Anda di halaman 1dari 18

MENGUNGKAP TIGA KERAJAAN BESAR ISLAM USMANI, SAFAWI DAN MUGHAL

KARYA ILMIAH Di susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Materi PAI

Dosen Pembimbing: DR. KH. Isrofil Amar, M.Ag

Di Susun Oleh: Umi Hanik Semester V-B SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ULA(STAIM) JURUSAN TARBIYAH PRODI S.1, PAI JANUARI, 2011

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Sejarah islam merupakan rujukan yang sangat penting, saat akan membangun kehidupan ke masa depan. Berkaitan dengan itu sejarah islam juga menerangkan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang banyak umat islam yang malas untuk melihat sejarah. Sehingga kehidupan mereka cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan pada masa lalu. Disinilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut dipelajari oleh pembaca untuk merancang serta merencanakan matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan oleh kekuatan apapun. Seperti yang sudah pembaca ketahui sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah akibat serangan tentara mongol, kekuatan politik islam mengalami kemunduran secara drastic, wilayah kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain bahkan saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa mongol itu. Namun, kemalangan tidak berhenti sampai disitu saja. Timur lenk, pemimpin bangsa mongolsaat itu juga menghancurkan pusat-pusat kekuasaan islam yang lain. Keadaan politik umat islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar: Usmani di Turki, Mughol di India, dan Safawi di Persia. Kerajaan usmani disamping yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan disbanding dua kerajaan lainnya. Berkaitan dengan kerajaan yang telah disebutkan di atas, disini penulis akan mengungkap lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan tiga kerajaan terbesar itu, yang meliputi awal berdirinya, kemajuan-kemajuan yang dicapai serta sebab-sebab kemuruntuhan atau kemunduran ketiga kerajaan tersebut, dan supaya pembaca dapat mengambil hikmah ataupun teladan yang dapat diambil dari sejarah islam ini.

1.2. Rumusan Masalah Dalam pembahasan kali ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sejarah awal mula kerajaan Usmani di Turki, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya? 2. Bagaimana sejarah awal mula kerajaan Safawi di Persia, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya? 3. Bagaimana sejarah awal mula kerajaan Mughal di India, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya?

1.3. Tujuan Dalam makalah ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sejarah awal mula kerajaan Usmani di Turki, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya. 2. Untuk mengetahui sejarah awal mula kerajaan Safawi di Persia, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya. 3. Untuk mengetahui sejarah awal mula kerajaan Mughal di India, kemajuan yang di capai serta factor-faktor yang melatar belakangi kemunduran atau keruntuhannya.

II. PEMBAHASAN 2.1. Sejarah Kerajaan Usmani di Turki 2.1.1. Sejarah Awal Mula Kerajaan Usmani di Turki Kerajaan ini berkuasa selama 7 abad. Pendiri kerajaan ini adalah bangsa turki dari kaum Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad mereka berpindah ke wilayah barat sekitar Turkistan, kemudian ke Persia dan Irak. Mereka masuk islam pada abad kesembilan atau kesepuluh, ketika mereka menetap di Asia tengah. Pada abad ke 13, ketika tentara mongol membabi buta menyerang Asia tengah dan barat, orang-orang Turki melarikan diri dan mencari perlindungan pada saudara-saudara mereka yaitu orang-orang Turki saljuk di dataran Asia kecil. Di sana, dibawah piinan Erthogrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan saljuk yang kebetulan saat itu sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka akhirnya Sultan Alauddin memperoleh kemenangan. Berkat jasa baik itu, Sultan Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia kecil di perbatasan kerajaan Bizantium, dekat broessa sebagai balas jasa. Erthogrul meninggal meninggal pada tahun 1289 M. kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yaitu Usman. Usman memerintah antara 1290-1326 M. Sebagaimana ayahnya ia banyak membantu sultan Alauddin II, pada waktu keberhasilannya ia menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan Broessa, sultan Alauddin menghadiahi Usman gelar Amir. Pada tahun 1300 M Bani Saljuk diserang oleh bangsa Mongol dan sultan Allaudin wafat. Setelah wafatnya sultan Allaudin bani Sajuk terpecah-pecah menjadi sepulih kerajaan kecil. Ada saat inilah Usman memproklamirkan kemerdekaan

wilayahnya. Nama Usmani dinisbatkan kepadanya, sebagi pendiri kerajaan. Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah Al Usman (Raja besar keluarga Usman) tahun 699 H(1300 M), setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat di perluasnya. Karena Usmani letaknya berdekatan dengan Bizantium, maka sering terjadi pertempuran antara keduanya. Sultan Usman menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menakhlukan daerah Broessa tahun 1317 M. Kemudian pada tahun 1326 Broessa di jadikan sebagai ibu kota kerajaannya. Setelah Usman wafat ia di gantikan oleh anaknya Orkhan(1326-1359 M), pada masa pemerintahan Orkhankerajaan Turki Usmani ini dapat menakhlukan Azmir(Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli (1330 M), Usandar (1338 M), Ankara (1354 M), dan Gallipoli (1356 M). daerah ini adalah bagian benua Eropa pertama kali di duduki kerajaan Usmani. Untuk lebih memperluas kekuasaannya Orkhan membentuk pasukan tangguh atau pasukan yang baru dikenal dengan inkisyariyah (Janissary). Yang berasal dari penduduk Kristen di wilayah-wilayah yang di rebut dari Eropa. Dengan terbukanya pintu Eropa, perluasan terus dilancarkan oleh sultan Murad I (1359-1389 M), pengganti Orkhan. Pada masa ini dilakukan ekspansi besarbesaran da dapat menakhlukan seluruh wilayah yunani. Melihat kemenangan Murad I kerajaan-kerajaan di Balkhan dan Eropa marah, mereka lalu menyusun kekuatan untuk menggempur dinasti Usmani, Akhirnya Murad I tewas tapi kemenangan tetap di pihak dinasti Usmani. Ekspansi berikutnya di lanjutkan oleh sultan Biyazid I (1389-1403 M). pada masa ini dapat mengalahkan umat Kristen di Eropa yang menyerang, yang di pimpin oleh paus dan sekutu Eropa. Pasukan Biyazid, dapat merebut benteng Philadelphia dan Gramania atau Kirman(Iran), dengan demikian dinasti Usmani secara bertahab menjadi kerajaan besar. Pada tahun 1402 M penakhlukan di arahkan ke Konstantinopel tentara Mongol yang di pimpin Timur Lenk Menyerang Asia kecil akhirnya terjadi pertempuran di Ankara, Turki Usmani kalah sultan Biyazid dan anaknya di tawan dan wafat dalam tahanan tahun 1403 M. akibat kekalahan itu hamper seluruh wilayah Usmani jatuh ketangan Timur Lenk. Di samping itu, kekalahan tersebut

menyebabkan terjadinya perpecahan antara putra Biyazid yaitu Muhammad I, Isa, Sulaiman dan Musa. Sampai pada akhirnya sultan Muhammad I (1403-1421 M), ia berusaha mengembalikan kekacauan ini dan dapat menundukan saudara-saudaranya. Ketika Timur Lenk meninggal pada tahun 1405 M, kesultanan Mongol pecah dan di bagi-bagi oleh putranya yang satu sama lain saling berselisih. Keadaan ini di manfaatkan oleh Turki Usmani untuk mengembalikan kekuasaan yang hilang selama pendudukan Timur Lenk. Usaha mengembalikan kesultanan ini dilanjutkan oleh Murad II (1421-1451 M), dan ekspansipun di teruskan. Adapun wilayah yang di tundukan adalah Venessia, Salonika dan Hongaria. Puncak ekspansi terjadi pada masa Muhammad II yang dikenal dengan gelar Al-fatih (sang penakhluk). Pada masanya di lakukan ekspansi kekuasaan islam secara besar-besaran, kota penting yang berhasil di takhlukannya adalah Contantinpel tahun 1453 M, adalah ibu kota kerajaan Romawi Timur. Setelah di takhlukan kota tersebut diganti menjadi IStambul(tahta islam). Sepeninggalnya ia digantikan oleh Bayazid II (1484-1512 M). kemudian, ketika sultan Salim I (1512-1520 M) naik tahta, ia mengalihkan perhatiankewilayah timur dan menakhlukan Persia, Syiria dan Dinasti Mamalik di Mesir. Dan usaha ini dilanjutka putranya sultan Sulaiman Alqonuni (1520-1566 M). Alqonuni (pembuat undang-undang) merupakan gelar yang diberikan kepadanya karena ia merumuskan undang-undangbagi pemerintaha Turki Usmani. Orang-orang barat menyebutnya Solomon the magnificient (Sulaiman Agung), sebagai penghargaan atas kejayaan pemerintahannya. Sulaiman berhasil menundukan beberapa wilayah baru, sehingga luas kekuasaannya mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria, Hijaz, dan yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazairdi Afrika; Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Romania di Eropa. Sepeninggalnya Alqonuni kerajaan Turki Usmani mengalami kemunduran, karena perebutan kekuasaan diantara puteranya. Kemunduran ini berlarut-larut, meskipun kejayaan dibidang militer, ilmu pengetahuan dan kebudayaan masih terus berlangsung

Adapun para sultan Turki setelah meninggalnya Alqonuni adalah sebagai berikut: 11. Salim II (1566-1574 M) 12. Murad III(1574-1595 M) 13. Muhammad III(1595-1603 M) 14. Ahmad I (1603-1617 M) 15. Mustafa II (1617-1618 M) 16. Usman II (1618-1622 M) 17. Mustafa II(1622-1623 M) 18. Murad IV (1623-1640 M) 19. Ibrahim (1640-1648 M) 20. Muhammad IV (1648-1687 M) 21. Sulaiman II (1687-1691 M) 22. Ahmad II (1691-1695 M) 23. Mustafa III (1695-1703 M) 24. Ahmad III (1703-1730 M) 25. Mahmud I (1730- 1754 M) 26. Usman III (1754-1757 M) 27. Mustafa IV (1757-1773 M) 28. Abul Hamid I (1773-1789 M) 29. Salim III (1789-1807 M) 30. Mustafa V (1807-1808 M) 31. Mahmud II (1808-1839 M) 32. Abdul Majid (1839-1861 M) 33. Abdul Aziz (1861-1876 M) 34. Abul Hamid II (1876-1909 M) 35. Muhammad V (1909-1918) 36. Muhammad VI (1918-1923 M). Demikian tadi awal mula berdirinya kerajaan Usmani di Turki, dan juga para sultan Usmani di Turki, selanjutnya penulis akan menguraikan tentang kemajuankemajuan yang dicapai kerajaan Turki Usmani. 2.1.2. Kemajuan-kemajuan yang di Capai Kerajaan Usmani di Turki A. Bidang Politik dalam Kemiliteran Yang begitu mengagumkan dalam kerajaan Turki Usmani adalah luasnya wilayah kekuasaan yang membentang di sebagian Asia, Afrika Utara dan Eropa. Penakhlukan demi penakhlukan diraih dengan gemilang . tentu ini bukan saja mengandalkan keberanian semata, tetapi juga membutuhkan organisasi militer yang baik dan setrategi peperangan yang jitu. Lebih dari itu bangsa Turki yang berasal dari Mongol sebuah suku Nomat yang selalu berpindah-pindah, yang sejak dahulu terkenal sebagai pemberani dan penakhluk. Organisasi militer yang teratur memang sejak awal dirintis oleh sultah Orkhan yang di sebut janisari. P[rogram ini sangat setrategis yang berhasil menakhlukan wilayah-wilayah yang telah di sebutkan di atas. Dari pada itu, angkatan lautnya pun dikokohkan, dan sistem pemerintahannya diatur dengan tertib. Sultan adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang dibantu oleh perdana mentri(Shadr Al-azham) yang membawahi

ubernur(Pasya). Dan gubernur membawahi bupati(Al-zanadiq atau Al-Alawiyah). B. Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Dalam lapangan Ilmu pengetahuan secara orisinil sangat sedikit sekali muncul ilmuan besar, dibandingkan dengan kerajaan Abasiyah, para ilmuwan yang muncul diantaranya: 1. H. Kholifah nama lengkapnya Mustafa ibnu Abdullah wafat tahun 1068 H/1658 M, seorang yang berpengetahuan luas, prajurit yang berani, dan pengarang yang cakap. Kitap karangannya banyak mengenai sejarah, ilmu bumi, sejarah hidup dan soal-soal lain. Diantaranya: a. Kasyfu Al-Dzunun, kamus yang memuat kira-kira 14500 buah nama kitab dalam bahasa arab yang disusun menurut abjad. b. Taqwimu Al-Thawirikh c. Tuhfatu Al-Kibar fi asfari Al-Bihar, tentang armada daulah Usmaniyah d. Mizan Al-Haq Fi ikhtiyari Al-Ahaq, tentang tasawuf 2. Daud Inthaay, nama lengkapnya Daud ibnu Umar Al-inthaay Al-Dharif wafat tahun 108H/1589 M, dokter yang terkenal pada zamannya, seorang pengarang ilmu dalam bidangnya. Diantara karangannya: a. Tadzkiroh Ulil Albab waal Jumu lil-Ujbi Al-Ujab, tentang kedokteran sebanyak tiga jilid. b. An-Nuzhatu Al-Mubiyah fi Tasyhzil Azhan wa tadilil Al-Anzijah, juga tentang ilmu kedokteran. C. Dalam Bidang Kesenian Dalam bidang kesenian Turki Usmani Patut di acungi jempol, dalam seni bersyair hampir semua sultan Turki mempunyai minat yang besar. Bapak penyair muslim Jalaludin Rumi nama aslinya Muhammad Ibnu Husin Al-Bakhri di lahirkan di Baic(Persi) tahun 604-672 H/1217-1273 M, adalah orang Iran dengan melintasi Syiria mengambil tempat tinggal di Asia kecil itulah sebabnya beliau di sebut sebagai Rumi, karena orang Iran menyebut Asia kecil sebagai Rum. Karena pengaruh Jalaludin Rumi seni bersyair berkembang di dunia Islam. Penyair-penyair Turki antara lain: 3. Sultan Walid putra jalaludin

4. Yazzy Oghlu sangat ternama karena syairnya tentang sejarah hidup nabi SAW Syech Zada (1421-1451 M), mengarangkan sejarah empat puluh menteri yang di persembahkan kepada sultan Murad II 5. Zati (1471-1546 M) 6. Bayazid Salim dan Sulaiman Agung, karangan syairnya sangat banyak. Dalam bidang Arsitektur, daulah Usmaniyah mempunyai mazhab tersendiri yang disebut gaya/style Usmaniyah. Gaya ini muncul ketika Usmaniyah dapat mengalahkan kerajaan Bizantium. Pertemuan arsitektur Bizantium dan Turki Usmaniah itu telah melahirkan suatu gaya yang baru. 2.1.3. Faktor-faktor yang Menyebabkan Kemunduran Usmani di Turki Setelah sultan Alqonuni wafat tahun (1566 M) kerajaan Turki Usmani mengalami fase kemunduran. Akan tetapi, sebagai kerajaan yang sangat besar dan kuat kemunduran ini tidak langsung terlihat. Sultan Sulaiman Alqonuni di ganti oleh Salim II tahun (1566-1573 M). dimasa pemerintahannya terjadi pertempuran antara Armada laut kerajaan Usmani dengan Armada laut Budukia, angkatan Sri Paus, dan sebagai kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran ini, Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh. Baru pada masa sultan berikutnya, sultan Murad III pada tahun(1575 M), Tnisia dapat direbut kembali. Banyak faktor yang menyebabkan kerajaan Turki Usmani mengalami kemunduran diantaranya adalah: 1. Perluasan wilayah dan administrasi yang tidak beres 2. Bangsa dan agama yang heterogen 3. Kebobolan Konstantinopel 4. Penghianatan para putri istana 5. Pemberontakan Zukisyariyah 6. Budaya Pungli 7. Dekadensi moral 8. Perang yang berkesinambungan 9. Mengabaikan kesejahteraan umat 10. Gerakan rasionalisme.

2.2. Sejarah Kerajaan Safawi di Persia 2.2.1. Sejarah Awal Mula Kerajaan Safawi di Persia Kerajaan Safawi berdiri, ketika kerajaan Usmani sudah mencapai puncak kemajuannya. Dalam perkembangannya kerajaan Safawi berkembang dengan cepat. Berbeda dengan kerajaan Usmani dan Mughal, dalam perkembangannya kerajaan Safawi sering bentrok dengan Usmani. Kerajaan Syafawi menyatakan Syiah sebagai mazhab negara. Karena itu, kerajaan ini dapat di anggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya negara Iran dewasa ini. Orang-orang Safawi berasal dari kota Ardabil di Azerbaijan, dekat laut Kaspia, dengan tradisi keagamaan yang sangat kental. Mereka tergabung dalam sebuah gerakan Torekot bernama Safawiyah, yang dinisbatkan kepada pendirinya Safi Al-Din(1252-1334 M). nama ini terus dipakai sampai pada ketika torekot ini berubah menjadi politik, dan akhirnya menjadi kerajaan. Safi Al-Din adalah keturunan Imam Syiah ke 6, Musa Al-Khazim. Ia mendirikan torekot Safawiyah sepeninggal gurunya, Taj Al-Din Ibrahim Zahidi (1216-1301 M) yang terkenal dengan julukan Zahid Al-Jailani. Pada awalnya gerakan torekot Safawi ini adalah nertujuan untuk memerangi orang-orang yang ingkar. Kemudian memerangi golongan yang mereka sebut ahli Bidah, suatu ajaran yang dipegang secara fanatik biasanya kerapkali menimbulkan keinginan dikalangan para penganut ajaran itu untuk berkuasa. Karena itu lama-kelamaan murit-murit torekot Safawiyah berubah menjadi tentara yang teratur, fanatik dalam kepercayaan dan menentang setiap orang yang bermadhab berbeda atau selain mereka. Kecenderungan memasuki dunia politik itu dapat terwujud, pada masa kepemimpinan Juneid (1447-1460 M), 150 tahun sejak awal berdirinya, gerakan torekot ini cenderung memasuki kancah politik, dengan latar keagamaan yang masih kental. Dalam sebuah pertempuran untuk merebut Sircassia, Juneid terbunuh. Pada tahun 1470 M kepemimpinan dipegang oleh Haidar anaknya. Haidar sendiri terbunuh dalam sebuah pertempuran dan kemudian digantikan oleh Ali, dan pada tahun 1494 M Ali terbunuh dalam sebuah serangan.

Pada masa kekuasaan Ismail (1501-1524 M) saudara Ali. Ia segera menyusun kekuatan dengan melibatkan para pengikutnya dari Azerbaijan, Syiria dan Anatolia. Ketika pada akhirnya Ismail dapat merebut Tabriz dari pengasa saat itu, ia segera memproklamirkan kerajaannya, dan ia menjadi raja pertama.hanya dalam waktu 10 tahun (1504-1514 M) itu kekuasaanya telah membentang keseluruh Persia. Pada tahun 1415 M peperangan tidak dapat dihindarkan terjadi di Chaldiran, dekat tabris. Namun organisasi militer Turki lebih tangguh, dan Ismail mengalami kekalahan sehingga Tabriz jatuh ketangan Usmani. Permusuhan dengan Usmani masih terus berlangsung hingga beberapa kali yaitu pada zaman pemerintahan Tahmazp(1524-1576 M), Ismail II(1576-1577 M) dan Muhammad Khudabanda(1577-1587 M). pada masa kerajaan tersebut kerajaan Safawi sangat lemah. Pada tahun (1588-1628 M) pemerintaahan dipegang oleh Abbas I ia naik tahta pada usia 14 tahun. Pada p\masa pemerintahan Abbas I ini merupakan masa keemasan Safawi karena selain dapat mengatasi permasalahan dengan Usmanii yaitu dengan jalan damai juga memperbaiki Korps angkatan perangnya dengan sistem modern dengan peralatan perang meriam sebagaimana angkatan perang Usmaniyah. Daerahnya meluas sampai ke Tibriz, syirwan, Irak dan Negri lembah Kaukasus di sebelah barat, serta sampai ke Balakh dan Merv di sebelah timur. Di kuasai pulau-pulau hermuz di teluk Persia dan di jadikan bandar perniagaan, di beri nama baru yang sampai sekarang , Bandar Abbas. Ibu kota di pindahkan ke Isfahan yang dihiasi dengan istana-istana, masjid-masjid, jembatan dan taman bunga. Diantara tindakan raja yang menyamai atau mendekati Syah Abbas hanya satu yaitu Syah Abbas II (1629-1666 M), dalam bidang pemerintahan khususnya banyak meniru Syah Abbas I. Sultan-sultan kerajaan Safawi adalah: Safi Al-din (1525-1334 M) Sadar Aldin Nusa (1334-1339 M) Khawaja Ali (1339-1427 M) Ibrahim (1427-1447 M)

Juneid (1447-1460 M) Haidar (1460-1494 M) Ali ( 1494-1501 M) 1) Ismail I (1501-1524 M) 2) Tahmasp I (1524-1576 M) 3) Ismail II (1576-1577 M) 4) Muhammad Khudabanda (1577-1587 M) 5) Abbas I (1588-1628 M) 6) Safi Mirza (1628-1642 M) 7) Abbas II (1642-1667 M) 8) Sulaiman (1667-1694 M) 9) Husein (1694-1722 M) 10) Tahmasp II (1722-1732 M) 11) Abbas III (1732-1736 M). 2.2.2. Kemajuan-kemajuan yang di Capai Kerajaan Safawi A. Bidang Militer Pada masa syah Abbas dibentuk satu kesatuan tentara yang dibagi dalam tiga bagian: 1. Tentara Koveleri (berjumlah 1000 tentara + 3000 pengawal pribadi saja), tentara ini ada kesamaannya dengan tentara Jenissari Turki 2. Tentara Infantri (berjumlah 12.000 orang), namun pada masa selanjutnya menjadi bagian Koveleri. 3. Tentara Artilerri (berjumlah 12.000 orang) Dengan jumlah tentara 37.000 ini Syah Abbas ini memperluas wilayahnya dan mengamankan daerahnya. B. Bidang Administrasi Syah Abbas juga mengontrol daerah serta memantapkan kekuasaan dengan sentralisasi pemerintahan, seperti: 1. Pembayaran pajak terpusatdan di jalankan oleh tentara 2. Pemindahan ibu kota ke Isfahan 3. Membuat jalan-jalan baru bagi pedagang dan musyafir

4. Membuat lapangan sebagai tempat gerakan tentara 5. Dibangun sebuah masjid (masjid syah) yang besar dan indah, rumah sakit, sekolah dan lain-lain. C. Bidang Intelektual Pada masa syah Abbas muncul: 1. Muhammad Baqir bin Muhammad Damad seorang ahli filsafat dan ilmu pasti, orang persia memanggilnya guru ketiga setelah Plato dan Farabi. 2. Baharuddin Amil, Seorang Ulama juga sebagai ahli fisika 3. Shadr Al-Din Asyirozi. 2.2.3. Kehancuran dan Kemunduran Kerajaan Safawi Faktor-faktor kemunduran kerajaan Syafawi antara lain: 1. Para pemimpin yang lemah 2. Para pemimpin suka minum-minuman keras 3. Adanya dekadensi moral yang melanda sebagian pemimpin, hal ini juga turut mempercepat kehancuran kerajaan Syafawi 4. Konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani yang beraliran Syiah 5. karena pasukan Ghulam(pasukan budak) yang di bentuk oleh Abbas tidak memiliki semangat perang yang tinggi seperti Qizzilbas. 6. Adanya konflik internal kerajaan, dalam bentuk perebutan kekuasaan dikalangan keluarga istana.

2.3. Sejarah Kerajaan Mughal di India 2.3.1. Sejarah Awal Mula Kerajaan Mughal di India Kerajaan Mughal di India didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), cucu Timur Lenk. Ia memasuki daerah Ferginan dari ayahnya, Umar Mirza. Ketika ia ingin menahklukan Samarkand, kota budaya dan dagang yang sangat strategis yang menghungkan antara timur dengan barat, ia mendapatkan bantuan dari Ismail I, penguasa Syafawi. Dengan bantuan ini ia akhirnya ia dapat menakhlukan Samarkad pada tahun 1494 M. dan dapat menduduki Kabul pada tahun 1504 M. setelah Kabul dapat di takhlukan, Babur meneruskan Ekspansinya ke India. Kala itu Ibrahim Lodi, bersama-sama Daulat Khan, gubernur Lahore, mengirim utusan

ke Kabul, meminta bantuan Babur untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim di Delhi. Permohonan itu langsung diterimanya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kotanya Lahore. Setelah itu ia memimpin tentaranya menuju Delhi pada tanggal 21 April 1526 M terjadilah pertempuran dahsyat di Panipat. Ibrahim dan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dengan menegakkan pemerintahannya disana. Dengan demikian, berdirilah kerajaan Mughal di India. Setelah kerajaan Mughal berdiri, raja-raja Hindu di seluruh India menyusun angkatan perang untuk menyerang Babur. Tapi pasukan Hindia ini dapat dikalahkan oleh Babur. Dan sisa-sisa pendukung Ibrahim Lodi yang bermukim di Afganistanpun dapat ditumpas dari Gogra, tahun 1529 M. namun setelah itu babur meninggal. Pada tahun (1530-1539 M), pemerintahan di pegang oleh Hummayun, putra sulung Babur. Sepanjang kekuasaannya negara tidak pernah aman ia menghadapi pemberontakan Bahadur Syeh penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari delhi, dalam peperangan ini dimenangkan oleh Humayun dan Gujarat pun dapat di kuasai. Pada tahun 1540 Humayun dapat serangan dari Sherkhan di Kannauj. Ia mengalami kekalahan dan melarikan diri ke kandahan, kemudian ke Persia. Kemudian ia menyerang musuh-musuhnya dengan bantuan raja-raja persia, Tahmazp. Akhirnya ia dapat mengalahkan Syerkhan setelah lama meninggalkan Delhi. Ia memduduki tahtanya kembali tahun 1555 M, dan setahun setelah itu Humayun meninggal. Humayun di gantikan oleh anaknya Akbar, yang berusia 14 tahun. Karena ia masih muda, maka urusan kerajaan diserahkan kepada Bairamkhan, seorang Syi. pada masa Akbar inilah kerajaan Mughal mencapai keemasannya. Di awal pemerintahannya Akbar menghadapi pemberontakan sisa-sisa keturunan Syeh yang masih berkuasa di Punjab. Pemberontakan yang mengancam Akbar itu berusaha memasuki kota-kota Delhi. Bairamkhan menyambut kedatangan pasukan tersebut sehingga terjadilah peperangan dahsyat, yang di sebut Panipat II

pada tahun 1556 M. Himu dapat dikalahkan. Ia di tangkap kemudian dieksekusi. Dengan demikian, Agara dan Gawalior dapat di kuasai penuh. Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan Bairamkhan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau memasukan kepentingan aliran Syiah. Bairamkhan memberontak tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di jullandur tahun 1561 M. setelah persoalan-persoalan dalam negri dapat di atasi, Akbar mulai menyusun program Ekspansi. Ia berhasil menguasai Cundar, Ghond, Chittor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Benal, Khashmir dan lain-lain. Dalam pemerintahan militeristik tersebut, sultan adalah penguasa diktator, pemerintah daerah dipegang oleh seorang Sippah (kepala komandan), sedangkan Subdistrik dipegang oleh Faujdar (komandan), jabatan-jabatan sipil juga di beri jenjang kepangkatan yang bercorak militeran. Pejabat-pejabat itu memang di haruskan mengikuti latihan kemiliteran. Akbar juga menerapkan apa yang dinamakan dengan politik Salafkhul (toleransi universal). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama, mereka tidak di bedakan karena perbedaan Etnis dan agama. Kemajuan yang dicapai Akbar masih dapat dipertahankan oleh tiga sultan berikutnya, yaitu Jehanggir (1605-1628 M), sech Jehan (1628-1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M). tiga sultan penerus Akbar ini memang terhitung rajaraja yang besar dak kuat. Setelah itu, kemajuan kerajaam Mughal tidak dapat dipertahankan lagi oleh raja-raja berikutnya. 2.3.2. Kemajuan-kemajuan yang di Capai Kerajaan Mughal Ilmu pengetahuan walaupun tidak seperti pada masa daulat Abbasiyah tetap mengalami perkembangan terutama ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan Akidah dan Syariat, yang pada umumnya hanya diberi uraian dan tambahan penjelasan terhadap kitap yang dikarang pada masa sebelumnya. Selain itu berkembang pula ilmu-ilmu yang berhubungan dengan bahasa dan kehidupad seni budaya. Kemajuan dalam bidang okonomi di tandai dengan perkembangan progran pertanian, perdagangan dan pertambangan. Dalam sektor pertanian, komunikasi antara petani dan pemerintah diatur dengan baik, sehingga pendapatan negara

tersebar dari sektor ini. Dalam bidang sastra, penyair yang terkenal adalah Muhannad Jayazi, seorang sastrawan sufu, sejarawan yang muncul pada masa pemerintahan Aurangzeb bernama Abu Fadl yang mengarang kitab Akbar nama dari Aini Akhbari. Dalam bidang Arsitektur, Mughal meninggalkan beberapa monumental yang sangat indah dan mengagumkan, diantaranya istana Fatkur Syikri di syikri yang di bangun oleh sultan Akbar. Tajmanal di Agra yang di bangun oleh Sech Jehan oleh almarhum istrinya, nasjid raya Delhi dan bangunan Delhi. 2.3.3. Kemunduran dan Kerajaan Mughal Adapun sebab-sebab yang mengakibatkan keruntuhan kerajaan mughol adalah sebagai berikut: A. Sebab sebab Internal a. Perbedaan dan pertentangan antara agama islam dan agama hindu b. Kehidupan mewah dan kebesaran istana yang telah menghancurkan sendi-sendi kerajaan mughol yang pernah jadi kebanggaan c. Lemahnya keperibadian para sultan d. Bangkitnya kerajaan-kerajaan brahmana untuk memerdekakan diri e. Bangkitnya kerajaan-kerajan islam bawahannya,juga dengan tujuan yang sama dengan kerajaan-kerajan brahmana B. Sebab-sebab Esternal a. Serangan kerajaan iran yang di perintah nadir syah pada tahun 1739 M,yang mengakibatkan terbunuhnya beribu-ribu penduduk muslim india b. Serangan ahmad khan durani (afganistan) pada tahun 1761 M,yang dapat menegakkan kekuasaan afganistan di india c. Adanya kekuasaan kompeni inggris,yang mulai memerintah mughol india ketika sultan alam syah berkuasa hal ini berlangsung pada sultan-sultan selanjutnya.

III. PENUTUP 3.1. Rangkuman

Kerajaan ini berkuasa selama 7 abad. Pendiri kerajaan ini adalah bangsa turki dari kaum Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad mereka berpindah ke wilayah barat sekitar Turkistan, kemudian ke Persia dan Irak. Pada tahun 1300 M Bani Saljuk diserang oleh bangsa Mongol dan sultan Allaudin wafat. Setelah wafatnya sultan Allaudin bani Sajuk terpecah-pecah menjadi sepulih kerajaan kecil. Ada saat inilah Usman memproklamirkan kemerdekaan wilayahnya. Nama Usmani dinisbatkan kepadanya, sebagi pendiri kerajaan. Kerajaan Safawi berdiri, ketika kerajaan Usmani sudah mencapai puncak kemajuannya. Dalam perkembangannya kerajaan Safawi berkembang dengan cepat. Berbeda dengan kerajaan Usmani dan Mughal, dalam perkembangannya kerajaan Safawi sering bentrok dengan Usmani. Kerajaan Syafawi menyatakan Syiah sebagai mazhab negara. Karena itu, kerajaan ini dapat di anggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya negara Iran dewasa ini. Pada masa kekuasaan Ismail (1501-1524 M) saudara Ali. Ia segera menyusun kekuatan dengan melibatkan para pengikutnya dari Azerbaijan, Syiria dan Anatolia. Ketika pada akhirnya Ismail dapat merebut Tabriz dari pengasa saat itu, ia segera memproklamirkan kerajaannya, dan ia menjadi raja pertama. Kerajaan Mughal di India didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), cucu Timur Lenk. Ia memasuki daerah Ferginan dari ayahnya, Umar Mirza. Ketika ia ingin menahklukan Samarkand, kota budaya dan dagang yang sangat strategis yang menghungkan antara timur dengan barat, ia mendapatkan bantuan dari Ismail I, penguasa Syafawi. Dengan bantuan ini ia akhirnya ia dapat menakhlukan Samarkad pada tahun 1494 M. dan dapat menduduki Kabul pada tahun 1504 M. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kotanya Lahore. Setelah itu ia memimpin tentaranya menuju Delhi pada tanggal 21 April 1526 M terjadilah pertempuran dahsyat di Panipat. Ibrahim dan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dengan menegakkan pemerintahannya disana. Dengan demikian, berdirilah kerajaan Mughal di India.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman,Dudung.2009.Sejarah Peradaban Islam.Yogyakarta:LESFI Amintabin.Masa Tiga Kerajaan Besar Usmanisafawi Mughal (online). Amintabin.blogspot.com, di akses tanggal 8 januari 20011 Cermin Sejarah.Kemunduran Tiga Kerajaan Besar Usmani Safawi Mughal(online).Cermin Sejarah.blogspot.com, diakses tanggal 8 januari 2011 Modul.1995.Sejarah Kebudayaan Islam.Jakarta:Ditjen Binbaga Islam Siafalink.Masa Kemunduran dan Kehancuran Tiga Kerajaan Besar Islam(online).www.Safalink.co.cc, diakses tanggal 8 januari 2011 Sunanto,Musrifah.2007.Sejarah Islam Klasik.Jakarta:Kencana Yatim,Badri.1999.Sejarah Peradapan Islam.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada