Anda di halaman 1dari 45

ANGGARAN PRODUKSI

1. Konsep Dasar Anggaran Produksi 2. Penyusunan Anggaran Produksi 3. Alokasi Kebijakan Produksi

Anggaran Produksi
Pengertian: Alat untuk merencanakan, mengkoordinasi dan mengontrol kegiatan produksi Perencanaan produksi meliputi masalah-masalah yang berkaitan dengan: Tingkat produksi Kebutuhan fasilitas-fasilitas produksi Tingkat persediaan barang jadi

Tujuan Penyusunan Anggaran Produksi

1.

2.

3.

Menunjang kegiatan penjualan, sehingga barang dapat disediakan sesuai dengan yang telah direncanakan. Menjaga tingkat persediaan yang memadai. Artinya tingkat persediaan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya-biaya produksi barang yang dihasilkan akan seminimal mungkin

Penyusunan Anggaran Produksi


Secara garis besar, anggaran produksi disusun dengan menggunakan rumus acuan sebagai berikut:
Rencana Penjualan (dari anggaran penjualan)...xxx Persediaan akhir ..xxx + Kebutuhan selama 1 tahun..xxx Persediaan awalxxx Jumlah yang harus diproduksi.xxx

Anggaran produksi merupakan dasar untuk penyusunan anggaran-anggaran lain seperti anggaran bahan mentah, anggaran tenaga kerja langsung dan anggaran biaya overhead pabrik. Sehingga hubungannya dapat digambarkan dalam bagan berikut:

Hubungan Tingkat Penjualan, Tingkat Produksi dan Tingkat Persediaan


Rencana Penjualan

Tingkat Persediaan

Rencana Produksi

Anggaran Bahan Mentah

Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Anggaran Biaya Overhead Pabrik

Langkah-langkah Utama dalam Penyusunan Anggaran Produksi


1. Tahap Perencanaan Menentukan periode waktu yang akan dipakai sebagai dasar dalam penyusunan bagian produksi Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus dihasilkan Tahap Pelaksanaan Menentukan kapan barang diproduksi Menentukan dimana barang akan diproduksi Menentukan urut-urutan proses produksi Menentukan standar penggunaan fasilitas-fasilitas produksi untuk efisiensi Menyusun program tentang penggunaan bahan mentah, buruh, service, dan peralatan Menyusun standar biaya produksi Membuat perbaikan-perbaikan jika diperlukan

2.

Contoh Penentuan Jumlah Satuan Fisik dari Barang yang Dihasilkan


Pada umumnya rencana penjualan disajikan dalam unit fisik, sehingga menghitung jumlah barang yang harus diproduksi dapat mudah. Contoh: Diharapkan bahwa 400 unit barang A akan berada di perusahaan pada awal periode nanti. Penjualan selama 1 periode direncanakan 800 unit. Sedangkan persediaan akhir diperkirakan 180 unit. Sehingga jumlah yang harus diproduksi adalah 580 unit Penjualan Persediaan Akhir Kebutuhan Persediaan Awal Produksi 800 unit 180 unit + 980 unit 400 unit 580 unit

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jangka waktu produksi dan jumlah barang yang dihasilkan: 1. Fasilitas pabrik 2. Fasilitas pergudangan 3. Stabilitas tenaga kerja 4. Stabilitas bahan mentah 5. Modal yang digunakan

Menyusun Anggaran Produksi


Contoh: Rencana Penjualan tahun 2011 PT Cemplon adalah 56.800 unit
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tingkat Penjualan 6.000 unit 6.400 unit 6.400 unit 5.600 unit 4.800 unit 4.000 unit 2.800 unit 2.400 unit 3.600 unit 4.400 unit 4.800 unit 5.600 unit 56.800 unit

Sedangkan perkiraan tingkat persediaan adalah: Persediaan awal tahun = 8.000 unit Persediaan akhir tahun = 6.000 unit Dari data diatas anggaran produksinya adalah: Penjualan 1 tahun Persediaan Akhir Tahun Kebutuhan 1 tahun Persediaan Awal Jumlah yang harus diproduksi 56.800 unit 6.000 unit + 62.800 unit 8.000 unit 54.800 unit

Pilihan alokasi kebijakan produksi bulanan ada beberapa yaitu: a. Mengutamakan stabilitas produksi b. Mengutamakan stabilitas persediaan c. Kombinasi (tk. persediaan dan produksi berfluktuasi pada batasbatas tertentu)

a. Mengutamakan Stabilitas Produksi


Pengalokasian tingkat produksi setiap bulan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1. Membagi tingkat produksi per tahun dengan 12, sehingga: Apabila produksi selama 1 tahun = 54.800 unit, maka Produksi per bulan = 54.800 12 = 4.566,67 unit Kelemahan cara ini adalah sering ditemukannya bilangan-bilangan yang tidak bulat sehingga sulit melaksanakan produksi secara tepat

2.

Membagi tingkat produksi sedemikian rupa sehingga dihasilkan bilangan-bilangan bulat dan mudah untuk dialokasikan secara tepat. Kelebihan hasil pembagian dialokasikan ke bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tinggi. Jadi: Produksi selama 1 tahun = 54.800 unit Dalam perhitungan sebelumnya diperoleh angka 4.566,67 bilangan tersebut dibulatkan menjadi angka 4.500 Apabila produksi per bulan = 4.500 unit, maka kekurangannya adalah 54.800 (12 x 4.500) = 800 unit

Kekurangan 800 unit dialokasikan pada bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tinggi, yaitu: Januari 6.000 unit - Oktober 4.400 unit Februari 6.400 unit - November 4.800 unit Maret 6.400 unit - Desember 5.600 unit April 5.600 unit Mei 4.800 unit Sehingga kelima bulan tersebut masing-masing akan mendapatkan tambahan sebanyak 800/ 8 bln = 100 unit Jadi jumlah yang diproduksi: 8 bulan, masing-masing (4.500 + 100) unit = 36.800 unit 4 bulan, masing-masing 4.500 unit = 18.000 unit 54.800 unit

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret Rencana Penjualan Persediaan Kebutuhan Persediaan Akhir Awal 6.600 12.600 8.000 6.600 Rencana Produksi 4.600

April
Mei Juni Juli

Agust
Sept Okt Nov Des Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

4.500

4.600

6.000

62.800

8.000

54.800

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret Rencana Penjualan Persediaan Kebutuhan Persediaan Akhir Awal 6.600 4.800 3.000 12.600 11.200 9.400 8.000 6.600 4.800 Rencana Produksi 4.600 4.600 4.600

April
Mei Juni Juli

Agust
Sept Okt Nov Des Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

2.000
1.800 2.300 4.000

7.600
6.600 6.300 6.800

3.000
2.000 1.800 2.300

4.600
4.600 4.500 4.500

6.100
7.000 7.200 7.000 6.000 6.000

8.500
10.600 11.600 11.800 11.600 62.800

4.000
6.100 7.000 7.200 7.000 8.000

4.500
4.500 4.600 4.600 4.600 54.800

b. Mengutamakan Stabilitas Persediaan Pengendalian tingkat persediaan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1. Selisih antara persediaan awal dan persediaan akhir dibagi dengan 12, sehingga: Persediaan awal tahun = 8.000 unit Persediaan akhir tahun = 6.000 unit Selisih = 2.000 unit Selisih tersebut dibagi dengan 12, sehingga perbulannya menjadi 166,67 unit 2. Membagi tingkat produksi sedemikian rupa sehingga dihasilkan bilangan-bilangan bulat dan mudah untuk dialokasikan secara tepat. Kelebihan hasil pembagian dialokasikan ke bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tinggi atau sesuai kebijakan perusahaan. Sehingga 2.000/10 = 200 unit dan dialokasikan ke bulan Januari sampai Oktober.

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Rencana Penjualan Persediaan Akhir 7.800 Kebutuhan Persediaan Awal 13.800 8.000 7.800 Rencana Produksi 5.800

Nov
Des Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

Selisih 200 unit

6.000 6.000 62.800 8.000 54.800

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Rencana Penjualan Persediaan Kebutuhan Persediaan Akhir Awal 7.800 7.600 7.400 7.200 13.800 14.000 13.800 12.800 8.000 7.800 7.600 7.400 Rencana Produksi 5.800 6.200 6.200 5.400

Mei
Juni Juli Agust

Sept
Okt Nov Des

Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

7.000
6.800 6.600 6.400

11.800
10.800 9.400 8.800

7.200
7.000 6.800 6.600

4.600
3.800 2.600 2.200

6.200
6.000 6.000 6.000

9.800
10.400 10.800 11.600

6.400
6.200 6.000 6.000

3.400
4.200 4.800 5.600

6.000

62.800

8.000

54.800

c. Cara Kombinasi
Dengan cara ini, tingkat produksi dan persediaan dibiarkan

berubah-ubah. Meski demikian, tetap diusahakan terjadi keseimbangan optimum antara tingkat penjualan, persediaan dan produksi.
Contoh:

Kebijakan manajemen PT Cemplon adalah: 1. Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi lebih dari 15% di atas atau di bawah rata-rata bulanan. Produksi normal (54.800 /12)=4.566,67 dibulatkan jadi 4.600 Produksi maksimum (1,15 x 4.600) = 5.290 Produksi minimum (0,85 x 4.600) = 3.910

2.

Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari 6.400 unit dan tidak boleh kurang dari separuh persediaan maksimal. Persediaan maksimal 6.400 unit Persediaan minimal (0,5 x 6.400) = 3.200 unit

3. Khusus untuk produksi bulan Juli, Agustus, September karena ada penurunan permintaan maka harus dikurangi 30% dari tingkat produksi normal. Produksi Juli, Agust, Sept = 0,70 x 4.600 = 3.220 unit

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Rencana Persediaan Kebutuhan Persediaan Penjualan Akhir Awal Rencana Produksi 4.400

Mei
Juni Juli Agust

Sept
Okt Nov Des

Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

6.400

12.400

8.000 6.400

3.220 3.220

3.220

6.000

6.000

62.800

8.000

54.800

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Rencana Persediaan Kebutuhan Persediaan Penjualan Akhir Awal Rencana Produksi 4.400 5.200 5.200 5.200 5.000 5.000 3.220 3.220 3.220 5.000

Nov
Des Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

6.400 5.200 4.000 3.600 3.800 4.800 5.220 6.040 5.660 6.260

12.400 11.600 10.400 9.200 8.600 8.800 8.020 8.440 9.260 10.660

8.000 6.400 5.200 4.000 3.600 3.800 4.800 5.220 6.040 5.660

6.360
6.000 6.000

11.160
11.600 62.800

6.260
6.360 8.000

4.900
5.240 54.800

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Rencana Persediaan Kebutuhan Persediaan Penjualan Akhir Awal Rencana Produksi 4.000

Mei
Juni Juli Agust

Sept
Okt Nov Des

Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

6.000

12.000

8.000 6.000

6.000

6.000

62.800

8.000

54.800

Alokasi Anggaran Produksi PT Cemplon


Bulan Jan Feb Maret April Rencana Persediaan Kebutuhan Persediaan Penjualan Akhir Awal Rencana Produksi 4.000

Mei
Juni Juli Agust

Sept
Okt Nov Des

Jumlah

6.000 6.400 6.400 5.600 4.800 4.000 2.800 2.400 3.600 4.400 4.800 5.600 56.800

6.000

12.000

8.000

4.800 3.600 3.200 3.600 4.600 5.020 5.840 5.460 6.260 6.400 6.000
6.000

11.200 10.000 8.800 8.400 8.600 7.820 8.240 9.060 10.660 11.200 11.600
62.800

6.000 4.800 3.600 3.200 3.600 4.600 5.020 5.840 5.460 6.260 6.400
8.000

5.200 5.200 5.200 5.200 5.000 3.220 3.220 3.220 5.200 4.940 5.200
54.800

Manfaat Kebijaksanaan Persediaan


1. 2.

Untuk menempatkan perusahaan pada posisi yang selalu siap untuk melayani penjualan Untuk membantu dicapainya kapasitas produksi yang terus menerus dan seimbang

Untuk memungkinkan tercapainya hal-hal tersebut diatas, ada faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu: Daya tahan barang yang disimpan Sifat penawaran bahan mentah Biaya-biaya yang timbul Besarnya modal kerja yang tersedia Risiko-risiko yang harus ditanggung (manusia, alam, sifat barang itu sendiri)

Penentuan Besarnya Persediaan


1.

Disesuaikan dengan kebutuhan bulanan Apabila kebutuhan akan bahan/barang setiap bulan sama maka digunakan rata-rata bulanan atau rata-rata sederhana Contoh: Kebutuhan barang setahun = 28.800 Kebutuhan per bulan = 28.800 = 2.400 unit 12 Jadi jika perusahaan menentukan 2 bulan persediaan, maka besarnya persediaan adalah 2.400x2= 4.800 unit

Apabila kebutuhan akan barang/bahan setiap bulannya tidak sama, maka dipakai metode rata-rata bulanan yang bergerak: Contoh: Kebutuhan bulanan: Januari 1.200 unit April 1.200 unit Februari 600 unit Mei 1.800 unit Maret 900 unit Kebutuhan bulanan dengan rata-rata bergerak:
Februari M aret April 1.200 600 900 900 unit 3 600 900 1.200 900 unit 3 900 1.200 1.800 1.300 unit 3

Apabila perusahaan menentukan 2 bulan kebutuhan maka besarnya persediaan: Februari = 2 x 900 = 1.800 unit Maret = 2 x 900 = 1.800 unit April = 2 x 1.300 = 2.600 unit 2. Dengan menghitung tingkat perputaran persediaan Banyak perusahaan mengambil tingkat perputaran persediaan sebagai dasar untuk menentukan tingkat persediaan.
Rencana Penjualan per Tahun PersediaanRata rata Persediaan Awal Persediaan Akhir PersediaanRata rata 2 Tingkat Perputaran

Contoh: Rencana penjualan selama 1 tahun adalah 900.000 unit. Persediaan awal tahun diperkirakan sejumlah 150.000 unit. Persediaan akhir sebesar 450.000 unit. Hitunglah persediaan rata-rata dan perputaran persediaan
150.000 450.000 300.000 2 900.000 Perputaran persediaan 3x 300.000 Persediaan rata rata

Contoh Soal
Data yang tersedia dari perusahaan Rasa Enak adalah sbb:

Bulan Januari Februari Maret

Rencana Penjualan 2011 Jumlah Triwulan 67.500 unit Triwulan II 72.000 unit Triwulan III 76.500 unit Triwulan IV

Jumlah 225.000 unit 180.000 unit 202.500 unit

Persediaan barang jadi pada 1 Januari 2011 adalah 90.000 unit Tingkat perputaran barang sesuai dengan tahun sebelumnya ditentukan sebesar 10 kali Persyaratan tingkat produksi yang perlu dijaga adalah: a) Perbedaan tingkat produksi tertinggi terendah tidak boleh lebih dari 10% dari tingkat produksi yang di anggap normal. b) Lebih mementingkan stabilitas produksi dengan catatan tingkat persediaan tidak boleh kurang dari 45.000 unit.
30

Anda diminta untuk: 1) Menyusun anggaran produksi untuk tahun 2011. 2) Menentukan berapa jumlah produksi normal, produksi maksimum dan produksi minimum baik secara bulanan maupun triwulanan

Penyelesaian
* * Tingkat perputaran penjualan persediaanrata rata Penjualan 823.500 Persediaanrata rata 82.350 unit tingkat perputaran 10

Persediaan akhir tahun = (Persediaan Rata-rata x 2)- persediaan awal = (82.350 x 2) 90.000 = 74.700 unit 1) Anggaran produksi tahun 2011: Penjualan 1 tahun Persediaan Akhir Tahun Kebutuhan 1 tahun Persediaan Awal Jumlah yang harus diproduksi 823.500 unit 74.700 unit ** 898.200 unit 90.000 unit 808.200 unit

2) Jumlah produksi: Produksi Normal Bulanan =8 08.200: 12 Triwulanan= 3 x 67.3500

= 67.350 unit = 202.050 unit

Produksi Maksimum Bulanan = 110% x 67.350 = 74.085 unit Triwulanan= 110% x 202.050 = 222.255 unit Produksi Minimum Bulanan = 90% x 67.350 Triwulanan= 90% x 202.050

= 60.615 unit = 181.845 unit

Soal Latihan
PT Raya Persada merencanakan penjualan tahun 2011 dengan pola sbb: Triwulan I : 621.000 unit Triwulan II : 459.000 unit Triwulan III : 459.000 unit Triwulan IV : 621.000 unit Persediaan awal : 324.000 unit Persediaan akhir : 216.000 unit Berdasar data di atas tentukan: A. Tingkat produksi tahun 2011 B. Anggaran produksi 2011 dengan ketentuan: 1. Kebijakan mengutamakan stabilitas produksi 2. Kebijakan mengutamakan stabilitas persediaan 3. Kebijakan kombinasi

Misalkan ditetapkan kebijakan sbb: a.Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi lebih dari 20% dari tingkat produksi rata-rata b.Tingkat persediaan awal dan akhir pada triwulan I dan II berfluktuasi 32.400 unit, sedangkan triwulan III dan IV 21.600 unit

Penyelesaian
A.

Tingkat Produksi tahun 2011:

Penjualan 1 tahun Persediaan Akhir Tahun Kebutuhan 1 tahun Persediaan Awal Jumlah yang harus diproduksi

2.160.000 unit 216.000 unit + 2.376.000 unit 324.000 unit 2.052.000 unit

B. Anggaran produksi 2011: 1. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi


Triwulan I Penjualan Pers.akhir Kebutuhan Pers Awal Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Total

Produksi

Penyelesaian
1. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi Jumlah produksi per triwulan = 2.052.000/4 = 513.000
Triwulan I
Penjualan Pers.akhir Kebutuhan Pers Awal Produksi 621.000 216.000 837.000 324.000 513.000

Triwulan II
459.000 270.000 729.000 216.000 513.000

Triwulan III Triwulan IV


459.000 324.000 783.000 270.000 513.000 621.000 216.000 837.000 324.000 513.000

Total
2.160.000 216.000 2.376.000 324.000 2.052.000

2. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat persediaan Cara yang dilakukan adalah dengan membagi selisih antara persediaan awal dan persediaan akhir (dengan waktu bulanan, triwulan, semester, dll) Selisih tingkat persediaan = Persediaan awal persediaan akhir 4 = (324.000 216.000)/4= 27.000

Triwulan I Penjualan Pers.akhir Kebutuhan Pers Awal Produksi

Triwulan II

Triwulan III Triwulan IV

Total

2. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat persediaan Cara yang dilakukakan adalah dengan membagi selisih antara persediaan awal dan persediaan akhir (dengan waktu bulanan, triwulan, semester, dll) Selisih tingkat persediaan = Persediaan awal persediaan akhir 4 = (324.000 216.000)/4= 27.000
Triwulan I Penjualan Pers.akhir Kebutuhan Pers Awal Produksi 621.000 297.000 918.000 324.000 594.000 Triwulan II 459.000 270.000 729.000 297.000 432.000 Triwulan III Triwulan IV 459.000 243.000 702.000 270.000 432.000 621.000 216.000 837.000 243.000 594.000 Total 2.160.000 216.000 2.376.000 324.000 2.052.000

3. Kebijakan yang merupakan kombinasi Tingkat produksi rata-rata per triwulan = 2.052.000/4 = 513.000 unit Tingkat produksi max per triwulan = 1,20 x 513.000 = 615.600 Tingkat persediaan awal dan akhir triwulan I dan II berfluktuasi 32.400 unit, sedangkan triwulan III dan IV 21.600 unit

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III Triwulan IV

Total

Penjualan Pers.akhir
Kebutuhan Pers Awal Produksi

621.000 291.600
912.600 324.000 588.600

459.000 259.200
718.200 291.600 426.600

459.000 237.600
696.600 259.200 437.400

621.000 216.000
837.000 237.600 599.400

2.160.000 216.000
2.376.000 324.000 2.052.000

Soal Latihan
PT Citra Agung memiliki data perencanaan sbb: Rencana penjualan tahun 2011 sebanyak 480.000 unit. Pola

penjualan bersifat musiman dengan indeks sbb:


Rencana Penjualan 2011 Bulan Indeks Triwulan Indeks Januari 9% Triwulan II 30% Februari 11% Triwulan III 15% Maret 10% Triwulan IV 25% Rencana persediaan awal tahun 60.000 unit dan akhir tahun 30.000 unit. Persediaan maksimum tidak boleh melebihi 60.000 unit. Persediaan minimum tidak boleh kurang dari 18.000 unit
41

Kebijakan produksi ditentukan sbb:

a) b) c)

Produksi normal bulanan =1/12 produksi setahun Toleransi produksi + 10% dari tingkat produksi normal Produksi pada triwulan III diturunkan menjadi 70% dari tingkat produksi normal Pertanyaan: 1. Tentukan tingkat produksi setahun yaitu tahun 2011 2. Tentukan perkiraan penjualan bulanan/ triwulanan dalam setahun 3. Tentukan batasan minimal/ maksimal baik untuk produksi maupun persediaan 4. Susunlah anggaran produksi tahun 2011 dengan memperhatikan batasan yang sudah ditentukan

42

Jawaban
1. Tingkat produksi tahun 2011 Penjualan Persediaan Akhir Tahun Kebutuhan Persediaan Awal Jumlah yang harus diproduksi 480.000 unit 30.000 unit + 510.000 unit 60.000 unit 450.000 unit

2.

43

Perkiraan penjualan bulanan/ triwulanan (unit) tahun 2011: Januari = 9% x 480.000 = 43.200 Februari = 11% x 480.000 = 52.800 Maret = 10% x 480.000 = 48.000 Triwulan II = 30% x 480.000 = 144.000 Triwulan III = 15% x 480.000 = 72.000 Triwulan IV = 25% x 480.000 = 120.000

3.

Batasan persediaan : 18.000 -60.000 unit Batasan produksi: Produksi normal bulanan = 1/12 x 450.000= 37.500 unit Produksi normal triwulanan= 3 x 37.500 =112.500 unit Produksi triwulan III = 70% x 112.500 = 78.750 unit Produksi max per bulan = 110% x 37.500 = 41.250 unit Produksi min per bulan = 90% x 37.500 = 33.750 unit Produksi max per triwulan = 110% x 112.500 = 123.750 unit Produksi min per triwulan = 90% x 112.500 = 101.250 unit

44

4. Anggaran produksi tahun 2011:


Penjualan Pers. Akhir Kebutuhan Pers. Awal Produksi

Jan Feb
Mar Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Total

43.200 52.800
48.000 144.000 72.000 120.000 480.000

58.050 46.500
39.750 19.500 26.250 30.000 30.000

101.250 99.300
87.750 163.500 98.250 150.000 510.000

60.000 58.050
46.500 39.750 19.500 26.250 60.000

41.250 41.250
41.250 123.750 78.750 123.750 450.000

45