Anda di halaman 1dari 46

1.

Surat keterangan tertulis yang dapat diberikan oleh dokter kepada seorang pasien kecuali : a. Surat kelahiran / kematian b. Surat keterangan untuk nikah c. Visum et repertum d. Surat keterangan cacat e. Surat keterangan penyakit menular Jawaban : seorang dokter diperkenankan untuk memberikan surat keterangan kepada pasien yaitu : surat keterangan cuti sakit, surat keterangan kelahiran dan kematian, surat keterangan cacat, surat keterangan penyakit menular, surat keterangan untuk nikah, surat keterangan kesehatan untuk asuransi jiwa. Visum et repertum diberikan oleh seorang dokter kepada pihak kepolisian dan kejaksaan dengan menggunakan surat resmi dari instansi tersebut. 2. Seorang lelaki berusia 30 tahun dirawat di ICU selama 1 bulan karena koma. Orang tua pasien tidak memiliki cukup uang sehingga mereka memutuskan untuk tidak memberikan pertolongan yang mempertahankan hidup pasien. Apakah tipe euthanasia yang paling tepat untuk keadaan di atas ... a. Auto euthanasia b. Active euthanasia c. Passive euthanasia d. Voluntary euthanasia e. Involuntary euthanasia Jawaban : Passive Euthanasia. Yakni mempercepat kematian dengan cara menolak memberikan pertolongan medis atau menghentikan proses perawatan medis yang sedang berlangsung. Misalnya dengan memberikan antobiotik pada penderita radang paru-paru berat, pemberian obat-obatan dengan dosis tinggi dilakukan untuk mempercepat proses penghentian fungsi anatomi tubuh yang mendukung kehidupan manusia. Active Eutahanasia. Yakni mempercepat kematian dengan mengambil tindakan yang baik secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan kematian, misalnya dengan memberikan tablet sianida atau menyuntikkan zat-zat yang mematikan kepada tubuh pasien. Tindakan ini langsung ditujukan untuk membunuh pasien, sepertinya halnya pada hokum suntik mati, tindakan ini terkesan memperlakukan pasien sebagai pelaku tindak criminal. Voluntary Euthanasia. Yakni mempercepat kematian atas persetujuan atau permintaan pasien. Involuntary Eutahanasia. Yakni mempercepat kematian tanpa persetujuan atau permintaan pasien. Eutahanasia non voluntary yakni mempercepat kematian atas sesuai dengan keinginan pasien yang disampaikan melalui pihak ketiga misalnya keluarga atau keputusan pemerintah. Biasanya terjadi pada kasus penderita penyakit yang menular. Pada euthanasia yang dialami pasien ini yaitu passive euthanasia.

Sumber : Idries AM. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Binarupa Aksara. Jakarta:1997 http://www.bbc.co.uk/ethics/euthanasia/overview/forms.html 3. Seorang laki-laki penderita TB ingin pindah pengobatan di rumah sakit lain. Datang ke RS ingin meminta rekam medis. Bagian administrasi tidak mengizinkan tetapi memberikan resume. Sebagai dokter apa yang anda lakukan a. Meminta administrasi RS untuk memberikan salinan b. Meminta administrasi langsung memberikan rekam medis c. Membuat resume sesuai autoanamnesis d. Mendukung bagian administrasi RS untuk tidak memberikan rekam medis e. Menerangkan rekam medis tidak boleh diberikan karena merupakan dokumen rahasia RS Jawaban : Pada kasus tersebut seorang dokter diperkenankan untuk memberikan salinan rekam medis pasien tersebut kepada bagian administrasi RS. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis. Pada BAB V mengenai kepemilikan, pemanfaatan, dan tanggung jawab pasal 12 memuat : a. Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan b. Isi rekam medis merupakan milik pasien c. Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis d. Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu. Karena pasien adalah pemilik isi rekam medis, maka sarana kesehatan dapat menyerahkan forokopi rekam medis atau surat keterangan yang memuat resume perjalanan penyakit dan perawatannya selama di sarana pelayanan kesehatan tersebut karena rekam medis asli hanya dapat dibawa keluar dari sarana pelayanan kesehatan atas perintah pengadilan. Sumber : Sampurna B. Implementasi Undang-undang Praktik Kedokteran yang terkait dengan masalah rekam medis. Link_forensik_ku.webs.com/hukumkesehatan.html 4. Yang bukan merupakan kewajiban dokter terhadap pasien adalah ... a. Kewajiban melindungi makhluk hidup insani b. Kewajiban memegang teguh rahasia jabatan c. Kewajiban memperlakukan teman sejawat sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan d. Kewajiban yang berhubungan dengan standar profesi medik e. Kewajiban untuk bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilan untuk kepentingan pasien. Jawaban : Kewajiban dokter diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) sesuai SK PB IDI No. 221/PB/A-4/04/2002. Mulai pasal 10 13. Dari pilihan di atas yang bukan merupakan kewajiban dokter terhadap pasien yaitu Kewajiban memperlakukan teman

sejawat sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Karena hal tersebut merupakan kewajiban dokter terhadap teman sejawat bukan terhadap pasien. 5. Wewenang Konsil Kedokteran Indonesia adalah sebagai berikut kecuali ... a. Menyetujui dan menolak permohonan registrasi b. Menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi c. Menjatuhkan sanksi kepada dokter dan atau dokter gigi d. Mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi e. Mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi Jawaban : Menurut UU RI No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, konsil kedokteran memiliki wewenang sebagai berikut : Menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi Menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi Mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi Melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi Mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi Melakukan pembinaan Melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi karena melanggar etika profesi Pemberian sanksi disiplin kepada dokter dan atau dokter gigi bukan merupakan wewenang konsil kedokteran tetapi merupakan wewenang dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia ( MKDKI ) yang beranggotakan tiga dokter, tiga dokter gigi, seorang dokter dan seorang dokter gigi dari asosiasi RS serta tiga sarjana hukum. 1. Ibu membawa bayi berusia 5 bulan dengan keluhan muntah setelah diberi ASI. Seminggu yang lalu ibu memberikan bubur susu dengan alasan susu formula yang diberikan masih kurang. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, radiologis dan penunjang yang lainnya ternyata bayi tersebut mengalami invaginasi dan hasrus menjalani operasi segera. Tindakan dokter yang tepat saat menjelaskan adalah a. Menjelaskan bahwa keadaan sudah parah dan meminta informed consent untuk operasi b. Meminta ibu untuk menghubungi suami dan mengisi informed consent segera c. Menjelaskan bahwa operasi harus dilakukan segera namun tetap ada resikonya d. Menjelaskan tentang penyakit, kemungkinan penyebab, terapi, termasuk tindakan operasi yang dilakukan. e. Menyalahkan ibu pasien karena memberikan makanan yang belum tepat waktunya Jawaban : D Pembahasan : Dokter harus menunjukkan empati dan menjelaskan kepada ibu pasien mengenai invaginasi secara sederhana dengan bahasa yang dimengerti pasien. Kemungkinan penyebab juga harus dijelaskan yaitu pemberian makanan padat pada usia <6 bulan, dalam bahasa yang tidak menyalahkan atau menyudutkan ibu pasien. Selain itu, pasien juga perlu dijelaskan mengenai rencana terapi dan tindakan selanjutnya. Sebelum tindakan operasi, dokter harus meminta informed consent dari ibu. a. b. c. d. e. f. g.

Referensi : Milier HF, Davis T. 1996. Practitioners Guide to Ethical Decision Making. http:/www.counseling.org/counselor/practitionersguide.aspx Diunduh tanggal 16 September 2013. 2. Bila dokter telah mendapat surat ijin praktik, pada waktu menerima pasien dan menyetujui untuk mengobatinya secara hukum sesungguhnya telah terjadi a. Persetujuan perikatan b. Perjanjian hubungan pasien c. Transaksi terapeutik d. Ikatan hubungan dokter-pasien e. Semua yang disebut diatas benar Jawaban: C Pembahasan : Persetujuan yang terjadi antara dokter dan pasien bukan di bidang pengobatan saja tetapi lebih luas mencakup bidang diagnostik, preventif, rehabilitatif maupun promotif sehingga persetujuan ini disebut persetujuan terapeutik atau transaksi terapeutik. Dalam bidang pengobatan, para dokter dan masyarakat menyadari bahwa tidak mungkin dokter menjamin upaya pengobatan akan selalu berhasil sesuai yang diinginkan pasien/keluarga. Yang dapat diberikan dokter adalah upaya maksimal hubungan dokter pasien ini dalam perjanjian hukum perdata termasuk kategori perikatan berdasarkan daya upaya/usaha maksimal. Ini berbeda dengan ikatan yang termasuk kategori perikatan yang berdasarkam hasil kerja. Referensi : Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009: 43 3. Seorang pria berusia 45 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pasien ditemukan karyawannya sudah tidak sadarkan diri di kantornya. Pasien adalah penyandang sirosis hepatis. Pasien tidak memiliki keluarga di kota ini. Menurut keluarganya pasien adalah penyandang sirosis hepatis yang menolak pengobatan sebelumnya. Apakah penanganan yang paling tepat yang secara etik dapat dibenarkan? a. Tidak memberikan pengobatan b. Konsultasi terlebih dahulu dengan komite etik c. Menghargai hak pasien dengan menunggu keluarga datang d. Meminta pasien untuk memberikan tanda-tanda penolakan e. Langsung mengobati pasien tanpa menunggu persetujuan Jawaban : E Pembahasan : Persetujuan tindakan medis pada individu yang tidak kompeten diberikan oleh : Keluarga terdekat (suami/istri, orangtua yang sah atau anaknya yang kompeten, saudara kandungnya) Pengampu

Pada pasien yang tidak kompeten yang menghadapi keadaan gawat darurat medis, sedangkan yang sah memilikinya memberikan persetujuan tidak ditemukan, maka dokter dapat melakukan tindakan kedokteran demi kepentingan pasien dan penjelasan dapat diberikan kemudian. Referensi : Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 4. Seorang laki-laki berusia 12 tahun datang ke dokter pratik umum dengan keluhan sering cepat lelah dan bibir kebiruan. Setelah anamnesis, pemeriksaan fisik serta laboratorium, dokter mendiagnosis pasien dengan kelainan katub jantung. Dokter selanjutnya merujuk pasien ke dokter spesialis jantung anak. Apakah jenis rujukan yang paling sesuai? a. Split referral b. Cross referral c. Collateral referral d. Periodic referral e. Interval referral Jawaban : B Pembahasan : Pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam sistem rujukan antara lain : Interval referral : pelimpahan wewenang dan tanggung jawab penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu, dan selama jangka waktu tersebut, dokter tersebut tidak ikut menanganinya. Collateral referral : menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita hanya untuk satu masalah penanganan kedokteran khusus saja. Cross referral : pelimpahan wewenang dan tanggung jawab penderita sepenuhnya kepada dokter lain untuk selamanya. Split referral : pelimpahan wewenang dan tanggung jawab penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan dan selama jangka waktu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab tersebut, dokter pemberi rujukan tidak ikut campur. Referensi : Amelia R. Konsultasi dan Rujukan Dalam Praktek Dokter Keluarga. 5. Karena tidak puas dengan pelayanan di suatu RS, seorang pri berusia 40 tahun memutuskan pindah RS lain untuk mengobati penyakit TBCnya. Ketika ia meminta rekam medis dari RS lama, administrasi RS menolak memberikan dokumen tersebut merupakan arsip RS dan hanya memberikan resume keadaan terakhir pasien. Siapakah yang berhak memiliki berkas rekam medis tersebut? a. Pasien b. Dokter c. Rumah sakit d. Pasien dan dokter e. Dokter atau rumah sakit Jawaban : E

Pembahasan : Kepemilikan rekam medis, sesuai UU Pratik Kedokteram, berkas rekam medis menjadi milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis dan lampiran dokumen menjadi milik pasien. Referensi: Alwy S, Sjamsuhidajat. 2006. Manual Rekam Medis. 1. Bila seorang dokter puskesmas menyebabkan tindakan syok anafilaktik, maka bila dilakukan persidangan terhadap kasus tersebut, maka yang menjadi saksi ahli dalam sidang tersebut a. Dokter puskesmas b. Dokter RS tipe C c. Dokter RS tipe B d. Dokter RS tipe A e. Dokter forensik Pembahasan Saksi ahli untuk kasus malpraktek harus memiliki kompetensi yang sama dengan terdakwa, agar ia bisa menjelaskan prosedur standar yang seharusnya dilakukan oleh terdakwa dalam menghadapi situasi medis tertentu. Rumah Sakit Umum Kelas A Harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12 Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13 Pelayanan Medik Sub Spesialis. Jumlah tempat tidur minimal 400 buah. Rumah Sakit Umum Kelas B harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 8 Pelayanan Medik Spesialis Lainnya dan 2 Pelayanan Medik Subspesialis Dasar. Jumlah tempat tidur minimal 200 buah. Rumah Sakit Umum Kelas C Harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik. Jumlah tempat tidur minimal 100 buah. Rumah Sakit Umum Kelas D

Harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 Pelayanan Medik Spesialis Dasar. Jumlah tempat tidur minimal 50 buah. Rumah Sakit Khusus Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Jantung, Kanker,

Orthopedi, Paru, Jiwa, Kusta, Mata, Ketergantungan Obat, Stroke, Penyakit Infeksi, Bersalin, Gigi dan Mulut, Rehabilitasi Medik, Telinga Hidung Tenggorokan, Bedah, Ginjal, Kulit dan Kelamin. Referensi http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%2520No.%2520340%2520tt g%2520Klasifikasi%2520Rumah%2520Sakit.pdf 2. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang ICU selama 1 bulan karena koma. Orang tua pasien tidak memiliki cukup uang sehingga mereka memutuskan untuk tidak memberikan pertolongan yang mempertahankan hidup pasien. Apakah tipe euthanasia yang paling tepat untuk keadaan diatas a. auto euthanasia b. acvtive euthanasia c. passive euthanasia d. voluntary euthanasia e. involuntary euthanasia Jawaban : C Pembahasan : Active euthanasia : seseorang sengaja menyebabkan kematian pasien secara langsung yaitu melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidup pasien. (misalnya : memberiksan analgetik yang overdosis) Passieve euthanasia: seseorang tidak secara langsung menimbulkan kematian pasien, tetapi dengan membiarkan pasien meninggal (misal: menghentikan mesin yang menjaga pasien tetap hidup sehingga terjadi kematian). Voluntary euthanasia : euthanasia yang dilakukan dokter berdasarakan permintaan pasien dimana kedua pihak setuju (dengan informed consent) untuk mengakhiri hidup pasien. Non-voluntary euthanasia pasien tidak sadar atau tidak mampu membuat keputusan antara hidup atau mati (karena terlalu muda atau intelegensi sangat rendah) dan orang yang tepat mengambil keputusan untuk mereka. Involuntary euthanasia: euthanasia yang dipaksakan pelaksanaannya. Saat pasien memilih untuk hidup namun dibunuh (equivalen dengan pembunuhan).

Referensi : Idries AM. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Binarupa Aksara. Jakarta:1997.

3. Seorang laki-laki penderita TB ingin pindah pengobatan di rumah sakit lain. Datang ke RS ingin meminta rekam medis. Bagian administrasi tidak mengijinkan tetapi memberikan resume. Sebagai dokter apa yang anda lakukan

a. Meminta administrasi RS untuk memberikan salinan b. Meminta administrasi langsung memberikan rekam medis c. Membuat resume sesuai autoanamnesis d. Mendukung bagian administrasi RS agar tidak memberikan rekam medis e. Menerangkan rekam medis tidak boleh diberikan karena dokumen rahasia RS Jawaban : A Pembahasan : Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis, rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan atau dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pada BAB V Kepemilikan, Pemanfaatan, dan Tanggung Jawab pasal 12 memuat : 1. 2. 3. 4. Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan Isi rekam medis merupakan milik pasien Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau dikopi oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.

Karena pasien adalah pemilik isi rekam medis, maka sarana pelayanan kesehatan dapat menyerahka rekam medis, yaitu dapat dalam bentuk fotokopi rekam medis atau dalam bentuk surat keterangan yang memuat resume perjalanan penyakit atau perawatannya selama di sarana pelayanan kesehatan tersebut. Rekam medis asli hanya dapat dibawa keluar dari sarana pelayanan kesehatan atas perintah keadilan. Referensi : Sampurna B. Implementasi Undang-Undang Praktik Kedokteran yang Terkait dengan Masalah Rekam Medis. 4. Seorang dokter dapat memberikan surat keterangan berikut ini kepada pasien, kecuali.. a. Surat kelahiran/kematian b. Visum et repertum c. Surat kesehatan untuk menikah d. Surat keterangan cuti hamil e. Bukan salah satu yang disebut diatas Jawaban : A Pembahasan : Visum et repertum merupakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter untuk polisi dan pengadilan, bukan untuk pasien. VeR mempunyai 2 bukti dan merupakan alat bukti yang sah di pengadilan.

Surat keterangan yang sering diminta pasien kepada dokter antara lain surat keterangan lahir, surat keterangan meninggal, surat keterangan sehat, surat keterangan sakit untuk istirahat, surat keterangan cuti melahirkan, surat keterangan ibu hamil bepergian dengan pesawat udara, kwitansi. Para dokter dalam memberikan surat keterangan hendaknya berdasarkan keadaan yang sebenarnya dapat dibuktikan kebenarannya. Penyimpangan dalam pembuatan surat keterangan selain tidak etis merupakan pelanggaran terhadap Pasal 267 KUHP. Referensi : Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC. 2009:89-94

5. Orang tua membawa anaknya yang berusia 7 tahun dengan keluhan demam 4 hari dan nyeri perut. Selama ini pasien hanya diberi paracetamol tapi demam naik kembali. Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik didiagnosis anak tersebut mengalami DBD derajat 4. Pasien diresusitasi selama 1 jam namun tidak tertolong dan anaknya meninggal. Cara terbaik saat dokter menjelaskan kepada orang tua adalah a. Menyatakan turut berdukacita dan mengatakan bahwa jika tidak terlambat nyawa anak masih bisa tertolong b. Berdukacita dan menyalahkan orang tua kenapa tidak segera dibawa ke RS. c. Meminta maaf kepada anak meninggal dan menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi seperti ini jarang yang tetap bertahan hidup. d. Menyatakan turut berduka cita dan menjelaskan tentang penyakit dan pemnyebab kematian setelah keluarga tenang. e. Memberikan informasi segera setelah anak meninggal. Jawaban : D Pembahasan : Setelah breaking bad news kepada orang tua bahwa anaknya sudah tidak tertolong dan meninggal dunia, dokter sebaiknya memberikan waktu kepada mereka untuk melupakan kesedihan dan menenangkan diri. Kemudian dokter berkewajiban memberi penjelasan kepada orangtua mengenai kondisi pasien saat masuk ke RS bahwa kondisi pasien saat itu gawat dan penyebab kematian pasien. Dokter memberikan keterangan tidak dengan menyalahkan atau menyudutkan orangtua, tetapi justru memberikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Referensi : Milier HF, Davis T. 1996. Practitioners Guide to Ethical Decision Making. http:/www.counseling.org/counselor/practitionersguide.aspx Diunduh tanggal 16 September 2013.

Padasuatuklinikdokterspesialisjantung.Seorangdokterjantungmemilikikebiasaanmemeriksapasi endalamjumlah yang banyakdiwaktu yang bersamaandikarenakanpasiennyaantripanjang.Kaidahdasar moral manakah yang dilanggarolehdoktertersebut? a. Beneficence b. Non malificence c. Autonomy d. Justice e. Bukansalahsatudiatas Pasien di ataskehilanganhakuntukdijagakerahasiaannyakarenadapatdidengaroleh orang lain. Dengandemikianmelanggar autonomy. Beneficence - Mengutamakankepentinganpasien. Yang terbaikuntukpasien. Nonmaleficence /primum do no harm Justice - Memberiperlakuansamauntuksetiap orang Autonomy(self-determination). Pasienmemilikihakuntukmengambilkeputusanuntukdirinyasendiri.Pasienmemilikihakuntukdijagakera hasiaannya. Daftar Pustaka: Hanafih J, Amir A.EtikaKedokterandanHukumKesehatan. Jakarta, PenerbitBukuKedokteran EGC, 1999 Wanita 46 tahundengan diagnosis Ca cervix stadium terminal.Pasienmerasasangatkesakitandanfisiknyalemah.Doktersudahmemberikanmorfinuntuk mengurangi rasa nyeripasien.Pasiensudahmerasahidupnyatidakbermaknadantidaksangguplagimenahansakit yang dirasakannya.Pasienmemintadokteruntukmeningkatkandosismorfinnyasehinggadiadapatmeni nggaldengantenang.Doktermenolakpermintaanpasien.Kaedahdasarbioetika yang dihadapiolehdokteradalah... a. Beneficence Autonomy b. Autonomy Non maleficence c. Non Maleficence - Beneficence d. Justice Autonomy e. Justice Non Maleficence Doktermenghadapidilemaantarahak autonomy daripasien yang menginginkankematiannya yang tenangtanpasakitataubertindak non-maleficence dengantidakmelakukan euthanasia. Daftar Pustaka: Hanafih J, Amir A. EtikaKedokterandanHukumKesehatan. Jakarta, PenerbitBukuKedokteran EGC, 1999 Wanita 15 tahundatangkepraktekumumdengankondisihamil.Orang tua yang menemanipasieninginmenggugurkankandungananaknyakarenamalu.Tindakan yang seharusnyadilakukandokteradalah.... a. Menolakdanmemberipengertiankepadapasiendanorangtuanya b. Menyarankankedukun c. Menyarankankedokterkandungan d. Memberiobatuntukmenggugurkan e. Laporkanpasiendanorangtuanyakepolisi

Dokterbertindaksesuaidengan non-maleficence denganmenjelaskanpasiendan orang tuanyamengenaikomplikasidarimenggugurkankandungan, selaintindakanabortus yang tidakberdasarkanalasanmedistidakdibenarkan pula secarahokum Daftar pustaka : Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesiaa.Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia.Jakarta, Ikatan Dokter Indonesia, 2002 Wanita 35 tahunmengalamilukatembak di rahangkiriolehtemansekerja.Pasiendirawat 1 bulan di rumahsakitdandipulangkanolehdokter.Berselang 3 hari, kembaliterjadiperdarahandandibawakedokter.Pasienlaludirawatkembaliselama 2 hari.2 harisetelahpasiendipulangkan, terjadilagiperdarahansaatsikatgigi, pasienlaludibawake UGD, namunmengalamisesaksaat di jalandanakhirnyameninggal.Keluargainginmenuntut.Tindakan paling beratuntukdokter yang merawat... a. Sanksipidana d. Tegurlisan b. Sanksiperdata e. Gantirugi c. Sanksiadministratif Sanksiterberat yang dapatditerimaolehseorangdokteradalahsanksipidana yang dapatberupahukumanpenjaramaupunpencabutanijinpraktekbaiksementaramaupunseumurhidup . Daftar pustaka: Wiradharma, D.PenuntunKuliahHukumKedokteran. Jakarta, BinarupaAksara, 1996: 56-733. Seorangpria yang sedangmenjalanipengobatan TB memutuskanuntukpindahrumahsakit.Iamemintarekammedisnyapada RS yang lama. RS lama menolakdenganalasanrekammedisadalahrahasiamedisnamunmemberikan resume keadaanterakhirpasien. Sikap yang seharusnyadilakukanolehdokter di RS tersebut... a. Meminta RS memberikanrekammedisseluruhnya b. Meminta RS memberikanrekammedissalinannya c. Memintapasienmembuatsuratizintertulis d. Membuat resume sendiridengancaraautoanamnesis e. Mendukung RS karenarekammedisadalahrahasiamedis MenurutperaturanMenteriKesehatan No. 749/Menkes/PER/XII/1989, definisirekammedisadalahberkas yang berisicatatandandokumententangidentitaspasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, danpelayanan lain yang telahdiberikankepadapasien, sertadibubuhinama, waktu, dantandatanganpetugas yang memberipelayananatautindakan. Dokumenrekammedismerupakanmilikdokter, doktergigi, atausaranapelayanankesehatan, sedangkanisirekammedismerupakanmilikpasien.Rekammedisdisimpandandijagakerahasiaannyao lehdokterataudoktergigidanpimpinansaranakesehatan. Daftar pustaka: Wiradharma, D.PenuntunKuliahHukumKedokteran. Jakarta, BinarupaAksara, 1996

1. Seorang perempuan berusia 25 tahun dengan pekerjaan sebagai artis mengalami penganiayaan memar di pipi dan luka robek di wajah 5x1x1 cm. ia mempunyai bakat keloid dan mendatangi UGD untuk dibuatkan visum. Laporan visum apakah yang cocok untuk membuat tuntutan kepada penganiaya tersebut?

a. Luka ringan b. Luka yang berharap kesembuhan c. Luka yang menimbulkan cacat hidup d. Luka yang menghambat pekerjaan sehari-hari e. Gangguan jiwa Jawaban :D Pembahasan : Kualifikasi luka antara lain : KUHP pasal 352 Penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk melakukan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian. KUHP pasal 351 ayat 1 Penganiayaan yang menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian. KUHP pasal 90 ayat 2 Penganiayaan yang menimbulkan luka berat Kata penganiayaan merupakan istilah hokum dan tidak dikenal dalam istilah kedokteran. Karena biasanya penganiayaan menimbulkan luka, maka dalam kesimpulan visum et repertum, kata penganiayaan diganti LUKA. Dalam kasus ini, penganiayaan terjadi pada seorang artis, sehingga menimbulkan luka pada wajah. Padahal, bagi seorang artis, wajah merupakan media dalam melaksanakan pekerjaannya. Akhirnya, luka yang terdapat pada wajahnya tersebut, dalam visum et repertum ditulis sesuai dengan KUHP pasal 351 ayat 1, yakni luka yang menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian. Kepustakaan : Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal FK UNAIR, edisi keempat, hal 260. 2. Seorang pasien wanita G3P2A0, 35 tahun dating ke dokter A dengan keluhan terlambat datang bulan kurang lebih selama 3 bulan. Wanita ini memiliki anak bungsu usia 7 bulan, sehingga belum memiliki rencana untuk mempunyai anak kembali. Dokter A menolak memberikan terapi dan menyarankan pergike Dokter B. Dokter B member obat, lalu pasien diminta control setelah 5 hari. Tindakan Dokter A a. Benar, melanggar hukum b. Benar, melawan hokum c. Salah, melanggar hokum d. Salah, melawan hokum e. Benar, tidak melanggar hokum Jawaban :B Pembahasan : Abortus yang dilakukan secara sengaja merupakan salah satu masalah hokum yang peka dan berkaitan dengan profesi kedokteran. Dalam KUHP, terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan abortus, yaitu pasal 346, 347,348, 349, dan 299. Pasal 348 KUHP

(3) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam pidana penjaa paling lama lima tahun enam bulan. (4) Jika perbuatannya itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 349 KUHP Jika seorang dokter, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu salah satu kejahatan yang ditetapkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. Tindakan Dokter A benar karena menolak memberikan terapi untuk menggugurkan kandungan pasien. Dokter A tidak melakukan tindakan yang melanggar hokum. Akan tetapi, melawan hokum karena memberikan saran yang tidak tepat. Kepustakaan : Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, edisi 1, hal. 245-246 3. Seorang laki-laki berusian 40 tahun mengalami kesakitan tak tertahankan karena didiagnosis dokter menderita tumor ganas. Pasien meminta euthanasia. Apa alas an dokter memperbolehkan euthanasia? a. Usia pasien sudah tua b. Menghilangkan penderitaan pasien c. Atas permintaan pasien d. Hak manusia untuk menentukan hak hidup matinya sendiri e. Kewajiban dokter menolong pasien Jawaban :D Pembahasan : Euthanasia adalah dengan sengaja tidak melakukan sesuatu untuk memperpanjang hidup seorang pasien. Selain itu, dengan sengaja melakukan sesuatu untuk memperpendek hidup atau mengakhiri hidup pasien. Hal ini dilakukan untuk kepentingan pasien sendiri. Dengan makin meningkatnya kesadarn akan hak untuk menentukan nasib sendiri (self determination). Di banyak Negara mulai timbul gerakan dan penghargaan atas hak seseorang untuk mengakhiri hidup. Di beberapa Negara, hak ini diakui oleh pemerintah karena diatur dalam undang-undang, seperti di Negara Belanda, Belgia, dan Nonthern Territory, Australia. Kepustakaan : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal, 116 4. Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke UGD mengeluh diperkosa 5 hari yang lalu. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan saat itu. Dua hari kemudian, polisi minta VeR. Sikap dokter adalah a. VeR bedasarkan rekam medis sebelumnya b. Laporan medis berdasarkan rekam medis sebelumnya c. Meminta polisi membawa pasien kembali d. VeR berdasarkan rekam medis sesuai tanggal pemeriksaan

e. Menolak VeR Jawaban :D Pembahasan : Pada ksus-kasus korban hidup, korban hidup atau pasien di gawat darurat, seperti penganiayaan, diduga keracunan, dan lain-lain tidaklah mungkin pada saat itu juga penyidik membuat permintaan visum. Karena kejadian tersebut tidak mungkin diketahui sebelumnya. Namun, dokter pada umumnya telah mengetahui kasus-kasus mana yang nantinya akan diminta visum et repertum, sehingga pada pemeriksaan akan dicatat lebih teliti dan lengkap. Pada kondisi seperti ini, permintaan visum dapat saja dibuat menyusul esok harinya atau segera. Namun, isi visum et repertum dari dokter adalah hasil pemeriksaan saat pasien atau korban datang pertama kali ke gawat darurat. Hal ini sudahberjalan sejak dahulu dan dilakukan di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Penjelasan ini adalah untuk menyikapi bahwa rahasia kedokteran akan terbuka apabila ada permintaan visum dari penyidik. Kepada dokter yang berpraktik secara pribadi, hal ini tidak berlaku apabila dokter tersebut tidak memberikan hasil pemeriksaan sebelum tanggal permintaan visum et repertum. Dia mempunyai hak berdasarkan hokum. Jadi, sudah menjadi hak pribadi dokter tersebut untuk memberikan hasil pemeriksaan sebelum tanggal visum et repertum atau tidak. Kepustakaan : Visum et Repertum dan Asphyxia, hal. 7-9 5. Seorang dokter berkata kepada Ibu pasien, Ibu, anaknya diharapkan segera membaik dalam 24 jam ini. Namun, bila nanti anak Ibu muntah dan tidak ada cairan yang masuk, Ibu harus segera membawanya ke rumah sakit. Jika ada tanda-tanda kekurangan cairan, kemungkinan besar anak ibu perlu dirawat di rumah sakit untuk diobservasi. Apa maksud dari tindakan dokter tersebut? a. Menjelaskan diagnose b. Melibatkan pasien dalam mengambil keputusan c. Memberikan rasa nyaman d. Memberikan agenda konsultasi e. Menetapkan rencana yang akan ditempuh apabila ada kegawatan Jawaban :E Pembahasan : Informasi yang diberikan kepada ibu dimaksudkan agar ibu siap untuk melakukan tindakan yang ceapt dan tepat jika menghadapi keadaan gawat. Kepustakaan : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan,edisi 4, hal. 50
1. Seorang pria berusia 23 tahun datang ke tempat praktek anda dengan membawa resep mengandung codein. Kemudian,minta dibuatkan resep lagi oleh dokter. Ada riwayat penggunaan opiate. Tindakan dokter adalah... a. Buat resep baru tanpa opiate b. Kembali ke dokter lama c. Rujuk ke panti rehab d. Rujuk ke psikiater e. Rujuk ke dokter lain

Jawaban: B Pembahasan: Addanya riwayat penggunaan opiate dan pada resep sebelumnya ada yang mengandung codein. Oleh sebab itu untuk menghindari penyimpangan dalam praktek kedokteran dan dalam pemberian terapi lanjutan, akan lebih baik jika pasien dikembalikan ke dokter lama. Pustaka: Pedoman ilmu kedokteran forensik 2. Seorang wanita berusia 17 tahun datang bulan selama 2 minggu dan ingin menggugurkan kandungan. Dokter A menolak melakukannya. Wanita itu kemudian datang ke dokter B. Dokter B melakukan tes kehamilan, didapatkan hasil positif. Kemudian dokter B memberikan obat untuk abortus dan menganjurkan kontrol ulang satu minggu berikutnya. Tindakan dokter B yang melakukan tes hamil (+), memberi obat dan menganjurkan kontrol merupakan tindakann... a. Melawan hukum b. Melanggar hukum c. Salah dan melanggar hukum d. Salah dan tidak melanggar hukum e. Benar dan sesuai kaidah hukum Jawaban: C Pembahasan: Abortus yang dilakukan secara sengaja merupakan salah satu masalah hukum yang peka dan berkaitan dengan profesi kedokteran. Dalam KUHP terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan abortus yaitupasal 346, 347, 348, 349 dan pasal 299 KUHP. Pada kasus diatas yang berkaitan adalah pasal 348, 349 dan 299 KUHP. Pasal 348 KUHP 1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Pasal 3489 KUHPu Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu slah satu kejahatan yang diterapkan dalam pasal 347 dan 348 maka pidan yang ditentukan dalam pasal itu dpat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. Pasal 299 KUHP 1. Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah 2. Jika yang bersalah berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga

3. Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk me;akukan pencarian itu Berdasarkan KUHP pasal 348,349 dan 299 tindakan yang dilakukan dokter B salah dan melanggar hukum. Pustaka:Pedoman ilmu kedokteran forensik 3. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun didiagnosis dengue shock syndrome dan dirawat di ruang ICU. Akan tetapi orang tuanya tidak memiliki cukup uang sehingga mereka memutuskan untuk tidak memberikan pertolongan untuk mempertahankan hidupnya. Apakah tipe euthanasia yang paling tepat untuk tindakan diatas.. a. Auto-euthanasia b. Active euthanasia c. Passive euthanasia d. Voluntary euthanasia e. Involuntary euthanasia Jawaban: C Pembahasan:

Sehubungan dengan pengaturan dalam KUHP yang terkait praktek euthanasia, Petrus Yoyo Karyadi menguraikan atau mengklasifikasikan euthanasia sebagai berikut: 1.
1.

Euthanasia Aktif

Euthanasia aktif terjadi apabila dokter atau tenaga apabila dokter atau tenaga kesehatan lainnya secara sengaja melakukan seatu tindakan untuk memperpendek (mengakhiri) hidup pasien. 2. Euthanasia Tidak Langsung Euthanasia tidak langsung terjadi apabila dokter atau tenaga medis lainnya tanpa maksud mengakhiri hidup pasien, walaupun dengan mengetahui adanya resiko bahwa dari tindakan medik tersebut dapat mengakibatkan hidup pasien diperpendek. 3. Euthanasia Pasif Euthanasia pasif terjadi apabila dokter atau tenaga medis lainnya secara sengaja tidak lagi memberikan bantuan medik kepada pasien yang dapat memperpanjang hidupnya.
Pustaka: http://tittoarema.blogspot.com/2006/01/euthanasia-persepetif-medis-dan-hukum.html 4. Karena tidak puas dengan pelayanan di suatu RS, seorang laki-laki berusia 40 tahun memutuskan pindah ke RS lain untuk mengobati penyakit TBC nya. Ketika dia memianta rekam medik dari RS lama, administrasi menolak memberikan dokumen tersebut karena dikatakan hal ini merupakan arsip rumah sakit dan hanya akan memberikan resume keadaaan terakhir pasien. Siapakah yang berhak memiliki data rekam medik tersebut... a. Pasien b. Dokter c. Rumah sakit d. Pasien dan dokter e. Pasien dan rumah sakit

Pembahasan: Hak-hak pasien secara umum meliputi: 1. Hak pasien atas perawatan 2. Hak untuk menolak cara perawatan tertentu 3. Hak untuk memilih tenaga kesehatan dan rumah sakit yang akan merawat pasien. 4. Hak atas informasi. 5. Hak untuk menolak perawatan tanpa izin. 6. Hak atas rasa aman. 7. Hak atas pembatasan terhadap pengaturan kebebasan perawatan. 8. Hak untuk mengakhiri perjanjian perawatan. 9. Hak atas twenty-for-a-day-visitor-rights 10. Hak pasien menggugat atau menuntut. 11. Hak pasien mengenai bantuan hokum. 12. Hak pasien untuk menasihatkan mengenai percobaan oleh tenaga kesehatan atau ahlinya. Banyak rumah sakit mengeluarkan peraturan yang berbeda-beda , namun pada prinsipnya mengakui adanya hak pasien untuk mendapatkan informasi medik itu. Bahkan tidak sedikit pasien yang mengizinkan pasien memperoleh kopi dari rekam medik dengan mengganti biaya yang diperlukan. Pustaka: Hukum Kedokteran oleh sofwan dahlan dan eko soponyono 5. Tindakan yang salah dalam bidang kedokteran dikelompokkan menjadi a. Criminal malpractice, civil malpractice, administrative malpractice b. Criminal malpractice, konsil malpractice, administrative malpractice c. Constitusional malpractice, konsil malpractice , civil malpractice d. Criminal malpractice, medical malpractice, administrative malpactrice e. Criminal malpractice, konsil malpractice, civil malpractice Jawaban: A Pembahasan: Tindakan yang salah dalam bidang kedokteran di klompokkan menjadi a. Criminal malpractice: tanggung jawab (criminal responsibility) selalu bersifat individual (pada dokter yang melakukan tindakan) dan personal ( bukan badan hukum maupun perusahaan) b. Civil malpractice: disebut civil malpractice jika dokter tidak melksanakan kewajibannya yaitu tidak memberikan prestasi yang sehausnya c. Administrasi malpractice: Jika dokter melanggar hukum administrasi (misalnya melakukan tindakan medik tanpa izin atau tidak sesuai dengan izinnya) Pustaka: Hukum kedokteran

1. Yang bukan merupakan kewajiban dokter terhadap pasien adalah a. Kewajiban melindungi makhluk hidup insani b. Kewajiban memegang teguh rahasia jabatan c. Kewajiban memperlakukan teman sejawat sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan

d. Kewajiban yang berhubungan dengan standar profesi medik e. Semua yang disebut di atas benar Jawaban : C Pembahasan : Berdasarkan KODEKI sesuai Surat Keputusan PB IDI No 221/PB/A-4/04/2002 Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13 mencakup jawaban a, b, dan d. Sedangkan jawaban C termasuk ke dalam kewajiban dokter terhadap teman sejawat. Kepustakaan : Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC,2009. 2. Apabila dokter telah mendapat surat izin praktek, pada waktu menerima pasien dan menyetujui untuk mengobatinya secara hukum sesungguhnya telah terjadi a. Pesetujuan perikatan b. Perjanjian hubungan pasien c. Transaksi terapeutik d. Ikatan hubungan dokter-pasien e. Semua yang disebutkan di atas benar Jawaban : C Pembahasan : Transaksi berarti perjanjian atau persetujuan, yaitu hubungan timbal balik antara dua pihak yang bersepakat dalam satu hal. Terapeutik adalah terjemahan dari therapeutic yang berarti dalam bidang pengobatan. Persetujuan yang terjadi antara dokter dengan pasien bukan di bidang pengobatan saja melainkan lebih luas mencakup bidang diagnostik, preventif, promotif, rehabilitatif sehingga persetujuan ini disebut transaksi terapeutik. Kepustakaan : Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC,2009. 3. Pernyataan yang benar tentang Surat Izin Praktik adalah yang disebut di bawah ini kecuali a. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia harus mempunyai Surat Izin Praktik b. Dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialisasi tidak memerlukan surat izin praktik c. Surat izin praktik adalah bukti tertulis yang diberikan badan yang berwenang setelah memenuhi beberapa persyaratan d. Surat izin praktik hanya dapat dilaksanakan untuk 3 tempat praktik, termasuk RS/Puskesmas e. Semua yang disebut di atas benar Jawaban : B Pembahasan : BAB VII

PENYELENGGARAAN PRAKTIK KEDOKTERAN Bagian Kesatu Surat Izin Praktik Pasal 36 Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik. Pasal 37 (1) Surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dikeluarkan oleh pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat praktik kedokteran atau kedokteran gigi dilaksanakan. (2) Surat izin praktik dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan untuk paling banyak 3 (tiga) tempat. (3) Satu surat izin praktik hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat praktik. Pasal 38 (1) Untuk mendapatkan surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dokter atau dokter gigi harus: a. memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi yang masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 31, dan Pasal 32; b. mempunyai tempat praktik; dan c. memiliki rekomendasi dari organisasi profesi. (2) Surat izin praktik masih tetap berlaku sepanjang: a. surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi masih berlaku; dan b. tempat praktik masih sesuai dengan yang tercantum dalam surat izin praktik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai surat izin praktik diatur dengan Peraturan Menteri. SIP sementara diberikan kepada dokter dan dokter gigi yang menunda masa bakti dokter spesialis dan dokter spesialis gigi yang menunggu penempatan dan menjalankan praktik kedokteran di RS Pendidikan dan Jejaringnya berlaku untuk 6 bulan. SIP khusus diberikan kepada dokter dan dokter gigi secara kolektif ke PPDS dan PPDGS yang ditunjuk. Kepustakaan: - UU No.24 tahun 2009 tentang Praktik Kedokteran - Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC,2009. 4. Dalam UU Praktik Kedokteran mengenai rekam medis diatur hal-hal berikut kecuali.. a. Setiap praktik harus memiliki rekam medis b. Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu dan tanda tangan dokter yang memberi pelayanan atau tindakan c. Rekam medis dapat diisi setelah dokter mempunyai waktu untuk menulisnya d. Isi rekam medis merupakan milik pasien e. Semua yang disebut di atas benar Jawaban : C

Pembahasan : Berdasarkan UU No.24 tahun 2009 tentang Praktik Kedokteran Rekam Medis Pasal 46 (1) Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis. (2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan. (3) Setiap catatan rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan. Pasal 47 (1) Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien. (2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan. (3) Ketentuan mengenai rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri. Kepustakaan : UU No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran 5. Pengungkapan rahasia pasien hanya dapat dilakukan berdasarkan a. Ketentuan perundang-undangan yang berlaku b. Perintah hakim di sidang pengadilan c. Kepentingan umum d. Persetujuan pasien e. Semua yang disebut di atas benar Jawaban : E Pembahasan : Berdasarkan UU No.24 tahun 2009 tentang Praktik Kedokteran Rahasia Kedokteran Pasal 48 (1) Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran wajib menyimpan rahasia kedokteran. (2) Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien, memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasien sendiri, atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai rahasia kedokteran diatur dengan Peraturan Menteri. Kepustakaan : UU No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran 1. Seorang tenaga medis mengalami kecelakaan lalu lintas. Setelah diperiksa, ternyata dia mabuk dan beralasan baru putus dengan pacarnya. Dia meminta Anda agar tidak

menuliskan rekam medis. Sebab, ia takut kariernya akan terancam. Yang dilakukan oleh Anda sebagai dokter adalah... a. Tidak menuliskan karena rahasia kedokteran b. Tetap menuliskan direkam medis c. Meminta perawat lain untuk menuliskan d. Meminta pasien untuk menuliskan sendiri karena dia adalah tenaga medis e. Meminta dokter jaga lain untuk menuliskan Jawaban : b. Tetap menuliskan direkam medis Pembahasan : Dalam permenkes No.749a Tahun 1989, rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Untuk itu, hasil pemeriksaan yang didapatkan pasien, dituliskan dalam rekam medis sesuai dengan pemeriksaan yang ada. Kepustakaan : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal.66 2. Seorang istri sedang dirawat di rumah sakit. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan, hasil Hb 10,8 g/dl. Menurut dokter, hal ini tidak sesuai dengan keadaan klinis pasien. Dokter mau melakukan pemeriksaan ulang dengan mengambil darah lagi si istri. Untuk mengambil darah ulangan tersebut, dokter meminta izin kepada si suami. Bioetik yang diterapkan oleh dokter adalah... a. Beneficency b. Otonomy c. Justice d. Nonmaleficency e. Confidencially Jawaban : b. Otonomy Pembahasan : Beneficence berarti setiap tindakan medis harus ditujukan untuk kebaikan pasien. Otonomy adalah keinginan pasien terhadap tindakan medis. Prinsip menghormati otonomi pasien (autonomy), merupakan suatu kebebasan bertindak dimana seseorang mengambil keputusan sesuai dengan rencana yang ditentukannya sendiri. Di sini, terdapat dua unsur, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan tentang suatu rencana tertentu dan kemampuan mewujudkan rencananya menjadi kenyataan. Dalam hubungan dokter-pasien, ada otonomi klinis atau

kebebasan profesional dari dokter. Terdapat pula kebebasan terapetik yang merupakan hak pasien untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya setelah mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya. Kepustakaan : Kode Etik Kedokteran Indonesia, hal 47; Standar Pelayanan Dokter Indonesia 3. Dokter dalam melaksanakan pekerjaan dengan membka praktik, memberikan sistem nomor urut antrian kepada pasien karena ramai. Pada pasien urutan kelima, tiba-tiba datang pasien dalam kondisi pingsan. Kemudian, dokter menunda pemeriksaan pasien urutan kelima. Kaidah dokter menetapkan nomor urut adalah... a. Beneficiency b. Asas manfaat c. Maleficiency d. Otonomy e. Justice Jawaban : a. Beneficiency Pembahasan : Beneficiency berarti setiap tindakan medis harus ditujukan untuk kebaikan pasien. Nonmaleficence berarti setiap tindakan medis harus tidak boleh memperburuk keadaan pasien. Prinsip berbuat baik (beneficence), merupakan segi positif dari prinsip non maleficence. Tapim kewajiban berbuat baik ini bukan tanpa batas. Ada empat langkah sebagai proses untuk menilai resiko sehingga kita dapat memperkirakan sejauh mana suatu kewajiban bersifat mengikat. Yakni, 1) Orang yang perlu bantuan itu mengalami suatu bahaya besar atau resiko kehilangan sesuatu yang penting; 2) Penolong sanggup melakukan sessuatu untuk mencegah terjadinya bahaya atau kehilangan itu; 3) Tindakan penolong agaknya dapat mencegah terjadinya kerugian itu; dan 4) Manfaat yang diterima orang itu melebihi kerugian bagi penolong dan membawa risiko minimal Kepustakaan: Kode Etik Kedokteran, hal. 47; Standar Pendidikan Dokter Indonesia 4. Seorang wanita berumur 45 tahun terkena Ca Cervix stadium terminal yang mempunyai angka harapan hidup kecil. Ia seringkali merasa kesakitan. Dokter memberi terapi minimal morfin. Pasien minta dosis morfin dinaikkan agar dapat meninggal dengan tenang. Namun, pada kondisi ini dokter menolak. Apakah dilema etika kaidah dasar paling sesuai yang dihadapi dokter?

a. Beneficence b. Otonomi dengan nonmalficence c. Non malficence dengan beneficence d. Justice dengan otonomi e. Justice dengan non malficence Jawaban : c. Non malficence dengan beneficence Pembahasan : Beneficence berarti setiap tindakan medis harus ditujukan untuk kebaikan pasien. Nonmaleficence berarti setiap tindakan medis harus tidak boleh memperburuk keadaan pasien. Moral dilema masih mngkin terjadi apabila prinsip beneficence dihadapkan dengan nonmaleficence. Misalnya, apabila keinginan pasien (otonomi) ternyata bertentangan dengan prinsip beneficence atau nonmaleficence. Kepustakaan : Kode Etik Kedokteran Indonesia, hal.47 5. Bila Anda adalah dokter dalam kasus ini, manakah alasan yang dapat diterima moral untuk menolak permintaan pasien? a. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri b. Tidak membunuh pasien c. Menjamin kehidupan baik d. Menghargai harkat dan martabat manusia e. Membatasi goal based Jawaban : d. Menghargai harkat dan martabat manusia Pembahasan : Dengan makin meningkatnya kesadaran akan hak menentukan nasib sendiri (self determination), di banyak negara mulai timbul gerakan dan penghargaan atas hak seseorang untuk mengakhiri hidup. Di beberapa negara, hak ini diakui oleh pemerintah karena diatur dalam Undang-Undang, seperti Belanda, Belgia, dan Northern Territory, Australia. Kepustakaan : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal. 117 1. Seorang perawat setelah menangani luka pada pasien gangren, kemudian memasang kateter pada pasien lain tanpa mengganti sarung tangan lebih dahulu. Beberapa hari kemudian pasien yang dipasang kateter ini mengalami sepsis. Apakah isu etik dari tindakan perawat tersebut? a. Violation

b. Unforseenable Suatu peristiwa buruk yang tidak dapat diduga sebelumnya yang terjadi saat dilakukan tindakan medis yang sesuai standar tetapi mengakibatkan cidera pada pasien tidak termasuk ke dalam pengertian malpraktik atau kelalaian medik. c. Adverse event hasil yang tidak diharapkan. Hal ini dapat disebabkan oleh : a. Hasil dari suatu perjalanan penyakitnya sendiri, tidak berhubungan dengan tindakan medis yang dilakukan dokter. b. Hasil dari suatu risiko yang tak dapat dihindari, yaitu risiko yang tak dapat diketahui sebelumnya (unforeseeable); atau risiko yang meskipun telah diketahui sebelumnya (foreseeable) tetapi tidak dapat/tidak mungkin dihindari

(unavoidable), karena tindakan yang dilakukan adalah satu-satunya cara terapi. Risiko tersebut harus diinformasikan terlebih dahulu. c. Hasil dari suatu kelalaian medik. d. Hasil dari suatu kesengajaan. d. Acceptable risk risiko yang dapat diterima (acceptable) sesuai dengan stateof-the-art ilmu dan teknologi kedokteran. Antara lain a. Risiko yang derajat probabilitas dan keparahannya cukup kecil, dapat diantisipasi, diperhitungkan atau dapat dikendalikan, misalnya efek samping obat, perdarahan dan infeksi pada pembedahan, dan lain-lain. b. Risiko yang derajat probabilitas dan keparahannya besar pada keadaan tertentu, yaitu apabila tindakan medis yang berisiko tersebut harus dilakukan karena merupakan satu-satunya cara yang harus ditempuh (the only way), terutama dalam keadaan gawat darurat. e. Complication of disease Hasil dari suatu perjalanan penyakitnya sendiri, tidak berhubungan dengan tindakan medis yang dilakukan dokter.

2. Seorang kepala DKK selalu berusaha untuk mengalokasikan sumber daya secara merata. Apabila terdapat daerah yang lebih membutuhkan akan diberikan sumber daya yang lebih banyak dari daerah lain. Tindakan yang dilakukan kepala DKK ini didasarkan pada? a. Beneficence Yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau penyedia keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut dengan resiko dan biaya. Dalam Beneficence tidak hanya dikenal

perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar dari pada sisi buruknya (mudharat) General beneficence : Melindungi & mempertahankan hak orang lain Mencegah terjadinya kerugian pada orang lain Menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada orang lain Spesific beneficence : Menolong orang cacat Menyelamatkan orang dari bahaya b. Autonomy otonomi pasien yaitu kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau campur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau selflegislation dari manusia. c. Non maleficence Adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai primum non nocere atau above all do no harm Kriterianya : Menolong pasien emergensi Mengobati pasien luka Mengobati secara tidak proporsional

Tidak mencegah pasien dari bahaya d. Prima facie satu prinsip menjadi lebih penting dan sah untuk digunakan dengan mengorbankan prinsip yang lain. e. Justice Justice atau keadilan berarti menangani kasus yang sama dengan cara yang sama. Prinsip justice selengkapnya adalah sebagai berikut: Treat similar cases in a similar way = justice within morality. Hal ini mengindikasikan kesamaan rindakan pada kasus yang sama. Memberi perlakuan sama untuk setiap orang (keadilan sebagai fairness) yakni : a. Memberi sumbangan relatif sama terhadap kebahagiaan diukur dari kebutuhan mereka (kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan pasien yang memerlukan /membahagiakannya) b. Menuntut pengorbanan relatif sama, diukur dengan kemampuan mereka (kesamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien).

Menjamin nilai tak berhingga setiap pasien sebagai mahluk berakal budi (bermartabat), khususnya : yang-hak dan yang-baik Jenis keadilan : a. Komparatif (perbandingan antar kebutuhan penerima) b. Distributif (membagi sumber) : kebajikan membagikan sumber-sumber kenikmatan dan beban bersama, dengan cara rata/merata, sesuai keselarasan sifat dan tingkat perbedaan jasmani-rohani; secara material kepada : Setiap orang andil yang sama Setiap orang sesuai dengan kebutuhannya Setiap orang sesuai upayanya. Setiap orang sesuai kontribusinya Setiap orang sesuai jasanya Setiap orang sesuai bursa pasar bebas c. Sosial : kebajikan melaksanakan dan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama : Utilitarian : memaksimalkan kemanfaatan publik dengan strategi menekankan efisiensi social dan memaksimalkan nikmat/keuntungan bagi pasien. Libertarian : menekankan hak kemerdekaan social ekonomi (mementingkan prosedur adil > hasil substantif/materiil). Komunitarian : mementingkan tradisi komunitas tertentu Egalitarian : kesamaan akses terhadap nikmat dalam hidup yang dianggap bernilai oleh setiap individu rasional (sering menerapkan criteria material kebutuhan dan kesamaan). d. Hukum (umum) : Tukar menukar : kebajikan memberikan / mengembalikan hak-hak kepada yang berhak. pembagian sesuai dengan hukum (pengaturan untuk kedamaian hidup bersama) mencapai kesejahteraan umum. 3. Setiap pengguna ASKESKIN akan diberikan obat sesuai dengan jaminan keshatannya. Seorang direktur RS mengganti obat antibiotik sepsis (yang sudah ada pada ASKESKIN) karena antibiotik ini dirasa tidak mampu menanggulangi kegawata pada sepsis. Direktur ini mengam,bil alternatif dengan menggunakan anggaran pendapatan daerah untuk membeli obat antibiotik sepsis yang lebih baik dan mampu menanggulangi kegawatan sepsis. Tidakan direktur ini berdasarkan pada?

a. Beneficence Yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau penyedia keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut dengan resiko dan biaya. Dalam Beneficence tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar dari pada sisi buruknya (mudharat) General beneficence : Melindungi & mempertahankan hak orang lain Mencegah terjadinya kerugian pada orang lain Menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada orang lain Spesific beneficence : Menolong orang cacat Menyelamatkan orang dari bahaya b. Autonomy otonomi pasien yaitu kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau campur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau selflegislation dari manusia. c. Non maleficence Adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai primum non nocere atau above all do no harm Kriterianya : Menolong pasien emergensi Mengobati pasien luka Mengobati secara tidak proporsional Tidak mencegah pasien dari bahaya

d. Integrity bersikap jujur dan luhur pribadi e. Justice 4. Seorang pasien dibawa ke IGD RS dalam keadaan tidak sadar. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pasien ini mengalami henti jantung dan henti nafas. Dokter kemudian melakukan RJP dan DC shock pada pasien tanpa meminta persetujuan langsung dari keluarga pasien. Tidakan doketr dalam melakukan intervensi tanpa inform consent pada kasus ini didasarkan pada apa? a. Autonomy otonomi pasien yaitu kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi dirinya yang

ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau campur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau selflegislation dari manusia. b. Beneficence c. Non maleficence Adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai primum non nocere atau above all do no harm Kriterianya : - Menolong pasien emergensi - Mengobati pasien luka - Mengobati secara tidak proporsional - Tidak mencegah pasien dari bahaya d. Justice e. Prima facie (prinsip harus dipatuhi, namun dapat bertukar sejauh ada kepentingannya seperti prinsip lain yang lebih kuat atau ada alasan kuat untuk pengecualiannya.\ 5. Seorang pria 78 tahun didiagnosa mengalami metastasis kanker paru dan sudah tidk dapat diobati lagi. Anak pasien meminta dokter untuk tidak memberitahukan perihal ini kepada ayahnya agar pasien tidak mengalami bebabn psikologis. Tindakan dokter tidak memberitahu pasien sesuai permintaan anaknya didasarkan pada? a. Autonomy otonomi pasien yaitu kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau campur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau selflegislation dari manusia. b. Beneficence Yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau penyedia keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut dengan resiko dan biaya. Dalam Beneficence tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar dari pada sisi buruknya (mudharat) General beneficence : Melindungi & mempertahankan hak orang lain Mencegah terjadinya kerugian pada orang lain Menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada orang lain Spesific beneficence :

Menolong orang cacat Menyelamatkan orang dari bahaya c. Non maleficence Adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai primum non nocere atau above all do no harm Kriterianya : Menolong pasien emergensi Mengobati pasien luka Mengobati secara tidak proporsional Tidak mencegah pasien dari bahaya

d. Justice e. Virtue kebajikan atau keutamaan

1. Seorang laki-laki berusia 23 tahun, korban tabrak lari dibawa ke UGD dengan keadaan umum tidak sadar. Kaki kanan hancur sehingga harus segera diamputasi. Saat itu, pihak keluarga tidak dapat dihubungi karena pasien tidak memiliki identitas. Setelah beberapa hari dirawat, pasien sadar dan dokter menjelaskan apa yang terjadi. Mengetahui keadaan dirinya, pasien menjadi kecewa. Apa kaidah bioetik yang dilakukan dokter? a. Informed consent b. Dokter mengembalikan hak hukum pasien c. Dokter melakukan tindakan yang terbaik d. Dokter menolong pasien emergensi e. Dokter meminimalisasi akibat buruk Jawaban : D Pembahasan : Berdasarkan Kode Etik Kedokteran Indonesia Pasal 13, dinyatakan bahwa setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya. Dalam kasus ini, pasien dalam keadaan gawat darurat dan tidak dapat memberikan persetujuan tindakan medik (informed consent). Bentuk informed consent yang dilakukan dokter adalah implied consent. Jenis ini bila psien dalam keadaaan gawat darurat (emergency), tidak dapat memberikan persetujuan, keluarga pun tidak di

tempat, dokter dapat melakukan tindakan medik terbaik menurutnya (Permenkes No. 585 Tahun 1989, Pasal 11). Jenis persetujuan ini disebut sebagai presumed consent. Sumber : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal. 23 dan 75

2. Seorang wanita 60 tahun dirawat di ICU. Dari hasil pemeriksaan didapatkan batang otak sudah mati dan jantung masih berdenyut. Keluarga meminta pasien dibiarkan saja. Lalu, tindakan dokter selanjutnya adalah? a. Tetap membiarkan alat-alat bantu di ICU terpasang pada pasien b. Membiarkan pasien meninggal c. Otonomi pasien sendiri d. Melepas alat-alat bantu di ICU e. Tetap memberikan terapi kepada pasien Jawaban : C Pembahasan : Permintaan keluarga termasuk dengan euthanasia. Euthanasia adalah dengan sengaja tidak melakukan sesuatu untuk memperpanjang hidup seorang pasien atau sengaja melakukan sesuatu untuk memperpendek hidup atau mengakhiri hidup pasien. Hal ini dilakukan untuk kepentingan pasien sendiri. Kitab UU Hukum Pidana mengatur seseorang dapat dipidana atau dihukum jika ia menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja ataupun karena kurang kehatihatian. Ketentuan ini berkaitan langsung dengan euthanasia aktif yang terdapat pada Pasal 344 KUHP: Barangsiapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. Pada Pasal 345 KUHP dinyatakan: Barangsiapa dengan sengaja menghasut orang lain untuk membunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu, atau memberikan daya upaya itu jadi bunuh diri, dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. Pasal ini mengingatkan dokter untuk jangankan melakukan euthanasia, menolong atau memberi harapan ke arah perbuatan itu saja pun sudah mendapat ancaman pidana. Sumber : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal. 118-121

3. Seorang tenaga medis mengalami kecelakaan lalu lintas. Setelah diperiksa, ternyata dia mabuk dan beralasan baru putus dengan pacarnya. Dia meminta anda agar tidak menuliskan rekam medis. Sebab ia takut kariernya akan terancam. Yang dilakukan oleh anda sebagai dokter adalah: a. Tidak menuliskan karena rahasia kedokteran b. Tetap menuliskan direkam medis c. Meminta perawat lain untuk menuliskan d. Meminta pasien untuk menuliskan sendiri karena dia adalah tenaga medis e. Meminta dokter jaga lain untuk menuliskan Jawaban : B Pembahasan : Dalam Permenkes No. 749a tahun 1989, rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Untuk itu, hasil pemeriksaan yang didapatkan pasien, dituliskan dalam rekam medis sesuai dengan pemeriksaan yang ada. Sumber : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal. 66

4. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun diantar orang tuanya ketempat praktik dokter untuk meminta surat keterangan sakit dan ijin tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Orang tuanya mengatakan alasan karena akan bepergian keluar kota karena urusan keluarga. Saat diperiksa, anak tidak ditemukan gejala apapun. Surat diperlukan, karena jika tidak member surat anak tidak diperbolehkan mengikuti ujian sekolah. Apabila dokter memberikan surat keterangan sakit maka termasuk perbuatan yang dikategorikan a. Criminal malpractice bersifat intensional b. Civil malpractice c. Administrative malpractice d. Criminal malpractice bersifat recklessness e. Criminal malpractice bersifat negligence Jawaban : A Pembahasan:

Criminal malpractice bersifat intensional yaitu apabila perbuatan memenuhi delik pidana. Merupakan perbuatan yang tercela dan dilakukan dengan sikap batin yang salah yaitu secara sengaja

Civil malpractice yaitu jika dokter tidak melaksanakan kewajibannya berupa tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati.

Administrative malpractice yaitu jika perbuatan dokter melanggar hukum tatausaha negara.

Criminal malpractice bersifat recklessness bersifat intensional yaitu apabila perbuatan memenuhi delik pidana. Merupakan perbuatan yang tercela dan dilakukan dengan sikap batin yang salah yaitu dengan kecerobohan

Criminal malpractice bersifat negligence bersifat intensional yaitu apabila perbuatan memenuhi delik pidana. Merupakan perbuatan yang tercela dan dilakukan dengan sikap batin yang salah yaitu dengan kealpaan

Sumber : Sofwan Dahlan. Hukum kesehatan rambu-rambu bagi profesi dokter edisi 2. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.2007.

5. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun diantar orang tuanya ketempat praktik dokter untuk meminta surat keterangan sakit dan ijin tidak masuk sekolah selama 4 hari atas penyakit yang dideritanya 2 hari yang lalu. Surat diperlukan, karena jika tidak member surat anak tidak diperbolehkan mengikuti ujian sekolah. Saat diperiksa, pasien sudah sembuh dan tidak ditemukan gejala panas dan batuk lagi. Saat sakit, pasien tidak periksa ke dokter. Apa yang seharusnya dilakukan oleh dokter tersebut? a. Memberikan surat keterangan sakit karena kasihan pada pasien jika tidak dapat mengikuti ujian b. Memberi surat keterangan sakit dan member edukasi pasien c. Tidak member surat keterangan sakit karena sakitnya ringan dan telah sembuh d. Member surat keterangan sakit agar pasien dapat mengikuti ujian e. Tidak member keterangan sakit tanpa memeriksa pasien Jawaban: C Pembahasan: Berdasar Bab I pasal 7 KODEKI seorang dokter hanya memberi keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya

Seorang dokter harus waspada terhadap kemungkinan simulasi atau agravasi pada waktu memberikan keterangan mengenai ijin sakit. Ada kalanya ijin sakit digunakan untuk keperluan lain. Misalnya : untuk mengunjungi keluarga diluar kota dll. Surat keterangan sakit palsu dapat menyebabkan dokter dituntut menurut pasal 263 dan 267 KUHP. Sumber: Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi 4, hal. 92

1.

Pasien DM, 48 th, sudah 3 kali cek gula darah tetapi tidak turun, padahal dier sudah mengikuti petunjuk dokter, dosis OAD pun sudah ditambah. Makanan pasien sudah tidak menggunakan gula, tapi sebagai gantinya ia memakan kecap manis. Tindakan yang harus dilakukan dokter adalah.. a. b. c. d. e. Datang ke rumah untuk mengobservasi makanan pasien. Datang ke rumah untuk menyususn diet yang tepat untuk pasien Meminta istri untuk melihat buku makanan diet Meminta istri jangan memasak menggunakan kecap manis Melakukan konseling tentang pola diet yang benar

Jawaban : E. Melakukan konseling tentang pola diet yang benar Pembahasan : Konseling tidak hanya terbatas memberitahu pasien tentang pola diet yang tepat namun juga memberikan contoh pilihan diet sehari-hari yang sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi pasien. Pola makanan yang tepat bukan berarti melarang penggunaan kecap atau larangan makan nasi, tetapi membatasi intake agar tidak melebihi kebutuhan sesuai kondisi DM pasien. Penyusunan contoh pemilihan makanan diet pasien tentunya juga harus melihat kebiasaan makan pasien , agar pasien tidak kesulitan untuk melakukan perubahan pola makan. Sumber : Miller HF; Davis T. 1996. Practicioners Guide to Ethical Decision Making. http://www/counseling.org/counselors/practicionersguide.aspx 2. Seorang dokter dapat memberikan surat keterangan berikut ini kepada pasien kecuali.. a. Surat kelahiran/kematian b. Visum et repertum c. Surat kesehatan untuk menikah d. Surat keterangan cuti hamil

e. Bukan salah satu di atas Jawaban : B. Visum et repertum Pembahasan : Visum et repertum merupakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter untuk polisi dan pengadilan. Bukan untuk pasien. VeR mempunyai daya bukti dan merupakan alat bukti yang sah di pengadilan. Surat keterangan yang sering diminta pasien kepada dokter antara lain surat keterangan lahir, surat keterangan meninggal, surat keterangan sehat, surat keterangan sakit untuk istirahat, surat keterangan cuti melahirkan, surat keterangan ibu hamil bepergian dengan pesawat udara, kwitansi. Para dokter dalam memberikan surat keterangan hendaknya berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya. Penyimpangan dalam pembuatan surat keterangan selain tidak etis, merupakan pelanggaran terhadap pasal 267 KUHP. Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:89-94

3.

Bila dokter telah mendapat surat izin praktik, pada waktu menerima pasien dan menyetujui untuk mengobatinya secara hukum sesungguhnya telah terjadi ... a. persetujuan perikatan b. perjanjian hubungan pasien c. transaksi terapeutik d. ikatan hubungan dokter-pasien e. semua di atas benar Jawaban : C. Transaksi terapeutik Pembahasan : Transaksi berarti perjanjian atau persetujuan, yaitu hubungan timbal balik antara dua pihak yang bersepakat dalam satu hal. Terapeutik adalah bidang pengobatan. Istilah ini tidak sama dengan terapi yang berarti pengobatan. Persetujuan yang terjadi antara dokter dan pasien bukan di bidang pengobatan saja tetapi lebih luas mencakup bidang diagnostik, preventif, rehabilitatif maupun promotif sehingga persetujuan ini disebut persetujuan terapeutik atau transaksi teraputik. Dalam bidang pengobatan para dokter dan masyarakat mrnyadari bahwa tidak mungkin dokter menjamin upaya pengobatan pengobatan akan selalu berhasil sesuai yang diinginkan pasien/keluarga. Yang dapat diberikan dokter adalah upaya maksimal hubungan dokter pasien ini dalam perjanjian hukum perdata termasuk kategori perikatan

berdasarkan daya upaya/usaha maksimal (inspanningverbintenis). Ini berbeda dengan ikatan yang termasuk kategori perikatan yang berdasarkan hasil kerja

(resultatsverbitenis). Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:43

4.

Konsil kedokteran memiliki tugas-tugas tersebut di bawah ini kecuali ... a. Melakukan registrasi tenaga medis b. Melakukan penapisan terhadap ilmu pengetahuan kedokteran baru yang akan diterapkan di Indonesia c. Menetapkan standar profesi kedokteran d. Melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran e. Semua yang disebut di atas benar Jawaban : C. Menetapkan standar profesi kedokteran Pembahasan : Konsil Kedokteran merupakan badan otonom, mandiri, non struktural, dan bersifat independen, terdiri dari Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. Konsil ini dihajatkan dalam menjebatani kepentingan penerima dan pemberi pelayanan kesehatan. Konsil Kedokteran diharapkan dapat menjalankan fungsi regulator yang terkait dalam peningkatan kemampuan dokter dan dokter gigi dalam praktek kedokteran. Di Indonesia konsil kedokteran ini terdiri dari 3 divisi yaiitu Divisi Registrasi, Divisi Standar Pendidikan Profesi, dan Divisi Pembinaan.

Divisi registrasi mempunyai tugas dan wewenang untuk menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gig, menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi, mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi, serta melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi. Konsil juga dapat berperan dalam menuyusun Standar Pendidikan Profesi Kedokterandan Kedokteran Gigi. Hal ini disusun melalui asosiasi institusi pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, dan untuk pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis disusun oleh kolegium dan berkoordinasi dengan organisasi profesi dan asosiasi rumah sakit pendidikan. Dengan demikian dari waktu ke waktu akan ada perubahan kurikulum sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat pengguna jasa. Konsil juga berperan dalam Pembinaan dan Pengawasan bersama-sama dengan organisasi profesi dan lembaga terkait.

Sedangkan Standar Profesi merupakan batasan kemampuan (knowledge, skill and attitude) minimal yang harus dikuasai seorang dokter secara mandiri yang dibuat oleh masingmasing profesi). Sumber : : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:36-38

5.

Wewenang Konsil Kedokteran Indonesia adalah sebagai berikut, kecuali ... a. Menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi b. Menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi c. Menjatuhkan sanksi hukum kepada dokter atau dokter gigi d. Mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi e. Mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi

Jawaban : C. Menjatuhkan sanksi hukum kepada dokter dan atau dokter gigi Pembahasan : Dalam UU RI No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran dijalskan Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai wewenang sebagai berikut : Menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi Menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi Mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi Melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi Mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi Melakukan pembinaan Melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi karena melanggar etika profesi. Konsil kedokteran Indonesia memiliki lembaga otonom yang bersifat independen disebut Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang yang

beranggotakan tiga dokter, tiga dokter gigi, seorang dokter dan seorang dokter gigi dari asosiasi RS serta tiga sarjana hukum. Keputusan MKDKI melalui sidang pengadilan disiplin dapat menyatakan bahwa yang diadukan bersalah atau tidak bersalah dengan pemberian sanksi disiplin karena sidang dilakukan oleh hakim adhoc. Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:37-39

6.

Pernyataan yang benar mengenai Surat Izin Praktik adalah sebagai berikut, kecuali .. a. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia harus mempunyai surat izin praktik b. Dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialisasi tidak memerlukann surat izin praktik c. Surat izin praktik adalah bukti tertulis yang diberikan badan yang berwenang setelah memenuhi beberapa persyaratan. d. Surat izin praktik hanya dapat dilaksanakan untuk 3 tempat praktik termasuk rs / puskesmas e. Semua diatas benar

Jawaban : B. Dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialisasi tidak memerlukan Surat Ijin Praktik. Pembahasan : Praktik Kedokteran adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oelh dokter dan dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan. Untuk dapat menjalankan praktik kedokteran dan kedokteran gigi, setiap dokter dan dokter gigi harus memiliki surat izin praktik yang telah memenuhi persyaratan menjalankan praktik kedokteran. SIP sementara diberikan kepada dokter dan dokter gigi yang menunda masa bakti atau dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang menunggu penempatan dan menjalankan praktik kedokteran di RS Pendidikan dan jejaringnya berlaku untuk 6 bulan. SIP khusus diberikan kepada dokter dan dokter gigi secara kolektif ke PPDS dan PPDGS yang menjalankan praktik kedokteran di RS Pendidikan dan jejaringnya serta sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk. SIP dikeluarkan oleh Dinkes di kabupaten/kota. Izin hanya diberikan untuk 3 tempat pelayanan. Dalam Undang-Undang RI No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran ini diatur pula bila dokter atau dokter gigi berhalangan menjalankan praktik, ia harus membuat pemberitahuan atau menunjuk dokter penganti yang juga meiliki SIP. Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:37-38

7.

Dalam UU Praktik Kedokteran mengenai rekam medis diatur hal-hal berikut kecuali .. a. Setiap praktik harus memiliki rekam medis b. Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan dokter yang memberikan pelayanan atau tindakan

c. Rekam medis dapat diisi sesudah dokter mempunyai waktu untuk menulisnya. d. Isi RM adalah miliik pasien e. Semua di atas benar Jawaban : C. Rekam medis dapat diisi sesudah dokter mempunyai waktu untuk menulisnya. Pembahasan : Rekam Medis (RM) adalah kumpulan keterangan tentang identitas, hasil anamnesis, pemeriksaan, dan catatan segala kegiatan pelayanan kesehatan atas pasien dari waktu ke waktu. Setiap praktik harus memiliki rekam medis. Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan dokter yang memberikan pelayanan atau tindakan. Standar internasionalmenyatakan RM adalah milik RS sedangkan isinya milik pasien. Begitu juga yang diatur dalam Permenkes Tahun 1989 tentang RM (pasal 9) Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:37-38

8.

Prinsip memperoleh persetujuan setelah penjelasan (PSP) pada penelitian kesehatan sebagai berikut, kecuali ... a. Telah mendapat penjelasan dalam bahasa yang dimengerti calon subjek tanpa dipaksa dan diintimidasi. b. Telah diberi cukup waktu untuk mengambil keputusan c. Yang memberi penjelasan mengenai penelitain ssebaiknya seorang peneliti d. Di beri lisan atau tertulis dan tidak memerlukan tanda tangan

e. Perlu diulangi kalau terjadi perubahan atau penelitian berjangka panjang. Jawaban : D. Di beri lisan atau tertulis dan tidak memerlukan tanda tangan Pembahasan : Persetujuan Setelah Penjelasan atau Informed Consent adalah pilihan sukarela seseorang untk berpartisipasi dalam penelitian setelah mendapat penjelasan dan telah memahami seluruh aspek penelitian yang relevan terhadap keputusannya utnuk berpartisipasi. Pada semua penelitian kedokteran pada manusia, peneliti harus memperoleh PSP perseorangan dari calon subjek penelitian atau dari seseorang yang menurut hukum yang berlaku berhak mewakilinya. Informasi harus disampaikan dalam bahasa yang dimengerti oleh calon subjek atau wakilnya berupa bahasa awam. Calon subjek harus diberi kesempatan secukupnya untuk mempertimbangkan benar-benar risiko dan manfaat serta mengajukan pertanyaan. RM dan spesimen biologis yang terhimpun pada pelayanan klinik hanya dapat digunakan untuk penelitian tanpa PSP dari pasien atas

persetujuan Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK). PSP harus ditandatangani atau cap jempol dan tanda tangan saksi dengan mencantumkan sendiri tanggalnya. Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:187-188

9.

Pengungkapan rahasia pasien hanya dapat dilakukan berdasarkan ... a. Ketentuan perundang-undangan yang berlaku b. Perintah hakim di sidang pengadilan c. Kepentingan umum d. Persetujuan pasien e. Semua yang diatas benar

Jawaban : E. Semua yang diatas benar Pembahasan : Dalam UU No. 29 Thn,2004 tentang praktik kedokteran pasal 48 paragraf 4 mengenai Rahasia Kedokteran, dinyatakan bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran wajib menyimpan rahasia kedokteran. Rahasia kedokteran hanya dapat dibuka utnuk kepentingan kesehatan pasien, memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasein sendiri, atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta:EGC, 2009:79-83

10. Syarat yang harus dipenuhi untuk sahnya Persetujuan Tindakan Medik adalah sebagai berikut ... a. Diberikan secara bebas b. Diberikan oleh orang yang sanggup membuat perjanjian c. Telah dijelaskan bentuk tindakan yang akan dilakukan sehingga pasien dapat memahami tindakan itu perlu dilakukan d. Mengenai sesuatu hal yang khas e. Semua di atas benar Jawaban : E. Semua di atas benar

Pembahasan :

The Medical Defence Union dalam bukunya Medicolegal Issues in Clinical Practice menyatakan bahwa ada 5 syarat yang harus dipenuhi untuk sahnya persetujuan tindakan medik yaitu : Diberikan secara bebas Diberikan oleh orang yang sanggup membuat perjanjian Telah dijelaskan bentuk tindakan yang akan dilakukan sehingga pasien dapat memahami tindakan itu perlu dilakukan Mengenai sesuatu hal yang khas Tindakan itu juga dilakukan pada situasi yang sama.

Sumber : Sumber : Hanafiah MJ; Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke4. Jakarta:EGC, 2009:77

1. Seorang anak datang dengan tension pneumothoraks, apa yang dilakukan? A. Langsung ditindaki B. Hubungi orang tua untuk minta persetujuan C. Hubungi wali atau keluarga untuk meminta persetujuan D. Mencari tetangga E. Mencari orang terdekat / pengasuh Jawaban: A. Langsung ditindaki Pembahasan: Informed consent dirumuskan sebagai suatu kesepakatan atau persetujuan pasien atas upaya yang akan dilakukan dokter terhadap dirinya setelah memperoleh informasi dari doktermengenai upaya medis yang dapat dilakukan untuk menolong dirinya disertai informasimengenai segala resiko yang mungkin terjadi. Pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medik, pengaturan mengenai informed consent pada kegawatdaruratan lebih tegas dan lugas. Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 pasal 4 ayat (1) dijelaskan bahwa Dalam keadaan darurat, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. Disahkannya Permenkes No.290/MENKES/PER/III/2008 sekaligus mengggugurkan Permenkes sebelumnya yaitu pada Permenkes No585/Men.Kes/Per/IX/1989 masih terdapat beberapa kelemahan. Pada pasal 11 hanya disebutkan bahwa yang mendapat pengecualian hanya pada pasien pingsan atau tidak sadar. Beberapa pakar mengkritisi bagaimana jika pasien tersebut sadar namun dalam keadaan darurat. Guwandi (2008) mencontoh pada kasus pasien yang mengalami kecelakaan lalu-lintas dan terdapat perdarahan serta membahayakan jiwa di tubuhnya tetapi masih dalam keadaan sadar. Contoh lain apabila seseorang digigit ular berbisa dan racun yang sudah masuk harus segera dikeluarkan atau segera dinetralisir dengan antivenom ular. Jika ditinjau dari hokum kedokteran yang dikaitkan dengan doktrin informed

consent, maka yang dimaksudkan dengan kegawatdaruratan adalah suatu keadaan dimana: a. Tidak ada kesempatan lagi untuk memintakan informed consent,baik dari pasien atau anggota keluarga terdekat b. Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda c. Suatu tindakan harus segera diambil d. Untuk menyelamatkan jiwa pasien atau anggota tubuh. Seperti yang telah dijelaskan pada Permenkes No209/Menkes/Per/III/2008 pada pasal 4 ayat (1) bahwa tidak diperlukan informed consent pada keadaan gawat darurat. Namun pada ayat (3) lebih ditekankan bahwa dokter wajib memberikan penjelasan setelah pasien sadar atau pada keluarga terdekat. Berikut pasal 4 ayat (3) Dalam hal dilakukannya tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dokter atau dokter gigi wajib memberikan penjelasan sesegera mungkin kepada pasien setelah pasien sadar atau kepada keluarga terdekat. Hal ini berarti, apabila sudah dilakukan tindakan untuk penyelamatan pada keadaan gawat darurat, maka dokter berkewajiban sesudahnya untuk memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga terdekat. Kepustakaan:Guwandi, J. 2008. Informed consent. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2. Yang termasuk tindakan dokter yang melanggar etik murni adalah sebagai berikut, kecuali A. Menarik imbalan jasa dari keluarga sejawat dokter dan dokter gigi B. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya C. Tidak pernah mengikuti pendidikan dokter berkelanjutan D. Membuka rahasia jabatan atau pekerjaan dokter E. Memuji diri sendiri di depan pasien Jawaban: D. Membuka rahasia jabatan atau pekerjaan dokter Pembahasan: Pelanggaran terhadap butir-butir Lafal Sumpah Dokter Indonesia (LSDI) dan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) ada yang merupakan pelanggaran etik semata-mata dan ada yang pelanggaran etik sekaligus pelanggaran hukum. Berikut ini merupakan beberapa contoh pelanggaran etik murni dan pelanggaran etikolegal: Pelanggaran etik murni a. Menarik imbalan yang tidak wajar atau menarik imbalan jasa dari keluarga sejawat dokter dan dokter gigi (KODEKI Pasal 3) b. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya c. Memuji diri sendiri di depan pasien (KODEKI Pasal 4) d. Tidak pernah mengikuti pendidikan kedokteran berkelanjutan (KODEKI Pasal 17) e. Dokter mengabaikan kesehatannya sendiri (KODEKI Pasal 16) Pelanggaran Etikolegal a. Pelayanan kedokteran di bawah standar (KODEKI Pasal 2, 8, 10; LSDI Butir 1 dan 7; KUHP Pasal 350) b. Menerbitkan surat keterangan palsu (KODEKI Pasal 7, KUHP Pasal 267)

c. Membuka rahasia dokter atau pekerjaan dokter (KODEKI Pasal 12, Sumpah Hiprokrates Butir 9, LSDI Butir 5, KUHP Pasal 322, KUHP Pasal 267) d. Abortus prvokatus (KODEKI Pasal 7d) e. Pelecehan seksual (LSDI Butir 2 dan 3; KUHP Pasal 285, 286, 287, 294) Kepustakaan: Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, edisi ke-4. Jakarta: EGC, 2009: 174-8) 3. Informasi yang tercakup dalam Persetujuan Tindakan Medis (PTM, informed consent) kepada seorang pasien adalah sebagai berikut, kecuali A. Diagnosis dan tata cara tindakan medis B. Tujuan tindakan medis yang akan dilakukan C. Rincian tarif dokter dan perawat serta pembagian keuntungan biaya D. Alternatif tindakan lain dan risikonya E. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi Jawaban: D. Membuka rahasia jabatan atau pekerjaan dokter Pembahasan: Persetujuan yangdiberikan oleh pasien memerlukan beberapa masukan sebagai berikut: a. Penjelasan lengkap mengenai prosedur yang akan digunakan dalamtindakan medis tertentu (yang masih berupa upaya, percobaan),yang diusulkan oleh dokter serta tujuan yang ingin dicapai (hasildari upaya, percobaan) b. Deskripsi mengenai efek-efek sampingan serta akibat-akibat yangtak diinginkan yang mungkin timbul c. Deskripsi mengenai keuntungan-keuntungan yang dapatdiantisipasi bagi atau untuk pasien d. Penjelasan mengenai perkiraan lamanya prosedur berlangsung e. Penjelasan mengenai hak pasien untuk menarik kembalipersetujuan tanpa adanya prasangka (jelek) mengenaihubungannya dengan dokter dan lembaga f. Prognosis mengenai kondisi medis pasien jika ia menolak tindakan medis tertentu tersebut Persetujuan tindakan medik diatur dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.Menurut pasal 45 (1) dinyatakan bahwaSetiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi terhadap pasien harusmendapat persetujuan.Pada ayat (2) dijelaskan Persetujuansebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasienmendapat penjelasan secara lengkap. Lebih lanjut pada ayat (4)dijelaskan Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapatdiberikan secara tertulis maupun lisan dan pada ayat (5) di jelaskanSetiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandungresiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yangditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. Ketentuanlebih mendalam tentang persetujuan tidakan medik akan diatur denganperaturan menteri sebagaimana yang dijelaskan pada ayat (6).Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan MedikPasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa Persetujuan tindakan medic kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien ataukeluarganya setelah mendapatkan penjelasan secara

lengkap mengenaitindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadappasien. Kepustakaan:Guwandi, J. 2008. Informed consent. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 4. Seorang laki-laki berusia 40 tahun memutuskan pindah ke rumah sakit lain karena tidak puas dengan pelayanan di suatu rumah sakit. Ketika dia meminta rekam medic dari rumah sakit lama, administrasi rumah sakit menolah memberikan dokumen dan hanya memberikan resume keadaan terakhir pasien. Pegawai RS tersebut beralasan bahwa arsip tersebut milih rumah sakit. Siapakah yang berhak memiliki data rekam medic tersebut . A. Pasien B. Doker C. Rumah sakit D. Pasien dan dokter E. Pasien dan rumah sakit Jawaban: E. Pasien dan rumah sakit Pembahasan: Berdasarkan Permenkes RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis, rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pada Bab V Kepemilikan, Pemanfaatan, dan Tanggung Jawab pasal 12 memuat: Berkas rekam medis milik saran pelayanan kesehatan Isi rekam medis merupakan milik pasien Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau di-copy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga yang berhak untuk itu. Karena pasien adalah pemilik isi rekam medis, maka sarana pelayanan kesehatan dapat menyerahkan rekam medis, yaitu dapat dalam bentuk fotocopy rekam medis atau dalam bentuk surat keterangan yang memuat resume perjalanan penyakit dan perawatannya selama di sarana pelayanan kesehatan tersebut. Rekam medis yang asli hanya dapat dibawa keluar dari sarana pelayanan kesehatan atas perintah pengadilan. Kepustakaan: Sempurna B. Implementasi Undang-Undang Praktik Kedokteran yang Terkai dengan Masalah Rekam Medis. 5. Pasien datang ke RS swasta dengan keluhan patah tulang terbuka akibat KLL.Primary survey telah dikerjakan.Pasien membutuhkan operasi segera tetapi pasien dan keluarga tidak memiliki biaya. Sebagai dokter, apa yg harus kita lakukan? A. Melaporkan ke dinas kesehatan B. Merujuk pasien ke RS pemerintah yang menerima pelayanan kesehatan utk org yg kurang mampu C. Merundingkan ke perawat D. Membujuk administrasi RS utk membantu pasien E. Tetap melakukan operasi walaupun pasien tidak mampu membayar

Jawaban: B. Merujuk pasien ke RS pemerintah yang menerima pelayanan kesehatan untuk orang yang kurang mampu Pembahasan: Disebutkan dalam Pasal 51Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan KODEKI, dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai kewajiban, salah satunya: melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan,kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampumelakukannya. Kepustakaan: Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan KODEKI 1. Seorang laki-laki penderita TB ingin pindah pengobatan di RS lain. Datang ke RS ingin meminta rekam medis. Bagian administrasi tidak mengizinkan tetapi memberikan resume. Sebagai dokter apa yang anda lakukan ... a. Meminta administrasi RS untuk memberikan salinan b. Meminta administrasi langsung memberikan rekam medis c. Membuat resume sesuai autoanamnesis d. Mendukung bagian administrasi RS agar tidak memberikan rekam medis e. Menerangkan rekam medis tidak boleh diberikan karena dokumen rahasia RS Jawaba: a. Meminta administrasi RS untuk memberikan salinan Pembahasan: Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis, pada BAB V Kepemilikan, Pemanfaatan, dan Tanggung Jawab pasal 12 memuat: 1. Isi rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan 2. Isi rekam medis merupakan milik pasien 3. Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis 4. Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau di-copy oleh pasien atau orang lain yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu 2. Seorang dokter dapat memberikan surat keterangan berikut kepada pasien, kecuali ... a. Surat kelahiran/kematian b. Visum et repertum c. Surat kesehatan untuk menikah d. Surat keterangan cuti hamil e. Bukan salah satu yang tersebut diatas Jawaban: b. Visum et repertum Pembahasan: Visum et repertum merupakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter untuk polisi dan pengadilan, bukan untuk pasien. VeR mempunyai daya bukti dan merupakan alat bukti yang sah di pengadilan.

Sumber: Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC, 2009: 89-94 3. Dalam Undang-undang Praktik Kedokteran mengenai rekam medis diatur hal-hal sebagai berikut, kecuali ... a. Setiap praktik harus memiliki rekam medis b. Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan dokter yang memberikan pelayanan atau tindakan c. Rekam medis dapat diisi sesudah dokter mempunyai waktu untuk menulisnya d. Isi rekam medis merupakan milik pasien e. Semua yang tersebut diatas benar Jawaban: c. Rekam medis dapat diisi sesudah dokter mempunyai waktu untuk menulisnya Pembahasan: Setiap praktik harus memiliki rekam medis. Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu dan tanda tangan dokter yang memberikan pelayanan atau tindakan. Standar internasional menyatakan RM adalah milik rumah sakit, sedangkan isinya milik pasien. Begitu juga yang diatur dalam Permenkes Tahun 1989 Tentang RM (Pasal 9) Sumber:Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC, 2009: 37-8 Pengungkapan rahasia pasien hanya dapat dilakukan berdasarkan ... a. Ketentuan perundang-undangan yang berlaku b. Perintah hakim di sidang pengadilan c. Kepentingan umum d. Persetujuan pasien e. Semua yang tersebut diatas benar Jawaban: e. Semua yang tersebut diatas benar Pembahasan: Dalam UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 48 Paragraf 4 mengenai Rahasia Kedokteran, dinyatakan bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran wajib menyimpan rahasia kedokteran. Rahasia kedokteran hanya dapat dibuka untuk kepentingan kesehatan pasien, memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasien sendiri atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan Sumber:Hanafiah MJ, Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Edisi ke-4. Jakarta: EGC, 2009: 79-83

4.

5. Seorang dokter UGD RS diminta datang ke rumah untuk melihat suami dari seorang istri yang meninggal mendadak dengan usia 75 tahun. Pasien mempunyai riwayat hipertensi dan tidak pernah kontrol ke rumah sakit. Dokter menduga penyebab kematiannya adalah stroke. Istrinya kemudian meminta kepada dokter dibuatkan surat kematian. Tujuan surat kematian tersebut dibuat adalah ...

a. Dokter membuat surat kematian karena tidak tahu penyebab kematian b. Surat kematian diperlukan untuk melakukan penguburan c. Surat kematian dibuat kemudian dilaporkan ke pemerintah d. Surat kematian berguna untuk pembagian harta waris e. Surat kematian berguna untuk kelengkapan pemeriksaan luar forensik Jawaban: c. Surat kematian dibuat kemudian dilaporkan ke pemerintah Pembahasan: salah satu persyaratan administratif surat kematian adalah surat keterangan kematian dari dokter, bidan, atau dari rumah sakit. Surat kematian kemudian akan dilaporkan ke pemerintah sehingga kelak dapat dimanfaatkan oleh keluarga yang ditinggalkan. Surat kematian tidak berguna untuk pembagian harta warisan tetapi untuk pengambilalihan warisan. Sumber: Siswosoediro H. Mengurus Surat-surat Kependudukan (Identitas Diri). Halaman 83-84