang terbaik pada pagi hari selama + 15 menit, atau waktu lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi kita. Sebaiknya kita menyediakan waktu tertentu setiap hari. Mrk 1:35 ; Mzm 119:97 ; Mzm 5:3 ; Mat 6:9-13. c. Tempat tertentu untuk berdoa pribadi juga sangat menguntungkan, karena langsung dapat masuk dalam suasana doa. Misalnya dalam suatu ruang atau sudut doa, yang diatur khusus untuk berdoa, agar dengan mudah kita dapat masuk di dalam doa. B. Doa bersama a. Spontan. Misalnya, mengikuti Persekutuan Doa sekali seminggu, Doa Lingkungan, Doa Pujian, Doa Jalan Salib, dan lain-lain. b. Resmi, formal. Ibadah atau liturgi Gereja (sakramensakramen) yang upacaranya diatur oleh pimpinan resmi Gereja, yang berlaku untuk seluruh umat Gereja sedunia. (Ef 2:18) Misteri kemuliaan kepada Tuhan, dan penyelamatan kepada manusia, dalam kesatuan dengan Tuhan Yesus Imam Agung, dalam kuasa Roh Kudus Allah (Rom 8:29) NB: Sebagai anggota gereja Tubuh Kristus, kita juga harus berdoa bersama Sebagai Gereja Umat Kristus; ini suatu kewajiban sebagai anggota Gereja. (Ef 6:18) IV. Cara-cara Berdoa Spontan Pribadi (dapat dipilih sesuai dengan selera masing-masing) 8

Doa Merupakan Sarana Pertumbuhan Rohani

1. Memakai buku doa. Doa-doa sudah disediakan, tinggal dihayati. Misalnya,doa-doa harian, Madah Bakti, Padupan Kencana, Maranatha, dan lain-lain. 2. Memakai doa-doa Mazmur dari Kitab Suci. 3. Dengan doa lisan atau hafalan. Misalnya: Doa Rosario, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan. 4. Dengan doa meditasi (metode St. Ignatius): a. Persiapkan bahan renungan dari Kitab Suci (atau buku renungan lain). b. Masuk dalam doa, mohon Roh Kudus menaungi. c. Membayangkan tempat kejadian isi renungan dengan memakai panca indera. d. Minta kepada Tuhan, supaya mendapat karunia mengikuti Yesus dan berubah menjadi serupa dengan Yesus. e. Renungkan dengan perlahan dan cermat, dan hayatilah apabila ada yang menyentuh hati, di mana Tuhan berbicara. f. Akhirnya : berbicaralah dengan Allah Bapa, dengan Tuhan Yesus, Roh Kudus, dan atau dengan Bunda Maria. Dan mungkin doa ini dapat membawa kita masuk ke dalam doa kontemplasi. Seluruh proses ini dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 atau 60 menit. Cara ini membutuhkan latihan untuk bisa membiasakan diri. 5. Dengan doa hening a. Untuk berdoa dengan cara ini, dapat dipakai buku Sadhana, karangan Anthony de Mello SJ. b. Doa dengan menggunakan metode Yoga, yaitu: Dengan mengatur pernafasan sambil mengosongkan diri agar diisi dengan kesadaran akan Yesus Tuhan, sehingga sungguh mengalami keheningan dan kesatuan kontemplasi dengan Tuhan. Doa dengan mempergunakan bahasa Roh atau bersenandung dalam bahasa Roh sampai hening dan Tuhan memberikan dorongan untuk 9

Pertumbuhan Rohani

melanjutkannya dengan doa lain, bahan lain atau cara lain. 6. Doa dengan urutan acara Persekutuan Doa. 7. Doa seperti menghadap kepada orang penting: a. Adorasi (memuji tuan rumah Tuhan). b. Mohon maaf atau ampun (saya terlambat atau sesuatu yang lain). c. Memuji dengan lebih banyak kata. d. Penyerahan diri (surrender). e. Mendengarkan (sabda, petunjuk, nasihat). f. Intercession (doa syafaat minta berkat untuk orang lain). g. Berterima kasih. h. Meneruskan memuji dan menyembah Tuhan. (praise & worship) 8. Mengucapkan dengan perlahan-lahan, setiap kata sambil dihayati dan direnungkan. Misalnya doa Bapa Kami, Salam Maria, doa Malaikat, atau doa-doa lain. 9. Doa dengan bermacam-macam sikap tubuh: Tersungkur, berlutut, menengadahkan tangan, mengulurkan tangan untuk menggapai, berbaring di lantai dengan tangan terentang (seperti Yesus tersalib), bersujud, duduk, berdiri, dan lain-lain. Sesuai dengan dorongan hati. 10.Doa dengan mempergunakan: gambar, bunga, pemandangan alam, musik, lagu atau bentuk seni yang lain. 11.Doa Yesus atau Tuhan, kasihanilah kami, yang diucapkan dan direnungkan: tiap denyutan jantung atau tarikan nafas. NB: Doa tanpa cinta adalah kosong! Doa tanpa cinta tidak terpenuhi! V. Ada kuasa dalam doa a. Kuasa Allah turun bila kita sungguh-sungguh memuji dan menyembah Tuhan. (Mzm 22:4; 2Taw 5:2 6:2; 1Raj 8:1-21; Kis 16:25, dan seterusnya) 10

Doa Merupakan Sarana Pertumbuhan Rohani

b. Doa yang menyembuhkan. (Kis 3:1-10; Kis 9:36-43; Mrk 5:21-24, 35-43) c. Doa untuk terkabulnya suatu permohonan. Kel 15:23-25 (Musa); Yak 5:17-18 (Elia) d. Doa mohon perlindungan dalam bahaya. (Dan 3:8-90; Mzm 91; Kel 15:1-21 ; Mzm 23) e. Doa untuk mengetahui rahasia. (Dan 4:16-34; Kej 41:1-36) f. Doa untuk penginjilan. (Kis 4:23-31) g. Doa dan puasa untuk mengusir roh jahat. (Mrk 9:14-29) h. Dan lain-lain (Ibr 11:1, 6; Kis 12:5-18; Rom 12:1, 3; 1Kor 15:58; 1Yoh 3:22; Ef 5:18) Syarat-syarat untuk berdoa Harus sesuai dengan Roh Yesus: Yoh 5:14-15; Yoh 15:7; Mat 18:19; Luk 18:1-8; Luk 11:1-1; Mat 15:21-28; Mrk 11:22-26; 1Yoh 5:14-15; Yoh 14:6, 13-14. Janji-janji Tuhan a. Kebutuhan materiil: Flp 4:19; Mzm 84:11 b. Bimbingan: Ams 3:5-6 c. Kebutuhan rohani: Ef 1:3; Flp 4:13; Yes 41:10 d. Mengutus Roh Kudus: Yes 44:3; Yoh 14:16, 26; Kis 1:4, 2:33 e. Hidup limpah: Yoh 10:10 f. Hidup abadi dalam kerajaan Allah : Yak 2:5, 2:12, 3:6; Rom 9:8 g. Dan masih banyak lagi! VI. Minta Roh Kudus agar dapat berdoa a. Hanya dalam Roh Kudus kita dapat berhubungan akrab dengan Bapa. Rom 8:15 ; Gal 4:6. 11

Pertumbuhan Rohani

a. Hanya dalam Roh Roh Kudus kita dapat berhubungan dengan Yesus Tuhan. b. 1Kor 12:3. c. Hanya dalam Roh Kudus kita dapat berdoa, menghayati iman, kasih dan harapan, yang merupakan buah-buah Roh: Gal 5:22 ; Ibr 9:14 ; Rom 8:26-27 d. (Roh sendiri menjadi pengantara kita). VII. Gunanya berdoa dalam Persekutuan Doa a. Belajar berdoa spontan dengan kata-kata sendiri. b. Belajar memuji dan menyembah Tuhan. c. Belajar berdoa dengan Kitab Suci. d. Belajar berdoa untuk penginjilan, pewartaan kabar gembira. e. Belajar berdoa untuk melayani orang lain dengan doa. (mendoakan orang: sakit, terikat kegelapan, bingung, depresi, putus asa, dan lain-lain.) f. Belajar mengenai kekuatan doa dalam hidup. g. Belajar memimpin orang lain dalam doa. h. Belajar menemukan Tuhan dalam doa, menemukan dirinya sendiri dan orang lain dalam Tuhan. i. Belajar mengikuti Yesus, untuk menjadi serupa dengan Yesus. VIII. Halangan-halangan dalam doa 1. Setan: (lihat Pelajaran ke VIII dari seri Kehidupan Kristen Dewasa). 2. Dosa kita sendiri: Yes 59:1-2 ; Yes 1:15 ; bdk. Rat 3:42-44. 3. Dendam di hati: Mat 6:15 ; Mrk 11:24 4. Depresi, putus asa: Perlu menyembuhkan batinnya terlebih dulu. 5. Sombong, meninggikan diri dan merendahkan orang lain di hadapan Tuhan: Luk 18:11-12 6. Motivasi yang salah, mencari kehormatan bagi dirinya sendiri:Mrk 12:40 ; Luk 20:47 7. Terlalu banyak yang mau dilakukan terlalu sibuk: Luk 10:38-42 ; 1Ptr 4:7 12

Doa Merupakan Sarana Pertumbuhan Rohani

8. Menyembah berhala. Baik berhala yang kuno, yaitu: patung, jimat, kuasa gelap, spiritisme, takhayul, occultisme , guna-guna, dan sebagainya maupun menyembah berhala modern: ego atau aku menjadi nomor 1; atau orang lain, barang, pekerjaan, kesehatan, hobi, uang, harta, bakat, nama, dan lain-lain, yang lebih diperhatikan daripada Tuhan sendiri. 9. Sakit, lemah, tidak bisa konsentrasi sama sekali. 10. Tidak tahu, salah didikan atau pengaruh. Pertanyaan-pertanyaan untuk sharing: 1. Manakah yang merupakan inti doa? 2. Untuk apa kita berdoa? 3. Doa manakah yang paling kita hayati? 4. Cara doa yang manakah yang paling kita sukai? 5. Apakah kita masih mengalami hambatan untuk berdoa? 6. Manakah pelayanan kita untuk mendoakan orang lain?

13

Pertumbuhan Rohani

Firman atau Sabda Allah


I. Sabda Allah: Allah Bersabda (Yoh 20:31; 2Tim3:16; 2Ptr 1:19-2, 3:15-16). a. Melalui tradisi : Wahyu Allah diterima via umat atau komunitas yang menyerahkannya turun temurun kepada anggotaanggotanya. Wahyu Allah ini datang mulai Bapa Abraham dan berakhir waktu Yesus dengan rasul-rasulNya (waktu Rasul Yohanes wafat), setelah itu hanya datang wahyu perorangan saja. Wahyu Illahi 9a-b; 1Tim 6:14; Tit 2:13; Wahyu Illahi 4b. b. Melalui Kitab Suci: sebagian dari wahyu yang diimani ini ditulis di bawah naungan Roh Kudus oleh pengarang-pengarang masa itu, sesuai dengan kemampuan pengetahuan, bakat dan bahasa pribadi mereka. Memang Tuhan sendiri tidak berubah, tetapi unsur manusiawi selalu berubah dari zaman ke zaman (2Tes 2:15; Yud 3) dan semakin berkembang jelas. c. Di bawah bimbingan magisterium: Yesus memberikan wewenang kepada badan rasul-rasulNya untuk memimpin umat dalam bidang hidup iman. Wewenang ini disebut magisterium, dan ada pada Paus di Roma bersama para Uskup sedunia dalam kesatuan iman, di bawah naungan Roh Kudus (Wahyu Ilahi 10a, 11a-b, 12a-e, 26), sehingga terjamin tradisi iman sesuai dengan pengajaran para rasul. Hanya kalau ketiga unsur ini bersatu (a, b, c), kita boleh percaya, bahwa Sabda Allah itu sampai kepada kita melalui Alkitab. Maka selalu kita harus melihat, apakah segi ini dipenuhi, kalau kita memakai buku-buku terbitan katolik, yang diterbitkan dengan imprimatur atau nihil obstat atau semacam itu, dari pihak pembesar Gereja Katolik. Hal itu tidak ada pada Alkitab terbitan Gideon, Mormon, Saksi Yehova dan lain-lain. Di Indonesia, kita memakai terbitan-terbitan LBI dan LAI. 14

Firman atau Sabda Allah

II. Berdoa dengan Alkitab Berdoa dengan memakai Alkitab itu berbeda dengan studi tentang isi Alkitab. Dalam doa fokusnya ada pada komunikasi dan Tuhan, sedangkan waktu studi Alkitab, fokusnya ada pada usaha mencari arti teks Alkitab dengan mempergunakan macammacam sarana. Berdoa dengan memakai Alkitab dapat dilakukan sendirian atau dalam kelompok (besar, kecil, spontan atau formal seperti dalam liturgi). Waktu Berdoa dengan Alkitab 1. Kita mulai dengan memohon bantuan Roh Kudus. 2. Membaca perikop sampai meresap, sampai menemukan suatu rhema (merasa Allah menyapa diriku), 3. Bercermin pada Sabda Allah, 4. Menerima: pesan, hikmat (larangan, perintah, teguran, nasehat, syarat, janji, contoh, ilustrasi, penjelasan, hiburan, dan lain-lain). 5. Menimbang-nimbang nilainya bagi kita zaman sekarang, apakah bisa atau harus dilaksanakan, 6. Dalam doa mengambil keputusan dan minta kekuatan Tuhan untuk melakukan FirmanNya. 7. Bersyukur dan memuji Tuhan yang telah bersabda. NB: Sebaiknya berdoa dengan Alkitab demikian selama 10 menit sampai 30 menit tiap hari. Pilihlah waktu yang tenang dan menolong untuk berdoa. III. Studi Alkitab Studi Alkitab dapat dilakukan sendirian, atau dalam kelompok kecil bersama-sama. Sebaiknya dipilih tempat di mana tidak diganggu oleh orang lain selama studi ini berlangsung. Sebaiknya sarana-sarana buku-buku yang dibutuhkan sudah disediakan di tempat itu, sehingga langsung bisa dikonsultasikan. Ada baiknya kalau salah satu anggota sudah mempersiapkannya 15

Pertumbuhan Rohani

sebelumnya. Urutan yang dapat dipakai(dapat dilatih dalam suatu kursus). 1. Berdoa memohon terang Roh Kudus. 2. Membaca perikop Alkitab. 3. Observasi teks: mencari kata-kata kunci atau pokok. 4. Bertanya-tanya mengenai arti atau makna kata-kata dan ungkapan menurut pengarang, supaya obyektif, antara lain dapat: a) memakai kamus umum, kamus Alkitab supaya jelas artinya. b) Membandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain. c) Mencari ayat atau teks yang sejajar di lain tempat Alkitab. d) Merumuskan pesan pokok. e) Konsultasi buku tafsiran yang baik. f) Meringkas isinya, lihat juga struktur uraiannya. 5. Mengadakan penilaian/evaluasi kebenaran itu dalam hubungan dengan seluruh Alkitab untuk mengetahui apakah itu sesuai dengan ajaran Yesus, dan GerejaNya. 6. Akhirnya berdoa bersama untuk dapat melaksanakan pesan Sabda Allah itu. IV. Hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru a. Perjanjian lama adalah persiapan untuk Perjanjian Baru, sehingga Perjanjian Baru (dalam Yesus) merupakan pemenuhan Perjanjian Lama, di mana semua lambang menunjuk ke arah Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat. b. Karena itu selalu harus menyadari adanya perkembangan dalam teologi mengenai penyelamatan; di Perjanjian Lama saja ada perkembangan. Maka selalu semua kebenaran harus dilihat dalam keseluruhan Alkitab, dan perkembangan pengetahuan Wahyu terakhir dalam Yesus menjadi pedoman. c. Inilah, perlu sekali untuk menghindari pandangan yang terlalu fundamentalistis (misalnya success evangelism atau teologi kemakmuran, perpuluhan dan lain soal). 16

Firman atau Sabda Allah

V. Mulai di mana? a. Jika memakai penanggalan Liturgi Gereja, menurut tahun I (1989) atau tahun II (1990) pada hari-hari biasa, dan tahun C (1989) atau tahun A (1990), atau tahun B (1991) bagi bacaan pada hari-hari Minggu. Maka dalam waktu yang ditentukan itu, seluruh Kitab Suci akan selesai dibaca secara teratur. Lagi pula sudah tersedia buku renungan khusus bagi bacaan itu ialah Inspirasi Hidup, karangan Rm. A.Soenaryo SJ. b. Atau kalau mau membaca Kitab Suci secara bebas: dapat memulai dengan Kisah Rasul, dan ikut merasakan dan menghayati apa yang dialami oleh murid-murid Yesus setelah mereka menerima Roh KudusNya. Jadi setiap hari membaca sebagian bab yang merupakan suatu unit, mulai dari bab pertama sampai selesai. c. Atau mengikuti suatu buku yang memberikan bahan meditasi atau renungan berdasarkan suatu ayat atau perikop Kitab Suci untuk setiap hari. NB: Perlu diingat bahwa bukan banyaknya bacaan yang perlu, tetapi menghayati apa yang dibaca, bertemu dengan kuasa Tuhan yang bersabda, sehingga bukan logos saja yang dibaca, tetapi mengalami suatu rhema dari Tuhan, yang berguna bagi hidup kita sehari-hari sebagai santapan rohani. Maka sangat perlu mohon diurapi dengan Roh Kudus, supaya dapat menangkap bahasa Allah. d. Atau memilih suatu bagian dari Kitab Suci secara sesuai dengan kebutuhan kita (dalam kesulitan, putus asa, dalam doa, waktu sakit, dalam kegelapan, dalam perjalanan, tugas macam-macam, penginjilan, pesta keluarga, pelayanan pembinaan, dan lain-lain). Sebab kita tahu, bahwa ada kekuatan kuasa dalam Sabda (menyembuhkan, menghibur, menegur, mengarahkan, menjelaskan, meneguhkan, menyemangati). (Yesaya 55:10-11).

17

Pertumbuhan Rohani

VI. Hidup Injili Membaca, mempelajari Alkitab, dan berdoa berdasarkan Alkitab sangat bermanfaat (bdk. Wahyu Illahi 18, 21,26) bagi perkembangan hidup rohani kita. Demikian kita dapat bertemu dengan Tuhan, mendengarkan firmanNya, bercermin dengan kebenaranNya, mengenal prinsip-prinsip, cita-cita, dan cara-cara pergaulan Yesus, Guru kita, sehingga kita semakin dapat mengenal dan mencintai Yesus dan mengikutiNya, menjadi serupa Dia dan mewartakanNya kepada orang-orang lain. VII. Beberapa kesalahan 1. Membaca Kitab Suci secara harafiah atau secara fundamentalistis, seakan-akan semua ditulis oleh Tuhan sendiri secara harafiah dan tidak membutuhkan tafsiran. 2. Memakai buku Alkitab dan tafsiran yang sesat, yang tidak disetujui Gereja kita. 3. Membaca ayat tertentu lepas dari konteks dan menafsirkan berlawanan dengan konteks, bahkan berlawanan dengan maksud seluruh Alkitab. 4. Memakai buku Alkitab sebagai petuntuk ramalan lotere, orakel secara serampangan. 5. Menyembah buku Alkitab. 6. Menganggap Alkitab satu-satunya ungkapan Sabda Tuhan. 7. Tidak mau mengakui atau membaca tulisan lain dari pujangga-pujangga Gereja, magisterium Gerejani. 8. Membaca Alkitab secara subyektif melulu, tidak mau mencari arti dan maksud pengarang, tidak sesuai dengan iman dalam umat Gereja. 9. Membaca Alkitab hanya secara intelektualistis menurut rasionaliasi faham sekularisasi tanpa iman.

18

Kuasa Sabda Allah


Bukankah firmanKu seperti api, dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (Yer 23:29) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya. (Ibr 4:12) Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi dia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadaNya. (Yes 55:11). Raja Daud mencintai Sabda Allah: Mzm 119:5, 9, 10, 11, 16, 18, 130. Begitu juga Rasul Paulus, mewartakan Sabda Allah - Kabar Baik mengenai Yesus (bdk. Rom 15:16-19). Dalam Luk 11:26-28, Yesus berkata, Berbahagialah orang yang mendengar dan melakukan Sabda Allah. Rasul Paulus menganggap sangat penting untuk mewartakan Sabda Allah, karena ada orang-orang yang hanya dapat percaya karena dengar Sabda Allah diwartakan (bdk. Rom 10:11-14). Rasul Paulus menyebut topi atau baju perang, pedang Roh untuk melawan serangan-serangan dari si jahat (bdk 6:15-17). Persoalan kita sekarang adalah: 19

Pertumbuhan Rohani

Apakah Sabda Allah kini masih diwartakan dengan kuasa? Apakah pewartaan Sabda Allah masih seperti pedang bermata dua? Apakah profetis? Apakah penuh dengan kuasa Roh? Apakah masih dapat memberantas kejahatan-kejahatan di dunia/masyarakat? (Ataukah hanya merupakan pil tidur?) Apakah kita masih mendengarkan Tuhan Sendiri bersabda? Apakah Sabda Allah: a. Membuat orang bertobat kepada hidup Allah? b. Membangun persekutuan hidup Allah? c. Menghibur, menyembuhkan anak-anak Allah? Apakah Sabda Allah itu hanya merupakan logos atau juga rhema?

Lihatlah contoh-contoh yang penuh kuasa Roh Allah 1. Yohanes Pembaptis: Ia berani menyebut dosa itu dosa (terhadap Herodes dan rakyat). 2. Yesus sendirilah Sabda Allah Yesus adalah pewarta Sabda Allah yang paling besar, sebab Yesus adalah isi pewartaan kabar gembira. Yesus berbicara dengan kuasa, tiada yang dapat berbicara seperti Yesus sehingga malaikat-malaikat, alam, setan dan roh-roh jahat taat atau tunduk kepadaNya. Yesus adalah subyek dan obyek evangelisasi, messanger dan message: khotbah Yesus di bukit dan Yesus sendiri sebagai pengkhotbah terbesar yang pernah ada di dunia. Yesus juga melakukan sabda yang diwartakanNya, Ia menyembuhkan orang-orang sakit, Ia membebaskan orang-orang yang kerasukan setan, Ia berkhotbah kepada anak-anak, Ia pergi kepada orang-orang miskin dan kecil. Bahkan pada waktu masih menjadi seorang anak Yesus sudah mulai berbicara tentang Sabda Allah, sampai mati Ia berkhotbah, di atas salibpun Yesus masih memberikan Sabda Allah sesudah kebangkitanNya pun Ia memberi Sabda Allah dan sekarangpun dalam Roh Kudus bahkan 20

Kuasa Sabda Allah

sampai akhir zaman Ia memberikan Sabda Allah. Yesus tidak pernah menarik kembali kata-katanya misalnya terhadap orang Farisi atau meremehkan orang (Yoh 6) atau terhadap orang yang kaya bahkan terhadap musuh sekalipun harus mengampuni 70 x 7. 3. Paulus adalah juga pelayan Sabda Allah yang penuh kuasa Roh. Paulus mengubah suasana hidup dalam masyarakat karena penginjilannya; karena semua orang menjadi satu dalam Kristus, bila bertobat dalam iman yang sama (Gal 3:28). Lebih-lebih kalau para pemimpin pemerintah mulai bertobat, maka terjadilah semacam revolusi rakyat (bdk Kis 19:23-28, Paulus menyerang penyembah berhala Artemis di Efesus, sehingga industri patung di Asia mulai rugi dan rakyat protes). Paulus mampu berkhotbah sampai orang-orang mau mendengarkannya semalam suntuk. Kis 16:6-10, Paulus membiarkan diri dituntun oleh Roh Kudus, misalnya ia tidak lagi menginjil di Asia, tetapi menyeberang ke Makedonia dan Yunani. Kis 18:9-10, Meskipun hal ini menyebabkan dirinya masuk dalam bahaya maut, penjara, pengejaran, penganiayaan dan akhirnya mati di Roma sebagai martir. Kis 20:24, Bahkan dari penjara Paulus mengirim surat mengenai Sabda Allah, yang sampai sekarang masih berarti bagi kita. Jadi kita harus mewartakan Sabda Allah dengan kuasa Roh Kudus. Mengapa hamba-hamba Allah dapat berbuat demikian? Syarat-syarat untuk Berkhotbah dengan Kuat Kuasa Roh Allah 1. Anda harus yakin bahwa Tuhan memilih dan mengutus anda. Yoh 20: Segala kuasa ada padaKu Mat 28: Saya diutus Allah, maka 21

Pertumbuhan Rohani

Luk 24:48-50: Kamu adalah saksi dari semua ini, kamu harus diperlengkapi dengan kuasa dari surga. Maka orang-orang harus dapat melihat bahwa kita diutus (oleh baptisan dan penguatan) oleh Yesus serta dilengkapi dengan kuasa Allah. 2. Anda harus bersatu dengan Yesus. 3. Anda harus berbuat hanya satu hal: memberitakan Sabda Allah, yaitu Yesus sendiri dan Injilnya! Jadi bukan ide-ide kita, bukan ide-ide dan pikiran dari dunia psikologi atau falsafah, bukan juga pikiran-pikiran atau opini theologi (bdk. Yoh 6, Petrus berkata: Tuhan, kepada siapa kita pergi? Hanya Engkau yang mempunyai Sabda kehidupan kekal!). Rom 15:18-19, Aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus oleh aku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Anda harus percaya akan Sabda Allah, menghayati, menganggapnya Sabda hidup kekal, maka anda akan mengalami kuasa atau power! 4. Kita harus memberi kesaksian Sabda Allah. Bandingkan dengan Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis menghayati penitensi dan berkhotbah mengenai penitensi: ia bersaksi dengan gaya hidupnya. Bandingkan dengan Paulus: Paulus berkata: Ikutlah aku, seperti aku mengikut Yesus. Paulus menganggap semuanya sampah, selain mengenal dan mengikuti Yesus.

22

Kuasa Sabda Allah

Bandingkan dengan Yesus sendiri. Yesus berkhotbah dan menghayatiNya, juga dalam khotbah di bukit. Yohanes, Paulus, dan Yesus, semua menjadi martir atau saksi dengan mewartakan Sabda Allah melalui kematiannya dan membayarnya dengan kepalanya atau hidupnya. 5. Anda harus dependen atau bersandar pada Roh Kudus Yesus bersabda: Janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Petrus: Pada hari Pentakosta orang mendengarkan Petrus dan percaya dan mereka memberikan diri untuk dibaptis. Yohanes Pembaptis menerima Roh Kudus sejak dari rahim ibunya, Elisabet (Luk 1). Yesus dibaptis dengan Roh Kudus di sungai Yordan oleh Yohanes. Murid-murid: Kamu akan menerima kuasa dan Roh Kudus (Kis 1:8) Mrk 16:16: Tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban akan menyusul pewartaanmu. NB: Sabda Allah terjadi atau datang di bawah bimbingan Roh Kudus, maka harus juga didengarkan dan diwartakan di bawah kuasa Roh Kudus. Contoh: Sabda Allah mengubah orang yang lemah menjadi kuat dan berani yaitu Gideon. Hak 6:12: Motivasi-motivasinya, nilai-nilainya dan kebiasaan-kebiasaannya diubah. 6. Anda harus berani dalam kebenaran Injil atau kebenaran yang keras dari Sabda Allah, berani mewartakannya 23

Pertumbuhan Rohani

dengan lantang. Jangan takut terhadap kritik, takut terhadap theolog-theolog, takut terhadap pemerintah, takut kesukaran-kesukaran politik, takut kehilangan simpati, gengsi, dan lain-lain (bdk Ibr 11:34 Kuasa Api Roh mengubah mereka!) 7. Anda harus mempersiapkan diri: Yohanes dan Yesus mengenal persiapan selama 30 tahun! Paulus berkata, Lihatlah, awaslah apa yang kau khotbahkan! (1Tim 4:15-16). Kita harus bermeditasi mengenai Sabda Allah untuk mengetahui Roh Allah berkata apa; kalau kita berdoaberdoa brevir, membaca Kita Suci, merayakan Ekaristi, maka Allah berbicara kepada kita. Maka harus sensitif terhadap inspirasi Allah, sedikit demi sedikit ditulis, setiap kali. Yoh 1:8 Kau harus bermeditasi mengenai hal itu siang dan malam. Mat 7:24 Membangun rumah di atas batu karang atau padas. Mat 13 Perumpamaan tentang seorang penabur benih. 8. Anda harus selalu berkomunikasi dengan Tuhan sendiri, atau berdoa Anda harus menjadi seorang pendoa, yang selalu dalam doa atau komunikasi dengan Tuhan dan juga mengajak orang lain di sekitar anda untuk ikut berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan menjadi seseorang yang sungguh-sungguh mengalami kehadiran Tuhan. Kalau kita sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan, maka Tuhan sendiri akan berbicara melalui kita (melalui hati, budi dan roh kita). Semakin kita bertumbuh dalam kesatuan dengan Tuhan, semakin kita sendiri mengalami Tuhan, semakin baik kita bisa bicara dalam nama/Roh Allah nama Tuhan Yesus. 24

Kuasa Sabda Allah

9. Sign & Wonders (tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban Tuhan) seharusnya mengiringi doa kita. Dalam Mrk 16:16 diterangkan bahwa yang percaya akan mengalami kuasa Roh Yesus. Hal-hal demikian selalu dialami oleh orangorang yang dipakai oleh Tuhan. Misalnya: Bagaimana umat di bawah bimbingan Joshua dapat mengalahkan benteng kota Yerikho dengan memuji kebesaran Allah Yahwe dengan 7 kali 7 hari keliling kota sambil memuliakan Allah (Yos 6:20). Dan masih banyak contoh lain semacam itu yang diceritakan di dalam Alkitab. Dengan demikian, kita harus mewartakan Sabda Tuhan dengan Kuasa Tuhan. 10. Anda harus selalu penuh kegembiraan dan positif. Ini perlu untuk meyakinkan umat bahwa kita sendiri gembira dalam Sabda Tuhan, dan mau menggembirakan orang-orang lain juga dengan pengalaman yang sama. Itu namanya membangun kerajaan Allah. Yesus berkata bahwa Ia datang untuk menyelamatkan atau menyembuhkan tidak untuk menghakimi. 11. Paus Yohannes Paulus II berkata, Jadilah seorang yang optimis! Berilah message atau pesan penuh harapan, kegembiraan, (Kerajaan Allah adalah seperti mutiara); kita adalah anak-anak Cahaya Allah; Yesus adalah Gembala kita. Allah adalah Bapa bagi kita anakanakNya. Yesus memberikan kepada kita kemenangan, memberikan Roh Ilahi. Kita telah menemukan mutiara yang berharga Yesus dan Kerajaan Allah! Maka kita harus menjadi cahaya dan garam yang semakin terang dan semakin asin. Kita harus menjadi kota Allah, yang menyinarkan cahaya Allah, kita harus menjadi nelayan manusia. Dengan Sabda Allah kita dapat menyembuhkan, membebaskan, menyelamatkan, atau membimbing umat. 25

Pertumbuhan Rohani

Yoh 6:63: Yesus berkata: Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Kej 1:3 : Allah bersabda: Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Yoh 1:3: Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan betapa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Sabda Allah menggerakan, merubah situasi dan kondisi, menciptakan hidup.Semuanya diciptakan oleh Sabda. Sabda Allah mengubah atau menciptakan kembali manusia dan barang. Sabda Allah dapat mengubah motivasi-motivasi, sikapsikap, kebiasaan-kebiasaan yang ada di dalam kita dan membawa nilai-nilai atau cita-cita baru bagi hidup kita (ingat contoh Gideon seperti dikisahkan dalam Hak 6:12, dan seterusnya). 2Ptr 1:3: Karena kuasa ilahiNya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. 2Tim 3:15-17: Kitab Suci dapat memberikan hikmat menuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus bermanfaat untuk mengajar, menegur kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Yoh 8:31: Jikalau kamu tetap dalam FirmanKu, kamu benarbenar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

26

Manakah Kuasa Sabda Allah?


1. Sabda Allah yang meyakinkankan akan dosa Kis 2:37 Setelah mendengarkan Sabda Allah, lalu mereka bertanya kepada Petrus: Apakah yang harus kami perbuat?Jawab Petrus: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu untuk dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu. Dan contoh-contoh yang lain. 2. Sabda Allah dapat menghidupkan kembali kehidupan. (Misalnya: relasi suami-isteri). 1Ptr 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah yang hidup dan kekal. Yak 1:18 Oleh Sabda Allah kita dijadikan, supaya kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya 1Kor 3:6 Aku menanam, appolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan (Roh Allah yang membuat pertumbuhan dalam jiwa orang). 1Kor 13 contoh suami-isteri bertengkar hingga hampir bercerai, tetapi dengan menerima Sabda Allah setiap hari mereka bertobat. 3. Sabda Allah memberi atau menghasilkan iman (Penyerahan diri kepada Yesus, sumber hidup; mengubah alasan atau motivasi, cita-cita, adat, sikap, dan lain-lain) Rom 10:17 Iman datang dari pendengaran oleh Firman Kristus. 27

Pertumbuhan Rohani

Kis 16:30-32 Paulus memberitakan Firman Tuhan kepada kepala penjara di Filipi lalu ia dan keluarganya percaya dan dibaptis. Yoh 20:31 Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Messias, Anak Allah. 4. Sabda Allah dapat membersihkan memurnikan. Ef 5:25-26 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman. 5. Sabda dapat membangun. Kis 20:32 Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada Firman Kasih KaruniaNya, yang berkuasa membangun kamu 6. Sabda Allah memberikan kebijaksanaan dan hikmat. Mzm 119:130 Kedatangan SabdaMu/FirmanMu memberikan terang, memberikan pengertian kepada orang sederhana. NB. Maka ada lebih banyak hikmat di dalam Alkitab dan di dalam buku-buku lain (kesaksian pribadi tentang bagaimana dulu tidak membaca Kitab Suci, tetapi menggantinya dengan membaca buku-buku modern atau filsafat modern). 7. Firman Tuhan memberikan kepastian atau jaminan hidup kekal 1Yoh 5:13 Semuanya ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal (bdk. Yoh 3:36).

28

Manakah Kuasa Sabda Allah?

8. Sabda Allah membawa damai Tuhan dalam hati Mzm 85:8 Tuhan akan bersabda dan mengungkapkan damai kepada umatNya, orang-orang kudusNya. 9. Sabda Allah Kuat untuk membawa kegembiraan. Yer 15:16 Aku menikmati FirmanMu dan FirmanMu membawa kegembiraan dalam hatiku. Yoh 15:11 Semuanya itu kukatakan kepadamu agar kegembiraanmu menjadi sempurna. 10. Sabda Allah dapat memberikan kesabaran, hiburan, dan harapan. Rom 15:4 Semua ini ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci 11. Sabda Allah berkuasa untuk melindungi terhadap kesalahan, dosa dan setan Kis 20:29-32 Ada banyak serigala pengajar palsu tetapi kuserahkan kamu kepada firman kasih karuniaNya, yang berkuasa membangun kamu 2Tim 3:13-15 Dari kecil engkau mengenal Kitab Suci untuk mendapat hikmat demi keselamatan. Mzm 119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya jangan aku berdosa terhadap Engkau. Mat 4:4 Yesus berkata: Ada tertulis: manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Mat 4:7 Yesus berkata: Ada tertulis: janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu. Mat 4:10 Yesus berkata: Ada tertulis: engkau harus menyembah Tuhan Allahmu 29

Pertumbuhan Rohani

Ef 6:17 Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu Firman Allah sebagai senjata untuk melawan setan. Ajaran Gereja dalam Vaticanum II Verbum Divinum 1. Melalui wahyu ini kebenaran yang paling mendalam, baik tentang Allah, maupun tentang keselamatan manusia, menjadi jelas bagi kita dalam Kristus yang sekaligus adalah perantara dan kepenuhan seluruh wahyu. (bdk. Mat 11:27 ; Yoh 1:14-17 ; Yoh 14:6 ; Yoh 17:1-3 ; 2Kor 3:16 ; 2Kor 4:6 ; Ef 1:3-14). 2. Yesus adalah sabda Ilahi yang menjadi daging Yoh 1:1-18. Yoh 3:34 yang menyampaikan firman Allah. Yoh 14:19 yang melihat Yesus melihat Bapa. 3. Sabda Allah adalah kekuatan Allah (demi keselamatan orang yang percaya, bdk. Rom 1:16), disajikan dengan cara yang gemilang dan menunjukan keampuhannya di dalam bukubuku Perjanjian Baru. Yoh 6:68. Hanya Yesus yang memiliki sabda kehidupan abadi. 4. Gereja senantiasa sudah dan masih memandang Kitab-Kitab Ilahi bersama tradisi suci sebagai tolok ukur tertinggi imannya karena kitab-kitab ini diilhamkan oleh Allah dan dituangkan ke dalam tulisan sekali untuk selama-lamanya, menyampaikan Sabda Allah sendiri secara tak berubah dan mengumandangkan suara Roh Kudus. Sebab di dalam Kitab Suci, Bapa yang di surga dengan penuh kasih sayang menjumpai putera-puteriNya dan berbicara dengan mereka. Kekuatan dan keampuhan yang demikian besar terdapat dalam Sabda Allah sehingga menjadi penopang dan tenaga bagi Gereja dan kekuatan iman, santapan jiwa, sumber yang murni dan abadi bagi kehidupan rohani putera-puteri Gereja. Maka tentang Kitab Suci berlaku secara gemilang ucapan Hibrani 5:11 Karena Sabda Allah hidup dan berdaya guna, ia membangun dan menganugerahkan warisan kepada semua yang telah dikuduskan (bdk. Kis 20:32 ; 1Tes 2:13). 30

Manakah Kuasa Sabda Allah?

5. Bagi umat beriman jalan menuju Kitab Suci harus dibuka lebar-lebar. 6. Mempelai, Sabda yang menjadi daging, yaitu Gereja menyajikan tulisan-tulisan ilahi agar pelayan-pelayan Sabda Ilahi menyuguhkan secara berdaya guna santapan rohani Kitab Suci kepada umat Allah sebagai santapan yang menerangi budi, menguatkan kehendak dan membakar semangat mereka untuk mencintai Allah. 7. Hieronimus berkata: Tidak mengenal Kitab Suci, berarti tidak mengenal Kristus. 8. Jadi dengan membaca dan mempelajari Kitab-kitab Suci itu Sabda Allah beroleh kemajuan dan dimuliakan (2Tes 3:1) dan harta wahyu semakin memenuhi hati manusia, sebagaimana oleh seringnya merayakan Misteri Ekaristi maka hidup Gereja berkembang. Begitu juga dapat diharapkan adanya dorongan baru bagi hidup rohani dari bertambahnya penghormatan terhadap sabda Allah, yang tetap untuk selama-lamanya (bdk. Yes 40:8 ; 1Ptr 1:23-25). NB: Bagaimana menggunakan Sabda Allah agar dapat masuk dalam kekuatan Sabda Allah? a. secara pribadi b. secara berkelompok. 1. Berdoalah mohon terang atau hikmat Roh Allah (gelombang sama). 2. Bertobat, singkirkanlah semua hal yang menghambat, melawan Tuhan yang bersabda (Mat 13: benih ; doa pujipujian). Miliki sikap terbuka seperti orang Indian mendengar jengkrik di alam. 3. Pilih bacaan menurut penanggalan liturgi.

31

Persekutuan Hidup Kristiani:


Suatu Sarana untuk Pertumbuhan Rohani
Intro: Sasaran-sasaran: 1. Memperkenalkan arti dan tujuan Persekutuan Kristiani. 2. Meyakinkan umat akan perlunya Persekutuan Kristiani. 3. Menunjuk musuh-musuh Persekutuan Kristiani. 4. Reaksi-reaksi negatif terhadap Persekutuan Kristiani. 5. Unsur-unsur hakiki dari suatu Persekutuan Kristiani. 6. Bagaimana membangun suatu Persekutuan Kristiani. 7. Menghimbau umat untuk sungguh-sungguh menjadi anggota suatu Persekutuan Kristiani. I. Arti dan Tujuan Persekutuan Hidup Kristiani Bacaan: Kis 2:41-47, 4:32-37 Murid-murid Yesus secara terbuka mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Mereka bergabung dalam hidup bersama di masyarakat dan bersama-sama melaksanakan prinsip-prinsip, cita-cita dan cinta kasih Kristiani dalam kelompok mereka. Mereka memberi kesaksian kepada dunia mengenai hidup mereka melalui perkataan dan perbuatan. Mereka merupakan suatu kesatuan Keluarga Allah, dikumpulkan oleh Roh Yesus, menurut model Persekutuan Gereja Perdana. Mereka dengan sadar memilih hidup dalam kesatuan Persaudaraan Kristiani, agar dapat mengalahkan musuh-musuh hidup Kristiani. Tentu saja untuk bisa menjadi anggota suatu komunitas atau persekutuan Kristiani, harus dipenuhi beberapa syarat tertentu. Ada pun syarat-syarat tersebut tergantung dari tujuan yang mau dicapai oleh Persekutuan Kristiani itu. Tujuan persekutuan Kristiani ialah: menjadi sarana hidup Kristiani, untuk menerima, memelihara dan bertumbuh dalam hidup baru itu. 32

Persekutuan Hidup Kristiani

Tanpa dukungan suatu komunitas atau persekutuan tidak mungkin manusia zaman sekarang hidup secara Kristiani, karena dengan kekuatannya sendiri dia akan tenggelam ke dalam dunia duniawi, yang begitu kuat pengaruhnya. Persekutuan Kristiani merupakan suatu basis tetap untuk segala macam keperluan hidup Kristiani demi roh, jiwa dan badannya. Ada banyak macam persekutuan; yang besar dan yang kecil, yang lengkap dan yang perlu dilengkapi oleh persekutuan yang lebih lengkap. Misalnya persekutuan keluarga perlu dilengkapi oleh persekutuan gerejani, lingkungan, paroki, keuskupan, dan lain-lain. II. Kita harus Yakin bahwa Persekutuan Hidup Kristiani itu Perlu Yoh 17:15-16: Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia 1Yoh 2:15: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada dalam orang itu. 1Yoh 5:19: Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Yak 4:4-5: Hai kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa yang hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. a. Kita harus memberikan komitmen dasar untuk menjadi persekutuan. Karena Tuhan sendiri menghendaki agar kita mempunyai relasi-relasi sebagai tubuh atau Gereja atau Umat atau Persekutuan atau Keluarga. Roh Allah sendirilah yang mengumpulkan dan mempersatukan kita menjadi kelompok atau badan atau persekutuan dalam kasihNya, dalam Roh KudusNya. Ef 2:15-16 ; Kol 1:20. 33

Pertumbuhan Rohani

b. Maka kita membuat suatu komitmen kepada satu sama lain dalam Tuhan dan bersama-sama sebagai kelompok kepada Tuhan. c. Ini merupakan suatu komitmen penuh, yang meliputi seluruh hidup kita. Artinya: semua segi kehidupan kita terlibat di dalamnya, maka dalam segala hal yang penting, dalam segala keputusan yang penting, kita harus tunduk atau taat kepada persekutuan bersama ini. 1Ptr 1:22 ; Yoh 2:3 ; Flp 2:3-8 ; Rom 12:13. d. Kita komit atau janji untuk menjadi suatu badan atau persekutuan atau umat atau bangsa yang dapat dipakai Tuhan sebagai suatu batau persekutuan. Kita berjanji untuk bersatu sehati sejiwa, dengan lebih mengutamakan kesatuan di atas kepentingankepentingan pribadi dan menjadi suatu kesatuan untuk melawan setiap ancaman. Maka kita harus mendukung hal-hal, acara-acara, dan cara-cara yang memungkinkan kita hidup sebagai suatu badan atau persekutuan atau komunitas. Juga kita harus mendukung hal-hal yang menunjang mission Persekutuan kita.Misalnya: kita menghadiri rapat-rapat, pertemuan-pertemuan, komunitas dan menghormati pola-pola ketertiban dalam hidup komunitas e. Kita berjanji untuk hidup secara benar dan kudus: Ef 4:24 ; Ef 4:1 ; Kis 4:32. Janji kita untuk menjadi satu badan atau persekutuan itu penting bagi seluruh umat. Kita mau memberikan tanggungjawab mengenai hidup kita kepada saudarasaudara kita. Kita mau menjadi anak-anak Terang. 1Yoh 1:7 ; Ef 5:8 ; Yoh 3:21. Semua keputusan kita, harus kita ambil sebagai anggota Tubuh atau Persekutuan Gerejani yang penting untuk 34

Persekutuan Hidup Kristiani

seluruh badan atau persekutuan kita, maka keputusan itu harus demi kepentingan seluruh kelompok persekutuan. Kita juga mengharap dukungan dari semua saudara dalam persekutuan, misalnya: dalam hal keluarga, dalam hal pekerjaan, dan lain-lain. f. Akhirnya kita mau bersatu dengan semua orang di dunia, berbeban untuk menginjili semua orang, agar semua menjadi saudara dalam satu keluarga Allah Bapa yang mencintai semua orang. Mat 28:18-20 ; Kol 4:5 ; Mat 5:43. NB: Allah mencintai dunia; Ia mengutus AnakNya ke dunia untuk menyelamatkannya (Yoh 3:16), yaitu dengan memberikan damaiNya yang dari Allah dan bukan berasal dari dunia (Yoh 14:27). Maka dunia yang bermusuhan dengan Tuhan adalah dunia duniawi, yang memegang prinsip-prinsip, mencitacitakan nilai-nilai, dan berhubungan (dengan Allah, dirinya sendiri dan sesama manusia, dan alam dunia) secara berlawanan dengan kehendak Allah. Hal-hal ini dilakukan baik secara terangterangan (pembunuhan, rasialisme, perang, menindas kebebasan beragama, mengajar ateisme, kejahatan, dan lainlain). Maupun secara terselubung (prinsip-prinsip: mencari keuntungan sebanyak mungkin, prinsip saingan, ambisikompetisi; nilai-nilai seperti materialisme,konsumerisme, hedonisme, humanisme dan filsafat berlawanan dengan nilainilai Injil; pola-pola relasi: iri, benci, curiga, marah-marah, dengki, dendam, putus asa, kecewa, takut meracuni pola-pola relasi). Maka perlu sekali kita bergabung dengan suatu komunitas atau Persekutuan Kristiani, agar mampu bertumbuh bersamasama dalam hidup baru dalam Roh Yesus, yang paling membahagiakan! III. Musuh-musuh Hidup Kristiani 1. Dunia dalam arti duniawi (lihat no.II). 2. Daging dalam arti seluruh diri manusia sejauh melawan kehendak Allah. 35

Pertumbuhan Rohani

3. Setan. NB: Hal-hal ini dibicarakan lebih terperinci dalam seminar Dasar Kedewasaan Kristiani. IV. Reaksi-reaksi Negatif terhadap Persekutuan Hidup Kristiani 1. Defensif: takut kehilangan kebebasan, otonomi; mengatur hidupnya sendiri menurut akunya sendiri; individualisme. 2. Merasa dipaksa, apabila mendengar panggilan langsung; dikira kepentingan kelompok akan mengorbankan kepentingan diri pribadinya. 3. Takut akan pengorbanan waktu, tenaga, bakat, uang, perasaan, privacy-nya. 4. Takut akan menjadi lebih sibuk lagi. (Hal itu tidak benar! Tapi relasi-relasi akan menjadi lebih baik). 5. Acuh tak acuh; tidak mau tahu atau bahkan tidak mau kenal. V. Unsur-unsur Hakiki dari suatu Persekutuan Kristiani 1. Koinonia: Bersatu dalam kasih persaudaraan (seminar ke-2 Dasar Kedewasaan Kristiani). Flp 2:1-12 ; Rm 13:9-21 ; 1Kor 13 ; Yoh 13:1-20, 31-35 ; Luk 6:27-36 ; dan lain-lain. Untuk itu harus diadakan pertemuan-pertemuan secara berkala (seminggu sekali misalnya), jemaat; PD; lingkungan; paroki; biara, dan lain-lain. Untuk itu juga diperlukan suatu struktur yang mendukung. 2. Ekaristia: Setiap Persekutuan Kristiani harus punya hubungan dengan Gereja dan pusatnya ialah ekaristi ; sebab hal itulah yang dipesan oleh Yesus pada waktu perjamuan malam terakhir (Mat 26:26-29). Yesus memberikan cara ini untuk mengenang DiriNya. Di sini, jemaat menjadi TubuhNya, JemaatNya, 36

Persekutuan Hidup Kristiani

PersekutuanNya. Maka peristiwa ini harus dihayati sebagai sumber Persekutuan Kristiani. Liturgia dari setiap Persekutuan Kristiani harus berpusat pada Yesus yang telah wafat, bangkit dan mencurahkan Roh KudusNya. Setiap Persekutuan Kristiani harus berpusat pada Yesus Sendiri sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, seperti yang dirayakan di dalam liturgi kita, terutama ekaristi. 3. Kerugma: Setiap orang Kristiani sudah menjadi murid Yesus dan harus menjadi saksi Yesus, dengan sikap, perbuatan dan perkataan. Maka dalam setiap Persekutuan Hidup Kristiani harus tetap ada pewartaan Yesus dan InjilNya secara eksplisit (Mat 28:16-20). Hal ini perlu dilaksanakan bagi anggota baru maupun lama. Mereka secara terus menerus harus diinjili kembali, untuk sarana pertumbuhan hidup Kristiani (lihat seminar ke-2: Firman). Dengan demikian anggota dapat terus menerus belajar mengenai prinsip-prinsip, cita-cita atau nilai-nilai, pola-pola relasi hidup Kristiani atau injili. 4. Diakonia: Untuk menjadi suatu persekutuan hidup Kristiani mutlak perlu ada pelayanan dalam kasih Yesus, seperti digambarkan dalam: 1Kor 12 & 14; Ef 4; Rm 12; Mat 18; Yoh 13 (saling membasuh kaki) ; Flp 2, dan lain-lain. Yesus berkata: Aku tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani (Mat 20:28). Pelayanan ini harus dilakukan dalam kasih karunia Roh Yesus sendiri. Jadi tidaklah cukup bila hal itu dilakukan secara perintah atau hobi manusiawi saja, tetapi sungguh-sungguh sesuai dengan dorongan dan kuasa Roh Yesus sendiri, yang di discern oleh pembesar-pembesar, penatua-penatua 37

Pertumbuhan Rohani

gerejani. Tuhan memberikan segala macam kasih karunia untuk membangun TubuhNya. 5. Marturia: Seluruh jemaat yang merupakan suatu persekutuan hidup Kristiani harus juga memberi kesaksian hidup Kristiani itu kepada masyarakat di sekitarnya seperti yang terjadi pada Gereja Perdana, yang begitu menghayati kasih Kristiani, sehingga banyak orang ingin bergabung (Kis 2:47 ; Yoh 17:21). Kesaksian ini dapat diberikan dalam segala situasi dan kondisi dan dengan segala cara: sikap hidup, perkataan dan perbuatan, bahkan pewartaan secara eksplisit dengan penginjilan, bahkan dengan mencurahkan darahNya bila Tuhan menghendakinya. VI. Bagaimana Membentuk dan Membangun Suatu Persekutuan Hidup Kristiani? 1. Menyadari dan menyadarkan beberapa orang akan jawaban Tuhan masa kini untuk menghadapi pengaruh dunia duniawi dengan membentuk persekutuanpersekutuan hidup Kristiani. Di mana orang-orang Kristiani berjanji akan hidup untuk Tuhan Yesus dan saling membagi-bagikan kasihNya. 2. Menghayati kehidupan gereja (Tubuh Kristus) kita, keuskupan kita, Paroki kita, wilayah kita, lingkungan kita, kelompok gerejani kita (biara, koor, Legio Maria, CLC, Cursilio, M.E., Choice, PD, keluarga) sebagai komunitas atau persekutuan dalam Yesus dan kasihNya. Banyak komunitas kecil dalam komunitas besar. Kita menjadi anggota dari salah satu komunitas kecil dalam komunitas gerejani yang besar, yang dipimpin uskup. 3. Memberikan dan mengajak orang Kristen lain untuk memberikan komitmen secara pribadi dan terbuka, di dalam salah satu kelompok komunitas sesuai dengan kemampuan waktu, tenaga dan karunia Tuhan, panggilan 38

Persekutuan Hidup Kristiani

Tuhan. Jadi yang paling pokok ialah suatu janji atau komitmen cinta! Cinta antara saudara-saudara seiman menurut cinta Yesus! Doa + fellowship! 4. Jadi bukan hanya programa pekerjaan pelayanan, studi dan doa bersama tetapi terutama dengan saling mendukung, saling membela, saling mendoakan, saling melayani dalam kasih dan dengan kuasa kasih Yesus. Kalau perlu juga dengan waktu dan harta. Tentu saja dalam kelompok kecil terbatas bisa secara intensif; dalam kelompok besar hanya sejauh perlu untuk persatuan umum. 5. Jadi dalam kelompok inti PD, seperti dalam biara, lingkungan paroki para anggota dapat melaksanakan secara kongkret pesan-pesan Yesus mengenai cinta antara murid-muridNya (belajarlah dari Injil Yesus!). 6. Dengan sadar menghayati ciri-ciri pokok suatu komunitas Kristiani (lihat bab V). Pelajaran atau pengajaran, ditambah dengan pengalaman praktis dan bimbingan praktis harus saling melengkapi dalam hidup komunitas atau persekutuan, supaya persekutuan bertumbuh, dan menjadi suatu sarana pertumbuhan rohani. Lama-kelamaan prinsip-prinsip, alam pikiran, cita-cita, pola-pola relasi akan berubah dari yang duniawi atau daging ke arah yang injili atau Kristiani. VII. Menghimbau Umat Agar Mau Sungguh Menghayati Persekutuan Hidup Kristiani. Dari semua keterangan di atas sudah nyata dan jelas sekali bahwa Tuhan sendiri menghendaki kita bersekutu sebagai bangsaNya, keluargaNya di dunia; bahwa persekutuan itu mutlak perlu untuk bisa hidup sebagai orang Kristen pada zaman sekarang ini.Marilah kita mendengarkan dan menjawab panggilan Tuhan ini dengan mengikuti salah satu bentuk 39

Pertumbuhan Rohani

Persekutuan Kristiani, yang paling sesuai dengan panggilan hidup kita dalam Roh Kristus. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai cara-cara hidup dalam Persekutuan Kristiani tersedia cukup banyak bahan: 1. Paket seminar When You Come Together 2. Steph. Clark: Patterns of Christian Community; a statement of community order. 3. Desmond ODonnel OMI: Lima langkah untuk berkembang dalam kasih bersama; program untuk mengembangkan komunitas basis. 4. Steph. Clark: Building Christian Communities; strategy for Renewing the Church. Pertanyaan-pertanyaan untuk sharing: 1. Bagaimana pengalaman anda mengenai Persekutuan Kristiani (di keluarga, lingkungan, paroki, biara, persekutuan, kelompok)? 2. Apakah hidup anda sudah diubah Tuhan melalui Persekutuan Kristiani? Ceritakan bagaimana perubahan itu! 3. Bagaimana dunia duniawi masih mempengaruhi hidup anda, dalam segi-segi manakah? 4. Apakah anda sudah pernah melihat Tuhan bekerja dalam Persekutuan Kristiani (persekutuan doa, keluarga) dalam hal hidup rumah tangga, hubungan ibu-anak, ayah-anak, pendidikan anak, nilai atau cita-cita. 5. Apakah anda setiap minggu berdoa mengenai hal-hal ini? Untuk memperdalam komitmen dalam hal prinsip-prinsip, cita-cita, pola-pola relasi anda, apakah semua itu sudah sesuai dengan Injil Yesus? 6. Pelayanan-pelayanan manakah yang anda berikan dalam persekutuan Kristiani anda?

40

Pelayanan Kristiani
Sasaran: 1. Agar setiap anggota umat Gereja kita, memahami dengan sungguh-sungguh akan arti panggilan hidupnya sebagai murid Yesus, sebagai anggota Tubuh Kristus, dan sebagai Umat Allah. Maka dalam bab ini akan dijelaskan tentang apa yang dimaksud oleh Yesus dengan melayani. 2. Agar setiap anggota umat dapat ditolong oleh gembala rohaninya, untuk mengenal panggilan pelayanannya yang sesuai dengan kehendak Tuhan. 3. Menguraikan implikasi-implikasi pelayanan Kristiani di dalam hidup keluarga, paroki, komunitas, Persekutuan Doa dan masyarakat. 4. Menghimbau agar umat bersemangat untuk mau melakukan salah satu pelayanan, tetapi yang sesuai dengan kehendak Tuhan. I. Artinya Diakonia atau pelayanan menurut Yesus - Mat 20:26-28: menjadi hamba. - Yoh 13:1-20: saling membasuh kaki. - Flp 2: 1-11: rendah hati seperti Yesus. - Ef 4:1-16: pelayanan dalam Tubuh Kristus Umat Allah. - Yoh 12:26: hamba Yesus harus mengikut Yesus. - 1 Kor 12: macam-macam pelayanan di dalam Gereja. A. Pelayanan menurut arti kata Diakonia = pelayanan; pais = jongos atau anak lelaki; Duolos= budak atau hamba atau abdi; douleuoo = menjadi budak untuk melayani (Ef 6:7), untuk melayani dalam ibadat (Yoh 16:2), dan dalam pelayanan imamat, belaskasih dan ibadat (2Kor 9:12). a. Melayani dalam hal dunia: - Yakob melayani Laban (Kej 30:26-29); 41

Pertumbuhan Rohani

- Yusuf melayani Firaun (Kej 40:46); - Orang Israel mengabdi pada orang Mesir (Kel 1:14), diperbudak; maka kemudian perbudakan dilarang oleh Musa (Im 25:52); - Pelayanan militer juga dikenal (Bil 4:30, 35, 39, 43); - Paulus juga membicarakan pekerjaan budak (1Tim 6:2); - Marta juga disebut melayani di rumah tangga (Luk 10:40; Yoh 12:2) b. Melayani dalam ibadat: Bentuk pelayanan yang paling tua adalah yang berhubungan dengan Ibadat, yang berkaitan dengan imam, bait Allah, mezbah atau altar, kenisah, dan lainlain. (Kel 12:25, 32, 29; 1Taw23:32; Luk 1:23). c. Melayani dalam hal rohani Dengan berkembangnya wahyu Tuhan, juga arti pelayanan bertumbuh luas dan dalam; bukan hanya secara vertikal, tapi juga perlu pelayanan secara horisontal (Mat 20:28 Putera manusia tidak datang untuk dilayani, tapi untuk melayani); maka Yesus menjadi teladan bagi murid-muridNya (Yoh 13:3-17; 12:26), yang juga harus melayani, bila mereka mau mengikut Dia. Paulus bersyukur karena boleh melayani (1Kor 12:5; 1Tim 1:12; 2Kor 8:23). B. Pelayanan Menurut Maksud Yesus di Dalam Perjanjian Baru Melayani sebagai hamba kepada Yesus dan menurut model Yesus, yaitu: a. Bukan hanya melakukan salah satu tugas saja, atau suatu pelayanan tertentu saja, atau suatu paket tugas-tugas saja! Sebab di situ masih ada batas-batas. Waktu, tenaga, tanggung jawab, bakat, bahkan harta tertentu. b. Melainkan pelayanan ini merupakan suatu way of life, suatu relasi atau hubungan seperti misalnya relasi antara 42

Pelayanan Kristiani

seorang ayah dengan anaknya. Relasi seperti ini meliputi seluruh hidup kekal yang merupakan suatu panggilan untuk tunduk dan melayani. Jadi bukan kita yang memilihnya sendiri, tetapi kita dipilih untuk itu! (Yoh 15:16). Jadi ini merupakan suatu panggilan untuk mengikut Yesus, untuk hidup seperti Dia, serta menempuh jalan menuju Bapa bersama dengan Yesus. Ini suatu tugas full time, baik di rumah maupun di tempat pekerjaan. (Kol 3:23) dan total dalam segala perbuatan dan perkataan (Kol 3:17). Menjadi hamba, abdi atau pelayan, merupakan suatu relasi kepada atau dengan Yesus sebagai gurumurid; tuan-hamba atau sahabat. Yoh 12:26, seorang hamba harus mengikuti Aku, dan berada di mana Aku berada, (dan Bapa akan menghormatinya!) Maka kita lihat bahwa dalam kepelayanan ini terdapat: cinta, persahabatan, ketaatan dengan tunduk dan hormat. C. Sifat-sifat Pelayanan Kristiani: a. Kita adalah hamba-hamba Pribadi - Kita dipanggil dan dipilih secara istimewa, untuk menjadi hamba Yesus, untukmelayani Yesus dan Kerajaan Allah sekarang dan selama-lamanya. - Kita memang wajib untuk melayani sebagai hamba kepada Tuhan Pencipta kita. Setiap orang adalah hamba Tuhan; setiap orang yang di baptis adalah hamba Tuhan Yesus Kristus! - Maka hal ini sangat fundamental atau dasariah untuk hidup kita sebagai ciptaanNya. - Relasi ini sungguh eksklusif dan total, karena semuanya adalah milik Allah. Kita memang bukan milik kita sendiri, kita bukan penguasa atas diri kita, bahkan juga bukan atas hidup kita sendiri. kita harus menyerahkan diri kita seluruhnya kepada Tuhan; bukan secara dingin (seperti majikan pegawai), tetapi sebagai sahabat yang akrab, loyal dan setia setiap saat. 43

Pertumbuhan Rohani

Bapa atau Yesus mengungkapkan pikiranNya, pesanNya, rencana dan karyaNya Sendiri; Ia mengajar, menyembuhkan dan membimbing kita secara pribadi. Allah Bapa atau Yesus memenangkan suatu pembebasan dari perbudakan dosa-setan, supaya kita bebas untuk hidup baru sebagai anak Bapa atau murid Yesus atau hamba Tuhan. Rencana Allah adalah rencana pembangunan hidup manusia utuh atau kudus atau sempurna atau selamat. Sebagai murid dan hamba, kita dipilih dan dipanggil untuk ikut melaksanakan rencana Allah tersebut, dan juga mengalami kebangkitan bersama Yesus dan kemudian mewartakannya kepada orang lain.

b. Kita sebagai umat atau grup atau komunitas atau jemaat, adalah hamba. - Kita tidak hanya secara pribadi atau perorangan dipanggil, tetapi juga sebagai kelompok Umat Allah kita harus menjadi hamba, yang melayani Tuhan atau Kerajaan Allah secara korporatif (sebagai kesatuan). Juga sebagai Tubuh Kristus atau Gereja kita harus taat dengan semua bakat, harta, waktu, tenaga, sumber daya yang ada pada kita. - Jadi kita tidak hanya secara perorangan atau pribadi harus melayani atau menjadi hamba Tuhan, tetapi selalu dalam kesatuan sebagai Umat, yang dibangun oleh Yesus Sendiri sebagai: GerejaNya TubuhNya. D. Untuk Menjadi Hamba Tuhan Diperlukan Latihan atau Training: a. Latihan untuk melepaskan sikap-sikap atau sifat-sifat duniawi; misalnya mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri dengan melayani ini; what is in it for me? b. Latihan untuk membiasakan diri agar memiliki sikap dan sifat-sifat seperti Tuhan Yesus. Maka sebaiknya kita 44

Pelayanan Kristiani

memberikan kesempatan kepada Tuhan sendiri untuk membentuk kita sesuai atau secitra dengan Yesus; agar Tuhan dapat mempergunakan kita sebagai alatNya atau instrumenNya untuk mencintai dan melayani orang-orang dengan sikap dan hati seperti Yesus. c. Maka kemauan dan pikiran kita harus dilatih, supaya dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan kebijaksanaan Allah Bapa atau Tuhan Yesus. Ini sebagai konsekuensi dari submit atau tunduknya kepada ajaran Tuhan Yesus sebagai guru; agar kita mau melakukan kehendak Tuhan, seperti Yesus sendiri. Yoh 6:38 & Luk 22:27: Aku berada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan. Tuhan akan mengajar dan membentuk kita melalui: 1. Situasi dan kondisi sehari-hari, yang harus kita alami. 2. Melalui pelayanan-pelayanan yang harus kita berikan bagi Tuhan sebagai 3. sarana-sarana untuk melatih diri kita agar mampu melaksanakan tugas-tugas pelayanan yang lebih penting dan lebih besar bagi Tuhan. 4. Tuhan akan membersihkan pikiran dan hati kita dari semua hal yang menghambat Sabda Tuhan dan rahmat atau kasih karunia Tuhan untuk membina kita menjadi hamba-hambaNya. 2Tim 2:20, 21: di suatu rumah ada bermacam-macam bejana; yang satu untuk hal-hal yang luhur dan yang lain untuk hal-hal yang kurang luhur. Maka kita harus dibersihkan agar menjadi bejana-bejana yang baik dan luhur bagi pekerjaan Tuhan. Kita harus bertumbuh ke arah guru kita Tuhan Yesus, sesuai dengan sifat-sifatNya, supaya semakin mampu mencintai dan melayani sesama: to look like Yesus and to act like Yesus. Misalnya: dalam cinta, kesetiaan, sabar, lemah lembut, rendah, siap kerja, taat dan dapat diandalkan, jujur, rajin, bersemangat, kerja keras dan disiplin. 45

Pertumbuhan Rohani

E. Halangan atau Hambatan untuk Pelayanan Kristiani: Semua sumber pekerjaan kedagingan dan keduniawian dan kegelapan yang melawan Roh Kudus Allah, dan yang mengarah ke hidup anti Tuhan, harus disingkirkan. Misalnya: - kesombongan; - ketakutan; kekuatiran; - ambisi akuis; haus kuasa, status, pangkat, serakah, selfcenteredness mencari keuntungannya sendiri. - menganggap diri sangat penting, mau membuat karir. - terlalu mementingkan posisiNya, berbuat hal-hal kecil untuk Tuhan, menganggap diri hebat; padahal kita hanya hamba-hamba Tuhan yang tak berguna (Luk 17:10). II. Implikasi-implikasi Pelayanan Kristiani. a. Yesus sendiri adalah Ebed Yahwe (Hamba Tuhan), seperti digambarkan dalam buku nabi Yesaya bab 49-55. Yesus menyebut diri rendah hati dan lembut (Mat 11:29); pembawa kabar keselamatan bagi orang-orang miskin (Luk 4:18); mengorbankan hidupNya untuk penebusan manusia-manusia berdosa (Mrk 10:43; 1Ptr 2:21-25; Flp 2:5-11; Kis 4:10-29). Jadi Yesus memperlihatkan kebesaran Kerajaan Allah dengan cara yang lain, yaitu mengambil rupa seorang hamba yang melayani, Yesus tidak pernah mencari kemuliaanNya sendiri, melainkan kemuliaan Bapa. Flp 2:1-11: Kemuliaan Yesus adalah kemuliaan salibNya! b. Maka hamba-hamba Tuhan sekarang harus juga menjadi hamba-hamba Kristus (Rom 1:1, Gal 1:10; Flp 1:1). Seperti Maria IbuNya juga menyebut diri hamba Tuhan (Luk 1:38, 43, 48). Hamba-hamba ini disebut Yesus juga sebagai sahabat-sahabatNya (Yoh 15:15). Hamba-hamba Tuhan Yesus harus melayani sesama (2Kor 5:15; Gal 5:13; Flp 2:3-4; Mat 25:21; 2Kor 4;5). 46

Pelayanan Kristiani

Maka kita sebagai hamba-hamba Tuhan tidak hidup untuk membangun kerajaan kita sendiri, tetapi hidup untuk membangun kerajaan Allah dan bersatu dengan Tuhan Yesus. Kita adalah bejana-bejana yang kosong untuk Tuhan. c. Untuk pelayanan ini kita diurapi oleh Roh Kudus, dan Roh Yesus sendirilah yang memberi kekuatan kepada kita, supaya mampu melayani seperti Yesus sendiri melayani. Jadi kekuatan ini berasal dari Allah bukan dari kita sendiri. Ini diberikan sebagai suatu harta yang berharga. 2Kor 4:7: Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpahlimpah itu berasal dari Allah. Demi cinta kepada sesama (Gal 4:13). d. Pelayanan ini ada dalam bidang pelayanan Yesus, Imam Agung, gembala, Nabi. Itu berarti bahwa kita juga harus melayani dalam tiga bidang, yaitu: ibadat kebaktian, pembinaan dan gembalaan, pewartaan dan pengarahan. Ini berlaku bagi setiap orang Kristen, baik yang awam maupun yang melayani dalam hirarki atau jajaran pimpinan Gereja. Maka setiap orang Kristen harus ditolong untuk menemukan bentuk pelayanannya masing-masing yang paling sesuai dengan kehendak Tuhan. Semua anggota umat adalah hamba, (bukan hanya yang mewartakan Injil saja! Atau yang menjadi pastor atau pendeta!) Maka semua pekerjaan di dalam umat di paroki, lingkungan, Persekutuan Doa, biara, kelompok umat; semua bentuk kerasulan untuk umat, maupun untuk masyarakat adalah pelayanan. Bahkan semua tugas kita dalam masyarakat asal dilaksanakan untuk kesejahteraan dan untuk membangun hidup manusia dan dunia, termasuk alam raya adalah suatu pelayanan dalam Kristus, misalnya: melayani dalam bidang politik, 47

Pertumbuhan Rohani

angkatan bersenjata untuk keamanan negara, di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Semua itu merupakan pelayanan dalam Kristus, asal kita lakukan dengan iman Kristen. e. Maka setiap pemimpin kelompok iman kristen dapat menolong setiap anggotanya untuk menemukan karismanya, bakatnya, tugas pelayanannya masingmasing. Untuk itu dibutuhkan karunia membeda-bedakan bermacam-macam roh, agar kita semua melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dan bukan berbuat yang kita sukai untuk Tuhan! (walaupun bagus-bagus). Maka di sini bimbingan Roh Kudus Allah dalam umat dan masyarakat sangat dibutuhkan! f. Pelayanan kita yang paling utama adalah melakukan tugas-tugas pokok berdasarkan panggilan hidup kita. Misalnya seseorang yang menerima sakramen pernikahan, orang tersebut telah dipanggil Tuhan untuk melayani pertama-tama dalam keluarganya sendiri, kemudian sejauh ada waktu dan tenaga tanpa merugikan keluarganya, ia dapat melayani sesuai kehendak Tuhan: entah di paroki, entah di dalam kelompok religius, entah di masyarakat. Untuk itu ia dapat memilih dan tidak boleh dipaksa untuk melayani di ketigatiganya (misalnya melayani sebagai pejabat di pemerintah dan juga di paroki, atau sebagai direktur perusahaan dan juga di paroki), kalau itu merugikan salah satu pelayanan yang lebih pokok bagi dirinya. Yang penting: setiap orang melayani seperti Yesus dan dalam Roh Yesus, sebagai suatu sarana untuk bertumbuh dalam hidup rohani, hidup baru dalam Roh Yesus. Setiap orang harus membuat daftar prioritas-prioritas dalam hidupnya dan membagikan waktunya yang tersedia. 48

Pelayanan Kristiani

III. Marilah Kita Menjadi Murid-murid Yesus Hamba Tuhan! Untuk menjadi hamba Tuhan yang di cita-citakan Yesus, maka kita harus belajar, terutama belajar pada Yesus sendiri Hamba Tuhan yang utama. Itu berarti kita harus menjadi muridmuridNya (Mat 10:24-25; Luk 14:26; Mat 10:37-39); tetapi untuk menjadi murid-muridNya, kita harus dipilih dulu (Yoh 15:16). Menjadi murid Yesus itu bukan berarti hanya mengetahui secara teori saja, tetapi sungguh-sungguh mengikuti cara hidup Yesus dan hidup seperti Yesus. Tentu saja hal ini merupakan suatu proses, yang dimulai pada waktu kita mulai menyerahkan seluruh hidup kita kepadaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi dan dunia. Dalam proses belajar menjadi murid-murid Yesus, kita akan dituntun oleh Roh Yesus sendiri, asal kita selalu mau mencari bimbinganNya dengan peka dan taat. Tuhan Yesus membimbing kita melalui pimpinan Tubuh GerejaNya, Sabda Tuhan (Alkitab dan tradisi rasuli), ajaran Gereja, panggilan hidupnya, pembimbing rohani, peristiwa-peristiwa, tanda-tanda, wahyu-wahyu perorangan, dan lain-lain. Cinta dari Yesus dan kepada Yesus akan menunjuk jalan mana yang harus kita tempuh! Marilah kita selalu minta Roh Kudus dan buah-buahNya, agar kita boleh bertumbuh dalam kasih Yesus, baik dalam kasihNya kepada Yesus sendiri maupun dalam kasihNya kepada sesama kita dan dunia. Marilah kita selalu mencari kerajaan Allah dahulu! (Mat 6:33) Akhirnya, bila kita melayani Tuhan sebagai hamba-hambaNya yang setia, maka kita akan melihat WajahNya dan namaNya akan ditulis di dahi kita (Why 22:3-5). Hamba Tuhan Melayani Pembangunan Rumah Tuhan di dunia: alam raya dibangun menjadi Kerajaan Allah atau Rumah Allah 49

Pertumbuhan Rohani

di masyarakat: bangsa atau negara dibangun menjadi bangsa yang selamat, utuh, dan sehat di agama-agama: umat Allah dibangun menjadi umat takwa, berbakti kepada Allah dengan sadar di Gereja Yesus: umat Allah dibangun menjadi Kristus yang Katolik, tubuh Kristus di dunia di Gereja Yesus: umat Allah dibangun Roh Kudus Roma Katolik menjadi Keluarga Allah

NB: Allah sendiri membangun dunia sebagai rumahNya (Mzm 127). Manusia menjadi instrumenNya atau hambaNya untuk melayani itu. Pertanyaan sharing: 1. Apa yang dimaksud Yesus dengan melayani sebagai hamba Tuhan? 2. Apakah saya sudah mempunyai sikap sebagai hamba Tuhan? 3. Di mana atau dalam hal apa saya sudah melayani sebagai hamba Tuhan? 4. Bagaimana saya harus belajar sebagai murid Yesus, agar dapat menjadi hamba yang baik, untuk dapat melayani lebih baik? L. Sugiri SJ. Tetapi carilah dahulu kerajaan allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mateus 6:33)

50

Pelayanan Kristiani

51