Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN FRAIS

Disusun Oleh : Alex Putra NIM : 115214052

Fakultas / Prodi : Fakultas Sains dan Teknologi / Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2012

MESIN FRAIS

Mesin frais adalah sejenis mesin perkakas untuk mengerjakan peralatan mesin dari logam dengan gerakan utama alat potongnya berputar. I. MAKSUD DAN TUJUAN MESIN FRAIS Melatih kita agar dapat membuat roda gigi dengan mesin frais. Melatih kita agar dapat mempergunakan alat-alat yang berhubungan dengan mesin frais dengan benar. Melatih kita agar terampil dan teliti dalam mengerjakan benda kerja dengan mesin frais. II. BENDA KERJA SEBELUM DIKERJAKAN Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah aluminium tuang dengan ukuran 50 mm dan tebal 17 mm.

50 mm

17 mm

Gambar 1. Benda kerja sebelum dikerjakan. III. BENDA KERJA YANG DI INGINKAN ( HASIL ) Benda kerja yang diinginkan adalah roda gigi dengan jumlah gigi 21 buah seperti pada gambar dibawah dengan diameter 46 mm dan tebal 15 mm, serta kedalam gigi 6,3 mm, diameter mur tengah 11 mm.

GAMBAR 2. Hasil yang diinginkan IV. BEBERAPA PEKERJAAN YANG DAPAT DIKERJAAN DENGAN MESIN FRAIS. 1. Permukaan rata dan datar.

2. 3. 4. 5. 6.

Permukaan siku dan sejajar. Permukaan bersudut. Beralur dan berbentuk. Roda gigi. Benda-benda persegi.

V. ALAT DAN PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN 1. Milling machine (mesin frais) : Mesin dengan gerak utama berputar. 2. Jangka sorong / kaliper : Digunakan untuk mengukur ukuran-ukuran sewaktu mengerjakan benda kerja, jangka sorong yang digunakan mempunyai ketelitian 0.05 mm. Stempel angka : Digunakan untuk memberi nomer mahasiswa pada benda kerja setelah selesai dibuat. 3. Mesin bubut dan perlengkapanya : Digunakan untuk membuat diameter dan tebal benda kerja yang tepat sesuai ukuran yang diminta. 4. Taps dan Kuas Digunakan untuk membuat ulir pada lubang poros dam membersihkan benda kerja.

VI. MESIN MILLING Pengerjaan logam dalam dunia manufacturing ada beberapa macam, mulai dari pengerjaan panas, pengerjaan dingin hingga pengerjaan logam secara mekanis. Pengerjaan mekanis logam biasanya digunakan untuk pengerjaan lanjutan maupun pengerjaan finishing, sehingga dalam pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip pengerjaan, salah satunya adalah pengerjaan perataan permukaan dengan menggunakan mesin Frais atau biasa juga disebut mesin Milling. Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa, juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang dikehendaki Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus, tetapi proses ini

membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata milling agar tidak cepat aus. Proses milling adalah proses yang menghasilkan chips (beram). Milling menghasilkan permukaan yang datar atau berbentuk profil pada ukuran yang ditentukan dan kehalusan atau kualitas permukaan yang ditentukan. Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin milling dimulai dengan mencekam benda kerja (gambar 1), kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dengan alat potong yang disebut cutter (gambar 2), dan akhirnya benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya. 1. PRINSIP KERJA MESIN MILLING. Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.
2. SPINDEL MILLIMG.

bagian dari sistem utama mesin milling yang bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda kerja yang telah dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan pada bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda kerja.
3. JENIS - JENIS MESIN MILLING.

Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan dengan posisi spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya, ada beberapa jenis mesin milling dalam dunia manufacturing antara lain: a. Mesin Milling Horizontal. Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan arah horizontal dan digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja dengan arah mndatar.

b. Mesin Milling Vertikal. Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin milling ini pemasangan spindel-nya pada kepala mesin adalah vertikal, pada mesin

milling jenis ini ada beberapa macam menurut tipe kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat dimiringkan dan type kepala bergerak. Kombinasi dari dua type kepala ini dapat digunakan untuk membuat variasi pengerjaan pengefraisan dengan sudut tertentu.
C. Mesin Milling Universal

Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan prinsipnya, seperti : Frais muka. Frais spiral. Frais datar. Pemotongan roda gigi. Pengeboran. Reaming. Boring. Pembuatan celah. 4. GERAKAN DALAM MESIN MILLING. Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3 gerakan kerja: 1. Gerakan Pemotongan. Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu utama. 2. Gerakan Pemakanan. Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas. 3. Gerakan Penyetelan. Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi potong cutter, gerakan ini dapat juga disebut gerakan pengikatan . 5. Bagian Utama Mesin Milling Bagian utama mesin milling meliputi beberapa bagian seperti di belakang Cutter. Type Cutter Cutter pada mesin milling mempunyai bentuk silindris, berputar pada sumbunya dan dilengkapi dengan gigi melingkar yang seragam. Keuntungan cutter dibanding dengan pahat bubut dan pahat ketam adalah setiap sisi potong dari pisau frais mengenai benda kerja hanya dalam waktu yang pendek pada proses pemotongan selama 1 putaran pisau frais dan pendinginannya pada waktu sisi potong mengenai

benda kerja, maka hasilnya cutter frais akan lebih tahan lama. Cutter biasanya terbuat dari HSS maupun Carbide Tripped. Gigi cutter ada yang lurus maupun ada yang mempunyai sudut, untuk yang bersudut (helix angle) dapat mengarah ke kanan dan ke kiri. Ada beberapa jenis cutter seperti misalnya. a. Plain Mill Cutter Digunakan untuk pengefraisan horizontal dari permukaan datar. b. Shell End Mill Cutter Pemotongan dengan menggunakan sisi muka, digunakan untuk pengefraisan dua permukaan yang tegak lurus. Pada cutter ini panjangnya lebih besar dari diameternya dan hal yang harus diingat adalah tidak boleh memasang cutter ini terbalik. c. Face Mill Cutter Digunakan untuk pengefraisan ringan (pemakanan kecil). Pisau ini pendek dan mempunyai sisi potong pada bagian yang melingkar dan bagian sisi mukanya, seperti shell mill cutter. Dalam jenis ini ada yang disebut Carbide Tipped. Face mill cutter, keistimewaan pisau ini adalah tentang kemudahan penggantian sisi potongnya. d. End Mill Cutter Pengerjaan pada mesin milling: Pengefraisan Sisi, adalah pengefraisan dimana pisau sejajar dengan permukaan benda kerja. Pegefraisan Muka, adalah pengefraisan dimana sumbu pisau tegak lurus dengan permukaan benda kerja.

VII. MESIN FRAIS

GAMBAR 3. Mesin Frais

VIII. PETUNJUK OPERASI PADA MESIN FRAIS


1. Pindahkan switch pada posisi ON untuk mensuply power ke mesin. 2. Putar spindel dengan menekan tombol hijau/ hitam. 3. Matikan mesin dengan menekan tombol merah.

IX. LANGKAH KERJA PADA MESIN FRAIS


1. Menyiapkan bahan : Bahan dari aluminimun tuang dengan diameter 50 mm dipotong dengan 2. Memasang benda kerja : Benda kerja dipasang pada chuck mesin bubut untuk meratakan menjadi 15 mm. 3. Mengebor dengan mesin bubut: Setelah kedua permukaan rata dan halus, benda kerja di bor 11 mm. 4. Mentaps benda kerja : Setelah dibor benda kerja di taps dan ukuran taps kali 12 inchi. 5. Memegang benda kerja pada pemegang :

Benda kerja dipasang pada pemegang , kemudian kedua mur penguncinya dikeraskan. 6. Membubut benda kerja : Pemegang dipasang pada chuck mesin bubut, kemudian diameter benda kerja dibubut hingga diameter 46 mm. 7. Memasang benda kerja pada mesin frais : Benda kerja dengan pemegangnya dipasang pada chuck mesin frais. 8. Menghitung skala pembagi : Roda gigi yang akan dibuat mempunyai jumlah gigi21 buah maka benda kerja tersebut dibagi 21. Perbandingan putaran benda kerja , dengan skala pembagi adalah satu putaran benda kerja sama dengan 40 putaran skala pembagi, sehingga untukmmembuat 1 buah gigi tuas skala pembagi diputar 40/21 = 1 + 19/21 kali. Karena terdapat angka pecahan pada hasil pembagian maka jarum skala pembagian dipasang pada lobang yang mempunyai jumlah 40 buah. Hingga untuk pembuatan tiap-tiap gigi tuas / jarum skala pembagi diputar satu kali ditambah 38 lobang. Menghitung tinggi gigi digunakan rumus H = 2 m + ck Dimana: m = modul Ok = kelonggaran puncak

Sehingga : H

= 2 m + 0,25 m = 2,2 + 0,25.2 = 4,5

9. Membuat roda gigi Tengahkan benda kerja dan luruskan dengan alat irisnya, mesin dihidupkan dan mulai pembuatan roda gigi. Dalam pembuatan tinggi gigi roda gigi dilakukan 3 kai tahapan pemakanan, yaitu 2 kali pemakanan dengan ketebalan 2 mm tiap kali pemakanan dan ditambah 1 kali pemakanan setebal 0,5 mm sebagai finising.Dalam pembuatan dengan jumlah gigi 21 dilakukan satu per satu sampai dengan jumlah giginya 21 buah. 10. Mesin dimatikan dan benda kerja dilepas.

11. Benda kerja diberi nomor mahasiswa dengan stempel angka , kemudian diserahkan kepada penanggung jawab praktikum.

X. MASALAH YANG DIHADAPI SAAT PRAKTIKUM. a. Kurangnya konsentrasi saat membuat gigi pada benda kerja. b. Kesulitan dalam pemahaman penghitunggan dalam pembagian jarak antara gigi yang akan dibuat.

XI. KESIMPULAN. Dalam melakukan Praktikum Mesin Frais ini, sebelum melakukan praktikum ada baiknya bila kita memahami dan membaca modul yang bersangkutan dengan praktikum mesin Frais, Agar dalam melaksanakan praktikum ini tidak banyak melakukan kesalahan yang fatal. Karena sekali saja salah maka benda kerja yang diinginkan tidak akan jadi sesuai apa yang diinginkan. Selain itu penting juga untuk memperhatikan keselamatan kerja serta tatatertib diruang praktikum tersebut.

Anda mungkin juga menyukai