Anda di halaman 1dari 12

Peran Paradigma Sehat dalam Kesehatan Masyarakat

oleh

Ricko Ciady
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA)

Abstrak:Tindakan promotif dan preventif sebagai sebuah upaya baru dalam memerangi tingginya kasus penyakit di berbagai kalangan masyarakat akibat kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya.Pola pikir masyarakat yang dibiarkan salah selama ini,mengakibatkan kerugian yang besar pada masyarakat sendiri,baik dari beban materi dan non materi ,karena tindakan kuratif dan rehabilitasi yang harus dilakukan apabila masyarakat sudah terlanjur sakit.Padahal banyak sekali kasus penyakit yang terjadi dapat dicegah terlebih dahulu,sebelum penyakit itu menyerang manusia.Pencegahan itu sendiri tidak hanya dilakukan oleh kalangan

medis saja,melainkan menjadi sebuah tanggung jawab bersama antar pihak dalam melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit.Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam hal tersebut,tentu harus timbul sebuah kesadaran pada masyarakat dalam upaya tersebut ,selanjutnya diiringi kemauan dari masyarakat untuk menjalankan pencegahan tersebut di seluruh lapisan masyarakat melalui promosi kesehatan di segala tempat. Kata kunci: paradigma sehat,promotif,preventif, Pendahuluan Sehat sendiri awalnya berasal dari bahasa Inggris kuno heal (hael) yang berarti semua dan selanjutnya dimaknai sebagai keseluruhan dari manusia mencangkup integritas,keadaan dan sikap yang baik. 1 Sebuah pandangan yang umum pun kian berganti mengikuti perkembangan zaman dari masa ke masa yang menentukan konsep sehat sesungguhnya menurut masa tersebut.Sehat juga dimaknai dalam dua pengertian yaitu

positif dan negatif.(1)Sehat positif adalah sehat yang dikenal sebagai pengertian yang di interpretasikan di dalam dasar konstitusi oleh World Health Organization (WHO) ,yaitu sehat adalah keadaan sejahtera sempurna dari fisik,mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.(2)Sehat negatif,yaitu ketidakadaan penyakit .Pengertian ini diadopsi di dalam model kesehatan kedokteran Barat.Adapun pengertian kesehatan menurut Departemen Kesehatan (Depkes) RI dalam UU kes no.2 ,tahun 1992 ,yaitu sehat suatu keadaan sejahtera dari badan,jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dari didasarkan faktor dari diri sendiri sehat dan untuk sendiri seksual.1 dibagi Adapun menjadi sehat fisik,mental,emosional,sosial,spiritual kemampuan

sembuh,sikap,kebugaran

fisik,kekuatan vitalitas,relasi sosial,fungsi dan hubungan psikososial yang baik.2 Selain itu faktor eksternal yang turut mempengaruhi kesehatan sebuah individu adalah lingkungan sekitar yang terbagi lagi di dalamnya fisik,sosial,mental dan spiritual. Di Indonesia sendiri upaya dalam memanjukan kesehatan negeri sendiri telah digagas satu dasawarsa silam dalam bentuk resolusi yang dikenal sebagai Indonesia Sehat 2010.Namun dalam praktik lapangannya,resolusi itu hanya tinggal sebuah resolusi yang hanya berhasil di tulis di kertas saja.Semua itu disebabkan karena kurangnya peran partisipasi masyarakat dalam merealisasikan resolusi itu.Tentu semua ini di dalangi juga oleh pengetahuan yang kurang dari masyarakat sebagai pihak penerima pesan atau pengetahuan dan pemerintah serta tenaga medis sebagai pihak pemberi pesan atau pengetahuan tentang kesehatan.Dan di sini jugalah yang mengakibatkan pindahnya poros pendidikan sehat menjadi promosi kesehatan.3 Selanjutnya upaya dalam promosi kesehatan mengedepankan juga langkah dalam pencegahan penyakit.Dimananya orientasi kerja dari promosi kesehatan barada pada ranah kesehatan masyarakat.Promosi kesehatan juga berkaitan dengan kesehatan mental individu itu sendiri,dalam pengertian individu itu harus tahu dulu akan sebuah kondisi dari sehat itu sendiri.Lalu individu harus

sadar apakah dirinya sudah sesuai dengan apa yang baik dan buruk menurut pengetahuan yang benar.Selanjutnya individu mau untuk berubah apabila dirinya supaya tercegah dari sakit penyakit. 4 Keberhasilan dari promosi kesehatan sendiri didasari kesehatan itu berjalan dengan baik.
5

dari pahamnya individu akan

pengetahuan dan kemampuan bersosialisasi yang baik pula agar promosi Pencegahan merupakan tujuan dari promosi kesehatan.Berbekal dengan pengetahuan seseorang baru dapat merumuskan pencegahan yang tepat dari sebuah masalah yang sedang dihadapi.Dalam konteks paradigma sehat,pengetahuan tentang masalah penyakit ,terutama penyakit-penyakit menular yang mendapat sorotan lebih dalam promosi kesehatan.Dalam merumuskan sebuah pencegahan diperlukan sebuah sikap multi dimensional dan berpikir kristis ,agar rumusan tepat sasaran. Penyuluhan sebagai salah satu media yang dipakai dalam promosi kesehatan.Dan peran dokter sebagai garda pertama dalam memberikan penyuluhan berpeluang peningkatan terhadap besar mutu masyarakat.Sekaligus mereformasi kesehatan masyarakat.6 akibat pola sebagai pihak yang demi ,selain dalam pelayanan kesehatan

Penyuluhan hidup

meningkatkan kesehatan manusia itu sendiri,dapat juga meningkatkan kesehatan lingkungan yang terjadi diharapkan. Promosi kesehatan Promosi kesehatan dapat dilihat sebagai payung yang melindungi kegiatan multidisiplioner yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dahulu lingkungan kulaitas harus masyarakat terus dan masyarakat.Dalam pengetahuan kuantitasnya upaya terlebih termasuk meningkatkan ,yang kesehatan,diperlukan meningkat sehat yang diterapkan oleh manusia itu sendiri guna mencapai kondisi sehat yang

teori,perspektif dan metode dalam pengetahuan kesehatan.Langkah ini disebut sebagai pendidikan kesehatan.Baru apabila pendidikan kesehatan ini diimplementasikan di dalam ranah kehidupan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tersebut baru

hal ini disebut sebagai promosi kesehatan.Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam promosi kesehatan diperlukan sebuah pengetahuan dan kemampuan sosialisasi untuk mengimplementasikan pengetahuan kesehatan yang dimiliki. 5 Maka dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan adalah proses yang dijalankan seseorang untuk meningkatkan kesehatan mereka. Kesehatan seseorang pertama kali dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya dan makanan.Selanjutnya keterampilan dan kemampuan sosial turut andil dalam menjaga keberlangsungan hidup individu itu sendiri.Kesehatan individu itu sendiri selanjutnya juga akan membuat keadaan ekonomi,fisik,sosial dan budaya yang sehat.7 Dasar-dasar dalam promosi kesehatan menurut WHO yaitu: (1) Mengajak seluruh populasi untuk dapat menjaga dan bertanggung jawab dalam kesehatan hidup mereka sehari-hari.(2) Merumuskan langkah kesehatan,memberikan standar yang tinggi terhadap masalah kesehatan.Dan diperlukan peran koordinatif antara berbagai seKtor untuk merealisasikan rumusan tersebut.(3) Meningkatkan cakupan perbedaan pengetahuan,namun tetap saling melengkapi.Mulai dari sektor legislatif dan fiskal,perubahan terstruktur dan pembangunan komunitas untuk pendidikan dan komunikasi.(4) Partisipasi publik yang efektif,diperlukan dalam pembangunan kapasitas individu dan komunitas.(5) kesehatan. Tindakan yang terlihat sebagai hasil yang diperlukan dalam kekuatan mental terintegrasi dalam keberanian individual dan tanggung jawab komunitas dalam kesehatan dengan pembangunan lingkungan sehat yang lebih baik.Dasar-dasar tersebut direflesikan dengan komitmen dari sukarelawan dan pengetahuan umum yang mengatur bagaimana individu harus bersikap.Hal ini berhubungan dengan healthism,sebuah pengertian umum yang dijadikan acuan apabila tersesat.Masalah potensial lainnya,termasuk sikap perhatian berlebih individu daripada masalah kesenjangan sosial jika kurangnya kapasitas dalam perbedaan kalangan sosial untuk mengontrol kesehatan mereka yang tidak Peran dari profesional di bidang kesehatan dalam pendidikan dan dukungan terhadap

tertangani.Perhatian lebih lanjut pada promosi kesehatan mungkin cocok dilakukan oleh beberapa kalangan profesional di bidangnya daripada kalangan bukan profesional. Dari beberapa konferensi internasional,Piagam Ottawa ,dibuat pada Konferensi Pertama Promosi Kesehatan Internasional.Piagam ini terdiri dari tiga strategi utama dalam terciptanya promosi kondisi kesehatan,yaitu kesehatan yang : (1) Advocacy,memastikan baik.(2)

Enabling, dengan membuat lingkungan yang sportif,tetapi juga dengan memberi masyarakat informasi dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk membuat pilihan hidup sehat.(3) Mediation , mediasi dengan antar golongan dalam membuat kebijakan kesehatan dapat berjalan dengan baik.Selain itu Piagam Ottawa memiliki lima kegiatan utama yang bertujuan sebagai gambaran konsep dalam promosi kesehatan,yaitu (1) Membuat peraturan mengenai kesehatan masyarakat. (2) Menciptakan lingkungan yang sportif. (3) Mendukung gerakan kesehatan masyarakat. (4) Membangun keterampilan diri. (5) Orientasi pada pelayanan kesehatan. Ada banyak pemicu potensial antara tanggung jawab individu dan masyarakat untuk sehat,antara tanggung jawab individu dan golongannya dan antara tanggung jawab sukarelawan dan penguasa.Piagam Ottawa mengatasi masalah ini dengan cara melihat individu sebagai pemilik tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dirinya sendiri,tetapi juga memiliki perhatian terhadap kesehatan orang sekitarnya.Bagaimanapu juga,ada sebuah beban tanggung jawab sosial yang besar dalam menciptakan kondisi yang melegalkan orang berkuasa dalam mengatur kesehatan diri sendiri.Mengenali bahwa kesehatan diciptakan untuk mengatur sebuah tujuan dari promosi kesehatan. Pada Konferensi Internasional Promosi Kesehatan kedua di Adelaide,di fokuskan pada peraturan kesehatan masyarakat dalam artian menciptakan lingkungan yang mendukung untuk lahirnya kesehatan dalam masyarakat itu sendiri dan juga berkontribusi dalam mempermudah pilihan untuk hidup sehat.Untuk meyakinkan ,pengetahuan adalah penting dalam memebuhi permintaan dari kelompok yang teracuhkan dan kurang

beruntung dan mengambil tanggung jawab dalam memanstikan bahwa mereka berhak atas menciptakan peraturan kesehatan mereka sendiri untuk diimplementasikan pada pembangunan negaraitu sendiri.Sehingga terlihat bahwa kebijaka kesehatan masyarakat sebagai terbentuk akibat dari perhatian yang tersurat untuk kesehatan dan persamaan dalam seluruh kebijakan dan akuntabilitas dalam memberikan dampak pada kesehatan.Konferensi Adelaide mengidentifikasikan keiinginan yang kuat untuk mendukung dan juga melihat tindakan komunitas memiliki kekuatan besar . Konferensi Sundsvall ,berbicara mengenai masalah lingkungan yang mendukung untuk kesehatan.Dengan tambahan untuk lingkungan fisik,yang diidentifikasikan melalui lingkungan sosial dan pengarug dari nlai-nilai sosial dan budaya dalam sikap.Juga ditekankan tantangan peningkatan nilai tradisional dari pe rubahan gaya hidup,peningkatan isolasi sosial dan hilangnya nilai-nilai yang koheren.Perlunya tindakan di semua lapisan dan antar sektor dan hubungan untuk komunitas.Kunci terpenting dalam tujuan promosi kesehatan demokratis adalah pemberian kekuatan dan dukungan dari komunitas.Yang terpenting dalam pendidikan adalah membawa perubahan kearah yang lebih baik tentang politik,ekonomi dan sosial yang dikenal sebagai hak dasar manusia. Konferensi Internasional Promosi keempat melahirkan The Jakarta Declaration on Leading Health Promotion into the 21 st Century .Deklarasi ini mengemukakan bahwa kesehatan memiliki peran ganda sebagai pemilik hak dan instrumen dalam pembangunan sosial dan ekonomi.Deklarasi ini juga memvisualisasikan ultimate goal atau tujuan akhir dari promosi kesehatan ,yaitu meningkatkan ekspetasi atau harapan kesehatan dengan menyatukan visi berbagai cakupan kesehatan dalam tujuan: (1) Menciptakan pertumbuhan kesehatan yang signifikan. (2) Berkontribusi dalam mengurangi perbedaan. (3) Menjunjung hak-hak kemanusiaan. (4) Membangun sosial yang baik. Deklarasi Jakarta diciptakan berdasarkan komitmen dari kebijakan sebelumnya dimana mulai adanya perhatian terhadap kesehatan keluarga dan komunitas.Diperlukan kerjasama yang kuat dalam promosi kesehatan

termasuk peran swasta. Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut,terciptalah prioritas promosi kesehatan pada abad 21: (1) promosi tanggung jawab sosial terhadap kesehatan. (2) Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan. (3) Menyatukan dan melebarkan peluang kerjasama dalam bidang kesehatan. (4) Meningkatkan kapasitas komunitas dan mendukung upaya perorangan. (5) Menjamin infrastruktur untuk promosi kesehatan. Untuk pertama kalinya resolusi tentang promosi kesehatan digagas dalam Pertemuan Kesehatan Dunia ke 51 di Bangkok pada tahun 1998,sebagai hasil dari lanjutan dalam mendukung Deklarasi Jakarta. WHO mengidentifikasikan beberapa dasar nilai utama dalam gerakan Health for All: (1) Menyelenggarakan pencapaian standar

kesehatan yang tinggi sebagai dasar hak manusia. (2) Menyamakan kepentingan semua pihak pada peraturan kesehatan,penelitian dan penyediaan layanan. (3) Orientasi yang sama dalam peraturan dan strategi agar meningkatkan kebersamaan. (4) Tidak adanya perbedaan jenis kelamin dalam peraturan kesehatan dan strateginya. Dalam Konferensi Dunia Promosi Kesehatan kelima yang diadakan di Mexico tahun 2000.Difokuskan pada menyamakan perbedaan.Kebijakan ini disetujui oleh 87 negara ,termasuk Inggris.Promosi kesehatan sebagai dasar dalam peraturan dan program masyarakat untuk menciptakan kesamaan kesehatan bagi semua.Konferensi Meksiko juga menekankan pentingnya peran sistem politik dan infrastruktur untuk mendukung peraturan kesehatan masyaraka ,meningkatkan investasi kesehatan dan memfasilitasi infrastruktur dalam promosi kesehatan. Piagam Bangkok sebagai respon dari meningkatnya penurunan kualitas kesehatan antar negara,komersialisasi dan pola baru dalam konsumsi dan komunikasi dan juga perubahan lingkungan dunia dan urbanisasi.Hal ini dirumuskan dalam beberapa hal,yaitu: (1) Advocate ,menyelenggarakan kesehatan berdasarkan hak dan kebersamaan manusia. (2) Invest , investasi pada beberapa peraturan,tindakan dan infrastruktur untuk memberantas perbedaan kesehatan. (3) Build capacity , membangun kapasitas dalam kebijakan pembangan,kepemimpinan dan

praktik promosi kesehatan,membagi pengetahuan dan penelitian serta literature kesehatan. (4) Regulate and legislate, regulasi dan legislative dalam menjamin proteksi dari serangan dan ketidaksamaan kesempatan untuk kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (5) Partner and build alliances, membangun non kerjasama dan dan aliasi denga untuk masyarakat,organisasi mendukung tindakan. Empat komitmen utama dalam promosi kesehatan: (1) Sentralisasi agenda pembangunan global,(2) Tanggung jawab utama dalam pemerintahan,(3) Fokus utama pada komunitas dan masyarakat sipil,(4) Persyaratan dalam praktik korporasi yang baik. pemerintah internasional

Preventif Sebagai salah satu tujuan yang utama yang dilakukan di dalam promosi kesehatan dan merupakan salah satu realisasi dalam Piagam Jakarta.Promotif menekankan dan preventif kuratif lebih dan ditekankan dalam kedokteran akan komunitas ,berbeda cakupannya dengan dokter pribadi yang cenderung tindakan rehabilitasi.Pencegahan kepada memberikan banyak manfaat positif pelakunya,akan tetapi

sungguh sedikit orang yang mau melakukannya,karena biasanya segala tindakan pencegahan seperti ini sangat bertentangan dengan arus gaya hidup yang sedang berlaku,namun tidak jarang juga tindakan pencegahan ini dapat menjadi gaya hidup baru yang dianut oleh masyarakat agar memperoleh kesehatan yang diharapkan oleh individu itu sendiri.Pencegahan sendiri lebih menaruh perhatian kepada kesehatan komunitas atau masyarakat luas,guna meningkatkan kesehatan seluruh aspek kehidupan juga.Karena tingkat pertumbuhan dari ekonomi,sosial

dan politik pun juga dipengaruhi oleh tingkat kesehatan individu itu sendiri,baik kesehatan secara jasmani maupun mental.6 Puskesmas Sebagai garda pertama pada layanan kesehatan masyarakat umum.Puskesmas merupakan organisasi pemerintah yang paling dekat dalam melayani kesehatan masyarakat.Puskesmas dibagi menjadi dua menurut kelengkapan fasilitas kesehatan ,yaitu puskesmas pusat dan puskesmas pembantu.Satu puskesmas dapat melayani sekitar 30.000 orang dalam setahunnya.Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap jumlah yang bisa ditangani dari puskesmas pusat dan pembantu.Puskesmas sendiri dibagi menjadi dua menurut cakupan kegiatannya menjadi internal dan eksternal.Kegiatan internal sendiri atau di dalam lingkungan puskesmas sendiri dikatakan lebih mengupayakan kegiatan kuratif dan rehabilitatif.Sedangkan pada kegiatan eksternal yang dilakukan puskesmas,baru nampak sebuah usaha promosi dan preventif yang dilakukan.Seperti pencegahan terhadap penyakit tertentu ataupun upaya peningkatan kesehatan lingkungan setempat.akan tetapi sangat disayangkan apabila akibat otonomi daerah banyak sekali puskesmas yang diprivatisasi menjadi rumah sakit,yang akhirnya mempersempit peluang masyarakat menengah kebawah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang murah dan baik.9 Posyandu Sama seperti puskesmas,akan tetapi posyandu merupakan organisasi masyarakat yang diciptakan oleh RW setempat,bukan oleh pemerintah.Namun dalam praktiknya tenaga medis yang ada di sediakan oleh puskesmas yang ada di wilayah itu.9 Kesimpulan Paradigma sehat diperlukan di dalam kesehatan masyarakat.Pendidikan kesehatan pada masyarakat sudah tidak pada masanya lagi apabila masyarakat hanya diberikan teori saja,tanpa adanya

upaya yang memngerakan masyarakat untuk mengimplementasikan segala teori yang di dapat dari penyuluhan

Referensi 1. Naidoo J,Wills J.Health promotion : foundation for practice.2 nd ed.Bailliere Tindall.2000 2. Lucas K,Llyod BB.Health promotion:evidence and experience.2005 3. Tones K,Tilford S.Health promotion : effectiveness,efficiency and equity.3rd ed.Cheltenham Uk:NelsonThornes 2001 4. Power A K.Transforming the nations health:next step in mental health promotion.American Journal of Public Health.2010;100(12):2343-5 5. Gullota TP,Bloom M.Encyclopedia of primary prevention and health promotion.New York :Plenum Publishing.2003 6. Minelli MJ,Breckon DJ.Community health education:setting,roles and skills.5th ed.Sudbury MA,USA:John and Barlett Publishers.2009 7. Green J,Tones K.Health promotion:planning and strategies.2nd ed.USA:SAGE .2010 8. Wallace RB.Public health and preventive medicine.15 th ed. USA :The McGraw-Hill.2008 9. Rokx C,Giles J,Satriawan E,Marzoeki P,Harimurti P.New insight into the provision of health services in Indonesia:a health workforce study.Washington,DC : World Bank.2010

PARADIGMA SEHAT DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

RICKO CIADY 102010282 Kelompok E7

6 Desember 2010

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA