Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi

Poliovirus merupakan RNA virus yang di transmisikan memalalui rute oral-fekal, melalui konsumsi dari air yang terkontaminasi feses (kotoran manusia). Terdapat tiga jenis yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Masa inkubasi membutuhkan waktu 5 35 hari. Apabila virus masnuk kedalam tubuh melalui jalur makan, akan menetap dan berkembang biak di kelenjar getah bening nasofaring atau usus, dan kemudian menyebar melalui darah ke seluruh tubuh. Setelah virus masuk kedalam jaringan tubuh, virus akan mengeluarkan neurotropik yang akan merusak akhiran saraf pada otot, yang menyebabkan kelumpuhan dari organ gerak bahkan sampai otot mata. Jalan masuk atau Port d'entre dari poliovirus adalh melalui saluran cerna. Dalam masa inkubasi (5-35 hari) poliovirus berkembang biak didalam jaringan mukosa, jaringan pertahanan tubuh (tonsil dan patch peyer) dan usus. Kemudian terjadi episode viremia ( adanya virus dalam aliran darah) yang terjadi sekitar 6-9 hari setelah infeksi. Kira-kira 4-8% infeksi poliovirus tidak terjadi penyulit dan hanya mengambil bentuk penyakit Minor(Abortive Poliomyelitis). Namun bila virus sampai menginfeksi sel target dalam susunan saraf pusat maka akan terjadi poliomyelitis baik dengan atau tanpa kelumpuhan. Penyakit akan lebih berbahaya oleh beberapa faktor pendukung yaitu Usia muda (terutama anak-anak) atau terlalu tua. Pada pria dengan malnutrisi kronik atau pengobatan dengan Kortokosteroid. Virus masuk melalui mulut dan hidung lalu berkembang biak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan atau usus. Selanjutnya, diserap dan disebarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

L. Heymann, David dan R. Bruce Aylward. 2004. Poliomyelitis. Switzerland : Geneva 1211

Saputra, L., 1999.Penularan virus polio. Bina rupa aksan: Jakarta