Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Proses organogenesis merupakan suatu proses pembentukan macam-macam organ

yang berasal dari tiga lapisan germ layer yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm akan membentuk suatu bumbung yang nantinya akan berkembang menjadi jaringan atau sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu dengan yang lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu individu. Pembentukan macam-macam organ tersebut dapat diamati pada embrio ayam, yang digunakan pada percobaan ini, dimana pada jam-jam tertentu dapat ditentukan organ apa saja yang telah terbentuk. Diantaranya usia 19 jam telah terbentuk somit, 24-96 jam telah terbentuk usus atau saluran pencernaan, 33-72 jam telah terbentuk otak, 96 jam telah terbentuk sistem urogential dan seterusnya.

1.2

Permasalahan Permasalahan yang dihadapi dalam percobaan ini adalah bagaimana menjelaskan

tahap-tahap pembentukan beberapa organ turunan ektoderm, endoderm serta mesoderm.

1.3

Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menjelaskan tahap-tahap pembentukan

beberapa organ turunan ektoderm, endoderm serta mesoderm

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Transformasi dan Diferensiasi Transformasi dan differensiasi bagian-bagian embrio bentuk primitif berupa :

a.

Ekstensi dan pertumbuhan bumbung-bumbung yang berbentuk tubulasi. Tubulasi merupakan pertumbuhan mengiringi pembentukan gastrula. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung. Tubulasi terjadi mulai dari daerah kepala sampai ekor. Kecuali mesoderm hanya berlangsung di daerah trunkus embrio.

b. c. d. e. f.

Evaginasi dan invaginasi daerah tertentu setiap bumbung. Pertumbuhan yang tidak merata pada berbagai daerah bumbung. Perpindahan sel-sel dari satu bumbung ke bumbung yang lain. Petumbuhan alat, seperti jaringan yang berasal dari berbagai bumbung. Pengorganisasian alat-alat menjadi sistem yaitu sistem pencernaan, peredaran darah, urogenital, dan lain-lain.

g.

Penyelesaian bentuk embrio secara terperinci, halus dan individual (Nurhayati, 2004). Dalam organogenesis ada 2 hal yang perlu dicatat :

1.

Setiap embrio mengalami embriogenesis dengan menempuh tahap-tahap embriogenesis yang dimiliki leluhur secara evolusi.

2.

Berhubung dengan rekapitulasi pertumbuhan di atas ada beberapa bagian tubuh embrio yang pada suatu ketika berkembang lalu susut dan hilang, atau berubah letak dan peranan dan dibandingkan dengan asal-usul susut dan tak berperanan tapi jadi berkembang (Nurhayati, 2004).

2.2

Organogenesis pada Bumbung-Bumbung Organogenesis mencakup organisasi sel-sel menjadi berbagai lapisan dan kelompok

yang akan membentuk struktur-struktur tubuh. Mencakup pula pembelahan sel dan gerak sebenarnya dari sel-sel tersebut dari suatu tempat ke tempat lain pada embrio (Yatim, 1994).

Bumbung ektoderm , germ layer ektoderm akan menumbuhkan kulit, rambut, kuku, seluruh system saraf termasuk sel reseptor, medulla adrenal (Kimball, 1996). Bumbung epidermis, menumbuhkan: 1) Lapisan epidermsi kulit dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik, bulu, kuku, tanduk, cula dan taji. 2) Kelenjar-kelenjar kulit; kelenjar minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar ludah, kelenjar lendir dan kelenjar airmata. 3) Lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra peraba. 4) Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya seperti enamel (email) gigi, kelenjar ludah dan indra kecap. 5) Proctodeum, menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam. 6) Lapisan enamel gigi.

Bumbung endoderm (metenteron), menumbuhkan: 1) Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan sejak faring sampai rektum. 2) Kelenjar-kelenjar pencernaan hepar, pancreas serta kelenjar lendir yang mengandung enzim dalam eesophagus, gaster dan intestinum. 3) Lapisan epitel paru dan insang. 4) Cloaca yang jadi muara ketiga saluran; pembuangan (ureter), makanan (rectum) dan kelamin (ductus genitalis). 5) Lapisan epitel vagina, urethra, vesica urinaria dan kelenjar-kelenjarnya.

Bumbung neural (saraf), menumbuhkan: 1) Otak dan sumsum punggung 2) Saraf tepi otak dan punggung 3) Bagian persarafan indra, seperti mata, hidung dan raba. 4) Kromatofor kulit dan alat-alat tubuh yang berpigmen.

Bumbung mesoderm, germ layer mesoderm akan menumbuhkan otot, darah dan pembuluh darah, jaringan konektif termasuk tulang, ginjal, ureter, testis, ovari, oviduk, uterus, mesenteri dan sistem limfatik (Kimball, 1996). Bumbung mesoderm menumbuhkan banyak ragam alat;

1) Jarungan pengikat dan penunjang 2) Otot; lurik, polos dan jantung 3) Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan (sedikit ada juga mesenkim dari bumbung epidermis). 4) Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya. 5) Ginjal dan ureter 6) Lapisan dan jaringan pengikat serta berbagai saluran dalam tubuh 7) Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat; pleura, pericardium, peritoneum dan mesenterium 8) Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas dan kelenjar buntu 9) Lapisan dentin, cementum dan periodontium gigi, bersama pulpanya (Yatim,1994) Bagian mesoderm dapat dibentuk tiga bagian, yaitu mesoderm dorsal atau mesoderm segmental membentuk somit, pada somit-somit sehingga terjadi rongga miosol. Mesoderm intermedier tidak bersegmen tetapi walaupun demikian membentuk nefrotom yang bersegmen-segmen. Mesoderm lateral terdiri dari lapisan somatis dan lapisan splankhnis yang melebar jauh di luar embrio, karenanya pada selom dapat dibedakan dua daerah yaitu intra dan ekstra embrionik selom (Saunders, 1982). Pada awal organogenesis terjadi differensiasi pada bumbung mesoderm; a) Epimere Bagian sclerotome memisahkan diri dari somit berupa sekelompok sel mesenkim, pindah ke median mengelilingi notochord dan ke dorsal mengelilingi bumbung neural. Keleompok sel mesenkim ini membentuk bertebrae yang menyelaputi notochord dan bumbung neural. Somit kemudian kembali menyusun diri menjadi bumbung yang terdiri dari 2 bagian, yakni Dermatome (sebelah luar) yang menghasilkan mesenkimyang akan berpindah ke bawah epidermis membentuk lapisan dermis dan Myotome (sebe;ah dalam). Rongganya disebut myocoel sekunder. b) Mesomere Dibedakan atas 2 daerah, yaitu genital ridge yang mengandung sel-sel untuk membina gonad. Sel-sel induk benih (promordium germ cells) datang ke dalam dari kantung yolk untuk jadi gamet. Nephrotome tumbuh menjadi ginjal dan saluran-salurannya.

c) Hypomere Somatic mesoderm menumbuhkan lapisan dermis kulit di daerah lateral dan ventral embrio. Somatic mesoderm dan splanchnic mesoderm akan menumbuhkan kantung insang di daerah faring foregut yang berpasangan dan selaput rongga tubuh serta yang mengikat alat dalam (Yatim, 1994). Mekanisme differensiasi derivat ketiga lapis benih dipengaruhi oleh; 1. Inti, mengandung bahan genetis sektor heterokromatin yang giat melakukan transkripsi dan eukromatin yang sednag dormant, keduanya yang mengontrol seluruh kegiatan sel. 2. Sitoplasma, perbedaan zat, eutoplasma atau yolk. Daerah yang lebih tinggi kadar yolknya lebih lamban bermitosis, bergerak pindah atau berpindah letak akan tetapi lebih banyak mendapat suplai nutrisi daripada sel lain 3. Lingkungan mikro, susunan dan konsentrasi zat medium sel (cairan interselluler) yang bervariasi. 4. 5. Fisik, lingkungan tak selalu sama antara suatu sektor blastomer dengan sektor lain. Hormon, mengontrol pertumbuhan setelah organizer berhenti bekerja (Yatim, 1994).

2.3

Organogenesis pada Embrio Ayam Embriologi sebenarnya adalah suatu satuan proses yang sangat majemuk, tetapi untuk

memudahkan pengertiannya proses itu dibagi menjadi 6 tahapan. Batas antara tahapan itu sebenarnya juga tidak jelas, ada yang tumpang-tindih satu dengan yang lain. Stadium morula merupakan tahap pertama dalam embriologi. Sel-sel hasil pembelahan masih bergandengan satu dengan yang lain. Sel orisinil (zigot) tetap saja besarnya, hanya membelah dan tiap belahan tumbuh mencapai besar tertentu. Sel yang membelah itu hanya terdapat pada sel-sel dalam kutub animal. Pembelahan sel-sel morula selanjutnya membentuk bola sel-sel yang berongga (blastula). Rongga itu disebut blastocoel (Brotowidjoyo, 1994). Perkembangan embrional dimulai dengan persatuan sel kelamin jantan dan betina (singami), diikuti dengan fusi kedua intinya (kariogami). Beberapa hewan, telur dapat berkembang tanpa melalui pembuahan, yaitu melalui suatu proses yang disebut

partenogenesis. Tubuh hewan dewasa mengalami pembelahan yang dapat dikatakan lebih jarang, karena hanya beberapa jaringan tertentu yang masih memperlihatkan aktivitas pembelahan sel. Perbedaan ditunjukkan pada individu muda, teristimewa di dalam embrio, pembelahan sel begitu aktif. Hal yang perlu diingat bahwa pembelahan sel merupakan dasar pertumbuhan embrio (Soeminto, 2000). Urutan alur pembelahan segmentasi pada ayam sama dengan pada amphioxus maupun katak. Alur pertama yaitu meridional, kedua meridional tegak lurus pembelahan pertama, ketiga latitudinal, keempat meridional, dan kelima latitudinal. Setelah pembelahan kelima selesai, embrio tersusun dari 32 blastomer dan dicapai stadium morula. Blastulasi ayam sama dengan blastulasi pada telur ikan, yaitu dengan terbentuknya rongga segmentasi di antara selsel blastomer di permukaan dengan yolk yang ada di bawahnya. Atap blastosol terdiri dari selsel blastomer hasil segmentasi sebelumnya, dengan lantai permukaan yolk dan pada bagian lateralnya terdapat zona penghubung yang terdiri dari blastomer yang berlekatan di bawahnya. Tahap selanjutnya, yaitu gastrulasi, terjadi melalui epiboli sel-sel permukaan, involusi dan delaminasi (Soeminto, 2000). Menurut Huettner (1961), embrio ayam pada stadium 24 jam bagian yang terbentuk masih sederhana. Adapun struktur embrio yang telah terbentuk yaitu stria primitiva, mesoderma, proamnion, mesenkim, pulau-pulau darah, somit, usus depan, notochord, lipatan neural dan vesikula amnio-kardiak. Bagian yang aktif pada pembelahan sel telur ayam adalah keping lembaganya (blastodiskus). Pembelahan sudah dimulai ketika telur melalui oviduk yang jalannya berputarputar sehingga albuminnya turut berputar disebut kalaza dengan fungsi kalaza untuk menjaga agar sel telur tetap terletak sentral di dalam albumin dan keping lembaganya selalu menghadap ke atas (Nelson, 1953). Notochord tumbuh ke bagian depan nodus hensen, segaris dengan stria primitiva yang menghilang. Permukaan pembentukan daerah embrio yaitu dengan terbentuknya keping neural. Keping neural akan membentuk lipatan neural. Lapisan anterior dari keping neural membentuk suatu peninggian dan tumbuh kebagian depan di atas ectoderm. Kemudian lipatan kepala yang terbentuk akan berdiferensiasi menjadi kepala. Daerah antara lipatan kepala dan ectoderm, sebelah bawahnya terbentuk suatu struktur yang mempunyai kantong yang disebut kantong subsefalik (Yatim, 1982).

Gambar skematis embrio ayam umur 24 jam Embrio yang telah berumur 24 jam, lipatan neuralnya mendekat satu sama lain. Persatuan lipatan neural pertama-tama terjadi di bagian depan somit pertama. Embrio umur 33 jam, bumbung neural yang telah terbentuk dapat dibedakan menjadi bagian anterior yang agak lebar, bagian tengah, serta posterior yang menyerupai bumbung. Persatuan lipatan neural yang paling akhir, terjadi di bagian depan dan di belakang, sehingga terbentuk lubang-lubang neuroporus-anterior dan posterior. Belakang somit terakhir terdapat lipatan neural yang

mengembang dan menghilang dalam ectoderm (Yatim, 1982). Bagian belakang lipatan neural membatasi suatu daerah dangkal pada ectoderm yang disebut sinus phromboidalis. Stria primitiva terus makin menghilang. Daerah diantara kedua lapisan ectoderm dari tiap lipatan neural yang menyatu terlepas sel-sel yang akan menjadi dua batang neural crest di kiri-kanan bumbung neural. Neural crest ini bersegmen dan merupakan primordial dari akar dorsal saraf spinal dan juga ganglia dari sistem saraf otonom (Yatim, 1982). Bagian mesoderm dapat dibentuk tiga bagian, yaitu mesoderm dorsal atau mesoderm segmental membentuk somit, pada somit-somit sehingga terjadi rongga miosol. Mesoderm intermedier tidak bersegmen tetapi walaupun demikian membentuk nefrotom yang

bersegmen-segmen. Mesoderm lateral terdiri dari lapisan somatis dan lapisan splankhnis yang melebar jauh di luar embrio, karenanya pada selom dapat dibedakan dua daerah yaitu intra dan ekstra embrionik selom (Saunders, 1982). Menurut Djuhanda (1981), embrio utuh akan membentuk 12 somit pada umur inkubasi 22 jam. Embrio ayam yang diinkubasi selama 33 jam akan memperlihatkan tahap-tahap pokok perkembangan dan pembentukan sistem syaraf pusat dan sistem sirkulasi. Selama periode inkubasi 33 jam menunjukan adanya perubahan pada daerah usus depan dan somit serta diferensiasi pada mesoderm luser media yang menandai pembentukan organ urinaria. Vesikula optika tersusun sebagai sepasang pertumbuhan kolateral prosencephalon. Vesikula ini secara meluas dan menduduki seluruh luas kepala. Rongga vesikula optika (optisol), pada mulanya mempunyai hubungan yang luas dengan rongga prosencephalon.

Gambar skematis embrio ayam umur 33 jam. Embrio ayam yang telah diinkubasi selama 72 jam memiliki 35 pasang somit. Embrio mengalami pelekukan servikal, sehingga daerah rhombencephalon berada di sebelah dorsal dan telencephalon mendekati perkembangan jantung. Lipatan kepala makin

berkembang ke arah posterior, sebaliknya dengan amniotic tail fold (berkembang ke arah anterior), dan lateral body fold semakin menutup. Mata terletak lebih ke arah kaudal dari pada otosis. Daerah ventro-lateral rhombencephalon menjadi tempat berkembang derivat neural crest berupa pasangan ganglion saraf-saraf kranial. Di daerah setinggi AIP, terjadi penebalan mesoderm yang akan berkembang menjadi upper limb bud atau wing bud, merupakan primordia sayap, sedangkan di daerah cauda dibentuk lower bud yaitu primordia kaki (Syahrum, 1994).

Gambar skematis embrio ayam umur 72 jam. Permukaan blastoderma area opaka menjadi bertambah lebar, pada bagian posterior tampak berbintik bintik, yaitu pulau-pulau darah yang kelak akan menjadi sebagaian besar sistem pembuluh ekstra embrional. Area opaka yang berbintik-bintik sekarang disebut area opaka vaskulosa. Bintik-bintik tersebut disebabkan penebalan-penebalan setempat pada mesoderm yaitu pada lapisan splankhnis. Mula-mula pulau-pulau darah merupakan kumpulan

sel-sel yang kompak, selanjutnya terjadi rongga dan terpisah menjadi kumpulan sel-sel sentral. Sel-sel sentral ini kelak akan menjadi butir-butir darah yang mengandung hemoglobin, sedangkan sel-sel perifer yang tinggal, membangun dinding pembuluh darah yang disebut endothelium. Pulau-pulau darah itu sedemikian banyaknya, sehingga bersentuhan satu sama lain, dan terjadi suatu jaringan pembuluh kapiler yang disebut retikulum. Akhirnya ronggarongga di dalam pulau darah tersebut diisi dengan plasma darah (Balinsky, 1970).

BAB III METODOLOGI

3.1 3.1.1

Alat dan bahan Alat Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu mikroskop.

3.1.2

Bahan Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain; foto, slide dan preparat Whole Mount

Embrio ayam berbagai umur.

3.2

Cara Kerja

3.2.1 Turunan ektoderm dan endoderm Dipelajari organogenesis dari organ-organ turunan ektoderm dan endoderm yang tertera pada tabel (dalam buku petunjuk praktikum) pada embrio ayam umur 24 sampai 96jam. 3.2.2 Turunan mesoderm Dipelajari organogenesis dari organ-organ turunan mesoderm pada embrio ayam umur 24-96 jam. - Sistem peredaran darah - Sistem urogenitalia - Tunas anggota badan

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan 4.1.1 Neurulasi pada Embryo ayam No. 1. Gambar Embrio ayam umur 24 jam preparat awetan Uraian merupakan organogenesis dari embrio ayam yang berumur 24 jam lipatan neural telah mendekat satu sama lain, terbentuk 6 somit, pembuluh darah, dan sistem pencernaan.

2.

Embrio ayam umur 24 jam skematis

khorda timbul di bawah lipatan neural pada sumbu tengah embrio mesoderm pada kedua belah notochord berdiferensiasi mesoderm mesoderm mesoderm dorsal lateral lebih tebal dan menjadi somit-somit

melebar

diantara

ektoderm dan endoderm

3.

Embrio ayam umur 24 jam sayatan

pada sayatan melintang melalui usus

melintang melalui usus depan

depan dapan dilihat terdapat bibir dorsal, blastoporua, sumbat yolk, dan arkenteron

4.

Embrio ayam umur 24 jam sayatan melintang porta usus depan

pada bagian atas terdapat ektoderm kepala, dan neural crest hypomere dibedakan atas 2 lapis yaitu mesoderm splanchnic gabungan splanchnic antara dengan lapisan lapisan mesoderm endoderm somatik dan mesoderm

disebut splanchnopleure

5.

Embrio ayam umur 24 jam sayatan melintang melalui usus tengah

pada sayatan melintang melalui usus tengah terdapat keping neural, parit neural, lipatan neural, ektoderm kepala, mesenkim kepala, notochord, dan usus tengah notochord pembumbungan notochord bersifat masif sejak terbentuk pada tingkat gastrula tidak mengalami

6.

Embrio ayam umur 33 jam preparat awetan

terjadi proses pertumbuhan pembuluh darah bersama darahnya darah dan pembuluh tumbuh dari pulaupulau darah yang terdapat pada splanchnic mesoderm di daerah yolk, di bawah embrio pulau-pulau darah terlihat pada daerah area opaca yang disebut area opaca vasculosa

7.

Embrio ayam umur 33 jam sayatan melalui vesikula optik

amnion terbentuk dari sebuah lipatan melintang sehingga di daerah anterior kepala embrio somatopleum akan

terangkat dan setelah menutupi kepala embrio lipatan akan membalik ke

posterior sebagai lipatan kepala sehingga membentuk tudung kantong amnion terpisah dari khorion kecuali di daerah cincin pusar jaringan

8.

Embrio ayam umur 33 jam sayatan melalui mesensefalon

ekstraembrional

mesoderm

tumbuh berupa delaminasi dari lapisan dalam trophoblast, yang kemudian

menyelaputi amnion, kantong yolk dan allantois di sebelah luarnya gabungan mesoderm (epidermis) antara dengan lapisan lapisan somatik ektoderm

9.

Embrio ayam umur 33 jam sayatan melalui plakoda dan otik

terdapat plakoda otik, lipatan kepala, farink, mesokardium rongga dorsal, perikardial,

epimiokardium,

kantung yolk, somato pleura, aorta dorsal, endokardium, dan rhombensefalon

10.

Embrio ayam umur 33 jam sayatan melalui porta usus depan

terdapat

rongga

embrionik,

rhombensefalon, somatopleura, porta usus depan, vena vitelin, kantung yolk, neural crest, dan dorsal aorta vena vitelin terbentuk dari jantung kapiler subintestinal di bagian posterir dorsal aorta terbentuk dari jantung kapiler supraintestinal terdapat spinal cord, somit, nefrotom, rongga ekstraembrionik, usus tengah, aorta dorsal, dan ektoderm somit merupakan potongan-potongan

11.

Embrio ayam umur 33 jam sayatan melalui nefrotom

epimere menurut letak anterior-posterior

12.

Embrio ayam umur 48 jam preparat awetan

akan membentuk hidung dan telinga sampai umur 72 jam hati juga akan terbentuk sampai umur 96 jam telinga terdiri dari telinga dalam, tengah, dan luar plakode telinga berasal dari invaginasi ektoderm yang menjulur ke dalam dermis sekitar rhombosefalon hati berkembang relatif cepat, mula-mula terdapat dua lobus di kanan dan kiri yang sama besar plakode

13.

Embrio ayam umur 48 jam sayatan melalui vesikula optik

telinga

tengah

berkembang

menjadi telinga tengah dan telinga dalam telinga luar berasal dari 5-7 titik tumbuh epidermis disekitar tempat plakode telinga dalam perkembangan hati bermula dari tonjolan di sebelah ventral usus di daerah gerbang usus anterior

14.

Embrio ayam umur 48 jam sayatan melalui mata

tonjolan

kranial

bercabang

dan

membentuk epitel sel hati terdapat vena kardinal anterior, aorta dorsal, lengkung aorta I, cawan optik, pembuluh vitelin

lensa mata telah terbentuk notochord masih bersifat masif tonjolan kepala disebut dengan head fold tonjolan ekor disebut dengan tail fold tonjolan kepala dan ekor tersebut berada diatas jaringan ekstraembrional

15.

Embrio ayam umur 48 jam sayatan melalui bagian-bagian jantung

aorta akan mengalami penurunan somit merupakan potongan-potongan

epimere menurut letak anterior-posterior pertumbuhan amnion ada dua macam yaitu pelipatan somatopleure, dan peronggaan embrioblast proses peronggaan disebut dengan kavitasi korion merupakan kantung besar dan umum yang menyelaputi kantung yolk dan allantois 16. Embrio ayam umur 48 jam sayatan melalui mesonefros pada somit terjadi pelipata splanchnic mesoderm bersama endoderm daerah midgut (splanchnopleure), sehingga

terjadi dua daerah coelom, yaitu coelom intraembrional, ekstraembrional di dalam jaringan ekstraembrional terdapat suatu rongga yang disebut dengan rongga ekstraembrional atau rongga embrionik dan coelom

17. Embrio ayam umur 72 jam preparat awetan

usus tengah telah terbentuk

akan terbentuk paru-paru dan pankreas sampai umur 96 jam paru-paru pencerernaan pankreas dibentuk dari diverkulum yang berasal dari sebelah dorsal dan ventral saluran pencernaan tempat di sebelah caudal kantong empedu penbentukan sistem peredarah darah juga akan merlanjut pada umur 72 jam ini berasal dari saluran

18.

Embrio ayam umur 72 jam sayatan melalui farink dan turunannya

terdapat rongga amnion, somit, spinal kord, notochord, mesensefalon, vena

kardinal anterior aorta akan mengalami penurunan somit terbentuk secara bertahap yaitu mulai dari anterior ke posterior, sehingga ada yang menetapkan tingkat-tingkat

pertumbuhan dari embrio menurut somit yang telah terbentuk

19.

Embrio ayam umur 72 jam sayatan melalui paru-paru, jantung, dan mata

telah terbentuk retina yang terdiri dari lapisan berpigmen, lapisan saraf, dan vesikula lensa epimere terdiri dari tiga daerah yaitu dermatome (sebelah (sebelah luar), myotome scleretome

pinggir

dalam),

(sebelah dalam)

katung yolk berasal dari diverculum ventral midgut peredaran darah ke kantung yolk

berfungsi untuk mengangkut sel induk darah dan sel induk benih

20.

Embrio ayam umur 72 jam sayatan melalui porta usus depan

tunas sayap dan lipatan tubuh secara lateral telah terbentuk dinding amnion terdiri atas dua lapis yaitu lapis dalam yang dibentuk oleh ektoderm embrionik dan lapis luar yang berasal dari ekstraembrionik terdapat spinal cord, vena kardinal

postreior, aorta yang menurun, pronefros, mesenterium dorsal, vena vitelin, dan porta usus depan amnion berfungsi untuk mencegah embrio menjadi kering, sebagai kolam renang embrio, mencegah embrio melekat pada selaput ekstraembrionik, meniadakan

21.

Embrio ayam umur 72 jam sayatan melalui porta usus belakang

goncangan, embrio

memberi keleluasan pada posisi, membantu

mengubah

proses kelahiran, dan untuk menyerap albumen cairan amnion dihasilkan oleh dinding

amnion dan oleh kulit tubuh embrio 22. Embrio ayam umur 72 jam sayatan melalui tunas kaki dan alantois pembentuamnion dan korion diikuti oleh pembentukan alantois alantois berasal dari dari evaginasi bagian ventro-median splanknopleura alantois berupa kantong yang dindingnya terdiri atas lapis dalam yang berasal dari epitel endoderm usus, dan lapis luar yang berasal dari mesoderm splankis perkembangan jantung diawali dengan penebalan splanchnic mesoderm di daerah anterior intestinal portal, yaitu daerah yang membuka ke arah usus tengah dari usus depan 23. Embrio ayam umur 96 jam preparat awetan sistem urogenital dan sistem pencernaan telah terbentuk bakal alat genitalia mula-mula berpisah dari bakal ginjal pada mesomere pembentukan sistem genital merupakan suatu rangkaian pembentukan gonad yang berasal dari mesonefros selaput embrio pada janin ayam terdiri dari lantois, kantung yolk, amnion, dan serosa usus belakang atau

24.

Skema

pembentukan

jantung

perkembang

jantung

diawali

dengan

(embrio ayam umur 25-30 jam)

penebalan splanchnic mesoderm di daerah anterior intestinal portal yaitu daerah yang membuka ke arah usus tengah dari usus

depan dari penebalan tersebut akan terbentuk epimokardium dan endokardium yang nantinya merupakan dinding dari tabung jantung terbenuk dua buluh jantung yang akhirnya bersatu tepat disebelah yolk stalk fleksura jantung yang menonjol ke kana akan menjadi ventrikel

25.

Pembuluh

darah

ekstra

embrio

jaringa ekstraembrio merupakan jaringa yang berada di luar tubuh embrio jaringan ini berfungsi sebagai selaput embrio atau fetal membranes selaput embrio berbentuk seperti kantungkantung plasenta disebut dengan selaput

(embrio ayam umur 33 jam)

ekstraembrionik karena plasenta hanya merupakan alat yang berfungsi selama embrio dan fetus berkembang dalam rahim induk pada waktu melahirkan yang keluar dari rahim induk selain fetus adalah cairan darah sel-sel tropoblasberhubungan dengan

dinding pembuluh darah selaput lendir rahim dan cairan darah dalam pembuluh darah induk

26.

Preparat embrio ayam 42 jam

terbentuk 23 somit pada somit terjadi pelipata splanchnic mesoderm bersama endoderm daerah midgut (splanchnopleure), sehingga

terjadi dua daerah coelom, yaitu coelom intraembrional, ekstraembrional di dalam jaringan ekstraembrional terdapat suatu rongga yang disebut dengan rongga ekstraembrional usus tengah telah terbentuk dan coelom

4.2

Pembahasan

4.2.1 Umur Embrio 18 Jam Awal perkembangan embrio ayam menunjukkan bahwa splanknopleura dan somatopleura meluap keluar dari tubuh embrio hingga di atas yolk. Daerah luar tubuh embrio dinamakan daerah ekstra embrio. Mula-mula tubuh embrio tidak mempunyai batas sehingga lapisan-lapisan ekstra embrio dan intra embrio saling berkelanjutan. Dengan terbentuknya tubuh embrio, secara berurutan terbentuk lipatan-lipatan tubuh sehingga tubuh embriohampir terpisah dari yolk. Adanya lipatan-lipatan tubuh, maka batas antara daerah intra dan ekstra embrio menjadi semakin jelas. Daerah kepala embrio mengalami pelipatan yang disebut dengan lipatan kepala dan meisahkan antara bagian intra dan ekstra embrio. Lipatan kepala membentuk sub sephal. Pada bagian lateral tubuh juga terbentuk lipatan tubuh lateral dan memisahkan bagian ekstra dan intra embrio. Bagian posterior mengalami pelipatan dan dukenal dengan nama lipatan ekor membentuk kantung sub kaudal. Lipatan-lipatan tersebut embentuk dinding saluran percernaan primitive. Bagian tengah usus tengah yang menghadap yolk tetap terbuka dan pada daerah ini, dinding kantung yolk berhubungan dengan dinding usus pada kantung yol. Walaupun kantung yolk berhubungan dengan usus melalui tangkai yolk, namun makanan tidak diambil embrio melalui tangkai yolk (Adnan, 2008).

Pembelahan lebih sukar dan terbatas pada suatu keeping pada kutup anima, disini berlangsung pembelahan partial atau meroblastis. Sel-sel yang membelah itu membentuk cangkang bentuk cakram yang disebut sebagai blastodis yang merupakan blastomer sentral yang melepasan diri dari detoplasma di bawahnya dan terbentuk rongga sempit yang merupakan bagian pinggir, blastomer tidak jelas terpisah dari detoplasma dan ia terus menerus e dalam detoplasma (Yatim, 1994). Proses morfogenetik yang disebut sebagai gastrulasi adalah pengaturan kembali sel-sel blastula secara dramatis. Gastrula berbeda rinciannya dari satu kelompok hewan dengan kelompok hewan yang lainnya, tetapi suatu kumpulan perubahan seluler yang sama

menggerakkan pengaturan spasial embrio ini. Mekanisme seluler yang umum tersebut adalah perubahan-perubahan motilitas sel, perubahan dalam bentuk sel dan perubahan dalam adhesi (penempelan) seluler ke sel lain dan ke molekuler matriks ekstraseluler. Hasil penting dari gastrulasi adalah beberapa sel dekat permukaa blastula berpindah ke lokasi baru yang lebih dalam. Hal ini akan mentransformasi blastula menjadi embrio berlapis tiga yang disebut gastrula (Campbell, 1987). Blastulasi pada ayam termasuk blastula yang berbentuk pipih atau cakram (diskoblastik) yang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut: periblas hipoblas dan juga sentoblas. Gastrulasi pada ayam merupaan proses dari pembentukan stria primitif yang terdiri dari alur dan pematang primitif berupa garis dilinea mediana, Stria primitif berbentuk sempurna pada inkubasi telur 18 jam (Sugiyanto, 1996).

4.2.2 Umur Embrio 24 Jam Setelah inkubasi selama 24 jam, dapat dibedakan antara daerah intraembrional dengan daerah ekstraembrional. Daerah ekstraembrional terdiri dari area pelusida dan area opaka. Daerah kepala mengalami perkembangan agak cepat, namun karena adanya daerah batas pertumbuhan (zone over growth), terjadi lipatan kepala (head fold), mula-mula ke ventral, setelah ke ventral daerah kepala agak terangkat dan melipat ke posterior. Hal ini diikuti oleh lipatan entoderm, setelah inkubasi selama 24 jam, dapat dibedakan antara daerah intraembrional dengan daerah ekstraembrional. Daerah ekstraembrional terdiri dari area pelusida dan area opaka. Daerah kepala mengalami perkembangan agak cepat, namun karena

adanya daerah batas pertumbuhan (zone over growth), terjadi lipatan kepala (head fold), mulamula ke ventral, setelah ke ventral daerah kepala agak terangkat dan melipat ke posterior. Hal ini diikuti oleh lipatan entoderm, sehinga terbentuklah kantong buntu sebelah anterior yang membuka kea rah kunir, disebut anterior intestinal portal (seperti gerbang menuju terowongan yang buntu). Kantong buntu di sebelah anterior adalah fore gut (usus depan), sedangkan ke sebelah posterior entoderm masih lurus sampai ke primitive streak. Celah di sebelah ventral kepala akibat terjadinya lipatan kepala disebut subcephalic pocket. Lapisan tepi yang membatasi fore gut disebut margin of intestinal portal. Sesuai dengan bertambah tuanya usia embrio, terjadilah penutupan neural fold secara bertahap mukai daerah di atas AIP kea rah anterior dan ke posterior. Dengan demikian terbentuklah tabung otak, namun di bagian paling anterior neral fold tidak segera menutup, daerah ini dinamakan anterior neuropore. Bagian posterior neural fold sebagian besar masih belum menutup. Jumlah pasangan somit yang dibentuk oleh terjadinya segmentasi mesoderm di kiri kanan notokor adalah 5 pasang. Somit disebut juga dorsal mesoderm yang akhirnya mengalami differensiasi ke lateral menjadi: intermediate mesoderm dan lateral mesoderm. Selanjutnya lateral mesoderm juga mengalami pemisahan, sebagian mendekati ectoderm, disebut somatic mesoderm dan sebagian mendekati entoderm disebut splachnic mesoderm. Dalam 24 jam inkubasi ternyata splachnic mesoderm di daerah AIP mengalami penebalan yang nantinya akan berkembang menjadi buluh jantung, sedangkan di daerah opaka (area opaca) mesoderm berkelompok (memberi gambaran gelap secara mikroskopik) disebut blood island dan area opaka sekarang dinamakan area vasculosa. Pembuluh darah merupakan derivate mesoderm. Di daerah ekstraembrional, pembuluh darah disusun oleh kelompok-kelompok mesoderm yang disebut blood island dengan membentuk jaringan pembuluh darah halus kemudian bersatu dan akhirnya terbentuklah pembuluh balik ke badan embrio yaitu vena vitelina yang bermuara di dalam sinus venosus (setelah tabung jantung mengalami diferensiasi).

4.2.3 Umur Embrio 33 Jam

Embrio umur 33 jam, bumbung neural yang telah terbentuk dapat dibedakan menjadi bagian anterior yang agak lebar, bagian tengah, serta posterior yang menyerupai bumbung. Persatuan lipatan neural yang paling akhir, terjadi di bagian depan dan di belakang, sehingga terbentuk lubang-lubang neuroporus-anterior dan posterior. Belakang somit terakhir terdapat lipatan neural yang mengembang dan menghilang dalam ectoderm (Yatim, 1982). Bagian belakang lipatan neural membatasi suatu daerah dangkal pada ectoderm yang disebut sinus phromboidalis. Stria primitiva terus makin menghilang. Daerah diantara kedua lapisan ectoderm dari tiap lipatan neural yang menyatu terlepas sel-sel yang akan menjadi dua batang neural crest di kiri-kanan bumbung neural. Neural crest ini bersegmen dan merupakan primordial dari akar dorsal saraf spinal dan juga ganglia dari sistem saraf otonom. Bagian mesoderm dapat dibentuk tiga bagian, yaitu mesoderm dorsal atau mesoderm segmental membentuk somit, pada somit-somit sehingga terjadi rongga miosol. Mesoderm intermedier tidak bersegmen tetapi walaupun demikian membentuk nefrotom yang bersegmen-segmen. Mesoderm lateral terdiri dari lapisan somatis dan lapisan splankhnis yang melebar jauh di luar embrio, karenanya pada selom dapat dibedakan dua daerah yaitu intra dan ekstra embrionik selom (Saunders, 1982). Menurut Djuhanda (1981), embrio utuh akan membentuk 12 somit pada umur inkubasi 22 jam. Embrio ayam yang diinkubasi selama 33 jam akan memperlihatkan tahap-tahap pokok perkembangan dan pembentukan sistem syaraf pusat dan sistem sirkulasi. Selama periode inkubasi 33 jam menunjukan adanya perubahan pada daerah usus depan dan somit serta diferensiasi pada mesoderm luser media yang menandai pembentukan organ urinaria. Vesikula optika tersusun sebagai sepasang pertumbuhan kolateral prosencephalon. Vesikula ini secara meluas dan menduduki seluruh luas kepala. Rongga vesikula optika (optisol), pada mulanya mempunyai hubungan yang luas dengan rongga prosencephalon.

4.2.4 Umur Embrio 48 Jam Tidak berbeda jauh dengan pengamatan pada embrio ayam masa inkubasi 48 jam, organ-organ pada mebrio masa inkubasi ini juga tidak dapat diamati dengan jelas, akan tetapi menurut teori, pada stadium ini, kepala embrio mengalami pelekukan (Cephalic flexure) sehingga mesensephalon nampak di sebelah dorsal, sedangkan prosensephalon dan

rombensephalon tampak sejajar. Badan embrio memutar sepanjang sumbunya sehingga bagian kiri menjadi di atas kunir sedangkan pandangan dari dorsal tampak kepala bagian kanan; badan bagian posterior masih menunjukkan bagian dorsal (pandangan dari atas). Bagian badan sebelah tengah telah menunjukkan adanya lipatan lateral (lateral body fold) sedangkan di daerah ekor telah terjadi pula tail fold (lipatan yang akan menyelubungi daerah ekor). Lamakelamaan, seluruh badan embrio berada berada dalam selubung amnion, setelah semua lipatan-lipatan bertemu. Tabung otak telah terbagi menjadi 5 gelembung otak. Prosensephalon berkembang menjadi telensephalon dan diensephalon, mesensephalon tetap, sedangkan rhombensephalon menjadi meten dan myelencephalon. Metensephalon dengan atap tebal sedangkan myelensephalon dengan atap lebih tipis, korda spinalis telah menutup, sinus rhomboidalis menghilang. Setiap lens placode melakukan lipatan ke dalam (invaginasi) membentuk lens vesicle. Pada waktu yang bersamaan, dinding optic vesicle juga mengadakan invaginasi membentuk optic cup. Optic cup tidak sempurna, ada bagian tanpa dinding yang disebut choriod fissure. Di daerah faring (usus depan) telah terbentuk tiga pasang kantong faring (pharyngeal pouch) merupakan evaginasi lateral, sedangkan sejajar kantong faring ke II terdapat evaginasi ventral membentuk kelenjar tiroid. Di depan pharyngeal membran yang dibentuk oleh stomodeum terjadi pula lekukan head ectoderm (tepat di depan infundibulum, yaitu evaginasi ventral lantai diensephalon) membentuk kantong Rathke (Rathke pouch) yang nantinya akan emnjadi hipofise bagian anterior. Di samping itu, ectoderm kepala mengadakan pula invaginasi berhadapan dengan kantong faring terbentuklah 3 pasang branchial groove. Tabung jantung telah melekuk dan memutar (karena ruang perkembangan sangat terbatas) membentuk huruf S. jantung terdiri dari: sinus, venosus, atrium, ventrikel, bulbus dan ventral aorta. Sinus venosus tempat bermuara vena vitelina dan vena kardinalis komunis. Vena vitelina telah berfungsi mengalirkan kunir dari kantong kunir (yolk sac) ke badan embriosebagai makanan bagi embrio yang sedang berkembang. Sedangkan duktus cuvier mengembalikan darah daerah kepala melalui vena kardinalis anterior dan dari badan bagian posterior melalui vena kardinalis posterior. Pada stadium ini telah terjadi sirkulasi darah dalam badan embrio.

Pembentukan

somit

makin

memanjang

kearah

posterior

yang

selanjutnya

berdiferensiasi emnjadi sklerotom, myotom dan dermatom. Daerah nephrotom menunjukkan perkembangan baru yaitu terbentuknya ginjal mesonephros yang merupakan lanjutan ginjal pronephros (mulai tingkat somit kelima pada embrio ayam). Pasangan tubulus-tubulus ginjal yang kedua sekarang mulai berdiferensiasi antara nephrotom tingkat somit ke 13-14. Mulamula berbentuk kantong (vesicle), kemudian menjadi tubulus-tubulus mesonefros, yang masing-masing bermuara dalam duktus mesonefros (sebelumnya adalah duktus pronefros). Mesonerfros merupakan ginjal yang berfungsi pada embrio yang sedang berkembang, namun bukan ginjal tetap bagi anak ayam. Pada akhir perkembangan embrio 48 jam inkubasi terbentuk dua membran ekstraembrional yaitu amnion, membrane berbentuk kantong berisi cairan yang langsung membungkus badan embrio; yang kedua adalah khorion, membrane yang membungkus embrio dan semua struktur ekstraembrional (amnion, ylk sac, dan allontois).

Perkembangannya berasal dari somatopleure ekstraembrional yang melakukan lipatan sirkuler mengelilingi badan embrio. 4.2.5 Umur Embrio 72 Jam Pada embrio ayam unmur 72 jam, organ-organ embrio tidak dapat diamati dengan seksama karena organ-organ tersebut tidak nampak trerlalu jelas. Akan tetapi, memnurut teori embrio mengalami pelekukan servikal (cervical fleksure), sehingga daerah rhombensephalon (metencephalon dan mielencephalon) berada di sebelah dorsal dan telencephalon mendekati perkembangan jantung. Lipatan kepala makin berkembang kea rah posterior, sebaliknya dengan amniotic tail fold (berkembang kea rah anterior) dan latelar body fold semakin menutup. Mata ereletak lebih ke arah caudal dari pada otosis. Di daerah ventro lateral rombencephalon berkembang derivate neural crest berupa pasangan ganglion saraf-saraf cranial. Di daerah setinggi AIP, terjadi penebalan mesoderm yang akan berkembang menjadi upper limb bud atau wing bud, merupakan primordial sayap. Sedangkan di daerah cauda dibentuk lower limb bud, yaitu primordial kaki. Rongga tabung otak terdiri dari : a. Ventrikel lateral di daerah hemisphere cerebri berisi cairan otak. b. Ventrikel 3 pada diencephalons.

c. Aquaduct cerebri, rongga dalam mesencephalon. d. Ventrikel 4 pada rhombencephalon dan terakhir kanalis centralis pada korda spinalis. Di daerah ventro-lateral mesencephalon terdapat ganglionV (ganglion semilunaris) dari nervus trigeminus yang mempersarafi mata dan daerah branchial arch yang I (daerah maxilla dan mandibula). Dekat otosis terdapat gambaran gelap yang menunjukkan ganglion genikuli dari nervus VII (nervus fasialis), dan ganglion VIII (nervus akustikus) yang mempersarafi telinga bagian dalam. Di daerah posterior otosis terdapat ganglion IX yang terdiri dari bagian proksimal, yaitu ganglion superior dan bagian distal, yaitu ganglion petrosal dari nervus glosofaringeal yang mempersarafi daerah arkus branchialis dua dan tiga (bagian lidah dan akar lidah). Pada daerah medulla spinalis terdapat pula pasangan masa, yaitu ganglion-ganglion spinalis dari saraf-saraf spinal. Olfactory pit, merupakan invaginasi ectoderm kepala daerah telencephalon. Optic stalk tampak setelah dibentuknya optic cup dan chorioid fissure. Invaginasi ectoderm kepala di depan optic cup akan membentuk lensa dan setelah terlepasnya kantong lensa, ectoderm tersebut menutup kembali yang selanjutnya membentuk kornea. Disini tampak adanya induksi berantai yaitu optic cup, merangsang proses pembentukan lensa dan selanjutnya lensa merangsang pembentukan kornea. Usus tengah terletak di atas kantong kunir (yolk sac) yang terbuka kea rah usus depan (fore gut) dan usus belakang (hind gut) melalui intestinal portal. Usus belakang mengalami suatu difertikulum ventral membentuk kantong allantois yang agak melebar. Tepat di sebelah caudal allantois ectoderm dan entoderm bersatu membentuk membrane kloaka (kloacal membrane) yang kalau pecah akan membentuk anus. Lebih caudal lagi, usus belakang berakhir membentuk tail gut yang pendek. 4.2.6 Umur Embrio 96 Jam Pada jam ke-96 sel permulaan untuk lidah mulai terbentuk. Pada masa ini, embrio terpisah seluruhnya dari kuning telur dan berputar ke kiri. Sementara itu, jaringan saluran pernafasan terlihat mulai menembus selaput cairan.

BAB V KESIMPULAN

Somit disebut juga mesoderm dorsal atau epimer. Mula-mula ditemukan jaringan mesoderm yang terletak di sepanjang tubuh dan dekat sumbu badan. Pada ayam dan beberapa vertebrata lain embrio dalam stadium plat neuralis, jaringan somitnya berada di bawah plat neuralis. Somit dengan notochord disebut mesoderm notochord. Somit terbentuk pertama pada usia 19 jam eram dan selanjutnya tiap jam akan tumbuh satu somit, sehingga dapat ditentukan usia embrio. Segmentasi somit semakin banyak sesuai dengan umur embrio. Organogenesis meliputi tahap-tahap pembentukan organ turunan ektoderm, mesoderm, endoderm. Proses pembentukan organ turunan ektoderm, mesoderm, endoderm adalah dengan melalui perhitungan jumlah pengeraman telur yang dihitung dalam jumlah jam yakni umur 19 jam dimana mulai terbentuk somit yang pertama selanjutnya akan terbentuk satu somit pada tiap jamnya, pada umur 24 jam, lipatan neural telah saling mendekat satu sama lain dan terbentuk 4-5 pasang somit mesoderm yang keduanya di kiri-kanan notochord, di bagian tengah janin umur 33 jam. Usia 33 72 jam akan terbentuk bakal mata dan otak. Usia 48 72 jam terbentuk bakal hidung dan telinga. Janin usia 24 96 jam terbentuk saluran pencernaan. Usia 48 96 jam terbentuk hati, pada usia 72 96 jam terbentuk paru paru. Pada usia 72 jam juga terbentuk pankreas. Janin usia 24 72 jam terbentuk pembuluh darah, pada usia 96 jam terbentuk sistem urogenital. Pada saat neurulasi terbentuk 3 tahapan yakni keping neural, neural crest, dan pembentukan bumbung neural.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

2008.

Perkembangan

Embrio

Ayam

Dari

Hari

Ke

Hari.

http://www.education.biologyBelantarakreatif.blogspot.com/2008/11 embrio. html 53. Diakses pada tanggal 5 Desember 2011. Balinsky, B.I. 1970. An Introduction to Embryology. W.B. Saunder Company, London. Brotowidjoyo, M. D. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta. Campbell, N.A; J.B Reece dan L.G Mitchell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Erlangga. Jakarta Carlson, B. (1991). Pattens Foundations Of Embriology ed. 7. Mc Graw Hill, Inc: New York Djuhanda, T. (1981). Embriologi Perbandingan. Amico. Bandung Huettner, A.F. 1961. Fundamentals of Comparative Embryology of The Vertebrates. The Mc Millan Company, New York. Kimball, J.W. 1983. Biologi 2 Edisi 1. Erlangga: Jakarta. Nelson, O. R. 1953. Comparative Embryology of The Vertebrates. The Blankston Co. Inc, New York. Nurhayati, A. 2004. Diktat Perkembangan Hewan. FMIPA. ITS Saunders, J.W. 1982. Developmental Biology. MacMillan Publishing Co., New York. Soeminto, 2000. Embriologi Vertebrata. Fakultas Biologi UNSOED, Purwokerto. Syahrum, M.H. 1994. Reproduksi dan Embriologi. Fakultas Kedokteran UI, Jakarta. Yatim, Wildan. 1994. Reproduksi dan Embriologi. Tarsito. Bandung

SKEMA KERJA A. Turunan ektoderm dan endoderm


Foto, slide, dan preparat Whole Mount Embrio ayam berbagai umur

- dipelajari organogenesis ektoderm dan endoderm - diisi keterangan gambar yg disediakan


Hasil

B. Turunan mesoderm
Foto, slide, dan preparat Whole Mount Embrio ayam berbagai umur

- dipelajari organoganesis turunan mesoderm embrio ayam 24-96 jam - dipelajari sistem peredaran darah, sistem urogenitalia, dan tunas anggota badan
Hasil

DISKUSI

1. - Pembentukan mata Optic vesicle setentang dengan lens pit, sepasang kiri kanan otak. Mula mula optic vesicle memiliki hubungan dengan diensefalon disebut optik stalk. Kemudian bagian terluar mengadakan invaginasi lens pit ke arah luar, terbentuk optik cup yang terdiri dari dua lapis sel. Lapisan terluar disebut lapisan berpigmen, sebelah dalam lapisan retina. Lapisan berpigmen tumbuh menjadi lapisan koroid. Sedangkan lapisan retina menjadi lapisan definitive. Optik stalk kemudian menyusul menjadi syaraf mata. Lens pit terus invaginasi membentuk lens vesikel. Hubungan vesikel ini kemudian terputus dari ektoderm sehingga membentuk bakal lensa. Sel-sel mesenkim menyelaputi optik cup menghasilkan vaskulosa choidea, sclera, kornea, dan cairan humor aqueus dan humor viteus. Otot-otot mata tumbuh dari sel-sel mesenkim. Iris tumbuh dari optik cup. - Pembentukan Telinga Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam. Plakode telinga berasal dari invaginasi ektoderm yang menjulur ke dalam dermis sekitar romosenfalon. Invaginasi ini menghasilkan gelembung bakal telinga yang kemudian lepas dari epidermis kulit. Plakode telinga tengah ini berkembang menjadi telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar yang lebih dikenal sebagai daun telinga berasal dari 5-7 titik tumbuh epidermis di sekitar tempat plakode telinga dalam. Titik tumbuh itu berkembang menjadi dentik-dentik epidermis. Dalam proses pembentukan daun telinga, mesenkim yang ada di antara 2 lapis epidermis yang membentuk daun telinga berdiferensiasi membentuk tulang rawan endokondral. 2. - Perkembangan Hati Perkembangan hati bermula dari tonjolan di sebelah ventral usus di daerah gerbang usus anterior. Jendolan ini juga disebut diverkulum hati. Jendolan kranial bercabang dan membentuk epitel sel hati. Pembuluh darah vena porta dan vena hepatica mengadakan proliferasi dan berpasangan pada parenkim hati. Di antara parenkim hati terdapat rongga sinusoid. Hati terbagi-bagi menjadi lobulus hati oleh sel sepitel hati. Diverkulum hati bagian kranial terbentuk ductus koledikus. Hati berkembang relatif cepat, mula-mula ada dua lobus di

kanan dan di kiri yang sama besar. Adanya lambung di bagian abdomen kiri menghambat perkembangan lobus kiri sehingga besarnya tidak sama. - Perkembangan Paru-Paru Paru-paru berasal dari saluran pencernaan. Bagian tengah farings keluar atas laring trakhea yang akan tumbuh ke arah ventral, alur laring trakea bercabang dua, batas permukaan trakea, bronki, dan saluran alveolus paru-paru berasal dari endoderm. Bronkus primer sebelah kanan bercabang menjadi 3 buah, masing-masing cabang bronkiolus apikal, tengah, dan bawah. Dari bronkus kiri bercabang kiri yaitu : bronkus atas dan bawah. Dari kelima bronkus ini bercabang lagi membentuk bronkiolus. Percabangan yang kecil menjadi bronkiolus respiratorius. Terakhir saluran kecil disebut saluran ductus alveolaris yang ujungnya berbentuk kantung disebut alveolus. Jaringan paru-paru yang sebelumnya yang berbentuk kelenjar segera berubah menjadi jaringan yang banyak udara. Vaskularisasi di sekitar alveolus menjadi banyak. Percabangan di sini tergantung pada interaksi dengan mesenkim yang ada di sekelilingnya.

3. Jumlah somit dapat digunakan dalam penentuan umur embrio : Somit disebut juga mesoderm dorsal atau epimer. Mula-mula ditemukan jaringan mesoderm yang terletak di sepanjang tubuh dan dekat sumbu badan. Pada ayam dan beberapa vertebrata lain embrio dalam stadium plat neuralis, jaringan somitnya berada di bawah plat neuralis. Somit dengan notochord disebut mesoderm notochord. Somit terbentuk pertama pada usia 19 jam eram dan selanjutnya tiap jam akan tumbuh satu somit, sehingga dapat ditentukan usia embrio. Segmentasi somit semakin banyak sesuai dengan umur embrio.

4. - Gerak torsi : gerakan otot yang membuat anggota badan menjadi lurus. - Gerak fleksi : gerakan otot yang menyebabkan pembengkokan badan.

5. Proses pembentukan jantung Perkembangan jantung diawalideangan penebalan splanchnic mesoderm di daerah anterior intestinal portal, yaitu daerah yang membuka ke arah usus tengah dari usus depan.

Dari penebalan tersebut akan terbentuk epimorkadium dan endokardium yang nantinya merupakan dinding dari tabung jantung. Selanjutnya terbentuk dua buluh jantung yang akhirnya bersatu tepat di sebelah yolk stalk. Sinus venusus dan atrium akan dibentuk pada daerah dimana kedua vena omfalomesenterika bersatu. Fleksura jantung yang menonjol ke kanan akan menjadi ventrikel. Dibentuk bulbus arteiosus di belakang trunkus arteiosus. Pada akhir minggu pertama telah terjadi pembagian ventrikel kanan kiri. Bulbus terbagi atas dua pembuluh, yang satu keluar dari ventrikel kiri dan yang lainnya akan keluar dari ventrikel kanan. Pada waktu embrio arteri pulmonalis masih dihubungkan dengan otot oleh duktus bothali.

6. Proses pembentukan anggota badan