Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

PEMAKAIAN OSILOSKOP

22 November 2012

Kelompok Nama
Partner

:3 : Heryadi Kusumah
: Kenny Akbar Aslami Maria Goriety P Miantami H S P

Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elekttro Politeknik Negeri Bandung 2012/2013

PEMAKAIAN OSILOSKOP
I. Tujuan Mahasiswa mengetahui cara menggunakan pengatur trigger pada osiloskop Mahasiswa mengetahui cara menggunakan tombol pengatur untuk mengamati bentuk gelombang ac dan dc Mahasiswa mengetahui cara mengkalibrasi osiloskop

II.

Alat dan Bahan 1 Osiloskop

III.

Teori Dasar Osiloskop sinar katoda (CRO) adalah suatau instrumen elektronik yang sangat bermanfaat. Osiloskop digunakan untuk mengamati dan mengevaluasi suatu rangkaian melalui analisis visual dari bentuk gelombangnya. Bentuk gelombang yang dianalisa muncul pada layar osiloskop (CRT). Osiloskop dapat diklasifikasikan sebagai osiloskop untuk keperluan umum dan sebagai osiloskop laboratorium. Osiloskop yang dipakai untuk keperluan secara umum dipakai untuk menampilkan betuk gelombanng ac pada titik uji dalam suatu rangkaian dan untuk mengukur ampllituda puncak ke puncak dari gelombang ini. Aplikasi lain adalah untuk mengukur frekuensi dan fasa, indikasi nol, dsb. Osiloskop secara otomatis akan menggambarkan grafik tegangan sebagai fungsi waktu. Dalam hal ini osiloskop manampilkan amplituda sesaat bentuk gelombang tegangan ac yang merupakan fungsi waktu. Osiloskop umumnya ditriger untuk dua jejak berkas garis. Dengan menggunakan saklar elektronik dapat ditampilkan dua jejak berkas pada layar osiloskop. Dual trace osiloskop memungkinkan untuk

mengamati dua bentuk gelombang sebagai fungsi waktu secara bersamaan pada titik yang berbeda dari suatu rangkain elektronik.

Gambar 10.1 Blok Diagram Osiloskop Pengoperasian pengontrol dari osiloskop tipe umum memiliki fungsi sebagai berikut . 1. Pengatur Intensitas, berfungsi mengatur intensitas cahaya berkas gambar pada layar CRT. 2. Pengatur focus, diatur bersamaan dengan pengatur intensitas untuk ketajaman berkas cahaya gambar pada layar. 3. Pengatur Center atau Posisi Horizontal dan Vertikal, adalah pengontrol posisi gambar. Memposisikan berkas pada posisi tengah pada layar, baik horizontal maupun vertical. 4. Volt/Div (Volt/cm) terdiri dari dua pengatur yang berfungsi sebagai attenuator untuk gelombang sinyal input (yang ditampilkan pada layar). Tombol bagian dalam sebagai pengatur Volt/Div kontinyu, ditandai Variabel berfungsi mengatur tingginya amplitude vertical. Tombol ini berkaitan dengan pengaturan kalibrasi. Bila tombol ini diputar searah jarum jam penuh (CW), sinyal yang terukur merupakan tegangan puncak ke puncak terkalibrasi dari sinyal input

vertikal. Tombol putar bagian luar dari attenuator vertikal adalah tombol putar pengatur Volt/Div. Ini adalah tombol putar dengan posisi yang dapat di set dengan nilai angka Volt/Div. Bila pengatur di set pada posisi kalibrasinya, pergeseran dari pengatur Volt/Div menentukan tegangan yang sebanding dengan setiap divisi dari defleksi input vertikal pada layar. 5. Time/Div (Time/cm) terdiri dari dua tombol putar pengatur yang mempengaruhi saat waktu dari pembangkit gelombang penyapuan (sweep) atau generator time base. Pengontrol bagian dalam yang ditandai Variabel adalah pengatur kontinyu yang merupakan pengatur kalibrasi Time/Div. Bila diputar penuuh searah jarum jam (CW), keadaan ini terkalibrasi untuk pengukuran waktu pada sumbu horizontal. Bila pengatur Variabel ini pada posisi terkalibrasi, pergeseran Time/Div menentukan waktu perdivisi arah horizontal.

Pengaturan trigger biasanya mempunyai beberapa pengatur yang berkaitan dengan kalibrasi sederhana Time Base. Jadi, suatu osiloskop mempunyai hal-hal sebagai berikut.

1. Pengatur level. Dalam posisi otomatik rangkaian trigger akan berjalan secara sendirinya, dan setiap siklus akan men-Trigger generator sweep (gigi gergaji). Dengan demikian, berkas cahaya selalu muncul dalam layar. Osiloskop umumnya digunakan dalam Mode ini. Bila osiloskop tidak dalam mode otomatik, pen-Trigeran bergantung pada sinyal luar, dan pergeseran dari pengatur level menentukan stabilitas atau sinkronisasi dari sinyal gigi gergaji. Pada mode yang bukan otomatik, tidak akan ada jejak berkas pada layar jika tidak ada sinyal trigger.

2. Pengatur Stabilitas, mengatur sensitivitas dari generator penyapu. 3. Saklar Slope () ditandai dengan + dan - , serta seting ini menentukan apakah trigger dari generator penyapu dipengaruhi oleh bagian positif atau negatif dari sinyal trigger. 4. Pengatur Kopling (ac atau dc), memilih cara bagaimana kopling trigger dicapai. Untuk frekuensi input yang sangat rendah, harus dipilih arus searah. 5. Pengatur Source (INT atau EXT), dapat dari luar atau dari dalam. Keadaan ini dapat men-Trigger gelombang penyapu secara internal, dari vertikal amplifier, atau dari luar.

Kalibrasi osiloskop dapat dilakukan dengan menggunakan sinyal kalibrator yang sudah tersedia pada masing masing osiloskop. Tegangan kalibrator berupa tegangan ac berbentuk segi empat (pulsa) dengan tinggi amplituda berbeda untuk osiloskop dengan merek yang berbeda. Pada percobaan ini Vpp dari sinyal kalibrator sebesar 1 volt (disesuaikan dengan osiloskop yang dipakai). Untuk mengkalibrasi attenuator vertikal (Volt/Div), tegangan kalibrator dimasukkan pada input masing masing channel, channel I dan channel II bergantian. Kemudian atur Variabel vertikal attenuator sampai pembacaan pada osiloskop sama dengan amplituda sinyal kalibratornya. Untuk mengkalibrasi besarnya Time/Div pada sumbu horizontal, dapat diukur dari lebar perioda gelombang kalibrator yang terlihat pada layar. Pada umumnya, sinyal kalibrator memiliki frekuensi sebesar 1KHz.

Catatan : Pengatur yang diuraikan di atas dapat mempunyai nama yang berbeda tergantung dari pabrik pembuat dan model osiloskop.

IV.

Langkah langkah percobaan A. Penggunaan tombol putar dan saklar 1. Buatlah daftar untuk setiap pengatur atau saklar, dan tuliskan fungsinya dalam tabel 1, juga termasuk jack input. 2. Hidupkan osilosko. Tunggu 1-2 menit sampai osiloskop siap. 3. Jika jejak berkas garis tidak mncul pada layar, periksa dan atur saklar triger pada automatic. 4. Jika masih belum ada jejak berkas garis, putar pengatur intensitas searah jarum jam. 5. Jika masih belum ada jejak berkas garis, putar pengatur posisi horisontal dan vertikal sampai jejak berkas garis muncul dilayar. 6. Putar pengatur focus dan intensitas agar garis menjadi lebih jelas dan tajam. Tempatkan berkas garis ditengah dari posisi vertikal dan horizontal. 7. Atur mode triger ke posisi normal dan automatik. 8. Atur slope triger ke +. 9. Atur kopling triger ke ac. 10. Atur source triger ke INT. 11. Lakukan kalibrasi variabel atenuator vertikal (Volt/Div) dengan memutar sampai habis searah jarum jam. 12. Lakukan kalibrasi variabel Time/Div dengan memutar sampai habis searah jarum jam. 13. Atur pengatur stabilitas untuk free runing dengan memutar penuh searah jarum jam.

B. Melakukan kalibrasi osiloskop 1. Hubungkan input chanel I dengan sumber tegangan kalibrator yang terdapat pada terminal yang diberi tanda Cal.

2. Atur

Volt/div pada posisi 0,5 volt, perhatikan gambar

segiempat pada layar. 3. Atur variabel atenuator sehingga tinggi amplitudanya

menunjukkan nilai yang sama dengan ampituda tegangan kalibratornya. 4. Lakukan hal yang sama untuk input chanel II 5. Gambarkan sinyal kalibrator yang terlihat pada layar disertai dengan tinggi kotaknya (divisi) dan volt/div yang digunakan. 6. Lakukan pengukuran perioda sinyal kalibrator yang terlihat pada layar. 7. Atur variabel time/div pada osiloskop sampai perioda sinyal segiempat kalibrator yang terlihat pada layar sama dengan 1 ms. Kalibrasi ini cukup dilakukan pada salah satu chanel saja.

V.

Hasil Pengamatan Tabel 10.1. Daftar saklar dan fungsinya Tombol pengatur atau saklar Fungsi Untuk menghidupkan dan mematikan osiloskop

Power

Inten

Menatur osiloskop

intensitas

cahaya

pada

Focus

Untuk memfocuskan gelombang yang terlihat pada layar osiloskop

Position horizontal

Mengatur posisi gelombang secara horisontal

Position vertical

Mengatur posisi gelombang secara vertical

Time/Div

Mengatur perioda gelombang pada layar osiloskop

Volt/Div

Mengatur amplitudo gelombang pada layar osiloskop

Selector input

Memilih

apakah

input

berupa

gelombang ac, dc atau ground Mode trigger Menentukan mode normal atau

automatic dari sebuah osiloskop Source Slope Memilih chanel pada osiloskop Mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+) atau turun (-) Trigger Level Mengatur agar sinyal bergerak dari titik awal yang tepat sama AC-DC Coupling Mengukur amplitudo bentuk

gelombang AC dan DC CAL / VAR (Vp-p) Untuk mengkalibrasi osiloskop sebelum digunakan. Position Untuk mengatur posisi gambar/sinyal pada posisi horisontal. Jika saklar ini ditarik, maka sinyal pada posisi horisontal tersebut akan diperbesar 10X Hold of Untuk menstabilkan sinyal dengan periode berulang yang komplek. Posisi CH1 Posisi CH2 Trace rotation Menampilkan sinyal dari kanal 1 Menampilkan sinyal dari kanal 2 Untuk mengatur kedudukan garis horisontal secara paralel dengan garis graticule Variable Untuk penyesuaian sensitivitas

(kepekaan), dengan faktor 1/3 atau kurang indikator dari harga pada panel

VI.

Analisis dan Jawab Pertanyaan Dari percobaan diatas dapat dianalisis bahwa untuk memaksimalkan prinsip kerja osiloskop maka terlebih dahulu lakukanlah pengkalibrasian osiloskop.

Jawab Pertanyaan : 1. Mengapa osiloskop harus selalu dikalibrasi sebelum dipergunakan ? Karena untuk mengoptimalkan hasil pengukuran saat pembacaan nilai gelombang di layar osiloskop. Jadi, saat pengukuran hasil pengukuran tersebut tidak jauh melebihi dari hasil yang diharapkan. 2. Sebutkan apa saja yang harus diatur agar gambar tetap diam, pada saat gambar pada layar osiloskop berjalan kekiri atau kekanan ! Mengatur level trigger ke posisi tengah tengah level trigger sampai gambar pada layar osiloskop diam. 3. Buat kesimpulan dari praktek ini ! Dari percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa setiap tombol pada osiloskop memiliki fungsinya masing masing VII. Kesimpulan

Osiloskop akan bekerja denga baik apabila telah terkalibrasi dengan benar. Dengan mengkalibrasi osiloskop maka penunjukkan gelombang pada layar osiloskop akan menunjukkan gambar yang benar. Dengan ketelitian yang mendekati 100 %