Anda di halaman 1dari 3

REKAYASA CAHAYA Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah intensitas cahaya.

Tanaman yang di tempat teduh akan tumbuh dengan ciri-ciri berdaun hijau tua, pertumbuhannya lebih lambat namun stomatanya berjumlah sedikit namun ukurannya besar dan perakarannya tidak terlalu lebat. Berbeda dengan tanaman yang ditanam ditempat yang mendapatkan banyak cahaya maka tanaman itu akanmempunyai ciri-ciri berdaun hijau muda, stomatanya akan berjumlah banyak namun berukuran kecil, perakarannya lebih lebat dan pertumbuhannya lebih cepat. Beberapa proses dalam perkembangan tanaman yang dikendalikan oleh cahaya antara lain perkecambahan, perpanjangan batang, perluasan daun, sintesis klorofil, gerakan batang, gerakan daun, pembukaan bunga dan dominasi tunas (Latunra, 2011). Intensitas cahaya paling penting bagi vegetasi dimana merupakan situasi tanaman yang hidup dan responnya terhadap selang batas nilai cahaya tertentu. Intensitas cahaya dapat diukur dan dapat dinyatakan dalam dua cara yaitu denganukuran iluminasi dan energi. Karena cahaya sebagai energi memasuki walaupun terbatas sebenarnya ada sistem-sistem ontogenik alamiah, intensitasnya merupakankeperluan utama. Dalam penentuan energi yang diperlukan bagi suatu sistem untuk beroperasi. Intensitas cahaya juga menentukan intensitas lokomotor pada banyak hewan-hewan kecil walaupun pada tumbuhan sangat terbatas. Pada umumnya,tumbuh-tumbuhan memberikan respon tidak sama terhadap variasi gelombang pada cahaya. Ada yang memanfaatkan panjang gelombang tertentu dan netral terhadap gelombang-gelombang lain (Latunra, 2011). Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhanmempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. pembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme, Cahaya mempengaruhi Efek cahaya danfotoperiodisme.

meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zatmetabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis,intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang. Jadicahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangantanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat digunakan untuk pembentukanorgan-organ tumbuhan (Marjenah, 2001).Perkembangan struktur tumbuhan juga dipengaruhi oleh cahaya(fotomorfogenesis). Efek fotomorfogenesis ini dapat dengan mudah diketahui dengancara membandingkan kecambah yang tumbuh di tempat terang dengan kecambah daritempat gelap. Kecambah yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami

etiolasi atau kecambah tampak pucat dan lemah karena produksi klorofil terhambat olehkurangnya cahaya. Sedangkan, pada kecambah yang tumbuh di tempatterang, daun lebih berwarna hijau, tetapi batang menjadi lebih pendek karena aktifitashormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya. Beberapa contoh aktivitas tumbuhan yang dipengaruhi oleh cahaya yaitu (Marjenah, 2001) : 1. Fototropisme Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan bahwa pada ujung koleoptil tanaman, pemanjangan sel yang lebih cepat terjadi di sisi yang teduhdaripada sisi yang terkena cahaya. Sehingga, koleoptil membelok ke arah datangnyacahaya. Hal ini terjadi, karena hormon auksin yang berguna untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi terlindung. Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari, dalam hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap matahari sepanjang hari. Kejadian tersebut dinamakan diafototropisme. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae. 2. Fotoperiodisme Interval penyinaran sehari-hari terhadap tumbuhan mempengaruhi proses pembungaan. Lama siang hari di daerah tropis kira-kira 12 jam. Sedangkan, di daerah yang memiliki empat musim dapat mencapai 16 20 jam. Respon tumbuhan yang diatur oleh panjangnya hari ini disebut fotoperiodisme. Fotoperiodisme dipengaruhi oleh fitokrom (pigmen penyerap cahaya). Fotoperiodisme menjelaskan mengapa pada spesies tertentu biasanya berbunga serempak. Tumbuhan yang berbunga bersamaan ini sangat menguntungkan, karena memberi kesempatan terjadinya penyerbukan silang. Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: a. Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. Tumbuhan hari pendek contohnya krisan, jagung, kedelai, anggrek, dan bunga matahari. b. Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 16 jam) sehari. Tumbuhan hari panjang, contohnya kembang sepatu, bit gula, selada, dan tembakau. c. Tumbuhan hari sedang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kira-kira 12 jam sehari. Tumbuhan hari sedang contohnya kacang dan tebu.

d. Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang tidak responsif terhadap panjang hari untuk pembungaannya. Tumbuhan hari netral contohnya mentimun, padi, wortel liar, dan kapas. Salah satu contoh rekayasa cahaya pada tanaman krisan: Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.3001.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m2 dan lampu dipasang setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga

Sumber pustaka: http://www.scribd.com/doc/54990576/Cahaya-Dan-Pertumbuhan http://lelybiologi.blogspot.com/2011/03/faktor-yang-mempengaruhipertumbuhan.html http://migroplus.com/brosur/Budidaya%20krisan.pdf