Anda di halaman 1dari 26

PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN

DENGAN METHODE BINA MARGA


Data Lalu Lintas
LHR Hasil Survey Tahun 2006
KR (2 Ton)
Bus (6 Ton)
Truk 2As (10 Ton)
Truk 3As (15 Ton)

=
=
=
=

1584
2
17
0

Dimisalkan nilai
Reliability
=
60
Simpangan Baku
=
0.35
Perkembangan Lalu Lintas
=
8
Umur Rencana
=
10
CBR
=
5
Angka Ekivalen (E) Beban Subu Kendaraan
Depan
Belakang
KR (2 Ton)
1
1
Bus (6 Ton)
2
4
Truk 2As (10 Ton)
4
6
Truk 3As (15 Ton)
6
9

buah
buah
buah
buah

Jalan lokal

%
tahun
%
Depan
0.0002
0.0036
0.0577
0.2923

Belakang
0.0002
0.0577
0.2923
1.4798

Total
0.0004
0.0613
0.3500
1.7721

Nilai E di atas diambil dari Tabel Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur JalanRaya dengan
Metode Analisa Komponen.(Daftar III halaman 10)
Angka Koefisien Distribusi Kendaraan (C)
Kendaraan Ringan*
Jumlah Jalur
1 Arah
2 Arah
1 Jalur
1.000
1.000
2 jalur
0.600
0.500

Kendaraan Berat**
3 Arah
4 Arah
1.000
1.000
0.700
0.500

Nilai C di atas diambil dari Tabel Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur JalanRaya dengan
Metode Analisa Komponen.(Daftar II halaman 9)
* ) Berat total < 5 Ton
** ) Berat total > 5 Ton

PERHITUNGAN LALU LINTAS


Lintas Ekivalen Permulaan (LEP)
LEP
=
Dimana :

KR (2 Ton)
Bus (6 Ton)
Truk 2As (10 Ton)
Truk 3As (15 Ton)

LHR
LHR
i
n
LHR
1584
2
17
0

x
=
=
=

E
x
C
lalu Lintas Harian rata-rata
Perkembangan Lalu Lintas
jumlah tahun Pengamatan
E
0.0004
0.0613
0.3500
1.7721

> Menghitung LET (Lintas Ekivalen Tengah)


LET = LEP
LET = 9.8536
= 9.8536
kend/hr.

C
1.000
1.000
1.000
1.000
Total

(1 + i ) n
=
=

8%
5
LEP(Kndrn/Hr)
0.93097
0.18014
8.74250
0.00000
9.85361

> Menghitung LER (Lintas Ekivalen Rencana)


LER = LET . UR/10
=
9.8536
x
10
10
=
9.8536
kend/hr.
Diketahui :
CBR = 5
IPt
=
DDT = 4.3 log CBR + 1.7
= 4.706

1.5

FR = 2.5

IPo > 4
Dari grafik nomogram pada lampiran 1 didapat :
ITP = 5.15
ITP = 6.4
Dari tabel ITP antara 3.00 - 6.70, didapat
- Bahan lapisan permukaan
:
lapen/aspal macadam, HRA, lasbutag, laston

Lapis permukaan
Lapis pondasi
Lapis pondasi bawah

=
=
=

Laston
lapen/aspal macadam, HRA, lasbutag, laston
batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,
stabilisasi tanah dengan kapur, laston atas
Tetapi yang diperhitungkan disini hanya Lapisan Permukssn saja.
a1 =
0.4
a2 =
0.14
a3 =
0.13
d2 =
20 cm
d3 =
10 cm
ITP
=
a1 d1 + a2 d2 + a3 d3
6.4
=
0.4 d1 + 0.14 . 20 + 0.13 . 10
6.4
=
0.4 d1 +
4.1
d1
=
5.75 cm
=
6.00 cm
Maka lapisan permukaan Aspal adalah
6.00 cm

PERENCANAAN GELAGAR JEMBATAN


PERENCANAAN DIMENSI GELAGAR
Persamaan yang dipakai untuk perencanaan tinggi Balok berdasarkan
SK-SNI - T - 15 -1991 - 03 .
~ untuk dua tumpuan
L/16
~ untuk kantilever
L/8
~ untuk dua ujung menerus
L/21
~ untuk satu ujung menerus
L/18,5
~ nilai diatas berlaku jika fy = 400 Mpa,jika selain dari nilai fy=400 Mpa
maka dikali dengan
0,4 + fy / 700
Dimensi Gelagar Memanjag
Dalam perencanaan ini dipakai persamaan
Panjang Bentang (L) adalah
25 m
gelagar melintang maka panjang bentang menjadi
H=
L/16 =
0.3906
~
Persamaan untuk mencari lebar balok
B=2/3H
=
0.3667
~
Dimensi Gelagar Melintang
Panjang Bentang (L) adalah
H = L/16 =
0.2188
B=2/3H
=
0.3

3.5 M
~
~

untuk dua tumpuan


H=
L/16
Karena Gelagar Memanjng ditumpu oleh 4
6.25 m
0.55 m
=
550 mm
B=2/3H
0.4 m
=
400 mm

0.45 m
0.35 m

=
=

450 mm
350 mm

PERENCANAAN PELAT LANTAI JEMBATAN


Perhitungan Tebal Pelat
Kekuatan beton (f'c)
Kekuatan baja (fy)

=
=

30
MPa
400
MPa
(Diambil 400 Mpa untuk perhitungan tulangan)

Akan direncanakan dengan menggunakan metode perencanaan langsung, sehingga perlu


perlu diadakan pemeriksaan persyaratan SK SNI T-15-1991-03
1 Nilai banding antara panjang dan lebar bentang
l1
25000
=
=
7.1429
l2
3500
2 Pada awal langkah tebal pelat dianggap berada diantara nilai
ln =
25000
2x
t = ln (0.8 + fy/1500)
36 + 9 b
b=
7.142857
24650 (0.8 +
400
1500 )
(minimum)
=
36 .+ 9 x 7.1429
=
262.18
ln (0.8 + fy/1500)
(maksimum)
36
24650 (0.8 +
400
1500 )
=
36
=
730.37
Sehingga tebal pelat diambil sebesar
300
t=

mm

PERHITUNGAN PENULANGAN PELAT LANTAI DENGAN


METODE M.PIGEAUD

Lapis Aus

175

24650

mm

Pelat Beton
u,v

Tul.Pelat

u
B
Gambar Bidang beban roda dan penyebaran beban dalam metode
M.Pigeaud AswaniM.G.,1975
Beban roda diasumsikan 45o sampai ketulangan pelat.Menurut Pedoman Peraturan
Pembebanan Jembatan Jalan Raya(PPPJJR 1987),nilai u dan v ditentukan sebagai
berikut :
u = 500 + 2h
v = 200 + 2h
Dimana :
u
=
asumsi panjang beban roda (mm)
v
=
asumsi lebar beban roda (mm)
h
=
tinggi penyebaran roda (mm)
Mencari Momen Akibat Beban Kendaraan
Penampang Memanjang Jembatan
0.91

6.25

6.25

6.25

6.25

Penampang Melintang Jembatan


1.75

1.75

Data Teknis Pelat Jembatan


Panjang Pelat Beton
Lebar Pelat Beton
Tebal Pelat Beton
Tebal Lapis Perkerasan
Dipakai tulangan
Pelat Tepi :
f1
rm

1.75 m
6.25 m
Gambar Kondisi Beban Pelat
Rasio Panjang terhadap Lebar Pelat
L
k =
f
=
0.8889
B
Koefisien Reduksi Momen (rm) =
Perhitungan Beban Tetap
Brt Pelat Beton (c.ts.L.B ) =
Brt Lap.Prkrsn (b.tp.L.B ) =
Berat Tiang Sandaran
Brt LapAir Hjn(w.tw.L.B ) =
Total, Pd

24
22
24
10

x
x
x
x

6.25
1.75
0.85

0.3
0.06
1.5
0.06

3.1746

x
x
x
x

6.25
6.25
0.15
6.25

x
x
x
x

=
=
=
=

6.25
1.75
0.3
0.06
=
16
= 0.8889
=
0.85

1.75
1.75
0.1
1.75

m
m
m
m
mm

=
78.75
kN
=
14.438 kN
=
0.540
kN
=
6.5625 kN
100.290
kN
100290
N
10.029
Ton

1).Perhitungan Beban Mati


1.75

Rasio Bidang Beban Pelat


u
1.75
=
B
1.75

1.000

v
6.25
=
=
1.000
L
6.25
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 =
0.062
m2 =
0.022

6.25
u

Gambar Beban Mati Pelat


Momen Lentur Beban Mati
Mdlx =
rm . Pd . (m1 + 0,15 m2)
=
0.85
x
100.29
=
5.5666 kNm/m
Mdly =
=
=

rm . Pd . (m2 + 0,15 m1)


0.85
x
100.29
2.6682 kNm/m

x (

0.062

.+(

0.15

0.022

) )

x (

0.022

.+(

0.15

0.062

) )

100

2).Perhitungan Beban Hidup


Beban hidup Berdasarkan PPPJJR 1987
Pl = 0,5 x 20 ton
=
Tinggi Penyebaran Beban Roda

10

ton

0.06
0.30
h

kN

Asumsi Tebal Tebal Beton Yang tidak


berhubungan dengan Tanah dipakai
2 s/d 4 cm.

h
h

0.06
.+ (
0.30
= 0.06
.+ (
0.30
= 0.06
+
0.26
= 0.32200000
m

0.5
= 0.5
= 1.144

+
+
m

2h
0.644

0.2
= 0.2
= 0.844

+
+
m

2h
0.644

Gambar Penyebaran Beban Roda

0.03 . - tul/2)
0.03
0.008

0.135

Kondisi Pembebanan 1
1.75

6.25

Gambar Kondisi Beban Hidup 1


Rasio Bidang Beban Pelat
u
1.144
v
=
=
0.654
B
1.75
L
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 = 0.125
m2 = 0.106
Momen Lentur Beban Hidup Kondisi 1

0.844
6.25

Mll1x =
=
=

rm . Pd . (m1 + 0,15 m2)


0.85
x
100.29
12.011 kNm/m

x (

0.125

.+(

0.15

0.106

) )

Mll 1y =
=
=

rm . Pd . (m2 + 0,15 m1)


0.85
x
100.29
10.635 kNm/m

x (

0.106

.+(

0.15

0.125

) )

Kondisi Pembebanan 2
1.75

(i)

(ii)
-

(iii)
=
u1

2x
u

6.25

u1
2x
x

1m

=
=
=

1.144
0.238
0.119

2x u1

0,381

0,381

2x

Gambar Kondisi Beban Hidup2


Formasi (i)
u = 2 ( u1 + x )

2
x (
1.144
+
= 2.526
v
= 0.844
Rasio Bidang Beban Pelat
u
2.526
v
=
=
1.443
B
1.75
L
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 = 0.063
m2 = 0.059
m1 ( u1 + x ) =
0.063 x (
1.144 +
m2 ( u1 + x ) =
0.059 x (
1.144 +
Formasi (ii)
u = 2x
= 0.238
v
= 0.844
Rasio Bidang Beban Pelat
u
0.238
=
=
0.136
B
1.75
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 = 0.218
m2 =
0.14
m1 . x
=
0.218 x
0.119
m2 . X
=
0.14 x
0.119
Formasi (iii) =
m1 = 0.0796
m2 = 0.0745
-

(i) - (ii)
0.0259
0.0167

=
=

rm

0.85

0.844
6.25

0.119 ) =
0.119 ) =

0.844
6.25

0.135

0.0796
0.0745

v
L

=
=

0.0259
0.0167

0.0087

9.2587 kNm/m

0.008

9.793 kNm/m

0.053627
0.057857

Momen Lentur Beban Hidup Kondisi 2


2P1
Mll 2x
rm
=
(m1+0,15m2)
u1
200
=
0.85
0.0536
+
1.144
Mll 2y

0.119

2P1
(m2+0,15m1)
u1
200
0.0579
+
1.144

0.135

Kondisi Pembebanan 3
1.75

0,572 0,428

6.25
1m

Gambar Kondisi Beban Hidup 3


Formasi (i)
u = 2 ( u1 + x )
=
2
x (
0.572
+
0.428
=
2
v
= 0.844
Rasio Bidang Beban Pelat
u
2
v
=
=
1.143
=
B
1.75
L
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 = 0.0825
m2 = 0.0725
m1 ( u1 + x ) =
0.0825
x (
0.572 +
m2 ( u1 + x ) =
0.0725
x (
0.572 +
Formasi (ii)
u = 2x
= 0.856
v
= 0.844
Rasio Bidang Beban Pelat
u
0.856
=
=
0.489
B
1.75
Dari Grafik M.Pigeaud Diperoleh nilai Koef.Momen :
m1 = 0.152
m2 =
0.12
m1 . x
=
0.152 x
0.428
m2 . x
=
0.120 x
0.428
Formasi (iii) =
m1 = 0.0825
m2 = 0.0725
-

(i) - (ii)
0.0651
0.0514

=
=

v
L

=
=

0.0651
0.0514

rm

0.85

2P1
(m2+0,15m1)
u1
0.238
0.02114
+
0.572

Momen Lentur Beban Hidup Kondisi 3


Mll 3x =
=
=
Mll 3y =
=
=

0.844
6.25

0.428 ) =
0.428 ) =

0.844
6.25

0.135

0.0825
0.0725

0.135

0.017444
0.02114

Momen Lentur Beban Hidup Kondisi 3 Roda 1


2P1
Mll 3x Roda 1
rm
=
(m1+0,15m2)
u1
0.238
0.85
=
0.017444
+
0.572
Mll 3y Roda 1

Mll 1x
+
Mll 3x Roda 1
12.011
+
0.0073
12.019 kNm/m
Mll 1y
+
Mll 3x Roda 1
10.635
+
0.0084
10.643 kNm/m

0.0032

0.0073

kNm

0.0026

0.0084

kNm

Tabel Rekapitulasi Momen


Jenis Beban M Arah x (kNm/m)
Beban Mati
5.567
Beban Hidup1
12.011
Beban Hidup2
9.259
Beban Hidup3
12.019
Momen Rencana
Mx
=
Mdlx
=
5.567
=
17.5851
My
=
Mdly
=
2.668
=
13.3111

+
+
+
+

M Arah y (kNm/m)
2.668
10.635
9.793
10.643

Mllx
12.019
kNm/m
Mlly
10.643
kNm/m

3).Perhitungan Beban Angin


Diambil Beban Aingin ( W )

150

kg/m2
kg/m2

150
1.5
1.75
a1
Reaksi Pada Roda
R
=
50
%
=
0.5
x
=
112.5 kg/m

1.75
a2
x
150

W
x

x
1.5

Dipakai Beban Angin dalam keadaan dengan beban hidup


L
=
ts
+
taspal
+
h
=
0.3
+
0.06
+
1.5
=
1.86 m
Beban Angin pada Gelagar
a1
rm
=
q
R/2
x
L
2(a12+a22)
a1 - a2 Jarak gelagar ke center line jembatan
1.75
0.85
q
=
2x (
3.0625 +
3.0625 )
1.75
=
0.85
104.63
12.25
=
12.70446429 kg/m
Max

May

=
=
=
=
=
=
=
=

q L2
.1/8
x
0.125
x
12.704
992.5362723 kgm
9.9254 kNm
q L2
.1/8
x
0.125
x
12.704
19.45371094 kgm
0.1945 kNm

25

3.5

56.25

1.86

Akibat beban Mati + beban Hidup


Mx
=
1,2 Mdlx + 1,6 Mllx
=
6.6799
+
19.23
=
25.9095522 kNm
My

=
=
=

1,2 Mdly + 1,6 Mlly


3.2019
+
17.029
20.23050319 kNm

Beban T
Beban T adalah beban terpusat,berupa turk dengan beban roda ganda sebesar 10 ton
MT
=
.1/4 P L
=
0.25
x
10
x
25
=
62.50 tm
Pembebanan Berdasarkan PPPJJR 1987
Beban D
L = 25 m , Untuk L < 30
q
=
2.2 t/m
P
=
12 ton
Beban Hidup yang diterima Gelagar
q
s =
Jalar Antara Gelagar
=
q'
=
axs
2.75
a =
Faktor distribusi
=
2.2
2.75
Koefisien Kejut ( K )
q'

=
=

1 +
1 +

50
20
50

20
+

+
1.2667
P
P'
x K
axs
2.75
12
P'
=
x
1
2.75
Momen Beban Hidup + Beban
Kejut
1/8 q' L2
M H+K
=
+
=
109.3750
+
=
169.8295
t.m

1.75

1.400

1.2667

1.75 m
1

t/m

L
25

=
=

1.75

9.673

.1/4 P' L
60.455

Akibat beban Mati + beban Hidup + beban Angin + Beban T + Beban D


Mx
=
(
0.75
(
1,2 Mdlx + 1,6 Mllx + 1,6 Max )
=
(
0.75 x (
0.007
+
0.0192
+
=
0.031342599 +
62.5000
+
=
232.3609
tm
My
=
(
0.75
(
1,2 Mdly + 1,6 Mlly + 1,6 May )
=
(
0.75
(
0.0032
+
0.017
+
=
0.015406322 +
62.5000
+
=
232.3450
tm

) + Bbn T + Bbn D
0.0159 ) + Bbn T + Bbn D
169.8295
) + Bbn T + Bbn D
0.0003
) + Bbn T + Bbn D
169.8295

PERHITUNGAN PENULANGAN
Penulangan Pelat Lantai Arah Memanjang
Mutu Beton K 300 ( f'c = 30 Mpa) fy = 400 Mpa
Pelat Lantai diasumsikan Lebar Permeter 100 cm dan tinggi diambil berdasarkan hasil
perhitungan yaitu 30 cm
b =
1000 mm
f'c =
30 Mpa
d's
1 =
0.85
h

d's =
fy =
h =

b
Gambar potangan melintang
r min
rb

=
=
=

1.4
fy
0.85
0.85

=
As min

As max

1.4
400
fc'
fy
30.0
400

=
x
x

50 mm
400 Mpa
300 mm

0.0035
b

600
+
600
+

600
x

0.85

x
600

fy
400

0.032513
=
=
=

x
r min
0.0035
875.00

b
x
2
mm

=
=
=

0.75
x
0.75
x
6096.09375

rb
0.033
2
mm

Dicoba tulangan tarik


Dicoba tulangan tekan

16
16

x
1000

d
x

250

x
x

b
1000

x
x

250
200

d
250

As
As

=
=

803.8400
1004.800

Kontorl luas tulangan terhadap 0,75 rb


cb
ab

600 d
600 +

=
=

0.85 x
127.5

cb
mm

Gaya tekan Pada Beton


Cc
=
0.85
x
=
0.85
x
=
3251250.00
Asb

Cc
fy

0.75 Asb

ab
127.5
N

x
x

0.75
x
6096.09375

1004.800
200.9600

150.0

b
1000

x
x

f'c
30.0

8128.125

<

803.8400
0.75 Asb

400

Gaya tekan pada tulangan tekan


Cs
=
A's x fy =
=
321536
N

400

=
Cb

=
=

Cc
0,85 x f'c x b
127.500
ab
=
0.85
150.0 mm

803.8400

mm2

8128.125

150.00

mm2

Anggapan tulangan sudah leleh f's = fy


T
=
As x fy =
1004.800
=
401920.000 N

ab

0.85

3251250.00
400

=
=

As - A's =

150000
1000

fy

0.85

mm
127.500
0.85

3251250.00
30.0

Memenuhi syarat

1000

mm

Kontrol
e's > fy / Es
e's

e'y

maka

e's
0.150

Cb . ds
Cb
fy
=
Es
>
>

Mn

Mr
Mr

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
>

150.0
x
150.0

400
210000

50

0.001904762

63.75 )

0.003

0.1500

e'y
0.001904762 Ok......!!!

Momen Nominal
M1
Cc ( d - ab/2 )
=
3251250.00
=
605545312.5
=
605.5453125
=
M2

0.003

Cs ( d - d's )
321536
64307200
64.3072
M1
+
605545312.5
669852512.5
669.8525125

x (
Nmm
kNm

250

x (
Nmm
kNm

250

M2
+
Nmm
kNm

50

64307200

0.8
x
669.8525125
535.88201
kNm >
M terjdi ......Ok ..!!!

232.3609

kNm

Penulangan Pelat Lantai Arah Melintang


Mutu Beton K 300 ( f'c = 30 Mpa) fy = 400 Mpa
Pelat Lantai diasumsikan Lebar Permeter 100 cm dan tinggi diambil berdasarkan hasil
perhitungan yaitu 30 cm
Maka diketahui :
b =
1000 mm
d's =
50 mm
f'c =
30 Mpa
fy =
400 Mpa
1 =
0.85
h =
300 mm
d =
250 mm
Dicoba tulangan tarik
Dicoba tulangan tekan

16
16

250
200

As
As

=
=

803.8400
1004.800

Kontorl luas tulangan terhadap 0,75 rb


cb
ab

600 d
600 +

fy

0.85 x

cb

=
=

150000
1000
0.85

=
150.0

150.00

mm

mm
mm2

127.5

mm

Gaya tekan Pada Beton


Cc
=
0.85
x
=
0.85
x
=
3251250.00
Asb

Cc
fy

0.75 Asb

ab
127.5
N

b
1000

3251250.00
400

=
=

0.75
x
6096.09375

1004.800
200.9600

As - A's =

x
x

x
x

8128.125

8128.125

803.8400
0.75 Asb

<

400

Gaya tekan pada tulangan tekan


Cs
=
A's x fy =
=
321536.000 N

400

=
=

Cb

=
=

Cc
0,85 x f'c x b
127.500
ab
=
0.85
150.0 mm

mm2

mm2

Anggapan tulangan sudah leleh f's = fy


T
=
As x fy =
1004.800
=
401920.000 N

ab

f'c
30.0

803.8400

0.85

Memenuhi syarat

3251250.00
30.0

1000

mm
127.500
0.85

Kontrol
e's > fy / Es
e's

e'y

maka

e's
0.150

Cb . ds
Cb
fy
=
Es
>
>

Mn

Mr
Mr

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
>

150.0
x
150.0

400
210000

50

0.001904762

63.75 )

e'y
0.001904762 Ok......!!!

Momen Nominal
M1
Cc ( d - ab/2 )
=
3251250.00
=
605545312.5
=
605.5453125
=
M2

0.003

Cs ( d - d's )
321536.00
64307200
64.3072
M1
+
605545312.5
669852512.5
669.8525125

x (
Nmm
kNm

250

x (
Nmm
kNm

250

M2
+
Nmm
kNm

50

64307200

0.8
x
669.8525125
535.88201
kNm >
M terjdi ......Ok ..!!!

232.3450

kNm

0.003

0.150

PERENCANAAN TULANGAN GELAGAR MEMANJANG


PEMBEBANAN
Beban Mati
Berat Pelat Beton
Berat Lapis Perkerasan
Berat Lap Air Hujan
Berat Gelagar Memanjang
Berat Gelagar Melintang
Berat Tiang Sandaran
Total Beban Mati
Md

=
=
=
=
=

=
=
=
=
=
=

2.4
2.2
10
2.4
2.4
0.2

x
x
x
x
x
x

0.3
0.06
0.06
0.4
0.35
0.25

x
x
x
x
x

3.5
3.5
3.5
0.55
0.45

=
=
=
=
=
=
=

(q)

1/8 q L2
.1/8
x
0.125
x
4717187.5
47.171875

6.038
x
37737500
kg.cm
t.m

2500

2.52
0.462
2.1
0.528
0.378
0.05
6.038

Beban Hidup dan Kejut


Pembebanan Berdasarkan PPPJJR 1987
Beban D
L = 25 m , Untuk L < 30
q
=
2.2 t/m
P
=
12 ton
Beban Hidup yang diterima Gelagar
q'

q
2.75

axs

q'

2.2
2.75

s =
a =
x

6.25

Jalar Antara Gelagar


Faktor distribusi

=
=

6.25
1

5.000

t/m

27.273

t/m

Koefisien Kejut ( K )
K

1 +

1 +

1.2667

P'

P'

P
2.75
12
2.75

20
50

L
20

50

25

axs
1

Momen Beban Hidup + Beban


Kejut
1/8 q' L2
M H+K
=
+
=
390.6250
+
=
561.0795
t.m
Beban Gempa
Kh
Mgh

Gaya Rem
Rm

=
=
=
=
=

Kr x f x p x b
0.15
x
1
Kh x Md
0.12
x
47.171875
5.660625
tm

=
=

5%
0.05

6.25

.1/4 P' L
170.4545455

( q' L + P'/K)
x (
5.000 x

0.8

25 ) + (

27.27 ./

0.12

1.2667

7.326555024

Beban T
Beban T adalah beban terpusat,berupa turk dengan beban roda ganda sebesar 10 ton
MT
=
.1/4 P L
=
0.25
x
10
x
25
=
62.50 tm
x
1.75
3.5 m
1.75

6.25

6.25

6.25

6.25

25 m

Q
0.875

0.875

Mmax =
(

0.3828

0.875

4.5

.1/2
x
0.875
x
0.3828 q

Mmax =
(

2.3516

) - (

0.1914 q =
0.1436 q =
qeq
=

0.875

=
=
=

RA =

.1/2
x
= 0.3828 q
0.3828 q

0.875

0.875

.1/8 x qeq x L2

Meq
x

0.335 -

Q1
Q2
RA

0.382813

0.875
1.75

0.382813 qeq
0.382813 qeq
0.375 q

0.875

0.875
2.25
+

0.875

1.96875 q

=
=
=

0.3828 q
1.9688 q
2.3516 q

.1/8 x qeq x L

Meq
x

3.125

) - (

0.875
3

10.029

0.382813

1.9688

.1/8 x qeq x L2
7.3486 -

-2.10 q =
4.882813
9.45 q =
4.882813
qeq
=
1.935733
Beban Gelagar Memanjang dan Melintang
Beban Mati (q)
q
=
2
x
1.9357
x
2
Momen =
.1/8 x q x L
=
38.8269392
0.125
x
=
189.5846641 tm

qeq
qeq
q

6.25

38.8269392
2

t/m

1.125

Beban Hidup
=
=

2
x
19.357 t/m

Beban Terpusat
=
2
x
=
105.59 t/m

1.9357

1.9357

Momen Beban Hidup + Beban Kejut


MH+K
=
+
.1/8 x q x L2
=
94.51822917
+
=
259.4955019 tm

5.000

27.273

.1/4 P L
164.9772727

Kombinasi Pembebanan
Mu
=
189.5846641
+
259.4955019
+
62.5000
=
524.5673
tm
Penulangan Balok Gelagar Memanjang
Mu
=
524.5673
tm
524.567346
Mn
=
=
655.7091825
0.8
r min
rb
r max
d

Rn

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

=
=

0.003500
0.032513
0,75 rb
0.75
x
0.024384375
h
550
500 mm
0.500 m
Mn
b.d2
6.557091825
fy / 0,85 f'c
400
0.85
x

5.660625

tm

655709182.5

7.3266

Nmm

550
0.032513
ds
50

400
ds
655709182.5
400
x

30.0

500

15.68627451

1
0.514281712 )
0.4857
)
0.696934924 )
0.019320399
=
x
34

500
As

907.460

mm2

4.258126771

0.85

mm

1/m( 1 - 1 - 2m Rn / fy )
=
0.0638 x (
=
1
.- (
0.0638 x (
1
=
.- (
0.0638 x (
1
=
0.0638 x
0.303065076
=
r b d
Asp
=
0.019320399
x
400
=
2
3864.079719 mm
=

dipakai tulangan dengan diameter


Maka jumlah tulangan adalah :
Asp
n
=
As
3864.079719
=
=
907.460
6
buah tulangan
=
Kontrol Penampampang
As
a
=
=
0,85. f'c. b
0.5338
mm
=

50

5444.760
30.0

400

Momen Rencana (Mr)


= 0,85 . F'c . b . a ( d - a/2 )
0.85
x
30
x
400
x
0.5338
(
500
=
2720926.794 Nmm
<
5245673.46
=
Maka jumlah tulangan ditambah
Asp
n
=
As
3864.079719
=
=
4.258126771
907.460
12 buah tulangan
=
Kontrol Penampampang
As
10889.520
a
=
=
0,85. f'c. b
0.85
x
30.0
x
1.0676
mm
=
Momen Rencana (Mr)
= 0,85 . F'c . b . a ( d - a/2 )
0.85
x
30
x
=
5438947.174 Nmm >
=

400
x
5245673.46

1.0676
Nmm

Perhitungan tulangan Geser


Direncanakan dipakai diameter tulangan geser dengan diameter
Gaya Geser Beton
Vc
.1/6 ( f'c) b d
=
0.1667 ( 30)
x
400
=
182574.1858 N
=
f Vc
0.6
x
182574.1858
=
109544.5115 N
=
Vu

=
=
=
=

.1/2 qL + P
485.33674
+
590.9221945 N
5909.221945 kN

400

500

0.2669 )

20

0.5338

mm

500

105.5855

Gaya Geser yang ditahan tulangan pada tumpuan


Vn

5909.221945
0.6
9848.703242 N
Vn
maka tidak diperlukan sengkang akan tetapi dalam perencanaan ini tetapi
dipakai tulangan sengkang

=
f Vc >>>

Jarak Maximum tulangan sengkang balok


1
16
x
16
x
x
2
48
x
48
3
Lebar balok
4

34
20

f Tulangan pokok
=
544 mm
f Tulangan Sengkang
=
960 mm
400
mm
=

S = ( As fy d ) / Vc

Jadi dipakai tulangan geser ( sengkang ) f 20 jarak

994.07 mm
400 mm

Penulangan Balok Melintang


Mu
=
524.5673
tm
524.567346
Mn
=
=
0.8
r min
rb
r max
d

Rn

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

=
=

Mpa
0.032513
0,75 rb
0.75
x
0.024
h
450
400 mm
0.400 m
Mn
b.d2
11.70909254
fy / 0,85 f'c
400
0.85
x

655.7091825

tm

655709182.5

Nmm

450
0.032513
ds
50

350
ds
655709182.5
350
x

30.0

400

50

mm

15.68627451

1/m( 1 - 1 - 2m Rn / fy )
=
0.0638 x (
1
0.9183602
=
1
.- (
0.0638 x (
1
0.0816
)
=
.- (
0.0638 x (
1
0.285726793 )
=
0.0638 x
0.714273207
0.045534917
=
=
r b d
Asp
=
0.045534917
x
350
x
400
=
6374.888369 mm2
=
34
As
907.460
dipakai tulangan dengan diameter
Maka jumlah tulangan adalah :
Asp
n
=
As
6374.888369
=
=
7.02498002
907.460
8
buah tulangan
=

mm2

Kontrol Penampampang
a

=
=

As
=
0,85. f'c. b
0.813409524 mm

0.85

7259.680
30.0

Momen Rencana (Mr)


= 0,85 . F'c . b . a ( d - a/2 )
0.85
x
30
x
350
x
0.8134
(
400
=
2900919.454 Nmm <
5245673.46
=
Maka jumlah tulangan ditambah
Asp
n
=
As
6374.888369
=
=
7.02498002
907.460
16 buah tulangan
=
Kontrol Penampampang
As
14519.360
a
=
=
0,85. f'c. b
0.85
x
30.0
x
1.626819048 mm
=

350

350

0.4067 )

Momen Rencana (Mr)


= 0,85 . F'c . b . a ( d - a/2 )
0.85
x
30
x
=
5795933.814 Nmm >
=

350
x
5245673.46

1.6268
Nmm

Perhitungan tulangan Geser


Direncanakan dipakai diameter tulangan geser dengan diameter
Gaya Geser Beton
Vc
.1/6 ( f'c) b d
=
0.1667 ( 30)
x
350
=
127801.9301 N
=
f Vc
0.6
x
127801.9301
=
76681.15805 N
=
Vu

=
=
=
=

.1/2 qL + P
485.33674
+
590.9221945 N
5909.221945 kN

400

20

0.8134

mm

400

105.5855

Gaya Geser yang ditahan tulangan pada tumpuan


Vn

5909.221945
0.6
9848.703242 N
Vu
maka tidak diperlukan sengkang akan tetapi dalam perencanaan ini tetapi
dipakai tulangan sengkang

=
f Vc >>>

Jarak Maximum tulangan sengkang balok


1
16
x
16
x
x
2
48
x
48
3
Lebar balok
4

34
20

f Tulangan pokok
=
544 mm
f Tulangan Sengkang
=
960 mm
350
mm
=

S = ( As fy d ) / Vc

Jadi dipakai tulangan geser ( sengkang ) f 20 jarak

0 mm
400 mm

PERENCANAAN ABUTMENT
Untuk analisa abutment dibagi menjadi beberapa pias berbentuk segi tiga dan segi empat.
Adapun dimensi abutment direncanakan seperti yang terlihat pda gambar dibawah :
Perhitungan Pembebanan
Berat Sendiri Abutment
No
Gaya (ton)
G1
0.200
x
0.200
x
2.400
=
G2
0.300
x
1.600
x
2.400
=
G3
0.500
x
0.900
x
2.400
=
G4
0.300
x
0.300
x
2.400
=
G5
0.500
x
0.480
x
2.000
=
G6
0.600
x
3.200
x
2.000
=
G7
0.300
x
2.600
x
2.000
=
G8
0.800
x
3.200
x
2.000
=
G9
0.500
x
0.320
x
2.000
=
G10 0.300
x
0.300
x
2.400
=
G11 0.500
x
3.000
x
2.400
=
Total
17.6800

0.096
1.152
1.080
0.216
0.480
3.840
1.560
5.120
0.320
0.216
3.600

X (m) Y (m)
2.070 5.400
2.120 4.500
1.520 4.145
1.520 3.550
2.510 2.100
1.970 2.100
1.500 2.100
0.970 2.100
0.410 0.570
1.500 0.650
1.500 0.250

Mx (tm)
0.1987
2.4422
1.6416
0.3283
1.2048
7.5648
2.3400
4.9664
0.1312
0.3240
5.4000
26.5421

My (tm)
0.5184
5.1840
4.4766
0.7668
1.0080
8.0640
3.2760
10.7520
0.1824
0.1404
0.9000
35.2686

Jarak X dan Y merupakan jarak dari titik berat terhadap titik yang ditinjau yaitu terhadap titik A
letak titik pusat titik berat
S Mx
26.5421
X
=
=
=
1.5012
m
SV
17.6800
Y

S Mx
SV
x
=
=

Berat Abutmen
=
17.6800
Moment terhadap pusat titik berat

Berat tanah urug / timbunan


No
Berat V ( ton )
a
0.83
x
0.2
x
2.4
b
0.25
x
4.8
x
1.8
c
0.5
x
1.8
x
1.8
d
0.5
x
0.5
x
1.8
e
0.5
x
0.5
x
1.8
f
0.25
x
1.5
x
1.8
Total
5.7534
Berat tanah urug dan pelat injak
Jarak dari titik

SM
SV
30

=
=

Diambil nilai sudut gesek f =


Koefisien Tanah Aktif
Ka
= tg2 (45o - f/2)
= tg2 (
30 )
=
0.3333
Koefisien Tanah pasif
2
o
Ka
= tg (45 - f/2)
2
= tg (
60 )
=
3.00
Koefisien Tanah
No
Berat V ( ton )
Ta1 0,6 . gc . H . L . Ka
0.6
x
2.4
x
5.5
3.5
x
0.3333
Ta2 0,5 . gc . H2 . L . Ka
2
0.5
x
5.5
x
2.4
3.5
x
0.3333
o

35.2686
17.6800
3.5
=
61.8800
x (
30.54282
tm

=
=
=
=
=
=

0.3984
2.16
1.62
0.45
0.45
0.675

5.7534
12.6997
5.7534

9.24

42.35

1.9948

61.8800
1.9948
-

Lengan Thdp titik A


2.5800
2.8800
2.5100
2.5900
0.3000
0.1250

dari titik A

dari titik A

ton
1.5012 )
Moment ( tm )
1.0279
6.2208
4.0662
1.1655
0.1350
0.0844
12.6997

3.50

20.1369

2.2073

dari titik A

ton

Lengan Thdp titik A

Moment ( tm )

2.7500

25.4100

1.8300

77.5005

0,5 . gc . H2 . L . Kp
0.5
x
3.2
3.5
x
3.00
Total

Tp

Jarak dari titik

2.4

0.5000
=

180.6140
S My
Sy

167.4225
167.4225
180.6140

Beban Mati Bangunan Atas


Berat Balok Memanjang
0.55
x
0.4
x
25
Berat Balok Melintang
0.45
x
0.35x (1,75 - 0,2)
Berat Lantai Kendaraan
3.5
x
0.3
x
25
Berat Aspal
3.5
x
0.06
x
25
Berat Air Hujan
3.5
x
0.06
x
25
Berat tiang sandaran

0.927

2.4

2.4

=
=

0.5
x
61.2629875

Beban Mati Permeter Panjang


122.53
=
3.5
Beban Hidup
Lebar jalur lalu lintas

ton

3.08

ton

2.4

63.00

ton

2.2

11.55

ton

=
=

5.25
0.05
122.53

ton
ton
ton

=
=
=
=

122.53

35.00742143

1 +
1 +

1.75

ton

ton

3.500 m, Lebar muatan jalur minimum

2.2
2.75
Koefisien Kejut ( K )
=

dari titik A

39.60

Pembebanan Berdasarkan PPPJJR 1987


Beban D
L = 25 m , Untuk L < 30
q
=
2.2 t/m
P
=
12 ton
Beban Hidup yang diterima Gelagar
q
q'
=
axs
2.75
q'

WDL
RA

64.5120

129.02

50
20
50

1.2667
P
P'
axs
2.75
12
P'
=
1
2.75
Muatan Hidup tanpa kejut
Rh
=
0,5 q' L + 0,5 P
=
0.5
x
20.00
=
319.0909091 t/jalur

Panjang Jembatan
a =
Faktor distribusi

20
+

2.75 m

25

=
=

20.000

25 m
1
t/m

25
x K
x

25

1.2667

138.182

25

0.5

138.182

Muatan Hidup dengan faktor kejut


H+K =
0.5
x
20.00
=
300.030303 ton

25

0.5

138.2

1.2667

Gaya rem bekerja secara horizontal terhadap sumbu jembatan dengan titik tangkap setinggi 1,8 m diatas
lantai kendaraan (PPPJJR halaman II)
Rm

Mm

=
=
=
=
=
=

5
5

% x
Muatan hidup tanpa kejut
%
x
319.0909091
0.05
x
319.0909091
Rm ( h + 1,8 )
15.955
x
( 5.5
+
116.4681818 tm

Akibat gaya gesekan (Friction)


Hf
=
=
0.15
x
Beban Mati
=
0.15
x
61.2629875
Mf
=
Hf
x
4.2
= 9.1894
x
4.2 =

=
1.8

15.95454545 ton
)

9.189448125 ton

38.59568213

ton

Beban Gempa
K
= f
x
G
Untuk daerah Lombok termasuk pada daerah III didirikan diatas pondasi langsung dan tekanan tanah
lebih besar
3
kg/cm2
maka E =
0.03
Berat Abutment akibat beban gempa
No
Gaya (ton)
G1
0.096
G2
1.152
G3
1.080
G4
0.216
G5
0.480
G6
3.840
G7
1.560
G8
5.120
G9
0.320
G10
0.216
G11
3.600
Total
Untuk Abutment dengan panjang
SH
=
0.530
x
3.5
SM
=
1.058
x
3.5
YA

SM
SH

E
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030
0.030

E xG
0.002880
0.034560
0.032400
0.006480
0.014400
0.115200
0.046800
0.153600
0.009600
0.006480
0.108000
0.5304

Y (m)
5.400
4.500
4.145
3.550
2.100
2.100
2.100
2.100
0.570
0.650
0.250

My (tm)
0.0156
0.1555
0.1343
0.0230
0.0302
0.2419
0.0983
0.3226
0.0055
0.0042
0.0270
1.0581

3.5 m
=
1.8564 ton
=
3.703203 tm
3.7032
1.8564

Gaya Gempa akibat tanah urug


No
Berat V ( ton )
Lengan Thdp titik A
a
0.3984
2.5800
b
2.16
3.5800
c
1.62
4.5800
d
0.45
5.5800
e
0.45
6.5800
f
0.675
7.5800
Total
5.7534
akibat bangunan atas E x RA =
0.030
x
YA
=
(1,8 x h) x 2/3
=
6.60000
cm
M
=
1.8379
x
6.600

1.9948

Moment ( tm )
1.0279
7.7328
7.4196
2.5110
2.9610
5.1165
26.7688
61.2629875 =

1.837889625 ton

12.13007153 tm

Gaya Gempa akibat bangunan Atas


No
Berat V ( ton )
a
0.3984
b
2.16
c
1.62
d
0.45
e
0.45
f
0.675
Total
5.7534

Lengan Thdp titik A


5.4000
2.9000
4.6000
2.6330
1.0000
0.7500

Untuk tanah urug dengan lebar


SH
=
5.753
x
SM
=
18.01
x

3.5
3.5

Kombinasi Pembebanan
I . M + H + K Ta (100 %)
Uraian
V (ton)
Beban Abutment
61.8800
Beban bangunan atas
61.2629875
Berban tanah
20.1369
Beban Hidup
300.030303
Tp
Ta1
Ta2
443.3102
Eksentrisitas
B
e =
2
=
=
=
=
=

3
2
1.5
0.3454
0.3454
0.3454

<
<

=
=

3.5 m
20.137 ton
63.03 tm

H (ton)

129.024
9.24
42.35
180.614

S Mx

SV
679.2863

Moment ( tm )
2.1514
6.2640
7.4520
1.1849
0.4500
0.5063
18.0085

X(m) Y(m)
Mx(tm)
1.5012
92.89728
1.5
91.89448125
2.2073
44.4491145
1.5
450.0454545
0.500
2.750
1.830
679.2863

My(tm)

64.512
25.41
77.5005
167.4225

S My
443.3102

167.4225

1.154640343
.1/6 B x 0,91
0.900 ...................................................................Aman

Stabilitas terhadap gaya guling


S Mx
Sf
=
=
S My

Stabilitas Gaya Geser


S V tg f
Sf
=
SH
255.9452578
=
180.614
=
1.417084267
II. Komb I + Rm + F ) x 140 %
Uraian
V (ton)
Kombinasi I
443.3102
Rm
F
443.3102

679.2863
167.4225

4.0573

>

1.5

4.0573

>

1.365 ......................Aman

443.3102

x
180.614

1.5

>

1.365 ......................Aman
X(m)

Y(m)

0.91

tg 30

>

H (ton)
180.614
15.95454545
12.13007153
28.08461698

0.91

Mx(tm)
679.2863

5.500
4.250
679.2863

My(tm)
167.4225
87.75
51.55280398
306.725304

Eksentrisitas
B
e =
2
=
=
=
=
=

3
2
1.5
0.6596
0.6596
0.6596

<
<

S Mx

S My

SV
679.2863

443.3102

0.840407088
.1/6 B x 0,91
0.900 ...................................................................Aman

Stabilitas terhadap gaya guling


S Mx
Sf
=
=
S My

679.2863
306.7253

Stabilitas Gaya Geser


S V tg f
YA
=
=
SH
255.9452578
=
28.08461698
=
9.113361169
III . M + Ta + F + A(125 %)
Uraian
V (ton)
Beban Abutment
61.8800
Beban bangunan atas
61.2629875
Beban tanah
20.1369
BebanHidup
300.030303
Tp
Ta1
Ta2
F
A
Total
443.3102

Eksentrisitas
B
e =
2
=
=
=
=
=

3
2
1.5
0.1601
0.1601
0.1601

<
<

306.725304

443.3102

>

1.5

2.2146

>

1.365 ......................Aman

x
28.08461698
x

0.91

tg 30

1.5

>

1.365 ......................Aman

-129.024
9.24
42.35
12.13007153
-65.30392847

SV
683.9527

2.2146

>

H (ton)

S Mx

0.91

X(m) Y(m)
Mx(tm)
1.54
95.2952
1.5
91.89448125
2.32
46.717608
1.5
450.0454545
0.500
2.750
1.830
4.250
683.9527

My(tm)

-64.512
25.41
77.5005
51.55280398
89.95130398

S My
443.3102

89.95130398

1.339922818
.1/6 B x 0,91
0.900 ...................................................................Aman

Stabilitas terhadap gaya guling


S Mx
Sf
=
=
S My

Stabilitas Gaya Geser


S V tg f
Sf
=
=
SH
255.9452578
=
65.30392847

683.9527
89.9513

443.3102
>

7.6036

>

1.5

7.6036

>

1.365 ......................Aman

x
65.30392847

1.5

tg 30
0.91

0.91

3.91929343

>

1.365 ......................Aman

PERENCANAAN PONDASI SUMURAN


Diketahui atau Direncanakan
Kohesi Tanah ( c )
Sudut Geser ( f )
Berat Jenis Tanah (gt)
Kedalaman Sumur (Df)
Diameter Sumur (B)
Tebal dinding Sumur (ts)
Faktor Aman ( Fs ) diambil antara

=
=
=
=
=
=

0.065
30
0.3
300
200
15
1.5

kg/cm2

t/m2
cm
cm
cm
s/d

Dari tabel Terzagi dengan sudut geser (f) 30o maka diperoleh :
Nc
Nq
Ng

=
=
=

36.595
22.01
19.46

Sehingga diperoleh daya dukung Ultimit (q ult )


gt . DF .Nq
q ult
=
1.3 c.Nc
+
+
=
3.0922775 +
5942700.0000
=
5943053.3723
kg/cm2
=
594.3053
t/m2
q all

=
=

q ult
=
Fs
297.1526686 t/m2

Luas Pondasi Sumuran ( A )


A
=
.1/4
x
=
0.25
x
=
3.140 m2

p
3.14

594.3053
2

x
x

Beban Yang Bekerja Pada Pondasi


Pb
=
A
x
q all
=
3.140
x
297.1526686
=
933.0593794
ton
SV
=
443.3102
ton
SV
443.3102
n
=
=
Pb
933.0594
Dipakai 1 pondasi sumuran

B2
4.00

0.4751

0.3 gt . B .Ng
350.28

Kontrol terhadap tegangan tanah


Kombinasi I
st
=
V / A x (1 (6 . e / B )
V
6.000
x
0.3454
=
st
x 1
A
3.5
443.3102
=
0.592045127
x 1
19.25
=
23.02910081 x 1
0.592045127
)
st1
=
36.66336772 t/m2
<<<
q all
=
2
st2
=
9.394833898 t/m
Kombinasi II
st
=
st

=
=

st1
st2

=
=
=

V / A x (1 (6 . e / B )
V
6.000
x
0.6596
x 1
A
3.5
19.2500
1.130730706
x 1
19.25
1
1.130730706
)
x 1
2
2.130730706 t/m
<<<
q all
=
-0.130730706 t/m2

Kombinasi III
st
=
V / A x (1 (6 . e / B )
V
6.000
x
0.1601
=
st
x 1
A
3.5
19.2500
=
0.274418026
x 1
19.25
=
1
0.274418026
)
x 1
st1
=
1.274418026 t/m2
<<<
q all
=
2
st2
=
0.725581974 t/m
Daya dukung tanah akibat beban pondasi
Luas Penampang Pelat =
3
x
3.5
2
Luas Penampang Sumuran
=
.1/4 p B
=
0.25
x
=
3.140 m2
Berat dinding sumuran =
.1/4 p (B2 - (B - 2t)2) gbeton
=
0.25
x
3.14
x (
=
21.20
ton
Berat beton cyclop
=
=

=
.1/4 p (B - (B - 2t)2) gcyclop
0.25
x
3.14
x (
14.9730
ton

297.1526686 t/m2

......Aman

297.1526686 t/m

......Aman

297.1526686 t/m2

......Aman

10.50 m2
2

3.14

.- (

0.0225

7.20

.- (

0.0225

6.60

Tegangan akibat beban Vertikal


Pada kombinasi I
st1
=
36.66336772
t/m2
maka beban yang diterima
oleh pelat abutment
2
P
=
(A - 1/4 p B ) s
=
19.25
3.14 ) x
36.66336772
=
16.11
x
36.66336772
=
590.6468539 ton
Total Beban yang dipikul tanah dibawah pondasi sumuran
P
=
590.6468539
(
443.3102
+
21.20 +
14.97 )
=
590.6468539
479.4782
=
111.1687
ton
Tegangan yang terjadi pada sumuran adalah
s

P
A

111.1687
3.14

35.40403292 <<<

q all

297.1526686 t/m2

......Aman