Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Siapa saya?

Mungkin ini menjadi salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab sesorang jika ingin maju dan berkembang. Konsep diri merupakan suatu cara untuk menjawab pertanyaan ini. Kini, di saat pendidikan menjadi tulang punggung untuk menciptakan individu yang berkualitas, pembentukan konsep diri positif pada anak didik adalah suatu hal yang tak dapat ditinggalkan, yang harus dilakukan secara kontinyu dan menyeluruh pada setiap tahapan perkembangan anak didik. Di luar rumah, aktivitas kelas dan lingkungan sekolah memberikan warna terhadap pembentukan imdividu anak didik, yang dalam prosesnya peran guru adalah sangat vital. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya kesadaran, kemauan dan kreativitas guru untuk mengintegrasikan pembentukan konsep diri yang positif ke dalam kegiatan pembelajaran. Konsep diri sangat erat kaitannya dengan diri individu. Kehidupan yang sehat, baik fisik maupun psikologi salah satunya di dukung oleh konsep diri yang baik dan stabil. Konsep diri adalah hal-hal yang berkaitan dengan ide, pikiran, kepercayaan serta keyakinan yang diketahui dan dipahami oleh individu tentang dirinya. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan individu dalam membina hubungan interpersonal. Meski konsep diri tidak langsung ada, begitu individu di lahirkan, tetapi secara bertahap seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembanga individu, konsep diri akan terbentuk karena pengaruh ligkungannya . selain itu konsep diri juga akan di pelajari oleh individu melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk berbagai stressor yang dilalui individu tersebut. Hal ini akan membentuk persepsi individu terhadap dirinya sendiri dan penilaian persepsinya terhadap pengalaman akan situasi tertentu.

I.2 Rumusan Masalah Dari berbagai uraian diatas tentang konsep diri, maka dapat dirumuskan permasalahan yang merupakan fokus pada makalah ini, yaitu : 1. Apakah pengertian konsep diri ? 2. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri ? 3. Apakah ciri-ciri dari konsep diri ? 4. Bagaimanakah perkembangan konsep diri ? 5. Apakah pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar seorng siswa ?

I.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang faktorfaktor perkembangan konsep diri, serta mengetahui individu secara utuh baik fisikal, emosional, intelektual, social dan spiritual. Untuk mengetahui pesepsi individu akan sikap dan kemampuannya.

BAB II PEMBAHASAN II.1 Pengertian Konsep diri Menurut Burns (dalam Pudjijogyanti,1993:2) konsep diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri kita sendiri, sedangkan menurut Rini (2004:1) konsep diri diartikan keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Cawagas ( dalam Pudjijogyanti,1993:2) konsep diri mencakup seluruh pandangan individu akan dimensi fisik, karakteristik pribadi, motivasi, kelemahan, kepandaian, kegagalan dan lain sebagainya. Menurut William D Brooks (dalam Rahmat, 2003:99) konsep diri sebagai those phsysical, social, and psycological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with others. Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial dan fisik. Pietrosefa memberikan gambaran mengenai konsep diri yang diadaptasikan oleh Mappiarre (2002:69-70) yaitu dimensi pertama citra diri, yaitu diri dilihat oleh diri sendiri ; dimensi kedua citra diri, yaitu dilihat oleh orang lain, persepsi orang lain terhadap dirinya (beginilah saya kira orang lain memandang saya) ; dimensi ketiga citra diri, yaitu diri mengacu pada tipe-tipe orang yang saya kehendaki tentang diri saya (ideal self). Konsep diri menurut Hurlock (1999:58) menyangkut gambaran fisik dan psikologis. Aspek fisik berkaitan dengan tampang atau penampakan lahiriah (appearance) anak, yang menyangkut kemenarikan dan ketidakmenarikan diri dan cocok atau tidaknya jenis kelamin dan pentingnya bagian-bagian tubuh yang

berbeda serta prestise yang ada pada dirinya, sedangkan konsep diri yang bersifat psikologis berdasarkan pikiran, perasaan dan emosional. Hal ini berhubungan dengan kualitas dan abilitas yang memainkan peranan penting dalam penyesuaian dalam kehidupan, seperti keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri, aspirasi dan kemampuan diri dari tipe-tipe yang berbeda. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah kesadaran akan pandangan, pendapat, penilaian dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri yang meliputi fisik, diri pribadi, diri keluarga, diri sosial dan juga etik.

II.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-foktor tersebut terdiri dari teori perkembangan, Significant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat) dan Self Perception (persepsi diri sendiri). 1. Teori perkembangan. Konsep diri belum ada waktu lahir, kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir seperti mulai mengenal dan membedakan dirinya dan orang lain. Dalam melakukan kegiatannya memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalan tubuh, nama panggilan, pangalaman budaya dan hubungan interpersonal, kemampuan pada area tertentu yang dinilai oleh diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.

2. Significant Other ( orang yang terpenting atau yang terdekat ) Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri pandangan orang lain terhadap diri, anak sangat dipengaruhi orang yang dekat, remaja dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi. 3. Self Perception ( persepsi diri sendiri ) Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari prilaku individu. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu.

Sebenarnya kehidupan kita pada saat ini dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu : 1. Masa Lalu Pada hari ini kita tidak lepas dari proses pembelajaran dimasa lalu. Bimbingan orang tua, proses pembelajaran dalam hidup, pengalaman kehidupan yang sudah lalu, semua itulah yang menjadikan kita hari ini. Baik-buruk, sukaduka, senang-susah, sedih-gembira dimasa lalu (bahkan sejak masa kanak-kanak) memberikan sumbangan pada kita sampai hari ini. Mungkin kita dapat sedikit memetik hikmah dari untaian kata-kata dari Dorothy Law Nolte: Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan , ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan arti hidup dalam kehidupan Kita tidak dapat tergantung/dibentuk oleh masa lalu. Kita harus mempersepsikan masa lalu secara positif dan proporsional. Instropeksi (Muhasabah), perenungan positif adalah sebuah motode bagi kita untuk merubah pengalaman masa lalu menjadi energi positif .

2. Masa Kini. Masa kini adalah merupakan akumulasi pencapaian aktualisasi diri dari potensi-potensi kita, tapi ingat, Kebanyakan orang hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuannya (Wiliiam James, filsuf dan psikolg asal USA), Artinya kita saat ini hanyalah baru sebagian kecil dari seharusnya menjadi. Masih banyak potensi-potensi dalam diri kita yang belum terbina, terbangun dan teraktualisasi dalam sekian lama kehidupan. Pada saat ini kita kembali mencoba mengidentifikasi potensi-potensi yang sudah teraktualisasi dan yang belum, baik dari segi fisik, emosi, sikap, intelektual dan lainnya lagi. Inventarisasi semua hal itu dengan metode perenungan, instropeksi individual, kemudian mintalah pendapat orang lain, sahabat, orangtua, teman kerja atau lainnya untuk membantu mengenali potensi apa saja yang sudah dan belum teraktualisasi.

Identifikasi dan inventarisasi itu merupakan database kita untuk mulai merencanakan pengembangan diri. Database tersebut dapat memberikan informasi tentang potensi-potensi apa yang harus direncanakan untuk mengaktualisasikannya, dan juga bagaimana potensi-potensi yang sudah teraktualisasi dapat dipertahankan dan ditingkatkan kwalitasnnya.

3. Masa Depan. Masa depan adalah sebuah mimpi/imajinasi untuk menjadi apa. Apa yang ada dalam benak dan fikiran tentang masa depan kita? Menjadi orang sukseskah? Menjadi orang bahagiakah? Prinsip dan imajinasi yang menentukan! Kehidupan kita ditentukan oleh pikiran kita sendiri (Muhammad Al Ghazali). Namun dalam imajinasi kita tentang masa depan ada perbedaan orang yang religius dan yang tidak. Orang yang religius memandang bahwa masa depannya bukan hanya pada tahap hidup didunia, tetapi ada hal yang lebih penting lagi adalah masa depan akhirat. Sehingga cobalah latih imajinasi kita untuk memikirkan bagaimana keadaan akhir kita kelak diakhirat bahagiakah atau tersiksa?

II.3 Ciri-Ciri dari Konsep Diri 1. Terorganisasikan Seseorang mengumpulkan banyak informasi yang dipakai untuk membentuk persepsi tentang dirinya sendiri melalui kategori-kategori yang lebih luas dan banyak. 2. Multifaset Individu mengategorikan persepsi diri dalam beberapa wilayah seperti kemampuan akademis dan ketertarikan fisik. 3. Stabil Konsep diri umumnya stabil, tetapi area konsep diri itu berubah secara hirarkis yaitu konsep diri umum.

10

4. Berkembang Konsep diri akan berkembang sesuai umur, kematangan, atau pengalaman dan lingkungannya. 5. Evaluatif Individu tidak hanya membentuk deskripsi dirinya tapi juga menilai dirinya sendiri. II.4 Perkembangan Konsep Diri Terkait dengan pembentukannya, konsep diri mulai berkembang sejak masa bayi dan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan individu itu sendiri. Konsep diri individu terbentuk melalui imajinasi individu tentang respon yang diberikan oleh orang lain. Sasaran Pengembangan Diri. Proses pengembangan diri adalah sebuah proses yang terus-menerus dan integral ,utuh serta bertahap. Proses pengembangan diri meliputi empat unsur dalam aspek kepribadian manusia: Aspek Spiritual, Moral (Truee), Aspek Emosional (Responsible), Aspek Intelektual (Unique), dan Aspek Fisik (Sacrifice). 1. Aspek Spiritual. Meliputi: Iman, Taqwa, Ibadah, Niat, Sopan, Ramah, Siap berkurban, Totalitas, Tepat waktu, Menghormati/menghargai orang lain, Bersih dan berwibawa, Kejujuran, Tegas, Keaslian, Kesetiaan, Ketaatan, Kebenaran, dll. 2. Aspek Emosional. Meliputi: Tanggung jawab, Membantu orang lain, Ingin maju, Rasa ikut memiliki, Mawas diri, Proaktif, Mandiri, Berfikir positif, Inisiatif, Sumbangan kepada semangat kelompok, Hubungan masyarakat, Kepercayaan pada diri sendiri, Kerjasama, Fleksibelitas, Pengambilan resiko, Kemampuan memotivasi bawahan, Keuletan, Kerja keras, Integritas, Empati, Ketegasan, Perhatian terhadap orang lain, dll.

11

3. Aspek Intelektual. Meliputi: Terampil, Trengginas, Merencanakan, Mengorganisasi, Mengkoordinasi, Mensupervisi, Kepemimpinan, dinamika, Kepandaian mencari akal, Kreativitas dan Daya akal, Pengembangan para bawahan, Kemampuan analitis (nalar, logika), Pendelegasian, Pengambilan keputusan, Menyelesaikan masalah,Manajemen konflik, Kemampuan komunikasi (lisan, tulisan), Pengaturan data, Dapat belajar dengan cepat, Dapat mengakses informasi dengan cepat, Mudah mempelajari ilmu baru, dll. 4. Aspek Fisik. Meliputi: Dapat melakukan hajat hidup dengan fisik, Sehat, Tidak cacat karena kecelakaan, Tidak sakit akut atau kronis, Olah raga, Pola makan yang baik, Tinggi badan dan berat badan yang seimbang, Memiliki tenaga yang kuat, Tidak melakukan kebiasaan yang merusak fisik, Merasakan nafas lega, dll.

Prinsip-Prinsip Pengembangan Konsep Diri. 1. Prinsip Keterarahan. Setiap aktivitas pengembangan diri, harus memiliki arah yang jelas yang terdefinisikan dengan tujuan akhir dari pengembangan diri tersebut. Parameter hasil yang kongkrit. Karena sebuah usaha pengembangan diri, tetapi tanpa target, tujuan yang jelas, maka usaha pengembangan diri tidaklah efektif dan maksimal. 2. Prinsip Perencanaan. Aktivitas pengembangan diri merupakan suatu aktivitas yang terencana, bukan sambilan atau insidental. Ia merupakan bagian dari agenda kehidupan kita. Perncanaan pengembangan diri meliputi, target-target waktu, jadwal aktivitas dan evaluasi. 3. Prinsip Kesinambungan. Aktivitas pengembangan diri merupakan aktivitas yang terus-menerus dan tidak berhenti sampai akhir kehidupan kita. Aktivitas pengembangan diri

12

sesungguhnya kehidupan itu sendiri, Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, Hari esok lebih baik dari hari ini. 4. Prinsip Keteraturan. Aktivitas pengembangan diri harus teratur, punya alur yang jelas aspek mana yang akan dikembangkan terlebih dahulu kemudian aspek lainnya menyusul, atau bisa juga secara simultan namun tetap harus merujuk pada prinsip keteraturan. Hal ini untuk mencegah terrjadinya aktivitas yang berlebih-lebihan. 5. Prinsip Kebertahapan. Aktivitas pengembangan diri merupakan sebuah aktivitas yang bertahap dan berproses sesuai dengan karakter fitrah manusia itu sendiri yang berproses baik secara fisik ataupun psikologis. Terdapat hubungan keterkaitan antara satu tahap dengan tahap yang lainnya 6. Prinsip Latihan dan Tindakan. Aktivitas pengembangan diri merupakan aktvitas Learning by Doing atau Experience Learning. Artinya tujuan dari pengembangan diri tidak akan tercapai apabila kita tidak melakukan latihan-latihan dan tindakan-tindakan yang dibutuhkan dalam proses pengembangan diri.

Treatment Pengembangan Diri. Treatment dilaksanakan dengan bersandar pada prinsip-prinsip pengembangan diri diatas. Treatment lebih merupakan sebuah siklus (kesinambungan) yang tidak berhenti. Siklus tersebut adalah: 1. Perenungan. Perenungan merupakan sebuah tahap untuk melihat diri pribadi kita dalam kesadaran yang hakiki, kesadaran spiritual, kesadaran emosional, kesadaran intelektual dan kesadaran fisik. 2. Insight. Hasil perenungan dengan kesadaran hakiki itulah yang akan menimbulkan sebuah pemahaman baru (insight) yang lebih positif dan lebih baik arahnya.

13

3. Motivasi. Dengan pemahaman baru, maka akan muncul sebuah nuansa motivasi untuk berubah dan berbuat. 4. Latihan dan Tindakan Motivasi merupakan sebuah kecenderungan tindakan yang nantinya akan menjadi sebuah tindakan yang nyata, tindakan-tindakan tersebut harus dilatih sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi karakter. 5. Insight dan Evaluasi Latihan-latihan serta tindakan yang dilakukan akan kembali menimbulkan pemahaman baru dan segera dievaluasi untuk kita teruskan menjadi kebiasaan dan karakter kita.

II.5 Pengaruh Konsep Diri Terhadap Hasil Belajar Melihat besarnya pengaruh konsep diri terhadap keberhasilan seseorang, tak heran jika sekolah-sekolah berrupaya untuk mengintegrasikan pembentukan konsep diri ke dalam aktivitas belajar mengajar di dalam dan di luar kelas. Aktivitas sekolah terkait dengan pembentukan konsep diri dilakukan sepanjang masa belajar dari tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi, sebagaimana yang diungkapkan Cotton (1993), meskipun, OMara dkk (2006) menyebutkan bahwa intervensi guru dalam aktivtas kelas untuk pembentukan konsep diri memberikan respon paling nyata ketika siswa berada pada masa sekolah menengah dimana siswa pada usia ini memiliki keterlibatan paling tinggi dalam aktivias kelas dibandingkan dengan rekannya yang lebih muda di sekolah dasar ataupun yang lebih tua di perguruan tinggi. Germer (1974), Cotton (1993), dan OMara dkk (2006) menyatakan bahwa guru memegang peranan kunci dalam aktivitas kelas, dan karenanya kesadaran guru terhadap pentingnya pembentukan konsep diri akan menentukan seberapa jauh pembentukan konsep diri dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas belajar mengajar. Bagaimanakah aktivitas belajar mengajar dapat menjadi media

14

pembentukan konsep diri? Germer (1974) menyatakan bahwa aktivitas kelas yang memungkinkan komunikasi dan partisipasi guru siswa dan siswa siswa secara lebih aktif, akan membantu siswa menjadi individu yang terbuka dan menerima diri sendiri dengan lebih baik sehingga memacu pembentukan konsep diri positif, menjadi individu yang lebih mampu mendengar, merasakan, menghormati, dan menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dengan yang lain. Secara lebih spesifik, Cotton (1993) menguraikan program

pengembangan konsep diri anak dilakukan pada basis yang berbeda, dari mulai kelas, sekolah sampai wilayah. Cotton menyatakan bahwa pembentukan konsep diri di dalam kelas dilakukan dengan memberikan tugas berbasis kelompok dan berorientasi kepada pengembangan kemampuan afektif siswa, serta penggunaan umpan balik terhadap kemajuan pembelajaran siswa, dan mengupayakan partisipasi aktif dan komunikasi yang terbuka antara guru murid walimurid. Ke semua hal tersebut dilakukan melaui berbagai kegiatan kelas seperti rotasi teman sebangku, pembuatan papan apresiasi siswa terhadap siswa yang lain sekaligus pengisian papan pernyataan penyesalan atas kesalahan yang diperbuat siswa terhadap siswa yang lain, pendampingan siswa korban narkoba, pengajaran ketrampilan hidup, penunjukan relawan sebaya sebagai tutor dalam belajar, serta penguatan kemampuan matematika dan bahasa siswa. Program yang dilakukan secara kontinyu tersebut, menghasilkan perubahan positif dalam diri siswa seperti penurunan angka drop out, peningkatan kehadiran siswa, penurunan kegagalan siswa dalam mata pelajaran, dan meningkatnya rasa kepedulian siswa terhadap lainnya. Ciri-ciri Pribadi dan Prilaku orang yang memiliki konsep diri yang positif: a. Merasa yakin atau percaya diri akan kemampuannya untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. b. Merasa setara dengan yang lain c. Dapat menerima Pujian orang lain d. Mampu memperbaiki dirinya apabila mengalami kegagalan e. Mempunyai kepedulian terhadap kepentingan orang lain.

15

Ciri - Ciri Pribadi dan Prilaku yang memiliki Konsep diri yang Negatif : a. Tidak mau dikritik orang lain. b. Senang di puji orang lain. c. Suka meremehkan atau mencela orang lain. d. Merasa tidak disenangi,ditolak atau tidak diperhatikan orang lain. e. Bersikap Pesimis dalam suasana persaingan, atau pesimis akan masa depannya.

16

BAB III PENUTUP III.1 Kesimpulan Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-foktor tersebut terdiri dari teori perkembangan, Significant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat) dan Self Perception (persepsi diri sendiri). 1. Teori perkembangan. 2. Significant Other ( orang yang terpenting atau yang terdekat ) 3. Self Perception ( persepsi diri sendiri ) Pembentukan konsep diri kedalam aktifitas belajar mengajar di dalam dan di luar kelas sangat mempengaruhi pencapaian terhadap akademik siswa. Apalagi guru memegang peranan kunci dalam aktifitas kelas dan mengarahkan siswa untuk membangun konsep diri yang positif melalui kemampuan interpersonal dan intrapersonal yang baik pula. Disamping itu, guru juga meminimalisir konsep diri yang negative. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan belajar pada siswa. III.2 Opini Menurut kami, mempelajari dan memahami tentang konsep diri amatlah sangat penting. Hal ini dikarenakan teori tentang konsep diri ini membantu kami sebagai calon pendidik untuk mengetahui bagaimana cara membantu pembentukan suatu konsep diri yang positif kepada siswa yang akan kami ajar kelak. Dengan konsep diri yang positif, siswa dapat mengetahui tentang gambaran tentang sifat dan kemampuannya, cara berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan dll.

17

DAFTAR PUSTAKA 1. blog.wordpress.com 2. bintangbangsaku.org 3. google.com 4. wikipedia.org 5. buku psikologi pendidikan 6. suhadianto.blogspot.com 7. multiply.com

18