Anda di halaman 1dari 1

Kriteria Air Bersih Secara Umum Berdasarkan Kajian Mikrobiologi

Air dalam mikrobiologi dibagi berdasarkan standar kelayakan minum, yaitu diantaranya : 1. Air bersih Air bersih adalah air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kegiatan kelenagsungan hidupnya, bermutu baik dan tidak membahayakan. Berikut merupakan beberapa syarat dari air bersih : Biochemical Oxygen Demand (BOD) : air bersih memiliki kandungan BOD jauh lebih kecil daripada 1 mg/L Total Suspended Solid (TTS) : total kandungan TTS tidak boleh melebihi dari 250 ppm (250mg / L) Chemical Oxygen Demand (COD) : kadar oksigen pada air bersih harus tinggi Dillute Oxygen (DO) : kadar minimum DO pada air bersih adalah 5 ppm MPN Coliform : air yang digunakan untuk diminum dianjurkan tidak memiliki/bebas dari coliorm (air minum), sedangkan untuk mandi/mencuci kandungannya tidak boleh melibihi dari 12 ppm. Air yang tidak memiliki/memenuhi kriteria diatas, maka air tersebut tidak layak dipakai. 2. Air kotor Air kotor merupakan air yang tidak layak pakai karena kulaitasnya lebih rendah dari air bersih. Air kotor dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : a) Air Terkontaminasi Air pada jenis ini wujud fisiknya dapat menyerupai air bersih (jernih, bening, dan tidak berbau) padahal ada kemungkinan terkontaminasi bakteri patogen yang tidak dapat dilihat oleh mata. Selain wujudnya menyerupai air bersih, air jenis ini juga dapat mengandung bahan kimia (bewarna)/berbau sehingga tidak mutlak selalu bening. Air ini dapat diketahui dengan uji kelayakan air. b) Air Tercemar Air jenis ini tidak sama dengqan air yang terkontaminasi. Karena, air terkontaminasi sudah pasti tercemar, sedangkan air tercemar belum tentu terkontaminasi. Air tercemar memiliki bau dan rasa yang tidak enak dan seringkali berwarna. Walau cirinya mirip dengan air terkontaminasi, air tercemar masih lebih tinggi kualitasnya dibanding dengan air yang terkontaminasi.